[CHAPTER-PART 8] I LOVE MY BROTHER

I Love My Brother

I Love My Brother

Written by Angeljypark

Park Jiyeon | Park Chanyeol | Oh Sehun | Kim Jong In | Kris Wu | Kim Taehee | Park Yoochun | Park Minyoung | Kim Jaejong

Family | Siblings | Friendship | Romance

===

I Love My Brother

Previous Story, Part 7

Ne! Majjayo~! Aku harus menemukan kris hyung, ia tak dalam kondisi baik saat aku tinggalkan waktu itu “ucap kai lagi mendadak murung, membuat jongkook pun menunduk lesu

Eoh! Keunde yang kita bicarakan ini kris hyung kan! Ia pasti akan baik-baik saja! “hibur jongkook lagi mendapat anggukan kai

Ne! Ia namja hebat “angguk kai lagi, mengenang akan saudaranya itu

Sangat hebat “lanjut kai dalam hari mengingat bagaimana hebatnya kris saat bertarung dulu

===

I Love My Brother

Even though you’re annoying and always distract me with all trouble you’re make. You’re still my brother and I love you.

– Chapter 8 –

Kamar rawat, 1 a.m

Tik tok tik tok

Suara denting jarum jam dinding menggema di ruang rawat jiyeon, yang begitu sepi dan terlihat sedikit berbeda. Beberapa jam lalu saat ketiganya, Chanyeol, Jiyeon dan Sehun, menonton acara tv, mereka memutuskan untuk menyatukan tempat tidur jiyeon dan sehun agar lebih nyaman untuk menonton acara tv

Hooaam~ aigoo~ “lenguh chanyeol yang tiba-tiba terbangun. Dengan mata menyipit, ia menoleh, mendapati jiyeon yang tertidur sambil memeluknya. Hal yang mampu membuat namja jangkung ini terkekeh melihatnya.

Berbeda dengan jiyeon yang tampak tidur dengan nyaman, sehun tidur meringkuk membelakangi keduanya sembari memeluk dirinya sendiri

Babo! “rutuk chanyeol begitu ia menyadari selimut yang hanya menutupi dirinya dan jiyeon

Dengan perlahan chanyeol berdiri, membenarkan tidur jiyeon dan menggeser selimutnya untuk menutupi tubuh sehun, menyelimuti kedua dongsaengnya itu.

Haaa~ “keluh chanyeol begitu tak menemukan persediaan selimut di lemari, dan dengan perlahan ia segera keluar, berharap menemukan suster atau siapa pun yang bertugas untuk meminta selimut tambahan

Sepi sekali~! “gerutu chanyeol sembari melipat tangannya menahan dingin, “eoh?! Suster~!” seru chanyeol begitu melihat seorang suster berjalan dari sebuah lorong

Taptaptap

Bruuk

O-ommo! “kaget chanyeol begitu ia menabrak kursi roda yang tiba-tiba muncul dari lorong disebelah kirinya

Mianhamnida~! Mianhamnida~! “seru chanyeol berkali-kali sembari membungkuk, dan setelahnya ia kembali berlari menghampiri suster yang sejak tadi memandangnya

Suster~ boleh aku minta tambahan selimut? “ucap chanyeol begitu ia tiba didepan sang suster, sementara itu orang yang duduk di kursi roda tadi terus memandang chanyeol, tubuhnya yang di balut sweater tebal membuat wajahnya yang terdapat beberapa luka pun tertutup

Dia juga disini? “gumamnya terus menatap chanyeol yang sekarang berjalan mengikuti sang suster untuk mengambil selimut

Hyungie~ “panggil seorang namja kecil mengejutkannya

Mason? Wae kau bangun? “bingung namja tadi yang tak lain adalah kris

Ck! Bagaimana tidak! Kau berisik sekali waktu keluar tadi~! Aku mencari hyung kemana-mana~ malam ini hyungie adalah tanggung jawabku~! “cerocos mason bertindak menggurui, sore tadi setelah pemeriksaan, sooro memutuskan untuk merawat kris di rumah sakit, dikarenakan peralatan yang lebih lengkap disana

Mianhae, kajja kita kembali “ujar kris masih dengan wajah datar yang kali ini terlihat sedikit senyuman simpul disana

Hehe~ kajja~ “seru mason semangat segera mendorong kursi roda kris, walau itu adalah kursi roda otomatis

Hyungie~! Wae kau keluar subuh-subuh begini~ “celetuk mason mendadak cerewet

Hanya ingin melihat-lihat “ucap kris datar dengan tatapan menerawang, memikirkan tentang kejadian beberapa saat lalu

Ck! Hyung! Apa kau hanya mengerti satu tangga nada?!!! “gemas mason sembari berkacak pinggang disamping kris

Eoh? Apa maksudmu? Tangga nada? Apa? “bingung kris

Hhuuuu~!!! “gemas mason mencengkram kedua tangannya erat tepat di depan wajah kris dan menggertakkan giginya, hal yang entah mengapa membuat kris tersenyum

Kai~ “gumam kris menghentikan tindakan gemas mason

Eoh? Nugu? Mwo? “bingung mason

Anhiyo, kajja “ajak kris lagi dan mason kembali menggerutu sebal

===

7 A.M

Aigoo~ apa benar ini anak-anakku~ “gemas taehee begitu ia membuka pintu kamar rawat jiyeon, menemukan ketiganya yang masih tertidur pulas

Ckrek ckrek

Kyyaaa~!!! Kyeowo~!! “gemas taehee sembari menghentak-hentakkan kakinya, menimbulkan suara berisik dari high heelsnya

Eoh? Omma? “kaget jiyeon, ia segera mendudukan dirinya dan menyadari bahwa sejak tadi chanyeol tidur memeluk lengannya begitu juga sehun yang bersandar di punggung jiyeon

Annyeong~ “sapa taehee terus berkutat dengan ponselnya

Mwoya? “tanya jiyeon dengan suara parau

Anhiyo~ hehe “kekeh taehee segera memasukkan ponselnya “aku akan mencetak fotonya~ ukuran besar~ ne! Ukuran besaaaaar~!!!! “ lanjutnya dalam hati

Minyoung omma eoddiso? “tanya jiyeon sembari melepas pelukan chanyeol dan sehun diperutnya perlahan

Ia masih ada meeting, sore nanti ia akan datang dan…. “ucap taehee terputus, menatap jiyeon dengan cemas

Yoochun appa do “ucapnya cemas menatap jiyeon, mendengarnya, jiyeon reflek menoleh pada chanyeol yang masih tertidur, menyentuh bahu sang oppa lembut

Mereka akan baik-baik saja~ “gumam jiyeon sembari tersenyum lembut pada sang omma

Eoh~ pasti “angguk taehee segera mengecup kilas dahi jiyeon, hal yang sama ia lakukan pada chanyeol dan sehun

Apa perlu kita bangunkan mereka? “tanya taehee

Anhiyo omma~ biarkan oppa dan sehunnie istirahat~ mereka sepertinya sangat lelah “ucap jiyeon “lagipula jika mereka bangun, aku harus membagi kueku lagi dengan mereka” ucap jiyeon cuek

Tuk

Dasar rakus! “gerutu taehee menyentil pelan dahi jiyeon

Ah~! Omma~!! “gerutu jiyeon, ia pun segera menunjuk kotak kuenya, memberi kode pada sang omma untuk mengambilkannya

Remot remot~! “ucap jiyeon lagi begitu taehee mengambil kuenya

Ck! Dasar tuan putri~! “gerutu taehee membuat jiyeon terkekeh, dengan segera ia membuka kotak kue, memperbaiki duduknya dengan perlahan agar tak membangunkan kedua saudaranya dan menyalakan tv

Omma~ kapan aku keluar rumah sakit? Aku bosan~ dan lagi sudah seminggu aku tak kuliah~ “gerutu jiyeon, mengunyah potongan kue

Besok sore~ “ucap taehee dan jiyeon pun menoleh padanya “setelah hasil pemeriksaan lenganmu keluar, kau bisa pulang, itu pun jika hasilnya baik, luka di lenganmu cukup dalam, kau merasakannya sendiri kan kemarin? ”Ucapnya lagi sembari membereskan ruang rawat jiyeon dan segera keluar menuju ruangan jaejong

Chankaman “ucap taehee dan jiyeon hanya mengangguk

Bwahahaha! Hahaha!! “jiyeon terus-terusan tertawa setiap melihat hal-hal lucu dalam acara yang ia tonton

BWAHAHAHA!! AIGOOO HAHAHAHA “tawa jiyeon meledak begitu melihat scene yang begitu lucu

Ommo! “kaget chanyeol dan sehun bersamaan, tersentak kaget dan terbangun

Eh~ selamat pagi~! “sapa jiyeon begitu menoleh ke kiri dan kanan, tak menghiraukan wajah kesal keduanya dan melanjutkan acara makan dan nontonya

Yak! Kau pikir ini dikamarmu eoh! “amuk chanyeol mendudukan kasar dirinya, merampas kue jiyeon dan memakannya

Yak! Kueku~!!! “amuk jiyeon berniat merebut kuenya

Sekarang giliranku! “elak chanyeol, sementara keduanya sibuk berkelahi, sehun yang masih setengah sadar hanya menoleh bingung, menatap heran tingkah keduanya

Ya~! Dongsaeng! Ya~! “panggil chanyeol pelan begitu heran dengan ekspresi sehun

Hyungnim~ selamat pagi~ “ujar sehun sembari membungkuk, dan karenanya ia berkali-kali hampir terjatuh

Kau masih mengantuk? “tanya jiyeon menoleh heran pada dongsaengnya itu, hal yang menguntungkan chanyeol untuk melahap tiga sendok kue sekaligus

Ti..mm..dur nyam… lagi sa..mmm…ja “ucap chanyeol tak begitu jelas, mulutnya sudah penuh dengan kue

Yak! Bagianku~! “amuk jiyeon beralih pada chanyeol

Eh? “kaget keduanya begitu sehun yang tiba-tiba berbaring dan menutupi tubuhnya dengan selimut

Masih mengantuk rupanya “gumam keduanya masih memandang sehun yang sudah kembali ke alam bawah sadarnya

===

Kai~ “seru jongkook berlari kencang menghampiri kai yang baru saja menutup pintu rumahnya. Beberapa saat lalu jongkook mengubunginya dan ingin bertemu, karenanya kai memilih menunggunya di luar rumah

Kau ini kenapa? “bingung kai begitu menyadari wajah berbinar jongkook

Yak! Igeo~! “ucap jongkook memberikan sebuah amplop putih pada kai

Mwoya?

Bonus~ bonus karena beberapa hari ini kita mengambil banyak shift di kafe “terang jongkook

Jinja? Yesung hyung berlebihan sekali “gumam kai dibalas anggukan jongkook

Bukankah kita beruntung? “ucap jongkook dengan senyum cerahnya

Eoh~! Majja~ “setuju kai

Jadi jangan pernah berniat untuk berhenti~ “ucap jongkook lagi dengan mimic wajah menenangkan, membuat kai tertegun

Hei hei~ maksudku~ kita ini sudah sangat beruntung, mana ada pekerja paruh waktu yang mendapat banyak bonus begini “heboh jongkook mendadak kikuk akibat gaya bicaranya sendiri beberapa saat lalu

Keke eoh~! Ne~! aku tak akan berhenti~ “kekeh kai, melihat tingkah jongkook membuatnya teringat betapa beruntungnya ia mendapatkan chingu seperti jongkook

Jadi~ kita mulai darimana? “Tanya jongkook lagi sembari berkacak pinggang menatap jalanan di depan kontrakan kai itu

Kai tak langsung menjawab, ia terdiam dan dengan ragu menoleh pada jongkook

Rumah “ucapnya pelan

Ne? r-rumah? RUMAH!! “pekik jongkook begitu menyadari rumah yang kai maksud

Pasti akan ada petunjuk kan? Kawasan sekitar rumah itu cukup sepi, tak banyak rumah disana, jadi akan memudahkan kita jika bertanya pada orang disana, siapa tahu mereka pernah melihatnya “jelas kai yang kembali masuk untuk mengambil jaket dan mengunci pintu

Keunde bukankah aneh kalau mereka melihatnya? Seperti katamu, ia pasti penuh dengan luka dan sangat kacau~ jika ada yang melihatnya, mereka pasti akan membawanya ke rumah sakit atau melapor pada petugas keamanan setempat~! “jelas jongkook sembari menyamakan langkahnya dengan kai

Eoh? Majja! “dengan tiba-tiba kai menghentikan langkahnya dan berpikir

Sampai sekarang belum ada tanda-tanda ia ditemukan atau masuk daftar orang hilang, jika dengan kondisinya saat itu, ia tak akan berlari jauh kan? “terang jongkook lagi menyakinkan kai

Majja~! Jika begitu, kemungkinan seseorang menolongnya dan tidak melapor “ucap kai semangat

Keunde ‘seseorang’ itu pasti bukanlah sembarang orang~ maksudku, jika orang dari kalangan biasa, mereka akan langsung membawanya kerumah sakit dan melapor pada polisi “terang jongkook “keunde jika situasinya seperti ini…”

Seseorang yang menolongnya kemungkinan adalah seorang dokter atau semacamnya “sergah kai semangat

Aku tahu! Kajja! “ajak kai semangat, mempercepat larinya menuju halte

===

Kris? Bagaimana keadaanmu? “Tanya boram lembut

Dengan tatapan bingungnya kris menoleh, hal yang menyebabkan senyuman manis terukir di wajah imut boram

Mianhae malam kemarin aku tak bisa menemanimu~ keunde~ sepertinya mason menyukai waktu ketika kalian berdua kemarin “senyum boram menatap mason yang sudah sibuk dengan makan siangnya

Sepertinya begitu “ucap kris menatap mason, kali ini juga dengan senyum simpul yang menenangkan, membuat boram begitu terkejut

Sebentar lagi kita akan mengobati luka-lukamu dan sore nanti kita akan melanjutkan tahap ke tiga operasimu~ apa kau siap? “Tanya boram lembut

Ne~ “angguk kris sembari menoleh pada boram

Baiklah~ sebaiknya sekarang kau juga makan~ “ucap boram dan ia pun mulai menyiapkan makanan kris

Kai! Aku harus menemuinya “batin kris kembali memperhatikan mason yang sesekali mengikuti gerakan tarian di tv sembari mengunyah makanannya

===

Ruangan jiyeon, 10 a.m

JIYEON-AH~ “dengan hebohnya yeosob membuka pintu kamar rawat jiyeon, memperlihatkan empat serangkai gang jiyeon dengan berbagai macam makanan di tangan mereka

Ommo! “jiyeon yang sedang menikmati cemilan paginya -buah- pun terkejut, begitu juga dengan chanyeol dan sehun

Kyyaaa~! Pangeran kampus juga disini~! “heboh luna mulai mendekati sehun

Yak yak yak! Umur! Ingat umurmu! “rutuk yeosob menarik cepat kerah baju luna sebelum chingunya itu menerkam sehun

Sementara yeosob sibuk dengan pertikaiannya bersama luna mengenai sehun, taemin dan hyomin memilih untuk mendekati ranjang jiyeon, membuat keduanya terkejut menyadari keberadaan chanyeol di sana

Eoh? S-sunbaenim? “Pekik taemin dan hyomin bersamaan yang cukup mengundang perhatian, dulu saat SMP mereka berempat, termasuk jiyeon dan chanyeol bersekolah di tempat yang sama

Eoh~ annyeong Taemin-ah! Hyomin-ah! Waaah~ kau semakin tinggi saja taemin-ah!“sapa chanyeol santai sembari meletakkan gelasnya, tak ada perasaan kikuk sama sekali, walau mereka sudah jarang bertemu

N-ne sunbaenim! “Angguk taemin sopan diikuti hyomin

Sunbaenim? “Gumam yeosob dan luna bersamaan

Huaaa~ chanyeol oppa~ “heboh luna, namun anehnya ia malah berlari ke arah sehun bukannya chanyeol

Luna-ah~ bukan dia yang kau sapa “sambar taemin menarik lengan luna yang sudah siap memeluk pangerannya

Wae?!! “Seru chanyeol garang begitu yeosob menatapnya dengan mata berbinar

Yak! Jiyeon-ah~ aku tak masalah kau masih berteman dengan taemin, hyomin dan luna, keunde… yang satu itu… aigoo~ “gerutu chanyeol menunjuk yeosob dengan tatapan tak sukanya

Heee~!!! Wae~!!! Wae~ hanya aku yang tak kau sukai hyung~!! “Rengek yeosob langsung menyerbu (?) chanyeol

Karena ini! Ini! Ini yang tak kusuka! “Amuk chanyeol berusaha melepas rangkulan maut yeosob di lengannya

Syukurlah jiyeon-ah~ chanyeol sunbaenim sudah kembali~ “ucap hyomin mendadak melankolis -ia hampir saja menangis-

Eoh~ ini sungguh nostalgic! Sudah lama aku tak melihat chanyeol oppa dan yeosob seperti itu~ menyenangkan sekali “sambung luna mendudukan dirinya di samping kanan jiyeon, “bukan begitu pangeran? “Ucap luna lagi beralih menatap sehun yang sudah asik menertawakan tingkah chanyeol dan yeosob

Ne? Ah ne Luna-ssi “angguk sehun

Eeii~ panggil saja luna~ “goda luna lagi, membuat jiyeon dan yang lainnya jengah

Nah! Jiyeon-ah bagaimana keadaanmu? “Tanya taemin sembari menarik luna menjauh dari sehun -ia memajukan badannya ke arah sehun yang duduk disebelah kiri jiyeon, karena ranjang mereka yang masih disatukan seperti semalam-

Keunde~ bagaimana bisa? “Sergah hyomin tanpa menghiraukan taemin yang tadinya bertanya

Yeah~ jiyeonnie bisa menceritakannya nanti, sekarang kan kita hanya ingin menjenguk jiyeonnie~ “sahut taemin menyenggol lengan hyomin, baginya ini bukan waktu yang tepat untuk membicarakan hal itu

Ne~! Ah! Aku bawakan kue~ kau suka kan jiyeon-ah? “Heboh luna lagi, mengeluarkan kotak kue dan membukanya

G-geureyo~!! “Angguk jiyeon yang sudah sangat fokus pada kue membuat sehun yang tadinya sibuk menertawakan chanyeol dan yeosob pun tersenyum

Andwae! “Pekik chanyeol berjalan terseok-seok menghampiri kelimanya, sementara mereka semua hanya terpaku dengan keadaan chanyeol

Jadi sejak tadi tak bisa lepas? “Gumam hyomin menunjuk yeosob yang masih setia memeluk lengan chanyeol

Hyung~ hyungie~!! Perhatikan aku juga~ nado nado nado~ “rengek yeosob masih bersikukuh mendapat ‘pengakuan’ dari chanyeol

Jiyeonnie!! Kau sudah makan banyak kue sejak kemarin! Sebaiknya kue itu untuk sehun, kau sudah menghabiskan jatahnya tadi pagi “komen chanyeol menunjuk sehun yang hanya bengong

Kyaa~! Dengan senang hati~!! Ini dia kue coklat untukmu~ “girang luna berlari keseberang ranjang, memberikan kuenya pada sehun

Ah ne~ kamsahamnida~ “ucap sehun ramah “yak! Itu kan untukku!” protes jiyeon namun matanya tetap mengarah pada kue ditangan sehun

Dasar wanita! “Rutuk yeosob menatap sengit luna, walau begitu, ia masih saja memeluk chanyeol

Neo!! Lepaskan aku!! “Amuk chanyeol

Shiro~! Akui aku sebagai dongsaengmu juga~!! “Rengek yeosob lagi

Astagaaaa!!! Jiyeon-ah!!! Lakukan sesuatu! “Kesal chanyeol menoleh pada jiyeon

Kue~ kue~ kue~ “gumam jiyeon tak menghiraukan chanyeol, ia terus fokus pada kue digenggaman sehun

Noona mau? “Tanya sehun riang dibalas anggukan semangat jiyeon “Yak! Aku sedang kesulitan disini! “Protes chanyeol

Yeosob-ah~ keumanhae~! “Sergah taemin dengan suara yang dibuat berat “Shiro~! Sejak dulu hyungie tak pernah menganggapku~ huweeee” timpal yeosob

Aigo~ m-mianhae sunbaenim “ucap taemin sembari membungkuk pada chanyeol “Begitu saja?”heran chanyeol akan ucapan taemin

Yak! Setidaknya bantu aku! “Gerutu chanyeol “yak park jiyeon! yak! Jangan makan kuenya!” heboh chanyeol lagi “SEHUN!!! Jangan kau berikaaan!!!” amuk chanyeol begitu sehun yang tanpa perlawanan membiarkan jiyeon menyicipi kuenya

Dan dengan begitu, ruang rawat jiyeon kembali heboh, dengan berbagai tingkah yang dilakukan jiyeon dkk, berhasil membuat chanyeol kewalahan -seperti saat SMP dulu-

===

Kai! Chankaman! Kau yakin? Disini juga masih ada polisi yang berjaga “sergah jongkook begitu keduanya tiba, mengamati rumah itu dari kejauhan

Ne! Keunde seperti yang kau bilang, masih banyak polisi di sana, kajja! “Ajak kai lagi yang tadinya sempat berpikir

Eoddiga? “Bingung jongkook

Kekompleks perumahan “jawab kai, ia memilih jalan memutar untuk menghindari polisi

Jadi yang mana? Kau bilang kau tau~ “tanya jongkook lagi, menatap beberapa rumah besar disekitarnya

Yang itu, aku ingat dulu saat akan menuju lokasi pertandingan, kami sempat menjemput seorang chingu yeoja itu di sana, ia bilang baru saja menemui dokter “jelas kai dan keduanya pun menghampiri rumah besar dengan taman cukup luas disana

Ting tong

Kai menekan bel yang ada di pagar, namun tak ada yang merespon

Apa mereka sedang keluar? “Gumam jongkook

Chogiyo~ nuguseyo? Tanya seorang petugas keamanan yang sedang berjaga

Ah! Annyeonghasimnika~! Kami mencari pemilik rumah ini, kami dengan ia seorang dokter jadi kami kemari “bohong kai, ia bahkan tak yakin ini adalah rumahnya atau pun kebenaran akan profesi orang itu

Ah~ kalian mencari Sooro-ssi?! Ia sedang tak ada di rumah, sejak kemarin ia dan anak-anaknya pergi kerumah sakit milik mereka “jelasnya

Jinja? Bolehkah kami meminta alamat rumah sakitnya? “Tanya jongkook

Kalian pasti tahu! Rumah sakit Seoul! Itu adalah rumah sakit milik Sooro-ssi “jelas sang petugas membuat kai terkejut, berbeda dengan jongkook yang terlihat berpikir

Ah~ kamsahamnida! “Ucap kai sembari membungkuk diikuti jongkook

Yak! Kajja! “Ajak kai, menarik jongkook yang masih berkutat dengan pikirannya

Rumah sakit Seoul? Yak! Itu kan tempat jiyeon dirawat! “Heboh jongkook

Eoh?!! Ah! Majja! “Seru kai yang juga baru menyadarinya

Dan jika dugaan kita benar~ jika kris hyung memang di tolong oleh orang itu, dan berada di rumah sakit.. “Jeda jongkook sembari menatap kai

Kemungkinan mereka akan bertemu “lanjut kai menatap cemas jongkook

Eoh! Jiyeon dan kris hyung “sambung jongkook dan keduanya pun mempercepat lari mereka menuju halte

===

Kris? Kajja~ kau harus bersiap untuk operasi “ucap boram lembut, menghampiri kris yang sejak tadi duduk diam mendengarkan dongeng mason

Aaah~!!! Aku belum selesai membaca ceritanya~ “protes mason menutup kasar buku bergambarnya

Kau bisa melanjutkannya nanti mason-ah~ bukankah yang terpenting sekarang adalah kesehatan kris hyung? “Bujuk boram mengusap lembut puncak kepala mason, tindakan yang benar-benar di perhatikan kris dengan baik

Kai! Aku tak pernah melakukan hal seperti itu pada kai “batin kris, ia semakin tertegun melihat wajah cerah mason setelah boram mengusap kepalanya

Geure~ hyung! Aku akan melanjutkannya nanti, cepat sembuh ne~! “Ucap mason lagi mengikuti boram yang sudah mendorong kursi roda kris

Ne! Bacakan untukku lagi nanti “angguk kris, kali ini tidak dengan nada datar nan dingin, melainkan nada lembut dan senyuman hangat, seperti yang boram lakukan pada mason beberapa saat lalu

Hyung? HUUUAAAA~!!! Akhirnya! Akhirnya… “heboh mason setelah beberapa saat lalu begitu tertegun akan ucapan kris

Sementara kris, ia yang awalnya bingung dengan kehebohan mason pun mengerti, ia tersenyum melihat tingkah mason dan beralih menatap boram

Boram yang juga baru pertama kali mendengar nada bicara kris yang begitu lembut dan menenangkan pun tertegun, ia bahkan tak mampu bergerak untuk beberapa saat

Gwaenchana? “Tanya kris yang memang menatap boram, kebingungan dengan ekspresi boram ini

Ne? Ah ne! Gwaenchana! K-kajja! “Ucap boram lagi, dengan senyum manis yang kembali terukir di wajah imutnya, membuat kris pun kembali tersenyum

Hyung~ setelah sembuh nanti kajja kita bermain di pantai~ otte? “Tawar mason dengan mata berbinar

Pantai? “Gumam kris sembari berpikir “Ne! kajja! ”Angguk kris dengan senyum cerah yang tulus ia berikan

Yeeeaaahhh!!! Pantai!!! Kami dataaang~!!! “Heboh mason melompat-lompat girang mengitari kris dan boram yang tertawa lepas karena tingkahnya

Ommona~ apa itu namjachingu Boram-ssi? “Heboh seorang suster yang sedang menyiapkan berkas di meja resepsionis

Sepertinya begitu “sahut seorang lagi menatap ketiganya “Nah! Kau lihat itu! Mereka tersenyum sambil bertatapan! “Lanjutnya heboh begitu melihat kris dan boram yang tertawa sembari menatap satu sama lain

Aigo~ mereka cocok sekali~ kyaaa~! “Sahut chingunya lagi gemas

Eoh? Noonadeul? Waegeure? “Sahut seorang namja dari belakang mereka

Kya! Gapjagi! Yak sejun-ah~ “gemas kedua suster yang cukup dekat dengan sejun, sang dokter magang yang cukup terkenal karena keramahan dan sikapnya yang bersahabat. Membuat para suster dan beberapa dokter muda mengijinkannya memanggil mereka dengan sebutan noona atau pun hyung, daripada menggunakan panggilan sunbae

Keke mianhae noonadeu~ keunde~ kalian tak menghiraukanku yang sudah menunggu untuk mengambil berkas “bela sejun, namun tetap dengan nada sopan

Keke mianhae sejun-ah~ sejak tadi kami memperhatikan boram-ssi dan namjachingunya hehe mereka mesra sekali “ucapnya heboh, mulai membayangkan kejadian beberapa saat lalu

Jinja? Waah~! Bukankah itu bagus? “Angguk sejun sembari menerima berkasnya

Eoh~! Majja! Dan lagi sepertinya si kecil mason juga menyukainya~ “lanjutnya menunjuk ketiganya

Eoh? Majja~! Mason bahkan terus berbicara padanya “sambung sejun mempertajam penglihatnnya pada ketiga orang yang sudah berada cukup jauh dari mereka

===

Kau ingin menjenguk jiyeon dulu? “Tawar jongkook begitu keduanya tiba di lobi rumah sakit

Eoh? N-nanti s-saja “sahut kai mendadak gugup

Wae? Wae? Wae? Kau gugup hmm…~??? “Goda jongkook sembari berlari kecil menuju meja resepsionis

Ck! Bukan begitu! Kau ini! “Amuk kai mengikuti langkah jongkook

Huaa~!!! Kajja kajja! Kita ke lantai 5! “Sembur jongkook begitu mendapat informasi mengenai kantor sang pemilik

Lantai 5? “Gumam kai

Eoh! Mereka bilang kita harus kesana dulu, bertemu sekertarisnya “jelas jongkook dan keduanya pun memasuki lift, seakan terlupa dengan amukannya tadi, kai hanya menurut

Ting

Kai dan jongkook segera keluar, kembali mereka bertanya pada beberapa suster yang ada di meja resepsionis

Permisi~ “sapa jongkook mendahului kai “ruang sekertaris Jeon Sooro-ssi ada di sebelah mana?” tanyanya sesekali menoleh pada kai yang sibuk mengedarkan pandangannya pada sekeliling

Ah~ disebelah sana~ kalian lurus saja, setelah itu belok ke kiri, setelahnya, akan ada tiga lorong, berbeloklah di lorong ke 2, ruangannya berada di paling pojok “jelas sang suster sembari menunjuk jalan di samping kanannya, dan jongkook yang terus mengangguk-anggukkan kepalanya

Kamsahamnida~! “Ucap jongkook seraya membungkuk begitu juga kai

Kau melihat apa? “Tanya jongkook begitu mereka berjalan

Eobso~ “ucap kai singkat membuat jongkook mengerutkan dahinya bingung

Ah majja! Jiyeon kan di rawat di lantai ini~ “seakan teringat jongkook kembali bersuara, menaik-naikan alisnya menggoda kai

Kau tak lihat lorong ini sepi eoh?! “Geram kai menunjukkan tinjunya

Hiiii~ belok belok! “Dengan sedikit berlari jongkook berbelok di lorong kedua seperti ucapan suster tadi

Hmmm…. “Gumam jongkook menghentikan lari kecilnya

Wae? “Sambung kai yang entah sejak kapan berada di belakangnya

Benar yang ini? “Tanya jongkook menunjuk pintu didepan, menoleh tak yakin pada kai

Bukankah itu yang dibilang suster tadi~ “timpal kai bergeser kedepan

Ya sudah~ kau ketuk saja~ “sambung jongkook yang sudah berada di belakang kai

Tok tok

“Silahkan masuk!”

Annyeonghaseyo “sapa kai begitu membuka pintu disusul dengan jongkook yang sedikit membungkukan badannya menyapa

Ne~ annyeonghaseyo~ ada yang bisa kubantu? “Tanya yeoja paruh baya itu

Ne! Kami ingin bertemu dengan Jeon Sooro-ssi, pemilik rumah sakit ini “terang kai

Ah~ geureyo~ siapa nama kalian? Apa keperluannya? “Tanyanya sembari mengambil buku notenya

“Aku kai, dan dia jongkook, ada hal yang ingin kami tanyakan pada Sooro-ssi”

Hal apa itu? “Tanyanya lagi sembari menghentikan kegiatan menulis nama kedua anak ini

Walau sedikit ragu, kai pun berucap “mengenai kejadian beberapa hari lalu di kawasan perumahan beliau” terang kai lagi, kali ini didukung anggukan antusias jongkook

Kalian sudah membuat janji? “Tanyanya mendapat gelengan kompak kai dan jongkook

Yeoja paruh baya ini pun menghentikan kegiatan menulisnya, melirik sekilas keduanya dan beralih pada telfon di sebelah kanannya

Yeoboseyo~ Jeon Sooro-ssi, ada dua namja muda yang ingin bertemu dengan anda “jelasnya disimak dengan baik oleh kai dan jongkook

“………”

Mereka belum membuat janji, dan mereka ingin menanyakan kejadian beberapa hari lalu di kawasan perumahan anda “terangnya sembari melirik notenya

“……..”

Ne~ Sooro-ssi~ “ucapnya dan mematikan sambungan telfon, saat itulah wajah kai dan jongkook terlihat antusias menanti jawaban

Beliau akan mengadakan operasi 30 menit lagi, keunde beliau ingin kalian keruang operasi di lantai 8, beliau meminta putrinya untuk menunggu kalian sebelum ikut bersiap melaksanakan operasi “terangnya mendapat anggukan mantap keduanya yang langsung membungkuk hormat berterimakasih

Kamsahamnida~ “ucap keduanya di balas anggukan sang sekertaris

BLAM

Pintupun tertutup, menyisakan sang sekertaris yang masih terkekeh melihat tingkah kai dan jongkook barusan

.

.

Ting

Pintu lift terbuka begitu tiba di lantai 8, kai dan jongkook pun segera keluar dan menoleh ke sana kemari mencari ruang operasi

Permisi~ “seru kai begitu melihat seorang suster

“Ne? Ada yang bisa saya bantu?”

Ne! Ruang operasi ada disebelah mana? “Tanya kai

Ah~ kalian lurus saja, diujung lorong nanti belok kanan, kalian akan menemukan ruang operasi di sana “terangnya ramah

Kamsahamnida~ “seru kai cepat dan segera mempercepat langkahnya begitu juga jongkook

taptaptap

Ommo! “Kaget jongkook begitu kai menghentikan langkahnya begitu berbelok

Annyeonghaseyo~ “sapa yeoja didepan keduanya mengalihkan pandangan jongkook yang akan memarahi kai

Eoh? “Seru jongkook, ia mengingat yeoja ini, yeoja yang ia lihat di poster beberapa hari lalu di rumah sakit

Jeon Boram? “Gumamnya tanpa sadar

Ne~ nan Jeon Boram imnida~ bangapsumnida~ “sapa boram seraya membungkukkan badannya, begitu juga kai dan jongkook

Jadi~ kejadian apa yang ingin kalian tanyakan pada ayahku? “Tanya boram to the point, mengingat ia pun harus bersiap sebelum operasi

Kai dan jongkook terdiam, keduanya memandang satu sama lain dan beralih menatap boram yang dengan senyum ramahnya menunggu penjelasan keduanya

Beberapa hari lalu, terjadi penculikan di kawasan perumahan sooro-ssi, dan mahasiswa yang diculik adalah chingu kami, dan aku salah satunya yang berada disana “terang kai membuat boram membelalakkan matanya

Jadi kau chingu jiyeon-ssi? “Tanya boram “N-ne? Ah! Ne~!”sahut kai yang awalnya kebingungan

Jadi apa kau dongsaeng kris? “Tanya boram lagi, walau sempat terkejut, kai pun mengangguk

N-ne! a -aku dongsaengnya, k-kami terus mencarinya sejak kejadian itu “jawab kai lagi dengan begitu bersemangat, berharap akan segera bertemu sang kakak

Geureyo~ kai-ssi~ tenanglah~ “sahut boram lembut begitu melihat wajah cemas kai “hyungmu baik-baik saja~” ucap boram lagi, ia tersenyum begitu melihat ekspresi lega kai

Saat ini appa dan aku sedang bersiap untuk melaksanakan operasi “jelas boram, ia kembali tersenyum begitu mendapati kedua namja didepannya ini menatapnya bingung

Operasi Kris-ssi~ “terangnya

M-mwo? k -kau bilang ia baik-baik saja? “Sergah kai kembali khawatir

Ne~ ia baik-baik saja~ kami melaksanakan operasi untuk mengobati luka-luka di tangan dan beberapa anggota tubuhnya yang terdapat jahitan “terang boram, raut wajah tenangnya berubah cemas begitu mengingat betapa banyak luka jahitan itu

Mendengar penuturan boram, kai mengerti, perasaan cemas yang menggebu-gebu di hatinya pun berangsur hilang

Puk

Tenanglah~ ia akan baik-baik saja~ “ jelas boram sembari mengusap lembut puncak kepala kai yang sesaat lalu membungkukkan kepalanya merasa lega “kami akan berusaha semampu kami, setelah operasi nanti kalian bisa bertemu dengannya “terang boram lagi begitu melihat kai yang sedikit syok akan perlakuannya

Baiklah~ jika kalian ingin menunggu ikutlah denganku~ kalian bisa menunggu di ruang khusus “terang boram memberi kode pada keduanya untuk mengikutinya

Ckleek

Noona~!!! “Sambar mason begitu boram membuka ruang tunggu khusus para dokter yang biasa mengamati jalannya operasi

Mian~ kau menunggu lama? “Tanya boram berjalan bersama mason menuju bangku didepan kaca besar yang memperlihatkan ruang operasi didepannya

Masuklah~ “ucap boram pada kai dan jongkook

Eoh? Noona~ nuguchi? “Tanya mason sembari menoleh kikuk ke arah kai dan jongkook

Mereka adalah chingu jiyeon noona~ dan yang ini adalah dongsaeng kris hyung “jelas boram, walau saat itu mason dan jiyeon hanya bertemu sebentar, sesaat sebelum jiyeon kembali kekamar rawatnya, ia sempat menyapa mason lagi dan mereka pun berkenalan

Ah~ apa hyung yang bernama kai? “Sambar mason menghampiri kai yang kebingungan dengan pertanyaan mason

Mason-ah~ “panggil boram yang sama kagetnya “kau mengetahui namanya?”

Ne! Saat bermain dengan hyungie -Kris- hyungie sering mengucapkan nama Kai, siang tadi saja saat makan siang hyungie memanggilku Kai lagi~ waktu aku tanya~ hyungie bilang aku mirip dongsaengnya~ “jelas mason, sesekali dengan suara yang ia tinggikan saking semangatnya

Penjelasan mason cukup mengagetkan kai dan jongkook, pasalnya berdasarkan penjelasan mason tadi, ia tak yakin orang yang diceritakan mason adalah hyungnya -kris- “Bermain? Hyungie?!”batin kai

Dengan segala kebingungan dibenaknya, kai pun berjongkok mensejajarkan dirinya dengan mason “kau bilang bermain dengan hyungie?”tanya kai mewakili perasaan bingungnya juga jongkook

Ne~ kris hyungie~ “angguk mason begitu semangat memamerkan deretan gigi putihnya

Seolma~! “Gumam jongkook saking syoknya

Baiklah~ mianhae~ kami harus segera memulai operasi~ “ucap boram begitu melihat kode di layar belakang kaca besar tadi “Mason-ah jangan nakal ne~”pesannya dan menoleh pada kai dan jongkook “mian~ keunde gwaenchana jika aku menitipkan mason?” tanya boram

Ne~ gwaenchana~ “ucap kai

Ne ne~ gwaenchana~ “sambar jongkook dengan senyum cerahnya, dan dibalas dengan senyum cerah boram yang segera keluar

Hyungdeul~ duduklah disini~ “panggil mason menepuk-nepuk tempat duduk disebelahnya

“…..”

Jongkook dan kai pun menatap satu sama lain, merasa canggung karena mereka belum pernah berada ditempat seperti itu sebelumnya dan lagi, mereka tak tahu topik apa yang harus mereka bicarakan dengan namja kecil di samping kanan kai itu -mason-

Sementara mason, ia terus duduk dengan senyum sumringah, sesekali melambai pada sang noona yang menyiapkan peralatan operasi

Ah! Hyungie~ “seru mason, namun raut wajahnya pun berubah cemas. Kai dan jongkook yang mendengar seruan mason pun mempertajam penglihatan mereka begitu ranjang dorong yang ditempati kris masuk ke ruang operasi

Mason yang cemas pun menoleh pada kai, mengingat kai adalah dongsaeng kris, ia pun mencoba untuk menenangkan namja yang lebih tua darinya ini

Hyung~ kris hyungie pasti akan baik-baik saja “ucapnya semangat, menatap kai yang menoleh kaget padanya

Ne? Ah~ ne~ “sahut kai diikuti anggukan kikuknya

Hyung! Aku disini “batin kai kembali menatap cemas kris

===

12 p.m

Chanyeol terus berkacak pinggang menghadap ranjang rawat jiyeon dan sehun, setelah bebas dari jeratan maut yeosob, chanyeol langsung menyita kue coklat di genggaman sehun

Yeosob yang kembali ingin mendekati chanyeol langsung menciut saat chanyeol menatap tajam dirinya

Jiyeon! “Ucap chanyeol membuat yang dipanggil terkejut setengah mati “tidak ada kue untukmu hingga lusa!” lanjut chanyeol “tidak boleh protes!” sambungnya begitu jiyeon siap memberi pembelaan

Sehun! “Panggilnya lagi dan namja yang dipanggil pun langsung duduk tegap “jangan sekali-kali kau memanjakannya!” tunjuk chanyeol pada jiyeon “arraso?” sambungnya menatap lekat sehun

N-ne hyung! “Angguk sehun dan chanyeol pun beralih pada keempat serangkai yang berdiri disisi kanan jiyeon dan kiri sehun

Berapa banyak yang sudah kalian makan sejak kemarin? “Tanya chanyeol menatap bungkusan makanan ringan di sofa

Keempatnya pun saling bertatapan dan taemin -yang dipaksa hyomin- pun menjawab “s-sepu…luh” ucapan taemin mengecil begitu chanyeol memelototinya saat mendengar jumlah yang mereka makan

Aigo “gumam chanyeol “tidak ada lagi keripik, cola, coklat, kue sampai minggu depan!” seru chanyeol membuat kelimanya -kecuali sehun- menatap tak terima pada chanyeol

Hyung!! Oppa!! Sunbaenim~! “Seru kelimanya kompak “Anhi! “Geleng chanyeol menolak protes mereka

Jadi seperti ini tingkah noona dan hyung dulu? Kyeowo~ “batin sehun menoleh pada jiyeon yang masih protes dan beralih pada chanyeol yang entah sudah memberi ceramah apa pada kelimanya

Heol! “Gerutu luna begitu chanyeol keluar menuju ruangan jaejong, chanyeol diminta jaejong untuk memeriksakan kesehatannya juga

Benar-benar kembali seperti dulu “geleng taemin, mengingat chanyeol yang dulu sering memarahi mereka

Eoh! “Angguk hyomin dan jiyeon bersamaan

Hyung belum mengakuiku! JIYEON-AH! Bujuk dia bujuk! “Rengek yeosob menoleh sebal pada jiyeon

Wae naya?!! Kau sendiri saja yang membujuknya menyukaimu~! “Gerutu jiyeon

Mana bisa~!! “Kesal yeosob

Yak! “Teriak taemin membuat kelimanya, juga sehun yang sejak tadi menyimak, terlonjak kaget

Bukankah kita ada janji untuk membantu sonsaengnim?!! “Heboh taemin “huaaa~!! Majja~! Palli kajja!” heboh hyomin beranjak berdiri

Membantu apa? “Bingung jiyeon “menyiapkan projek anak semester 2”jelas luna

Baiklah kami pergi~! “Pamit taemin lagi “annyeong pangeran~” pamit luna “jiyeon-ah! Bujuk chanyeol hyung! Pokoknya bujuk dia!” pesan yeosob sembari menarik luna

Wae naya!! “Kesal jiyeon yang tak digubris yeosob

Dasar! “Gumam jiyeon sebal

“……….”

Yah~ sepi lagi “desah sehun menyandarkan dirinya dan menyalakan tv

Baekhyun tak ingin kemari? “Tanya jiyeon yang sebelumnya terkekeh mendengar ucapan sehun

Ia sibuk membantu dosen melakukan penelitian “jelas sehun masih fokus pada layar tv, jiyeon yang mendengarnya hanya mengangguk-anggukan kepalanya dan menoleh pada nakas

Ommo! KAI! “Batin jiyeon langsung mengambil ponselnya, menghubungi kai

Yeoboseyo? “Sapa jiyeon, sehun yang mendengarnya pun sesekali menoleh pada noonanya itu

“…….”

Neo eoddiso? “Tanya jiyeon

“……”

Ne? Rumah sakit?! “Heboh jiyeon “kau sakit?” paniknya

“…….”

M-mwo?!! Jadi kau sudah tahu?

“……”

Ne~ nado~ aku juga mengetahuinya, mianhae~ harusnya kemarin aku langsung menghubungimu~ keunde aku tak membawa ponselku saat melihat Kris-ssi dan lupa saat sampai di kamar~ mianhae~ “sesal jiyeon dan terdengar kekehan pelan kai membuat jiyeon tersenyum

“…….”

Geureyo? Di mana? Apa aku boleh datang melihatnya juga? “Tanya jiyeon semangat

“…..”

Jinja? Geure~ lantai berapa? “Tanya jiyeon lagi

“…..”

Geure~ gidaryo~ anhi~! Kau tak perlu menjemputku~ aku akan kesana~ aku sudah baik-baik saja~ “sergah jiyeon melirik sehun yang terlihat penasaran

Piip

Sehun-ah~ kau ingin ikut? “Tawar jiyeon beranjak turun dari ranjangnya

“Eoddiso noona?”

Menemani kai dan jongkook menunggu operasi kris-ssi selesai “jelas jiyeon

Baiklah~ kajja noona~ “angguk sehun segera mengambil kursi roda jiyeon

Eh~ tidak perlu~ aku jalan saja~ “tolak jiyeon “anhiyo~ noona duduklah~” sergah sehun bersikukuh

Haaa~ baik baik~ “ucap jiyeon dengan nada malas namun malah membuat sehun tersenyum

===

Ruang pemeriksaan

Jaejong terus menatap berkas pemeriksaan chanyeol dengan teliti, sedangkan chanyeol, walau terlihat cuek ia sesekali melirik jaejong karena penasaran dengan hasilnya

Chanyeol-ah~ “panggil jaejong serius “keputusanmu untuk berhenti sekarang memang tepat, walau sebenarnya sudah sedikit terlambat, keunde dengan menjalani perawatan kau akan berangsur-angsur membaik” jelasnya lagi membuat bahu chanyeol merosot, ia tahu itu, mengingat apa saja yang sudah ia lakukan selama ini, wajar jika kesehatannya tak lagi baik

Kau hanya perlu…

Jebal jangan tempat rehabilitasi~! Apapun selain itu “mohon chanyeol, jaejong mengerti, ia mengangguk dan kembali menjelaskan

Jika begitu, setiap 3 hari kau harus datang kemari untuk menjalani pengobatan selama 2 bulan pertama, setelahnya kau cukup datang kemari seminggu sekali “jelas jaejong mendapat anggukan semangat chanyeol

Gomawo ahjussi~ aku akan memberi tahu omma “terang chanyeol segera beranjak berdiri

Chanyeol-ah~ “panggil jaejong lagi “Bagaimana kabarmu dan yoochun? “Ucapnya memudarkan senyum di wajah pucat chanyeol

Mian pertanyaanku mengganggumu, keunde, ia adalah appamu “ucap jaejong menjeda ucapannya begitu melihat reaksi tak suka chanyeol “beri ia kesempatan, seperti dirimu yang memberi kesempatan pada dirimu sendiri untuk berubah” kembali jaejong menjeda ucapannya “dengan begitu kau, jiyeon, sehun dan orang tua kalian, kalian semua akan menemukan akhir yang bahagia” sambungnya berusaha menatap manik mata chanyeol

Hhaaaa~ setelah memutuskan berhenti, banyak sekali nasehat yang kudapat! “Gerutu chanyeol membuat jaejong terkekeh “baik baik~ aku akan berusaha “timpalnya lagi dan berbalik menuju pintu

Gomawo ahjussi “ucap chanyeol begitu membuka pintu “kau juga harus segera menemukan akhir yang bahagia~” goda chanyeol celingukan di koridor dan kembali menatap jaejong

“Dokter Jihyo juga boleh~ aku merestui kalian ”sambung chanyeol bertepatan dengan seorang dokter yang melewati ruangan jaejong

Annyeonghseyo dokter Jihyo~ “sapa chanyeol membuat jaejong semakin speechless “na ganda”pamit chanyeol dan tak lama berselang terdengar suara tawa khas namja jangkung itu

Astaga! Anak itu benar-benar! “Gerutu jaejong yang harus menahan gugup saat tadi tak sengaja tatapannya dan jihyo bertemu, karena chanyeol -yang ia yakini sengaja- membuka pintu ruangannya lebar-lebar saat menyapa dokter jihyo

Hahaha kebetulan sekali tadi “gumam chanyeol “sesekali ahjussi memang butuh nasehat! Bukannya cuma menasehati saja”gerutu chanyeol lagi berjalan santai menuju kamar rawat jiyeon

Eoh? Omma? “Kaget chanyeol begitu melihat minyoung yang berdiri didepan kamar rawat

Ah! Chanyeol-ah~ kau tahu dimana yeonnie dan hunnie? Mereka tak ada di kamar “jelas minyoung seraya menghampiri chanyeol dan menggandeng tangannya

Eh? Mereka kemana? Tadi aku meninggalkan mereka dengan hyomin, taemin dan luna “jelas chanyeol -ia masih enggan menyebut namja berisik itu -yeosob-

Jinja? Kemana mereka sekarang “walau ia tahu mereka akan baik-baik saja, minyoung tetap saja khawatir

Mereka ada di lantai 8, menemani chingu jiyeonnie yang menunggu kerabatnya dioperasi “sergah yoochun berbali menatap keduanya, sejak tadi ia sibuk menelfon sehun

Chanyeol? “Kaget yoochun, ia semakin terkejut saat melihat chanyeol dengan santai menerima gandengan minyoung

Minyoung yang melihatnya tersenyum, ia lupa menceritakan kejadian kemarin pada yoochung, dan perlangan melepas gandengannya dan menepuk lembut bahu chanyeol

Omma akan memberi kalian waktu, omma akan menyusul jiyeonnie dan sehunnie “pesan minyoung beralih menatap yoochun dan mengangguk, memberi kode untuk berbicara dengan chanyeol. Minyoung pun memutuskan pergi

Keduanya terdiam, chanyeol yang tadi juga terkejut dengan kedatangan yoochun berusaha terlihat tenang, dan ia pun memilih untuk masuk kamar rawat jiyeon, meninggalkan yoochun yang juga sama kikuknya

Cklek

Chanyeol yang baru saja duduk di ranjang jiyeon menoleh, mendapati sang appa yang membuka dan tak lama kembali menutup pintu

Sesaat keheningan kembali tercipta, chanyeol sesekali melirik sang appa begitu juga yoochun

Chanyeol-ah “panggil yoochun yang merasa tak ada gunanya berdiam seperti itu

Chanyeol yang sempat terkejut menoleh, bukannya rasa marah yang muncul begitu melihat sang appa saat ini, perasaan kikuk dan juga tak enaklah yang ia rasakan, mengingat percakapan terakhirnya dan sang appa beberapa hari lalu yang berakhir tak baik

Bagaimana keadaanmu”tanya yoochun kikuk

Baik, kau? “Tanya chanyeol singkat

Nado “jawab yoochun singkat dan keheningan kembali menghampiri, yoochun melirik chanyeol dan berjalan mendekatinya perlahan, sementara chanyeol mendadak tegang begitu melihat sang appa mendekatinya

Bruk

Chanyeol terkejut begitu sang appa berlutut didepannya “Chanyeol-ah mianhae “ucap yoochun “mianhae tak pernah ada disisimu dan jiyeon saat kalian membutuhkanku ‘sesal yoochun menitihkan air matanya

k -kau…. “Gumam chanyeol kikuk, dirinya yang tadi duduk santai sembari menonton tv pun langsung berdiri panik saat yoochun berlutut

Chanyeol-ah~ appa menyayangimu~ appa menyayangi jiyeonnie dan ommamu, juga sehunnie dan minyoung. Appa menyayangi kalian semua, memang appa terlihat egois, meninggalkan kalian dan tak memberi kabar, keunde appa juga bingung, sangat bingung saat itu, kakek dan nenek kalian begitu marah, begitu juga keluarga besar kita, appa sangat bingung harus melakukan apa agar bisa membahagiakan kalian semua, membahagiakan kau, jiyeon dan taehee juga sehun dan minyoung “tangis yoochun membuat chanyeol pun menitihkan air matanya

Kau memang egois… “ucap chanyeol susah payah, memaksa dirinya untuk tak menangis “kau benar-benar egois dan keterlaluan “sambungnya dan air mata yang ia tahan pun mengalir “melakukan hal seburuk ini pada taehee dan minyoung omma” ucapnya kembali menangis, dengan kasar chanyeol mengusap air matanya dan kembali menatap yoochun yang masih menunduk dan berlutut

“Kau salah! Kau memang bersalah! ”Chanyeol mengambil jeda, nafasnya tersengal akibat memaksa dirinya untuk berhenti menangis “jika kau memang menyayangi kami…. Beri kami penjelasan saat kau pergi dari rumah dan bukannya menghilang tanpa kabar setelah bertengkar dengan omma dan memutuskan bercerai!” seru chanyeol kesal

Kenalkan kami pada sehun! Kenalkan kami dengan baik dan kami tak akan menolaknya! “Kesal chanyeol

Jika kau menyayangi omma! Datanglah dan temani omma saat ia menangis karenamu! Datanglah saat jiyeonnie sakit karena masalah ini! Hampir seminggu ia demam karena begitu terkejut dengan keputusan kalian! “Teriak chanyeol kesal, sesenggukan menatap yoochun yang juga menangis

Dan…. dan jika kau menyayangiku… datanglah saat aku membutuhkanmu! Datanglah saat aku berada di pusat rehabilitasi! Datanglah saat aku mabuk-mabukan! Bila perlu pukul aku! Pukul aku dan marahi aku! “Teriak chanyeol lagi sesenggukan

Kami hanya membuthkan penjelasanmu, kami membutuhkanmu ada saat kami terpuruk, seperti yang selalu dilakukan seorang ayah “ucap chanyeol dengan suara melembut, menundukkan kepalanya menangis dalam diam

Yoochun mendongakkan kepalanya, mendapati chanyeol yang dengan wajah memerah menahan tangis, dengan segera yoochun bangkit berdiri, menatap putra sulungnya rindu

Mianhae appa tak ada disaat kalian membutuhkanku, tak ada saat kau benar-benar membutuhkan nasehatku. Mian… hiks mianhae chanyeol-ah mianhae “tangis yoochun, chanyeol yang mendengarnya pun mengangkat wajahnya menatap yoochun dan tanpa bisa ditahan ia pun menangis

A-appa! “Seru chanyeol dan dengan segera yoochun pun memeluknya

Hiks appa!! Appa!! “Tangis chanyeol, tangisan pulu dan rindu akan sang appa, tak peduli berapa umurnya sekarang, atau tanggapan orang jika melihatnya sekarang, chanyeol hanya ingin menumpahkan kekesalah yang ia pendam bertahun-tahun ini pada sang appa, melepas amarah dan juga rindunya akan kehangatan seorang appa yang telah hilang dari hidupnya selama beberapa tahun ini

Ne~ chanyeol-ah~ putraku~ appada~ hiks “tangis yoochun menepuk-nepuk lembut punggung chanyeol, menenangkan putranya yang menangis pulu juga dirinya

Perasaan senang, lega juga haru menggerogoti hati yoochun, tak menyangka hari yang ia tunggu pun tiba, hari dimana sang putra mau memeluknya kembali, seperti yang selalu di lakukannya saat kecil dulu

Sementara chanyeol, ia begitu lega dan juga senang, entah mengapa, perasaan marah yang ia rasakan meluao entah kemana, berganti dengan perasaan rindu akan pelukan sayang yang selalu ia dapat dari sang appa saat kecil dulu

Maukah kau memberi kesempatan pada appa? “Tanya yoochun lembut melepas pelukan mereka

Chanyeol terdiam, berusaha mengontrol tangisnya dan menatap sang appa

Eoh! Tentu saja! “Angguknya senang membuat keduanya tertawa, yoochun yang mendengar jawaban chanyeol pun langsung merangkul putranya, mengusap puncak kepala chanyeol sayang dan tertawa bersama

Hei~ bagaimana kalau ke kantin? “Tawar yoochun, ia masih ingat betapa chanyeol sangat suka makan

Kajja! Appa yang bayar! “Angguk chanyeol langsung menunjuk sang appa

Geure! Appa penasaran apa mereka menjual bulgogi pedas manis ‘gumam yoochun kembali merangku chanyeol saat mereka berjalan di lorong

Chanyeol menoleh, cukup terkejut sang appa masih mengingatnya “tentu harus ada, itu menu wajib setiap rumah makan!”sembut chanyeol membuat yoochun tertawa

Hahaha kau ini! Aigo jinja~! “Geleng yoochun tak habis pikir akan jawaban chanyeol, keduanya pun tertawa, dan entah mengapa, chanyeol yang tak terlalu suka berbicara panjang lebar, mendadak cerewet dan menceritakan berbagai hal pada yoochun, yang dengan senang hati mendengarnya

Yeosob? ‘Bingung yoochun “ne! Chingu jiyeon~! Astaga ia berisik sekali appa~! Bahkan tadi hampir sejam ia merangkulku terus! Satu jam!! ”Heboh chanyeol menunjukan telunjuknya pada yoochun, saking semangatnya

Hahaha ia benar-benar menyayangimu, adopsi saja “canda yoochun membuat chanyeol mencibir

Sementara itu, tanpa mereka sadari, para pasien juga para suster dan beberapa dokter memperhatikan mereka, cukup aneh bagi mereka melihat anak seumur chanyeol yang masih lengket seperti itu pada sang appa. Namun, entah mengapa, justru pemandangan didepan mereka inilah yang sangat mereka suka, kedekatan seorang appa dan anaknya, yang terlihat begitu bahagia.

 

TO BE CONTINUE

 

Hai hai…. #lambai-lambai

Angeljypark kembali -setelah sekian lama- #akhirnya….

Semoga masih ada yang nungguin lanjutan FF ini hehe

Baiklah…. Ga usah banyak cuap-cuap…

Ini dia part ke 8 I Love My Brother hehehe

Komen juseyo~

Kamsahamnida~ geurigo mianhamnida atas keterlambatan publish~ #reallydeepbow #lovelovelove

20 responses to “[CHAPTER-PART 8] I LOVE MY BROTHER

    • hehe mian bikin baper wkwkw
      ne~ author lanjutin~ wkwkw
      mianhae ne~ author lama banget updatenya #deepbow
      chapter 9 udah author publish semoga chingu suka~
      kamsahamnida ne chingu~ #bowbow

  1. Bingung mau komen apa..yg jelas senang bngt saat thu ff kesayangan yg satu ini akhirx dilanjutin..di chapt ini lebih ke terharu bahagia..wow..hidup memang sulit bro.keke..jngn lupa ma yoseob pantes aja chan oppa gk ngakuin dia.wkwkwk.

    • hehe kamsahamnida ne udah suka sama FF author hehe #lompatlompat
      hehe
      wkwkw iya kasian tuh yeosob,,, ga ada yang mau akuin dia hahaha #yeosobngamuk
      hahaha
      kamsahamnida ne chingu… udah baca dan komen,,, ditunggu ne kelanjutannya…
      kamsahamnida~ #bowbow

  2. youchun emang egois,tidak apa tekat dari pada tidak sama sekali..
    hahaha kapan lagi mereka bisa tidur bertiga..
    dan kris perlahan-lahan mengerti yg mana salah dan mana yg benar..

    • tidur bertiga? #bingung si Chanyeol, Jiyeon, Sehun? wkwkw kapan ya~ wakaka
      dan untuk kris,,, well si doi udah baikan #terimakasihkeluargajeon hehe
      ditunggu ne chingu kelanjutannya~ gomawo ne udah mampir baca dan komen~
      kamsahamnida~ #bow

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s