[Ficlet] Good Looking (Not So) Dummy

myungsoo

 sky.l/slee

.

Kim Myungsoo – Park Jiyeon

.

Tidak pernah ia percaya ada yang namanya bad day. Karena menurutnya hal tersebut semata hanya sugesti payah yang membuat seluruh jam pada hari yang sama terasa sekian panjang, menuntut segera diakhiri. Tapi kali ini mau tak mau ia percaya.

Ketinggalan bus karena harus kembali ke rumah begitu sadar tugasnya tertinggal di meja kamar, terlambat dan dikenai hukuman bersih-bersih kaca lebar lobi sekolah, dan klimaksnya entah kesalahan teknik macam apa yang dibuat guru matematika sehingga lembar tesnya tidak ditemukan di antara tumpukan lembar tes murid lain; yang berarti ia harus menempuh lagi tes tersebut. Bukan masalah kalau mata pelajaran lain, namun matematika. Musuh dari langit yang tidak pernah berdamai tentram dengan kemampuan otaknya -dicurigai karena memang faktor genetika, ia tak pandai dalam hal bergulat bersama rumus-rumus panjang.

Tes pertama saja ia harus belajar mati-matian sepanjang minggu. Kini ia harus menempuhnya lagi? Kepala langsung pening memikirkan korting waktu tidur, kantung mata yang melebar, belum lagi serangan panik tiap kali tidak bisa memenuhi solusi atas satu soal perhitungan.

Ia sudah meminta keringanan. Memberi negosiasi alternatif, tak ingin melalui neraka untuk kedua kali. Namun sang guru -yang memang terkenal tak pandang bulu- bersikeras ia harus mengulang tes -setelah meminta maaf atas keteledorannya untung saja. Tak enak atas permintaan maaf tersebut, ia mengiyakan. Lalu sekarang menyesali keputusan tersebut.

Jam makan siang ia habiskan merenung, sekali dua kali mengunyah roti lapis sashimi kesukannya -tapi kali ini minus antusiasme dan minus sumringah cerah.

“Hai. Tumben kau makan disini.”

Dia mendongak pada sumber suara. Kim Myungsoo . Teman karib Sungyeol -tetangga merangkap partner laboratoriumnya. Mereka tak berada di kelas yang sama. Namun memang anak populer satu itu terkenal ramah pada siapa saja.  Myungsoo terlihat membawa kotak bekal berwarna abu-abu dan segelas minuman isotonik dari vending machine lobi.

Tanpa basa-basi meminta izin, Myungsoo duduk disampingnya. Mulai melucuti tutup kotak makan lalu bersorak heboh begitu melihat makanan di dalamnya -nasi lengkap dengan lauk-pauk; telur gulung, kimchi, sosis goreng, dan ikan goreng. Myungsoo tersenyum kegirangan.

“Mau coba?” tawar Myungsoo setelah lahap ketiga. Ia menatap singkat kotak makan tersebut. “Coba saja. Masakan ibuku enak loh.” Dipaksa tangannya memegang sumpit yang tadi dipakai Myungsoo .

Menghargai tawaran baik Myungsoo , dilahapnya sesuap nasi dan ikan goreng. Benar adanya, masakan ibu Myungsoo memang enak.

“Kau selalu makan sandwich ya? Tidak suka makanan berat?” tanya Myungsoo , ketika ia mulai mengunyah sandwichnya kembali.

Seingatnya, mereka tak sering mengobrol. Hanya sesekali, itu pun karena ada Sungyeol memerentai. Sungyeol sering meledek Myungsoo ; si tampan bodoh. Semata sebab si marga Chwe tersebut sering kali bertingkah ceroboh dan membuat kecelakaan kecil saat mereka berada di area laboratorium atau ketika mereka tengah seru-serunya berolahraga.

“Ibuku tidak sempat masak pagi-pagi. Dia harus mengejar kereta ke kantor.” Jelasnya. Mempersingkat cerita panjang hanya dengan dua kalimat. Ia tidak pandai basa-basi mengulur konversasi, kecuali dengan Sungyeol, tiap kali bercakap-cakap dengan orang lain, selalu terasa atmosfer canggung.

“Ada apa? Tadi kelihatannya kau murung. Ada masalah?”

Sejujurnya ia agak risih. Pertanyaan barusan termasuk personal baginya. Namun sebenarnya bukan masalah yang sangat sensitif lantas patut disembunyikan juga sih.

“Yoon ssaem bilang lembaran tesku tidak bisa ditemukan. Jadi aku harus mengulang tes matematika.” Tak tahan juga ia tak menggurutu menyebut mata pelajaran satu itu.

Myungsoo mengangguk pelan. “Tes trigonometri minggu kemarin?” Ia menyahut dengan anggukan juga. “Mau kubantu?”

Beruntung sandwichnya sudah tandas dan air telah mengalir mulus masuk kerongkongan, karena jika ia sedang menegak minuman, ia pasti tersedak karena tawaran Myungsoo tersebut. Ia yakin wajahnya kini tengah melongo, terkejut atas langkah tiba-tiba Myungsoo .

Myungsoo tertawa. Lumayan terbahak hingga ia buru-buru menelan habis kunyahan dalam mulut. Pasti karena mimiknya yang seperti orang dungu.

“Maaf. Aku tidak bermaksud meledek.” Tambahnya, takut-takut dikira tak sopan karena ungkapan blak-blak lewat ekspresi wajah barusan. Myungsoo cepat-cepat menggeleng.

“Tidak. Tidak apa-apa. Kau pasti berpikir aku benar-benar seperti apa yang Sungyeol juluki ya?” Takut-takut ia mengangguk, membenarkan tebakan Myungsoo . “Aku memang buruk soal praktikum. Tapi teoriku tidak begitu buruk kok.”

“Nilai tesmu berapa?” Mengabaikan perasaan bahwa pertanyaan semacam ini lancang dan terdengar meremehkan, ia menoleh menunggu jawaban Myungsoo . Laki-laki yang membabat habis bekalnya tidak sampai sepuluh menit itu menunjuk deret lebar gigi rapinya.

“Seratus.”

Kini rahangnya mengendur jatuh. Ganti dirinya merasa bodoh karena mempercayai ujaran Sungyeol padahal ia tahu manusia satu itu seringkali melebih-lebihkan sesuatu seperti bumbu MSG.

“Ah… si jangkung bodoh itu.” Ganti dirinya yang tertawa atas hinaan tiba-tiba yang keluar dari bibir Myungsoo . “Sst jangan bilang-bilang  Sungyeol ya.” Myungsoo berkata ditengah serta merta tawanya.

Ia hanya mengangguk patuh. Menahan tawa yang belum juga reda.

Sisa jam makan siang mereka habiskan tertawa lebih keras lagi begitu Myungsoo bercerita tentang segala macam kelakuan ajaib Sungyeol dan kejadian-kejadian aneh buah tingkah lakunya tersebut.

Saat bel tanda jam makan siang berakhir, ia telah lupa rasa mendung yang merundung setengah jam yang lalu. Juga janji Myungsoo yang akan mengajarinya selepas jam sekolah. Membayangkan sesi belajar mereka akan berujung seperti tukar percakapan barusan membuatnya merasa lebih baik.

Setidaknya.

..

. long time no see 🙂

. this was originally posted in;  https://firefliesquest.wordpress.com

. do visit my blog to see my other stories

. leave your comment below

. thank you

Advertisements

7 responses to “[Ficlet] Good Looking (Not So) Dummy

  1. Tadi ada typo nya wkwk but its okay aku suka ceritanya😊 mereka nya lucu banget gemesin buat aku/?😂 kekeke
    Ditunggu banget ff myungyeon yg lainnya😊😊😊

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s