[CHAPTER-PART 2] THE FRIGHTENING MOMENT

PhotoGrid_1461727134707.jpg

The Frightening Moment | The Series

The Wood

By Angeljypark

Main Cast

Park Jiyeon | Kim Myungsoo| Xi Luhan | Kim Xiumin

Mystery | Friendship | Sibling | Creepy | Comedy

Series

===

The Frightening Moment

The Series | The Wood

 

Kriing kriing

Selamat menikmati hari libur kalian~! “Seru seonsaengnim

Ne!! Kamsahamnida seonsaengnim~! “Seru seluruh murid dengan wajah sumringah, begiu juga luhan, jiyeon dan xiumin

Jiyeon-ah! Kalian akan kemana liburan ini? “Tanya xiumin sambil membereskan peralatan belajarnya, begitu juga jiyeon

Mmm… Karena kita hanya libur 4 hari, appa meminta kami mengunjungi samcheon kami di busan “ucap jiyeon sambil memasukkan bukunya, bertepatan dengan luhan yang menghampiri meja mereka

Kau akan kemana xiumin? “tanya luhan sembari membantu jiyeon memasukan peralatan menulisnya

Aku akan ke gangnam! Sepupuku sedang sakit jadi keluargaku ingin menjenguknya “terang xiumin dengan raut cemas

Ommo! Mianhae~ semoga sepupumu lekas sembuh “ucap jiyeon cemas, menepuk lembut bahu xiumin

Ne~ gomawo~ kajja kita pulang “ajak xiumin

Ne! Kajja! “seru si kembar bersamaan

===

Twins House, 3 p.m

Baju hangat?

Sudah

Topi rajut?

Sudah

Obat-obatan?

Sudah

Peralatan mandi?

Sudah

Selimut tambahan? Baju hangat?

Sudah omma~

Ah! Cemilan kalian! “ucap sang omma lagi langsung berlari kedalam rumah

Aigoo~ kita kan hanya ke rumah samcheon~ “gumam luhan, melirik jiyeon yang duduk disampingnya

Nah! Ini! Omma sudah siapkan untuk masing-masing kalian~ “seru sang omma mengeratkan jaket luhan dan jiyeon

Cha.. Kalian berdua~ jushime ne~ saling menjaga, jangan terpisah dan jangan bertengkar! “pesan sang omma mendapat anggukan lucu keduanya

Ahjussi mianhae~ memintamu mengantar mereka “ucap taehee pada supir pribadi sang nampyeon

Anhiyo gwaenchana nyonya. Dengan senang hati “ucapnya sopan

Kamsahamnida ne ahjussi”ucap sang omma lagi

Kalian berdua! Jangan menyusahkan ahjussi dan nanti sesampainya di sana jangan buat masalah dan jangan merepotkan samcheon! Arra?! “pesan sang omma lagi

Ne omma~ kami mengerti~ “ucap luhan dan jiyeon serempak

Nah~ annyeong~! Sampai bertemu lusa ne~ “uap sang omma mengecup singkat keduanya

Annyeong omma~ “ucap keduanya dan sang ahjussi pun segera menjalankan mobil

Eoh?! Xiumin-ah~ annyeong~!! “seru jiyeon melambai pada xiumin yang sedang memasukkan tasnya ke bagasi mobil, bersiap berangkat menuju gangnam

Annyeong~!! “seru xiumin membalas lambaian tangan luhan dan jiyeon. Saat itu pula keduanya dapat melihat sang omma menghampiri keluarga chingunya itu dan berbincang

Annyeong immo~ “sapa xiumin setelah melambaikan tangannya pada si kembar

Annyeong xiumin~ berangkat ke gangnam sekarang? “ucap taehee sambil membantu nyonya kim memasukan tas pakaian ke dalam mobil

Ne~! Keponakanku sakit, ini membuatku khawatir, mereka sudah mengunjungi beberapa dokter di gangnam dan hasilnya sama “ucap nyonya kim mencurahkan kecemasannya pada taehee

Sama?

Ne! Hasilnya sama, ia baik-baik saja “ucap nyonya kim membuat taehee terkejut

Baik-baik saja?! Bagaimana bisa?! O-ommo! A-apa ia…

Ne! Ia seharusnya pindah kesekolah yang sama dengan xiumin 2 minggu lalu, keunde tiba-tiba saja ia mengeluh lelah dan lemas, hingga tak sadarkan diri sejak 5 hari lalu. Kasus yang sama yang menimpa beberapa anak di penjuru korea selatan! Anak-anak namja yang tiba-tiba tak sadarkan diri walaupun mereka dalam kondisi sehat “jelas nyonya kim dengan cemas, ia tak habis pikir keponakannya akan mengalami hal itu dan ia pun takut jika hal yang sama menimpa xiumin

Jika ia baik-baik saja, aku yakin ia akan segera sadar! “ucap taehee meyakinkan nyonya kim yang terlihat begitu cemas. Pandangan kedua ibu ini pun teralih begitu melihat xiumin, yang tadi masuk mengambil beberapa barang, keluar bersama sang appa

Xiumin akan baik-baik saja “ucap taehee lagi begitu menangkap kekhawatiran nyonya kim

Ne~ ia akan baik-baik saja “angguk nyonya kim

Geure~! Sepertinya kalian akan segera berangkat~ “ucap taehee menoleh senang pada xiumin

Jushime ne~! “ucap taehee mengusap lembut puncak kepala xiumin

Ne immonim~! Kami pergi dulu~ “ucap xiumin ramah

Geure~ kami pergi dulu~ sampai bertemu lusa “pamit nyonya kim mendapat anggukan taehee yang segera kembali ke rumah

Sementara itu di saat bersamaan, di dalam mobil…

Oppa~ mau cemilannya “ucap jiyeon mengulurkan tangannya pada luhan

Ck! Ini bahkan belum 1 menit “gerutu luhan segera membuka tas cemilan yang sang omma berikan tadi

Cha… Igeo! Hanya ini sampai 30 menit kedepan “seru luhan tegas, membuat sang ahjussi terkekeh

Eh~!! Wae begitu?!! “kesal jiyeon, dirinya yang berniat menghabiskan biskuit ditangannya itu pun memilih menunggu beberapa menit, agar tak terlalu lama sampai mendapat cemilan berikutnya

===

Busan

Yeobeoseo? Eoh?!! Noona!! “pekik seorang namja semangat

Ah~ mereka sudah dalam perjalanan? Geure~ aku sudah menyiapkan kamar lamamu untuk mereka hehe “kekehnya

Geure~ anhiyo gwaenchana noona~ lagipula disini sepi sekali~ “ucapnya lagi

Eoh! Ne~ aku akan menyiapkan makan malam untuk mereka “serunya lagi dan mereka segera menutup sambungan telfon

Aigoo~ seperti apa keponakanku sekarang? “gumamnya menatap senang foto keluarga mereka dengan si kembar yang masih bayi saat itu

===

Mwo?!! “seru luhan garang menatap tajam jiyeon saat ia sedang menikmati cemilannya

Eeeh~ seram sekali!! “cibir jiyeon yang sejak tadi menatap penuh harap pada luhan

Oppa~ nado~ “ucap jiyeon lagi manja

Cemilanmu kan sudah kau makan semua! Igeo naegoya! “ucap luhan tegas membuat jiyeon mencibir kesal

Bagi satu~ tadi kan oppa juga memakan punyaku~ “rengek jiyeon

Makan apanya! Ampas begitu “rutuk luhan, jiyeon memang membagi cemilannya, tapi hanya remahnya saja

Hehe keunde tetap saja kan oppa ma..

Cha… Igeo! “seru luhan kesal memberikan 2 biskuit miliknya pada jiyeon

Kyaa~ gomawo~!! “Pekik jiyeon mengecup singkat pipi luhan yang hanya menanggapinya dengan wajah kesal sambil mengunyah biskuitnya

Melihat tingkah keduanya, sang ahjussi tak bisa menolak untuk tersenyum

Nah… Sebentar lagi kita sampai “ucapnya membuat si kembar mengangguk lucu

===

Gangnam

Eoh!! Kalian datang! Kajja masuklah~ “sapa seorang yeoja paruh baya ramah

Bagaimana keadaannya? “tanya nyonya kim begitu memeluk dongsaengnya

Kondisi tubuhnya baik-baik saja, keunde ia bahkan belum menunjukkan tanda-tanda akan sadar, aku takut unnie~ “keluhnya kembali memeluk sang kakak, sementara xiumin, dengan raut sedihnya ia menoleh ke samping kanannya, menatap tangga menuju kamar tempat sepupunya berada

Xiumin-ah~ kau ingin melihatnya? “tanya sang immo

Ne! “angguk xiumin, sang immo pun mengantarnya kekamar. Sementara sang appa dan omma memilih membereskan barang-barang mereka

Ckllekk

Xiumin terkejut begitu melihat sepupunya itu, sepupunya bahkan terlihat sehat dan seperti sedang tertidur, namun menyadari ia tak sadarkan diri hingga sekarang bukanlah hal yang terpikirkan oleh siapa pun yang melihat kondisinya sekarang

Sudah hampir seminggu ia tak sadarkan diri, ia selalu mengeluh lelah sejak dua minggu lalu, hari dimana seharusnya ia pindah ke sekolah yang sama denganmu~ “ucap sang immo menatap sedih ke arah xiumin

Hingga akhirnya ia pingsa setelah sebelumnya berteriak kesal entah karena apa. Semua dokter yang kami datangi selalu mengatakan ia baik-baik saja~ “terang sang immo sambil mengecek keadaan putranya

Keunde ini akan memburuk jika ia terus seperti ini, terbaring di tempat tidur tak mampu bergerak, bahkan tak bisa makan dan minum. Tak akan ada yang bisa bertahan lama dalam kondisi seperti ini “ucap sang immo dengan air mata yang sudah mengalir. Ia mengusap lembut puncak kepala putranya sayang

Apa tak ada obat yang bisa membantunya pulih? “tanya xiumin segera mendekat dan membantu mengeratkan selimut sepupunya

Dokter bilang tubuhnya baik-baik saja dan bahkan hasil tes darahnya mengatakan kalau ia baik-baik saja, jika ia diberi obat, kami takut kondisinya akan memburuk “jelas sang immo mengusap air matanya dan mengecup singkat puncak kepala putranya

Bukankah itu aneh immo? “ucap xiumin mendudukkan dirinya di kursi sebelah kiri ranjang sepupunya

Ne~ karena itu immo sangat takut “gumamnya lagi cemas

Aigo mianhae~ cha.. Xiumin-ah immo akan menyiapkan makan malam, apa kau ingin ikut ke lantai bawah? Kau bisa menonton tv sambil menunggu “tawar sang immo segera bangkit berdiri dan berusaha tersenyum

Ah~ anhiyo immo, aku ingin menemaninya saja “ucap xiumin membuat sang immo tersenyum

Geureyo~ cha… Immo keluar dulu ne “pamitnya mendapat senyum xiumin

===

Buussaaann!! “seru luhan dan jiyeon begitu mereka turun dari mobil

Samcheoon~!!! “teriak keduanya lagi sambil menenteng bawaan mereka

Ommo!! Luhan-ah jiyeon-ah!! Aigoo!! Kalian sudah besar!!! “pekik sang samcheon memeluk keduanya

Ne! Keunde wae samcheon semakin kecil “ucap jiyeon memiringkan kepalanya bingung

Babo! Bukan semakin kecil! Kita yang semakin besar! Kau ini!! “rutuk luhan menoel-noel kepala jiyeon

Adduuuhh!! Aphayoo oppa!! “rutuk jiyeon

Bwahahaha aigooo neomu kyeowo~! “histeris sang samcheon segera membantu keduanya membawa tas mereka

Ahjussi gomawo ne~ mian merepotkan ahjussi “ucap sang samcheon

Anhiyo~ gwaenchanaseyo “ucap sang ahjussi segera berpamitan

Naah kalian lapar? Palli mandi dan kita makan malam “ucap sang samcheon semangat

Ne~ “seru keduanya berlari menuju kamar sang omma

Aku duluan, setelahnya aku akan berjaga saat kau mandi “ucap luhan

Ck! Apa harus selalu begitu? “gerutu jiyeon, sudah seminggu lebih sejak kejadian saat itu dan luhan selalu berjaga setiap kali jiyeon terpisah darinya, bahkan saat hanya ke kamar mandi

Geureomyeo!! Kalau ada apa-apa bagaimana?! Kau tetap disini sampai aku selesai “peringat luhan, ia segera menutup pintu kamar dan melihat sekeliling

Ck! Kita kan di rumah, bahkan dikamar lama omma~ tak perlu sewaspada itu “celetuk jiyeon yang sudah duduk bersila diranjang

Ck! Geure! Gidaryo “seru luhan lagi segera menuju kamar mandi, meninggalkan jiyeon yang mencibir kesal, ia pun menyalakan tv dan mencari cenel kartun

Hei~!!

Eoh?! “jiyeon langsung menegakkan tubuhnya menatap sekeliling, suara lembut yang bahkan seperti bisikan itu membuatnya tersentak

N-nugu?! “gumam jiyeon, ia menoleh ke arah pintu kamar mandi dan hanya mendengar suara air dari dalam

B-bukan oppa “gumam jiyeon beranjak memeriksa seisi kamar yang lumayan besar itu, walau ia pun cukup takut

Hei~

Huaaaa~!!! “pekik jiyeon membuat luhan langsung keluar kamar mandi

Jiyeon-ah!! “pekik luhan panik dengan rambut basahnya

Kyaaaaaa!! “histeris jiyeon lagi begitu melihat luhan yang hanya menggunakan handuk

Ck! Waegeure?! “decak luhan memperbaiki handuknya dan menghampiri jiyeon

Braaakk

Waegeure?!!! “panik sang samcheon membuka kasar pintu kamar

E-eoh! I-itu mmm.. A-ada ada serangga!! Ne a-ada serangga! “panik jiyeon mencari alasan membuat luhan mengerutkan dahi

Aigooo samcheon pikir apa! Geure! Palliwa, sudah hampir waktu makan malam “ucapnya mendapat anggukan keduanya

Kyaa! Oppa! Mana bajumu! “heboh jiyeon sembari melompat-lompat dan menutup matanya

Ck! Kupikir kau kenapa! Aku panik babo!! Hampir saja aku mati jantungan!! “rutuk luhan kembali kekamar mandi membuat jiyeon terkekeh

Hehe mian oppa~ “kekeh jiyeon segera mendudukan dirinya di ranjang

Aku akan cepat, chankaman “ucap luhan setelah kembali tenang

Ne~ “angguk jiyeon

Apa itu tadi!! “Batin jiyeon histeris menatap sekeliling dengan remot tv yang ia pegang erat

Mianhae~

Hiii~ ada apa ini!! Oppa~!! “gumam jiyeon ngeri memanggil luhan

Eoh~! Chankaman! “pekik luhan, jiyeon segera berjalan dan menempelkan dirinya didinding samping pintu kamar mandi

Jiyeon terus berdiri di samping pintu kamar mandi, merasa lebih aman karena setidaknya ia berada cukup dekat dengan sang oppa, Luhan

ckleeek

Huaaa

Kyaaa! Oppa! “rutuk jiyeon begitu luhan membuka pintu kamar mandi, membuat keduanya memekik kaget

Mwo?!! Palli giliranmu! “seru luhan dan jiyeon segera mengambil peralatan mandinya

Sementara itu, disudut kamar, tepatnya didekat ranjang, seorang namja berdiri dan memperhatikan keduanya dengan senyum cerah di wajah pucatnya

Akhirnya~ “gumamnya pelan menatap jiyeon yang akan menutup pintu kamar mandi

Yaedura~ kajja bab mogja~ “panggil sang samcheon semangat

Ne~ “seru keduanya segera berlari menuruni tangga

Tada~!! Jhoa~?! “tanya sang samcheon menunjuk berbagai menu makanan kesukaan keduanya

Jhoa~!! “seru keduanya segera duduk

Ketiganya menikmati makan malam mereka dengan penuh canda, sesekali samcheon mereka menceritakan hal-hal lucu tentang omma mereka, membuat keduanya menganga tak percaya

Jinja?! Aku tak tahu omma suka makan hamburger tengah malam, omma selalu memarahi kami jika membeli makanan cepat saji “jelas luhan menyantap daging panggangnya

Ckckck! Ia adalah pemakan hamburger terbaik “seru sang samcheon membuat ketiganya tertawa, namun senyum merekah jiyeon menghilang begitu merasakan seseorang mengawasi mereka

Nugu? “batin jiyeon mengerutkan keningnya menatap ke samping kanannya

Seperti dugaan jiyeon, seseorang mengawasi mereka, seseorang dengan wajah pucat yang ada di kamar mereka tadi, berdiri di sudut ruangan menatap mereka, terutama jiyeon, dengan senyum pucatnya.

===

Next day, 8 a.m

Baiklah~ kalian bisa membantu samcheon memanen buah strawberry ini kan? “tanyanya memberikan dua keranjang berukuran sedang pada si kembar, luhan dan jiyeon

Ne! “angguk keduanya

Geure~! Cha… ini dia~ palli! Kita akan membuat selai untuk omma kalian nanti “jelasnya

Bisakah kami membuatnya untuk chingu kami juga? “tanya jiyeon semangat

Geureomyeo!

Yeaaah~!! Xiumin akan menyukainya! “seru luhan senang melakukan tos dengan jiyeon

Keduanya pun segera memetik strawberry, sementara sang samcheon menyiapkan bahan untuk membuat selai di halaman belakang rumah tak jauh dari kebun strawberry keluarga mereka itu

Strawberry~ lalala~ nanana~ “senandung jiyeon sambil mencari buah strawberry yang sudah merah

Kyaaa~

Bruuk

Jiyeon?! “teriak luhan begitu jiyeon tersandung, namja ini pun berlari menghampiri dongsaengnya

Gwaenchana?! “panik luhan membantu jiyeon membersihkan bajunya juga memungut strawberry yang jatuh

Eoh! Gwaenchana~ keunde… “angguk jiyeon menunduk menatap jalan dibawahnya

Eoh! Oppa! Chankaman! “seru jiyeon membuat luhan melangkah mundur dan jiyeon yang langsung menggali tanah tempat luhan berpijak tadi

Mwo? Mwoya? “bingung luhan meletakkan keranjang keduanya dan membantu jiyeon

Mollayo~ keunde aku rasa ada sesuatu “ucap jiyeon terus menggali

Haah!! Ini dia! “seru jiyeon mengambil sebuah guci kecil berwarna putih

Mwoya? “bingung luhan mengambil alih guci itu

Eh? Apa isinya? “bingung luhan langsung membuka guci itu

Eeewwwhh mwoya?! Uhuuk “rutuk luhan begitu membuka guci itu, debu dari dalam guci membuatnya batuk

Berikan padaku! “ucap jiyeon mengambil alih guci dan ikut mengintip

Eh? Pasir? Apa mungkin ini hanya guci kosong? “bingung jiyeon menunjukkan guci itu lagi pada luhan

Eoh? Oppa? “bingung jiyeon begitu luhan hanya diam dan terlihat lesu

Jiyeon-ah~ oppa mengantuk hooaamm “gumam luhan segera berbalik menuju rumah

Eh? Yak! Ini bahkan baru pukul… mmm.. pukul berapa ya? Ahh! Pokoknya ini masih pagi~! Luhan-ah~!! “teriak jiyeon membuat sang samcheon menoleh bingung

Samcheon mianhae~ keunde aku lelah sekali hooaamm~ “ucap luhan dengan bahu merosot, ia berjalan pelan menaiki tangga

Oppa~ oppa~ “panggil jiyeon yang langsung dicegat sang samcheon

Waegeure? “bisiknya

Mollayo samcheon~ tadi oppa baik-baik saja keunde… “ucap jiyeon terhenti mengingat guci yang ia letakkan dikeranjangnya itu

Samcheon~! Aku akan menemani oppa~ “seru jiyeon berlari menyusul luhan yang sudah hampir tiba di kamar

Oppa~?! “panggil jiyeon meraih lengan luhan

Eoh? “gumam luhan terus berjalan menuju ranjang

Gwaenchana? “cemas jiyeon

Eoh~ gwaenchana~ aku lelah jiyeon-ah~ “ucap luhan pelan segera membaringkan dirinya

Jiyeon terus memandang cemas luhan, sesekali keningnya mengerut memikirkan sesuatu

Sreek

Apa karena ini? “bingung jiyeon mulai mengamati guci itu

Eoh?!! Igeo mwoya?! “gumam jiyeon segera membenarkan duduknya dan mengambil secarik kertas usang didalam tumbukan pasir itu

Bebaskan!

Hutan terlarang

Bebaskan Mereka!

Jiyeon terus memandang bingung tulisan itu, dahinya mengerut setiap membaca kalimat-kalimat itu

Hosh hosh uuhhuuk

O-oppa? “panggil jiyeon cemas begitu luhan kembali batuk

Lu-luhan-ah?! “seru jiyeon lagi mengguncang bahu luhan yang terbaring di sebelahnya

Ommo! D-dingin sekali! E-eotheokhae?!! “panik jiyeon, ia segera menyelimuti luhan dan mencoba memegang dahi luhan lagi, ia semakin panik saat tangannya terasa begitu dingin seperti menyentuh tumpukan es

Ommo!! Oppa~! Oppa~! Waeyo? Ireona jebal~ luhan-ah~ “gumam jiyeon panik menggenggam erat jemari luhan yang begitu dingin. Saat itu juga manik matanya menatap guci dan kertas tadi, jiyeon pun segera mengambilnya dan memasukkannya kedalam tas ranselnya

Geure! Aku akan kesana! “gumam jiyeon yakin dan menoleh cemas pada luhan

Luhan oppa~! Aku akan menyelamatkanmu! “yakin jiyeon segera mengecup singkat dahi luhan dan berjalan keluar kamar

Jiyeon?! “panggil sang samcheon

Eoh! S-samcheon! “seru jiyeon kaget

Eoddiga? “bingungnya

A-aku akan segera kembali~ “teriak jiyeon sambil berlari keluar rumah

Yaak! Jiyeon-ah! Yak! “teriaknya, dahinya mengerut tak mendapati luhan di dekat jiyeon

Luhan?! Luhan-ah?!! “panggilnya mendapati luhan yang tertidur

Ommo! Dingin sekali! Eo-eotheokhae??!! “paniknya segera menggendong luhan membawanya ke mobil menuju rumah sakit

Luhan-ah bertahanlah! “gumamnya menyelimuti luhan yang ia baringkan di kursi belakang

Jiyeon! Kemana anak itu! Apa yang ingin dia lakukan!! Ck!! “ucapnya gusar segera melajukan mobilnya

Sementara itu, jiyeon terus berlari menyusuri jalan perumahan di sana, sesekali ia menoleh ke kiri dan kanan mencari petunjuk dimana hutan terlarang itu

Beberapa kali ia bertanya pada orang-orang disana, namun mereka hanya menatap curiga jiyeon, membuat yeoja ini memilih pergi menjauh

Eoddi! Eoddi! “rutuk jiyeon kesal, ia menatap sekeliling dan baru menyadari ia tak mengenal daerah itu, bahkan jalanan disana terlihat sepi

D-dimana ini? “panik jiyeon segera menoleh kebelakang dan…

Brrukk

Aawww aigoo~! “gumam jiyeon mengusap-usap dahinya

Eh? Neo nugu? “bingung jiyeon, sejak tadi saat ia menoleh, ia tak melihat siapa pun di sana

Ah~! M-mianhae~! N-neo g-gwaenchana? “Tanya namja didepannya itu panik, namja ini pun terlihat sangat terkejut

Eoh nan gwaenchana~ nugu? “selidik jiyeon

N-na? N-nan myungsoo~ bangapda~! “ucapnya ramah mengulurkan tangannya pada jiyeon

Jiyeon~ aku jiyeon~ sejak kapan kau berada di dekatku? “selidik jiyeon lagi kembali menoleh kekiri dan kanan

N-ne? B-baru saja! K-kau terlihat b-bingung jadi…

Kau tahu di mana hutan terlarang? “sergah jiyeon yang kembali teringat akan luhan

Ne! Disana! Kita hampir sampai “seru myungsoo menyusul jiyeon yang tadi langsung berlari begitu myungsoo menunjuk jalan didepannya

K-kita?!! “pekik jiyeon tak menghentikan larinya

Ne! aku akan menemanimu ke sana “angguk myungsoo kembali mendapat tatapan selidik jiyeon

Myungsoo yang mengerti tatapan jiyeon pun langsung menggeleng panik

B-bukan begitu, karena kau yeoja~ tak baik berkeliaran sendiri seperti ini “jelas myungsoo membuat jiyeon semakin menyipitkan matanya curiga

K-kau terlihat panik, dan… dan aku ingin m-membantumu “jelas myungsoo lagi

Jinja?!! Geure! Kajja! “seru jiyeon berubah senang, segera mempercepat larinya membuat myungsoo ikut tersenyum senang

Hei~! Jiyeon-ah~ yeogi… “seru myungsoo begitu jiyeon berlari melewati area hutan

Eoh? Ah! Mian! Kajja! “ucap jiyeon segera menyusul myungsoo

Jushim jushim “ucap myungsoo segera membantu jiyeon menuruni gundukan tanah dari jalan yang mereka lalui tadi

Gomawo~ “ucap jiyeon begitu dirinya dan myungsoo melepas genggaman tangan mereka

Ne~ cheonma “angguk myungsoo tersenyum manis

Nah! Sekarang kita harus kemana? “bingung jiyeon panik

Mmm… kedalam hutan? Mungkin kita akan menemukan sesuatu disana! Atau di perjalanan menuju ke sana “ucap myungsoo berjalan beriringan dengan jiyeon

Hehehe

Waeyo? “bingung myungsoo, ia pun menoleh pada jiyeon sambil membenarkan jaket hijau tuanya

Anhiyo, keunde ucapanmu tadi membuatku ingin tertawa “ucap jiyeon, ia pun ikut membenarkan ransel ungu tuanya

Jinja? Keke “tawa myungsoo membuat jiyeon kembali tertawa

Sreek srreekk

Ommo! Mwoya?! “bisik jiyeon pelan menatap myungsoo yang tadinya langsung merentangkan tangan kirinya melindungi jiyeon

Molla~ b-bisa apa saja~ kelinci, tupai, hewan buas atau bahkan… “ucap myungsoo tertahan membuat jiyeon semakin gusar, semakin merapatkan dirinya pada myungsoo

Atau bahkan monster hutan “sambung myungsoo

Mwo!! Monster hutaaan!! “teriak jiyeon langsung dibungkam myungsoo

Yak! Jangan berteriak! “peringat myungsoo panik, ia segera membawa jiyeon bersembunyi di balik pohon

Keunde ucapanmu itu… ma-maksudku m-monster… i-itu… m-maksudmu apa?! “heboh jiyeon panik menurunkan tangan myungsoo yang membekapnya

Apa maksudmu, maksudmu? “ucap myungsoo balik bertanya membenarkan kalimat kacau jiyeon

N-ne! itu maksudku “angguk jiyeon sambil melepas genggamannya pada tangan myungsoo yang membekapnya

Myungsoo terlihat berpikir, hal itu membuat jiyeon ikut mengerutkan dahinya bingung. Sesekali yeoja manis ini pun menoleh gusar ke belakang memastikan tak ada apa pun yang akan menyerang mereka

Myungsoo~! Myungsoo~! “panggil jiyeon pelan begitu namja ini berjalan cepat ke arah depan dan sibuk menggali tanah

Kalau tak salah ada disini “ucap myungsoo pelan, jiyeon yang kebingungan pun memilih mengawasi sekitar

Nah! Ini dia! “seru myungsoo menunjukkan sebuah kertas yang dilipat menjadi beberapa lipatan

M-mwo? “bingung jiyeon segera mendekati myungsoo

Ini adalah peta hutan ini “jelas myungsoo sembari membuka lipatan kertas itu

Jinja?

Eoh! Dulu hutan ini terbuka untuk umum, keunde karena suatu hal hutan ini ditutup dan disebut hutan terlarang “jelas myungsoo segera menoleh pada jiyeon yang terlihat gusar

Cha… igeo bwa! Kita berada disini, dan ini… ini adalah pondok tua, mungkin kita bisa menemukan sesuatu disana “terang myungsoo menunjuk tempat-tempat didalam peta itu, ia segera berdiri dan mengulurkan tangannya untuk digenggam jiyeon

G-geureyo “angguk jiyeon meraih tangan myungsoo dan mempererat genggaman tangannya

===

Rumah sakit, Busan

U-uisanim! J-jebal! Tolong keponakanku! “panik sang samcheon, ia terus menggendong luhan hingga para suster membawa mereka ke ruang ICU

Luhan-ah~ jebal~ “gumamnya panik, ia segera berjalan keluar begitu sang dokter memeriksa luhan

Dengan gusar ia menunggu di luar ruang ICU, dan memilih untuk menghubungi sang kakak

N-noona~! Luhannie~ i-ia tak sadarkan diri~! A-aku dirumah sakit sekarang “jelasnya panik

N-ne~! A-aku akan menunggu noona~! Ne~! Aku akan selalu memberi kabar! Jushime noona~! Ucapnya lagi dan segera mengakhiri sambungan telfonnya

Luhan-ah~! Jebal~ jebal~! “mohonya dengan gelisah menunggu didepan ruang ICU

===

Hutan

Apa masih jauh? “tanya jiyeon yang mulai kelelahan

Anhiyo~! Sebentar lagi~ bertahanlah~ “ucap myungsoo mengeratkan genggaman tangannya dan menarik jiyeon agar lebih dekat dengannya

Bisa kita istirahat sebentar? “tanya jiyeon lagi menghentikan langkahnya

Geure~ yeogi~ duduklah “ucap myungsoo setelah membersihkan bebatuan besar untuk diduduki jiyeon

Gomawo~ “ucap jiyeon tersenyum senang

Ne~ cheonma “balas myungsoo ikut tersenyum, dan duduk di samping jiyeon

Apa kau berasal dari sini? “tanya jiyeon sembari memijat-mijat pelan kakinya

Ne?! N-na? A-anhiyo~ “ucap myungsoo mendadak panik, ia mengalihkan pandangannya menatap sekitar

Ah~! Jadi kau sedang berlibur juga? “tanya jiyeon lagi dengan senyum cerahnya

N-ne? Ne!! Ne! A-aku sedang berlibur, m-mengunjungi keluarga i-immoku~ “ucap myungsoo lagi berusaha terlihat santai

Geureyo~! Nado! Aku dan oppaku sedang berlibur, mengunjungi samcheonku~ “ucap jiyeon berubah murung

Myungsoo yang melihatnya ikut terdiam, sesekali mencuri pandang pada jiyeon yang terlihat sedih dan memberanikan diri untuk berbicara

W-waegeure? “tanya myungsoo pelan, menatap cemas jiyeon yang menunduk sedih

Eoh? O-oppaku~ pagi tadi ia tia-tiba merasa lelah dan tertidur “jelas jiyeon cemas

Entahlah~ a-apa ia tertidur ataukah pingsan, tubuhnya begitu dingin dan membuatku ketakutan~ ia mendadak seperti itu setelah membuka guci “terang jiyeon segera membuka ranselnya

G-guci?!! “kaget myungsoo

Ne~! Ini! Dan aku menemukan kertas ini didalamnya “terang jiyeon menunjukkan guci dan kertas itu

Myungsoo segera mengambilnya dan dengan teliti membaca kertas itu, tiba-tiba saja tulisan di kertas itu mengeluarkan cahaya, membuat myungsoo mengerutkan dahinya

Myungsoo? “panggil jiyeon yang sama sekali tak menyadari akan cahaya putih itu

Keterlaluan “gumam myungsoo dengan raut wajah kesal, membuat jiyeon yang duduk disebelahnya pun kebingungan

Myungsoo~! Myungsoo-ah~! “panggil jiyeon lagi mengguncang lengan namja tampan ini

N-ne?! Ah! Mianhae! “ucap myungsoo memberikan guci itu pada jiyeon

Apa kau sudah tak apa? Kita bisa melanjutkan perjalanan? “tanya myungsoo dengan raut cemas

Ne? Ah ne~! Kita lanjutkan perjalanan kita “ucap jiyeon pelan, wajahnya menyiratkan kebingungan juga rasa penasaran akan sikap myungsoo, namja yang tiba-tiba muncul di hadapannya dan membantunya

Myungsoo dan jiyeon kembali melanjutkan perjalanan mereka. Myungsoo sesekali melirik jiyeon yang berjalan tepat di sampingnya, seakan ingin mengajak yeoja manis ini berbincang

Myungsoo menghela nafas berat setiap kali nyalinya ciut untuk mengajak jiyeon berbicara dan pada akhirnya hanya menatap sekeliling dengan canggung serta membaca peta

Kita ada di mana sekarang? “tanya jiyeon mendekatkan dirinya pada myungsoo untuk melihat peta

Eoh?!! Ah! Yeogi! “ucap myungsoo yang begitu terkejut akan pertanyaan mendadak jiyeon

Eh? Kalau begitu kita sudah dekat~ “ucap jiyeon senang menatap sekeliling

Jiyeon-ah~! “panggil myungsoo meraih jemari jiyeon, menariknya mendekat dan menunjuk jalan didepan mereka

Eoh?! Yak! Myungsoo-ah kita menemukannya~!! “seru jiyeon begitu senang, ia segera berlari mendekati pondok itu dususul myungsoo yang langsung meraih lengan jiyeon

Jushim~! “peringat myungsoo begitu jiyeon menoleh bingung padanya

Ah~ ne~! Hehe kajja~! “ajak jiyeon lagi, kali ini ia memilih berjalan lebih pelan, dengan myungsoo yang memimpin

Keduanya kembali bertatapan, menghentikan langkah mereka dan menatap pondok tua tak terawat di depan mereka

Kajja~! “ucap jiyeon lagi segera melangkah menuju balkon pondok kayu itu

Tetaplah di belakangku dan awasi sekitar “ucap myungsoo melangkah maju menuju pintu depan pondok

Jiyeon melakukan sesuai perintah myungsoo, ia begitu tercekat begitu merasa ada sesuatu di balik semak di sisi kirinya tak jauh dari pondok

Hei~ myungsoo-ah~ a-ada sesuatu di sana~ “bisik jiyeon meraih ujung jaket myungsoo

Kemarilah~ “ucap myungsoo pelan meraih jemari jiyeon, membawa yeoja manis ini masuk ke dalam pondok setelah memastikan pondok itu aman

Hei~! Aku rasa ada yang mengawasi kita “ucap jiyeon lagi begitu myungsoo menutup pintu

Eoh~! Dan sepertinya aku tahu siapa “ucap myungsoo serius berusaha mengintip keluar melalui celah-celah kayu pondok

M-mwo?!! N-nugu?! Myungsoo-ah! “panik jiyeon mengguncang bahu namja tampan ini

Sudah hampir sore, kita harus segera menemukan petunjuk atau semua akan semakin buruk “jelas myungsoo segera memeriksa seisi pondok

M-mwo?!! Memburuk? A-apa maksudmu? K-kau mengetahui sesuatu yang tak kuketahui?!!! “pekik jiyeon panik

Ssttt~! Jangan berteriak, atau kita akan ketahuan “bisik myungsoo meraih bahu jiyeon, berusaha menenangkannya

Mwo?!! “seru jiyeon panik

Sesuatu yang ku maksudkan tadi adalah… adalah monster hutan! Ia akan menangkap kita jika kita tak menemukan cara untuk keluar dari sini hingga tengah malam nanti “jelas myungsoo semakin membuat jiyeon panik dan tak habis pikir

Mwo!! Aku kemari untuk menyelamatkan oppaku! Aku harus menemukan cara menyelamatkannya! Bukannya ditangkap oleh makhluk aneh yang tak aku yakini ada! “kesal jiyeon dengan nafas memburu, menatap myungsoo yang terdiam mendengarnya

Yang tak kau yakini ada? Kau tak mempercayaiku? “ucap myungsoo dengan suara berat, menandakan keseriusan dalam ucapannya

N-ne? B-bukan begitu~ h-hanya saja…

Apa yang kau pikirkan saat pertama kali melihatku? Bukankah itu cukup aneh? “ucap myungsoo lagi, berjalan mendekati jiyeon yang berjalan mundur berusaha menjauhinya

Namja yang tiba-tiba saja muncul dihadapanmu, padalah jalanan yang kau lewati begitu sepi~ “terang myungsoo lagi, menghentikan langkahnya saat jiyeon menabrak dinding kayu di belakangnya

A-apa maksudmu? “ucap jiyeon, ia begitu takut dan bingung serta panik saat ini

Sudah hampir seminggu aku tak sadarkan diri dan terus mencari seseorang yang bisa melihat atau setidaknya mendengarku~ dan kaulah orangnya, kau lah yang bisa membantuku bebas, membantuku juga namja lainnya yang terperangkap~ juga oppamu luhan~ “jelas myungsoo kembali melangkah mundur, menunjukkan wajah sedih penuh kekhawatiran

M-mwo? Neo nugu!! “seru jiyeon yang semakin ketakutan

Andwae~! J-jangan buka pintu itu! Monster itu pasti masih mengawasi kita “panik myungsoo

Neo nugu?!! Apa maksud ucapanmu? Mendengarmu? Melihatmu? Tak sadarkan diri?!! “seru jiyeon kepanikan “bagaimana kau bisa tahu nama oppaku?!!” ucap jiyeon lagi mengusap kasar air matanya

Tenanglah~ akan kujelaskan~ “ucap myungsoo lagi lembut, berusaha menenangkan jiyeon yang mungkin akan semakin ketakutan setelah mendengar ceritanya

Dua minggu lalu, sehari sebelum aku akan pindah sekolah bersama sepupuku. Aku beristirahat di taman dekat perumahanku setelah bermain basket bersama chingu-chinguku, dan tertidur di bawah pohon rindang disana “cerita myungsoo, ia menjeda ucapannya untuk melihat reaksi jiyeon, yeoja ini masih begitu tegang dan terus berdiri didekat pintu

Aku terbangun begitu merasa seseorang memanggilku dan menyentuh bahuku, aku semakin terkejut begitu menyadari hari sudah gelap. Aku segera beranjak dan berlari menuju rumah. Keunde, sejak itu, aku merasa ada yang aneh dengan tubuhku~ seakan aku sedang ditarik keluar dari tubuhku sendiri. Bisikan-bisikan yang mengatakan aku miliknya selalu datang setiap malam aku akan tidur dan kemudian aku menemukan diriku berada di lantai kamar keesokan paginya “jelas myungsoo, nafasnya memburu setiap kali menceritakan rinci kejadian sejak dua minggu lalu

A-apa yang terjadi? “tanya jiyeon, wajahnya berubah cemas. Walau sedikit takut, ia mulai mempercayai cerita myungsoo dan memilih mendekati myungsoo yang duduk di lantai kayu pondok sambil meringkuk sedih

Sejak itu aku selalu merasa lelah dan mengantuk, walau aku selalu mendapat waktu tidur yang cukup. Karena itu pula aku harus tetap tinggal dan mengundur kepindahanku ke seoul “jelas myungsoo lagi dengan raut sedih

Bisikan yang mengatakan aku miliknya selalu datang menggangguku, hingga beberapa hari lalu aku begitu kesal dan berteriak marah saat mendengar suara itu lagi dan “ucap myungsoo menoleh sedih pada jiyeon, yang perlahan mendudukan dirinya di samping myungsoo

Dan saat itulah aku melihat tubuhku yang tergeletak di lantai, dan ommaku juga appaku yang berlari panik memasuki kamar dan memanggil namaku panik, aku pun dapat melihat appaku yang dengan paniknya menggendongku ke ranjang dan ommaku yang menangisiku. Aku begitu bingung saat itu, aku terus memanggil mereka namun tak ada respon! Mereka tak mendengarku~ “jelas myungsoo berlinang air mata. Jiyeon yang juga merasa sedih dan syok akan cerita myungsoo berusaha menenangkan namja tampan ini. Mengusap lembut bahu myungsoo berusaha memberikan ketenangan padanya

Seharian aku mengikuti orang tuaku yang mencoba menolongku, mereka membawaku ke rumah sakit, menemui berbagai dokter dan hasilnya sama~ aku baik-baik saja “ucap myungsoo menatap sedih jiyeon

Aku terus memanggil mereka, kulakukan setiap detik, mengikuti mereka, berusaha menyentuh barang-barang dirumah untuk memberi petunjuk namun nihil~ hingga aku memutuskan untuk mencari bantuan, bantuan dari siapapun yang bisa melihat atau setidaknya mendengarku “cerita myungsoo, menundukkan kepalanya dan bersandar pada kedua lututnya.

Suasana menjadi begitu sepi begitu myungsoo hanya diam, juga jiyeon yang memilih melakukan hal yang sama

Hingga aku menemukanmu dan oppamu~ “lanjut myungsoo mengangkat wajahnya menatap jiyeon yang menoleh cemas padanya

Aku mencoba mendekati oppamu keunde ia tak meresponku dan saat kau berada sendirian di kamar, aku mencoba menyapamu dan berhasil, kau mendengarku! “cerita myungsoo memasang senyum manisnya pada jiyeon

Hingga pagi tadi saat oppamu pun mengalami hal yang sama sepertiku dan namja lainnya, dan kau yang memutuskan untuk pergi ke hutan terlarang, aku mengikutimu, berjalan tepat disampingmu dan tanpa kusangka kau bahkan bisa melihatku! Dan menyentuhku “ucap myungsoo tersenyum sendu menatap jiyeon

Itulah saat pertama aku merasa begitu lega, lega karena aku yakin kaulah yang mampu menyelamatkanku juga namja lainnya yang terjebak dialam lain ini “terang myungsoo membuat dahi jiyeon mengerut

Chankaman! Terjebak? Kau bilang terjebak?!! “seru jiyeon menoleh antusias pada myungsoo

N-ne! W-wae? “bingung myungsoo

A-apa kau tahu dimana tempat kau di tahan? A-atau namja lainnya? “tanya jiyeon segera bangkit berdiri dan menuju meja kayu tua di tengah pondok

Dihutan ini, keunde itu sedikit rumit “terang myungsoo mengikuti langkah jiyeon

Kau tahukan? Alam kita saat ini berbeda, kami berada di sini keunde bukan di alam yang sama denganmu “terang myungsoo membuat jiyeon mengerutkan dahinya bingung

Kau bisa membawaku ke sana? “tanya jiyeon penuh harap

K-keunde~ a-ada kemungkinan kau pun akan terjebak disana! “cemas myungsoo meraih lengan jiyeon, meyakinkan yeoja manis ini akan bahaya yang menunggunya

Bukankah kau percaya padaku? Akulah satu-satunya yang bisa menyelamatkanmu, namja lainnya dan oppaku~?! “ucap jiyeon yakin

Geure~! “angguk myungsoo “keunde kita harus memastikan tak diikuti oleh monster hutan” peringat myungsoo

Eoh! Kajja! “ucap jiyeon yakin. Myungsoo kembali meraih jemari jiyeon, menggenggamnya lebih erat dari sebelumnya

Kau siap? “tanya myungsoo dibalas anggukan yakin jiyeon. Dengan perlahan myungsoo membuka pintu kayu itu, menatap sekitar yang sudah mulai gelap dan dengan cepat berlari ke arah kanan, tempat dimana dirinya dan namja lainnya terjebak

Jiyeon terus berusaha menyesuaikan langkahnya dengan myungsoo yang notabene adalah seorang namja dengan lari yang cukup cepat. Sesekali ia menoleh kebelakang memastikan tak ada yang mengikutinya dan myungsoo

O-ommo! “pekik jiyeon begitu tubuhnya hilang keseimbangan akibat tak mampu menyesuaikan larinya dengan myungsoo

Jushime~! “ucap myungsoo berusaha menahan jiyeon agar tak terjatuh, kembali ia eratkan genggaman tangannya pada jiyeon dan kembali berlari

Kita hampir sampai “seru myungsoo dan jiyeon pun berusaha menyelaraskan larinya dengan myungsoo

===

Rumah sakit, Busan, 6 p.m

Sejun! Sejun-ah!! “teriak seorang yeoja mendekati namja yang sejak tadi duduk dengan gelisah didepan ruang rawat ICU

Noona!! “serunya menghampiri yeoja tadi yang datang bersama sang suami

Luhan! A-apa yang terjadi eoh?! Luhan? “panik yeoja yang tak lain adalah taehee

Dokter mengatakan ia baik-baik saja~ tak ada luka ataupun tanda-tanda penyakit serius “jelas sejun segera mengajak keduanya masuk ke kamar rawat diruang ICU

Jika ia baik-baik saja wae hal ini bisa terjadi? “panik sang appa

Mollayo hyung, ia mengeluh lelah pagi ini saat memetik strawberry bersama jiyeon. Saat aku melihatnya di kamar, ia sudah tertidur dan tubuhnya begitu dingin “terang sejun, taehee yang melihat putranya tak sadarkan diri, tak mampu menahan tangisnya dan langsung memeluknya

Luhan-ah~ ommada~ hmm~ kau dengar omma? Luhan-ah? “panggil taehee mengusap lembut puncak kepala luhan, menatap sedih putranya, tubuh mungilnya begitu dingin membuatnya takut

Jiyeon! Mana jiyeon?!! “seru sang appa panik, menatap sejun meminta penjelasan

M-mianhae~ a-aku tak tahu kemana ia pergi “jelas sejun membuat keduanya semakin terkejut

I-ia mengatakan akan ke suatu tempat. A-aku ingin mengejarnya keunde aku begitu panik dengan keadaan luhan saat itu. M-mianhae noona~ hyung~ a-aku bukan samcheon yang baik! A-aku tak bisa menjaga keponakanku sendiri “sesal sejun kembali berlinang air mata, taehee yang mendengarnya berusaha tenang walau air matanya terus mengalir

Anhiyo~ jangan menyalakan dirimu~ ini diluar kendalimu sejun-ah~ “ucap yoochun berusaha menenangkan adik iparnya ini

M-mianhae hyung~ gomawo hiks “ucap sejun lemas masih merasa bersalah

Aku sudah menghubungi polisi untuk mencarinya keunde aku belum mendapat kabar hingga sekarang “jelas sejun lagi mendapat anggukan yoochun

Hingga saat ini, pihak medis rumah sakit internasional Seoul terus berupaya mencari penyebab puluhan remaja yang secara tiba-tiba tak sadarkan diri. Tercatat hingga sore ini lebih dari 32 anak remaja putra mengalami kejadian yang bahkan belum diketahui penyebabnya ini.

Beberapa komunitas paranormal pun memberikan opini mereka, dimana bagi mereka ini adalah ulah arwah gentayangan yang mencari mangsa agar hidup kekal

Seolma~! “ucap yoochun yang sejak tadi terpaku melihat pemberitaan di televisi yang ada di ruang rawat ICU itu

Para orang tua pun semakin gelisah, tercatat 18 diantara anak-anak tersebut telah tak sadarkan diri semenjak 5 hari lalu, dengan kondisi tubuh, beberapa dari mereka, yang kian melemah. Tim dokter khusus yang menangani hal ini pun mengatakan, jika solusi masalah ini tak segera ditemukan, nyawa mereka tak akan tertolong.

Luhan-ah~ hiks uri aegy~ luhan-ah~ “tangis taehee, pemberitaan itu semakin membuat hatinya gusar dan takut

===

Hutan, 6.23 p.m

Eoh? “bingung jiyeon begitu dirinya dan myungsoo berhenti didepan sebuah semak belukar

Disini! Dibawah sini”terang myungsoo segera menyingkirkan semak belukar itu dan dapat dilihat jelas oleh jiyeon sebuah pintu kayu lapuk yang menghadap ke arah langit

Ruang bawah tanah? “bingung jiyeon

Ne~! Dulunya ini adalah ruang penyimpanan makanan untuk hewan-hewan di hutan ini “terang myungsoo terus berusaha membuka pintu itu

Dari mana kau mengetahui hal itu? “tanya jiyeon ikut mencari sesuatu yang bisa di gunakan untuk membuka pintu

Salah seorang dari mereka mengatakannya padaku, ia salah seorang namja yang tinggal di busan “terang myungsoo

Geureyo~! Kita harus segera menyelamatkan mereka! “seru jiyeon semangat segera berlari menghampiri batu besar, tak menyadari jaraknya semakin jauh dengan myungsoo

Jiyeon-ah!! “teriak myungsoo membuat jiyeon yang sedang menunduk memungut batu itu pun tercekat

Sebuah bayangan hitam berada tepat didepannya, dapat didengar pula oleh jiyeon erangan berat dari arah depannya dan derap langkah myungsoo di belakangnya

HUUUAAAAAARRRGHHHH!!!

Kyaaaaaaa!!! “tanpa aba-aba jiyeon langsung berlari menghampiri myungsoo, memeluk erat namja yang terlihat kepanikan menangkap tubuh jiyeon, erangan mengerikan itu cukup mengguncang jiyeon

Monster hutan!! Kajja! “teriak myungsoo, ia mengeratkan rangkulannya pada jiyeon dan berlari secepat mungkin dari sana

I-itu… i-itu.. myungsoo-ah~! “seru jiyeon ketakutan, sesekali ia menoleh ke belakang mendapati monster hutan yang baginya begitu mengerikan mengejarnya juga myungsoo

Gwaenchana~! “ucap myungsoo berusaha menenangkan jiyeon, ia terus menatap sekeliling berharap menemukan tempat untuk bersembunyi

Jiyeon kembali menoleh, menatap monster yang lebih terlihat seperti trol dengan baju hitam lusuh compang camping dan wajah besar dengan gigi tajam dan mata merah kembali membuatnya ngeri

Jiyeon-ah kajja~! “ajak myungsoo lagi, menarik pegelangan jiyeon menuju sebuah  pohon besar didepan mereka

HUUUAAARRGHHHH

Kyaaa…

Ssttt~ tenanglah~ “bisik myungsoo kembali membekap jiyeon, memeluknya dari belakang, meminimalkan jarak mereka agar tersembunyi dengan sempurna di balik pohon besar itu

Tap tap

HUUAAAAAAGGHHH

Jiyeon menutup matanya takut, menggenggam erat jemari myungsoo yang tadi membekat mulutnya. Tubuhnya bergetar hebat karena ketakutan dan matanya memerah saking paniknya

Tenanglah jiyeon-ah~ gwaenchana~ “hibur myungsoo yang sejak tadi berusaha mengintip keberadaan monster itu

HHUUUAAAAAGHHH

Kyaaaaa!!!

Myungsoo dan jiyeon memekik keras, tak menyangka monster itu menemukan mereka, dengan cepat myungsoo menarik jiyeon, menjauh dari monster yang kembali mengejar mereka

Eotheokhae? “gumam jiyeon takut, ia kembali menoleh dan tanpa diduga pandangannya bertemu dengan mata merah monster itu

Eoh? “bingung jiyeon menghentikan larinya, membuat myungsoo kepanikan dan terus berusaha menarik yeoja manis ini

Chankaman! Myungsoo-ah! “ucap jiyeon menahan pergelangan myungsoo

M-mwo mwo? Waeyo? “seru myungsoo terus menatap sekeliling

Igeo bwa “ucap jiyeon, menunjuk monster yang sekarang hanya berdiri dan menatap keduanya

Eoh? A-apa yang terjadi? “bingung myungsoo, ia kembali merapatkan dirinya pada jiyeon

Annyeong~ “sapa jiyeon membuat myungsoo menoleh kaget padanya

A-aku jiyeon~ “ucap jiyeon lagi, berjalan mendekati monster hutan yang hanya terpaku ditempatnya

Huaaghhh~ “erang monster itu lagi dengar suara lebih kecil dan terdengar sedih

Jiyeon~! “peringat myungsoo terus berusaha menahan jiyeon

Gwaenchana~ percaya padaku myungsoo-ah~ “ucap jiyeon lembut, memperbaiki genggaman tangannya dan myungsoo

Annyeong~ k-kami ke sini karena sepertinya oppaku dan beberapa namja lain terkurung dihutan ini, begitu juga namja ini~ “jelas jiyeon menunjuk myungsoo yang terkejut dibuatnya

Yeeaaah~ mirip seperti penculikan~ keunde dilakukan oleh sesuatu yang tak kasat mata~ “jelas jiyeon dengan nada santai dengan sedikit bercanda, memamerkan senyum manisnya pada monster didepannya

To-long-a-ku “ucap monster itu dengan susah payah, membuat jiyeon dan myungsoo harus memajukan wajah mereka dan menyipitkan mata menganalisa ucapannya

To-long-a-ku “ucap monster itu lagi membuat keduanya tercekat

O-ommo~!! K-kau! A-apa ia yang melakukan ini padamu?!! “tanya myungsoo dengan mata melotot, sementara jiyeon, ia hanya menatap bingung myungsoo

Monster itu mengangguk membuat myungsoo menggelengkan kepalanya tak percaya

Mwo?!! Mwoya~! “kesal jiyeon yang sudah penasaran

Ia salah satu anak yang menghilang setelah dua minggu tak sadarkan diri “jelas myungsoo membuat jiyeon melongo tak percaya, yeoja manis ini pun menoleh pada monster itu dan melihatnya menganggukan kepala, mengiyakan perkataan myungsoo

K-kupikir kalian hanya diambil arwahnya saja~! “kaget jiyeon menuntut penjelasan lebih

Ne~ memang begitu, keunde jauh sebelum kami, 4 bulan lalu, seorang namja dikabarkan menghilang dari kamar rawatnya setelah dua minggu tak sadarkan diri “jelas myungsoo menatap iba ke arah monster yang menunduk sedih

G-geureyo~ gwaenchana~ kita akan menemukan cara untuk menolongmu~ “ucap jiyeon lembut mengusap punggung besar monster ini dan tersenyum bersama, begitu juga myungsoo yang melihatnya

C-chankaman! Kau bilang ia yang melakukan ini? “seru jiyeon menatap myungsoo

Ne? Ah! Ne~! Seorang namja seusia kami yang meninggal dalam kebakaran 2 tahun lalu “terang myungsoo

Mwo!! M-maksudmu namja bernama Tomy? Namja berusia 11 tahun yang terjebak di rumahnya saat kebakaran?!! “pekik jiyeon, ia mengetahui kabar itu, lokasi rumah namja itu pun tak jauh dari kompleks perumahannya di Seoul

Eoh! Karena tak terima dengan akhir hidupnya yang ‘mengenaskan’ ia mulai mengintai dan menghantui beberapa anak hingga akhirnya mengambil arwah mereka satu persatu. Awalnya hanya satu setiap 3 bulan keunde sekarang menjadi tak terkendali “terang myungsoo lagi mendapat anggukan sang monster

Kita harus cepat! “seru jiyeon, ia menatap ke arah langit yang sudah gelap

===

Permisi! Apakah kalian melihat seorang yeoja kecil berambut coklat panjang dengan celana jeans biru tua dan T-shirt hitam dan membawa ransel ungu? “tanya seorang petugas kepolisian yang mencari jiyeon

Eoh! Ah!! Ne~! Pagi tadi seorang yeoja kecil menghampiri namja yang tak jauh dariku, kalau tidak salah ia menanyakan di mana letak hutan terlarang “jelas yeoja paruh baya, membuka pintu rumahnya lebih lebar agar leluasa memberi keteranga

Kamsahamnida! Informasi anda sangat membantu kami “ucap sang petugas segera mendekati mobil patroli dan menghubungi petugas lainnya

Korban kemungkinan berada di hutan terlarang “ucapnya melalui HT dan segera melajukan mobilnya

===

Hosh hosh hosh

Ah~ aku lelah~! “keluh jiyeon namun tetap terus berlari, membuat myungsoo dan sang monster menoleh melihat keadaannya

Kajja~! Palli naiklah~ “ucap myungsoo lembut, meminta jiyeon untuk naik ke punggungnya

E-eoh? A-anhiyo~! A-aku berat! Kau akan kelelahan~! “kilah jiyeon, terlalu malu untuk menerima tawaran namja tampan didepannya ini

Anhiyo~! Aku tak mungkin lelah dalam wujudku yang sekarang~ naiklah~ bukankah kita harus cepat? “ucap myungsoo lagi, jiyeon hanya menatap ragu ke arahnya, membuat sang monster memutar bola matanya jengah dan langsung mengangkat jiyeon dan meletakkannya di punggung myungsoo

Huaaaa~ kau membuatku jantungan!! “rutuk jiyeon yang langsung memeluk erat myungsoo, menatap kesal sang monster yang hanya mengendikkan bahunya acuh

Keke kajja~! “kekeh myungsoo, ia segera memperbaiki gendongannya agar lebih nyaman dan mereka pun kembali berlari

Ah! Disana! “seru jiyeon menunjuk ke arah kiri mereka

Eoh! Kajja~! “myungsoo pun mempercepat larinya, begitu juga sang monster, ketiganya pun menoleh ke arah langit yang mendadak semakin gelap

Sang monster pun memandang cemas ke arah myungsoo, membuat namja tampan ini mengerti akan maksud tatapannya

Kita ketahuan! “bisik myungsoo pada jiyeon. Yeoja ini semakin mengeratkan pelukannya menahan kecemasan

Braak braak

Dengan tenaga yang dimiliki tubuh monsternya, ia menghancurkan pintu kayu itu dan ketiganya pun segera masuk ke dalam ruang bawah tanah itu

Wow~! Ini luas sekali~ “kagum jiyeon mengarakhan lampu senternya kesekeliling, terlihat begitu banyak rak makanan yang sudah berdebu dan berkarat. Ia terus menatap sekeliling hingga tasnya bergetar hebat, membuat jiyeon terkejut setengah mati dan melepas tas ranselnya

Mwoya~!!! “seru jiyeon, myungsoo yang melihatnya segera mengambil alih tas jiyeon

Huuaghhh aagghhh “seru sang monster, menatap senang isi tas jiyeon begitu myungsoo membukanya

Eoh? Waeyo? “bingung jiyeon, sementara sang monster terus menganggukkan kepalanya senang begitu melihat jelas guci itu

Ini jalan keluar kita? “tebak myungsoo mendapat anggukan antusias sang monster

AAAAAAAAAAGGGHHHHHHH

Kyaaa~! “teriak jiyeon begitu mendengar teriakan nyaring seseorang

Jalan keluar? Guci ini? Tapi isinya hanya pasir~ “jelas jiyeon yang tadinya langsung berlindung dibalik tubuh myungsoo yang terus menatap guci itu serius

Anhiyo~ ini bukan pasir, ini abu! “seru myungsoo menatap antusias jiyeon yang masih berlindung di balik tubuhnya

Geure! Hei~! Kemarikan tanganmu~ “seru myungsoo pada sang monster yang mengerti maksud myungsoo

A-ada apa ini? “bingung jiyeon, mendadak keadaan menjadi begitu riuh, angin kencang dan kilatan-kilatan di langit yang begitu hitam

AAAAAGGHHHHH

O-ommo! “pekik jiyeon begitu suara rintihan terdengar, jiyeon menoleh ke atas, dari pintu tadi, langit menjadi begitu gelap dan petir pun mulai menyambar

TAK AKAN KUBIARKAN! “kembali sebuah teriakan terdengar, jiyeon semakin takut dibuatnya

Myungsoo-ah~ “panik jiyeon kembali menyembunyikan wajahnya di balik jaket tebal myungsoo

Jiyeon-ah~ kemarilah~! Lingkarkan tangan kirimu di leherku, pegang guci ini dan jangan kau lepas! Ini adalah jalan keluar bagimu dan kami semua! “peringat myungsoo, jiyeon pun dengan panik mengikuti ucapan myungsoo

Jiyeon segera beralih ke depan tubuh myungsoo dan memeluknya. Digenggamnya erat guci itu dan menatap cemas myungsoo

Tenanglah~ ini akan segera usai~! “jelas myungsoo tersenyum manis pada jiyeon

Kita mulai! “ucap myungsoo pada sang monster, tak menghiraukan angin yang semakin kencang dan kilatan yang tak henti-henti menyambar, myungsoo dan sang monster berkonsentrasi untuk masuk ke alam yang telah menjebak mereka itu

Jiyeon-ah~ jangan lepas pelukanmu dan jangan pernah menjauh dariku~ “pesan myungsoo pada jiyeon yang sejak tadi memilih untuk menutup matanya, bersandar pada dada myungsoo berusaha menenangkan dirinya

Cahaya putih begitu terang pun muncul dari tubuh myungsoo dan sang monster, kilatan itu semakin terang diiringi teriakan kesal nan memilukan seseorang

Myungsoo~ “panggil jiyeon pelan, ia masih enggan untuk membuka matanya

Myungsoo-ah~ “panggil jiyeon lagi saat namja itu tak merespon, di tambah keadaan yang mendadak sunyi

Jiyeon memberanikan diri untuk membuka matanya, ia begitu terkejut mendapati myungsoo yang ia peluk sejak tadi tak sadarkan diri, dengan wajah yang begitu pucat. Keterkejutannya bertambah saat menatap sekitar, lokasi yang sama seperti beberapa saat lalu, namun terlihat begitu mengerikan

Rak-rak yang berubah hitam dengan dinding pengap berwarna abu-abu. Jiyeon melepaskan pelukannya dari tubuh dingin myungsoo dan menoleh, mendapati sang monster yang sudah berwujud manusia.

Jiyeon segera meraih senternya yang terjatuh dan menyalakannya, mengikuti ucapan myungsoo untuk tetap memegang erat guci itu juga tak berada jauh darinya

Jiyeon? Jiyeon-ah~ “panggil seseorang membuat jiyeon menoleh kaget

Luhan~! Luhan oppa~!! “panggil jiyeon segera menghampiri luhan, namun langkahnya terhenti begitu mendapati tubuh sang oppa berubah menjadi seorang namja yang tak ia kenal

Sepertinya aku tak perlu bersusah payah untuk mengambilmu “ucap orang itu dengan kilatan mata yang cukup mengerikan

K-kau? Tomy?! “pekik jiyeon, ia segera berjalan mundur mendekati tubuh myungsoo

Jadi dia oppamu? “ucapnya lagi merentangkan tangannya ke arah kiri dan saat itu juga terlihat tubuh luhan yang begitu pucat melayang mendekati namja itu

Yak! Lepaskan oppaku! Lepaskan mereka semua! “teriak jiyeon kesal

Hahahaha KAU PIKIR AKU AKAN MENURUTIMU!! “teriaknya kesal, wajah pucatnya seketika berubah dipenuhi luka bakar

INI TIDAK ADIL! AKU TAK INGIN BERAKHIR SEPERTI INI! INI TIDAK ADIL! AKU MASIH INGIN HIDUP! HIDUP SEPERTI MEREKA! “amuk Tomy dengan mata melotot ngeri, jiyeon semakin ketakutan dibuatnya

Aku tak ingin mati seperti ini! Mereka harus merasakannya! Merasakan apa yang kurasakan saat itu! Dan kau! Kau pun akan MERASAKANNYA!! “teriak tomy dan ruangan gelap itu pun terbakar.

Jiyeon begitu terkejut dan panik begitu api menyala, ia dapat melihat dengan jelas ruangan yang dipenuhi para namja seumurannya dan luhan tak sadarkan diri dengan wajah pucat pasi

Oppa!! Luhan oppa~! Jiyeonnieda! Sadarlah oppa~! LUHAN OPPA!!! “teriak jiyeon panik, api itu pun semakin dekat dengannya juga luhan

Ialah yang menjadi korban pertama! “seru Tomy menurunkan tangan kirinya bersamaan dengan tubuh luhan yang semakin dekat dengan api dibawahnya

Jiyeon begitu panik, ia dapat melihat raut wajah luhan yang berubah seperti menahan sakit membuatnya menangis kencang saking takutnya

OPPA~! LUHAN OPPA~!! ANDWAE!! “teriak jiyeon frustasi, tanpa pikir panjang lagi jiyeon membuka guci itu membuat Tomy yang tertawa puas berubah panik

Terimalah kematianmu dan kembalikan mereka semua “ucap jiyeon dan dengan perlahan ia mengambil segenggam abu dan meniupnya ke arah Tomy

ANDWAE! JANGAN LAKUKAN ITU! ANDWAE! “pekik Tomy begitu pilu

Kembalilah dan bebaskan mereka~ bebaskan kami semua~ “ucap jiyeon dengan bulir air mata yang masih terus mengalir, mengalihkan pandangannya pada luhan yang terlihat kesakitan akibat panas yang membakar tubuhnya

Jiyeon memberanikan diri mendekati Tomy, namja itu jatuh terduduk dan meremas kuat rambutnya. Abu yang jiyeon tiup berhasil melemahkannya

Bebaskan

Hutan terlarang

Bebaskan mereka!

Seru jiyeon mengikuti tulisan yang ia temukan di dalam guci dan kembali meniupkan abu itu pada tomy yang semakin mengerang pilu, tak terima dengan apa yang terjadi padanya

AAARRRGHHH!! ANDWAE! ANDWAE! “lengkingan histeris tomy terdengar semakin kencang bersamaan dengan tubuhnya yang terbakar

Jiyeon menatap ngeri kejadian didepannya itu dan dengan segera menghampiri luhan

Luhan oppa~ oppa! “teriak jiyeon berusaha menggapai tubuh luhan, tak menghiraukan nyala api yang mengelilingi luhan

Saat itu pula angin bertiup kencang, ruangan yang dipenuhi nyala api itu berubah riuh dengan kilatan petir yang datang menghancurkan tempat itu. Dengan sekuat tenaga jiyeon meraih tangan luhan dan menariknya

Greeb

Kyaaaaa!!!

Jiyeon berteriak ngeri begitu lengannya digenggam sebuah tangan yang sudah hangus terbakar. Tomy, namja itu masih belum menyerah untuk membawa mereka bersamanya, merasakan kesakitan yang ia rasakan

Kau akan ikut bersamaku! KALIAN SEMUA! “pekiknya dipenuhi amarah terus menarik jiyeon menuju kobaran api besar tak jauh dari mereka

Andwae! “teriak jiyeon berusaha melepaskan genggaman erat tomy, saat itu pula jiyeon menatap guci yang ia pegang

Mianhae~ “ucap jiyeon menatap iba Tomy dan membuang guci itu hingga sisa abu itu tumpah dan membentuk lingkaran besar dan menyelimuti Tomy

AAAAAAAAAAAA

Tomy berteriak ngeri, abu itu menariknya menjauhi jiyeon dan berubah bentuk menjadi sebuah tangan raksasa yang membungkus tubuh tomy

ANDWAEEE!! “teriak tomy terus berusaha meraih lengan jiyeon

O-oppa~! “panggil jiyeon, ia segera meraih tubuh luhan dan membawanya mendekati myungsoo

B-bagaimana ini! “rutuk jiyeon, ia tak tahu cara untuk keluar dari sana, abu itu pun sudah tak tersisa

Eotheokhae~? “gumam jiyeon terus memeluk tubuh luhan yang begitu dingin

Jiyeon menatap panik sekeliling, berharap menemukan jalan keluar, di tatapnya kembali kobaran api dimana tomy berada, dan saat itu pula abu yang menarik tomy beralih menghampiri jiyeon

O-ommo! “seru jiyeon ketakutan, ia mengeratkan pelukannya pada luhan dan menutup matanya

ANDWAE!! ANDWAE!! “kembali pekikan menakutkan tomy terdengar

Luhan~ luhan oppa~ “gumam jiyeon terus mengeratkan pelukannya pada luhan

Dan saat itu pula angin kencang mengelilingi mereka, juga abu itu. Angin pun berubah semakin kencang dan cahaya terang, begitu terang, menyinari mereka, diiringi teriakan pilu tomy

AAANDWAEEE!!

Jiyeon? Jiyeon-ah~? “jiyeon tersentak, ia membuka matanya dan terkejut begitu melihat keadaan tak seriuh tadi, ia telah kembali ke tempat semula, ruang bawah tanah hutan

Jiyeon? “panggil seseorang lagi dengan lembut membuat jiyeon terkejut dan menoleh

Ommo! Myungsoo~! “kaget jiyeon, ia pun menatap kedua tangannya, tubuh Luhan mulai bercahaya dan semakin memudar

A-ada apa ini! Luhan? Luhan oppa~! “panik jiyeon, myungsoo pun segera merengkuh bahu jiyeon menenangkannya

Gwaenchana~ ia akan kembali pada tubuhnya~ dan… begitu juga kami “ucap myungsoo lagi begitu lembut

N-ne?

Eoh! Kami akan kembali~ “ucap myungsoo, mendudukan dirinya di samping jiyeon

Ini pengalaman yang tak akan pernah kulupakan~ gomawo jiyeon-ah~ kau telah menyelamatkan kami “ucap myungsoo, meraih jemari jiyeon dan menggenggamnya lembut

Gomawo ne~ “ucap seseorang lagi dengan tubuh yang mulai berkilau

Monster hutan! “pekik jiyeon mendapat senyum keduanya

Hei~ aku sudah kembali~ dan namaku adalah Oh Taeha~ “ujarnya mendekati jiyeon

Wow~! Kau tak sebesar tubuh monstermu “ucap jiyeon dengan wajah melongo

Keke ne~! Yeeaaah~ tubuh asliku memang kecil “sahut taeha terkekeh geli akan ucapan polos jiyeon

Gomawo ne jiyeon-ah~ myungsoo-ah~ kalau bukan karena kalian, aku akan terjebak disini selamanya “ucap taeha lagi dan tubuhnya pun mulai memudar

Jika aku sadar nanti, kuharap suatu hari kita bisa bertemu~ kita semua~! Gomawo~ Annyeong~ “ucap taeha dan tubuhnya pun menghilang

Sepertinya sekarang giliranku~ “ucap myungsoo mengalihkan pandangan jiyeon, tubunya pun mulai bercahaya

Apa kita bisa bertemu lagi? “tanya jiyeon dengan wajah penuh harap

Geureomyeo~ kita pasti bertemu lagi~ aku akan terus mencarimu sampai kita bertemu lagi~ “ucap myungsoo, mengeratkan genggaman tangannya pada jiyeon

Gomawo jiyeon-ah~ kuharap kita segera bertemu lagi “ucap myungsoo, keduanya pun tersenyum

Cahaya ditubuh myungsoo pun semakin terang, ia terus tersenyum dan menatap lembut jiyeon

Sudah saatnya~ “ucap myungsoo mendekatkan wajahnya pada jiyeon yang mengangguk menandakan persetujuan akan ucapan myungsoo

Annyeong~ “ucap myungsoo lagi dan

Chuu..

Myungsoo mencium lembut jiyeon, bertepatan dengan cahaya tubuhnya yang semakin terang

Gomawo~ “ucap myungsoo begitu mengakhiri ciumannya dan tersenyum lembut pada jiyeon

N-ne~ “angguk jiyeon yang masih begitu syok dengan apa yang myungsoo lakukan

Sampai bertemu lagi~ “ucap myungsoo dan tubuhnya pun menghilang

Disaat bersamaan pula para remaja yang tak sadarkan diri pun terbangun, hal yang sangat mengejutkan bagi para orang tua mereka yang hampir menyerah akan keadaan mereka

Omma~? “panggil seorang namja pada wanita paruh baya yang baru saja keluar dari mobil dan hendak masuk rumah

Taeha? O-ommo! TAEHA!! “pekiknya langsung berlari memeluk putranya, menangis haru tak percaya akan apa yang ia lihat sekarang

Ommo~ usi aegy~! Uri aegy~! “tangisnya terus memeluk taeha, namja imut ini pun menangis haru memeluk sang omma

Bogoshipo~ “ucap taeha dibalas anggukan antusias sang omma

Nado~ nado chagi-ah~ “ucap sang omma menatap rindu taeha

Kajja~ ini sudah malam dan semakin dingin~ “ucap sang omma, keduanya pun tersenyum dan melangkah masuk

Omma akan menyiapkan makan malam untukmu “ucap sang omma merangkul erat taeha

Appa eoddiso? “tanya taeha

Appa sedang dalam perjalanan bisnis, dan akan pulang besok chagi-ah~ “jelas sang omma sambil menyalakan lampu dan meletakkan barang-barangnya

Kita buat kejutan untuk appa? “usul taeha semangat, mendapat senyum antusias sang omma

Roger~! “ucap sang omma sambil memberi hormat pada taehaa

Palli~! Mandilah~! Dan ceritakan semuanya pada omma~ “ucapnya mendapat anggukan taeha

Roger~! “balas taeha membuat keduanya tertawa

Sementara itu, dibeberapa rumah sakit pun dihebohkan dengan sadarnya para pasien secara bersamaan, para keluarga yang menemani pun menangis haru menatap putra mereka yang akhirnya sadar, begitu juga luhan

Omma? “panggil luhan membuat taehee menangis haru memeluknya, sang appa dan samcheon pun mampu bernafas lega melihatnya

Ommo~ luhan-ah~! “tangis taehee dan sang samcheon pun dengan segera memanggil dokter

Jiyeonnie eoddiso? “tanya luhan dengan suara parau, dahinya mengerut begitu kedua orang tuanya dan sang samcheon saling berpandangan

Eoddie? “ucap luhan lagi pelan sementara sang dokter memeriksanya

Tuan, ada yang ingin menemui anda~ “ucap seorang suster

Ah ne~ chankaman ne luhan-ah~ “angguk yoochun dan ia pun segera keluar ruang ICU

Yoochun segera berjalan keluar, mendapati petugas kepolisian setempat menunggunya

Ah! Tuan! Ada yang begitu ingin bertemu denganmu “ucapnya ramah

Jiyeon! Ommo~! Jiyeon-ah~! Kemana saja kau eoh! “panik yoochun memeluk erat jiyeon

Apa yang terjadi? “tanya yoochun lagi begitu melihat pakaian jiyeon yang lumayan kotor

Suatu tempat hehe “kekeh jiyeon membuat sang petugas tertawa

Aku rasa kalian memerlukan waktu untuk berbicara “bisik sang petugas pada jiyeon yang kembali terkekeh

Ne ahjussi~! Kamsahamnida telah menolongku~ ahjussi jang~! “ucap jiyeon begitu ceria, mengacungkan jempolnya pada sang petugas

Kau memujiku eoh~! “canda sang petugas “geure! Apa yang kau inginkan?” candanya lagi membuat ketiganya tertawa

Baiklah~ ahjussi jang~ ini harus kembali bertugas~ “serunya mendapat tawa jiyeon

Kamsahamnida telah menemukan putriku “ucap yoochun sembari bersalaman dengan sang petugas

Sampai bertemu lagi ahjussi~ “seru jiyeon melambaikan tangannya pada sang petugas yang telah berjalan di koridor

Kajja~ luhannie mencarimu! “ucap yoochun segera menggandeng lembut tangan jiyeon

Luuhhhaaaannn oopppaaa~!! “seru jiyeon berlari girang membuat yoochun harus mengikuti langkah cepat putrinya

Jiyeon~! Jiyeon-ah~! “seru luhan semangat begitu mendengar suara kembarannya ini

Ommo! Jiyeon-ah~! Darimana saja kau~! “panik sang samcheon mengusap lembut puncak kepala jiyeon

Darimana kau chagi-ah~ seru taehee beralih memeluk singkat jiyeon

Luhan-ah~ “panggil jiyeon lagi berlari kecil menuju ranjang rawat luhan dan memeluknya

Bogoshipo~ “gumam jiyeon semakin mengeratkan pelukannya

Nado jiyeon-ah~ nado~ “ucap luhan sambil tersenyum senang, memeluk saudarinya yang sangat ia rindukan. Yoochun, tahee dan sejun pun tersenyum lega menatap keduanya

Baiklah, kami harus menemui dokter, tunggulah ne~ “ucap yoochun sambil merangkul taehee

Dan kurasa kalian lapar, jadi siapa yang mau hamburger~!! “seru sejun riang mendapat tatapan sengit taehee

Wae~! Unnie selalu memakannya tiap malam kan! “protes sejun membuat taehee semakin kesal

Kau ini!! Kemari kau~! “rutuk taehee menyeret sejun keluar

Baiklah~ appa harus mengurus ini lebih dulu~ “ucap yoochun menunjuk taehee dan sejun yang sudah berdebat di luar kamar rawat, membuat luhan dan jiyeon terkekeh karenanya

Apa yang terjadi? Wae aku disini? Kau kemana saja tadi? Bajumu kotor sekali~ “tanya luhan bertubi-tubi

Oppa ingin mendengar ceritaku? “tawar jiyeon mendapat anggukan lucu luhan

Begini… “jiyeon pun mulai menceritakan kejadian sejak awal pada luhan, keduanya pun sesekali membenarkan posisi duduk mereka agar lebih nyaman bercerita

===

Gangnam

Hosh hosh hosh

O-ommo! “xiumin memekik kaget begitu mendengar nafas tersengal sepupunya, ia segera bangkit berdiri dan meletakkan buku bacaannya dan mendekat ke tempat tidur

Neo gwaenchana? Ommo! “tanya xiumin cemas namun juga lega, sepupunya pun akhirnya sadar

H-hyung? “ucapnya parau memandang xiumin

IMMO~! SAMCHEON~! APPA~! OMMA~! “teriak xiumin berlari menuju pintu, keempatnya pun dengan tergesa menuju kelantai dua

Chankaman xiumin-ah~ waegeure~! “panik sang omma langsung menghampirinya

Igeobwa~ “seru xiumin dengan senyum manisnya

Ommo~! Myungsoo-ah~! Uri aegy~! Myungsoo-ah~ “seru sang omma langsung berlari memeluk myungsoo yang masih terbaring ditempat tidur, ia tersenyum menyambut pelukan sang omma

Aigo~ putraku~ kau kembali~ “ucap sang appa ikut memeluk myungsoo

Ne appa~ omma~ bogoshipoyo~ “ucap myungsoo parau, menatap senang ke arah xiumin

Dokter! Appa! Kita harus memanggil dokter~ “seru xiumin dan sang appa pun bergegas mengambil ponselnya

Xiumin hyung~ “panggil myungsoo, kedua orangtuanya pun melepaskan pelukan mereka dan memberi ruang bagi xiumin dan myungsoo

Kau kembali~! “ucap xiumin sambil tersenyum

Ne~! Dan kepindahanku tak batal~ “ucap myungsoo dengan nada bercanda membuat mereka semua tertawa

Geure~! Omma akan menyiapkan makan malam untukmu~ “ucap sang omma kembali mengecup puncak kepala myungsoo

Dan appa harus membantu~ kau tahu kan~ “ucap sang appa berbisik “ommamu tak pandai memasak ”bisiknya lagi membuat myungsoo dan xiumin terkekeh

Baiklah~ kurasa kami juga harus membantu

Nikmati waktu kalian~ “ucap kedua orang tua xiumin bersamaan, kembali membuat keduanya terkekeh

Kapan hyung tiba disini? “tanya myungsoo sambil membenarkan selimutnya

Kemarin~ hei~ kau membuat kami panik saja~! “gerutu xiumin membuat myungsoo terkekeh

Mianhae hyung~ “sahut myungsoo

Yak! Kau harus segera pindah ke sekolahku sekarang~ kau akan senang bertemu dengan chingu-chinguku, juga tetanggaku yang begitu menyenangkan~! Dan kami juga sekelas “cerita xiumin membuat myungsoo semakin semangat mendengar ceritanya

Jinja? Nuguchi? “tanya myungsoo antusias

Mereka anak kembar dan sangat ‘berisik’ “terang xiumin sambil bercanda

Nama mereka adalah Luhan dan Jiyeon “ucap xiumin lagi

Mwo!! Jiyeon! “pekik myungsoo

Aigo~ sepertinya suara kencangmu sudah kembali~ “gerutu xiumin

Aku harus segera pindah~!! “seru myungsoo lagi semangat, membuat xiumin menatap heran sepupunya ini

Kau kenapa~! “bingung xiumin

Aku sangat ingin pindah hehe “kekeh myungsoo dengan senyum dan mata berbinar, membuat xiumin harus berpikir keras akan penyebabnya

Sampai bertemu lagi~ Jiyeon-ah~ “batin myungsoo tak melepaskan senyum manisnya

– THE WOOD –

THE END

 

Annyeong chingudeul~

Angeljypark is back again~ hehe

Bagaimana series ke dua ‘The Frightening Moment’ ini?

Hehe semoga kalian menyukainya wkwkw

Kamsahamnida ne udah mampir hehe

Untuk FF ‘ORIGINAL’ mianhae belum author publish

Karena masih mengedit ceritanya lagi… #deepbow

Sekali lagi kamsahamnida ne udah mampir dan baca…

Ditunggu komennya hehehe

Kamsahamnida~ #reallydeepbow

 

18 responses to “[CHAPTER-PART 2] THE FRIGHTENING MOMENT

  1. daebaaakkk…q ska bgt dgn crt’y mnegangkn…bnr” sprt ikt mnglami’y…hehe
    ni bnran dah end? bkn’y td chp yah? ap myungyeon bkln brtmu?

    • untuk judul “the wood” ini udah end,,, kisah si kembar jiyeon luhan dan chingu-chingunya akan dilanjutin di chapter berikutnya dengan judul berbeda hehe
      kamsahamnida ne udah baca dan komen chingu~ #bow

    • wkkw mian kalo ceritanya bingungin di awal #garukgaruk
      keunde gomawo ne udah mampir baca dan komen hehehe
      ditunggu ne series berikutnya~ kamsahamnida~ #bow

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s