[Part 1] Oh, a Holy Doll

tumblr_m6bwgvxlpn1rwtgmto1_r1_1280

Cast : Jiyeon, Sayumi (OC), tbc

Genre : Mysteri, Horror, School-life

Rating : PG 15

~~~

“Hai, perkenalkan nama saya Sayumi Ai. Saya baru pindah dari Jepang, oleh karena itu bahasa Korea saya kurang bagus. Saya akan belajar di kelas ini mulai sekarang. Mohon bantuannya.”

Anak perempuan yang berasal dari negeri sakura baru saja menginjakkan kakinya di sekolah ini. Nama yang sungguh manis dibekali dengan tubuh tinggi semampai sekitar 170 cm dengan lingkar pinggang yang kecil. Rambutnya sehitam ebony dengan alis tebal serta hidung mancung. Ia bagaikan model majalah fashion terkini yang terdampar di sebuah sekolah terkutuk yang bahkan ia sendiri tidak pernah membayangkannya. Ah, jangan lupa bibirnya yang merekah cantik senada sengan sakura. Kami semua memelototinya dari ujung rambut hingga ujung kaki. Sangat cantik.

Sayumi langsung disambut hangat oleh beberapa siswi di kelas. Ia duduk di tengah kelas di samping jendela. Hari itu sangatlah cerah sehingga sinar mentari pagi lamat0lamat menerpa wajahnya. Ada ya bidadari yang seperti itu?

Sepertinya aku harus mengakhiri kekagumanku terhadap Sayumi. Aku masih normal. Perempuan normal.

Meskipun terkadang teman-temanku meragukannya.

Namaku Park Jiyeon. Aku sudah berganti marga tiga kali dan semoga saja ini yang terakhir. Persetan dengan marga, sekarang namaku adalah Park. Tidak akan berubah lagi.

Oh ya, ini adalah buku harianku. Aku menulisnya tengah malam seperti biasa. Ditemani dengan rebusan daun teh yang hangat serta sahabatku Holly. Ia sedang melambaikan tangan padamu. Tolong sapa dia ^^~

Sebenarnya hari ini tidak spesial, hanya kedatangan Sayumi yang membuat hari Senin ini sedikit berbeda. Selanjutnya kelas tetap berjalan dengan matematika dan biologi. Dilanjutkan dengan latihan soal untuk menempuh ujian masuk universitas.

09.00 –> Kelas matematika dimulai

Tunggu sebentar, kuputuskan untuk menuliskan hal-hal aneh saja di buku ini. AKu tidak ingin mengotori bukuku dengan hal-hal yang tidak berkesan. Percayalah setiap tulisan dan kata-kataku ada artinya. Pegang hingga ujung jalan.

Di tengah-tengah pembuktian bahwa sin2 x + cos2 x adalah 1. Pak guru Song mengetuk pintu kelas kami. Ia memberitahu Pak Kim (guru matematika kami) bahwa adik dari Kepala Sekolah tengah dilarikan ke rumah sakit dikarenakan serangan jantung. Percayalah bahwa kami semua menarik napas lega karena berhasil mengakhiri pelajaran matematika lebih cepat. Pak Kim berpamitan untuk undur sedangkan kami belajar sendiri.

Di bawah terpaan sinar matahari. Si rambut eboni itu menekan jarinya kuat-kuat. Entah apa yang teman barunya lakukan. Sepertinya ia terlihat jengkel.

 

14.00 –> Kelas Biologi di mulai.

Kami berada di laboraturium untuk membedah tikus.

Hanya pisau dan darah yang kami temui selama 3 jam. Darah dari tikus, jantungnya, hatinya, ususnya dan juga jari-jari kami yang tak sengaja tersayat.

Juga jari telunjuk Sayumi yang tersayat agak lebar dikarenakan salah seorang siswi memberitahunya untuk menyayat perut tikus dengan kuat-kuat.

Sayumi dilarikan ke klinik segera setelah darah pertamanya menetes. Tidak ada yang menjerit karena kami semua terbiasa dengan yang seperti itu. Kelaspun kembali normal dengan penyayatan tikus. Kami membedah tikus lalu menganalisisnya Menyusunnya dalam sebuah laporan untuk dikumpulkan.

Satu jam kemudian Sayumi kembali dengan telunjuk diperban. Ia tersenyum sekilas kepadaku lalu kembali ke tempat duduknya. Ia meminta perpanjangan waktu namun Pak Guru tidak mengijinkan dengan alasan itu adalah kesalahannya karena tidak hati-hati. Aku bisa melihat ia menarik napas panjang dengan gelisah. Lalu ia menjerit saat melihat hewan percobaannya berubah menjadi katak. Pasti ada seseorang yang menggantinya.

 

23.00

Jam malam berakhir 30 menit lalu. Aku mampir ke minimarket untuk membeli ramyun serta kimchi kaleng untuk makan malam. Malam ini aku ditemani dengan beberapa laporan yang harus aku buat serta 100 latihan soal yang harus dikerjakan. Aku tidak akan mengeluh karena aku harus lulus ujian masuk perguruan tinggi. Aku akan mengambil jurusan pertelevisian. Aku akan merubah hidupku sendiri.

Terima kasih Holly, kau adalah semangatku. Dia selalu menemaniku saat aku mengerjakan tugas. Yah, walaupun ia tak banyak bicara tapi aku merasa bahwa aku memiliki seorang teman sehingga aku merasa tidak sendirian.

01.00

Aku mendekat kearah jendela sambil menyikat gigi. Bulan masih terang benderang di tempatnya. Aku jadi teringat Sayumi. Ini hari pertamanya sekolah tetapi ia sangat kurang beruntung. Meskipun ia belum pernah menyapaku tapi aku bisa melihat ia bisa berkawan dengan siapa saja. Beberapa siswi sudah mengerubunginya. Tentu saja mereka sangat kagum dengan kecantikan Sayumi. Satu jam setelahnya, tas Sayumi sudah dibongkar. Tidak banyak alat make up yang di temukan, hanya bedak dan lipstik yang tidak terlalu populer di Korea, merk Jepang. Ada sedikit kekecewaan di wajah mereka, mereka berharap bisa mencontoh kecantikan Sayumi itu. Usahanya nihil, Sayumi memang cantik dari lahir.

Aku mengakhiri ritual sebelum tidurku dengan menyeruput sisa-sisa cokelat panas. Sambil aku melihat sebuah kolam kecil di taman rumahku yang hampir tak terawat. Kolam itu berukuran sekitar 2m persegi. Sekelilingnya sudah di tumbuhi belukar yang lebat. Airnya sudah hijau bercampur lumut. Bukan lagi ikan yang hidup disana melainkan katak yang kadang bernyanyi bersahut-sahutan.

22 November 2000

6 responses to “[Part 1] Oh, a Holy Doll

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s