[CHAPTER 8] BEAUTIFUL LIAR

BEAUTIFUL LIAR

© Poster by @farvidkar

Tittle: Beautiful Liar – Part 8 | Author: farvidkar | Genre: Action, Crime, Romance | Main Cast: L Kim / Kim Myung Soo, Bae Suzy/ Ahn Suzy/ Stephani Ahn | Other cast: Kim Soo Hyun, Kim Kai/ Kim Jong In, Byun Baek Hyun/ Bernard Byun, Shim Changmin/ Charles Shim, Zelo/ Steven Choi, Lee Seung Gi, Ahn Jae Hyun/ Michael Ahn and etc | Rating: PG-17

 

A/N: Asli buatan sendiri dengan imajinasi yang datang sendirinya. Tidak ada maksud lain dengan karakter yang dibuat. Jika terdapat kesalahan dalam penulisan harap dimaklumi. Fanfiction ini sudah pernah saya publih di blog pribadi

 

 

The last part [Part 1] [Part 2] [Part 3] [Part 4] [Part 5] [Part 6] [Part 7] [Part 7 +Hidden]

Matahari menyelonong masuk ke dalam kamar Suzy, bunyi pintu balkon yang berdencit karena tergerak akibat tiupan angin pagi. Salju di bulan Desember mulai terasa setelah ia terbangun.

Selimut disibakkan ke bawah. Mata Suzy perlahan terbuka. Entah mengapa badannya sedikit pegal dan nyeri. Dan satu fakta yang membuat gadis itu melemas di kasur, ada seorang pria yang juga tidur dengannya. Dan mereka berdua sama-sama naked.

“Astaga apa yang aku lakukan…”

Suzy melemas, doa gadis itu tidak terkabul. Sekali lagi ia memastikan siapa pria yang sedang tidur di sampingnya.

“L..” gumam gadis itu.

Perlahan ia memungut pakaian-pakaiannya di lantai. Tidak perlu mandi, pikir gadis itu sembari memakai pakaian yang sedikit rapi. Setelah semuanya beres, ia mengendap-endap seperti maling menuju pintu. Ingin mengucapkan selamat tinggal, tetapi timingnya sedang tidak tepat. Suzy belum siap bertemu lagi dengan L.

Suzy tiba di airport tepat waktu. Setelah check in dan mengurus tetek bengek lainnya, ia bisa bernafas lega. Tinggal menunggu beberapa menit lagi setelah ia bisa meninggalkan tempat ini.

Tring… handphone Suzy berbunyi dari nomor tak dikenal. Ia memustukan untuk tidak mengangkat panggilan tersebut.

Tring.. Tring.. Tring.. seterusnya ponsel Suzy terus berdering. Sepertinya orang tersebut tidak akan menyerah.

“Halo” sapa gadis itu.

“Halo? Kau yang menelpon ku kenapa tidak ada suara?”

“Hei?” kata gadis itu lagi sedikit sewot.

‘Para penumpang JapanAir dengan nomor penerbangan JA-1234 menuju Sydney silahkan melewati gate C-1’

“Hei! Jika kau tidak bicara akan kututup sekarang!” sebal karena telepon iseng, Suzy langsung memutus sambungan telepon tersebut.

L berdecak kesal setelah mendengar samar-samar suara pengumuman yang sering di dengarnya saat berada di airport. Gadis itu kabur lagi, pikir L.

Segera L mengeluarkan ponselnya dan menghubungi seseorang. Ia meminta dibelikan tiket penerbangan menuju Sidney.

“Maaf sajangnim, tetapi yang tersisa penerbangan besok pagi”

“Tak masalah, urus saja keberangkatanku dan cari tahu apa yang Stephani Ahn lakukan di Sydney” setelah itu L memutuskan sambungan telepon. Ia melempar vas bunga ke dinding hingga terdengar bunyi benda kaca yang pecah.

Ingin rasanya menghajar gadis itu karena melarikan diri, tetapi L sadar bahwa ia tak bisa melakukan hal itu karena hati kecilnya masih menyisakan rasa ‘bahagia’ akibat ulah erotisnya semalam.

“Zelo, kau sudah meninggalkan Tokyo?” Suzy berjalan keluar dari pintu kedatangan. Setibanya di Sydney ia memutuskan langsung menghubungi anak itu. Suzy sudah seperti kakak bagi pria bermarga Choi itu.

“Tenang saja. Lebih baik noona fokus bersembunyi. Sepertinya pria itu punya banyak koneksi, aku juga sudah menghubungi Jaehyun hyung” jelas Zelo. Ia sudah tiba di California setelah dijemput Baekhyun. Untuk beberapa bulan kedepan pembukaan galeri yang sudah diatur akan di cancel.

“Baiklah. Kau hati-hati disana”

Suzy sudah pernah tinggal beberapa bulan di Sydney, sehingga dia tidak terlalu buta arah saat tiba disini. Jaehyun sudah menyewa apartemen dan menyiapkan mobil untuk Suzy.

Taxi yang ditumpangi Suzy berjalan dengan kecepatan sedang menuju kawasan Crown Green Square. Dulu gadis itu pernah memiliki penthouse ditempat itu, tetapi ia segera menjualnya setelah akan berencana pindah ke North Carolina.

Apartment yang disiapkan Jaehyun memiliki 2 kamar tidur yang lumayan besar walau tak semewah milik Suzy dulu. Ia segera menghempaskan tubuhnya di atas kasur.

“Nyaman” gumam Suzy. Kaca jendela sengaja ia buka lebar, udara segar yang masuk ke dalam kamarnya. Walau udara di bulan ini sangatlah, Suzy tetap menyukainya. Asalkan ia tidak menghirup udara yang sama dengan pria itu.

Sudah satu minggu gadis itu meringkuk di dalam kamarnya. Ia hanya berjalan ke dapur untuk membuat roti. Pergi ke ruang keluarga untuk menonton televisi. Ke kamar mandi dan balik ke kamar untuk tidur. Bahkan ia hanya bisa berdiri di balik pintu untuk menerima makanan pesan antar.

Selama beberapa hari ini pintu yang menuju balkon ia kunci, hanya sesekali ia membuka jendela agar kulitnya tidak keriput akibat ac yang menyala. Ia bisa menjadi cepat tua dan sakit-sakitan jika seperti itu.

Hingga perbekalan dirinya sudah menipis, ia memutuskan untuk pergi keluar. Kini sudah akhir tahun, tepatnya 31 Desember. Suzy juga ingin menikmati akhir tahunnya dengan kembang api. Ia mengenakan kaus lengan panjang dengan syal. Celana legging dan sepatu boat berwarna sepadan. Suzy tak lupa membawa kameranya. Kali ini ia tidak keluar menggunakan topi, ia berpikir L tidak akan jauh-jauh mencarinya ke benua yang berbeda.

Sebenarnya, tempat tinggal Suzy juga menyediakan tempat perbelanjaan. Tetapi ia ingin jalan-jalan mengelilingi kota. Gadis itu memilih menaiki kendaraan umum mengunjungi Vaucluse House. Bangunan ini merupakan sebuah villa mewah yang dibangun tahun 1803. Villa ini memiliki menara kecil serta benteng, sehingga rumah ini lebih nampak seperti kastil. Suzy datang menghabiskan waktunya di taman-taman yang mengelilingi bangunan ini. Menurut gadis ini, pemandangan berwarna hijau membuatnya lebih fresh. Entah mengapa warna hijau benar-benar memiliki magic untuk orang-orang yang sedang stress.

Setelah hari sudah sore, ia ingin berjalan-jalan ke pantai. Salah satu tempat yang ingin dikunjunginya adalah Bondi Beach. Sebelumnya, Suzy singgah ke tempat orang yang berjualan baju. Hanya bangunan kecil dan bukanlah baju-baju yang bermerk. Suzy tak ingin datang ke pantai menggunakan sepatu boat. Ia memilih long dress bermotif bunga warna warni serta sandal tali. Baju yang dipilihnya merupakan dress yang memperlihatkan bahu. Di pantai seperti ini, tidak akan terlalu dingin jika gadis itu berjemur.

Pantai yang Suzy kunjungi merupakan salah satu tempat terkenal di Sydney, untuk biaya masuknya tidak dipungut biaya. Di sini banyak menyediakan kafe dan restoran. Suzy singgah di sebuah restoran untuk menghabiskan waktu lunch yang terlambat.

Banyak orang yang duduk di restoran, tetapi ada sebuah pasang mata yang menatapnya. Ketika gadis itu balik menatap kearah itu, entah kenapa tidak ada orang yang berada di tempat itu. Untuk beberapa waktu Suzy menegaskan dirinya kalau ia hanya berhalusinasi.

Setelah makan siang, ia berjalan ke pantai. Jam menunjukkan pukul setengah empat, Suzy ingin melihat matahari tenggelam di malam tahun baru. Ia tidur di atas kursi pantai dengan payung di atasnya tanpa menyadari seseorang yang sedari tadi mengikutinya.

Gadis itu bangun tepat setengah enam. Sepertinya dia cocok tinggal di pinggir pantai, ia bisa tidur nyenyak jika mendengar suara ombak.

“Kau sudah bangun?” Tanya seseorang. Suzy menyipitkan matanya. Pria yang juga tidur di kursi pantai di sebelahnya jelas-jelas berbicara menggunakan bahasa korea. Setelah pria itu tersenyum Suzy langsung merutuki dirinya.

“Kenapa kaget begitu? Setelah kita have sex harusnya kau tidak perlu malu-malu meninggalkanku terbangun sendirian di atas kasur” L membuka kacamata hitamnya. Suzy mendengus kemudian segera berdiri dan meninggalkan L.

“Hei!! Tunggu aku!!” Suzy menghiraukan pria itu. Ia segera ingin menenggelamkan dirinya di tengah laut, berharap tidak pernah bertemu lagi dengan pria itu. Tetapi ia juga takut mati muda, apalagi ia belum menikah dan memiliki anak yang akan meneruskan kecantikannya.

“Apa kau mau kucium sampai bibirmu berdarah?!” Suzy tersenyum sinis kemudian menatap pria itu marah.

“Ancamanmu terlalu kekanak-kanakkan L-ssi” L senang mendengar suara gadis itu.

“Ahh.. kalau yang seperti itu kekanak-kanakkan, bagaimana jika aku menelanjangimu disini?” wajah gadis itu panas, bagaimana bisa otak pria itu masih tetap kotor setelah hari natal.

“Maka aku akan melaporkanmu ke polisi” L hampir saja tertawa keras setelah bisa mengontrol raut wajahnya.

“Kau akan tertangkap sayang. Kau lupa kalau kau itu..”

Stop! Okay aku kalah. Jadi apa maumu?” L senang, ia benar-benar bahagia jika gadis itu mengalah seperti ini. Ia sudah mendapatkan kartu as-nya.

“Kencan denganku” Suzy hampir saja mengeluarkan sumpah serampahnya sebelum L kembali berkata,

“Selama tiga bulan, setelah itu aku akan melepaskanmu” lanjut L. Suzy menimang-nimang tawaran pria itu. Apakah ada untungnya jika ia kencan dengan pria itu? Atau apakah pria itu akan benar-benar melepaskannya.

“Setelah tiga bulan berakhir, aku akan pura-pura tidak pernah bertemu denganmu. Dan membiarkanmu hidup seperti sekarang. Aku sungguh-sungguh tidak akan merecoki hidupmu lagi” Suzy sedikit mendapat pencahayaan setelah mendengar kalimat terakhir L.

“Serius? kau akan menepati kata-katamu?” Tanya Suzy memastikan. Raut muka L sedikit berubah namun ia segera membuat senyuman.

“Ya jika itu maumu” Entah ini hanya perasaan gadis itu, tetapi senyuman L terlihat sedikit menyedihkan da nada rasa penyesalan.

Deal” sahut Suzy.

Jika dulu Suzy akan berlarian kesana kemari mencari tempat bersembunyi menghindari L, kini ia tidak tahu harus bagaimana lagi. Mereka duduk di atas pasir, melihat matahari tenggelam. Walau hanya bahu mereka saja yang bersentuhan, gadis itu tidak bisa menyembunyikan wajahnya yang terlihat depresi.

L menyadari sikap gadis itu yang membangun tembok penghalang untuk dirinya, tanpa disadari L malah tersenyum. Ia senang bisa melihat wajah itu lagi.

“Setidaknya kali ini kau tidak akan meninggalkanku” gumam L, Suzy yang mendengar gumaman itu mencoba acuh.

“Aku harap kau tidak akan seperti matahari itu” lanjut L. Ia seolah berbicara sendirian, tetapi L tahu kalau gadis itu mendengarkannya.

“Aku tidak ingin kau datang dan pergi seperti itu”

“Aku hanya pacarmu! Bukan istrimu!” Suzy meremas kepalanya yang hampir meledak. Ia tidak tahu bagaimana jadinya jika ia tinggal di penthouse milik L. Dan perlu beberapa hal yang harus digaris bawahi. Pertama ia akan tinggal satu atap, kedua ia akan bertemu pria itu di pagi hari, ketiga ia akan melihat pria itu sebelum tidur, keempat hampir satu kali duapuluh empat jam ia akan melihat wajah pria itu, kelima ia akan berbagi oksigen dengan pria itu.

“Kalau begitu aku yang akan tinggal di apartemenmu” kata L acuh. Ia beralasan gadis itu akan kabur lagi entah kemana, sehingga ia perlu mengawasi gadis itu. Ia juga akan merasa tenang jika bisa melihat koper gadis itu masih kosong.

“Mana bisa! Aku tidak bisa membiarkan seorang pria tak dikenal tinggal bersamaku” sanggah Suzy.

“Tapi kau kenal aku”

“Kita tidak sedekat itu. Maksudku, aku bahkan tidak tahu tanggal lahirmu atau zodiakmu dan,”

“Kau bisa pegang KTP-ku” L tertawa setelah melihat wajah bodoh gadis itu. Suzy memegang KTP yang diserahkan L. Ia membaca tahun lahir pria itu yang ternyata lebih tua dua tahun darinya.

“Jangan menatap fotoku terlalu lama. Kau bisa jatuh cinta betulan” Suzy mendengus tetapi ia tetap menyimpan kartu itu kedalam dompetnya.

“Kau puas sekarang? Sudah merasa nyaman?” Tanya L, matanya masih fokus kejalanan. Sesekali ia melihat GPS memastikan kalau dirinya tidak salah jalan.

“Sedikit” pria itu kembali tertawa.

“Setidaknya jika aku menghamilimu kau tidak akan kesusahan menyeretku ke polisi”

WHAT?!!”

“Bagaimana kabar teman-temanmu?”

Good

Sepasang kekasih yang baru berumur enam jam itu duduk di balkon sambil meminum secangkir kopi. Suzy meminta agar mereka tak perlu jalan-jalan ke kota untuk melihat kembang api. Tahun baru kali ini tidak akan mereka lupakan. Tahun baru yang buruk bagi Suzy, dan tahun baru yang sangat berarti bagi L.

“Apa harapanmu untuk tahun baru kali ini?” Suzy sejenak berpikir.

“Semoga tiga bulan kedepan aku tidak hamil diluar nikah, dan tiga bulan setelahnya semoga aku tidak bertemu denganmu lagi” L terkekeh geli. Ia ingin sekali menyeret gadis itu ke dalam selimut.

“Kau tidak bertanya harapanku?” Suzy menggeleng, gadis itu tidak ada minat sama sekali.

“Baiklah. Lagipula jika kau mendengar harapanku, bisa-bisa dalam hitungan detik kau langsung jatuh cinta padaku”

Just in your dream, L-ssi” L menggenggam tangan gadis itu. Ia menautkan jari jemarinya. Terasa pas. Suzy tidak menolak genggaman tangan itu, toh tangannya sedang kedinginan.

“Sebentar lagi” kata L. Ia melirik jam tangannya.

“10.. 9.. 8.. 7.. 6.. 5.. 4.. 3.. 2.. 1..”

Teng.. Teng.. Teng Jam kuno berukuran besar itu berbunyi menandakan pukul 00.00. Diikuti kembang api besar dari seluruh sudut kota. Pilihan yang tepat, pikir Suzy. Balkon ini sangat strategis. Ia berharap tahun ini adalah tahun yang baik untuknya.

“Selamat tahun baru, sayang” ucap L kemudian mengecup pipi gadis itu. Suzy menatap L dengan pandangan bertanya.

“Hanya itu?” Tanya Suzy spontan, kemudian ia menutup mulutnya.

“Maksudmu? … ahh, kau kira aku akan mencium bibirmu sampai bengkak, atau aku akan membuat tanda di lehermu? Ha Ha Ha”

“A…..Ani. Hah! Untuk apa aku buang-buang waktu memikirkan hal jorok seperti itu” sanggah gadis itu. Sebenarnya ia sempat berpikir, tepat jam 00.00 pria itu pasti akan mulai gila dan melakukan hal-hal yang pernah ia lakukan padanya, salah satunya berbuat ‘hal itu’ lagi. Makanya untuk jaga-jaga Suzy sudah memakai baju berlapis-lapis.

“Jangan malu-malu. Kalau kau memang ingin, bilang saja langsung. Aku dengan senang hati akan meladenimu” kata L. Ia senang sekali menggoda gadis itu, wajah gadis itu akan berubah-ubah dan itu sangat lucu.

“Hah! Aku ingin muntah melihat wajahmu” Suzy segera berbalik masuk ke dalam namun sebuah tangan melingkar tanpa izin di perutnya. Suzy bisa merasakan dada bidang pria itu menyentuh punggungnya.

Deg.. deg.. deg. Ia merasakan detakan jantung L. Iramanya sedikit tidak stabil. Nafas pria itu berhembus di telinganya. Seketika bulu nyawanya merinding. Tetapi lambat laun ia mulai terbiasa dengan itu semua.

“Apa kau tidak keberatan jika seperti ini beberapa menit lagi?” Suzy menganguk. L membenamkan wajahnya di rambut gadis itu. Harum, batin L.

Kembang api masih terus menyala. Suzy tidak banyak bicara. Begitupula L, ia hanya mencari posisi senyaman mungkin. Ia bahkan menahan hasrat laki-lakinya untuk menyentuh gadis itu lebih jauh. Baginya merasakan detakan jantung gadis itu sudah lebih dari cukup.

“Kenapa kau terus menghirup bau rambutku?” L mengadahkan kepala menatap gadis itu dari samping.

“Harum” Suzy mengangguk, pikirnya itu lumayan masuk akal.

Kembali diam, tidak ada yang kembali berbicara. Mungkin mereka sedang menikmati khayalan masing-masing.

“Apa kau pernah membayangkan seperti apa dirimu sepuluh tahun kedepan? Dengan siapa kau akan menghabiskan sisa hidupmu? Bagaimana wajah anakmu kelak?” Tanya L.

“Aku pernah memikirkan hal seperti itu..” kata gadis itu, caranya berbicara hampir terdengar seperti bisikan.

“Seperti apa?”

“Aku tidak akan memberitahumu” Jujur L sedikit kecewa.

“Kenapa?”

“Karena kau bukan orang yang aku perhitungkan menjadi suamiku kelak” sedih? Sangat sedih. L menarik senyuman dan menatap manik mata gadis itu. Ia sedang memberitahu kalau dirinya adalah salah satu orang yang tepat dan bisa diandalkan.

“Aku harap suatu hari nanti aku bisa masuk dalam list-mu” Suzy memutar badannya. Kini ia menatap L. Entah mengapa ia sedikit merasa bersalah setelah melihat mata pria itu.

“Apa kau pernah merasakan berada di taman bunga soba di bawah lampu temaram bersama seseorang yang kau cintai? Dalam semenit kau merasakan cintamu semakin tumbuh bersama bunga itu. Semenit kemudian kau mengetahui kalau sekarang bunga yang ada disekitarmu layu karena diinjak oleh orang yang kau cintai. Padahal bukan kau yang menanam bunga itu, tetapi rasa sakitnya seperti jantungmu mati terinjak” Suzy tidak bergeming, otaknya mencerna cukup lama hingga ia menyadari kalau secara tidak langsung itu merupakan sebuah pernyataan cinta.

 

 

To be continue

Advertisements

3 responses to “[CHAPTER 8] BEAUTIFUL LIAR

  1. Ff ini nggak dilanjutin lagi ya eon??
    Padahal masih penasaran sama kelanjutan hubungan mereka
    Ap suzy bakalan nolak soo oppa terus dan soo oppa bakalan berhenti untuk ganggu hidup suzy
    Semoga aja ff ini ttp lanjut
    Fighting eon

  2. Wohoo myungzy.. Ayo myung ciptakan romance2 yg lebih banyak buat suzy.. Biar dia klepek2.. Hehe .. Ditunggu next nya thor

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s