[CHAPTER-PART 6] ORIGINAL

 

Original Part 1-3

ORIGINAL

Written by Angeljypark

Main Cast

Park Jiyeon | Kim Myungsoo | Park Chanyeol

Together with

Kim Jong In | Woo Tae woon | Kris Wu | Song Daehan | Yoo Seunghoo | Choi Sungmin

Genre: Family | Crime | Mystery | Romance | Comedy

Rating: General | Length: Chapter

===

ORIGINAL

Previous story, part 5

Pergerakan Rian terhenti, ditatapnya cangkir milik jiyeon dan kembali berpikir. “aku yakin ialah yang asli” batin rian kembali membereskan ruangan dan menuju kamarnya di lantai atas.

===

ORIGINAL

– Chapter VI –

Oppa, masuklah, aku akan menemuimu lagi besok jika sempat “ucap jiyeon memarkir mobilnya di depan pagar belakang rumah mereka. Tak menyadari akan chanyeol yang termenung memikirkan sesuatu

W-waegeure? I-ia bahkan terlihat sama dengan dongsaengmu sendiri! Ia bahkan memiliki nampyeon! Neo waegeure park chanyeol! “batin chanyeol frustasi

“O-oppa?”

N-ne! Neodo, jushime, ini sudah tengah malam, jangan ngebut dan langsung pulang “ucap chanyeol mengecup kilas dahi jiyeon dan turun. Ia kembali menggelengkan kepalanya berusaha melupakan pemikirannya tadi

Ne, oppa, annyeong “angguk jiyeon segera melajukan mobilnya dan chanyeol segera masuk

Ckleekk

Nugu?! “Tanya seseorang dari arah samping halaman belakang chanyeol

O-ommo! Gapjagi! Yak! Kai! Mwohaneungoya! “pekik chanyeol histeris menemukan kai yang berdiri dengan lesu di sana

Aku menunggumu! Aku ingin masuk melihat kamar jiyeonku! Aku merindukannya “ucap kai dengan nada membentak namun juga lemas, kesedihannya masih begitu melekat

Haah~ geure! Masuklah! Malam ini kau kuijinkan menginap! Tidurlah di kamarnya jika kau mau “tawar chanyeol membuka pintu rumahnya, membuat senyum lebar menghiasi wajah kai

Jinja?! Gomawo! Gomawo! “ucapnya begitu senang langsung mengekor dibelakang chanyeol yang hanya tersenyum tipis mendengarnya

Kau tak mabuk?! Tumben “ucap chanyeol menyodorkan jus apel pada kai yang terlihat sedang mengenang jiyeon, menatap seisi rumah sendu

E-eoh? Wae! Memangnya tak boleh?! “pekik kai kesal langsung mendapat tawa chanyeol

Anhiyo, keunde gomawo “ucap chanyeol mulai serius

“W-wae?”

Gomawo sudah begitu menyayangi jiyeonnie “ucap chanyeol pelan membuat kai menunduk lemas, diletakkan perlahan minumannya dan menangkup wajahnya

Chanyeol tertegun saat mendengar isakan kai, ia semakin merasa bersalah. Ia pun mengalihkan pandangannya dan memilih pergi menyiapkan kamar jiyeon untuk namja ini tempati

Aku akan menyiapkan kamarnya untukmu “ucap chanyeol menaiki tangga perlahan, ia masih mampu mendengar isakan kai yang terlampau memilukan. Mengingatkannya pada kejadian setahun lalu

Flashback on

Andwae!! Hiks andwae! Chagiya! Sehun! Ireona! Andwae!! Sehun!! Hiks SEHUN-AH! “Tangis jiyeon terdengar begitu memilukan, mengiringi kepergian sehun yang masih menggenggam jemari mungil istrinya ini

Chanyeol terus mengusap punggung jiyeon, ia pun tak menyangka sehun akan pergi begitu cepat. Namja tinggi yang berprofesi sebagai polisi itu telah pergi akibat tembakan yang menembus dadanya

Sehun-ah~ ireona! Jebal! Wae kau meninggalkanku?! Kau berjanji akan pulang malam ini! Kau berjanji padaku! Kau berjanji! Sehun-ah! Hiks hiks sehun-ah!!! “tangis jiyeon terus memohon, beberapa rekan tim sehun pun menunduk sedih tak sanggup menatap rekan mereka juga jiyeon

Jiyeon-ah tenanglah ne~ jebal~ tenanglah! “chanyeol kehabisan kata-kata, dipeluknya jiyeon yang mulai lemas, melihat itu dengan sigap salah seorang rekan sehun membantu untuk membaringkan jiyeon disofa ruang rawat sehun

Gomawo JB-ssi “ucap chanyeol yang kembali memeluk jiyeon

Sehun!! Andwae!! Oppa! Eotheokhae! Sehun! Sehunku!! Hiks hiks hiks!! Ia janji akan pulang oppa!! “pekik jiyeon meronta dalam pelukan chanyeol. Chanyeol mengeratkan pelukannya, berusaha memberi ketenangan, sedangkan pandangannya terus terarah pada sehun yang mulai memucat

===

Pemakaman sehun dipenuhi isak tangis teman, rekan kerja juga keluarga, jiyeon pun terus menangis. Ia belum mampu merelakan kepergian suaminya itu. Sementara chanyeol yang melihatnya hanya tertunduk lemas, dipandangnya sang keponakan yang sedang digendong Baekhyun sahabatnya.

Chanyeol-ah tenangkan jiyeon, Daehan biar aku yang menjaganya “ucap baekhyun yang begitu khawatir melihat keadaan jiyeon

Ne, gomawo “ucapnya segera mendekati jiyeon

Oppa~ na eotheokhae?! Sehun tak bersamaku lagi! Na eotheokhae! “isak jiyeon wajahnya terlihat begitu letih dan pucat

Tenanglah jiyeon-ah, ia tak bersamamu bukan berarti ia ada di sini “ucap chanyeol menunjuk dada kirinya dan mengambil tangan kanan jiyeon untuk memegang dadanya

Ia akan ada di sana bersamamu, selamanya bersamamu, arra? “ucap chanyeol lembut menggenggam erat jemari jiyeon

Flashback off

Kai? “panggil chanyeol saat menuruni tangga “kamarnya sudah kubereskan, tidurlah ”ucapnya lagi saat melihat kai yang masih terisak

Eoh, gomawo hyung “ucap kai berusaha berdiri dengan sisa tenaganya

“Neo gwaenchana?”

Gwaenchana, aku hanya lelah “ucap kai sambil tersenyum simpul, chanyeol pun menemaninya menuju kamar jiyeon yang bersebelahan dengan miliknya

Bagaimana daehan? “tanya kai pelan

Ia baik, besok aku akan menemuinya di panti “ucap chanyeol mendapat anggukan kai

Wae ia masih harus dirawat mereka? Kau keluarga satu-satunya sekarang dan lagi kau memiliki pekerjaan, aku rasa penghasilanmu bisa untuk membiayainya ”opini kai

Ne kau benar, aku sudah mengurus itu, mereka membawanya karena berpikir jiyeon dan aku belum mampu merawatnya. Ck! “decak chanyeol

Majayo, cepat bawa ia pulang “ucap kai mendapat anggukan antusias chanyeol

Keunde, Ia sudah berusia 3 tahun sekarang. Apa yang akan kau katakan jika ia menanyakan ommanya? “gumam kai dengan wajah sedih

Molla, aku harap ia tak menanyakan jiyeon untuk beberapa saat kedepan “ucap chanyeol dan berhenti didepan kamar jiyeon “masuk dan istirahatlah”

Eoh, gomawo “ucap kai yang sudah fokus menatap isi kamar jiyeon dan tersenyum pilu

Melihat itu, chanyeol kembali merasa bersalah, ia harap jika kai mengetahui yang sebenarnya nanti, ia tak akan marah dan mau mendengar penjelasannya juga jiyeon

Ikutlah denganku besok “ajak chanyeol menghentikan kegiatan kai menatap foto jiyeon “N-ne?”bingungnya berbalik menatap chanyeol

Ikutlah denganku menemui daehan, selain aku, jiyeon juga baekhyun, kau adalah orang yang dekat dengannya dan ia pun menyukaimu “ucap chanyeol

Jinja?! A-aku boleh?! N-ne! A-aku akan ikut! Gomawo hyung! “ucapan antusias kai membuat chanyeol tersenyum lega, ia pun berharap jiyeon melihat ini. Yeoja itu pasti terharu dan berterima kasih pada kai. walau selama ini kai begitu kasar pada jiyeon namun saat bersama daehan, chanyeol tau namja ini begitu menyayanginya.

===

Ckleekk

Jiyeon membuka pintu perlahan, menatap sekeliling yang masih terlihat sama seperti tadi. Ia berjalan pelan sembari membuka mantelnya, berharap myungsoo masih terlelap

Jiyeon mendadak menghela nafas lega, saat menemukan myungsoo yang masih tertidur, wajahnya terlihat lelah dan jiyeon yakin itu karena seharian mereka bermain di karnaval. Jiyeon mendudukkan dirinya ditepi ranjang menatap wajah myungsoo dan tersenyum

Untunglah~ “batinnya berjalan pelan menuju kamar mandi, mencuci tangan dan wajahnya. Manik mata jiyeon terhenti pada kotak kecil di samping cermin, dahinya mengerut mengingat ia tak pernah membukanya

Apa isinya? Seperti kotak obat, tapi kenapa di sini? “Bingung jiyeon membuka kotak itu, ia begitu terkejut menemukan berbagai jenis pil di sana

Banyak sekali! Eoh? Obat tidur? Penenang? Painkiller? Penghilang halusinasi? Mwoya?!! “Heboh jiyeon terus membaca nama-nama obat itu, ia pun mulai berpikir apakah myungsoo mengetahui ini

“Eoh?!”

Aku selalu mencemaskanmu! Memikirkan tak ada diriku disisimu membuatku frustasi!! Aku begitu takut kau berusaha melukai dirimu dan mengakhiri hidupmu, ahh~ aku lega kau tak apa! Bahkan kau tersenyum padaku. Aigoo aku begitu lega! Gomawo chagi-ah

Ucapan myungsoo beberapa hari lalu padanya pun terngiang di benaknya “jadi ia tahu?”

“Chagi-ah?!”

“Kyaa! Oppa~!!” kaget jiyeon langsung menoleh, mendapati myungsoo dengan rambut acak-acakannya menatap kaget dirinya

Sreek

Myungsoo dengan panik merebut botol pil di tangan jiyeon, dan menoleh panik “apa kau bermimpi buruk? Apa terjadi sesuatu?” dengan cepat myungsoo memeriksa telapak tangan jiyeon dan beralih pada bahu dan perngelangannya

O-oppa~ “gumam jiyeon, ia sangat bingung dengan perlakuan myungsoo yang terlihat sangat panik dan takut “kau sudah berjanji akan berubah”terang myungsoo serius “dan aku akan membantumu” ucapnya lagi membawa jiyeon ke pelukannya

Kau tak membutuhkan semua obat ini, jika kau mendapat mimpi buruk, jika tubuhmu menolak bekerja sama~ jika kau tak tahan dengan semua masalahmu, datanglah padaku~ aku akan selalu membantu dan mendukungmu chagi-ah~ jadi kumohon~ kumohon berhenti menggunakan obat-obat ini~ aku membencinya~ sangat~ “terang myungsoo, mengeratkan pelukannya menahan tangis, sedangkan jiyeon, dengan seksama ia mendengar setiap penuturan myungsoo dan kembali memikirkan masalah jiyi

Apa? Apa yang terjadi padamu sebenarnya Kim Jiy-ssi?! “Batin jiyeon dan tangannya pun bergerak membalas pelukan myungsoo

===

7 a.m

Chanyeol langsung terduduk ditempat tidurnya dengan mata terpejam, memperlihatkan rambut berantakannya. Hidungnya mulai menerka-nerka bau apa yang membuatnya terbangun ini. Dengan cepat ia menyingkap selimut dan membuka matanya.

Pancake?!! “gumamnya bingung juga kaget. Jika diingat kembali, yang pandai memasak pancake hanya jiyeon dan sehun

Taptaptap

Dengan tergesa chanyeol melangkah menuju dapur dan terkejut melihat kai lah yang memasak “M-MWO??!! N-NEO?! BISA MEMASAK?!!! “pekikan heboh chanyeol membuat kai yang akan membalik pancake buatannya melompat kaget

YAAK HYUNG?!! “sungut kai saat berhasil membalik pancakenya, walau harus terkena serangan jantung dadakan

N-neo?!! Seolma!! N-neo?!! “pekik chanyeol terus-terusan menunjuk wajah kai “Wae?!! Ini mudah “ucapnya santai mulai menata meja makan

Chanyeol yang keheranan hanya menatap kai, yang dengan cekatan menyiapkan sarapan. Dan dengan tampang bengongnya, ia mendekat sambil terus menatap kai “Seolma!!! “serunya lagi mendapat tawa kai

Wae?! Kau pikir aku hanya pemabuk berandal yang kerjanya membuat onar eoh?!! Kau lupa seperti apa aku 4 tahun lalu? “gerutu kai segera duduk dan menyuruh chanyeol melakukan hal yang sama melalui gerakan tangannya

Mogko! Kita harus cepat, aku ingin memberikan pancake ini untuk Daehan, ia menyukai pancake kan? Seperti…seperti appanya “ucap kai dengan nada sedih diakhir kalimatnya, berhasil menyadarkan chanyeol

E-eoh? N-ne kau benar, seperti…appanya “ucap chanyeol memelan, ia kembali mengingat kenangan akan senyum bahagia sehun saat menggendong daehan dulu

Baiklah! Cacing-cacing diperutku sudah meminta untuk diisi “ucap kai membuat chanyeol tertawa

Ck! Ternyata imajinasimu masih bekerja juga “ejek chanyeol dan keduanya pun tertawa

===

7.30 a.m

Teuleuleu~

Dering ponsel jiyeon -jiyi- terdengar, membuat myungsoo mulai terusik dan dengan enggan pun bangun. Tanpa menghiraukan dering ponsel yang masih berbunyi, myungsoo tersenyum menatap jiyeon, setelah kejadian semalam, mereka kembali tidur, dan myungsoo yang dengan enggan berada jauh dari tungangannya itu, ia terus memeluk jiyeon yang ia tahu adalah jiyi.

Yaeppo~ “gumam myungsoo perlahan melepas pelukannya dan mengambil ponsel jiyi

Ne? yeoboseyo? “sapa myungsoo

“Eoh? Myungsoo-ah! Jiyi eoddi?”

Ah~ ia masih tidur, waeyo taewoon-ah? “tanyanya sambil membelai lembut rambut jiyeon

“Ah~ arraso, mian aku mengganggu. Aku hanya ingin mengingatkannya, pukul 11 nanti ia harus segera kekantor”mendengarnya myungsoo kembali mengangguk dan merebahkan dirinya untuk memeluk jiyeon

“Ne, gwaenchana, gomawo taewoon-ah, ah! Bisakah kau menjemputnya? Aku benar-benar khawatir”

“Eoh! Tentu, kau tenanglah! Setelah interogasi nanti, ia akan aku antar pulang dengan selamat”canda taewoon, ia mengerti kepanikan yang selalu melanda myungsoo saat tak bersama yeojanya ini

Gomawo, kalau ia sudah bangun nanti, akan aku sampaikan “ucap myungsoo dan mereka pun mengakhiri pembicaraan

Myungsoo meletakkan kembali ponsel jiyeon atau lebih tepatnya jiyi di nakas. Ia kembali menatap jiyeon sambil tersenyum dan mulai membelai pipi yeoja manis ini, membuat jiyeon pun terbangun

Eeummhhh e-eoh? Oppa? Waeyo? “tanya jiyeon menggeliat lucu berusaha mengumpulkan kesadarannya

“Mianhae”

W-wae oppa meminta maaf? ”bingung jiyeon membenarkan tidurnya menghadap myungsoo “Aku membangunkanmu “ucap myungsoo mencium lembut pipi jiyeon

Anhiyo, gwaenchana oppa “ucap jiyeon sembari tersenyum, dan membiarkan myungsoo yang sudah memejamkan mata sambil bersandar di pundaknya untuk beberapa saat

Kajja oppa, bersiaplah, akan kusiapkan sarapan “bujuk jiyeon mendapat anggukan lucu myungsoo

Ah! Taewoon tadi menelfon, ia akan menjemputmu pukul 10.30 nanti “ucap myungsoo kembali menatap jiyeon yang sibuk membenarkan piyamanya

Ah! Ne oppa, gomawo “balas jiyeon yang tak menyadari tatapan sendu myungsoo

Greebb

Kau pasti bisa chagiya! Semangat!! “ucap myungsoo memeluk erat jiyeon “E-eoh? A-ah ne oppa, gomawo “ucap jiyeon kikuk dan segera beranjak membuat sarapan

===

Music High School, 7 a.m

Annyeonghaseyo sonsaengnim! “sapa beberapa murid saat yeoja berwajah serupa dengan jiyeon ini melewati lorong kelas

Ne, annyeonghaseyo “sapanya dan dengan tergesa berjalan menuju ruangan dan meletakkan tas juga biolanya

Baiklah! Semangat Rian-ah! Semua akan baik-baik saja! Tak akan ada hal buruk yang terjadi padamu, Seo Yul maupun…maupun jiyeon “ucapnya, ia kembali teringat akan jiyi, orang yang selama ini terus mendukung dan melindunginya.

Gwaenchana! Gwaenchana Rian-ah! Semua akan baik-baik saja! Ne! Baik-baik saja! “Ia segera membenarkan bando pinknya dan mengambil obat penenang dilaci kerjanya, menelan 3 pil sekaligus. Ia selalu melakukannya saat panik

Tok tok tok

N-ne?! Nuguseyo? “tanyanya langsung membereskan obat-obat dan merapikan sedikit pakaiannya, wajah yang terlihat begitu serupa dengan jiyeon ini terlihat begitu terkejut dan panik

Hyomin, ini aku hyomin, boleh aku masuk? “sahutnya membuat rian mendesah lega “Ah! Ne masuklah, waeyo hyomin-ssi? “tanyanya saat hyomin membuka pintu

Nampyeonmu mencari, ia menunggumu di halaman depan “ucap hyomin diikuti senyum ramahnya

Ah ne, kamsahamnida hyomin-ssi “balas rian segera keluar

O-oppa? Wae oppa kemari? “tanya Rian dengan wajah bingung, menatap sekeliling panik “Ah~ chagiya! Kau melupakan ini “ucap seung hoo yang sejak tadi bersandar di pintu mobil

Eoh?! O-ommo! Gomawo oppa! Astaga bagaimana aku bisa lupa “gerutu Rian berlari kecil mendekati sang nampyeon

Keke gwaenchana, bukankah sudah kubawakan “ucap seunghoo mengusap lembut puncak kepala Rian

Ne, gomawo oppa~ Oppa sebaiknya kau berangkat, kau akan terlambat jika berlama-lama disini “ucap Rian lagi dengan gusar, ia terus-terusan memperbaiki letak bandonya juga buku yang ia pegang “Rian-ah waeyo? Kau terlihat berbeda akhir-akhir ini, kau selalu tak fokus dan kadang melamun “selidik seung hoo

Gwaenchana, mungkin karena ujian akhir sekolah semakin dekat, a-aku harus menyiapkan soal juga hal lainnya “jelas rian dengan nada tergesa, dengan pandangan yang selalu melihat sekitar was-was

Jinja? Jika ada masalah berceritalah padaku “ucap seungho khawatir “Na galke, sampai bertemu dirumah ”ucapnya dibalas anggukan dan senyum Rian

Rian terus menatap mobil hitam nampyeonnya itu hingga keluar gerbang sekolah. Dengan cepat senyumnya menghilang dan berubah dengan pandangan menyelidik kearah sekitar, sekali lagi ia membenahi letak bandonya dan merapikan rambutnya. Setelah dirasa cukup, ia kembali berjalan menuju ruangannya, mengunci dan mengambil lagi obat penenang

===

Panti, 8.12 a.m

Suster, lihat ini, aku menggambarnya! “ucap seorang namja kecil penuh semangat “Jinja?! Ommo! Daehan-ah neomu yaepoda! Apa ini appa dan ommamu? “Tanya biarawan itu lembut

Anhiyo, igeo samcheonida, omma dan aku, appa sudah ada di surga~ mengawasi kami dari sana~ “jelas Daehan senang, menunjuk langit biru serta awan putih bersih diatas mereka. Sang biarawan pun mengangguk mengerti, ia pun sempat terkejut mendengar ucapan daehan mengenai sang appa. Ia tahu pasal kematian appa namja manis ini, ia pun begitu prihatin setiap kali melihat sang omma -jiyeon- berusaha menahan tangis saat bertemu putranya

Daehan-ah apa kau merindukan samcheonmu? “Tanyanya lembut membelai puncak kepala daehan yang kembali fokus dengan crayon dan buku gambarnya, ia mencoba menggambar seorang lagi di sana

Ne! Nan jinja boghoshipoyo! Aku ingin bertemu chanyeol samcheon, kai samcheon geurigo omma! “ucapnya memamerkan deretan giginya

Jinja? Geure! Hari ini samcheonmu akan datang, bersiaplah ne~ “ucapnya lagi yang langsung mendapat tatapan berbinar daehan, dengan semangat namja kecil ini membereskan peralatan menggambarnya dan berlari menuju kamar.

Melihat hal itu, suster paruh baya ini hanya tersenyum sendu, kabar kematian jiyeon atau lebih tepatnya jiyi telah ia ketahui dari chanyeol yang menghubungi pihak panti dua hari lalu. Ia juga biarawati lainnya merasa begitu sedih mengetahui kabar buruk itu, mereka mengkhawatirkan daehan, namja kecil berusia 3 tahun yang sekarang tak memiliki orang tua

Hiduplah dengan baik dan sehat, Nak! “gumamnya memandang daehan yang sedang ditemani biarawati lainnya untuk bersiap

===

10.30 a.m

Srak srak srak

Baiklah! Baiklah! Tenang! Ingat semua detailnya, jangan panik dan ceritakan perlahan! N-ne ceritakan perlahan! “jiyeon terus bermonolog setiap kali ia membuka map kuning itu

Teuleuleu~

Jiyeon segera menatap layar ponsel, mendapati nama ‘Monkey’ disana. Ia mengambil mantel coklat jiyi dan memakainya tergesa, membawa map kuning itu juga tas cream dan ponsel pink jiyi

Taptaptap

Dengan setengah berlari, jiyeon menghampiri mobil taewoon dan tersenyum padanya “Kau siap?! “tanya taewoon saat jiyeon menutup pintu mobil “Ne! Aku siap!”

Baiklah! Kajja!! “seru taewoon semangat. Jiyeon kembali tersenyum dengan tingkah namja ini, ia sesekali mengedarkan pandangannya melihat aktifitas orang-orang diluar sana. Manik matanya pun terhenti pada seorang yeoja kecil yang berada dalam gendongan sang appa.

Jiyeon tak bisa melepaskan pandangannya dari keluarga kecil itu, senyum memilukannya terlihat. Mengingat sehun selalu membuat dadanya sesak dengan air mata yang tak pernah bisa ia tahan. Dengan cepat ia mengalihkan pandangannya, menatap langit-langit mobil berusaha menahan air mata yang hampir mengalir

W-wae? Gwaenchana? “tanya taewoon “n-ne nan gwaenchana “jawab jiyeon cepat sambil tersenyum, berharap taewoon tak menanyakan apapun

===

Panti, 10 a.m

Srek srek srek

Gesekan sepasang sepatu yang menempel di kaki mungil daehan pada tanah menunjukkan betapa ia bosan menunggu. Sudah setengah jam ia duduk sendiri di taman belakang panti.

Ini bukan karena chanyeol dan kai yang terlambat datang, namun karena ia tak sabar bertemu mereka dan memilih duduk di sana sejak tadi, ia terus mendekap buku gambar yang bahkan lebih besar darinya itu, berharap kedua samcheonnya akan menyukai gambarnya.

Samcheon eoddiso?! Nan gidaryo “keluhnya menekuk wajah imutnya membuat siapa saja akan menjerit histeris dengan wajah manis ini

Nuguge~?? “ucap seseorang menutup mata daehan dari belakang, seketika senyuman lebar terpampang jelas diwajah manisnya, ia mengenal suara itu

Samcheon!!! Chanyeol samcheon!!!! “pekiknya yang langsung memeluk chanyeol, kai yang melihatnya tertawa senang

Hei jagoan kecil! Kau tak menyapaku?!! “gerutu kai memasang wajah semelas mungkin “Kai samcheon!!! Boghoshipo!!! “pekiknya lagi langsung berganti memeluk kai yang menerimanya dengan senang hati

Samcheon igeo! Igeo bwayo!!! Aku menggambarnya!! Igeo igeo!! “tunjuk daehan bertubi-tubi sambil duduk direrumputan dan membuka buku gambarnya semangat, kedua namja tinggi ini pun langsung duduk disisi daehan dan menatap antusias

Woaaah!!! Kau yang menggambarnya?!!! Woaahhh “pekik chanyeol senang

Waah!!! Daehan-ah maukah kau menggambar lagi untuk samcheon?! Aku akan menggantung gambarmu di kamarku “ucap kai semangat yang sudah pasti dibalas anggukan daehan yang tak kalah semangatnya

Ne!! Geureomyeo! “jawabnya antusias “samcheon~ igeo bwa! Aku menggambar kita semua ”ucapnya yang langsung membuat chanyeol dan kai tersentak

Igeo! Igeo chanyeol samcheon, kai samcheon, aku dan omma! “serunya senang menunjuk satu per satu gambarnya

Eoh?! Omma?! Omma eoddiso?!! Jiyeon omma?! “pekik daehan panik, seakan teringat dengan sang omma yang baru pertama kali ini tak datang bersama chanyeol ataupun kai

Chanyeol terdiam, ia tak tahu harus mengatakan apa pada daehan, ia terus memikirkan alasan terbaik yang mungkin bisa ia berikan. Melihat kepanikan chanyeol, kai berusaha mengambil alih. Ia menenangkan daehan dan memintanya berhenti berteriak

Daehan-ah~ “panggil kai membelai punggung daehan “Daehan-ah jiyeon omma tak bisa menemuimu “ucapnya lembut

Waeyo? Omma eoddisoyo? “tanya daehan lagi dengan dahi mengerut

Jiyeon ommarang~ sedang berada di luar kota, karena itu tak bisa menemuimu chagi-ah~ “ucap chanyeol tiba-tiba menghentikan kai yang sedang berusaha mengatakan kebenaran yang ia ketahui

Chanyeol tersenyum saat daehan mengangguk dan manik matanya bertemu dengan kai yang menuntut penjelasan lebih, serta apa yang harus dilakukan jika daehan tahu sang omma telah tiada

Kajja! Sebaiknya kita ambil barang-barangmu dan pulang! Otte?!! “ucap chanyeol lagi dengan semangat membuat daehan semakin mengembangkan senyumnya

Ne!! Kajja!! “serunya senang diikuti tawa keduanya sementara kai, ia terus memandang chanyeol menuntut penjelasan

===

Kantor Detektif

Annyeonghasimnika, Kim Jiyi imnida “ucap jiyeon persis seperti beberapa hari lalu

Ne, annyeonghaseyo Kim Jiyi-ssi, silahkan mulai “ucap kepala detektif, jiyeon menatap sekilas kris yang mengangguk pelan padanya. Setelah mengambil jeda beberapa detik, jiyeon mulai menjelaskan runtutan kejadian saat itu

Sabtu, 31 Oktober 2015 saya bersama tim melakukan pengejaran terhadap Lee Hyemi-ssi, terdakwa kasus penculikan anak. Kami segera menuju lokasi yang bertempat di kawasan perumahan Songdo sekitar pukul 3 sore, setelah mendapat laporan salah satu petugas yang berhasil menemukan lokasinya. Saat menyusuri lokasi, saya berhasil menemukan keberadaan Lee Hyemi-ssi yang bersembunyi di halaman rumah Ham Eunjung-ssi.

Jiyeon segera mengambil jeda saat akan memulai cerita inti dari kasus ini. Ia pun memandang kris yang juga memandangnya serius dan terkesan dingin, walau begitu, wajah krislah yang mampu menenangkannya saat ini.

Saya pun mengejarnya dan bersembunyi di balik tembok rumah Ham Eunjung-ssi, saya mulai menyiapkan senjata dan berjalan ke samping rumah, menuju halaman belakang yang saya yakini menjadi tempat bersembunyi Lee Hyemi-ssi saat melihat saya mengejarnya.

Saya melihat sekitar dan dengan perlahan mengamati setiap tempat di halaman belakang dan saat itu pula, saya melihat Lee Hyemi-ssi yang kembali berlari menuju halaman depan. Dengan cepat saya mengejar dan berteriak memberi peringatan akan menembak namun sama sekali tak digubris, saya mengeluarkan tembakan peringatan namun tak menghentikannya hingga saya memutuskan untuk menembaknya, namun saya tak menyangka jika pemilik rumah, ham eunjung-ssi keluar dan berpapasan dengan Lee hyemi-ssi yang langsung menggunakan ham eunjung-ssi sebagai pelindungnya saat saya mengeluarkan tembakan

Jiyeon segera mengambil nafas panjang setelah selesai dan kembali menatap kris yang memberikan seulas senyum padanya.

Baiklah, terima kasih untuk pembelaan anda. Kim jiyi-ssi, anda bisa keluar “ucap kepala polisi “Ne! Kamsahamnida! “ucap jiyeon cepat sambil membungkuk dan segera keluar

Ya ya ya!! Otteyo?!! “heboh taewoon yang sejak tadi mondar mandir didepan pintu dengan segala kepanikannya “M-mollayo! Keunde aku berhasil menceritakan setiap detail dengan baik “ucap jiyeon yang kembali panik

Kalau begitu tak perlu khawatir jiyi-ah “ucap taewoon menepuk pelan punggung jiyeon “Eoh! Majjayo “angguk jiyeon dengan pandangan menerawang

Teuleuleu~

Jiyeon terkejut dengan dering ponsel jiyi, ia segera berjalan menuju toilet setelah berpamitan pada taewoon yang tetap menunggu hasil rapat di depan ruang interogasi

Toilet

Ne? yeoboseyo? “sapa jiyeon

Yeonnie-ah~! Oppada~! “Sapa chanyeol

Eoh?! Oppa?! Kau mengganti nomer telfon rumah? “tanya jiyeon sambil memeriksa setiap toilet yang ternyata kosong

Eoh? Anhiyo, aku berada di panti dan menggunakan telfon disini “ucap chanyeol membuat jiyeon terpaku “Panti? Dae-daehannie? “ucap jiyeon terbata namun dimengerti chanyeol

Ia baik, ia sempat panik saat tak melihatmu jiyeon-ah, keunde saat kai ingin menjelaskan, aku menyergahnya. Aku mengatakan kau sedang keluar kota. Daehan memercayaiku, keunde aku tak tahu harus menjelaskan apa pada kai“jelas chanyeol

Kai? “kaget jiyeon, ia ingin kembali berucap namun begitu sulit

Ne, jika kau melihatnya, ia begitu terpukul mendengar kabar kepergianmu, ia pun berada di halaman belakang kita saat kau mengantarku semalam. Ia bahkan tak minum dan malah menangis karnamu. Neo arra?! Ia memasak pancake pagi ini, dan menyiapkannya sepenuh hati untuk daehan. Aku tak menyangka sisi lembut namja urakan itu masih ada “jelas chanyeol membuat jiyeon tersenyum

Jiyeon begitu senang dan lega karena kai bisa kembali seperti dulu juga masih menyayangi daehan walau tak ada dirinya di sana. Namun, perasaan bersalah kembali muncul karena telah membohongi namja yang dulu pernah berada di hatinya itu.

G-geureyo oppa? Aku akan memberitahu kai jika semua masalah ini sudah semakin jelas. Aku tak ingin membuat kalian semua dalam bahaya, oppa jebal jagalah daehan, aku tak ingin hal buruk terjadi padanya “mohon jiyeon panik, bayangan akan sehun kembali terngiang di benaknya

Ne jiyeon-ah, kau tenanglah, tak perlu mengkhawatirkan kami, neodo! Jaga dirimu, oppa tak ingin kau terluka dan oppa yakin daehan pun begitu, berjanjilah! “ucap chanyeol dengan nada mengancamnya di akhir, membuat jiyeon tersenyum geli

“Ne~ ne oppa, itu pasti, neodo oppa~”

Ne~ geure! Aku harus pergi, kai dan daehan memanggilku. Annyeong~ saranghae dongsaeng-ah “ucap chanyeol, ia terus mengangguk pada kai dan daehan yang memanggilnya

Ne~ nado saranghae oppa “ucap jiyeon dan ia tersenyum saat mendengar samar suara daehan yang terdengar begitu semangat juga kai yang menenangkan, tak seperti biasanya kasar dan mengintimidasi

Tap tap tap

Yak! Kim jiyi! Wae kau lama sekali?!! “sembur taewoon yang sejak tadi mondar mandir. Saat ia memutuskan untuk menyusul jiyeon, yeoja itu mengagetkannya dengan berdiri tepat di belakangnya

Keke mianhae~ aku harus menetralkan rasa gugupku juga “bohong jiyeon namun tetap di percaya taewoon yang sudah panik menunggu hasil “Haah~ kau ini! “gerutu taewoon langsung menyandarkan kepalanya di bahu jiyeon, membuat jiyeon terkekeh karenanya

Cklek

Jiyeon dan taewoon langsung berdiri tegap saat pintu ruang interogasi terbuka, mereka menunduk hormat pada para pimpinan yang dengan wibawah membalas dengan anggukan

Kim jiyi! Kepala detektif menunggumu “ucap kris dingin yang langsung membuat jiyeon maupun taewoon kaget bukan main “Kami menunggumu disini! Jiyi-ah~! Faithing! “seru taewoon dibalas senyum jiyeon

===

Rumah Park siblings

Tada~~ “seru chanyeol dan kai bersamaan sambil merentangkan tangan mereka di dalam kamar yang sudah disiapkan sejak dulu oleh jiyeon juga chanyeol untuk daehan

Eotteyo? “tanya chanyeol semangat

Kamarku sendiri? Nan joahe samcheon!! “pekik daehan langsung berlari memeluk keduanya dengan mata berbinar

Chanyeol dan kai tersenyum mendapat pelukan daehan, mereka terkekeh dan mulai mengajak daehan berkeliling rumah

===

Selamat bertugas kembali Kim Jiyi-ssi “ucap sang ketua detektif memberikan kembali senjata dan lencana Jiyi setelah sebelumnya disita akibat kasus penembakan itu.

N-ne! Kamsahamnida ketua! “ucap jiyeon semangat mendapat senyum sang ketua

Ne! Sekarang temui timmu, lihat apa yang bisa kau lakukan “ucapnya mendapat anggukan dan hormat jiyeon yang segera undur diri

Ya ya ya!! Eotte? Eotte? “heboh taewoon yang langsung mengguncang kedua pundak jiyeon “Ck! Yak! Monkey-ah keumanhae! “kesal jiyeon, namja ini mengguncangnya terlalu kuat

Mianhae ”sesal taewoon “bagaimana hasilnya?”tanyanya lagi was-was

Keke tada~ “kekeh jiyeon menunjukkan lencananya “Yaaa~~ Kim Jiyi!! Chukae~!! “seru taewoon semakin mengguncang kuat lengan jiyeon membuat yeoja mungil ini ingin sekali menjitaknya

Yak!! Apha!! “sungut jiyeon membuat taewoon menghentikan guncangannya “Keke mianhae!! “cengir taewoon

Chukae Jiyi-ah “ucap kris yang tentu mengagetkan keduanya

O-ommo! Ah n-ne, g-gomawo o-oppa “ucap jiyeon kaku, ia menatap sekeliling memastikan tak ada yang mendengarnya

Eoh! Cheonma! Sebaiknya kau bersiap, ada beberapa kasus menunggumu “ucap kris segera menuju ruangan mereka

Geure taewoon-ah! Aku ketoilet sebentar “ucap jiyeon yang kikuk memandang kris “Palli! “ucap taewoon mendorong pelan jiyeon ke arah toilet

Dengan gusar jiyeon segera masuk ke toilet, memandang cermin besar didepannya dengan panik “Aigoo eotheokhae?!! “serunya frustasi, ia belum menyiapkan dirinya untuk ini

Aku bahkan tak tahu apa-apa tentang pekerjaan ini!! Bahkan cara memakai ini!! “gerutunya pelan saat menyadari ada orang lain disana

Dengan canggung jiyeon mencoba untuk memakai sabuk khusus untuk senjatanya itu dan berhasil namun ia kembali kesulitan saat melihat senjatanya. Tak tahu cara memasangnya, membuat yeoja di sebelahnya menatap remeh jiyeon

Perlu bantuan? “ucapnya membuat jiyeon lega “Ne! Ne ne, bisakah kau membantuku? “ucap jiyeon senang

Cihh!! Bantu dirimu sendiri “tawa yeoja itu segera keluar meninggalkan jiyeon

Jiyeon terkejut diperlakukan seperti itu, dengan perlahan ia mencoba memasang longsong peluru pada senjatanya

Ck!! Aku tak tahu!!! “kesalnya segera menaruh senjata disabuknya dan longsong peluru di saku celana

Yak! Wae kau suka berlama-lama disana?!!! Palli! “gerutu taewoon menarik jiyeon menuju ruangan mereka

Tok tok tok

Masuklah! “ucap kris

Baiklah! Ini berkasnya “ucap kris memberikan sebuah laporan, meletakkannya di meja depan jiyeon dan taewoon. Dan tak sengaja manik matanya menangkap keanehan jiyeon

Jiyi? Waeyo? “panggilnya membuat taewoon yang sedang serius membaca berkas menoleh pada jiyeon “Ne? A-anhiyo anhiyo “ucapnya cepat setelah sesaat menatap seisi ruangan yang begitu asing baginya

Geure? Cha! Ini, kita akan menangani kasus ini “ucap kris dan jiyeon mengikuti arah pandang kris

Narkoba?!! “pekik jiyeon membuat keduanya memandangnya heran “Ne! Wae? “bingung taewoon, ia merasa aneh dengan reaksi jiyeon

A-anhi haha hanya gugup saja “ucap jiyeon berusaha menutupi rasa khawatirnya. Melihat kasus itu mengingatkannya pada kai

Ck! Kau ini! “gerutu taewoon namun tidak dengan kris yang terus memandang curiga jiyeon

Jadi kapan kita akan kesana? “tanya taewoon menunjuk sebuah rumah yang diduga sebagai tempat tinggal beberapa penyelundup

Sekarang! “ucap kris masih memandang jiyeon yang sejak tadi sudah mulai menyesuaikan diri membaca berkas kasus itu

Geurom! Kajja! “ucap taewoon lagi dan ketiganya segera berjalan menuju basemen

Taewoon dengan cepat berjalan menuju mobil, menyisakkan jiyeon yang berjalan dengan ragu dan gugup di belakangnya dan kris yang sengaja berjalan pelan di belakang jiyeon

Eoh?!! “kris membelalakkan matanya, terkejut saat melihat senjata jiyeon, dengan cepat ia menghampiri dan menahan lengan jiyeon “Mwohaneungoya?!! “pekik tertahan kris menatap tajam jiyeon

N-ne?! W-waeyo oppa? “bingung jiyeon yang mulai panik, ia alihkan pandangannya mencari taewoon namun namja itu sudah berbelok menuju tempat mobil mereka terparkir

Ini! Apa yang kau lakukan!! Bagaimana bisa senjatamu tak memiliki peluru?! Dan wae kau begitu ceroboh?! “pekik kris yang sebenarnya sangat khawatir. Ia mengambil cepat senjata dan longsong peluru yang jiyeon letakkan di saku belakangnya

M-mianhae tadi aku buru-buru dan tak sem…pat “ucapan jiyeon memelan ketika kris, yang terus menatapnya, memasang cepat longsong peluru pada senjata jiyeon

Buru-buru? “ucap kris dengan cepat meletakkan senjata itu kembali di sabuk jiyeon, membuat jiyeon terkejut setengah mati.

Jangan pernah ceroboh seperti itu! Kau akan membahayakan dirimu dan anggota timmu! Arraso?! “peringat kris, dengan menggunakan dagunya, ia menyuruh jiyeon berjalan didepannya. Membuat yeoja ini berkali-kali lipat lebih gugup, panik dan takut

Ketiganya pun tiba di sebuah rumah yang persis seperti di berkas. Jiyeon yang duduk di samping taewoon yang menyetir, memandang gugup rumah didepannya, ia edarkan pandangannya meneliti rumah itu

Kapan terakhir mereka tinggal disini? “tanya jiyeon menatap taewoon yang sedang menyiapkan senjatanya, sedangkan kris yang duduk di belakang -karena sengaja-, tersenyum mendengar pertanyaan jiyeon

Satu minggu lalu, keunde beberapa saksi sering mendengar suara aneh saat malam hari. Intinya, kami mencurigai mereka membuat obat-obat itu di ruang bawah tanah saat malam “jelas kris terus memandang jiyeon yang terlihat berpikir

Baiklah! Taewoon! Kau dan jiyi lewat samping, aku akan mengawasi sekitar dan menyusul lewat pintu belakang “ucap kris

Ne! “ucap taewoon dengan senjata yang sudah siap ditangannya, ia menatap jiyeon yang terlihat gugup

Krrieett

Suara pintu terdengar memecah keheningan. Taewoon segera masuk dan disusul jiyeon, yeoja ini terus membenarkan pegangannya pada senjata, ia terus melihat taewoon dan mempelajari cara namja itu memegang senjatanya

Taewoon mulai menatap sekeliling, berusaha mencari petunjuk, sementara jiyeon yang tak tahu harus bagaimana, terus menatap sekeliling dan tanpa sengaja melihat bayangan dari jendela di samping kiri

Dengan perlahan serta menahan rasa takut dan gugup, ia berjalan mendahului taewoon yang sedang memeriksa laci serta setumpuk kertas lusuh di rak. Manik mata jiyeon segera menangkap kembali bayangan dari pintu samping sebelah kanan, yang merupakan jalan masuk mereka.

DEG

Taewoon!!! “pekik jiyeon langsung mendorong taewoon menghindari tembakan yang memang ditujukan pada namja tinggi ini

Neo gwaenchana?!! “panik jiyeon saat melihat luka di bagian pelipis taewoon

Taewoon tak mampu menjawab, suara tembakan berdengung kencang di telinganya, matanya tak fokus dan menahan perih “Palli!! Kau kejar dia! Jangan biarkan lolos! “seru taewoon susah payah

Jiyeon dengan ragu berlari keluar dengan mata memerah akibat panik, takut dan khawatir

Ddoorr

Ommo!! “jiyeon begitu terkejut mendengar suara tembakan lagi, ia berlari ke halaman belakang dan menemukan kris yang terjatuh akibat tembakan di kaki kanannya “Oppa!! “pekik jiyeon panik berlari menghampiri namja putih itu

Palli! kejar dia jiyi! Palli! “pekik kris membuat jiyeon kalang kabut, ia begitu panik dan takut, namun tetap mengikuti perintah kris

Igae mwoya!! “kesalnya berlari dengan perasaan gugup dan takut, air matanya pun hampir mengalir mengingat dua namja itu

Jiyeon terus mengikuti seseorang yang menggunakan jaket hitam itu, ia terus mengejar melewati lorong-lorong rumah hingga tiba di sebuah tanah lapang yang sedang dalam proses pembangungan

Dengan penuh kegugupan jiyeon menatap sekeliling, ia semakin takut saat keadaan begitu sepi dikarenakan hari libur, ia mengeratkan pegangan pada senjatanya dan memberanikan diri mencari orang itu

Brruukk

Dugh dugh

Tanpa diduga orang itu memukul punggung jiyeon dengan kayu dan meninju perut jiyeon berkali-kali. Membuat yeoja ini memekik menahan sakit “Kim Jiyi!! “ucap orang itu membuat jiyeon terkejut setengah mati

Dengan tenaga yang ia miliki, jiyeon membuka tudung jaket orang itu dan menendang perutnya keras membuat orang itu terjatuh

Cih!! Yaaa!!! “pekik orang itu membuat jiyeon terkejut, bukan karena pekikannya, melainkan siapa orang itu sebenarnya, seorang yeoja berambut pirang dan “Kembar?!! “gumam jiyeon terkejut bukan main

Detektif kim?! Ingat denganku?! “ucap yeoja didepannya sambil menunjukkan smirknya

Wae? Lama tak melihat wajah yang sama sepertimu eoh! “ucapnya lagi mendekati jiyeon yang masih begitu syok

Brrukk

Jlleebb

Arrgghhh!!! “pekik jiyeon saat serangan tiba-tiba diberikan padanya, yeoja berwajah sama dengannya ini menusuknya dengan sebuah pisau, tepat diperut kirinya “Aku akan membunuhmu Kim jiyi!! “teriaknya tepat didepan wajah jiyeon

Aku bukan jiyi!! “pekik jiyeon dengan sisa tenaganya, wajahnya memerah dengan darah segar yang keluar dari sudut bibir kanannya akibat pukulan yeoja itu

Ah~ Kloning lain? Ckck penyamaran yang buruk “ucap yeoja itu mencabut kasar pisau dari perut jiyeon, membuat jiyeon terkejut menahan sakit

Jiyi-ah!! “terdengar suara taewoon yang membuat yeoja itu memandang kearah kiri setelah sebelumnya memberi senyum pada jiyeon

Kita akan bermain-main lagi, klon! “ucapnya segera berlari, meninggalkan jiyeon yang begitu syok dan kesakitan terbaring lemah dengan darah yang terus mengalir dari perutnya

Jiyi!!! Ommo!! Kim jiyi!! “pekik taewoon, ia berlari sambil menutupi pelipisnya yang masih mengeluarkan darah segar

Jiyeon tak mampu menjawab, ia hanya menatap kearah taewoon dengan mata memerah akibat takut, panik, syok dan sakit yang sangat menyiksanya “Gwaenchana?! Neo gwaenchana?! “pekik taewoon panik melihat jiyeon yang terbaring lemah

Klik

Cepat kemari! Detektif lain terluka!! “pekik taewoon panik, ia kembali menghubungi tim medis yang sedang menangani kris di tempat awal kejadian

Bertahanlah! Bertahanlah jiyi-ah! “ucap taewoon berlaki-kali menangkup wajah jiyeon, berusaha membuat yeoja ini tetap terjaga “G-gomawo “ucap jiyeon pelan memandang taewoon yang begitu panik

Sssttt jangan banyak bicara! Mereka akan segera tiba “ucap taewoon yang dengan panik menutupi luka di perut jiyeon dengan tangannya

===

Seoul Hospital

Jiyi?!! Jiyi!!! “pekikan terdengar di lorong rumah sakit saat seorang namja dengan jas kantornya tiba didepan kamar rawat jiyeon

Myungsoo-ah mianhae “ucap taewoon yang sejak tadi menemani jiyeon

Myungsoo yang mendengar penuturan namja itu hanya memandang khawatir jiyeon yang masih dalam pengaruh obat bius dan memeluknya “Gwaenchana “ucap myungsoo menatap sekilas taewoon

Aku akan keluar sebentar “ucap taewoon, ia bermaksud menemui kris di ruang rawat sebelah

Taewoon-ah?! Neo gwaenchana?! “tanya myungsoo memandang perban di kepala taewoon “Ne, nan gwaenchana “ucapnya segera keluar setelah mendapat anggukan myungsoo

Chagi-ah~ chagi-ah~ oppada~ hiks oppada~ “tangis myungsoo memeluk jiyeon erat

===

Park sibling house

Aakkhhh~ “pekik chanyeol saat tak sengaja menabrak siku meja makan

Gwaenchana? “tanya kai pelan sambil menggendong daehan “Eoh! Gwaenchana “ucap chanyeol melanjutkan langkahnya menuju kulkas

Omma~ “gumam daehan yang tertidur di gendongan kai “Eoh?!! “chanyeol langsung menoleh, ia pun saat ini sedang memikirkan jiyeon

Wae hyung? “bingung kai “Anhiyo, sebaiknya tidurkan daehan dikamar “ucap chanyeol

Eoh! Geureyo “angguk kai segera membawa daehan, sementara chanyeol, ia segera mendudukan diri berusaha menenangkan dirinya

Jiyeon-ah~ “gumam chanyeol gelisah

===

Seoul Hospital

Ia butuh istirahat total selama dua hari, kami akan mengontrol keadaannya setiap 3 jam “ucap dokter yang menangani kris

Ne kamsahamnida uisanim “ucap taewoon memberi hormat sementara kris, ia terus terdiam menatap kakinya

“Hyung! Wae geure?”

Anhiyo, bagaimana bisa aku begitu bodoh! “gerutunya, taewoon yang mendengar pun mengerti maksud hyungnya ini

Anhiyo, ini kecelakaan, setidaknya kita belajar banyak dari kejadian ini “ucap taewoon mendapat senyum sekilas kris “Bagaimana jiyi? “tanya kris begitu khawatir

Ia baik, myungsoo bersamanya “ucap taewoon ragu ‘Geure? Melegakan “gumam kris tersenyum kecut

===

Sains University

Tap tap tap

Seo yul-ah~ chamkaman!! “pekik seorang namja menghentikan langkah seo yul. Yeoja dengan paras serupa dengan jiyeon ini pun menoleh

W-wae sungmin-ah? “bingung seo yul, ia harus segera menuju lab untuk menguji sampel darah itu

Mmm apa kau sibuk sabtu ini? “tanya sungmin kikuk membuat seo yul mengernyitkan dahi

Eh? Maksudmu lusa? “tanya seo yul memastikan “Ne! Apa kau sibuk? “tanya sungmin lagi

Anhiyo, wae? “tanya seo yul membenarkan letak buku di tangannya, juga rambut hitamnya

Aku punya dua tiket ke bioskop, jadi… apa.. mmm aduuhh… “melihat kegelisahan sungmin, seo yul pun terkekeh “Geure! Pukul berapa? “tanya seo yul berusaha menahan kekehannya

N-ne? A-ah pukul 7 malam “ucap sungmin semangat

Geureyo~! Kita bertemu didepan bioskop, otte? “tanya seo yul mendapat anggukan semangat sungmin yang begitu menggemaskan baginya

N-ne! pukul 7 didepan gedung bioskop! Geure! Sampai bertemu seo yul-ah~ “ucap sungmin dengan mata berbinar

Eoh sungmin-ah, gomawoyo “ucap seo yul segera berbalik melanjutkan langkahnya, membuat sungmin melompat kegirangan

Seo yul menatap jam tangannya gusar, menampakkan raut panik yang sama persis seperti Rian maupun Jiyeon. Dengan setelan baju lab berwarna putihnya, ia segera bergabung dengan chingu-chingunya yang sudah berkemas untuk pulang.

Kau tak berkemas? “tanya seorang chingu seo yul melepas jas labnya

Ne, aku akan bersiap sebentar lagi, barang-barang ini harus kubersihkan dulu “ucap seo yul menunjuk peralatan lab yang sengaja tak ia bersihkan untuk mengulur waktu

Geureyo? Mau kami bantu? “tawar chingu lain

Anhiyo~! Gwaenchana! Kalian pulanglah, biar aku saja, gomawo ne~ “ucapnya cepat mendapat anggukan ketiga chingunya itu

Geure, galke~ “pamit ketiganya “Ne~ jushime~ “balas seo yul langsung celingukan memastikan tak ada seorang pun disana

Dengan segera seo yul mengambil koper silver, yang ia masukkan kedalam tas tangan hitam, itu dari lokernya dan mulai menuangkan masing-masing setetes darah pada wadah yang sudah ia siapkan

Geure~! Kita lihat apa ini akan berhasil “gumamnya kembali memastikan keadaan sekeliling

===

Rian house

Aku pulang~ “seru seung hoo mengagetkan rian yang sedang menata makanan

Ommo! Oppa~ waseoyo~ aku akan menyiapkan air hangat untukmu “ucap rian bergegas menuju kamar mereka di lantai dua, disusul seung hoo yang terus tersenyum mendengar penuturan rian

Ne, gomawo chagi-ah “ucap seung hoo mengecup kilas dahi rian dan bergegas menuju walk in closet untuk mengambil pakaiannya. Sementara rian, ia bergegas menyiapkan air hangat untuk seung hoo

Ready go ready go~

Seung hoo yang sedang bersiap, menatap layar ponselnya, mataya membelalak sempurna melihat nama yang tertera disana, ia segera mengintip kearah kamar mandi, mendapati rian yang sibuk menyiapkan air hangat untuknya

Y-yeoboseyo? “ucapnya ragu

Neo eoddi?! Segera temui dia dan bawa yang kami minta “ucap suara berat diseberang sana

Eoh! Arraso, keunde kau harus berjanji tak melakukan apa pun pada kami “ucap seung hoo was-was melirik rian

Geure! Bawa yang kami minta! “ucapnya cepat dan langsung mematikan sambungan telfon

Ck! Mereka keterlaluan! “geramnya melempar kasar ponselnya ke tumpukan baju di lemari

Oppa~ air hangatnya sudah siap “panggil rian mengejutkan seung hoo yang kalang kabut memikirkan berbagai hal

Apa yang harus kulakukan “gumamnya frustasi menatap cemas sang annae

Saranghae “gumamnya lagi segera keluar menemui rian yang tersenyum manis padanya

TO BE CONTINUE

ANNYEONG~ #teriakpakethoa #lambailambai

Part 6 part 6 hehe #gelartikar

Angeljypark kembali dengan part 6 ORIGINAL

Nah~ otteyo? Keke nah~ untuk part sebelumnya yang author protect mianhae buat slow respond author #sujudmintamaaf

Semoga author dimaafkan #berharap untuk itu… bagi yang ingin meminta PW author siapkan nomer yang bisa dihubungi hehe untuk memudahkan chingudeul juga hehe

Ini dia nomernya: 0895-3444-02-520

Kamsahamnida ne buat chingudeul yang masih setia nungguin ff” auhtor,,, walau udah lama ga publish #mewek laptop author rusak lagi, jadi kalo buat ff cuma bisa di komputer umum, kadang ke warnet juga huhuhu

Nah~ udah deh cuap-cuapnya, semakin panjang semakin ga jelas nanti curcolnya kekeke

Komen juseyo~

Kamsahamnida~ #bow

24 responses to “[CHAPTER-PART 6] ORIGINAL

    • wkwkw berapa ya… hehe
      mian ne chingu malah bikin bingung hehehe
      ne~ dibaca dari part satu aja wkwkw
      kamsahamnida ne udah mampir baca dan komen….
      kamsahamnida~ #bowbow

  1. eh? terxta msih ad kloning lain y, kyak’a yg ni jahat y?
    pa krna tu mreka ingin d hapus?
    next thor..

    • hehe iya… yang ini rada begitulah wkwkw
      kamsahamnida ne chingu udah mampir baca dan komen hehehe
      ditunggu ne kelanjutannya…
      neomu kamsahamnida~ #bowbow

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s