[FICLET] HEART

heart-reqTitle : Heart

Author : Yan Hee

Main Cast :

Park Jiyeon (T-ara)

Kim Myungsoo (Infinite)

Other Cast :

Oh Sehun (Exo)

Rate : T (PG-16)

Genre : Sad, romance

Credit Poster : Aomi@HSG

~

Ff ini dibuat dari sudut pandang Jiyeon. Sebelumnya, ff ini juga pernah dipublish di wp lain. Jadi yang ngerasa udah pernah baca, lebih baik gak usah dibaca ya 🙂

Happy Reading ^^

Jangan lupa tinggalin jejak kalian ya  🙂

***

Hari ini adalah hari minggu. Aku dan Sehun berencana pergi ke lotte world. Sehun adalah namjachinguku. Sudah setahun kami menjalin hubungan.

Aku duduk menunggu kedatangan Sehun di teras rumah. Aku sangat senang sekali bisa pergi ke lotte world dengannya. Aku sudah membuat angan-angan kegiatan apa saja yang ingin aku lakukan saat di lotte world nanti.

Sebuah mobil berwarna merah masuk ke pekarangan rumahku. Aku tersenyum senang. Seorang namja tampan turun dari mobil lalu berjalan menghampiriku dengan senyuman di wajahnya.

Aku lalu berdiri begitu Sehun sudah berdiri di hadapanku. “Kajja!” ajaknya lalu memegang pergelangan tanganku. Aku tersenyum malu saat tangannya memegang pergelangan tanganku. Dan ku lihat Sehun hanya tersenyum tipis. Kami berdua lalu berjalan menuju mobil berwarna merah tersebut.

~

Setelah mencoba semua wahana permainan di lotte world. Aku mengajak Sehun menuju salah satu bangku panjang di ujung sana untuk melepas rasa lelah.

“Jiyeon-ah” panggil Sehun padaku.

“Ne?”

“Kau tidak apa-apa bukan ke sana sendiri? Aku ingin menemui temanku sebentar”

Aku terdiam sejenak. “Baiklah, tidak apa-apa” jawabku.

Sehun tersenyum amat manis lalu tangannya tergerak mengusap pipiku lembut.

CUP

Ia mengecup bibirku singkat. “Gomawo” ucapnya lalu berlalu pergi meninggalkanku.

Pipiku merona merah dengan apa yang dilakukan Sehun barusan padaku. Tanganku lalu tergerak memegang bibirku yang baru saja dicium Sehun. Aku lalu kembali berjalan menuju bangku panjang di ujung sana.

Aku menjilat es krim yang baru saja ku beli dari kedai es krim di sebrang sana sembari menunggu Sehun. Saat aku sedang asyik menjilat es krim, seorang namja tiba-tiba duduk di sampingku. Aku terkejut dengan kehadiran namja itu yang tiba-tiba duduk di sampingku. Aku lalu menoleh ke samping ke arah namja itu.

“Myungsoo” ucapku terkejut karena namja yang tiba-tiba duduk di sampingku itu adalah Myungsoo, mantan namjachinguku. Ya, Myungsoo dulunya adalah namjachinguku. Aku dulu benar-benar mencintainya tapi sampai suatu hari, ia mengkhianatiku. Dan karena itu aku jadi membenci namja bemarga Kim itu bahkan sampai saat ini. Aku terlalu sakit hati karenanya.

Myungsoo menoleh ke arahku lalu tersenyum tipis.

Aku menatap wajah Myungsoo dengan sinis. “Apa yang kau lakukan disini?” tanyaku dengan nada tidak bersahabat.

Myungsoo menatapku dengan sendu. “Mianhae, Jiy” lirihnya.

“Cih, aku tidak perlu maaf darimu. Lebih baik kau pergi dari sini!” usirku.

Myungsoo tidak bergerak dari tempatnya dan masih menatapku dengan sendu. Dan itu membuatku muak. Aku lalu berdiri.

“Apa kau tidak punya telinga, heh? Cepat pergi! Aku tidak ingin melihat wajahmu. Aku benar-benar membencimu. Pergi!” usirku sambil menatap tajam Myungsoo.

Myungsoo masih tidak bergerak dari tempatnya. Tiba-tiba tangannya memegang tanganku. Dengan sekali hentakan, aku melepas tangannya yang memegang tanganku.

Myungsoo lalu berdiri dan berjongkok di hadapanku.

“Apa yang kau lakukan? Cepat bangun dan pergi dari sini!” usirku lagi dengan nada membentak.

Myungsoo masih setia berjongkok di hadapanku. Dan itu membuatku semakin kesal dan benci padanya. Aku memalingkan wajahku tidak ingin menatap wajahnya. Jujur, sebenarnya aku tidak ingin melakukan ini tapi apa daya perasaan sakit hati yang aku rasakan dulu berhasil menguasai diriku.

“Mianhae, Jiy. Aku tahu aku adalah namja paling jahat di dunia ini yang sudah menyia-nyiakan yeoja baik sepertimu. Maafkan aku. Asal kau tahu Jiy, aku melakukan itu semua karena terpaksa. Dan sampai saat ini yeoja yang ku cintai hanya kau, Jiy. Aku sebenarnya ingin menjadikanmu milikku lagi Jiy, tapi apa daya kau pasti tidak akan mau menerimaku lagi bukan?! Kau pasti sudah sangat sakit hati karena ku. Ku harap, kau mau memaafkanku. Baiklah, aku pergi” ucap Myungsoo lalu berdiri. Dengan langkah gontai ia berlalu dan pergi.

Aku menatap punggung Myungsoo dengan perasaan yang tidak dapat aku artikan sendiri.

__

__

Aku tengah berjalan di koridor sekolah. Bel pulang sudah berbunyi sejak setengah jam yang lalu. Hari ini Sehun tidak bisa mengantarku pulang karena katanya dia ada urusan penting yang harus ia selesaikan. Dan dengan terpaksa aku harus naik bis agar bisa pulang.

Saat aku melintas di depan ruangan yang entah aku tidak tahu ruangan apa itu. Sayup-sayup aku mendengar suara desahan dan kecupan dari dalam ruangan itu. Sukses membuatku berhenti. Aku meneguk salivaku. Pikiran negatif mulai memenuhi otakku. Aku menatap pintu ruangan itu yang ternyata sedikit terbuka. Entah dorongan dari mana, aku menuju pintu itu.

DEG

Aku membelakakkan mataku sambil menutup mulutku tidak percaya dengan apa yang aku lihat sekarang. Sehun dan Hyuna tengah melakukan kegiatan yang sangat menjijikkan menurutku.

TES

Buliran bening tiba-tiba keluar dari sudut mataku. Aku benar-benar tidak percaya, Sehun tega melakukan ini padaku. Aku lalu menghapus air mataku dengan kasar, berjalan masuk dan menghampiri Sehun.

“Cih, kau ternyata namja brengsek dan menjijikkan, Oh Sehun. Ku kira kau namja yang baik tapi ternyata dugaanku salah. Mulai saat ini kita tidak ada hubungan apa-apa lagi. Kalau begitu, aku permisi. Silahkan lanjutkan kegiatan kalian!” pamitku lalu berbalik berjalan keluar. Aku tidak mempedulikan suara Sehun yang memanggilku. Saat sudah keluar, tiba-tiba buliran bening kembali keluar dari mataku. Malah semakin deras. Aku menutup mulutku berusaha menahan isakan yang akan keluar dari mulutku sambil menyusuri koridor sekolah.

Tiba-tiba sebuah tangan menarik pergelangan tanganku sukses membuatku tertarik. Orang itu lalu memelukku dengan erat. Entah kenapa aku tidak berontak padahal jelas-jelas aku tidak tahu siapa namja yang memelukku saat ini. Aku malah menumpahkan tangisanku di bahu namja itu. Setelah beberapa menit, tangisanku pun mulai mereda.

“Jiy”

Aku seperti mengenal suara ini. Aku lalu melepas pelukan namja itu.

“Myungsoo” ucapku terkejut.

Aku menggelengkan kepalaku sambil berjalan mundur. Bagaimana bisa aku menangis di pelukan namja yang sudah menyakiti hatiku itu?

Myungsoo berjalan mendekat. “Jangan mendekat! Anggap ini tidak pernah terjadi” ucapku.

Aku hendak melangkahkan kakiku kembali. Tapi tangan Myungsoo memegang pergelangan tanganku. Aku melepas tangan Myungsoo yang memegang pergelangan tanganku dengan kasar.

Myungsoo kembali memegang pergelangan tanganku dan sedikit menarikku. Otomatis tubuhku mendekat ke arahnya. Myungsoo lalu menangkup kedua pipiku dan mencium bibirku. Aku membelakakkan mataku terkejut. Myungsoo lalu melepas ciumannya.

“Jiy, saranghae. Aku benar-benar mencintaimu. Aku benar-benar menyesal telah menyakitimu dulu. Ku mohon, maafkan aku. Tak bisakah kau menerimaku kembali, Jiy? Aku berjanji tidak akan membuatmu sedih dan sakit hati seperti yang aku lakukan dulu padamu. Aku akan berusaha membuatmu bahagia” ucap Myungsoo.

Aku menatap wajah Myungsoo dalam-dalam. Tidak ada kebohongan disana. Jujur, jauh di lubuk hatiku, aku masih mencintai namja yang menjadi cinta pertamaku itu. Tapi, entahlah aku tidak tahu dengan diriku sendiri saat ini. Aku merasa bingung.

“Jiy” panggilnya lembut.

Aku menatap matanya yang memancarkan ketulusan. Aku memejamkan mataku. “Semoga apa yang aku pilih ini adalah yang terbaik” batinku.

“Jiy, ap_”

Ucapan Myungsoo terputus karena tiba-tiba aku mencium bibirnya. Aku lalu melepas ciumanku.

Myungsoo mengerjap-ngerjapkan matanya sambil menatap ke arahku.

“Jiy, apa itu artinya kau menerimaku kembali?” tanyanya dengan nada antara senang bercampur tidak percaya.

“Ne” anggukku.

Myungsoo lalu memelukku dengan erat. “Gomawo, Jiy. Aku akan berusaha untuk membuatmu bahagia. Aku berjanji tidak akan menyakitimu lagi. Aku janji” ucapnya.

Aku membalas pelukannya. “Ne, aku pegang janjimu, Myungsoo. Semoga kau tidak lupa dengan janjimu itu”

Myungsoo lalu melepas pelukannya. Ia lalu menangkup kedua pipiku. Ia menatap wajahku.

“Saranghae, Jiy”

“Ne, nado saranghae, Myungsoo”

Myungsoo tersenyum mendengar ucapanku. Ia lalu mendekatkan wajahnya ke wajahku. Dan..

CUP

Myungsoo mencium bibirku dengan lembut. Aku pun hanyut dan membalas ciumannya.

END

Advertisements

9 responses to “[FICLET] HEART

  1. Huwaaaaaaaaaaa… kangen Myungyeon.
    Apalagi baru-baru ini mereka masuk sebagai visual terbaik^^
    Makin kangen sama merekaaa

  2. Yeeeee balikan yeeeeee🙌🙌🙌 aku seneng banget😁😁😁
    Hmm pas scene ditaman itu pas sehun bilang mau ketemu temennya udah gue duga kalo itu emang temennya/? Maksudnya temen cewek nya and maybe itu selingkuhannya hehe
    Sebenernya kecepetan buat jiyeon nerima myungsoo lagi. Tapi gapapalah selama aku seneng itu fine aja *lah
    Ditunggu banget ff myungyeon yg lainnya kak😁😁😁

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s