[CHAPTER] IT’S CRAZY #10

itscrazy

 

Poster by :HRa@HighSchoolGraphics (thanks ^^)

Author : Park Eun Ji
Main Cast:
Bae Suzy (MISS A)
Kim Myung Soo (INFINITE)
Yook Sung Jae (BTOB)
Yoo Young Jae (B.A.P)
Cameo:
Suprise for you ;)

Genre : Romance, School-life
Rating : PG-13
Disclaimer : All cast belong to God and his/herself :)

Plot?Mine! :)

Previous :   # #BREAKUP ~#CRAZYDAY~ #CONFUSED~ #ESPERANZA ~ #WHATADAY ~ #WHICHONE ~LOSER ~ #CONFESSION#HAPPINESS

©2016

ENJOY \^^/

CHAPTER 10

#END?

Aku keluar dari pintu kaca otomatis sambil menarik koperku, langkahku otomatis terhenti begitu melihat pemandangan yang selalu kurindukan benar-benar ada di depan mataku. Ketika itulah aku menyadari aku sudah benar-benar di Korea. Aku menghirup dalam-dalam udara Incheon. Kesegaran udara Korea tidak akan terkalahkan oleh udara di negara manapun. Langit juga sedang cerah-cerahnya mengingat ini bulan Juni, bulan musim panas. Bagaimana dengan suasana Seoul ya? Apakah senyaman ini?

Dengan semangat yang kembali muncul setelah berjam-jam berada di pesawat, aku memanggil taksi dan masuk ke dalamnya untuk kembali ke Seoul, kampung halamanku. Aku benar-benar penasaran bagaimana Seoul sekarang.

Lima tahun telah berlalu, setelah lulus kuliah setahun yang lalu aku mewujudkan mimpiku untuk menjadi traveller seorang diri. Aku telah mengunjungi banyak tempat. Milan, Paris, Turki, Praha, Yunani, Jepang, Singapura, aku pernah mengunjungi negara-negara itu. Tapi semuanya terasa asing, terasa kurang sempurna, membuatku membanding-bandingkan semuanya dengan Seoul. Seoul, sebuah kota sibuk dengan kehangatan tersembunyi di dalamnya, tempat aku berpulang. Tempat dimana aku bisa menemukan sahabat sejatiku. Youngjae dan Yoojung.

Oke, aku terdengar cheesy barusan. Sudah cukup bernostalgianya.

Youngjae dan Yoojung, mereka akan menikah bulan depan. Aku tidak terkejut mendengarnya, karena melalui email Youngjae sering bercerita tentang keseriusannya pada Yoojung. Aku tersenyum mengenang saat pertama kali mereka bertemu saat festival sekolah beberapa tahun yang lalu, mereka sangat canggung.

Ponselku berdering, aku tersadar dari lamunanku dan otomatis mengangkatnya.

” YA! KUBUNUH KAU!”

Aku menjauhkan ponselku dari telingaku. Orang yang barusan berteriak di ponsel tadi adalah Seolhyun. Gadis itu tidak berubah, masih penuh semangat seperti dulu.

Tidak, dia bertambah mengerikan sekarang. Dengan ancaman dan suaranya yang semakin keras.

” Maafkan aku Seolhyun, aku tidak mau mengganggu kencanmu.” Aku merayu Seolhyun dengan berkata semanis mungkin, aku tidak memberitahu kedatanganku ke Seoul jadi ia pasti sangat marah sekarang. Mungkin ia tahu dari Ibuku.

” Kencan apanya? Kau ini lebih penting Suzy.” Seolhyun merajuk, membuatnya mendapat protes dari Joohyuk karena merasa dinomorduakan.

” Nanti malam aku akan ke rumahmu oke? Kita makan roti cokelat dari toko roti favorit kita saat sekolah dulu.”

Seolhyun menggumam, ” Hati-hati. Aku sudah tidak sabar ingin bertemu denganmu.”

” Aku juga. Sampai jumpa nanti malam.” Setelah Seolhyun mengucapkan salam perpisahan, aku menutup teleponnya dan memandang keluar jendela. Korea ini sudah banyak berubah selama aku meninggalkannya. Gedung pencakar langit semakin banyak terlihat, terlihat dingin namun di dalamnya menyimpan kenyamanan yang tak ternilai.

Setelah beberapa jam perjalanan, aku sampai di Seoul. Aku menyeret koperku dari halte bis menuju rumahku. Saat melewati minimarket, perutku berbunyi. Saat di pesawat aku tidak makan apapun karena tidak bernafsu makan, sekarang aku benar-benar kelaparan.

Saat memasuki minimarket, aku melihat kimbab yang selalu aku suka sejak SMA tersisa 1 buah. Ah, ternyata mereka masih menjualnya. Kupikir mereka sudah menggantinya dengan makanan lain. Dengan semangat, aku menuju rak dan mengambil kimbab itu. Sialnya, tangan lain ikut mengambil kimbab yang sedang kupegang saat ini. Aku menoleh pada pemilik tangan itu sambil memberikan tatapan tertajam yang aku punya.

Pemilik tangan itu mengangkat kepalanya dari layar ponselnya, ia terlihat sangat terkejut begitu melihatku, aku juga tidak menyangka akan bertemu dengannya lagi. Di situasi yang sama, di tempat yang sama.

Kami sama-sama terdiam sebelum akhirnya Sungjae mengerjapkan matanya dan tertawa kecil, ” Kali ini aku tidak akan mengalah. ”

Aku juga ikut tersenyum, suatu keajaiban aku bisa bertemu dengannya lagi di tempt dan situasi yang sama. ” Aku juga tidak akan mengalah. ”

Aku duduk berhadapan di bangku minimarket dengan Sungjae. Akhirnya setelah kalah suit, Sungjae menyerahkan kimbabnya untukku. Aku sibuk memakan kimbabku sementara Sungjae menyeruput mi instannya. Kemudian ia mengamatiku yang masih berkutat dengan kimbab.

” Kau berbeda sekali. Terutama dengan rambutmu.” Sungjae berkata, aku yang masih mengunyah kimbab tanpa sadar memegang rambutku yang kini dipotong pendek sebahu dan berwarna ungu gelap.

” Ah, tapi cara makanmu sama! Tidak ada yang berubah.” Celetukan Sungjae membuatku hampir tersedak dan menghabiskan setengah minumanku. Pria ini, walaupun kulitnya lebih putih dan rambutnya dipotong pendek juga dicat cokelat tetapi sifat menyebalkannya tidak berubah.

” Kudengar kau akan debut bulan depan. Wah aku harus banyak-banyak meminta tanda tanganmu agar aku bisa menjualnya.” Aku tersenyum jahil dan pura-pura mencari kertas untuk tanda tangan.

Ia tertawa keras, ah tawa polos itu. Sudah lama sekali aku tidak mendengarnya. Setelah aku memberinya jawaban tentang pernyataannya saat malam kembang api itu, ia selalu menghidar dariku sampai kelulusan. Aku membiarkannya karena aku tahu ia butuh waktu untuk melupakanku, untuk bersikap biasa saja kepadaku tanpa ada perasaan lebih dari teman.

” Si tampan ini akan menjadi orang terkenal nantinya, kau menyesal bukan telah menolakku dulu?” Dengan raut sok keren, Sungjae berkata tanpa bermaksud untuk benar-benar bertanya. Aku meleletkan lidah mendengar ucapan narsis Sungjae. Kadar kenarsisan anak ini semakin meningkat saja.

Heol, aku merasa kasihan dengan pacarmu nanti. Merepotkan sekali mempunyai pacar dengan tingkat kepercayaan diri yang tinggi sepertimu.” Aku memasang wajah prihatin, membuat Sungjae hanya bisa pasrah menerima ejekanku.

” Oh ya, omong-omong mana Myungsoo? Ia tidak menjemputmu di bandara? Keterlaluan sekali dia.” Sungjae melirik koperku sekilas kemudian kembali menatapku.

” Dia tidak tahu aku datang. Aku ingin memberikan kejutan untuknya.” Aku memberitahu Sungjae, tapi ia tidak menatapku, ia malah melihat ke arah belakangku. Kenapa sih dia ini?

Aku ikut menengok ke belakang, ” Oh My Goodness.” Tana sadar, aku mengungkapkan keterkejutanku ketika Myungsoo berdiri di belakangku. Kulitnya agak gelap, ototnya semakin jelas terbentuk setelah ia memasuki militer, dan tatapannya yang lembut dan tenang tidak berubah.

” Kau tidak bisa menyembunyikan apapun Suzy. Ingat aku ini seorang wartawan senior.” Myungsoo memamerkan nametag resminya di sebuah stasiun televisi ternama.

” Hai Myungsoo. Lama tidak berjumpa.” Sungjae menyapa Myungsoo

Myungsoo membalasnya dengan senyuman singkat. ” Kurasa kita harus bermain mahjong bersama lagi.”

” Mahjong? ” Aku menatap bergantian Myungsoo dan Sungjae. Meminta salah satu dari mereka untuk menjelaskan. Myungsoo menceritakan apa saja kepadaku, tapi yang ini dia tidak menceritakan.

Sungjae bangkit berdiri dan merangkul Myungsoo akrab. ” Dia seniorku saat wajib militer dulu. Dia juga suka meliputku.”

Ternyata banyak hal yang kulewatkan selama bertualang. Semua orang telah berubah dan berkembang menjadi lebih baik.

” Terima kasih sudah menemani Suzy, Sungjae. Aku menunggu kemenanganmu di mahjong.” Myungsoo tersenyum mengerikan, membuat Sungjae memasang wajah putus asa. Dari ekspresi Sungjae, aku tahu bahwa Myungsoo bukan lawan main yang mudah untuk ditaklukan.

Kami berdua berjalan menuju rumahku. Di tengah suara roda koper yang bergesekan dengan aspal jalanan Myungsoo berkata kepadaku. ” Aku senang bisa melihatmu lagi.”

Tidak ada reaksi yang berlebihan ketika aku bertemu kembali dengan Myungsoo. Kecanggihan teknologi membuatku bisa melihatnya secara cepat kapanpun dimanapun. Di saat aku pergi, terkadang kami melakukan video call jika memiliki waktu luang. Ia bercerita banyak pengalamannya di kamp militer sementara aku bercerita tentang bertemu orang-orang dengan berbagai macam pengalaman selama aku berkeliling negara. Tidak ada sesuatu yang belum tersampaikan karena sudah dikatakan semuanya.

Aku tersenyum, ” Mm, aku juga. Aku bisa memukulmu langsung jika kau melirik ke wanita lain.”

Myungsoo tertawa lagi, ia merangkulku masih dengan sebelah tangan menyeret koperku. ” Mana mungkin aku bisa berpaling dari wanita sepertimu Suzy.”

” Oh ya, bagaimana kau bisa tahu aku akan datang ke Seoul? Apakah kau menginterogasi kedua orang tuaku?” Aku bertanya kepada Myungsoo sambil menikmati rangkulannya yang begitu hangat.

Myungsoo tersenyum sembari berpikir, ” Sebenarnya, aku tidak tahu kapan kau datang. Aku hanya mengikuti kata hatiku saja. Ternyata benar, hatiku tidak pernah salah. Dia selalu tepat menemukan pasangannya.”

Ia berhenti, aku juga ikut berhenti. Myungsoo terdiam, dalam hati aku bertanya-tanya apa yang sedang ia pikirkan sampai terdiam begitu lama. Kemudian ia menatap dalam-dalam mataku.

” Dalam waktu dekat aku akan melamarmu. Orang jahat ini sudah berubah menjadi orang baik bukan? ”

FIN!

A/N : Halo ^^ maaf ya endingnya pendek banget u.u ini lebih mirip epilog sih daripada chapter u.u Fanfiction ini akhirnya selesai juga :”) Aku tahu masih banyak sekali kekurangan di fanfiction ini tapi aku akan belajar supaya bisa memberikan yang terbaik🙂 Terima kasih untuk para readers yang terus mengikuti IT’S CRAZY dari awal sampai sekarang dan memberikan komentar ^^ (makasih banyak ya udah mau bersabar nungguin updatenya haha :’) ) See ya next week(s) with new story ^^ Have a nice day and God Bless You always ^^ Maaf kalo endingnya ga sesuai dengan harapan kalian ^^v

3 responses to “[CHAPTER] IT’S CRAZY #10

  1. Akhirnya Suzy dan Myungsoo akan menikah… apakah akan ada epilog tentang pernikahan mereka? semoga…
    Setelah beberapa tahun berlalu, kehidupan mereka semua berubah, dan perubahan yg baik itu membuat mereka semua jadi lebih dewasa dalam berpikir serta membuat keputusan…
    Akhir yg bahagia untuk mereka semua, gomawo author🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s