[Ficlet – Series] Second Choice #3

image

Second Choice #3
“For Now”

Laykim Artposter & Storyline
Main Cast:
Oh Sehun, Park Jiyeon, Bae Suzy
Support Cast:
Seo Joohyun & Kim Jongin
Genre:
Romance, AU, Friendship, School life
Length: Ficlet – Series
Rating: General

“Oh Sehun!” teriak Jiyeon saat dirinya melihat sosok Sehun yang terkulai lemas di atas lantai. Beruntung Jiyeon sampai di tempat itu dan menahan kepala Sehun agar tidak tergeletak di lantai sekolah. “Sehun-a,” panggil Jiyeon khawatir seraya membenahi posisi kepala Sehun.

Meski telah terkatup, kelopak mata Sehun masih terbuka sedikit. Ia dapat melihat wajah Park Jiyeon dengan samar-samar yang duduk di samping. “Sadarlah, Oh Sehun!”
Puk puk!
Jiyeon berusaha membangunkan Sehun dengan menepuk-nepuk kedua pipi namja itu. Sehun masih tidak sadarkan diri. Akhirnya Jiyeon menelepon rumah sakit agar Sehun dapat segera tertolong.
***

Jiyeon berhasil membawa Sehun ke rumah sakit dengan bantuan gurunya. Ia segera menghubungi orang tua Sehun dan Bae Suzy, kekasih dari tunangannya itu. Detik demi detik telah terlampaui. Jiyeon berkali-kali melihat arloji berwarna perak yang melingkar di pergelangan tangan kirinya. Sudah 30 menit berlalu dan dokter masih memeriksa keadaan Sehun. Apakah keadaannya sedang tidak baik? Kecemasan pun membayangi benak Jiyeon hingga ia tak dapat merasakan ketenangan di ruang tunggu.
Tak berapa lama kemudian, dokter keluar dari ruang UGD. Itu artinya pemeriksaan pada kesehatan Sehun telah selesai. Jiyeon pun segera bertanya tentang keadaan Sehun pada sang dokter. Ekspresi dokter itu menunjukkan sesuatu yang mencemaskan dan pasti ada sesuatu yang ingin disampaikan dokter itu.
“Dokter, tolong katakan padaku. Apa yang telah terjadi pada tunangan saya?” tanya Jiyeon cemas. Meskipun sikapnya pada Sehun sedingin es, Jiyeon tetap mengkhawatirkan namja itu. Menurutnya, Sehun adalah tanggung jawabnya. Apapun yang terjadi pada Sehun merupakan tanggung jawab Jiyeon sebagai seorang tunangan. Entah sampai kapan ia harus menyandang predikat tunangan Sehun, Jiyeon tidak mempedulikan hal itu sama sekali. Yang dia inginkan adalah Sehun selamat dan hidup sehat.
Sang dokter tercengang mendengar Jiyeon mengatakan bahwa Sehun adalah tunangannya. Usia mereka masih sangat belia tetapi mereka sudah bertunangan.
“Saya harus menjelaskan pada orang tua Oh Sehun.”
“Katakan saja di sini, Dokter!” Tiba-tiba orang tua Sehun datang tanpa sempat memberi salam terlebih dahulu.
Dokter itu nampak ragu untuk membeberkan segalanya tentang kesehatan Sehun di depan ruang tunggu UGD. Tidak etis jika mereka membicarakan masalah kesehatan pasien di depan ruang UGD.
“Tolong katakan di sini saja, Dokter. Biar saja kami semua mengetahui apa yang terjadi pada Sehun,” pinta nyonya Oh yang tak ingin melepaskan genggaman tangannya dari Park Jiyeon.
Setelah berpikir matang-matang dan tidak bermaksud untuk membuat orang lain merasakan kecemburuan sosial, sang dokter akhirnya bersedia menjelaskan keadaan Sehun.
Dokter pun bersiap untuk mengatakan keadaan Sehun yang sebenarnya.
“Maaf, Tuan Oh. Saya harus mengatakan sesuatu yang tak diharapkan.”

Tuan Oh mengerutkan dahi. “Apa maksudnya?”
“Putra Anda menderita penyakit gagal jinjal. Ini sangat berbahaya, Tuan. Putra Anda telah kehilangan satu ginjalnya. Sekarang sisa ginjalnya juga mengalami kerusakan karena beberapa sebab.”
Deg!
“Tidak mungkin.” Tuan Oh menggelengkan kepalanya. “Tolonglah putra kami, Dokter. Apapun caranya, berapapun biayany, kami siap memberikan apapun agar dia sembuh.” Tuan Oh nampak sangat sedih. Putra tunggalnya sedang berjuang untuk dapat bertahan dengan satu ginjal.”

“Kami bisa melakukan transplantasi ginjal. Rumah sakit akan membantu Anda dalam mencari donor ginjal yang sesuai dengan ginjal putra Anda. Tetapi sebaiknya ada pihak keluarga yang ikut memeriksakan ginjal. Kemungkinan besar, ginjal dari salah satu anggota keluarga cocok dengan ginjalnya. Anda harus mempertimbangkan hal ini.”

Tuan Oh nampak berpikir berat. Ia harus mengumpulkan semua anggota keluarga untuk bisa mendonorkan ginjalnya untuk Sehun.
***

Jiyeon merenung di dalam kamar tidurnya. Penjelasan tentang kondisi Sehun membuatnya tidak bisa menutup mata. Oh Sehub berhasil menyita perhatiannya dan memenuhi ruang pikirannya malam itu. Donor ginjal? Jiyeon merasa berat menyebut kata donor ginjal. “Perlukah aku memeriksakan ginjalku juga?” lirih Jiyeon. Ia memang terbiasa donor darah 3 bulan sekali. Kalau donor ginjal… bukankah ia akan kehilangan satu ginjal jika ia mendonorkan ginjalnya. “Sepertinya aku harus memeriksakan ginjalku.”

Keesokan harinya, Jiyeon mengajak Suzy menjenguk Sehun yang masih terkulai lemah di rumah sakit. Wajahnya pucat pasi dan matanya masih tertutup. Suzy berjalan mendekati ranjang Sehun dan memegang tangan kanan kekasihnya dengan lembut. Sementara Jiyeon, ia berdiri di depan.pintu dengan ekspresi sulit dijelaskan.
“Kenapa aku harus berada di antara mereka berdua?” gumamnya sangat lirih agar Suzy tidak mendengarnya. “Semoga lekas sembuh, Sehun-a. Saat kau sembuh, aku berjanji akan membatalkan perjodohan bodoh kita berdua. Aku tidak ingin disebut sebagai gadis yang kejam dan egois. Meski perjodohan kita adalah kehendak orang tua.”

Mumpung Suzy masih asyik berdua dengan Sehun yang masih tidur, Jiyeon segera pergi ke pusat laboratoriun untuk menanyakan perihal donor ginjal. Ia sudah sangat yakin akan mendonorkan ginjalnya untuk Sehun.
***

Jiyeon selesai konsultasi tentang donor ginjal. Ia juga telah menjalani pemeriksaan dan tinggal menunggu hasilnya. Ia berharap ginjalnya cocok dengan ginjal Sehun. Hati Jiyeon berkecamuk antara keinginan untuk mendonorkan ginjalnya atau tidak. Jujur, dia belum pernah menyentuh meja operasi sekali pun. Tapi ia berharap kalau ginjalnya cocok untuk Sehun dan namja itu bisa kembali ke sekolah lagi. Ia benar-benar tidak tega melihat seseorang menderita seperti itu. Diabetes insipidus pasti terasa sakit. Ia sendiri tidak bisa membayangkan betapa sakit rasanya, seperti yang dirasakan oleh Sehun.

Beberapa hari telah berlalu. Kondisi Oh Sehun masih sama seperti saat pertama kali dia masuk rumah sakit. Belum ada kabar tentang donor ginjal untuk namja itu. Ibunya telah memeriksakan ginjalnya dan cocok, tetapi nyonya Park dilarang untuk mendonorkan ginjalnya karena garus memimpin perusahaan besar. Untuk melakukan donor, ia harus mendapatkan izin dari para pemegang saham.

Hasil pemeriksaan ginjal milik Park Jiyeon sudah dapat diambil. Jiyeon mengajak Suzy untuk mendonorkan ginjalnya sekaligus ingin mengambil surat pemeriksaan miliknya.
“Maaf, Jiyeon-a. Bukannya aku tidak ingin melakukan donor ginjal untuk Sehun oppa. Tapi… orang tuaku tidak mengizinkaku melakukan hal itu. Lalu aku harus bagaimana?” kata Suzy dengan ekspresi takut dan cemasnya saat tiba di depan ruang perawatan Sehun.

Jiyeon sama sekali tidak mempermasalahkan Suzy yang tidak diizinkan mendonorkan ginjalnya. “Tidak apa-apa. Aku saja yang mendonorkan ginjalku.”
“Apa?” pekik Suzy cemas kalau Jiyeon akan merebut Sehun darinya.
Jiyeon menepuk bahu Suzy pelan. “Tenang saja. Aku melakukan ini bukan untuk merebut Sehun darimu. Aku juga sudah berjanji pada Sehun, apabila ia kembali sehat maka aku akan membatalkan perjodohan kami. Aku… melakukannya demi kalian berdua. Jadi, bisakah kau merahasiakan hal ini dari Sehun? Kau harus berjanji padaku, Suzy-a.”

Suzy nampak ragu untuk berjanji pada Jiyeon. Ia khawatir, entah apa yang ia khawatirkan sekarang selain kondisi Sehun yang mungkin saja semakin memburuk jika tidak segera mendapatkan donor ginjal.

Tbc

5 responses to “[Ficlet – Series] Second Choice #3

  1. Jiyeon mau ngerelain ginjalnya buat sehun tp dy juga mau ngebatalin pertunangannya???
    Andwaeeee ><
    Kesian jiyeon donk ga dpt apa2

  2. Mwo gagal ginjal, wah siapa yg di donorin sehun satu ginjalnya ya kok tinggal satu.. Terus jiyeon kok baik banget sih, kalo ortunya tau pasti gak di ijinin ya..

  3. Mwo sehun gagal ginjal, ommo kok bisa sih kasian bggt sehun oppa, semoga sehun oppa cpet dpet donor ginjal yya,,
    Aigoo jiyeon baik bggt sih dia rela loh ngedonorin ginjal’y buat sehun, agar sehun sembuh dan bisa ttp sma suzy,, eoniie baik bggt sih,,
    Cepet di lanjut ne chingu,, hwaiting

  4. ya ampun Jiyeon tulus bnget dia,,
    si suzy aja yg jdi pacarnya g mau ngedonorin ginjalnya meskipun dengan alibi g diizinin orang tua,,
    ditunggu part selanjutnya,,

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s