[CHAPTER-PART 9] I LOVE MY BROTHER

I Love My Brother

 

Love My Brother

Written by Angeljypark

Park Jiyeon | Park Chanyeol | Oh Sehun | Kim Jong In | Kris Wu | Kim Taehee | Park Yoochun | Park Minyoung

Family | Friendship | Romance | Chapter

===

I Love My Brother

 

Previous Story, Part 8

Sehun-ah~ kau ingin ikut? “Tawar jiyeon “Eoddiso noona?”

Menemani kai dan jongkook menunggu operasi kris-ssi selesai

Yeosob?” “ne! Chingu jiyeon~! Astaga ia berisik sekali appa~! Bahkan tadi hampir sejam ia merangkulku terus! Satu jam!! ”Heboh chanyeol

Hahaha ia benar-benar menyayangimu, adopsi saja “canda yoochun

Sementara itu, tanpa mereka sadari, para pasien juga para suster dan beberapa dokter memperhatikan mereka, cukup aneh bagi mereka melihat anak seumur chanyeol yang masih lengket seperti itu pada sang appa. Namun, entah mengapa, justru pemandangan didepan mereka inilah yang sangat mereka suka, kedekatan seorang appa dan anaknya, yang terlihat begitu bahagia.

===

I LOVE MY BROTHER

Tit tit tit

Ruang operasi tempat kris berada sangatlah tenang, hanya terdengar suara pendeteksi jantung dan beberapa alat operasi yang berbenturan di meja peralatan. Soo ro dan boram sangat serius dalam melakukan operasi. Sementara itu, mason yang melihat terus memeluk bola plastik motif pelanginya dengan erat, berharap kris baik-baik saja

Tok tok

Ketukan di pintu ruangan tempat mason, kai dan jongkook berada mengalihkan pandangan mereka serempak

N-ne! “Seru jongkook bangkit berdiri “annyeonghaseyo” sapa sehun yang muncul dari balik pintu

Eoh? Kau? “Tunjuk jongkook “hai jongkook-ah~” sapa jiyeon menyembulkan kepalanya dari balik pintu

Eh? Jiyeon-ah~ “seru jongkook “ah~ kau juga ikut kemari “sergah kai menatap sehun yang mengangkuk mengiyakan

Noona~ “panggil mason menghampiri jiyeon yang duduk di kursi roda, dengan sehun yang mendorongnya masuk dan jongkook yang membantu menutup pintu

Kau dongsaeng jiyeon? “Tanya jongkook yang samar mengingat sehun

Ne! Bangapsumnida hyungnim! Sehun imnida~ “sapanya “ah ne~ jongkook imnida, nado bangapda “balas jongkook

Kai~ gwaenchana? “Tanya jiyeon lembut, lengannya sudah di gandeng mason

Eoh n-ne gwaenchana “angguk kai tersenyum lembut

Kajja noona duduk didekatku “ajak mason berusaha mendorong kursi roda jiyeon, melihat itu sehun pun mengambil alih

Eh? Kamsahamnida hyung~ mmm… Nuguseyo? “Tanya mason kikuk

Nan jiyeonnie noona namdongsaeng~ sehun imnida “ucap sehun sedikit membungkukkan tubuhnya agar sejajar dengan mason

Ah! Nan mason imnida~ bangapsumnida hyungnim! “Balas mason semangat membungkuk hormat membuat mereka terkekeh

Mason pun segera duduk disebelah jiyeon diikuti kai disisi kirinya dan jongkook sementara sehun, memilih duduk di sisi kanan jiyeon

Suasana seketika menjadi sepi, mereka fokus pada operasi kris. Jiyeon dan sehun, walau pun mereka adalah korban dari apa yang kris lakukan, mereka tahu itu tak sepenuhnya salah kris. Apalagi setelah jiyeon mendengar percakapan kris dan yeoja aneh itu, ia pun memahami mengapa kris bersikap seperti itu

Jiyeon menoleh pada kai yang sangat fokus dan terlihat cemas mengamati kris, wajah jiyeon pun semakin menyiratkan kekhawatiran, dan dengan perlahan ia meraih bahu kai, mengusapnya lembut

Kai yang mendapat perlakuan lembut jiyeon pun menoleh kaget dan tersenyum, tangannya pun tergerak untuk menggenggam jemari jiyeon di bahunya, ia sangat berhati-hati dikarenakan luka yang ada di pergelangan jiyeon

Mason yang merasa ada pergerakan disisi kiri dan kanannya pun celingukan dan tersenyum senang melihat jiyeon dan kai

Apa aku salah tempat duduk? “Batin mason memiringkan kepalanya lucu

Suasana masih sangat tenang, kelimanya begitu fokus melihat proses berjalannya operasi, sesekali mason yang bosan dengan posisi duduknya bersandar pada jiyeon, meminta yeoja manis itu mengusap-usap kepalanya

~Day by day we have lost our age~

Jiyeon, kai, mason dan jongkook serempak menoleh pada sehun begi mendengar dering ponsel

Eoh?! Mianhae hyung~ noona~ dongsaeng-ah “seru sehun dan segera beranjak keluar

-Cklek-

Appa? “Ucap sehun begitu menerima telfon

Ne~ kami sedang menemani chingu jiyeon noona~ “jelas sehun “eoh~ kerabatnya sedang dioperasi appa~ ne! Di lantai 8 “lanjut sehun

Ah~ geureyo~ ne appa~ tunggulah di kamar rawat saja~ kami baik-baik saja appa~ “jelas sehun lagi mengakhiri telfonnya

.

Lobi Rumah Sakit

Taehee unnie? “Seru minyoung begitu telfonnya tersambung

“Minyoung-ah~ waegeure?”

Unnie~ aku dan yoochun oppa baru saja tiba di rumah sakit” ucap minyoung mengambil jeda “ia sedang berbicara dengan chanyeollie sekarang~”

“MWO!!”

O-ommo~! Unnie~!! “Kesal minyoung, terlonjak kaget akibat pekikan taehee

Keke mian~ mian~”kekeh taehee begitu juga minyoung, sesaat mereka terkekeh bersama hingga taehee tak mengeluarkan suaranya lagi

Jika chanyeol bisa menerimaku~ ia akan melakukan yang sama untuk appanya sendiri “ucap minyoung lembut, mengerti akan kepanikan taehee

“Eoh! Ne~! Gomawo ne minyoung-ah~ mianhae~ hari ini aku harus mengikuti rapat~ woobin baru saja memberitahuku~ aku akan kerumah sakit untuk menjemput jiyeon besok”

“Ne unnie~ aku pun akan menjemput sehun besok~ baiklah~ unnie aku akan menunggu mereka~ aku akan menghubungimu lagi”

“Ne~ gomawo ne minyoung-ah~”

-PIP-

Haa~ sepertinya aku akan menunggu di sini saja” gumam minyoung celingukan mencari tempat duduk di lobi

Saat ia berpamitan pada chanyeol dan yoochun, bahwa ia akan menyusul jiyeon dan sehun, ia berbohong, jujur saja hanya alasan itu yang muncul di pikirannya, bukan berarti ia tak ingin menemani jiyeon dan sehun, menurutnya lebih baik memberi mereka waktu bersama chingu mereka

Baiklah~ mungkin aku ke cafe saja~”gumam minyoung yang mendadak bosan hanya duduk di lobi “kurasa setelahnya aku akan ke toko kue saja~ ah! Aku harus ke toko buah~ chanyeol butuh banyak makanan sehat~” minyoung terus bergumam semangat, memikirkan apa saja yang akan ia lakukan setelah ini

.

.

Kantin Rumah Sakit

Kau benar-benar suka makan “kagum yoochun terus memperhatikan chanyeol yang sejak tadi sibuk mengunyah

Dan appa masih saja suka makanan manis~! “Sambar chanyeol dengan mulut penuh bulgogi pedas manisnya

Mendengar ucapan chanyeol, yoochun hanya bisa tertawa canggung, ia tak menyadari bahwa sejak tadi terus memesan makanan manis, seperti cake dan coklat panas

Sama seperti jiyeon dan sehun saja “lanjut chanyeol lagi begitu meneguk minumannya

Haha majjayo~!” tawa yoochun begitu mengingat kesamaan akan dirinya dan kedua anaknya yang lain “hanya kau saja yang memiliki selera seperti ommamu~” sambungnya diikuti anggukan chanyeol

Melihat chanyeol yang begitu lahap membuat yoochun tersenyum senang, begitu senang akhirnya ia mampu melihat putra sulungnya seperti dulu, walau saat ini wajah dan sangat tirus dan pucat

Chanyeol-ah~ “panggilnya lembut “waeyo?”jawab chanyeol menoleh bingung

Bagaimana kesehatanmu? Apa yang jaejong katakan? “Tanya yoochun cemas

Yaaah~ kondisiku tak begitu baik~ keunde lebih baik daripada jika aku tak berhenti “timpal chanyeol santai “aku harus kerumah sakit setiap 3 hari sekali selama 2 bulan dan cukup seminggu sekali setelahnya~” jelasnya

Mianhae chanyeol-ah~ “ucap yoochun cemas “haaa~ jangan membahasnya lagi~ permasalahan itu sudah selesai setengah jam lalu~ “gerutu chanyeol dan yoochun pun tertawa

Ah! Appa~ libur musim panas nanti apa appa dan minyoung omma akan mengambil libur? “Tanya chanyeol semangat

“W-waeyo chanyeol-ah?”

Mmm… aku ingin kita semua pergi berlibur saja hehe “kekeh chanyeol mendadak kikuk, ia sangat ingin berlibur bersama keluarganya, namun keinginannya selalu ia urungkan mengingat keadaan keluarganya beberapa tahun ini

Yoochun yang menyadari kegugupan chanyeol pun mengerti, ia tersenyum dan mengangguk semangat “kau ingin berlibur ke mana? Tentu appa dan minyoung omma akan mengambil libur “ucapnya membuat mata chanyeol berbinar semangat

JINJA~!!! YEEAAHH~!! “Chanyeol yang tak dapat menahan perasaan senangnya pun berteriak heboh

Bagaimana kalau… PANTAI! Ne! Kita ke pantai ne appa~ ne ne ne~ “pinta chanyeol manja

Geurom! Kita ke pantai! “Seru yoochun tak kalah semangat melakukan tos dengan chanyeol

YEEAAH~ jiyeonnie pasti akan senang~ ia sangat ingin ke pantai~ “cerita chanyeol

.

.

Ruang Tunggu Operasi

-Tit-

Suara lampu di belakang ruangan terdengar, lampu yang semula berwarna merah berubah menjadi hijau. Begitu melihat soo ro dan boram membawa keluar kris, Kai, jiyeon, jongkook, mason dan sehun segera berdiri, berniat meninggalkan ruangan

-cklek-

Permisi~ “sapa seorang suster “Dokter Boram meminta untuk menunggu di kamar 707 di lantai 7 “jelasnya dan meminta mereka untuk mengikutinya

.

Mohon tunggu sebentar, saya akan menemui dokter boram “ucap suster itu meminta mereka menunggu didepan kamar rawat

Kai mengangguk, namun ia tak bisa tenang, mason yang berada di sebelahnya pun menoleh bingung dan meraih tangan kai “hehe” kekeh mason membuat kai tak bisa menolak untuk tersenyum, ia pun menggenggam tangan mason dan dengan cemas menunggu

Noona~” panggil sehun “waeyo sehun-ah?” jiyeon menoleh menatap heran sehun yang memanggilnya sembari berbisik

Sehun menatap sekilas ponselnya dan beralih pada jiyeon ragu “w-waeyo~?!” desak jiyeon

Omma mengirim pesan~ appa dan chanyeol hyung ada di kamar rawat “terang sehun pelan, jiyeon yang hampir memekik pun membungkam mulutnya sendiri, tak ingin mengganggu yang lain

M-minyoung omma bersama m-mereka?! “Tanya jiyeon gusar dan sehun pun menggeleng ragu

Omma sedang pergi, ia tak ingin mengganggu mereka “jelas sehun menunjukkan isi pesan sang omma pada jiyeon

Haaa~ eotheokhae~? K-kita temui mereka saja? “Tanya jiyeon “anhiyo noona~ beri mereka waktu berbicara, aku yakin mereka akan baik-baik saja~” bujuk sehun

Geureyo “angguk jiyeon pelan menunduk lesu

-cklek-

Annyeong~ “sapa boram, ia tersenyum begitu melihat kai “masuklah~” pinta boram

“Noona~ hyungie gwaenchana” “ne mason-ah~ hyungie gwaenchana~ besok hyungie sudah bisa pulang~”terang boram menatap sekilas kai

Kai pun dengan ragu masuk, sementara jiyeon, sehun dan jongkook memilih menunggu, memberi waktu pada keduanya

Annyeonghaseyo~ “sapa kai “ah~ jadi kau dongsaeng kris~ kemarilah~ “panggil soo ro ramah

N-ne!” angguk kai, ia mendekat dan menatap cemas kris “ia baik-baik saja~ hyungmu sangat kuat~ “hibur soo ro

Ne~! Hyung memang sangat kuat~!” kekeh kai begitu juga soo ro “ahjussi~!”

“Ne?”

Neomu kamsahamnida!” ucap kai lantang membungkuk hormat

Aigo~ gwaenchana~ ia sudah kuanggap seperti keluargaku sendiri~ “terang soo ro menepuk lembut bahu kai “dan kau pun begitu~ “lanjutnya membuat kai tercengang

Kau dan hyungmu, tinggalah di rumahku “pinta soo ro menatap manik mata kai yang terlihat ragu

Kris masih membutuhkan perawatan dan akan sulit baginya jika harus pulang pergi rumah sakit, bukankah kau juga harus kuliah? Dan kudengar kau juga bekerja, kau akan sangat sibuk jika merawat hyungmu sendiri “terang soo ro “dan lagi… mason akan merengek jika berpisah dengan kris hahaha “tawa soo ro membuat kai menyunggingkan senyumannya

Baiklah~ keunde~ aku tak bisa tinggal tanpa melakukan apa pun untuk keluarga anda “terang kai

“Haaa~ aku tahu kau akan berkata begitu, untuk saat ini, selesaikan kuliahmu, dan kita lihat apa yang bisa kau lakukan dirumah sakitku”

“Ne? R-rumah sakit?”

Eoh! Kau akan bekerja disini jika ingin membalas budi “ucap soo ro diselingi tawanya

Kai menunduk, ia tak tahu harus bagaimana, namun mengingat akan apa yang sudah di lakukan keluarga jeon pada kris dan begitu baik padanya, kai pun kembali menatap soo ro dengan yakin

“Ne! Aku akan melakukannya! Percayalah padaku!”

Ucapan kai sontak membuat soo ro tersenyum “geure! Aku mengandalkanmu!” ucap soo ro “baiklah, kau temani hyungmu, kurasa chingu-chingumu juga ingin menjenguk” ucap soo ro beranjak keluar

Appa~!” pekik mason langsung berhambur memeluk soo ro

Mason-ah~ masuklah~ temani hyungie “ucap soo ro dan beralih menatap yang lainnya

Kalian juga, masuklah” ucapnya mendapat anggukan jiyeon, sehun dan jongkook

Appa harus kembali ke kantor appa, kau urus sisanya ne boram-ah~ “pinta soo ro dan menurunkan mason dari gendongannya

“Ne appa~”

Baiklah~ sebaiknya kita segera masuk” ajak boram

.

kantin Rumah Sakit

Haa~ aku kenyang~ appa kajja kita kembali saja~ “pinta chanyeol, di kepalanya hanya terngiang tempat tidur jiyeon, ia mengantuk

Geure~ ah! Kau ingin membawa cemilan tidak?” tawar yoochun

Cemilan? Lebih baik membeli bulgogi asam manis lagi~ “ucap chanyeol santai “itu bukan cemilan~!” gerutu yoochun

“Anhiyo appa~ taemin dan yang lainnya sudah membawa banyak cemilan hari ini”

“Geureyo~ baiklah~ kajja kita kembali”

.

Eoh? Kemana mereka?” bingung chanyeol begitu membuka pintu “bukankah mereka sedang menemani chingu jiyeon?” jawab yoochun

Ah~ majja~ baiklah~ aku akan tidur saja~” ucap chanyeol langsung melempar tubuhnya sendiri di atas tempat tidur jiyeon “aigo~ jiyeon akan murka melihatmu begitu” gumam yoochun, melihat chanyeol yang entah bagaimana sudah membuat tempat tidur jiyeon berantakan

.

Sementara itu…

Haaa~ kopi dan cake memang enak~ nyaaam~ “minyoung yang sejak meninggalkan rumah sakit terus tersenyum semakin melebarkan senyumannya begitu menyicipi beberapa menu di cafe

Bagaimana kabar oppa dan chanyeol? Apa mereka baik-baik saja~ haaa~ mungkin aku harus kembali~ ah! Buah! Baiklah~ aku akan membeli buah dan kembali” monolog minyoung segera menyerumput kopi dan memakan cakenya

.

Chanyeollie suka buah apa ya~ aarrghh!! Aku bingung~!” gerutu minyoung frustasi dan…

Ahjumma~ aku beli semuanya~ masing-masing 5 buah~” ucap minyoung lagi sembari tersenyum “apa aku membelinya terlalu banyak? Ah! Molla~ setidaknya lebih baik begini daripada tak ada yang disukai chanyeol nanti” batin minyoung

.

Kamar rawat 707

“K-kai?”

h-hyung! “ seru kai begitu mendengar panggilan kris

Kai yang sedang berbincang dengan jiyeon, sehun dan jongkook begitu terkejut, begitu juga mason yang sejak tadi berada di pangkuan kai

Hyungie~!” seru mason senang, merangkak turun dari pangkuan kai dan menghampiri kris

Kai-ah~ kami akan memanggil boram noona” ucap jongkook, kai pun menoleh, menatap sehun dan jiyeon yang tersenyum padanya

Sampai besok~’ ucap jiyeon tanpa mengeluarkan suara, walau ia masih ingin di sana, ia harus kembali ke kamar rawatnya, bagaimana pun ia juga pasien

Kai mengangguk dan membalas senyuman mereka, jongkook-ah~ kau menginaplah disini” pinta kai, jongkook mengangguk dan membuat tanda ‘ok’ dengan jarinya

Keunde, aku akan ke kantin sebentar, aku lapar~ yak! Mason-ah~ kajja~ kita ke kantin” ajak jongkook disambut anggukan berbinar mason

Roger!” sahut mason “hyungie~ aku akan segera kembali~”ucap mason, menatap kris yang belum sepenuhnya sadar

Keempatnya pun segera keluar, meninggalkan kris dan kai “hyung kau membutuhkan sesuatu?” tanya kai cemas dan sedikit canggung

Anhiyo” geleng kris menatap lekat kai “kai” panggil kris pelan “dongsaeng-ah” panggilnya lagi dengan suara serak, berusaha meraih bahu kai

Mianhae hyung~ mianhae~” ucap kai tertahan, menahan tangisnya “saat itu aku meninggalkanmu sendiri dan tidak kembali untuk membawamu kabur” tangis kai

Jika saja aku tak terlambat, jika saja aku lebih berani~ hiks… hyung tak akan mengalami berbagai hal mengerikan itu hiks…” kai kembali menangis, menundukkan kepalanya dalam, sementara kris yang mendengarnya tersenyum, ia yang sejak tadi menatap langit-langit ruang rawat kembali menatap kai

Anhiyo~ bukankah kau sudah berusaha saat itu?” gumam kris, dengan ingatan akan perlakuan boram pada mason, ia pun mengangkat tangannya dan mengusap lembut puncak kepala kai

Mendapat perlakuan yang begitu lembut dari sang kakak, kai pun sontak menangis, menangis begitu keras, ia menggenggam erat tangan kris yang berada di puncak kepalanya, ingin merasakan lebih lama kehangatan seorang kakak

Seakan kembali ke masa lalu, kai mengingat setiap kejadian yang ia dan kris alami semasa kecil, bagaimana dirinya yang bertingkah seperti mesin pembunuh, kris yang begitu mengagumi ibu angkat mereka, perlakuan kasar dan mengerikan yang mereka terima, teriakan dan rasa sakitnya yang selalu ia rasakan, hingga di saat ia bertemu dengan jiyeon untuk pertama kalinya

Jiyeon yang berlaku baik padanya, memberikan kehangatan pada hatinya yang tak pernah tersentuh oleh kasih sayang. Begitu juga chingu-chingu di sekolahnya dulu, yang sangat baik padanya dan chingunya yang begitu setia, jongkook, namja riang yang selalu membuat hari-harinya cerah, sahabat yang begitu berharga

Hyung~ syukurlah kau baik-baik saja hiks… aku begitu khawatir, kau keluargaku satu-satunya, aku merindukanmu hyung~” tangis kai, di sepanjang hidupnya ia tak pernah menangis seperti ini, hatinya begitu lega, ia mampu bertemu hyungnya dengan kondisi yang lebih baik

Nado~ mianhae kai-ah~ aku selalu menyulitkanmu, kau rela menjauhi chingu-chingumu dan juga jiyeon karenaku mianhae kai-ah~ mianhae~” ucap kris parau, dengan pelan ia mengusap puncak kepala kai

Kai menggeleng, ia sudah tak ingin mengingat kejadian memilukan di masa lalu itu, dengan sesenggukan kai pun menatap kris yang juga menangis

Hyung~ kau kembali~” ucap kai pelan sembari tersenyum, begitu bahagia kris akhirnya mampu menemukan jati dirinya

Ne~ aku kembali~” angguk kris dan keduanya pun tersenyum

.

Ah~ wae aku menangis~” gerutu boram sembari tersenyum, mengusap air matanya, ia sejak tadi mendengar pembicaraan keduanya, begitu datang ke kamar rawat setelah jongkook memberitahukan keadaan kris

Syukurlah mereka baik-baik saja~”gumam boram pelan, merasakan kelegaan yang begitu besar di hatinya

.

.

Koridor rumah sakit

Sehun-ah~ eotheokhae~?” cemas jiyeon begitu dirinya dan sehun sudah semakin dekat dengan kamar rawatnya

Gwaenchana~ mereka pasti baik-baik saja~” untuk kesekian kalinya sehun pun menenangkan jiyeon, walau ia pun sedikit khawatir dengan keadaan sang appa dan hyungnya

Langkah sehun terhenti begitu mereka berada didepan kamar rawat, jiyeon pun mendongakkan kepalanya menatap sehun dan mengangguk yakin

-sreek-

W-waaaaahhhaaaaaaaa…!!!” tanpa bisa ditahan Jiyeon dan Sehun memekik keras begitu membuka pintu

Mwohaneungoyaa!!” teriak jiyeon frustasi melihat tempat tidurnya, sementara sehun yang speechless hanya bisa menganga

Annyeong~! Eosseoseyo~!” sapa chanyeol dan yoochun bersamaan, keduanya sedang duduk bersila sembari menikmati belasan bungkus cemilan yang di bawa taemin dan yang lainnya

Kalian mengotori tempat tidurku!” amuk jiyeon beranjak berdiri dari kursi rodanya

Hiii~” gumam chanyeol ngeri “n-noona~ tenanglah~”bujuk sehun yang sebenarnya cukup takut begitu menyadari aura menyeramkan jiyeon

Bagaimana bisa!!” sembur jiyeon menatap sengit sehun yang terkejut setengah mati

Jiyeon kembali menoleh, menatap chanyeol “oppa! Kau melarangku memakannya tapi kau menghabiskan semuanya! Keterlaluan!” rutuk jiyeon bersiap untuk menerkam (?) chanyeol

Appa~!!” teriak chanyeol panik, dirinya langsung melompat turun dari tempat tidur dan berlari -jiyeon mengejarnya-

Kemari kau!” amuk jiyeon, kilatan matanya membuat sehun yang mematung “noona seram~” batin sehun dan beralih pada sang appa yang sudah ikut mengejar keduanya

Yaak! Yakk! Keuman! Keuman!” seru yoochun yang hanya dianggap angin lalu oleh jiyeon, yeoja itu hanya berfokus pada sang oppa

-HAP-

Kyaaa! Appa lepaskan~! Oppa~! Kemari kau!” amuk jiyeon, layaknya seorang kiper, yoochun langsung menangkap jiyeon yang berlarian mengejar chanyeol

Hiii~ mengerikan~ “gumam chanyeol yang sudah berlindung di belakang sehun “h-hyung jangan dibelakangku~” panik sehun, ia dan chanyeol berebut untuk berada di posisi belakang

Sehun~ kau membantunya eoh!” melihat tingkah absurd sehun dan chanyeol, jiyeon seketika berfokus pada sehun yang seakan melindungi chanyeol

A-a-anhi!! Anhiyo noona~!” jawab sehun lantang, berusaha menarik chanyeol maju untuk menjadi tamengnya

Aigo~ keumanhae jiyeon-ah~” bujuk yoochun yang kewalahan menahan jiyeon

Appado!” dengan tatapan ngerinya, jiyeon menoleh menatap yoochun

Hiiii~!!!” yoochun ikut-ikutan bergidik ngeri, ia pun melepaskan jiyeon dan berlari ke belakang sehun dan chanyeol

Yaak! Wae appa do!” teriak chanyeol frustasi “a-appa~ jangan dibelakangku juga!”gerutu sehun sekarang ialah yang berada paling depan diikuti chanyeol dan yoochun

Kaliaaaannn!!” teriak jiyeon

hhwwaaaaaaaaaa

-sreek-

Omma kembali~!” sapa minyoung dengan senyum cerah membuka pintu “eoh?” minyoung bergumam bingung melihat ketiganya berdiri takut merapat pada tembok dan beralih pada jiyeon yang terlihat cukup menakutkan

Omma~! Yeobo! “Teriak ketiganya membuat jiyeon ikut menoleh ke arah pintu

Eh? Minyoung omma~ kau sudah kembali~” sapa jiyeon mendadak ramah

Eoh! Ne~ aku kembali” angguk minyoung dengan wajah bingung

Ffiiuhh~ untung saja~’ gumam ketiganya bersamaan

Minyoung yang sebenarnya masih kebingungan pun teringat akan belanjaannya “baiklah~ karena semua sudah disini~ tada~…!!”

W-wwuuuuuaaaaaaaaaa!!! Banyaaakkkk!!” heboh jiyeon, chanyeol, sehun dan yoochun begitu minyoung membawa masuk belanjaannya

Apa saja yang kau beli?” ucap yoochun keheranan

Tadi aku membeli roti, karena enak aku membeli banyak, juga buah, karena aku tak begitu tahu kesukaan chanyeol, jadi aku membeli semua jenis buah hehehe” jelas minyoung semangat

Ommo!” hanya satu kata itu saja yang keluar dari mulut keempatnya

.

-10 menit kemudian-

Jiyeon berdiri didepan tempat tidurnya sembari berkacak pinggang, menatap lekat-lekat chanyeol dan sang appa yang sedang membersihkan tempat tidurnya dan sehun yang sudah mereka kotori dengan berbagai jenis snack pemberian taemin dan yang lainnya

Hm! Bagus!” ucap jiyeon layaknya bos, ia segera berjalan dengan angkuhnya menuju tempat tidur

Oppa~ aku mau kue~!” pinta jiyeon dan dengan gerutuannya chanyeol mengambil kue di nakas

Kau sudah makan banyak kue sejak kemarin!” protes chanyeol “dan oppa menghabiskan cemilannya dalam setengah hari!” bela jiyeon

Enak saja! Appa juga!” gerutu chanyeol menunjuk yoochun yang baru saja duduk di ranjang sehun

Mwo?! Na?! Wae! Kau kan yang meminta untuk mengambil cemilan!” bela yoochun

Apa mereka selalu bertengkar seperti ini?”batin sehun yang sedang membantu minyoung menyiapkan buah

Minyoung yang juga mendengar pertengkaran ketiganya pun menoleh, ia terkekeh dengan tingkah mereka, namun seketika senyumnya memudar, perasaan bersalah kembali menghampirinya.

Minyoung pun menoleh pada sehun yang masih terbengong melihat pertengkaran ketiganya, dan ia pun tersenyum sendu, menatap putranya yang juga selama ini mengalami banyak kesulitan akibat statusnya

Isshh! Kalian berdua sama saja!” gerutu jiyeon yang sebal dengan semua pembelaan-pembelaan chanyeol dan sang appa

Jiyeon yang tak sengaja menatap sehun pun teralih pada minyoung yang terlihat murung, walau ia tak tahu pasti penyebabnya dengan cepat jiyeon melompat turun dan menghampiri minyoung

Omma~ aku mau buahnya” pinta jiyeon manja “ciih! Dasar manja!”cibir chanyeol mendudukan dirinya di ranjang jiyeon

Mwo! Oppa juga! Oppa manja! “Timpal jiyeon kesal dan mereka pun kembali bertengkar

Jiyeon mengumbar-ngumbar kebiasaan aneh dan memalukan chanyeol yang juga dibalas oleh chanyeol, hal ini pun membuat sehun, yoochun dan minyoung tertawa, suasana pun kembali ceria

Sementara itu…

Kantor

Haaa~ kapan rapatnya selesai~! Aku ingin kerumah sakit juga~!” batin taehee merengek sebal, dan beralih menatap woobin yang sangat serius mendengar presentasi salah satu ketua devisi

menyebalkan~!!” batinnya lagi frustasi

.

.

Gedung Tua

“Uhhuk arrgh”

Jadi~ dimana namja itu eoh?!” ucap seorang namja bertubuh kekar pada salah seorang chungu chanyeol yang sudah babak belur

Bos!” panggil salah satu bawahannya

Mwo?!” dengan kasar namja itu pun melempar namja yang ia pukuli

Ah~ suho~ kau disini~”ucapnya senang “kau dan chingumu membuat pelangganku berkurang!”

-bugh-

“arrghh”

Hahaha

Lihat dirimu! Setelah mengambil pelangganku, kau memutuskan berhenti! Dan chingu sialanmu itu menyuruh mereka berhenti memakai narkoba?! Kalian ingin mati eoh!” teriaknya tepat didepan suho

Suho telah memutuskan berhenti menjadi pengedar, setelah tahu chanyeol berhenti memakai narkoba. Ia pun tahu beberapa chingu mereka pun berhenti menggunakan narkoba setelah mendengar cerita namja yang dibujuk chanyeol untuk berhenti, membuat beberapa pengguna memilih untuk masuk pusat rehab dengan kesukarelaan untuk berhenti memakai narkoba

Namun masalah lain muncul ketika pengedar dari wilayah lain mengetahui hal itu dan merasa rugi karena berkurangnya pelanggan

Kau benar-benar bodoh! Datang kemari untuk mati!” teriaknya lagi dan kembali memukul suho

Beberapa saat lalu salah seorang chingunya yang dulunya pecandu menghubunginya, mengatakan bahwa dirinya dan beberapa chingu lainnya dikeroyok

“Panggil dia kemari!”

-bugh-

PANGGIL PARK CHANYEOL KEMARI!” teriaknya kesal memberikan hantaman terakhir di pelipis suho membuat namja itu pingsan

Hei kau! Bawa dia kemarkas!” perintahnya pada bawahannya

Jika kalian ingin namja ini kembali hidup-hidup! Suruh park chanyeol menemuiku besok pukul 10 malam di depan markasku! ARRA!” teriaknya mengancam mendapat anggukan chingu-chingu suho dan chanyeol yang babak belur

TO BE CONTINUE

Annyeonghaseyo chingudeul~

Mianhae~ jongmal mianhae~ author baru nongol lagi huwee~

Mianhae author lama updatenya dan maaf juga kalo cerintanya kurang memuaskan #bowbowbowbowbowbowbowbow

Maafkan angeljypark ne~ jebaal~

Semoga ff ini masih diminati redearsdeul #amin

Kamsahamnida ne~ sudah mampir baca hehe

Komen juseyo~

Kamsahamnida~ #deepdeepbow

4 responses to “[CHAPTER-PART 9] I LOVE MY BROTHER

  1. seneng dehh liat akhirnya mereka bisa bahagia kyk gitu, bisa kompak mereka. apalagi diselingi bercanda melulu hahha.
    oowwe bakal ada masalah apa lagi tuh???
    moga aja ntar chanyeol gak knpa2, suho juga kasian kalo knpa2 padahal suho baik udah nasehatin chanyeol biar berhenti.

  2. Iya mason kamu salah duduk..hehe
    Wahhh jiyi marah chan sembunyi blakang sehun malah tdi ayah jiyi yg berusha melarai malah ikutan sembunyi di blakang sehun hahah…

  3. Lama updatenya, akhirnya muncul juga next chapternya. Untung g lupa sma ceritanya. Ceritanya makin seru.. Apa yg akan terjadi sma chanyeol nanti, apa jiyeon akan ikut terlibat? Penasarann.. Keluarganya akhirnya rukun, jungkook banyak nongol lg🙂 . semoga g lama updatenya.. Hehehe..

  4. Akhirnya akhirnya akhirnya.. Ff ini muncul jg, udh lama bgt aku nunggu kelanjutan ff i love my brother…
    Akhirnya chanyeol dan yoochun berbaikan jg.. Seneng deh ngeliat chanyeol bersikap manja.. Lucuuuu
    Semoga kedepannya keluarga jiyeon makin harmonis…
    Aigoo ada masalah apa lagi ini.. Aku harap chanyeol dan juga suho baik2 saja…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s