[ONESHOOT] When Cupid Fall In Love

picsart_11-30-03-07-54.png

Tittle : When Cupid Fall In Love || Author : babythinkgirl || Main Cast : Kim Myungsoo – Im Yoona

Sinar matahari yang masuk ke kamar mewah itu melalui celah-celah gordeng yang berwarna putih tulang itu membangunkan seorang pria tampan yang memiliki kulit yang pucat. Dengan posisi yang masih terbaring di atas ranjang king sizenya pria itu menaikan tanganya untuk menutupi wajahnya yang terkena sinar matahari tersebut.

Beberapa menit dengan posisi yang sama akhirnya pria itu bangun dari posisinya lalu terduduk di atas ranjangnya, ia memalingkan matanya kea rah jam weker yang berada di atas meja bundar yang berada di samping ranjangnya. Jarum jam menunjukan pukul 07.10 pria itu pun bangkit dari duduknya berjalan santai menuju kamar mandi yang berada di sudut kamarnya. Sekitar 30 menit berada di kamar mandi akhirnya pria itu keluar dari dalam kamar mandi dengan handuk yang hanya menutup pinggang sampai lututnya saja, pria itu berjalan menuju kaca yang berada tidak jauh dari ranjangnya. Beberapa saat ia hanaya memandang pantulan tubuhnya yang berada di kaca tersebut lalu ia berbalik sehingga pantulan punggungnya yang kini berada di kaca itu, pria itu memiringkan kepalanya sedikit sehingga bias melihat ke arah kaca tersebut. Perlahan tangannya mulai menuju kea rah pertengahan punggungnya yang terlihat luka tersobek dan mengeluarkan cahaya yang sangat terang dari luka tersebut.
Drrrt… drrrttt
Getaran handphonenya yang berada di atas ranjangnya berhasil menyadarkannya dari lamunannya. Dengan cepat pria itu mengambil handphonenya lalu menekan tombol dial yang ada di layer hpnya.
“selamat pagi pak. Saya hanya mengingatkan kalua hari ini wanita yang bernama Im Yoona akan melakukan wawancara pukul 8.30.”
“ya saya ingat”
“apa bapak mau ada orang lain juga yang menemani bapak untuk melakukan wawancara dengan Im Yoona ?”
“tidak. Tinggalkan hanya aku dan dia di ruangan tersebut”
“baiklah pak saya mengerti. Saya akan mengaturnya”
Setelah mendengar jawaban dari sekretarisnya tersebut pria itupun menutup telpnya dan membuang hpnya ke ranjangnya”

Suara pintu ruang kantornya tersebut diketuk namun mata pria itu tetap mengarah ke depan macnya.
“masuk”
Seorang wanita cantic dengan balutan dress casual yang panjangnya di atas lutut itu masuk.
“selamat pagi pak”
“silahkan duduk”
Wanita cantik itupun duduk “perkenalkan nama saya….”
“apa kau berniat bekerja disini ?” potong pria tersebut.
Wanita itu hanya terdiam sesaat lalu menjawab “ ya pak”
“baiklah, dari hari ini kau bias mulai bekerja. Sekarang temui sekretaris kim dan tanyakan apa saja yang akan kau kerjakan. Apa ada pertanyaan ?”
“apa bapak tidak berniat untuk melihat skill saya ?”
“apa itu penting ?”
“tapi..”
“jika kau tidak ada pertanyaan lain silahkan keluar dan temui sekretaris kim”
Wanita itu hanya terdiam dengan raut wajahnya yang kebingungan lalu ia membungkuk memberi hormat lalu keluar dari ruangan tersebut.

“apa kau berniat bekerja disini ?” “hah ? pertanyaan macam apa itu ? hmm tapi ya sudahlah itu bagus untukku” saat wanita itu asyik tersenyum dengan segala pikirannya tentang atasan barunya itu tiba-tiba sekretaris kim memanggilnya.
“Im Yoona”
“ya pak ?”
“dari sekarang kau akan menjadi sekretaris pribadi tuan kim myungsoo. Kau harus selalu ada di sampingnya mengurus segala keperluannya. Kau akan berada di ruanganan yang sama dengan tuan myungsoo dari besok. Untuk hari ini kau cukup mempelajari tentang kebiasaan tuan myungsoo”
“ah baiklah pak”
“apa ada pertanyaan ?”
“apa aku juga harus memanggil presdir dengan panggilan tuan juga ?”
Pria yang bernama lengkap kim soo hyun itu hanya memberikan senyum tipisnya lalu menatap yoona “panggilan apapun yang kau sematkan pada tuan myungsoo itu tidak akan menjadi masalah besar. Dia akan menyukai semua panggilanmu untuk tuan myungsoo”
“maksud anda ?”
“kau akan mengerti sendiri nantinya” sekretaris kim pun pergi meninggalkan yoona yang masih kebingungan dengan perkataanya.

“yooonaaaaaa” teriak wanita cantic dengan kulit yang sedikit gelap itu saat membuka kamar yoona.
“ya yuri! Apa kau tidak bias memanggil pelan saja ? aku belum tuli!” gerutu yoona saat sahabatnya itu langsung menyambarnya di atas ranjang miliknya.
“maafkan aku. Bagaimana hari pertamamu bekerja dengan malaikat tampan itu ?”
“malaikat ? siapa yang kau maksud ?”
“myungsoo, tentu saja kim myungsoo. Semua orang menganggapnya sebagai malaikat karna kulitnya yang begitu bagus dan wajahnya yang sangat tampan”
“kau terlalu berlebihan.”
Yuri hanya memanyunkan bibirnya kepada yoona.
“ayo katakana bagaimana hari pertamamu disana ?”
“dia benar-benar pria yang aneh”
“aneh ?”
“apa kau bias bayangkan dia memintaku untuk selalu diam jika dia tidak menyuruhku bicara, dia akan sangat terganggu jika aku terlalu banyak bergerak jika berada di dekatnya, dan yang paling parahnya lagi dia bilang aku tidak bias tersenyum padanya!!”
“apa kau serius ?”
“untuk apa aku bohong ?”
“wow dia pasti sangat keren saat mengatakan itu. Woho aku semakin mengidolakannya”
“ya! Bagaimana bias kau mengatakan itu keren ?” “kalua aku tidak dipecat secara tiba-tiba dari kantorku sebelumnya mungkin aku tidak akan pernah mengenal orang aneh sepertinya”
“seharusnya kau beruntung bias bekerja disana, gajimu 10 kali lipat lebih tinggi dari gajimu sebelumnya dan yang lebih mengasyikan kau bekerja dengan malaikat tampan ituuu”
“ah sudahlah tidak ada gunanya aku berbicara denganmu”
Yuri hanya memeluk yoona manja yang membuat yoona rishi dengan tingkahnya itu.

Pagi-pagi sekali yoona sudah berada di meja yang berada di dinding depan meja myungsoo. tak lama kemudian myungsoo pun masuk dengan suit hitam dipadu dengan kemeja putih dan dasi berwarna hitam. Dengan cepat yoona berdiri dan memberikan salam pada myungsoo.
“selamat pagi tuan” yoona memberikan senyum manisnya pada myungsoo.
Myungsoo yang melihat senyum itu hanya memberikan tatapan dinginnya lalu berjalan menuju mejanya.
“bukankah sudah aku katakana untuk tidak tersenyum padaku ?” myungsoo tidak memandang yoona saat berbicara ia hanya sibuk dengan berkas yang berada di atas mejanya.
“maafkan aku tuan, aku tidak akan melakukannya lagi” dengan kikuk yoona kembali duduk di kursinya lalu pura-pura sibuk dengan berkas yang berada di mejanya.
‘dasar pria menyebalkan’ gerutu yoona dalam hatinya.
Myungsoo hanya menggeleng melihat yoona lalu kembali sibuk dengan berkasnya.
“tuan hari ini ada rapat dengan jcw group di hotel kyungsang jam 1 siang”
Myungsoo hanya mengangguk memandangi penjelasan yoona “baiklah, apa kau sudah menyiapkan semua berkasnya ?”
“sudah tuan”
“hm, kau harus selalu di sampingku nanti jangan pergi kemana-mana tanpa perintah dariku”
“baiklah tuan”
Saat yoona hendak pergi dari hadapan myungsoo “jangan bersikap terlalu manis dengannya nanti”
“maaf ? maksud tuan siapa ?”
“ji chang wook”
“baik tuan”

“myungsoo, sudah lama tidak bertemu. Apa kabarmu ?” sapa pria yang bernama ji chang wook itu dengan senyum sumringah saat myungsoo baru saja keluar dari dalam mobil hitam mewah miliknya.
“aku baik-baik saja. Kau bagaimana ?” jawab myungsoo sedikit menyunggingkan senyumnya.
‘dasar pria sombong. Bagaimana bias dia sedingin itu saat ada orang tersenyum selebar itu padanya’ gerutu yoona dalam hatinya saat melihat myungsoo dan chang wook berjabat tangan.
“ ah siapa wanita cantic di sampingmu itu ?” kata chang wook melihat ke arah yoona.
“perkenalkan namaku…”
“dia sekretaris baruku” potong myungsoo
“hm seleramu ternyata bagus juga myungsoo” chang wook hanya tertawa sambal matanya mengarah ke yoona.
“sudahlah, ayo kita selesaikan secepatnya kerja sama ini”
“baiklah, ayo masuk”

Saat berada di ruangan vvip di hotel tersebut myungsoo dan chang wook melakukan kerjasama antar perusahaan JCW group dan KI group.
Beberapa jam mereka membicarakan kerja sama mereka akhirnya merekapun berjabat tangan tanda kerjasama mereka telah dilakukan.
“baiklah kalau begitu aku pergi dulu. Senang bias bekerja sama denganmu”
“ya aku juga senang bias bekerja sama dengan perusahaanmu myungsoo”
Myungsoo dan yoona pun bersiap-siap untuk meninggalkan ruangan itu, namun saat yoona sudah berjalan beberapa langkah myungsoo berhenti lalu mendekatkan bibirnya kea rah telinga chang wook “jangan menatapnya seperti yang kau lakukan tadi, aku sangat membenci pria lain menatapnya seperti itu” myungsoo menjauhkan bibirnya dari telinga changwook lalu menatap chang wook tajam “ku harap kau mengerti maksudku tuang ji chang wook” myungsoo memberikan senyum sinisnya pada chang wook lalu pergi meninggalkan chang wook.

“cukup untuk hari ini, sekarang kau bias pulang” kata myungsoo saat mereka sampai di depan hotel.
“jam segini ?” yoona mengerutkan dahinya.
“ya. Apa ada masalah ?”
“ini sudah sangat malam”
“lalu ?”
Yoona mendengus kesal lalu mencoba tersenyum kepada myungsoo “ baiklah kalau begitu, saya pulang dulu tuan” yoona berjalan meninggalkan myungsoo dengan tangannya yang terkepal di kedua sisi badannya.

“apa dia benar-benar seorang pria ?” dengus yoona saat sampai di halte bus menuju rumahnya.
“haiz benar-benar pria menyebalkan” yoona mengacak-ngacak rambutnya sendiri.
Beberapa menit kemudian bus pun datang, dengan langkah berat yoona naik ke dalam bus lalu duduk di sudut bangku belakang.

 

 

Di tengah perjalanan tiba-tiba hp yoona berbunyi dan menampilkan tulisan ‘stupid boss’ dengan malas yoona menekan tombol dial di layar hpnya tersebut.

“halo”

“turunlah di halte selanjutnya, aku menunggumu disana” setelah mengatakan kalimat tersebut myungsoo langsung menutup telpnya.

“ya! Benar-benar pria menyebalkan, dia selalu melakukan semuanya sesuka hatinya” yoona berbicara dengan hpnya sendiri.

“ahjusi aku turun di halte depan”  yoona pun turun dari dalam bus. Saat yoona turun matanya langsung tertuju ke seorang pria yang yang sudah menunggu di halte tersebut. Yoona pun menghampiri pria tersebut.

“kenapa sangat lama ?” ucap pria itu dingin.

‘5 menit dia bilang lama ? benar-benar..’

Karena tidak menjawab perkataanya myungsoo pun menarik yoona masuk ke dalam mobil mewah miliknya yang sedari tadi terparkir di sisi jalan halte tersebut.

“aku mau dibawa kemana ?”

“nanti kau akan tau sendiri. Cepat masuklah, kau sudah banyak membuang waktuku”

Dengan kesal yoona pun masuk ke dalam mobil tersebut.

Sepanjang perjalanan yoona dan myungsoo hanya terdiam. Karena kelelahan akhirnya yoona tertidur, myungsoo yang menyadarinya hanya sesekali melihat ke arah yoona dengan tatapan yang tidak dapat diartikan.

Sekitar 2 jam perjalanan mereka akhirnya myungsoo memberhentikan mobilnya. Myungsoo keluar dari dalam mobil lalu dari luar myungsoo membukakan pintu yoona. Karena yoona yang masih tertidur dan menyandarkan kepalanya ke pintu akhirnya yoonapun terjatuh ke atas tanah.

“aw sakit” ringis yoona memegangi pantatnya yang terjatuh ke tanah.

“bangunlah, kita sudah sampai”

Yoona hanya memandang kesal ke arah myungsoo lalu matanya menerawang ke tempat itu. Yoona berdiri lalu tersenyum ketika melihat danau pyongyang yang berada di daerah yeosu.

“bagaimana kau tau tempat ini ?” yoona masih merasa takjub dengan keindahan danau tersebut.

“bukankah kau suka tempat ini ?”

“ya aku sangat suka, aku sering ke sini kalau aku merasa…”

“tunggu.. apa kau bilang tadi ? bagaimana kau bisa tau aku menyukai tempat ini ?” tanya yoona mengerutkan dahinya.

“apa itu penting ?”

“tentu saja itu penting”

“sudahlah, tidak perlu membesarkan masalah kecil itu”

“hmm baiklah” yoona kembali tersenyum lalu berlari-lari di sekitaran danau tersebut. Myungsoo yang melihat kelakuan yoona memberi sedikit senyumnya.

Beberapa menit berlarian di sekitar danau itu Yoona pun mengajak myungsoo duduk di kursi panjang yang berada di dekat danau tersebut.

“lihatlah menara itu . sangat indahkan ? menara itu hanya indah saat dilihat di malam hari saja” yoona menunjuk sebuah menara yang terlihat jauh dari mereka dengan berbagai warna cahaya yang mengitari seluruh menara tersebut.

“hmm” jawab myungsoo singkat.

Yoona pun memandang myungsoo lalu memayunkan bibirnya.

“apa menurutmu kebahagiaan selamanya dengan orang yang kau cintai itu ada ?” tanya myungsoo tanpa memandang ke arah yoona.

“tentu saja ada, aku percaya suatu hari nanti aku akan mendapatkannya”

“bagaimana jika kebahagiaan itu hanya orang yang kau cintai saja yang merasakannya tetapi kamu tidak ?”

“hmm.. mungkin akan terasa sakit tapi itu tidak masalah karna ketika kau mencintai seseorang tanpa syarat kau akan selamanya berdoa untuk kebahagiaannya”

“lalu bagaimana dengan kebahagiaanmu ?”

“Tuhan sudah menyiapkannya untukku” yoona tersenyum

“tapi Tuhan tidak menyiapkannya untukku” myungsoo tersenyum sinis.

“apa seseorang telah menyakitimu ?”

Myungsoo hanya terdiam. Yoona pun menarik dan menangkup wajah myungsoo agar berhadapan dengan wajahnya.

“mungkin aku tidak tau apa yang kau alami dengan orang yang kau cintai tapi setidanya aku bisa merasakan bagaimana perasaanmu, tapi percayalah Tuhan sudah menyiapkan orang yang lebih baik dari wanita itu”

“bagaimana jika aku hanya menginginkan wanita itu ?”

“apa kau benar-benar mencintainya ?”

“aku bahkan lebih mencitainya daripada diriku sendiri”

Beberapa saat yoona hanya terdiam memandang wajah myungsoo yang berada di depannya “ kau benar-benar pria yang setia”

Yoona melepaskan tangannya dari wajah myungsoo lalu matanya terarah kembali ke danau yang berada di depan mereka.

“jika aku menjadi kamu aku akan melupakan wanita itu”

Myungsoo menggenggam tangan yoona yang berada di atas pangkuannya “apa aku harus melakukannya ?”

.

.

.

“ternyata kau tumbuh dengan sangat baik psyche” seorang wanita cantik dengan balutan minidress berwarna kuning itu memperhatikan yoona yang berada di halte bus dari dalam mobil merah miliknya.

Saat bus datang yoona pun masuk ke dalam bus tersebut, saat dia naik dan ingin duduk di kursi sudut belakang yoona merasa terkejut saat melihat myungsoo sedang duduk di tempat favoritnya itu. Myungsoo pun melambaikan tangannya lalu menepuk-nepuk kursi yang berada di sampingnya. Yoona pun berjalan menghampiri myungsoo lalu duduk di sampingnya.

“ada apa ?” tanya yoona

“maksudmu ?”

“kenapa kau naik bus ? kemana mobilmu ?”

“bukankah ini untuk umum ? tidak salahkan jika aku menaiki bus juga ?”

“kenapa sih kamu gak pernah jawab pertanyaan dariku ?”

“bukankah itu adalah jawaban ?”

“ah sudahlah” yoona memalingkan wajahnya dari myungsoo.

Beberapa menit mereka di dalam bus mereka hanya terdiam satu dengan yang lainnya hingga akhirnya mereka pun turun dari dalam bus. Yoona berjalan di depan myungsoo, Karena tidak suka dengan kekesalan yoona akhirnya myungsoo menarik tangan yoona agar bisa memandangnya.

“apa kau marah ?”

“tidak” yoona memalingkan wajahnya dari myungsoo.

Myungsoo membuang nafas lalu manarik lembut wajah yoona agar kembali memandangnya.

“maafkan aku” myungsoo memandang mata yoona dengan lembut sehingga membuat jantung yoona berdegup dengan kencang.

Wajah yoona yang berada di tangkupan tangan myungsoo mulai memerah, yoona merasakan hal yang berbeda saat tangan myungsoo menyentuhnya.

Yoona pun akhirnya mengangguk dan myungsoo melepaskan yoona. Mereka kembali berjalan menuju kantor mereka yang sedikit lagi akan sampai.

.

.

.

“Aphrodite berhentilah menggangu mereka”

“apa urusanmu ares ? dia anakku dan aku berhak untuk mengatur hidupnya!”

“sudah cukup kau menghancurkan hubungan mereka. Sekarang biarkan eros yang mengatur segalanya, kau tidak perlu ikut campur”

“diamlah. Tinggalkan aku atau aku akan menamatkan hidupmu!”

 

Suara gemuruh langit membangunkan myungsoo dari tidurnya. Dia bangkit dari tidurnya lalu membuka jendela kaca kamarnya. Sebuah cahaya yang sangat terang dan diiringin petir di sekitaran cahaya tersebut menampakan seorang pria tua dengan pakaian khas layaknya seorang dewa langit.

“apa yang akan kau lakukan sekarang cucuku ? waktumu tidak banyak lagi di dunia ini.”

“berikan aku kesempatan sebentar lagi kek, aku janji aku akan mengambil keputusan secepatnya.”

“baiklah kalau begitu, kau harus ingat untuk apa kau di dunia ini. Dan aku hanya mengingatkanmu banyak orang yang ingin menghalangi hubungan kalian jadi berhati-hatilah cucuku”

“baiklah kek aku mengerti”

Dengan suara petir yang bersautan satu dengan yang lainnya tiba-tiba cahaya itupun menghilang dan berganti menjadi hujan yang sangat deras.

Dengan langkah berat myungsoo kembali ke atas ranjangnya lalu membuka sebuah lemari kecil yang berada di samping ranjangnya. Dari dalam lemari itu dia mengambil selembar foto yang didalamnya terdapat seorang wanita cantik dengan pakaian khas seorang dewi, wanita itu terlihat sangat cantik dengan senyum yang terukir di bibir tipisnya.

Tiba-tiba air mata myungsoo pun tidak dapat tertahankan dan jatuh ke atas selembar foto itu.

“aku merindukanmu, aku benar-benar merindukanmu”

“selamat pagi tuan” yoona menunduk memberi salam saat myungsoo msuk ke dalam ruangannya.

“kenapa kau tidak tersenyum padaku ?” tanya myungsoo saat mendaratkan dirinya di atas kursi kantornya.

“karna itu sebuah larangan”

“tersenyumlah selama kau bersamaku, itu akan menjadi sebuah kenangan manis untukku”

“maksud tuan ?”

“tidak, kembalilah bekerja”

Yoona pun kembali sibuk dengan berkas-berkas yang berada di atas mejanya. Tanpa yoona sadari myungsoo memperhatikannya dari tempat duduknya.

Beberapa menit hanya memperhatikan pergerakan yoona, tiba-tiba myungsoo mengedipkan matanya lalu semua pun berhenti. Myungsoo menggunakan kekuatannya untuk memberhentikan waktu.

Myungsoo bangkit dari duduknya lalu perlahan-lahan mendekati meja yoona. Myungsoo mencium lembut bibir tipis milik yoona. “apa yang harus aku lakukan padamu, aku mencintainya dan aku ingin dia kembali padaku”

Yoona tersadar dan merasa kaget karna wajah myungsoo yang hanya terpaut 3cm dari wajahnya. Seketika wajah yoona tampak merah padam. Myungsoo yang memandangnya hanya memasang wajah datar yang tidak dapat diartikan.

Yoona yang salah tingkah memalingkan wajahnya dari wajah myungsoo namun dengan cepat tangan myungsoo menarik wajahnya kembali agar berhadapan dengan wajah pria itu.

“apa kau mencintaiku ?” suara lembut myungsoo sukses membuat jantung yoona berdetak tidak karuan.

“maksud.. tuan..” yoona menjawab dengan sangat gugup.

“katakan yang sejujurnya, jika kau menginginkanku untuk tinggal maka aku akan tinggal”

“aku…”

“aku akan mengiklaskan segalanya jika kau menginginkanku”

“tapi.. bukankah kau mencintai wanita itu ?”

“…”

Saat myungsoo hendak menjawab pertanyaan yoona suara pintu ruangan mereka diketuk lalu sekretaris kim masuk.

“maaf tuan, seorang wanita ingin bertemu dengan anda”

Myungsoo pun kembali berdiri tegak “siapa ?”

“nona krystal dari aphrodite group”

“krystal ? apa yang dia inginkan ?”

“maaf tuan saya tidak terlalu mengetahuinya namun beliau mengatakan ingin menjalin kerjasama yang menjanjikan dengan perusahaan kita”

“baiklah silahkan dia masuk”

“baiklah tuan” sekretaris kim pun keluar.

Beberapa menit kemudian seorang wanita cantik dengan mini dress terbuka berwarna merah yang menampilkan bahu putih mulusnya masuk ke dalam ruangan myungsoo.

 

“silahkan duduk” kata myungsoo menunjuk ke arah sofa yang berada di ruangan itu. Wanita itu pun duduk di samping myungsoo.

“terima kasih myungsoo” wanita itu memberikan senyum manisnya.

“apa yang membawa anda kemari ?”

“baiklah, mungkin kita tidak perlu berbasa-basi disini. Aku ingin mengajukan sebuah kerjasama denganmu, ini akan menjadi sebuah proyek yang amat menguntungkan untuk perusahaanmu dan juga perusahaanku”

“proyek apa yang akan kita jalankan”

“…..”

“baiklah itu ide yang baik. Tapi kita tidak bisa hanya dengan lisan seperti ini menjalankan kerjasama, silahkan kirim proposalnya kepada sekretarisku”

“baiklah aku akan mengirimkannya nanti”

“apa ada lagi yang ingin kau bicarakan ?”

“mungkin itu saja untuk hari ini, aku akan mengirimkannya nanti. Aku pergi dulu. Senang bisa bekerja sama denganmu myungsoo”

“ya saya juga”

Wanita itu pun pergi setelah mencium kilat pipi myungsoo.

Yoona yang melihatnya merasa tidak suka dengan apa yang dilakukan wanita itu.

Myungsoo kembali duduk ke kursinya lalu melipat kedua tangannya di depan mulutnya tampak wajah myungsoo seperti berpikir keras.

“siapa yang memberhentikan kekuatanku tadi ? tak sembarang orang bisa menghalangi kekuatanku. Apa mungkin wanita itu ? aku tau dia bukanlah seorang manusia, dia sama sepertiku. Dia adalah seorang malaikat” kata myungsoo dalam hatinya.

 

Saat mengantar yoona pulang ke rumahnya, myungsoo mengatakan ingin pergi untuk beberapa hari “aku tidak akan datang ke kantor selama seminggu ini, jadi kau akan mengurus semuanya dengan bantuan sekretaris kim”

“kau mau kemana ?”

“aku harus mengurus sesuatu yang penting”

“kenapa aku tidak ikut ? bukankah aku sekretaris pribadimu ?”

“ini tidak ada hubungannya dengan pekerjaan”

“lalu ?”

“dan tidak ada urusannya juga denganmu” jawab myungsoo dingin.

“kau selalu saja begitu” yoona pun membuka pintu mobil myungsoo kasar lalu pergi memasuki rumahnya.

Saat yooona masuk ke dalam rumahnya, myungsoo memukul stir mobilnya lalu menundukan kepalanya di atas stirnya tersebut.

 

“aku benar-benar menbenci pria itu, aku membencimu bodoh!!” yoona membaringkan tubuhnya di atas ranjangnya lalu menangis di atas bantal yang ditimpa badannya.

 

Di sebuah istana di atas langit begitu banyak malaikat-malaikat yang berlalu lalang di sekitaran myungsoo.

“myungsoo kau sudah kembali ? semua orang merindukanmu.” Seorang malaikat dengan sayap panjang indahnya menyapa myungsoo saat ia tak sengaja berpapasan dengan myungsoo.

“ya kihyun aku merindukan istriku” jawab myungsoo tersenyum pada malaikat tampan itu.

“aku turut bersedih dengan keadaan istrimu myungsoo. Aku berdoa untuk kesembuhannya” kihyun pun menepuk bahu myungsoo memberi semangat pada pria lesu itu.

“ya terima kasih kihyun. Aku pergi dulu, salam untuk kekasihmu seolhyun”

“baiklah nanti akan ku sampaikan salammu” jawab kihyun.

Myungsoo pun pergi meninggalkan kihyun lalu pergi ke dalam istana yang memiliki pintu tinggi menjulang sampai ke lapisan langit selanjutnya.

Saat dia memasuki istana itu semua orang yang diketahui adalah pelayan-pelayan istana memberi hormat padanya.

Dengan sayap yang berkepak myungsoo pergi ke sebuah kamar yang ditutupi oleh sebuah pintu yang tinggi berwarna biru kelabu.

Perlahan dia berjalan memasuki kamar tersebut. Saat ia sampai di sebuah tempat tidur yang ditutupi oleh helaian-helaian kain sutra yang lembut yang dihiasi oleh beberapa jenis bunga yang cantik dan harum di sisi-sisi tiang tempat tidur tersebut. Air mata myungsoo kembali terjatuh dari pelupuk matanya, dilihatnya seorang wanita cantik dengan warna kulit yang sangat pucat sedang tertidur dengan lelap di atas tempat itu. Myungsoo duduk di sisi tempat tidur tersebut dan menyentuh pipi tirus wanita yang tertidur itu.

“sampai kapan kau akan tertidur seperti ini ?”

“apa kau tidak merindukanku ?”

“kau adalah istriku tapi kenapa kau membiarkanku melakukan segalanya sendiri ? bukankah kau seharusnya ada di sampingku sekarang ?” air mata yang dikeluarkan myungyoo terjatuh mengenai pipi tirus wanita tersebut.

“apa kau memintaku melakukan hal paling egois pada wanita itu ?”

Beberapa menit tak ada suara yang terdengar dari ruangan tersebut hanya terdengar suara tangisan dari myungsoo.

“baiklah, tunggu aku sayang aku akan membangunkanmu kembali. Aku mencintaimu” myungsoo pun mencium wanita itu dengan sangat lembut.

Setelah kepergiannya dari istananya myungsoo pergi ke istana tempat ibunya aphrodite tinggal.

Saat menemukan aphrodit di kamar pribadinya myungsoo langsung menatap ibunya itu dengan tajam.

“apa aku salah melakukanya ?” aphrodite membuka suara ketika menyadari tatapan mematikan dari anaknya.

“bukankah sudah aku katakan untuk tidak ikut campur urusan pribadiku ?”

“ibu tidak akan membiarkanmu melakukan segalanya sendiri. Apa kau lihat keadaan istrimu sekarang ? itu semua karna kecerobohanmu sendiri”

“itu hanya sebuah kecelakaan bu”

“tidak, jika saja kau tidak meninggalkan istrimu bersama malaikat chanyeol mungkin sampai hari ini kau masih bisa melihat senyum istrimu”

“tapi tidak seharusnya ibu mengirimkan kystal ke dunia manusia”

“itu yang terbaik yang bisa ibu lakukan”

“ibu!!”

“berhentilah menaruh hatimu pada wanita itu, ingatlah tujuan utamamu ke dunia itu.”

 

~flashback~

100 tahun yang lalu ketika myungsoo ditugaskan oleh zeus kakeknya untuk mempersatukan antara malaikat baekhyun dan seorang manusia bernama taeyeon, saat itu jarak yang ditempuh myungsoo ke dunia sangatlah jauh hingga akhirnya dia melupakan istrinya psyche namun ketika menyadari istrinya yang selalu sendirian menunggu kepulangannya dari dunia manusia akhirnya myungsoo memutuskan untuk menitipkan istrinya itu kepada kakaknya chanyeol. Dengan senang hati chanyeol menerima yoona di istananya.

“aku titipkan istriku padamu, tolong jaga dia. Secepatnya aku akan kembali”

“baiklah adikku, aku akan menjaga istrimu dengan baik”

Setelah mendengarkan penuturan chanyeol akhirnya myungsoo pergi meninggalkan chanyeol.

 

***

Saat psyche bangun dari tidurnya dilihatnya chanyeol yang tersenyum padanya di sisi tempat tidurnya. Karena merasa terkejut psyche dengan cepat berdiri dan menjauh dari tempat tidurnya.

“kenapa kau ada disini ? keluarlah! Aku tidak mau malaikat lain akan berpikir aku dan kau memiliki hubungan khusus”

“jangan berkata seperti itu sayangku” chanyeol berjalan mendekati psyche.

“berhenti!!” teriak psyche

“tenanglah, aku tidak akan menyakitimu. Suamimu sendiri yang memberikanmu padaku. Sadarlah suamimu tidak pernah memperdulikanmu, dia lebih sibuk menjalankan misinya daripada menjagamu”

“itu tidak benar, suamiku mencintaku”

“bukan dia yang mencintaimu tapi aku”

Dengan cepat chanyeol langsung memeluk psyche lalu menempelkan tangannya di puncak kepala psyche, tiba-tiba psyche lemas dan perlahan melepas pelukan chanyeol dan memandang mata chanyeol intens.

“Aku mencintaimu” kata psyche mencium bibir chanyeol singkat.

“aku juga mencintaimu sayang. Tetaplah bersamaku selamanya” kata chanyeol memeluk psyche.

 

Saat chanyeol dan psyche sedang asik bermesraan di dalam kamar pribadi psyche tiba-tiba zeus datang. Psyche yang merasa terkejut langsung bangkit dari ranjangnya lalu menunduk memberi hormat.

“kakek ini tidak seperti  yang kau lihat” kata psyche.

“kau benar-benar keterlaluan psyche. Kau tau tidak seharusnya kau melakukan ini dibelakang suamimu”

“maafkan aku kakek”

“ini tidak bisa dimaafkan. Kau akan mendapatkan hukuman atas apa yang kau lakukan”

Saat zeus menggoyangkan tongkatnya tiba-tiba myungsoo datang.

“kakek jangan” myungsoo langsung berlari menutupi psyche.

“minggirlah cupid, kau tidak perlu membela istrimu itu”

“kakek aku mohon maafkanlah dia, ini semua salahku yang telah meninggalkannya”

“sudahlah cupid minggirlah sekarang juga”

Myungsoo pun berbalik menatap psyche “katakan pada kakek kalau kau mencintaiku.”

“maafkan aku, aku tidak pernah mencintaimu. Aku hanya mencintai chanyeol bukan kau”

“psyche apa yang kau katakan ?” mata myungsoo mulai memerah.

“aku mencintai chanyeol”

Perlahan myungsoo menjauh dari psyche dan akhirnya zeus pun mengarahkan cahaya yang berasal dari tongkatnya ke arah psyche.

Psyche tidak sadarkan diri. Dan chanyeol dikutuk terperangkap di dalam tanah yang selalu merindukan datangnya hujan.

 

***

“carilah istrimu di dunia manusia dan buatlah dia mencintaimu dan menyerahkan seluruh hatinya untukmu dan setelah itu kau bawa dia ke langit dan minta dia mengikhlaskan jiwa raganya diserahkan ke dalam tubuh istrimu” kata zeus kepada myungsoo yang memmohon untuk zeus menyembuhkan kembali istrinya.

“istriku di dunia manusia ? maksud kakek ?” kata myungsoo mengerutkan dahinya.

“ya dunia manusia. Istrinya sekarang berada di dunia manusia, dia adalah reinkarnasi dari istrimu. Wajahnya sangat identik dengan istrimu namun dia sama sekali tidak mengenalmu”

“berarti jika ia merelakan jiwa raganya untuk psyche itu berarti..”

“ya dia akan mati. Semua kembali lagi padamu”

 

~flashback end~

***

Myungsoo memasuki kantornya, namun dia tidak melihat yoona disana. Myungsoo pun mengambil handphonenya dari dalam saku celananya lalu menelpon yoona. Beberapa kali mencoaba namun tidak ada jawaban dari yoona.

Lalu dia pun keluar dari ruangannya menuju ruangan sekretaris kim.

“dimana yoona ?”

“saya tidak tau tuan, yoona tidak ada memberi kabar pada saya”

Setelah mendengar jawaban sekretaris kim akhirnya myungsoo memutuskan untuk pergi ke rumah yoona.

Sesampainya di rumah yoona, myungsoo langsung mengetuk pintu dan beberapa menit menunggu pintu pun dibukakan oleh yoona.

Saat melihat wajah myungsoo raut wajah yoona langsung berubah dan ingin menutup kembali pintunya namun dihalangi oleh kaki myungsoo.

“dengarkan aku dulu” kata myungsoo dengan intonasi datar suaranya.

“apa ini yang kau bilang seminggu ? ini sudah setahun kau meninggalkanku!”

“maafkan aku, aku harus menyelesaikan sesuatu..”

“sudahlah aku tidak mau mendengarkan penjelasanmu lagi”

Dengan kesal myungsoo mendorong pintu itu lalu menarik yoona ke pelukannya. Saat myungsoo memeluknya air mata yoona membasahi suit hitam yang dikenakan myungsoo.

Yoona memukul-mukul pelan dada myungsoo “ kenapa kau meninggalkan aku sangat lama, apa kau tau aku merindukanmu bodoh”
“maafkan aku, aku berjanji tidak akan pergi lagi” myungsoo mengeratkan pelukannya pada yoona lalu mencium puncak kepala yoona.

 

“tinggallah bersamaku di apartmentku. Aku tidak mau jauh darimu lagi. Dari detik ini aku akan selalu bersamamu” kata myungsoo

“di apartmentmu ?”

“ya, kau maukan ?”

Beberapa saat berpikir akhirnya yoona pun mengiyakan ajakan myungsoo.

***

Myungsoo mengangkat tangannya untuk menutupi cahaya matahari yang mengenai wajah yoona yang masih terlelap di sampingnya.

“morning” kata myungsoo saat mata yoona terbuka.

“morning too” jawab yoona mengulaskan senyumnya.

“apa tidurmu nyenyak ?”

Yoona menarik tangan myungsoo yang berada di atas wajahnya lalu menggenggam erat tangan itu “sepertinya tidak”

“kenapa ? apa kau bermimpi buruk ?” kata myungsoo melepaskan tangannya dari yoona lalu mengelus pipi yoona lembut.

“hm, mimpi yang sangat aneh. Aku bermimpi kau meninggalkanku. Kau tidak akan melakukannyakan ?”

Myungsoo hanya diam tidak menjawab dan hanya menatap mata yoona lembut.

“jawab aku” kata yoona menggenggam tangan myungsoo yang berada di pipinya.

“tidak, aku tidak akan meninggalkanmu”

Mendengar jawaban itu yoona pun mendekat pada myungsoo lalu memeluk erat myungsoo.

“aku mencintaimu”

“aku juga mencintaimu yoona”

 

Hari demi hari yoona dan myungsoo semakin dekat. Yoona semakin mencintai myungsoo yang selalu bersikap manis padanya.

Saat yoona memasakan sarapan untuk mereka berdua tiba-tiba myungsoo memeluk yoona dari belakang.

“apa yang kau masak hari ini ?” kata myungsoo mencium aroma bahu yoona.

“hanya borlofa bolonise”

“seperti enak”

“semoga saja” yoona terkekeh.

myungsoo semakin merapatkan dirinya dengan yoona dan mengeratkan pelukannya di pinggang yoona sambil sesekali mencium pipi yoona.

“sebentar lagi makanannya akan matang. Mandilah.”

“baiklah kalau begitu. Aku mandi dulu”

 

***

Saat myungsoo sedang membalikan badannya ke arah pintu kamarnya tiba-tiba yoona masuk. Yoona pun melihat punggung myungsoo yang tersobek dengan cahaya yang keluar dari dalam luka sobekan itu. Yoona langsung menutup mulutnya tanda tak percayanya dia dengan apa yang dilihatnya.

“kau .. ?”

Myungsoo pun berbalik dan mendekat pada yoona. Namun saat myungsoo mendekat yoona melangkah mundur.

“apa kau takut padaku ?”

Namun yoona tidak menjawab sama sekali. Yoona memilih bungkam.

“akhirnya kau tau siapa aku sebenarnya” myungsoo mencoba tersenyum pada yoona.

“kau .. siapa kau sebenarnya ?”

“ seperti yang kau lihat. Aku bukanlah seorang manusia biasa sepertimu . aku adalah seorang malaikat”

“tidak mungkin, aku tidak percaya”

“inilah kenyataannya”

“tapi bagaimana mungkin..”

“apa kau masih mencintaiku yang seperti ini ?”

Yoona tidak menjawab pertanyaan myungsoo dan langsung pergi meninggalkan myungsoo dan apartment itu.

.

.

Seminggu lamanya yoona tidak menemui myungsoo ataupun datang ke kantornya . myungsoo pun sama sekali tidak menghubungi yoona.

Hingga akhirnya yoona memutuskan untuk kembali lagi ke apartment myungsoo.

Saat sampai di apartment itu yoona menekan bel dan tak lama pintu itu pun dibukakan oleh myungsoo.

Tak ada kata-kata yang keluar dari mulut keduanya. Hanya saling menatap satu sama lainnya.

Air mata yoona pun terjatuh melihat pria yang sangat dicintainya itu. Dengan cepat yoona menghapus air matanya lalu tersenyum.

“aku merindukanmu bodoh”

Mendengar kata-kata itu dari mulut yoona, myungsoo pun menarik yoona ke pelukannya. Yoona memeluk erat myungsoo dan kembali menangis di dada myungsoo.

.

.

“hari ini, esok dan selanjutnya aku yang akan menutup lukamu ini. Jadi kau tidak akan kesusahan lagi” kata yoona yang sedang menutup luka di punggung myungsoo dengan sebuah perban yang terlihat sangat tebal.

“terima kasih”

“aku tidak akan menanyakan apapun lagi tentang masa lalumu. Aku hanya ingin mendengarkan tentangmu semenjak aku mengenalmu”

 

Setelah hari itu hubungan myungsoo dan yoona kembali membaik. Mereka kembali mesra sama seperti sebelum kejadian itu terjadi.

Namun berselang sebulan yoona merasakan sakit kembali ketika kata-kata pahit itu meluncur dengan lancar dari dalam mulut myungsoo.

“maafkan aku untuk mengatakan ini padamu”
“maksudmu ?” tanya yoona kebingungan.

“apa kau mencintaiku ?”

“tentu saja aku mencintaimu, sangat mencintaimu”

“apa kau mau melakukan semuanya demi diriku ?”

“jika itu bisa membuatmu bahagia aku akan melakukannya”

“apa.. apa kau.. apa kau mau mengikhlaskan jiwa ragamu untuk istriku ?”

Senyum di bibir yoona perlahan menghilang.

“kau..” yoona pun menjatuhkan air matanya.

Myungsoo bertekuk di kaki yoona “hanya kau yang bisa menolongnya, aku mohon bantu aku”

“apa kau tidak mencintaiku ? ah tidak maksudku apa kau pernah memberikan sedikit hatimu padaku ?”

“maafkan aku”

Mendengar kata-kata itu akhirnya yoona menghempaskan tangan myungsoo yang berada di kakinya lalu pergi meninggalkan myungsoo.

 

***

Berminggu-minggu yoona tidak mau ditemui oleh siapapun . myungsoo selalu mencoba menghubunginya namun yoona selalu mengabaikannya.

 

~Flashback~

Sekretaris kim mencoba mengajak yoona untuk berbicara. Yoona pun cukup terkejut ketika mengetahui bahwa sekretaris kim soo hyun juga seorang malaikat sama seperti myungsoo.

“Apa yang akan terjadi jika aku menolak permintaannya ?” tanya yoona.

“karna dia telah melakukan kesepakatan dengan zeus. Ketika dia memilih untuk tinggal di dunia dan menemukanmu maka dia harus berhasil membawamu ke langit dan kau menyetujui untuk memberikan jiwamu pada psyche namun jika kau menolak dia akan mati di sini dan tidak akan kembali lagi ke langit.”

“jika aku menerimanya ?”

Sekretaris kim terdiam sejenak “jika kau menerimanya maka kau yang akan mati di langit dan tidak akan terlahir kembali ke dunia ini”

“waktunya tidak banyak lagi di dunia ini” lanjut sekretaris kim.

Air mata yoona pun kembali membasahi pipinya.

~Flashback end~

 

Untuk kesekian kalinya yoona datang kembali ke apartment myungsoo, menunggu beberapa saat pintupun terbuka. Saat yoona melihat myungsoo hatinya terenyum melihat penampilan myungsoo yang sangat berantakan.

“hai” yoona menaikan salah satu tangannya untuk menyapa myungsoo lalu mencoba tersenyum menahan air matanya yang sebentar lagi akan terjatuh.

Myungsoo hanya menatap yoona datar tanpa berniat membalas sapaan yoona.

“aku ingin mengatakan sesuatu padamu. Aku berharap ini akan menjadi berita baik untukmu”

Kata yoona tersenyum pada myungsoo.

“masuklah” myungsoo pun mempersilahkan yoona masuk.

Yoona langsung duduk di atas sofa yang berada di ruangan tengah apartment tersebut. Myungsoo pun mengikuti yoona dan duduk di samping wanita itu.

Beberapa menit tak ada suara yang terdengar di antara mereka hingga akhirnya yoona menarik napas panjang mencoba menahan tangisnya.

“aku.. aku bersedia merelakan jiwaku untuk istrimu” air mata yoona tak tertahankan lagi dan jatuh ke kedua pipinya.

Myungsoo pun berpaling memandang yoona. “apa kau serius ?”

“ya. Bawa aku secepatnya ke tempat istrimu berada aku akan mengikhlaskannya”

Myungsoo pun memeluk yoona erat.

“terima kasih. Terima kasih banyak yoona”

Dada dan hati yoona terasa sangat sakit, seperti ditusuk oleh beribu mata pisau yang sangat tajam.

.

.

Myungsoo akhirnya membawa yoona ke langit dimana psyche istrinya tertidur lelap.

Hari yang menyakitkan itu pun akhirnya datang . betapa terkejutnya yoona ketika melihat wajahnya yang sangat mirip dengan psyche istri myungsoo.

Saat zeus ingiin membacakan mantra untuk yoona zeus mengatakan apa yoona ingin menyampaikan sesuatu lalu yoona mengangguk dan berjalan perlahan ke arah myungsoo yang berada di samping tempat tidur psyche.

Yoona menggenggam erat kedua tangan myungsoo dan menatap mata myungsoo lekat, air mata yoona jatuh membasahi tangan myungsoo yang dipegang oleh yoona.

Yoona mencium bibir myungsoo beberapa saat, myungsoo hanya menutup matanya merasakan sentuhan bibir yoona di bibirnya.

“aku mencintaimu, aku harap kau bisa bahagia dengan pilihanmu. Hanya ini yang bisa aku lakukan, jangan pernah menghapusku di dalam hatimu”

 

Setelah mengatakan itu yoona pun meminta zeus kembali membacakan mantranya. Di sisi-sisi tubuh yoona bercahaya dan perlahan cahaya-cahaya itu bersatu dan masuk ke dalam tubuh psyche.

Yoona pun terjatuh tak sadarkan diri. Myungsoo berlari dan mengangkat yoona ke atas pangkuannya. Air mata myungsoo terjatuh saat memandang wajah pucat milik yoona. Myungsoo menggenggam tangan yoona lalu mencium tangan yang sudah dingin tersebut.

Perlahan-lahan tubuh yoona menghilang menjadi butiran-butiran cahaya kecil dan menghilang.

.

.

Psyche tersadar dari tidur panjangnya dan ketika ia melihat myungsoo suaminya berada tepat di sampingnya psyche langsung memeluk erat myungsoo.

“cupid aku merindukanmu”

“hmm aku juga merindukanmu”

 

Pada akhirnya myungsoo tersadar akan keegoisannya sendiri, dia telah merelakan cinta barunya pergi untuk cinta lamanya yang telah mati.

Hari-hari cupid yang akan selalu merindukan cinta yang diberikan yoona seorang manusia biasa pada seorang malaikat tak punya hati sepertinya.

 

End. ~

Akhirnya cerita selesai juga ya, hehe

Maaf kalau cerinya gak menarik dan gak jelas.

Silahkan beri saran dan komentar ya buat aku biar next ff aku bisa lebih baik lagi .

Makasih buat kalian semua yang udah mau baca, visit blog aku juga ya disini

Terima kasih 😉

 

 

 

 

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s