[Ficlet – Series] Second Choice #4

image

Second Choice #4
“Lie”

Laykim Artposter & Storyline
Main Cast:
Oh Sehun, Park Jiyeon, Bae Suzy
Support Cast:
Seo Joohyun & Kim Jongin
Genre:
Romance, AU, Friendship, School life
Length: Ficlet – Series
Rating: General

Suzy yang mendapat pertanyaan mendadak dari Jiyeon, terduduk lemas di atas kursi ruang tunggu. Tepatnya di depan kamar perawatan Sehun. Ia bingung dan tak tahu apa yang dipikirkannya. Yang pasti, gadis itu tidak ingin kehilangan sang kekasih yang sudaj dicintainya lebih dari dua tahun. Suzy dan Sehun menjalin kasih asmara saat mereka masih duduk di bangku SMP.

“Kau bisa menjawabnya, tidak?” tanya Jiyeon seraya menyenggol siku lengan Suzy sebelah kanan.
Suzy masih membisu, mungkin ia masih mencari jawaban yang sesuai dengan hatinya.
Karena tak ingin menunggu lama, akhirnya Jiyeon mengalihkan pembicaraan. “Doakanaku bisa datang ke pesta sekolah dengan pasanganku. Kau juga harus datang dengan Sehun. Jaga dia baik-baik, Bae Suzy. Kau tahu pengorbananku mendonorkan ginjalku. Jika kau tidak menjaganya dan terjadi sesuatu yang buruk padanya, aku akan mendatangimu dan membuat perhitungan denganmu. Camkan itu!” gertak Jiyeon yang sudah pasti hanya berupa gertakan sambal. Entah apa yang terjadi setelah Sehun sembuh nanti, ia tidak peduli lagi pada namja itu. “Tolong rahasiakan.juga pada orang tua Sehun karena jika mereka tahu, perjodohan kami tidak bisa dibatalkan.”

Jiyeon beranjak dari tempatnya dan berjalan masuk ke dalam kamar tempat istirahat seorang namja bernama Oh Sehun yang masih tampak lemas.
Saat Jiyeon masuk, rupanya Sehun telah sadarkan diri. Wajahnya masih pucat dan bibirnya nampak kering seperti orang kehausan. Tubuhnya sangat lemas.
“Ji, Jiyeon-a, apa yang kau lakukan di sini?” tanya Sehun pelan karena tidak ada energi yang cukup dari tubuhnya untuk sekedar berbicara.

Jiyeon hanya menatap Sehun sekian detik. Ia enggan untuk menyapa maupun mengobrol dengan namja itu. Tetapi melihat keadaan Sehun yang masih berbaring di atas ranjang membuat Jiyeon luluh. Akhirnya ia mau membuka mulut untuk.sekedar mengucapkan dua kalimat. “Jangan menyapa atau bertanya padaku. Kau bisa membuatku benar-benar jatuh cinta padamu, Oh Sehun.”

Sehun mengerutkan keningnya. Ia menganggap ucapan itu dengan serius.
“Jangan dipikirkan, aku hanya bercanda. Oh ya, kekasihmu sudah menunggu di depan. Aku akan pulang dan menyuruhnya menunggumu di sini.”

Jiyeon membalikkan arah dan siap mengayunkan kaki jenjangnya melangkah menjauh dari Sehun.
Tap!
Tiba-tiba Sehun memegang tangan Jiyeon dan memaksa gadis itu menghentikan langkahnya. “Kau yang membawaku ke rumah sakit?”
Jiyeon menggeleng pelan. “Bukan aku. Para guru yang membawamu ke sini. Mereka melihatmu jatuh pingsan di koridor kelasku.”

Sehun melepaskan pegangan tangannya. “Kau berbohong.”
Jiyeon menghela nafas dalam-dalam dan menghembuskannya asal. “Aku tidak berbohong padamu. Terserah kalau kau percaya padaku atau tidak. Aku juga tidak peduli.” Jiyeon melangkah ringan menuju pintu keluar.

“Aku melihatmu wajahmu sebelum pingsan, Park Jiyeon. Aku… juga mendengar kau memanggil namaku. Benar, kan? Kau berbohong padaku.”

Jiyeon sempat berhenti saat Sehun mengaku melihat wajahnya dan mendengar Jiyeon memanggil namanya namun gadis yang berniat mendonorkan ginjalnya untuk Sehun itu berusaha acuh tak acuh. Ia tidak ingin menanggapi Sehub terlalu serius. Ia terlalu takut jika nantinya perasaan cinta tumbuh di hatinya.

Sepeninggal Jiyeon, Suzy masuk ke dalam ruang perawatan Sehun dan duduk di kursi samping ranjang dengan memegang erat tangan kekasihnya itu.
“Suzy-a, aku ingin bertanya padamu. Kau harus menjawabnya dengan jujur.”

Suzy mengangguk. “Baiklah. Apa yang oppa ingin tanyakan?”

“Siapa yang membawaku ke rumah sakit?” tanya Sehun to the point.

Bibir Suzy agak bergetar. Dia ingin sekali segera menjawab pertanyaan itu. Namun dalam lubuk hatinya, gadis itu takut jika nanti Sehun tahu yang sebenarnya, kekasihnya itu beralih mencintai Jiyeon yang rela menyelamatkannya. “Para guru yang membawa oppa ke tempat ini. Park Jiyeon yang memberi tahu mereka kalau oppa jatuh pingsan di koridor kelas.” Itulah jawaban Suzy. Dia terpaksa berbohong hanya untuk melindungi perasaan Sehun agar tidak berpaling mencintai Jiyeon yang notabennya adalah tunangan resmi Oh Sehun.
***

Enam hari telah berlalu. Kondisi Sehun semakin membaik setelah mendapat donor ginjal.dari tunangannya, Park Jiyeon. Sementara itu, Jiyeon harus membatasi aktivitasnya setiap hari. GadisIa itu telah berhenti melakukan hobinya yaitu bermain bola voli. Jiyeon mengalihkan hobi kesayangannya itu pada kegiatan lain yang tidak terlalu beresiko. Ia mencoba mengembangkan hobinya yang lain, yakni menulis sebuah karya fiksi. Daya imajinasi Jiyeon tergolong tinggi. Mulai saat ini, gadis bermarga Park itu ingin menjadi seorang penulis terkenal seperti J.K. Rowling dan jajaran penulis dunia lainnya.

Kehilangan hobi kesayangannya tak membuat Jiyeon berhentiluluh melakukan olahraga. Ia mengganti olahraganya menjadi senam dan yoga. Bagaimanapun juga, olahraga sangat penting bagi tubuh, sekalipun ginjalnya tinggal satu. Ia bersyukur masih memiliki satu ginjal. Tak bisa dibayangkan hidup seperti Sehun yang telah kehilangan dua ginjal miliknya sendiri dan kini ia harus hidup dengan ginjal pemberian orang lain.

Hari ini Jiyeon pergi ke rumah sakit untuk menjenguk Sehun sekaligus mengatakan sesuatu yang dianggapnya sangat penting. Sesuatu menyangkut masa depannya.
Jiyeon telah sampai di depan pintu ruang perawatan Sehun. Ia mendengar suara langkah kaki mengarah padanya, lebih tepatnya ada seseorang yang akan keluar dari kamar itu. Jiyeon berdiri mematung di depan pintu. Mungkin lebih baik seperti itu

Ceklek!
Pintu dibuka dari dalam kamar dengan celah sekitar 20cm. Seorang gadis keluar dari kamar itu dengan mata sembab. Ya, siapa lagi kalau bukan Bae Suzy yang tengah menangis, entah apa penyebabnya.

Suzy menutup pintu di belakangnya kemudian berjalan pergi tanpa menghiraukan Jiyeon yang berdiri di depannya. Jiyeon dibuat bingung oleh sikap gadis ramah itu.

“Hey Bae Suzy! Tunggu!” teriak Jiyeon lantang dan sukses membuat Sizy menghentikan langkahnya.

Bae Suzy membalikkan badan.
“Ada apa denganmu? Ekspresi macam apa itu?” tanya Jiyeon selidik.

Suzy semakin tersedu dan larut dalam tangisnya. Ia terduduk di depan lift dan menutup wajah cantiknya.
Jiyeon berjalan mendekati gadis itu. “Sebenarnya apa yang terjadi? Kalian bertengkar?”

“Tidak,” jawab Suzy singkat sekali.
“Lalu apa?” tanya Jiyeon penasaran.
Suzy mengusap air mata yang membasahi wajahnya. “Orang tua Sehun oppa menyuruh kami putus. Aku tidak bisa melakukannya.”

Deg!
Jiyeon terdiam. Dirinya merasa bersalah atas kekacauan itu. “Ini pasti karena perjodohan kami, kan?”
Suzu tidak.menjawab dan malah menangis.

Tbc

5 responses to “[Ficlet – Series] Second Choice #4

  1. Jiyeon baik bgt sihhhh
    Dy udh banyak berkorban buat sehun
    Klo sehun tau dy pasti bisa lsg jatuh cinta deh sama jiyeon

  2. aiss bingung ma jiyeon knapa dia baik bgt dan dia donorin ginjal itu org tua nya tau gk ? kok bisa sih cepet bgt , dan sehun apa suka ya ma jiyeon?

  3. Agak kesel sih sma suzy yg udh bohong soal jiyeon yg udh bawa sehun ke RS dan udh donorin ginjalnya,, yya walaupun itu permintaan jiyeon tp suzy ga boleh egois kaya gth,,
    Next,,

  4. complicated bnget,,
    knpa Jiyeon g jujur coba klo dia yg bwa sehun ke rumah sakit,,
    si suzy lgi dia jg egois bnget g ngomong yg sejujurnya,,
    jdi si suzy kaya serakah bnget klo kaya gni,,

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s