[CHAPTER-PART 7] ORIGINAL

Original Part 1-3

ORIGINAL
Written by Angeljypark
Main Cast
Park Jiyeon | Kim Myungsoo | Park Chanyeol
Together with
Kim Jong In | Woo Tae woon | Kris Wu | Song Daehan | Yoo Seunghoo | Choi Sungmin
Genre: Family | Crime | Mystery | Romance | Comedy
Rating: General | Length: Chapter

===
ORIGINAL

Previous Story, Part 6
Dengan segera seo yul mengambil koper silver itu dari lokernya dan mulai menuangkan masing-masing setetes darah pada wadah yang sudah ia siapkan
Geure~! Kita lihat apa ini akan berhasil “gumamnya kembali memastikan keadaan sekeliling
===
Geure! Bawa yang kami minta! “ucapnya cepat dan langsung mematikan sambungan telfon
Ck! Mereka keterlaluan! “geramnya melempar kasar ponselnya ke tumpukan baju di lemari

Saranghae “gumamnya lagi segera keluar menemui rian yang tersenyum manis padanya

===
ORIGINAL
– Chapter 7 –

Sains University, Laboratorium
Ck! Tak ada yang berbeda! “gerutu seo yul menatap semua sampel darah “mereka bukan yang asli! Aku yakin “gumamnya menatap data sampel darah tersebut
Aku harus segera memberi tahu rian juga jiyeon “gumamnya dan membereskan peralatan lab
Ck! 11?!! Bagaimana aku pulang? “gerutunya mulai berpikir, sembari tangannya dengan cekatan membersihkan setiap peralatan dan memastikan tak ada data yang tertinggal di lab
Seo yul berjalan cepat melewati lorong universitas, sesekali ia menoleh saat mendengar suara yang ditimbulkan angin atau benda lainnya
Aigoo wae aku jadi penakut?!! “mengeratkan dekapannya pada buku pelajaran
Brrukk
Kyaaa
Aaaaa
Pekikan terdengar, seo yul segera mengalihkan pandangannya pada orang yang ditabraknya itu
Eh? Sungmin? “bingungnya memandang sungmin yang sibuk mengelus perutnya
Eoh? Seo yul? “kaget sungmin
Sedang apa kau semalam ini di kampus? “tanya seo yul was-was
Ah~! Ini! Aku mengerjakan tugas ini bersama chingu-chinguku, itu mereka “tunjuk sungmin pada 4 orang namja yang sibuk menenteng beberapa peralatan lab
Ah~ geureyo, kalian ingin mengembalikannya ke lab? “tanya seo yul mendapat anggukan lucu sungmin
Ne! “balas sungmin semangat “keunde wae kau masih di kampus semalam ini” bingung sungmin
N-ne? N-na? Ah! Aku juga mengerjakan tugasku, peralatan yang kubutuhkan hanya ada di kampus, jadi…. “ucap seo yul di akhiri gendikan bahunya menandakan bahwa itulah alasannya
Ah~ ternyata kita sama “kekeh sungmin bertepatan dengan kedatangan keempat chingunya
Eh? Kau seo yul kan? Mahasiswi Biologi 3A? “tanya seorang chingu sungmin yang sejak tadi menggerutu akibat bawaannya
Ne? Ah ne! Annyeonghaseyo~ Lee Seo Yul imnida, bangapsumnida~ “sapanya memperlihatkan senyum, yang juga dimiliki jiyeon dan rian, membuat keempat namja itu ikut membungkuk berbeda dengan sungmin yang terus tersenyum memandang seo yul
Nan Shin jongkook imnida~ “sapa namja itu memamerkan deretan giginya yang tersusun rapi
Ah! Nan Park Sejun imnida~ “ucap seorang lagi mendorong jongkook yang sudah mengumpat kesal
“Nan Oh Taehaa imnida~”
“Nan Kim Jungwoo imnida~”
Sapa mereka berebut untuk menyalami seo yul, membuat sungmin jenga
Ck! Yak! Keumanhae! Kajja sebaiknya kita pulang “sergah sungmin menjauhkan seo yul dari keempat chingunya yang sudah mengumpat sebal
Ne! Kajja! Aku akan mengantar kalian ke lab, aku membawa kuncinya “ucap seo yul mendapat anggukan lucu keempatnya, sedangkan sungmin, ia memutar bola matanya jengah
.
.
Rumah Rian
Seunghoo terus memperhatikan rian yang tertidur, ia sesekali tersenyum memandang wajah manis annaenya ini. Dengan perlahan, seunghoo menggapai rambut coklat panjang rian dan mengambil sehelai yang kemudian ia simpan didalam amplop kecil berwarna putih
Mianhae~ ini demi kita “gumamnya segera memeluk rian
.
.
C Corporation
Seorang yeoja berambut pendek sebahu memandang namja yang duduk didepannya, ia tersenyum simpul sebelum meminum kopinya
Wae kau memanggilku selarut ini? “tanya namja itu dingin
Wae? Kau keberatan aku mengganggu malammu dan dia? “celetuk yeoja itu menunjukkan smriknya
Katakan apa yang kau ingin kulakukan “sergahnya mulai kesal
Aku tak menginginkan apapun darimu saat ini, keunde, apa kau begitu mempercayai orang-orang disekelilingmu? Bukankah kau sudah dilatih untuk ini “ucapnya dengan nada yang begitu tenang namun mengintimidasi, seketika membuat namja didepannya mengernyit bingung
Apa maksudmu? “gumamnya kesal
Kau akan tahu sebentar lagi “ucap yeoja itu memberi senyum termanisnya dan segera beranjak meninggalkan sang namja yang terus berkutat dengan pikirannya
.
.
Rumah Sakit
Myungsoo dengan wajah cemasnya terus memandang jiyeon yang tak kunjung sadar, digenggamnya erat jemari mungil jiyeon dan kembali mendesah berat
Chagi-ah~ jebal~ oppa mengkhawatirkanmu~ “gumam myungsoo menyandarkan kepalanya pada bahu jiyeon
Jebal chagi-ah jebal~ “gumamnya lagi semakin mengeratkan genggaman tangannya
.
Hyung! Gwaenchana? “tanya taewoon begitu memasuki kamar rawat kris
Eoh! Gwaenchana! Neo? “tanya kris yang sudah sibuk dengan berkas kasus kemarin
Nado gwaenchana. Hyung! Keumanhae! Kau ingat kata dokter kemarin kan? Istirahat total! “peringat taewoon segera mengambil berkas di pangkuan kris
Eoh! Arra! “ucap kris segera bersandar pada ranjangnya
Kasus ini… dan… dan orang itu, apa mereka berkaitan? “gumam kris membuat taewoon menoleh
“Nugu?”
Orang yang menembakmu dan aku juga melukai jiyi, apa ia ada hubungannya dengan kasus ini? Jika benar, pasti ada hal yang disembunyikan, hal penting di rumah itu “ucap kris lagi terus berpikir
Ne! Jika benar, kita harus segera menyelidiki ruang bawah tanah rumah itu “ucap taewoon serius
Eoh! Taewoon-ah! Apa ada petugas yang berjaga disana? “tanya kris menoleh cepat pada taewoon
Ne hyung! Mereka terus berjaga sejak kemarin, keunde mereka hanya mengamankan, karena kasus ini tetap wewenang kita, tim 5 “ucap taewoon mendapat anggukan kris
Eoh! Majja! Kita harus segera menuju lokasi “ucap kris lagi
Ne! Karena itu kau harus beristirahat hyung! Dengan begitu kita akan secepatnya memeriksa lokasi “jelas taewoon mendapat anggukan kris yang kembali termenung dan memikirkan jiyi atau lebih tepatnya jiyeon
.
.
Rumah keluarga Park
Samcheon~!!! Kai samcheon~!! Aaaaaa “pekik daehan yang sejak tadi mengekor di belakang kai, meminta namja tan ini menyuapi pancake padanya
Hei~ ini belum selesai “ucap kai membuat daehan mengatupkan mulutnya yang sudah ia buka lebar dengan kesal
Kajja pergi bangunkan chanyeol samcheon, pancake akan siap saat kau kembali nanti “ucap kai mendapat tatapan berbinar daehan
Aiyayai kapten!! “ucap daehan sambil memberi hormat ala militer dan langsung berhambur menuju kamar chanyeol dengan suara cempreng khasnya
Ckckck anak dan ibu sama saja “celetuk kai mengingat tingkah jiyeon dulu, saat mereka masih begitu akur
Chanyeol samcheon~ chanyeol samcheon~ saaaaammccchheeeooonnn~~!!!!! “seperti alarm yang enggan berhenti, daehan terus memekik sambil melompat kegirangan di tempat tidur chanyeol, yang tidur layaknya orang tak bernyawa
Eh? Wae daehan-ah? “gumam chanyeol yang masih enggan untuk bangun
Kajja kita sarapan~ aku ingin segera makan pancake~ “ucap daehan langsung melompat duduk di samping chanyeol yang sibuk dengan bantal gulingnya
Aahh~ 5 menit lagi daehan-ah~ “pinta chanyeol
Anhiyo~ jigeum~ “ucap daehan menggeleng lucu dan kembali berteriak memanggil chanyeol
Sementara kai yang sedang menyiapkan pancake hanya terkekeh mendengarnya, ia tahu akan membutuhkan waktu lama untuk membangunkan namja yang baru saja tidur selama 2 jam itu
Aku tahu akan seperti ini “gumam kai dengan santai menata sarapan
.
.
Airport
Haaa~ kenapa harus ke sini? Bukankah di busan aman~ “celoteh seorang yeoja berambut ikal coklat sepunggung dengan kesal
Tidak lagi, kita harus berpindah “sergah namja didepannya
Heol~ disini juga tidak aman kan? “ucapnya
Anhiyo, disini lebih baik “ucap namja itu segera menuju mobil yang terparkir di bandara
Haaa~ terserah oppa saja~ yang jelas jika sudah begini, aku akan tetap disini sampai lulus! Jangan memindahkanku seenaknya! “kesalnya yang hanya mendapat anggukan acuh sang oppa
Ne ne ne tuan putri~ “ucapnya cuek segera menjalankan mobil
.
.
Sains University
Annyeong~ “sapa sungmin menepuk bahu seo yul
Eoh?! Annyeong sungmin-ah~ “balas seo yul ramah
Kelas pagi? “tanya sungmin
“Ne~ neo?”
Anhi~ aku akan menghadiri seminar untuk proyek penelitian tugas akhirku “jelas sungmin ramah, tersenyum senang dapat mengobrol dengan seo yul
Ah~ jinja~ daebak~ aku masih harus konsultasi lagi untuk proyekku nanti “gumam seo yul mendapat kekehan pelan sungmin
Aku yakin kau pasti bisa~ sang juara 1 lomba kimia kemarin pasti bisa “canda sungmin membuat seo yul tersenyum senang, setelah sekian lama ia mampu bercanda dan mengobrol santai dengan orang lain selain rian
Gomawo ne~ aku akan berusaha dan tak akan kalah darimu “seru seo yul
Ne! Tentu saja! “Balas sungmin semangat
Baiklah~ aku harus segera kekelasku “pamit seo yul
Ne! Ah! Seo yul-ah~ jangan lupa ne~ besok malam “ucap sungmin mendapat anggukan senang seo yul
Ommona~ lihat siapa yang akhirnya menunjukkan kemajuan eoh~ “goda sejun yang entah muncul dari mana
Ck! Keumanhae! Kajja kita harus cepat! “Gerutu sungmin
Ne ne ne~ aigo… Jika saja aku tau dari awal yeoja bernama seo yul yang kau taksir itu adalah seo yul yang ini~ aku tak akan membantumu sama sekali “gerutunya
Keke mian~ keunde gomawo ne sudah memesan tiket nonton untuk kami “ucap sungmin merangkul sejun dengan semangat
.
.
Rumah Rian
Oppa? “Panggil rian
N-ne?! “Seru seung hoo yang tersadar dari lamunannya
Waeyo? Kau terlihat gelisah dan lagi sepertinya kau kurang tidur “khawatir rian mengusap lembut pipi seung hoo
Anhiyo~ nan gwaenchana~ cha… Oppa harus segera kekantor~ kau juga harus segera ke sekolah kan~ “ucap seung hoo mengalihkan pembicaran
N-ne oppa~ “angguk rian cemas “jika oppa sedang dalam masalah berceritalah padaku~ “ucapnya lagi menggenggam jemari seung hoo
Ne~ tentu saja~ aku akan bercerita padamu~ “jawab seung hoo, mengecup lama dahi rian
Saranghae “ucap seung hoo lembut “nado saranghae oppa~” balas rian
.
.
Rumah sakit
Oppa? Myungsoo oppa?!!” jiyeon tersentak, begitu terbangun ia menyadari keberadaan myungsoo, namja itu tertidur sembari menggenggam tangannya
Eoh?! J-jiyi-ah~ g-gwaenchana?!” panik myungsoo langsung menekan tombol untuk memanggil suster
Ne~ nan gwaenchana~ wae oppa disini? Bukankah seharusnya di kantor?” tanya jiyeon
Bagaimana bisa aku dikantor jika kau terluka jiyi-ah! Aku mengkhawatirkanmu~!” timpal myungsoo kelewat cemas dan memeluk jiyeon, membuat yeoja ini kembali menunjukkan senyum sedihnya
Annyeonghaseyo~” sapa seorang suster, myungsoo pun melepas pelukannya dan jiyeon pun berusaha tersenyum senang begitu myungsoo menatapnya
Kau akan baik-baik saja” ucap myungsoo menenangkan dibalas anggukan jiyeon
.
.
Kim Jiyi-ssi tidak mengalami luka parah, siang ini ia sudah di perbolehkan pulang” terang dokter yang baru saja memeriksa jiyeon
Geure~ apakah benar ia tak apa?” tanya myungsoo cemas, sang dokter pun memaklumi dan tersenyum “tentu saja, hanya untuk hari ini hingga besok, ia harus beristirahat” lanjutnya
Ne~ kamsahamnida~” ucap myungsoo ramah kembali masuk ke dalam ruangan
“Oppa~ eotte?”
Kau sudah bisa pulang, keunde tetap beristirahat hingga besok” ucap myungsoo, mendudukan dirinya di tepian ranjang dan merangkul jiyeon
Jiyeon terdiam, sesekali melirik myungsoo yang sedang merangkulnya sembari menonton acara tv, ia senang diperlakukan sebaik ini oleh myungsoo, namun perasaan bersalah terus menyerangnya, ia sangat ingin mengatakan yang sebenarnya, namun terlalu takut untuk menyakiti perasaan myungsoo
Waegeure?” tanya myungsoo mengguncang lembut bahu jiyeon
Ne? Anhiyo oppa~” kekeh jiyeon “bagaimana keadaan kris dan taewoon?” tanya jiyeon mengganti topik
Mereka baik, kris masih harus menjalani perawatan sementara taewoon sudah diijinkan kembali bertugas” jelas myungsoo, jiyeon pun mengangguk mengerti, ia lega mereka baik-baik saja
Suasana kembali hening dan jiyeon kembali melamun, memikirkan yeoja yang ia temui kemarin dan juga alasan jiyi bunuh diri, ia pun semakin bingung harus bagaimana untuk menjelaskan perihal penyamarannya ini pada kai dan bagaimana menghadapi myungsoo
Seo yul! Bagaimana hasilnya~!” batin jiyeon teringat akan sample darah kloning lainnya “aku harus segera menghubungi mereka, juga mencari petunjuk akan kasus jiyi, siapa yeoja berambut pirang kemarin, mengapa ia menyerangku dan siapa yang memburu kami” jiyeon terus berpikir hingga tak menyadari tatapan bingung myungsoo
Kau kenapa?” ucap myungsoo lagi, merasa ada yang tak beres. Jiyeon tersentak, ia menoleh kaget dan tersenyum “anhiyo oppa, hanya memikirkan kasus yang harus kutangani saja” bohong jiyeon dan dengan segera menatap layar tv, sementara myungsoo terus menatap selidik dirinya untuk beberapa saat.
.
.
Villa Keluarga Xi
Kita sampai~” ucap namja berwajah imut itu riang, berbeda dengan yeoja berambut panjang sepunggung bergelombang disampingnya
Yak! Berhenti menggerutu!” amuknya
Ck! Oppa~! Ini jauh sekali dari sekolah~ dan disini hanya ada villa keluarga kita saja!” gerutunya, ia kesal karena meskipun pindah, suasana tetap sama seperti saat di busan, tinggal berjauhan dari tetangga lainnya
Ini demi kebaikan kita dan terutama keamananmu!” tegur sang oppa memarkir mobilnya di basemen villa
Ah! Terserah oppa saja!” gerutunya menarik masuk koper pink pudar miliknya
Ck! Yak! Hyun jung!”pekik sang oppa kesal
Luhan oppa jelek!” teriaknya
Ck! Anak manja itu! Yak! Awas saja kau keluar villa sendirian!” ancam luhan ikut menggetet koper abu-abunya
.
.
Art High School
Seonsaengnim~ annyeonghasimnika~” sapa beberapa murid yang berpapasan dengan rian di koridor sekolah
Ne~ annyeonghaseyo~” balas rian ramah, dengan tergesah ia menuju ruangannya dan mengambil ponselnya
Yeoboseyo? Seo yul-ah~ eotteyo?” tanya rian dengan suara pelan, sesekali melirik ke arah pintu
“negatif~ bukan mereka~”
G-geureyo~… Baiklah~ malam ini menginaplah~ seung ho oppa akan pulang larut~ kita harus menghubungi mereka~ dan juga memberitahu tentang li ahn” jelas rian mulai membongkar laci-lacinya mencari obat penenangnya
“Ne~ pukul 7 aku akan menunggu di belakang rumahmu”
Ne~ aku akan ada disana saat kau sampai. Baiklah~ aku harus bersiap untuk mengajar, kau tetaplah waspada” peringat rian dan segera memutus sambungan, ia berjalan tergesa mengambil minuman dan meminum 3 obat penenang sekaligus
Aah~ semua akan baik-baik saja” gumam rian dan mulai bersiap untuk pelajaran selanjutnya
.
.
Rumah keluarga park
Samcheon tak ingin menginap disini lagi?” tanya daehan sedih
Mianhae daehan-ah~ samcheon harus pergi~ keunde~ samcheon janji akan sering berkunjung” hibur kai, setelah berkutat dengan pikirannya, kai memutuskan untuk tinggal di pusat rehabilitasi untuk sementara waktu, hal itu pun didukung oleh chanyeol
Jinja? Yakso?” seru daehan semangat
Ne~ yakso~” angguk kai, dan ia segera berdiri menatap chanyeol
Hyung jaga daehan dengan baik~ aku akan berkunjung” ucapnya dibalas anggukan chanyeol
Eoh! Kami akan mengunjungimu jika kau ingin” ucap chanyeol “baiklah~ berkunjung jika kalian sempat. Dan… Apa yang akan kau katakan mengenai jiyeon padanya?” ucap kai serius dengan suara pelan
Chanyeol terdiam, sekilas menatap daehan yang hanya diam menatap keduanya “aku akan mengatakan yang sebenarnya, namun tak sekarang” lanjutnya dibalas anggukan kai
Geure~ baiklah! Aku harus segera pergi” pamitnya
“Ne! Jushime!”
“Jushime samcheon~”
.
.
Biar kubantu” seru myungsoo bergegas memapah jiyeon
Gomawo oppa~
Myungsoo tak menjawab, walau ia senang jiyeon -jiyi- tersenyum padanya, perasaan mengganjal terus menghampirinya
Istirahatlah~ oppa akan keluar sebentar untuk membeli bahan makanan dan menyiapkan makan malam~ tidurlah” ucap myungsoo, mengecup kilas kening jiyeon yang tersenyum padanya
Ne~ gomawo oppa~ cepatlah kembali” ucap jiyeon dan myungsoo pun mengangguk
Jiyeon hanya duduk diam di ranjang, begitu mendengar suara langkah myungsoo dan suara mobil yang menjauh, jiyeon langsung begegas mencari ponsel jiyi untuk menghubungi seo yul
Yeoboseyo? Seo yul-ah~ eotte?” tanya jiyeon poin the poin
“Negatif! Mereka bukan yang asli!”
Mwo! Eotheokhae? Dan bagaimana kita memberitahu mereka? Li ahn sudah terbunuh!” panik jiyeon, walau ia sendirian, ia tetap memelankan suaranya
“Tenanglah~ aku dan rian akan menghubungi mereka, kau kemana saja sejak kemarin?”
Aku berada dirumah sakit, aku diserang seorang yeoja saat bertugas” jelas jiyeon yang sudah memeriksa berkas-berkas jiyi
“Mwo?! N-nugu? J-jangan bilang… Geure! Ceritakan saat kita bertemu, aku akan menutup telfon sekarang, akan sangat bahaya jika tersadap”
Ne~ baiklah! Kabari aku lagi!” ucap jiyeon meletakkan ponsel di nakas, sejak tadi manik matanya telah berfokus pada sebuah buku berwarna abu-abu dengan motif kotak-kotak silver
“Mwoya?”
Eoh?! B-buku harian?” gumam jiyeon terkejut, ia pun memeriksa lemari buku jiyi dan menemukan dua buku harian lain yang sudah penuh, sementara buku pertama yang ia temukan baru terisi setengah
Jiyeon mulai membaca buku harian jiyi, mulai dari buku yang terlihat lebih usang dari yang lain, buku harian pertama jiyi
Jiyeon tersenyum membaca isi buku harian jiyi, di buku pertama berwarna merah bata itu, jiyi menceritakan masa-masa awal ia mengenal myungsoo dan hari-harinya yang ia habiskan bersama myungsoo
Jiyeon terus membaca buku harian jiyi, baginya itu cukup menarik, ia pun semakin mengerti bagaimana jiyi dan juga myungsoo. Saking serunya membaca ia tak menyadari hari semakin sore
.
.
Sementara itu, Villa keluarga Xi
Hah! Bosan!” gerutu hyun jung, melempar remot tv dan membaringkan dirinya di ranjang
Aku mau jalan-jalan~” gumamnya “ah! Baiklah! Aku akan merengek pada luhan oppa~ aku akan memintanya membawaku jalan-jalan
.
Tok tok
Oppa~ luhan oppa~” panggil hyun jung mengetuk pintu kamar luhan
-cklek-
Oppa?” panggilnya lagi begitu tak ada jawaban “eoh? Ah~ sedang mandi rupanya….. Baiklah! Kesempatan!” lanjutnya begiti terdiam beberapa saat
Aku ingin ramen~ ah! Aku akan ke supermarket saja, sepertinya tidak terlalu jauh dari sini hehe” monolog hyun jung riang
Setelah memakai dress silver selutut dan jaket pinknya dan tas selempang berwarna senada, juga boot pink pudar selutut, hyun jung pun bergegas keluar villa, dengan sangat hati-hati ia memperhatikan sekitar
-cklek-
-blaam-
Hah! Aman!” serunya senang, memperbaiki poni dan rambut bergelombangnya
Saking senangnya hyun jung berlari riang sembari bersenandung “masih siang~ kurasa tak akan ada hal buruk yang terjadi~ lalalalala” gumamnya sembari bernyanyi
.
Hyun jung?!” panggil luhan, setelah mandi ia berniat mengajak dongsaengnya keluar untuk makan siang “apa dia tidur?”
Hyun jung-ah~ oppa masuk ne~
-cklek-
Eoh?! HYUN JUNG?!” teriak luhan panik tak menemukan hyun jung, luhan berlari cepat memeriksa seisi rumah, memanggil nama dongsaengnya berkali-kali
Ck! Ia pasti keluar lagi!” kesal luhan, setelah memastikan semua pintu villa terkunci rapat, luhan berlari menuju basemen
.
.
Pusat rehabilitasi sentral 5 Seoul
Baiklah!” seru kai menyemangati dirinya begitu melihat papan penunjuk arah didepannya, dengan perlahan kai berjalan mengikuti arah papan itu mengamati sekitar yang memang tak terlalu ramai, hanya terdapat beberapa rumah sederhana disepanjang jalan menuju pusat rehabilitasi
Setidaknya tak terlalu jauh dari pusat kota, jika tidak, akan merepotkan jika mereka -chanyeol dan daehan- ingin berkunjung
Lalalala~
Kai terdiam, samar a mendengar senandungan yeoja, suara lembut yang mengingatkannya pada jiyeon
Lalala~ ramen~ ramen~ ramen~
Kembali kai mendengar suara yeoja itu, suara yang semakin terdengar jelas dari arah depan
Kai menyipitkan matanya begitu melihat seorang yeoja yang berlari pelan dengan riang dari arah depannya
Sementara yeoja yang diperhatikan kai, yang tak lain adalah hyun jung terus menyanyi riang, sesekali ia memutar-mutar tubuhnya saking semangat
Ramen~ lalalala…. Kyaaaaa!!!
-bruuk-
O-ommo! M-mianhae~ jongmal mianhae~” panik hyun jung begitu dirinya menabrak namja didepannya
Gwaenchana?” tanyanya panik, membantu namja itu berdiri
J-jiyeon? JIYEON?! “seru namja yang tak lain adalah kai, matanya membelalak begitu menatap wajah hyun jung yang sama persis dengab jiyeon
N-ne? Jiyeon? Nugu?” tanya hyun jung bingung
-tiin tiin-
HYUN JUNG!
Hyun jung menoleh, begitu terkejut mendapati sang oppa berada tak jauh darinya sedang menyetir mobil
-blam-
Yak! Sudah kubilang jangan keluar rumah sendirian!” amuk luhan menuruni mobil menghampiri hyun jung dengan cemas
Hyun jung?” gumam kai
Ne? Ah ne~ nan hyun jung imnida~ igeoneun nae oppa luhannie” ucap hyun jung ramah, tak menghiraukan luhan yang kesal padanya “mianhae aku menabrakmu tadi” lanjutnya dengan kekehan pelan
Kai tak menjawab, ia begitu terpaku menatap hyun jung, wajah yang serupa dengan jiyeon membuatnya tak mampu berkata-kata
Annyeonghaseyo~ mianhae dongsaengku menabrakmu tadi, sebagai kakaknya aku minta maaf” sambung luhan kali ini mendorong kepala hyun jung untuk membungkuk meminta maaf
A-ah n-ne, g-gwaenchana” ucap kai, walau masih sangat syok, ia mencoba untuk terlihat tenang
Kau baru pindah kemari?” tanya hyun jung semangat
Ne? Ah ne” ucap kai begitu ia melihat arah pandang hyun jung pada kopernya
Kemana? Mau kami antar?” lanjut hyun jung semangat
A-anhiyo gwaenchana” tolak kai
Jinja? Geureyo~” jawab hyun jung lesu
Kajja pulang” ucap luhan segera menggandeng hyun jung
Eh… Wae pulang, aku mau ramen~” rengek hyun jung tak di gubris luhan
Mianhae sudah mengganggu perjalananmu” ucap luhan membungkuk pada kai
N-ne gwaenchana” balas kai yang masih terpaku menatap hyun jung
Benarkah ia bukan jiyeon?” gumam kai
.
.
Tap tap
-cklek-
Kau darimana saja?” tanya namja tinggi berkacak pinggang didepan yeoja berambut pirang
Wae? Aku hanya jalan-jalan” ucapnya santai, yeoja berambut pirang dengan wajah pucat itu melangkah menuju mini bar dan menegur segelas bir
“Dengar! Jika kau meneruskan niatanmu kau akan terbunuh!”
Ck! Siwon! Diamlah! Kau tak tahu rasanya menjadi diriku!” teriaknya kesal, meletakkan kasar gelasnya dan menuju ruangan lain di balik ruangan remang itu
Yak! Jiyon! Kembali kemari!” teriak siwon kesal, yang sama sekali tak di gubris
Sementara itu, yeoja bernama jiyon terlihat kesal mendengar panggilan siwon, ia mengunci pintu kamarnya dan berjalan menuju nakas berwarna coklat tua
Ia membuka laci paling bawah, dengan wajah dingin ia menatap foto usang itu dan seketika aura kemarahan kembali mencuat dihatinya
J! Kalian harus menerima akibatnya!” gumamnya penuh amarah, memperhatikan foto berisi suami istri yang masing-masing memeluk putra dan putri mereka dengan senyuman bahagia yang terpetak jelas diwajah mereka berempat
Oppa~ akulah dongsaengmu~” gumamnya parau, meletakkan kembali foto itu kedalam nakas dan menatap nanar kearah jendela didepannya
Akulah yang asli!” ucapnya yakin, memejamkan matanya merasakan hangatnya cahaya matahari
.
.

TO BE CONTINUE

Annyeong chingudeul~ #lambailambai
Mianhae… Jongmal neomu mianhae… Author updatenya kelewat lama… #laptoprusak
Karna ga ada laptop akhirnya author nulis lewat HP… Karenanya mianhae kalo banyak typonya #sujudmintamaaf
Eotteyo? Apa ceritanya menarik? Atau malah bosenin 😖 mianhae kalo kurang menarik…
Mianhae kalo kepanjangan #deepdeepbow
Keunde… Gomawo ne buat kalian tang masih mau nunggu ceritanya dan masih mau baca hehe author seneng hehe
Lastly… Author sekali lagi minta maaf buat keterlambatan updatenya #bow
Komen juseyo…
Kamsahamnida~ #bow

5 responses to “[CHAPTER-PART 7] ORIGINAL

  1. Muncul lagi kloningan yg mirip sma jiyeon.. Aigoo makin banyak ajj org yg mirip sama jiyeon, aku sampai bingung sendiri… Keundae gwaechana cerita ‘y ttp Bagus hehe…
    Hwaiting ngelanjutin part selanjutnya.. Klo bisa jgn lama” nee…

  2. eik.. spa lg tu jiyon n hyunjung?
    makin lama jiyeonx jg makin bnyak
    Pakah yg mnyerang jiyeon wktu tu adlah jiyon? lalu spa tu J? n pa bnar jiyon adlah yg asli?.
    Nextt…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s