[Oneshoot] A Way

a-way

beautiful poster from  Thejibooty @ Poster Channel

Tittle : A Way || Author : Babythinkgirl || Maincast : Kim Myungsoo – Im Yoona – Daniel Lachapelle || Genre : Family, sad, romance

attention : aku lupa buat cast daniel di posternya hehe, jadi aku mau tunjukin daniel lachapelle itu yang ini ya😀

61260d2c20b57e67dc9489aef3f1fe4b

“hyung.. hyung kau dimana ?” seorang anak kecil menangis di sebuah taman bermain di daerah gangnam.
“hyung.. aku sangat takut..hyunggg..” tangisan anak itu semakin menjadi.
“adik kecil, kau kenapa ?” seorang wanita cantik dengan kostum beruang dan kepala beruang besar di tangannya datang menghampiri anak tersebut.
“aku kehilangan hyungku. tolong aku, aku mohon” anak itu menempelkan kedua tangannya mengisyaratkan agar wanita tersebut mau mengabulkan permohonannya.
“baiklah, aku akan menolongmu mencarikan hyungmu tapi berhentilah menangis. oke ?” hati wanita yang sebelumnya terenyuh melihat tindakan anak kecil itu mencoba tersenyum kepada anak itu.
akhirnya anak itu pun berhenti menangis. lalu wanita tersebut memberikan tangannya di depan anak itu lalu anak tersebut menggenggam erat uluran tangan wanita itu.
“kau kehilangan hyungmu dimana ?”
“di dekat roller coster. tadi karna aku melihat badut jadi aku mengejar badut tersebut jadi aku meninggalkan hyung yang sedang bertelpon”
“hmm, ya sudah kita coba lihat ke daerah sana ya”
anak tersebut hanya mengikuti langkah kaki wanita tersebut. namun sesampainya di daerah roller coster anak tersebut tidak menemukan hyungnya. anak itupun kembali menangis dan memanggil-manggil nama hyungnya.
wanita itu pun memeluk anak tersebut.
secara tiba-tiba suara pengumuman dari kantor informasi terdengar.
“pengumuman, seorang anak laki-laki bernama kim daniel lachapelle telah hilang di daerah b roller coster. anak tersebut memiliki tinggi sekitar 85 cm berambut coklat dan memakai kaus berwarna merah marun… jika anda menemukannya dimohon membawa anak tersebut ke ruang informasi utara, kakaknya sudah menunggu disini. terima kasih.”
wanita tersebut mendengar informasi itu lalu tersenyum.
“apa kau mendengar informasi tadi ? hyungmu ada di ruang informasi sekarang. ayoo kita kesana” wanita itu membawa anak kecil tersebut ke ruang informasi, sesampainya disana seorang pria tampak mondar-mandir dengan wajahnya yang terlihat sangat cemas.
“hyung” teriak anak kecil tersebut.
“daniel” pria yang dipanggil hyung itu langsung berlari dan memeluk erat anak kecil itu.
“kau darimana saja ? aku sangat mengkhawatirkanmu. maafkan aku”
“berterima kasihlah pada noona ini hyung, jika dia tidak ada mungkin aku tidak akan bisa menemukanmu”
pria itu pun memalingkan wajahnya ke arah wanita yang berada di samping adiknya tersebut. pria itu pun berdiri.
“terima kasih banyak, aku tidak tau bagaimana cara membalas kebaikanmu.”
“tidak masalah, aku senang menolong daniel”
“jika boleh tau siapa namamu ?” pria tersebut menjulurkan tangannya ke depan wanita itu.
“oh iya perkenalkan namaku im yoona” yoona pun menjabat tangan pria itu.
“namaku kim myungsoo, senang bisa mengenalmu”
“ya, aku juga. ya sudah aku pergi dulu aku harus kembali bekerja.”
“noona jangan pergi” tangan daniel memegang tangan yoona yang akan pergi.
yoona hanya tersenyum melihat daniel lalu ia berjongkok agar sejajar dengan tubuh kecil daniel.
“maafkan aku, aku harus kembali bekerja.” yoona mengelus lembut puncak kepala daniel.
“hyung tolong katakan pada noona agar tidak pergi”
“daniel, yoona noona ingin kerja . biarkan yoona pergi”
daniel pun kembali menangis dan memeluk erat tubuh yoona.
“baiklah. bagaimana kalau daniel ikut noona bermain ? noona akan memakai kostum beruang ini dan mengajak daniel berkeliling taman bermain ? apa kau mau ?”
“ya aku mau” daniel berhenti menangis dan tersenyum pada yoona.
“apa aku bisa membawanya bermain ?” tanya yoona pada myungsoo.
“ya, aku akan mengikuti dari belakang” myungsoo tersenyum.
yoona kembali memakai kepala beruangnya lalu menggenggam tangan daniel keluar dari ruang informasi tersebut. myungsoo yang memperhatikan adiknya itu lalu ia pun  tersenyum.

Jam sudah menunjukan pukul 6 sore dan langit pun sudah berganti gelap.saatnya yoona untuk pulang dari kerjanya sebagai badut di sebuah taman bermain di daerah gangnam tersebut.

“noona hari ini sangat menyenangkan. Terima kasih” kata daniel memeluk yoona.

“ya sama-sama adik kecil” yoona mengacak-acak rambut daniel.

“ya sudah, ini sudah malam. Aku akan mengantarkanmu pulang” kata myungsoo.

“tidak perlu repot-repot aku bisa pulang sendiri. Lagian rumahku juga tidak terlalu jauh dari sini”

“noona ikut saja kata hyung, biar kami yang antarkan noona . ya ?”

“hm kau selalu menggodaku daniel. Baiklah jika itu tidak merepotkan kalian” yoona tersenyum.

 

Sepanjang perjalanan daniel asik bercanda ria di pangkuan yoona.

“sepertinya aku mulai kehilangan perhatian adikku sendiri” kata myungsoo yang melihat adiknya sangat bahagia bersama yoona.

Yoona melirik myungsoo yang berada di kemudi mobil itu namun daniel tidak menggubris ucapan myungsoo, daniel hanya asik tertawa dengan jari-jari yoona yang dipegangnya sedari tadi sambil tertawa bahagia.

“ya daniel. Apa kau tidak mendengarkan hyungmu ?”

Namun tidak ada jawaban dari daniel.

“daniel hyungmu sedang berbicara padamu” kata yoona pada daniel.

Daniel pun memalingkan wajahnya untuk melihat myungsoo “ ya hyung ? apa kau berbicara padaku ?” tanya daniel polos.

“ah daebak!” kata myungsoo tak habis pikir dengan adiknya itu . yoona yang melihat kakak beradik itu hanya tersenyum.

Beberapa menit perjalanan mereka akhirnya mereka sampai di depan rumah sederhana milik yoona.

“akhirnya sampai. Terima kasih myungsoo-ssi. Apa kalian ingin mampir ?”

“mungkin lain kali , ini juga sudah sangat malam kau pasti lelah, istirahatlah”

“hm baiklah. Aku pulang dulu daniel. Sampai jumpa lagi”

“noona besok aku akan datang lagi ke taman bermain biar bisa bertemu denganmu lagi. Kalau kau tidak ada disana aku akan datang ke rumahmu ini”

“ya adik kecil” yoona tersenyum lalu mencubit pelan pipi daniel.

“ya sudah aku turun dulu. Bye” yoona pun turun dari dalam mobil myungsoo.

 

Beberapa menit yoona turun dari mobil daniel langsung tertidur pulas. Myungsoo yang melihat daniel mengerutkan dahinya lalu kembali tersenyum.

.

.

Pagi-pagi sekali myungsoo terbangun dari tidurnya karena melihat daniel yang memegang jarinya.

“daniel.ada apa ?”

“hyung aku ingin mengatakan sesuatu padamu”

Myungsoo pun bangun dari posisi tidurnya lalu duduk di ranjangnya dan mengangkat daniel agar duduk di sampingnya.

“katakanlah”

“hyung apa bisa yoona noona tinggal di rumah kita saja ?”

“maksudmu?”

“pekerjakan noona jadi pengasuhku hyung. Jadi dia bisa tinggal disini. Apa kau tidak kasihan dengan pekerjaan noona sekarang ? dia pasti kepanasan di dalam kostum itu”

“apa mungkin yoona mau ?”

“aku akan membujuknya hyung”

“hmm baiklah kalau begitu, kita akan mencobanya”

 

Pada siang harinya myungsoo dan daniel datang kembali ke taman bermain di daerah gangnam tersebut. Daniel langsung menarik tangan myungsoo ke tempat yoona kemarin berdiri sebagai badut.

Tak lama daniel pun menemukan yoona dan daniel melepaskan tangan myungsoo lalu langsung menghambur ke yoona yang memakai kostum badut itu lalu mememeluk yoona.

Myungsoo melihat daniel yang bahagia bersama yoona menjatuhkan air matanya.

 

Pada jam istirahat yoona makan bersama myungsoo dan daniel di sebuah café yang berada di dalam taman bermain tersebut.

“noona, myungsoo hyung ingin mengatakan sesuatu padamu”

“ya ?” yoona berbalik memandang myungsoo.

Myungsoo yang sedang mengunyah makannya tiba-tiba tersedak karna perkataan adiknya itu. Dengan cepat myungsoo mengambil minumnya lalu meneguk minumnya.

“ayo hyung katakan”

“mungkin ini terasa sedikit aneh tapi semoga kau tidak keberatan dengan apa yang akan aku dan daniel….”

“noona jadilah pengasuhku dan tinggal di rumahku. Kau mau kan noona” kata daniel memotong perkataan myungsoo yang menurutnya bertele-tele.

“pengasuhmu ?”

“ya noona, jadi kau tidak perlu lagi panas-panasan seperti ini. Hyung akan memberikan bayaran yang lebih besar dari pekerjaan noona sekarang. Noona mau kan menerimanya” kata daniel menggenggam tangan yoona.

Myungsoo yang melihat kelakuan adiknya itu hanya menganga dan menutup mulutnya sembari menggeleng.

“apa yang daniel katakan serius ?” tanya yoona melihat myungsoo yang sedari tadi terdiam.

“semuanya dia yang megatur. Jadi apapun yang dia katakan itu semua adalah kenyataan” myungsoo menjawab pertanyaan yoona lalu kembali menggeleng melihat adiknya yang masih menggenggam erat tangan yoona.

“noona ayo jawab iya”

Beberapa saat yoona hanya terdiam lalu menjawab “baiklah aku mau”

.

.

Pagi-pagi jam 6 pagi yoona sudah bangun dan membangunkan daniel agar bersiap-siap untuk pergi ke sekolah lalu menyiapkan semua keperluan daniel.

Jam 7 paginya myungsoo dan daniel pun sarapan pagi yang sudah disediakan oleh bibi jang nara. Daniel disuapin makan oleh yoona. Setelah makan yoona dan daniel pergi berangkat sekolah yang diantarkan oleh paman kang daesung. Setelah selesai mengantarkan daniel yoona kembali ke rumah myungsoo lalu membantu bibi jung sojung membereskan pekerjaan rumah dan jam 11 yoona harus kembali ke sekolah untuk menjemput daniel dan setelahnya waktu yoona hanya untuk daniel.

Begitulah hari-hari yang dilalui oleh yoona semenjak bekerja bersama myungsoo.

 

“noona apa kau lihat wanita itu ?” daniel menunjuk seorang wanita cantik dengan minidess berwarna merah yang sedang bersama myungsoo.

“ya, kenapa ?”

“dia seohyun kekasih myungsoo hyung”

“hm dia cantik”

“tapi aku tidak menyukainya”

“kenapa ? sepertinya dia wanita yang baik”

“dia itu wanita jahat noona, jangan percaya dengan topengnya”

“hush kau tidak bisa mengatakan itu, itu kasar daniel” yoona menempelkan telunjuknya di bibir tipis milik daniel.

“baiklah noona”

Yoona hanya tertawa dan mengelus kepala daniel.

 

“siapa wanita itu sayang ?” tanya seohyun yang melihat yoona dan daniel bersenang-senang bersama di taman rumah myungsoo.

“dia Im Yoona. Dia pengasuh baru daniel”

“hm apa dia wanita baik-baik ? wajahnya terlihat tidak baik”

“dia wanita yang baik, dia sangat menyayangi daniel”

“semoga saja dia benar-benar menyayangi daniel , bukan hanya ingin cari muka saja”

“sudahlah sayang, percayalah dia wanita yang baik”

 

Saat yoona sedang membuatkan susu untuk daniel di dapur tiba-tiba seohyun datang menghampirinya.

“apa kau sedang memakai topeng sekarang ?” kata seohyun tersenyum sinis pada yoona.

“makksud nona ?”

“jangan pura-pura bodoh, gadis miskin sepertimu pasti memiliki otak yang licik”

“saya tidak seperti yang nona pikirkan” jawab yoona dengan sabar

“bullshit, aku sudah sangat sering bertemu dengan wanita sepertimu. Miskin dan tidak punya harga diri”

“saya memang miskin nona tapi saya tidak seburuk yang nona pikirkan. Saya masih punya harga diri. Permisi nona” yoona pun meninggalkan seohyun dengan matanya yang sudah berkaca-kaca.

 

“noona kenapa lama sekali ?”

“maafkan aku daniel, tadi air panasnya habis jadi aku harus memasaknya dulu” yoona pun memberikan susu yang dibuatnya kepada daniel.

“noona kau kenapa ? apa kau menangis ?” daniel meletakan susunya di meja lalu memegang wajah yoona.

Yoona memegang tangan kecil daniel yang berada di wajahnya “ tidak daniel, mataku kemasukan debu tadi. Tapi sekarang baik-baik saja”

“ayo minum susunya sebelum dingin”

Daniel pun mengambil kembali susunya lalu meneguk susunya.

 

“sayang” seohyun menangis memegangi tangannya

“ada apa ?” tanya myungsoo

“lihatlah kelakuan pembantu barumu itu. Dia sengaja menjatuhkan air panas ke tanganku. Perih sekali”

Dengan khawatir myungsoo mengambil kotak p3k dan langsung memberikan salap ke tangan seohyun.

Setelah memberikan salap di tangan seohyun myungsoo pergi menghampiri yoona yang berada di kamar daniel yang diikuti seohyun yang berada di belakang myungsoo.

“yoona aku ingin bicara denganmu”

“ada apa hyung ?”

“ada sesuatu yang ingin aku katakan padanya. Sayang tolong jaga daniel sebentar” jawab myungsoo dingin.

Yoona pun mengikuti myungsoo. Sampai di ruang tamu myungsoo memasukan tangannya ke dalam saku celananya.

“apa maksudmu ?”

“maksud tuan ?” tanya yoona kebingungan.

“apa kau mengenal kekasihku ? kenapa kau tega sekali menyakitinya yoona”

“aku tidak mengerti maksud tuan. Aku tidak pernah menyakiti nona seohyun”

“sudahlah, sekarang kau minta maaflah pada seohyun. Aku tidak mau masalah ini semakin besar” kata myungsoo lalu pergi meninggalkan yoona.

 

Tanpa mengerti kesalahan apa yang dilakukannya akhirnya yoona pun meminta maaf kepada seohyun di depan mata myungsoo dan daniel.

Myungsoo dan seohyun pun keluar dari kamar daniel dan meninggalkan yoona dan daniel disana.

Setelah kepergian mereka daniel pun datang menghampiri yoona lalu memeluk erat yoona yang terduduk di lantai kamarnya.

Seperti mengerti dengan keadaan yang terjadi, myungsoo memeluk erat tubuh yoona. Yoona yang tidak tahan melihat perlakuan daniel menangis di pelukan anak kecil itu.

Sudah sebulan lamanya yoona bekerja di rumah myungsoo membuat dirinya sangat dekat dengan daniel, namun tidak dengan myungsoo. Semakin hari myungsoo semakin tidak menyukai yoona karna semua perlakuan yoona pada seohyun kekasihnya.

 

“siapa yang melakukan ini ?!” teriak myungsoo saat melihat semua album foto keluarganya sudah habis terbakar.

Mendengar teriakan myungsoo akhirnya semua orang berlari menuju sumber suara tersebut.

Saat sampai di taman rumah itu betapa terkejutnya yoona saat melihat album-album foto yang pernah ditunjukan daniel padanya telah habis menjadi debu.

“katakan sekarang siapa yang melakukan ini ?!” teriak myungsoo pada semua orang yang berada di tempat itu.

Terlihat mata myungsoo yang memerah dan terlihat sangat marah.

“maaf tuan ibu bukan saya” kata bibi jang nara

“itu juga bukan saya tuan” lanjut bibi jung sojung.

“saya juga tidak tau tentang ini tuan muda” kata paman daesung mengimbuhi.

Seohyun pun membuka suara “sayang lihat itu” kata seohyun menunjuk sebuah gelang besi yang bertuliskan Im Yoona.

Myungsoo pun mengambil gelang itu dan memandang ke arah yoona tajam.

“noona bukankah itu gelangmu ?” kata daniel melirik ke arah yoona.

“itu memang gelangku tapi aku tidak melakukannya tuan. Sejak kemarin nona seohyun yang meminjam gelang itu dariku”

“Apa katamu ? jadi maksudmu aku yang melakukan ini ?”

“sekarang keluar dari rumahku. Keluar kau!!” teriak myungsoo pada yoona.

Dengan berderai air mata akhirnya yoona pun pergi dari tempat itu. Daniel pun pergi mengejar yoona.

 

Yoona membereskan semua barang-barangnya.

Daniel masuk ke dalam kamar yoona.

“katakan pada hyung kalau bukan noona yang melakukannya”

Namun yoona tidak menjawab perkataan daniel. Yoona pun beranjak untuk pergi dari rumah itu . daniel mulai menangis melihat kepergian yoona.

“noona jangan pergi. Aku mohon” kata daniel memeluk pinggang yoona.

Yoona pun berjongkok lalu memeluk erat daniel “maafkan aku daniel. Jangan menangis lagi. Jadilah anak yang baik. Noona sangat menyayangimu” kata yoona tak berhenti menangis lalu mencium kening daniel. Yoona melepaskan tangan daniel darinya lalu pergi dan dikejar oleh daniel. Melihat daniel yang seperti itu myungsoo menahan daniel sehingga memudahkan yoona untuk pergi.

“noonaaa” teriak daniel dengan air mata yang sudah membasahi wajahnya.

.

.

“daniel ayo makanlah. Ini sudah siang tapi kau belum makan sedikitpun. Nanti kau sakit” bujuk myungsoo agar daniel mau makan.

“aku tidak akan makan jika noona tidak disini.” Daniel membalikan badannya di atas ranjangnya.

“apa kau tidak marah dengan orang yang membakar foto keluargamu ?”

Daniel pun bangun dari posisi tidurnya lalu memandang hyungnya itu “ bukan noona yang melakukannya! Percayalah hyung”

“apa kau tidak lihat ada gelangnya disana ? siapa lagi jika bukan dia?”

“jika aku menjatuhkan kalungku disana apa hyung akan menuduhku juga yang melakukannya ?”

Myungsoo yang mendengar perkataan adiknya itu hanya terdiam.

Daniel kembali menangis lagi “kembalikan noona. Aku mohon”

Myungsoo memeluk erat adiknya itu.

 

Keesokan harinya myungsoo dan daniel datang ke rumah yoona namun mereka tidak mendapati yoona disana, lalu mereka pun mencari ke taman bermain ternyata yoona juga tidak ada di sana.

Hari ke dua, ke tiga dan keempat mereka tak kunjung mendapati keberadaan yoona.

Saat kembali ke rumahnya tak sengaja myungsoo melihat cctv yang berada di langit-langit rumahnya.

Myungsoo meminta paman kang daesung mengambilkan hasil cctv sebulan terakhir ini . ketika melihat video cctv tersebut betapa terkejutnya myungsoo saat mendapati hari dimana yoona menjatuhkan air panas di tangan seohyun . di video tersebut terlihat seohyun menjatuhkan air panas ke tangannya sendiri. Dan dia pun langsung tertuju ke hari dimana yoona dituduh membakar album-album foto keluarganya, dalam video tersebut pun terlihat seohyun yang mengambil album-album foto itu dari dalam laci ;lalu membakarnya di taman rumah myungsoo.

Myungsoo merasa bersalah atas tuduhannya selama ini pada yoona.

 

Keesokan harinya daniel jatuh sakit, daniel demam tinggi sehingga harus dibawa ke rumah sakit. Myungsoo sangat khawatir dengan keadaan daniel. Myungsoo takut penyakit lama daniel kembali menyergapi badan adiknya itu.

Beberapa hari di rumah sakit daniel tidak sadarkan diri. Sesekali daniel mengigau memanggil nama yoona. Melihat daniel yang merindukan yoona myungsoo pun pergi kembali mencari keberadaan yoona. Myungsoo kembali ke rumah yoona namun tidak mendapati yoona disana. Myungsoo mencoba mencari ke taman bermain yang berada di gangnam, saat menemukan kostum yang biasa dikenakan yoona  myungsoo langsung berlari dan memegang tangan badut beruang itu.

“yoona. Kau yoona ?” kata myungsoo

Badut yang memakai kostum beruang itu membuka kepala beruangnya namun bukan yoona dibalik kostum itu melainkan seorang pria .

“maafkan aku. Aku salah orang” myungsoo pun pergi meninggalkan badut itu. Namun saat ingin pergi badut itu memanggilnya.

“tuan. Apa kau mencari yoona ?”

Dengan semangat myungsoo berbalik “iya, apa kau tau dimana yoona ? tolong beritahu aku”

“dia berada di rumah bibinya di daerah yeosu. Jika kau mau aku bisa memberikan alamatnya untukmu”

Akhirnya pria itu memberikan alamat rumah bibi yoona, dengan cepat myungsoo berlari menuju mobilnya lalu menuju ke arah yeosu.

3 jam perjalanan akhirnya myungsoo sampai di depan rumah bibi yoona . saat sampai di sana myungsoo langsung menemukan yoona yang sedang menyiram tanaman di pekarangan rumah itu.

“yoona” panggil myungsoo

Yoona pun berbalik mencari arah suara itu berasal dan betapa terkejutnya yoona saat melihat kalau myungsoo sedang berada di depan rumah bibinya.

 

Yoona memberikan teh pada myungsoo yang duduk di taman kecil depan rumah bibinya itu.

“ada apa tuan ke sini ?” tanya yoona.

“maafkan aku, aku benar-benar bersalah padamu. Aku sudah tau semuanya . maafkan aku telah menuduhmu yang tidak-tidak selama ini.”

“ya aku sudah melupakannya”
“apa kau masih mau bekerja untukku ?”

“maafkan aku tuan, aku tidak bisa”

“tapi daniel sangat membutuhkanmu. Aku mohon kembalilah bekerja denganku”

“maafkan aku tuan”

“baiklah, mungkin emua sudah terlambat. Aku tau kau sudah sangat menderita bekerja di rumahku”

Tiba-tiba handphone myungsoo berbunyi.

“halo”

“tuan keadaan tuan daniel memburuk”

“apa ? baiklah aku akan kesana” myungsoo menutup telpnya.

“ada apa ? tanya yoona karna melihat wajah khawatir myungsoo

“keadaan daniel semakin buruk. Aku harus kembali ke rumah sakit”

“tuan aku ikut”

Myungsoo dan yoona pergi kembali ke seoul menuju rumah sakit.

Sampai di ruangan daniel yoona meneteskan air matanya melihat keadaan daniel yang terpasang selang di hidungnya dan terlihat sangat lemah.

Yoona memegang erat tangan daniel dan menangis di tangan kecil daniel.

.

.

“bagaiman keadaan daniel dok ?”

“maafkan saya tuan, keadaan daniel sudah tidak dapat tertolong lagi. Virus itu ternyata berkembang lagi di tubuh daniel. Mafkan kami mengatakan ini, kapanpun itu tuan harus siap merelakan kepergian daniel.”

Kata-kata dokter itu berhasil meruntuhkan hidup myungsoo.

 

2 hari setelah kedatangan yoona akhirnya daniel terbangun dari tidur panjangnya, saat melihat yoona yang berada di sampingnya daniel langsung memeluk erat tubuh yoona.

“noona kau kemana saja aku merindukanmu”

“maafkan aku daniel, aku janji aku tidak akan pergi lagi. Aku akan selalu ada di sampingmu”

Daniel melepaskan pelukannya lalu menjulurkan jarinya kelingkingnya pada yoona “janji ?”

“ya aku janji” yoona mengeratkan jarinya di jari kecil daniel.

 

Yoona melihat myungsoo terduduk di taman rumah sakit itu, penampilan myungsoo terlihat sangat berantakan dan mengisap sebatang rokok di taman itu.

“bagaimana kau bisa menjaga daniel jika kau saja tidak bisa menjaga kesehatan dirimu sendiri” yoona mengambil rorkok yang berada di bibir myungsoo lalu membuangnya ke tanah. Setelah menginjak puntung rokok itu yoona duduk di samping myungsoo.

Myungsoo memeluk yoona dan menjatuhkan air matanya di bahu yoona.

“apa yang harus aku lakukan. Aku tidak bisa kehilangannya. Dia satu-satunya keluarga yang aku punya sekarang” suara myungsoo terdengar sangat pilu di telinga yoona.

“kenapa ? apa yang terjadi pada daniel ?”

“daniel mengidap kanker otak. Apa yang harus aku lakukan” sama seperti myungsoo dunia yoona terasa berhenti, dia tidak menyangka anak sepolos itu mengidap penyakit seberat itu.

Yoona mencoba untuk kuat di depan myungsoo, yoona tidak mau terlihat lemah di depan myungsoo.

.

.

Yoona memasuki ruangan daniel. Perlahan yoona menuju kursi yang berada di samping ranjang daniel. Yoona menggenggam erat tangan daniel, karena tidak tahan merasakan sakit di hatinya akhirnya yoona pun menangis di tangan kecil itu.

“kenapa harus anak sekecilmu yang merasakannya . aku tidak bisa kehilanganmu, aku sudah sangat menyayangimu. Aku tidak bisa kehilahanganmu” suara tangisan pilu itu terdengar myungsoo dari balik pintu kamar itu. Ternyata sedari tadi myungsoo mengikuti yoona hingga ke kamar daniel. Myungsoo yang berada di balik pintu itu pun ikut menangis mendengarkan tangisan yoona.

Tiba-tiba daniel terbangun. Tangan daniel memegang puncak kepala yoona yang menunduk di ranjangnya sambil menggenggam erat tangannya yang lain.

Yoona pun terbangun saat merasakan sentuhan di kepalanya. Dengan cepat yoona menghapus air matanya yang sedari tadi mengalir membasahi wajah dan tangan daniel.

“kau sudah bangun? Maafkan noona mebangunkanmu” yoona mencoba tersenyum pada daniel.

“noona kau menangis ? ada apa ?” tanya daniel polos.

“ah tidak. Aku tidak menagis” yoona mencoba menghapus air matanya yang terjatuh.

“aku bukan anak kecil lagi noona, aku tau kau menangis” tangan daniel menghapus air mata yoona yang tidak bisa berhenti terjatuh.

“sepertinya aku tidak bisa lagi berbohong padamu” yoona tersenyum

“berhentilah menangis”

“aku akan berhenti menangis tapi kau harus berjanji agar kau cepat sembuh. Janji ?” yoona menjulurkan tangan kelingkingnya pada daniel.

“ya aku janji noona” daniel menempelkan jari kelingkingnya pada jari yoona.

“hyung apa itu kau ?” kata daniel melirik ke arah pintu kamar yang tak sengaja dilihatnya.

“myungsoo yang berada di balik pintu dengan air mata yang juga mengalir di pipinya masuk setelah menghapusnya.

“ya ini aku.” Myungsoo mencoba tersenyum lalu menghampiri yoona dan daniel.

“hyung  kapan aku akan sembuh ?”

“secepatnya daniel” kata myungsoo mengacak-acak rambut daniel yang mulai rontok.

“aku ingin cepat-cepat sembuh hyung. Aku sudah berjanji pada noona kalau aku harus sembuh. Aku tidak mau melihat noona menangis lagi makanya aku harus sembuh”

Yoona yang mendengar perkataan daniel itu pun izin ingin keluar namun belum sampai di pintu yoona terjatuh ke lantai dan memukul-mukul dadanya yang terasa sangat sakit. Yoona tidak tahan lagi menahan tangisannya. Yoona pun menangis sejadi-jadinya di kamar itu.

Myungsoo pun memeluk erat badan daniel lalu mencium puncak kepala daniel dan kembali menangis.

.

.

Makanan yang dibeli yoona di sebuah restoran itu terjatuh ke lantai. Dunia yoona runtuh mendengar suara dari telpnya tersebut.

‘tuan daniel telah meninggal’

 

Setelah kepergian daniel, myungsoo seperti mayat hidup. Myungsoo hanya melamun memandangi foto-foto daniel. Saat diminta makanpun myungsoo selalu menolak.

Karena kasihan dengan tuan mereka akhirnya paman daesung pun meminta yoona datang untuk menemui myungsoo.

Saat yoona berada di rumah myungsoo dia teringat kembali dengan kenangan-kenangannya bersama daniel, tetesan air mata yoona pun kembali terjatuh namun dengan cepat yoona menghapus air matanya lalu memasuki rumah itu.

Saat masuk yoona mata yoona langsung menuju ke myungsoo yang terlihat melamun memandangi foto daniel. Perlahan yoona pun menghampiri myungsoo.

Yoona mengambil foto yang berada di tangan myungsoo lalu duduk di sampingnya.

“kau harus merelakannya pergi. Jika kau seperti ini terus dia akan sedih disana. Disana juga dia sudah tenang bersama dengan ayah dan ibumu”

Myungsoo memeluk yoona dan kembali menangis “aku merindukannya”

“aku juga merindukannya. Meskipun kau tidak bisa melihatnya lagi tapi dia akan selalu ada di hatimu. Dia akan sangat sedih jika kau seperti ini terus”

Yoona mengelus punggung myungsoo untuk menenangkan pria yang terlihat berantakan itu.

“ya sudah sekarang kau mandilah, aku akan memasakan makanan untukmu”

 

Seminggu berada di rumah myungsoo akhirnya yoona pun berpamitan ingin pulang , namun myungsoo melarangnya untuk pergi.

“jangan pergi”

“aku tidak bisa terus disini, aku tidak memiliki kewajiban lagi disini” yoona pun berbalik menuju pintu rumah itu.

“aku mencintaimu. Aku mohon jangan pergi” langkah yoona terhenti dengan kata-kata yang keluar dari mulut myungsoo.

“kau tidak mencintaiku. Kau hanya merasa kehilangan sekarang dan kau kesepian”

“tidak, aku benar-benar mencintaimu. Aku yang merasakannya. Jangan pergi aku tidak mau kehilangan lagi, sekarang hanya kau yang aku miliki jangan pergi” myungsoo menghampiri yoona dan menangkup wajah yoona.

“apa kau benar-benar mencintaiku ?”

“aku sangat mencintaimu” myungsoo mencium bibir yoona lembut.

“aku juga mencintaimu” kata yoona lalu memeluk myungsoo dengan erat.

mau baca ff buatan aku yang lain ? silahkan kunjungi blog aku di sini babythinkgirl
terima kasih udah mau meluangkan waktunya untuk membaca ff buatan aku🙂
jika ingin berkomentar silahkan berkomentar di kolom komentar🙂
gomawo ^^

 

 

4 responses to “[Oneshoot] A Way

  1. Pingback: Special Fanfiction [update 22/11/2016] – Babythinkgirl Fanfiction·

  2. Kasian lhat kesedihan Yoona & myungsoo yg hrus kehilangan Daniel tpi Yoona yg tegar bsa membantu myungsoo atas kepergian Daniel & mereka memiliki perasaan stu sma lain

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s