[CHAPTER-PART 7] I LOVE MY BROTHER

I Love My Brother

I Love My Brother

Written by Angeljypark

Park Jiyeon | Park Chanyeol | Oh Sehun | Kim Jong In | Kris Wu | Kim Taehee | Park Yoochun | Park Minyoung

Family | Friendship | Romance | Chaptered

===

I Love My Brother

Previous Story, Part 6

Jiyeon-ah jiyeon-ah jebal~!! Jangan membuatku takut jiyeon-ah~!! “batin chanyeol mengeratkan kepalan tangannya menatap gusar jiyeon, saat itu pula air matanya mengalir. Chanyeol menatap jiyeon dan menangis dalam diam

===

I Love My Brother

Even though you’re annoying and always distract me with all trouble you’re make. You’re still my brother and I love you.

– Chapter 7 –

12.40 p.m

Jiyeon yang baru saja menikmati makan siangnya memilih untuk menonton tv, sesekali ia terkekeh akibat lawakan dalam acara yang ia tonton. Namun saat itu juga dahinya mengerut, tubuhnya terasa panas dan lemas, jiyeon pun memilih berbaring. Ia semakin kebingungan begitu rasa nyeri menyerang pergelangan kirinya, dan dengan cepat merambat ke seluruh tubuhnya

W-waegeure “batin jiyeon panik akibat sakit yang ia rasakan

Sreeek

Jiyeon menoleh menatap pintu kamarnya yang terbuka, perasaan lega pun menghampirinya saat mendapati sang oppa, chanyeol, berdiri disana

Jiyeon-ah~ “panggil chanyeol

O-oppa~ “gumam jiyeon pelan

J-jiyeon-ah?! N-neo gwaenchana? “tanya chanyeol mendekati jiyeon, dahinya mengerut begitu melihat wajah pucat jiyeon

A-aphayo hiks “tangis jiyeon membuat chanyeol panic luar biasa

Jiyeon-ah? Neo gwaenchana? Hei! Jiyeon-ah! Jawab oppa! “panik chanyeol, jiyeon hanya menatapnya lemah, dengan bulir air mata yang mengalir, walau begitu dalam hatinya ia pun merasa lega chanyeol berada disisinya sekarang

Chanyeol dengan gusar menunggu, ia terus berusaha mendekat saat jaejong memeriksa jiyeon yang hampir hilang kesadaran

Jiyeon? Jiyeon?! “panggil chanyeol pelan dengan panik, ia tak bisa tenang, ia terus bergerak berusaha mendekati jiyeon

Ruang ICU sekarang! “seru jaejong membuat chanyeol semakin panik

W-wae?! Yak! Ahjussi!! Waegeure!! Dongsaengku!! Jiyeon!! “teriak chanyeol penuh emosi, menuntut penjelasan dari jaejong yang sibuk menangani jiyeon, membuat para suster kewalahan menahannya

Bawa dia ke ruang ICU sekarang! “panik jaejong terus berusaha menyadarkan jiyeon

Dengan nafas tersengal chanyeol terus menatap jiyeon, hingga para suster membawa dongsaengnya ke ruang ICU

Jiyeon-ah~ “batin chanyeol terus menatap cemas jiyeon, beberapa petugas pun diminta untuk menjauhkan chanyeol yang terus memberontak menghampiri jiyeon

Saat itu pula jaejong menatap cemas chanyeol, menganggukkan kepalanya sebagai tanda ia akan melakukan apapun untuk menyelamatkan jiyeon. Chanyeol pun berhenti memberontak membuat para petugas pun melepasnya.

Aku akan menunggu “gumam chanyeol pelan pada para petugas yang mengerti dan segera pergi

Hiks jiyeon-ah~ wae! Wae yeodongsaengku! Hiks “tangis chanyeol menendang kasar kursi tunggu dan dengan kacaunya meremas kasar rambutnya

Raut wajah cemas chanyeol seketika berubah begitu rasa nyeri dan sesak menghampirinya

Hosh hosh aakh

W-wae sekarang?!!” rutuk chanyeol begitu tubuhnya melemah dan mulai kejang

Dengan segera chanyeol mendudukan dirinya di lantai, duduk meringkuk berusaha melawan sakitnya. Wajahnya memerah menahan sakit dan tangannya yang ia kepalkan kuat berusaha menghentikan kejang

Hosh hosh sialan!! “rutuk chanyeol semakin meringkuk menahan kejang

Aarrghhh hhaaaaa uhhuk

Tubuh chanyeol mulai kejang, wajahnya memerah menahan sakit. Chanyeol terus berjuang melawan candunya, mengeratkan kepalan tangannya dengan nafas tersengal.

Manik mata chanyeol kembali tertuju pada pintu ruang ICU, berharap jaejong segera keluar bersama dongsaengnya.

Jiyeon-ah~ “gumam chanyeol pelan sambil menutup matanya begitu ia mulai mampu menguasai tubuhnya lagi

Braaakk

Chanyeol segera membuka matanya, menatap penuh harap ke arah pintu, mendapati jaejong yang menghampirinya gusar

Hubungi appamu sekarang, jiyeon membutuhkan transfusi darah “terang jaejong cepat kembali melangkah menuju ruang ICU

Chankaman! Jiyeonnie eo-eotte? “tanya chanyeol dengan susah payah, tubuhnya masih bergetar membuatnya kesulitan berdiri. Melihat itu, jaejong mengerutkan dahinya bingung, ia tak menyadari keadaan chanyeol tadi

Neo gwaenchana? “tanya jaejong kembali menghampiri chanyeol yang memang sejak tadi duduk tak jauh dari pintu ruang ICU

Eoh! Ini bukan masalah “ucap chanyeol dengan nada cuek “jiyeonnie?” tanya chanyeol lagi

Lukanya mengalami infeksi “terang jaejong “ia baik-baik saja” ucapnya lagi begitu raut khawatir semakin terlihat jelas di wajah chanyeol

Mianhae chanyeol-ah, ini pun adalah kesalahanku. Aku lalai saat memeriksa lukanya, beberapa bakteri berhasil membobol imun tubuh jiyeon membuatnya menjadi lemah “terang jaejong dengan perasaan bersalah

Dan transfusi darah? “tanya chanyeol

Kami membutuhkan transfusi darah untuk mengganti sebagian darah ditubuh jiyeon yang hampir terinfeksi bakteri di area lengannya. Kami membutuhkannya sekarang “ucap jaejong lagi

Darahku! Pakai darahku! “ucap chanyeol menunjuk lengannya gusar, tubuhnya masih sedikit bergetar membuatnya harus menopang tubuhnya dengan bersandar pada dinding rumah sakit

Anhi, mian chanyeol-ah~ aku tak bisa menggunakan darahmu, mianhae “sesal jaejong

Chanyeol seketika terdiam, mengingat akan candunya, membuat chanyeol yakin itulah alasan jaejong menolaknya

Appamu satu-satunya yang bisa menolong jiyeonnie sekarang, persediaan darah untuk golongan darah jiyeon belum tiba dan itu membutuhkan waktu lama, aku hanya bisa mengulur waktu hingga 30 menit. Palli! “terang jaejong, ia pun dapat melihat wajah tak suka chanyeol

Jangan egois! Jiyeon membutuhkannya sekarang “peringat jaejong kembali masuk keruang ICU

Ck! Aarrghh! “rutuk chanyeol frustasi, ia segera berlari menuju telfon umum rumah sakit, walau dengan tertatih akibat tubuhnya yang juga terasa lemas

===

Tap tap tap

Noona~ hyungie eotteyo?! “tanya mason panik segera berlari menuju pintu saat sang noona dan appa keluar mendorong ranjang yang ditempati kris

Gwaenchana~ ia baik-baik saja~ kajja temani noona dan appa membawa hyungie ke kamarnya “ucap boram lembut mendapat anggukan lucu mason, namja kecil ini pun dengan semangat ikut mendorong ranjang kris

Baru beberapa benang yang bisa diambil, lukanya sudah cukup lama, ini cukup sulit “gumam boram memasang hasil ronsen dan berbagai data tentang kondisi tubuh kris di papan yang diletakkan di ruangan yang berada di samping ranjang kris. Ruangan khusus untuk mengontrol pasien dengan kaca besar yang memisahkan kedua ruangan

Ne! Akan membutuhkan belasan operasi untuk mengangkat semua benang itu dari tubuhnya. Saat ini kita harus terus mengontrol kinerja tubuhnya dan memberi cairan pembunuh bakteri “jelas sang appa mendapat anggukan boram yang kembali menatap khawatir kris

Apa hyung akan baik-baik saja? “tanya mason cemas, memeluk erat bola plastik bermotif pelangi miliknya

Mason-ah~ untuk saat ini hyung baik-baik saja~ keunde ia belum mampu melakukan aktifitas lain dan membutuhkan istirahat. Mason mau kan membantu merawat hyungie? Kau bisa menemaninya jika kau ingin “ucap sang appa yang begitu memahami kekhawatiran mason

Ne~! Aku akan membantu dan menemani hyungie~ “angguk mason semangat

Kajja~ kita lihat kondisi hyungie “ucap boram mengulurkan tangannya pada mason

Kajja~! “serunya senang, keduanya pun segera membuka pintu kaca itu dan mendekati kris

===

Rumah sakit, 1.40 p.m

Taptaptap

Chanyeol dengan nafas tersengal segera memasukan beberapa koin yang tersisa di kantungnya ke dalam telfon umum, dengan gusar ia pun menekan beberapa nomor disana, sesekali ia mengumpat saat berusaha mengingat nomor telfon rumah keluarga tirinya yang jiyeon tulis di post it dekat telfon rumah mereka dan kembali berdecak kesal saat panggilannya tak segera di terima

Yeoboseyo? “sahut seseorang disana, chanyeol mengenal suara itu, dan tanpa basa basi bertanya

Apa golongan darahmu! “seru chanyeol terdengar membentak

Eoh? H-hyung? Chanyeol hyung? “jawab orang yang tak lain adalah sehun

Jawab pertanyaanku! “gemas chanyeol gusar

Ne? ah! AB- hyung! Waegeure? “jawab sehun ramah

Palli ke rumah sakit! Jiyeon membutuhkanmu! Palli! Ruang ICU, 15 menit! Atau kubunuh kau!! “bentak chanyeol menutup kasar sambungan telfonnya

Sementara itu, sehun yang tadinya sedang beristirahat akibat kondisinya yang belum pulih benar pun dengan panik berlari menuju halaman rumahnya dan sesekali memegang perutnya akibat rasa nyeri karena terus bergerak dalam tempo cepat

Mana bocah itu! Lama sekali! “rutuk chanyeol gusar berjalan mondar mandir didepan ruang ICU

Chanyeol-ah? Eotte? “Tanya jaejong dari arah pintu

Belum datang! Darahku saja bagaimana? “Tanya chanyeol cemas

Ck! Tak bisa! Kau tahu sendiri kan alasannya! “bentak jaejong membuat chanyeol mendecak kesal

Hyuuung! Chanyeol hyuuung!! M-mianhamnida a-aku terlambat, hosh jalanan hosh macet uhhuk! “ucap sehun dengan nafas tersengal karena berlari panik

Saat itu juga jaejong membulatkan matanya, ia segera menoleh menatap tajam chanyeol yang terlihat acuh

Wae?! Dia yang mengangkat telfon! Akan lama kalau menunggu namja itu “jelas chanyeol datar tak menatap keduanya. Mendengar itu jaejong hanya mendesah pasrah dan dengan segera merangkul sehun, yang masih terlihat pucat.

Mianhae sehun-ah~ “ucap jaejong dibalas anggukan serta senyum ramah sehun

Anhiyo gwaenchana ahjussi “ucap sehun membuat chanyeol sedikit meliriknya

Kau tunggulah “ucap jaejong yang hanya dibalas anggukan cuek chanyeol

===

Lalalala~ bambambam~ yeeeaaah~

Nyanyian imut nan lucu mason terdengar jelas di kamar rawat kris, dengan setia namja berusia 8 tahun ini terus menunggu kris sambil bermain dengan beberapa boneka action miliknya

Yeeaah~ braak brak braak hahaha aku tak terkalahkan! Kau tak bisa melawanku spiderman! Hahaha “dialog mason kembali memainkan bonekanya, namun ia seketika tersentak saat melihat kris menoleh padanya

Eoh?!! Hyung~!! Annyeonghaseyo~ hyungie sudah sadar~!! “seru mason semangat menuruni sofa yang ia tempati dan menekan tombol di samping tempat tidur kris untuk memanggil noonanya

Hyung~?! “seru mason lagi dengan senyum cerahnya, ia mendekati kris dan terus menatap senang kris

Sementara kris yang baru sadar menatap datar mason, ia masih begitu bingung dengan tingkah dan senyum, yang baginya, sangat berbeda dengan milik ‘ommanya’ itu

Hyung? Gwaenchana? Manhi apha? Keunde gwaenchana~ appa geurigo noona akan menolong hyungie~ hehe “terang mason lagi begitu semangat, ia terlihat begitu antusias, apalagi kris terus menatapnya

Mason? “panggil boram membuat namja imut ini menoleh tanpa melepas senyum bahagianya

Noona~! Hyungie~! Hyungie~! “seru mason senang sambil melompat-lompat semangat

Ne~! Nah mason-ah~ noona harus memeriksa keadaan hyungie dulu~ chankaman ne~ “jelas boram mendapat anggukan lucu mason

Annyeong~ kau bisa mendengarku? “tanya boram lembut mendudukan dirinya di tepi ranjang kris

Kris pun mengerutkan dahinya dan kemudian mengangguk pelan, pertanda ia mendengar ucapan boram, yeoja imut ini pun tersenyum dan mulai memeriksa keadaan kris

Kau baik-baik saja sekarang, kami sudah mengobati luka dirahang dan perutmu. Kami juga melakukan operasi untuk mengangkat benang-benang yang melukai tubuhmu “jelas boram dengan raut khawatir, membuat kris semakin bingung dengan berbagai ekspresi yang sangat jauh berbeda dengan ommanya itu

Nah~ kau istirahatlah, aku akan membawakan makanan untukmu “ucap boram segera beranjak berdiri dan menekan tombol di bawah ranjang kris, membuat bagian atas tempat tidur terangkat

Mason-ah~ chankaman ne~ noona akan mengambil makanan untuk hyungie~ kau temanilah hyungie~ “ucap boram mengusap lembut rambut hitam legam dongsaengnya ini dan dibalas anggukan semangat serta senyum cerah mason

Kris kembali menatap mereka, wajahnya terlihat begitu datar, namun ia terus memikirkan akan tingkah keduanya yang sangat jauh berbeda dengan ommanya

Kris segera memalingkan wajahnya, menatap lurus kedepan dengan tatapan menerawang

Kai~ “gumamnya pelan dengan raut wajah cemas

Hyung~ “panggil mason lagi memamerkan deretan gigi putihnya

Kris menoleh, walau ia masih kebingungan dengan senyuman yang sejak tadi terpampang diwajah manis mason, ia memilih diam menatap seksama apa yang ingin namja kecil ini lakukan

Hyung~ kau akan segera sembuh dan kita akan bermain bersama~ ah! Kita juga bisa jalan-jalan, atau nonton film atau bermain atau makan ice cream sepuasnya atau… mmm… apa lagi ya~? “bingung mason mulai berpikir, sesekali ia mengusapkan rambutnya pertanda ia kebingungan

Kau siapa? “tanya kris datar

Eh?!! Huaaa! Majja!! Nan Jeon Mason imnida~! Bangapsumnida hyungnim~ “ucap mason sopan sambil membungkuk

Igeo eoddie? “tanya kris lagi masih menatap mason, tatapan datar yang cukup mengintimidasi, namun akibat rasa senang yang bergejolak di hati mason, namja imut ini tak menyadarinya

Eh? Ini dirumah kami hyung~ rumah appa, noona dan aku “terang mason sambil memeluk boneka spidermannya

Sesaat suasana menjadi begitu hening, senyum cerah mason berubah menjadi senyum kikuk saat kris hanya menatap datar dirinya. Saking gugupnya di perhatikan kris, mason memilih menatap sekeliling sambil bersenandung, walau tubuhnya masih berdiri tegap membiarkan kris leluasa mengamatinya

Sementara itu kris yang memang sejak tadi menatap mason, karena namja kecil ini terus tersenyum padanya, kembali bingung saat mendengar senandungan mason. Dengan wajah datarnya, kris kembali mengamati mason dari ujung kepala sampai kaki

Kau yang melempar bola padaku kan? “ucap kris dengan nada mengintimidasi, membuat mason, yang baru menyadarinya, menatap kikuk kris

N-ne hyungnim~ jeosonghamnida~ “angguk mason mengakuinya

Mendengar ucapan mason, kris kembali diam, menatap lengannya yang masih di perban itu. Ia kembali mengingat di mana hampir setiap hari sang ‘omma’ memanggilnya keruang bawah tanah untuk menjahit lengannya

Kris kembali menoleh, menatap mason yang menatap harap padanya untuk menanggapi permintaan maafnya pada kris

Kris pun mengulurkan tangan kirinya pada mason, dan..

Aaaa aphhaa!! “seru mason begitu kris mencubit lengan kanan namja kecil ini

Apha? “ulang kris bertepatan dengan boram yang datang membawa makanan

Mianhae membuatmu menunggu, ini makanlah~ “ucap boram segera menyiapkan meja makan untuk kris

Sementara itu, mason yang masih memegang lengannya menatap kecewa kris, ia tak menyangka kris akan menyakitinya seperti itu. Sementara kris, ia terus mengamati perubahan wajah mason, membuat berbagai pemikiran pun muncul di benaknya.

Eoh? Mason? Eoddiga? “bingung boram yang sibuk menyiapkan makanan untuk kris

Aku mau ke kamarku, aku lelah! “ucap mason diakhiri nada kesalnya, membuat kris terus memikirkan tingkah mason saat ini

Ada apa dengannya? “gumam boram menggelengkan kepalanya

Cha.. mogkopha “ucap boram kembali tersenyum pada kris

Apa aku salah? “pikir kris, saat ia mencubit mason tadi, ia bermaksud untuk mengetahui respon mason jika ia disakiti

Respon mason tadi cukup membuat kris kebingungan namun juga terkejut, tak menyangka namja kecil itu tak lagi menunjukkan senyum cerahnya pada kris dan memilih pergi. Respon yang sungguh berbeda dengan apa yang kris berikan saat sang omma menyakitinya

Mmm… k-kalau boleh tahu, siapa namamu?”Tanya boram kikuk

Kris pun menoleh, menatap datar boram yang terlihat menunggu jawabannya

Kris “ucap kris singkat

Ah~ kris! Aku boram, dan dongsaengku tadi mason “jelas boram mendapat anggukan kris

Roly poly roly roly poly

Ne~ yeoboseyo? Appa? “ucap boram

Ne~ kami akan segera ke sana~ aku akan mengajak mason juga “ucap boram membuat kris menoleh

Ne~ sampai bertemu di rumah sakit appa~ “ucap boram lagi dan segera mematikan sambungan telfonnya

Kris-ssi, kita akan ke rumah sakit, appa sudah menyiapkan peralatan untuk memeriksamu “jelas boram

Kau bisa berjalan kan? “Tanya boram lagi

Eoh! Aku bisa “angguk kris

Geure~ aku akan menyiapkan mobil dan memanggil mason “ucap boram lagi segera keluar, meninggalkan kris yang hanya menatap datar dirinya

===

Rumah sakit, 4 p.m

Eoh! Noona?! “seru sehun begitu terkejut saat mendapati jiyeon yang berada tepat didepannya begitu ia membuka matanya

Gwaenchana? “Tanya jiyeon khawatir, ia segera mendudukan dirinya di tepi ranjang sehun

Eoh! Nan gwaenchana! Ah! Noona! Noona gwaenchana? “panik sehun begitu menyadari maksud kedatangannya ke rumah sakit adalah untuk menolong jiyeon

Eoh! Nan gwaenchana~ hanya demam karena lukaku saja “ucap jiyeon santai

Haaa~ syukurlah “lega sehun segera mendudukan dirinya

Gomawo ne sehun-ah~ “ucap jiyeon lagi dengan senyum cerahnya

Ne! “angguk sehun lucu membuat jiyeon terkekeh, keduanya pun tertawa bersama membuat suasana di kamar mereka menjadi begitu ramai

Srreekk

Ah! Oppa! “seru jiyeon begitu pintu ruang rawatnya dan sehun terbuka, ia masih begitu ingat saat chanyeol berada bersamanya saat kondisinya melemah

Sementara chanyeol, ia cukup terkejut melihat jiyeon yang sudah sadar, saat kedua dongsaengnya ini di bawa keruang rawat, ia memutuskan untuk menelfon sang omma dan menemui jaejong yang memang memanggilnya untuk menjelaskan kondisi jiyeon

Jiyeon-ah “panggil chanyeol, ia segera mendekati jiyeon, terbersit raut kekhawatiran namun juga kelegaan di wajahnya

G-gwaenchana? “tanya chanyeol cemas, berdiri didepan jiyeon , sehun yang melihatnya tersenyum, ia pun memilih  memalingkan wajahnya menatap layar tv

N-ne, gwaenchana oppa “angguk jiyeon, tersenyum haru pada chanyeol

Syukurlah~ “ucap chanyeol, matanya memerah menahan tangis, diusapnya puncak kepala jiyeon yang masih begitu terpaku dengan perlakuan chanyeol

Mianhae jiyeon-ah~ mianhae~ “ucap chanyeol semakin mengejutkan jiyeon, walau ia tahu chanyeol begitu mengkhawatirkannya beberapa saat lalu, ia tak menyangka chanyeol akan mengatakan hal seperti ini padanya sekarang

Oppa~ “seru jiyeon memilih untuk memeluk chanyeol, yang juga dibalas chanyeol

Hiks mianhae jiyeon-ah mianhae~ “ucap chanyeol lagi memeluk erat jiyeon, mencium puncak kepala jiyeon sayang

Mianhae oppa selalu menyulitkanmu, merepotkanmu dan bahkan menyakitimu, mianhae~ “bisik chanyeol pelan berusaha menahan air matanya

Anhiyo oppa~ hiks aku yang selalu kasar padamu~ hiks “tangis jiyeon mengeratkan pelukannya

Chanyeol tersenyum mendengarnya, merasa lega jiyeon mau memaafkannya, chanyeol pun melepas pelukannya lembut, menangkup wajah jiyeon dan berusaha tersenyum pada dongsaengnya itu

Mianhae jiyeon-ah, oppa akan berusaha demimu dan omma~ “ucap chanyeol pelan mengusap lembut puncak kepala jiyeon, hal yang sering ia lakukan dulu saat mereka masih kecil

Oppa akan menjagamu~ “ucap chanyeol lagi membuat jiyeon mengangguk senang, walau wajahnya memerah menahan tangis

Chanyeol pun beralih menatap sehun yang berada di sampingnya dan jiyeon, dongsaeng tirinya itu sejak tadi berusaha menahan tangis harunya dengan berpura-pura menonton tv

Hei~ “panggil chanyeol membuat sehun tercekat dan menoleh takut. Hal itu membuat jiyeon tertawa, merasa bernostalgia dengan saat pertama mereka bertemu lagi beberapa hari lalu saat keduanya menjaga chanyeol

Jiyeon segera beranjak berdiri dan memilih duduk di sofa dekat ranjang sehun, memberi ruang pada chanyeol yang ingin berbicara pada sehun. Chanyeol pun berdiri begitu dekat di samping sehun, membuat namja tinggi ini semakin kikuk dibuatnya. Untuk pertama kalinya, ia akan berbicara dengan chanyeol

Neo gwaenchana? Mian, kau juga belum benar-benar pulih “ucap chanyeol membuat sehun menatap kaget dirinya

Melihat ekspresi sehun, chanyeol pun menunjukkan senyumnya dan kembali berbicara pada sehun

Mian aku selalu kasar padamu sejak dulu, dan membencimu juga minyoung imo karena kesalahpahaman. Appa menceritakan semuanya padaku, dan aku tahu kau pun mengalami banyak kesulitan selama bertahun-tahun “terang chanyeol membuat sehun terdiam

Gomawo ne~ kau sudah menjaga jiyeonnie~ gomapda sehun-ah “ucap chanyeol tersenyum cerah mengusap lembut puncak kepala sehun

Kyyaaa~ neomu kyeowo~! “batin jiyeon memeluk dirinya sendiri saking gemasnya, sesaat melupakan lengannya yang masih dibalut perban, membuatnya seketika merutuk kesal akan tingkahnya sendiri begitu merasa nyeri

N-ne~ hiks Ne! Hyung! “seru sehun dengan mata memerah membuat chanyeol juga jiyeon tersenyum melihatnya

Ckck! Kau ini~ yak! Uljima! Namjaya! “kekeh chanyeol menepuk bahu sehun yang berusaha menghentikan tangisnya, ketiganya pun terkekeh walau mata mereka pun sembab

Namun…

Tuk

E-eh? “kaget sehun begitu merasa kepalanya mendadak berat, ia menoleh dan wajahnya kembali berubah takut

Chanyeol menatapnya dengan tatapan, yang bagi sehun adalah tatapan laser menakutkan dengan kilatan api membara disana, serta senyum ‘yang bagi sehun’ cukup mengerikan, chanyeol meletakkan tangan kirinya di puncak kepala sehun

Aegy-ah~ selain jiyeonnie, kau satu-satunya orang yang melihatku menangis seperti tadi, tutup mulutmu rapat-rapat jika ingin selamat “ancam chanyeol dengan senyum ‘yang bagi sehun’ cukup mengerikan. Berbeda dengan ‘keadaan’ sehun sekarang,  jiyeon harus berjuang menahan tawa sampai wajahnya pun merah padam

O-ommo~ w-wae mereka semua memiliki tatapan menyeramkan seperti ini? “batin sehun yang hanya mengatupkan mulutnya rapat-rapat memandang chanyeol. Ingatannya kembali pada beberapa hari lalu saat jiyeon memberi tatapan menyeramkan padanya, begitu juga yang tahee lakukan padanya sehari lalu dan sekarang, hyungnya ini pun melakukan hal yang sama padanya

N-ne, n-ne h-hyung “ucap sehun terbata-bata membuat jiyeon harus mengipas wajahnya yang panas menahan tawa

Aigo charanda~ “ucap chanyeol kembali mengusap lembut puncak kepala sehun yang sedang berusaha untuk tersenyum, walau ia masih begitu shock dengan perlakuan chanyeol tadi

Sementara itu, didepan pintu kamar rawat, minyoung yang tadinya akan masuk setelah sebelumnya di minta taehee untuk dating lebih dulu pun tersenyum haru, tak menyangka chanyeol akan menerima sehun sebagai dongsaengnya

Taptaptap

Suara langkah kaki terdengar jelas di koridor rumah sakit, memperlihatkan taehee yang baru saja tiba dengan raut cemasnya, ia pun menghampiri minyoung yang masih berdiri di luar

Eoh? Minyoung-ah waegeure? “Tanya taehee cemas

Unnie~ “panggil minyoung lembut membuat taehee segera mendekat

A-apa chanyeol akan memaafkanku? “tanya minyoung begitu pelan, membuat taehee menoleh ke dalam ruangan mendapati chanyeol yang sedang berbincang dengan sehun dan juga jiyeon. Ketiganya pun sesekali tertawa membuat taehee tersenyum

Geuromyeo~ kau tak melakukan kesalahan apapun minyoung-ah, ia pasti mengerti setelah mengetahui semuanya “ucap taehee kembali menoleh pada minyoung

Kajja “ajak taehee segera membuka pintu kamar

Omma~! “pekik jiyeon segera bangkit berdiri

Neo gwaenchana? Omma begitu takut saat chanyeol menelfon tadi “ucap taehee memeluk singkat jiyeon dan beralih menatap senang chanyeol yang hanya diam

Aigoo~ uri aegy~ “gumam taehee mengusap lembut pipi chanyeol dan memeluknya

Chanyeol hanya tersenyum kikuk, apalagi sekarang keluarga tirinya ada disana

Omma~ “ucap chanyeol berusaha melepas pelukannya, membuat taehee mengerti dan sesekali terkekeh dengan tingkah chanyeol

Pandangan chanyeol pun bertemu dengan sang imo, minyoung, membuat suasana kembali kaku

Melihat itu, taehee pun segera mendekati jiyeon, berbisik pelan padanya dan langsung mendapat anggukan jiyeon

Kajja omma “ucap jiyeon pelan dan segera menduduki kursi roda yang memang disediakan untuknya

Minyoung-ah~ chanyeol-ah~ sehun-ah~ omma dan jiyeonnie akan ke kantin sebentar ne~ kami akan membeli makanan “seru tahee segera mendorong kursi roda jiyeon, diikuti anggukan semangat jiyeon

Ne~! lagipula selama di rumah sakit aku tak pernah berkeliling jadi… bye bye~ “seru jiyeon lucu dan segera memberi kode pada sang omma untuk keluar

Oppa disini saja! “ucap jiyeon lagi berubah sangar begitu chanyeol ingin mendekatinya dan taehee

Annyeong~! Kami akan segera kembali~! “ucap taehee segera menoleh pada jiyeon dan keduanya pun terkekeh bersama

Aigo~! Mereka berdua benar-benar! “rutuk chanyeol yang masih menatap sengit keduanya, ia semakin kesal saat melihat taehee dan jiyeon yang tertawa bersama saat sudah berada di luar kamar rawat

Suasana kembali hening dan kikuk, chanyeol memilih duduk di ranjang jiyeon dan minyoung yang memilih untuk mendekati sehun

Neo gwaenchana? “Tanya minyoung pelan pada sehun

Ne omma~ nan gwaenchana “angguk sehun yang sesekali melirik chanyeol, namja itu memilih untuk menonton tv

Suasana kembali hening, minyoung terlihat begitu ingin mengajak chanyeol mengobrol namun ia pun khawatir akan respon chanyeol nantinya

Gwaenchana omma~ “bisik sehun lembut membuat minyoung menoleh cemas padanya

Minyoung pun menoleh kebelakang, mendapati chanyeol yang masih setia menonton tv, walau sebenarnya namja itu hanya berusaha menutupi kegugupannya saja

C-chanyeol? “panggil minyoung pelan membuat chanyeol tersentak dan menoleh kikuk

N-ne? “jawab chanyeol yang masih berusaha mengontrol rasa gugupnya

Gomawo ne, kau begitu baik pada sehun “ucap minyoung lagi, ia pun berusaha mendekati chanyeol, membuat namja ini semakin kikuk

N-ne~ i-ia ju-juga dongsaengku kan “ucap chanyeol, sesekali ia menoleh menatap wajah minyoung yang tersenyum manis padanya

Ne~ gomawoyo chanyeo-ah~ “ucap minyoung dengan susah payah menahan tangis

Chanyeol pun kembali menoleh pada minyoung, mendapati imonya itu sibuk mengusap air matanya. Dan dengan ragu ia bangkit berdiri untuk mendekati minyoung

Mmm.. “gumam chanyeol membuat minyoung menoleh “m-mianhae” ucap chanyeol lagi dengan susah payah

Ne? A-anhiyo chanyeol~ jangan mengatakan itu “ucap minyoung kembali mendekati chanyeol yang hanya menunduk

K-keunde a-aku… aku sudah begitu kasar padamu dan sehun “ucap chanyeol lagi, ia tetap menunduk tak ingin menatap minyoung, perasaan bersalah kembali menghampirinya

Anhiyo~ saat itu kau belum tahu kebenarannya “ucap minyoung mengulurkan jemarinya untuk mengusap pipi chanyeol yang masih terlihat pucat

Imo senang kau menerima kami “ucap minyoung lagi berlinang air mata, membuat chanyeol menoleh cemas

Mianhae “ucap chanyeol lagi dan berusaha untuk tersenyum, minyoung pun akhirnya menangis dan walau sedikit ragu, ia memeluk chanyeol. Minyoung semakin senang begitu chanyeol menerima pelukannya

Gomawo chanyeol-ah gomawo “ucap minyoung membuat chanyeol tersenyum, namja ini pun menoleh dan mendapati sehun yang sedang menatapnya dengan senyum menenangkan

Ne~ o-omma “ucap chanyeol membuat minyoung semakin senang, ia terus memeluk chanyeol, perasaan senang dan haru menyelimuti dirinya sekarang

Sementara itu, jiyeon dan taehee memilih menghabiskan waktu di kantin, jiyeon terus memesan berbagai makanan membuat taehee terbengong namun juga cukup kesal dibuatnya

Yak! Keuman! “tegus taehee

Eeii omma~ sudah hampir seminggu aku tak makan makanan enak seperti ini~ “rengek jiyeon, ia mempercepat kunyahannya sebelum taehee menyita cake coklatnya itu

Ini yang terakhir “peringat taehee mendapat anggukan lucu jiyeon

Ah! Belikan untuk chanyeol oppa juga omma~! Sehunnie do! Minyoung omma do! “lanjut jiyeon kembali melahap cakenya

Eoh! Chankaman, akan omma pesankan “ucap taehee dan jiyeon hanya mengangguk lucu

Jiyeon terus menikmati cakenya, sesekali ia menjerit pelan akibat rasa coklat yang sudah lama ia rindukan

Aigoo~! Wae aku tak menyelinap ke kantin saja sejak kemarin-kemarin! “rutuk jiyeon kembali melahap cakenya, ia pun menoleh ke kiri dan kanan mengamati keadaan kantin yang tak begitu ramai sore itu

Eh? EEHHH!! “jerit jiyeon dengan pipi mengembung akibat cake coklatnya

I-itu! Itu kris?!!! “pekik jiyeon tertahan, ia begitu terkejut melihat kris yang sedang duduk di kursi roda dengan balutan perban di lengannya. Jiyeon pun menoleh dan mengamati yeoja yang sedang mendorong kursi roda kris

Nuguchi? “bingung jiyeon, ia segera berdiri dari kursi rodanya untuk menyusul kris

Jiyeon! Eoddiga?! “seru taehee memanggil jiyeon yang sudah setengah berlari

Mian omma~! Aku akan menyusul ke kamar~! Nan gwaenchana~! “seru jiyeon yang langsung berjalan mengendap-endap begitu sudah dekat dengan kris

Ah! Sial! Ponselku di kamar! “rutuk jiyeon begitu ia ingin menelfon kai, dengan terpaksa jiyeon hanya mengamati dari balik tembok dan tak menyangka seseorang mengikuti tingkahnya dari belakang

Noona? Noona sedang apa? “Tanya seseorang

Kyaa! O-ommo! Gapjagi! “kaget jiyeon begitu menoleh dan mendapati namja kecil yang tak lain adalah mason menatap bingung dirinya

Noona pasien disini? “Tanya mason lagi begitu mengamati pakaian yang jiyeon gunakan dan perban di lengan kiri yoeja manis ini

Ne? ah! Ne! kau? “Tanya jiyeon sambil sesekali melirik ke belakang membuat mason ikut menoleh dan mendapati noonanya sedang bersama kris

Noona ingin bertemu noonaku? “Tanya mason polos

Eh? N-noonamu? N-nugu? “bingung jiyeon kembali menoleh menatap kearah kris dan seketika ia pun mengerti

A-ah~! N-ne! Noonamu! Ne~! a-aku ingin bertemu dengan noonamu “lanjut jiyeon dengan nada senang yang dibuat-buat membuat mason pun mempercayainya dan tersenyum

Kajja noona~! “ajak mason membuat jiyeon kelabakan

Aigo~! Apa yang harus aku katakan? “batin jiyeon pasrah, ia membiarkan mason menarik jemari kanannya mendekati boram dan kris

Noona~! Ada yang mencarimu~! “panggil mason membuat jiyeon yang terkejut langsung menunduk, takut jika kris mengenalinya

Eh? Nugu? “bingung boram segera menghampiri mason dan jiyeon

Annyeonghaseyo~ “sapa boram ramah membuat jiyeon dengan kikuknya menoleh

A-annyeonghaseyo~ “sapa jiyeon lagi, sementara itu mason hanya tersenyum menatap keduanya

Mason-ah~ kau jagalah kris hyung ne~ “ucap boram lembut membuat jiyeon tercekat

Na? “tunjuk mason pada dirinya sendiri, terbersit perasaan kecewa akibat apa yang dilakukan kris padanya beberapa saat lalu

Ne~ waeyo? “bingung boram

Anhiyo~ “geleng mason segera berjalan menghampiri kris

Jadi, apa yang bisa kubantu? “Tanya boram ramah mengagetkan jiyeon yang sejak tadi menatap kris

Ne? I-itu.. mmm… a-aigo.. eo-eotheokhae~ “bingung jiyeon mengusap-usap puncak kepalahnya membuat boram mengerutkan dahinya bingung

J-jadi begini~ “ucap jiyeon lagi “N-namja yang bersamamu i-itu a-adalah sa-saudara chinguku. A-aduh~ bagaimana ya menjelaskannya~”bingung jiyeon, ia ingin menjelaskan mengenai apa yang terjadi beberapa hari lalu padanya, sehun, kai dan kris, namun itu begitu sulit baginya

Ah! Jinja?! Aigo~ syukurlah~! Kami senang jika kau juga mengenalnya, kau ingin menemuinya? Saat ini kami sedang berusaha mengobati luka-lukanya “jelas boram yang mendadak lega, ini akan mempermudah sang appa untuk lebih mengenal kris dan membantunya untuk mencari solusi masalah kris

N-ne? ah~ ne~! U-untuk luka-luka itu, a-aku rasa sudah cukup lama, sejak ia kecil “terang jiyeon, mengingat-ingat pertemuan awalnya dengan kai dulu

Jinja?!! A-apa dia…

Ne~ namja yang di berita itu adalah dia dan mahasiswa yang dimaksud itu salah satunya adalah aku “terang jiyeon

Mwo?!! “kaget boram tak habis pikir dugaan yang selalu ia tepis itu benar

A-apa kau akan melaporkannya pada polisi? “Tanya jiyeon mendadak cemas

Ne? u-untuk itu, nan mollayo, aku akan membicarakannya dengan appaku dulu “terang boram mendapat anggukan jiyeon

Ah! Majja! Mianhamnida~ nan Park jiyeon imnida~! Bangapsumnida~ “ucap jiyeon, ia baru teringat bahwa dirinya belum memperkenalkan diri

Ah! Ne! nan Jeon boram imnida~! Bangapsumnida~ “balas boram dan keduanya pun tersenyum

Sementara itu, mason yang disuruh menjaga kris hanya berdiri tak jauh disamping kris sambil memainkan boneka spidermannya, ia sama sekali tak ingin menatap kris

Kris yang entah mengapa merasa bersalah akan perbuatannya pun berusaha menatap mata mason, namun namja kecil ini seakan enggan untuk menatap kris

Mianhae “ucap kris datar namun cukup membuat mason tercekat dan menoleh

Mianhae~ aku tak bermaksud menyakitimu, aku hanya ingin tahu responmu, dan ternyata itu cukup membuatku kebingungan “terang kris, mason yang mendengarnya hanya memiringkan kepalahnya bertanda ia sedang mencerna ucapan namja yang jauh lebih tau darinya ini

Itu menyakitkan hyung~ bukan hanya ditanganku keunde disini juga~ “terang mason memegang dadanya, membuat kris kebingungan

Saat hyung mencubitku, aku berpikir hyung membenciku, karena ketika seseorang menyakiti orang lain, kata appa, itu artinya ia tak menyukai orang itu. Apa hyung tak menyukaiku? “jelas mason diakhiri pertanyaan yang terdengar cukup mengecewakannya

Bukankah itu artinya menyayangi? “ucap kris

Eh? Apanya~! Menyakiti orang itu tak baik! “nasehat mason sambil berkacak pinggang, membuat senyuman tipis terpetak di wajah datar kris, melihat mason, bagi kris, seperti melihat kai kecil

Jinja? Kalau begitu, mianhae~ “ucap kris walau raut wajahnya terlihat datar

Haa~! Geure! Aku maafkan! “ucap mason walau awalnya ia sedikit kesal karena kris mengatakannya dengan nada datar begitu juga dengan wajahnya yang terlihat begitu dingin

===

Ruang Interogasi

Diruangan berukuran sedang dengan hanya sebuah meja kecil dan dua kursi, terdapat seorang yeoja paruh baya dengan pakaian berwarna orange khas milik tahanan sedang duduk dengan balutan perban di wajahnya

Didepan yeoja itu terdapat seorang petugas yang sedang mengamatinya dan secara berkala memberikan berbagai pertanyaan padanya. Dibelakang petugas itu terdapat sebuah cermin besar yang dibaliknya terdapat sebuah ruangan untuk mengamati setiap gerak gerik dan pengakuan yang diberikan oleh sang yeoja.

Di ruangan lain itu terdapat seorang pimpinan forensic yang sedang mengamati pembicaraan keduanya, begitu juga seseorang yang berdiri di sampingnya.

Bagaimana menurutmu? “Tanya sang pimpinan

Ini cukup sulit, ia sudah begitu lama berada dalam situasi dan lingkungan seperti itu, butuh waktu lama untuknya mengerti tindakan yang ia lakukan itu adalah hal yang keliru “terangnya mendapat anggukan sang pemimpin

Soo ro! Kami berharap kau bersedia membantu junior-juniormu yang menggantikan tugasmu disini, mereka membutuhkan orang berpengalaman sepertimu untuk membantu mereka menangani kasus-kasus seperti ini “jelasnya, soo ro pun hanya tersenyum

Geure! Aku bisa membantu jika mereka menemui kesulitan, keunde untuk saat ini ada yang ingin aku sampaikan padamu “ucap sooro membuat sang pimpinan menoleh

Namja yang diberitakan sebagai kaki tangannya ada bersamaku “ucap sooro membuat sang pimpinan membelalak kaget

Mwo?!! Dan kau tak menyerahkannya pada kami?!! “serunya kaget

Mianhamnida! Keunde, bagiku ia tak seperti kaki tangannya namun korban dari pelampiasan akan emosi yeoja ini “terang soo ro membuat sang pimpinan mengerutkan dahinya bingung

Aku menemukannya dalam keadaan luka parah, hampir sekujur tubuhnya penuh dengan jahitan tak beraturan, beberapa ada yang terinfeksi membuatku dan putriku cukup kesulitan mengobatinya. Ia bahkan menyebut dirinya peliharaan saat pertama kali aku berbicara padanya. Aku yakin, sebelum aku bertemu dengannya, di saat ia menculik para mahasiswa itu, semua adalah perintahnya, semua yang dilakukan dan dipikirkan adalah hasil dari perintahnya “jelas sooro menunjuk yeoja itu

Yeoja inilah yang mengontrolnya, membuatnya berpikir membunuh orang adalah hal yang patut dilakukan, menyakiti seseorang yang dekat dengannya adalah hal yang wajar, layaknya kita yang ‘normal’ selalu memberi pelukan pada orang tercinta kita sebagai bentuk rasa kasih sayang “jelas soo ro dengan tenang

Apa yang kau ingin aku lakukan “ucap sang pimpinan

Aku ingin kau memberiku hak penuh dalam menangani namja itu “ucap sooro menoleh padanya dengan senyum tenang yang terpetak jelas

Sooro berjalan cepat menuju gedung rumah sakit setelah beberapa saat lalu pergi dari kantor detektif. Ia pun menelfon putrinya untuk membawa kris dan melakukan pengobatan lebih lanjut.

Sooro mengerutkan keningnya saat melihat boram yang berbincang dengan seorang pasien yeoja, begitu ia ingin menghampiri mereka, keduanya pun terlihat berpamitan dan boram yang melangkah mendekati kris dan mason

Eoh?! Appa! “panggil boram melambaikan tangannya pada sooro

Ne! kajja! “ucapnya yang masih mengamati yeoja, yang tak lain adalah jiyeon, yang berjalan kearah gedung rawat inap

Nugu? “Tanya sooro sambil mendorong kursi roda kris

Boram terkejut mendengarnya, ia pun menoleh pada kris dan menatap sang appa

Chinguku~ “ucap boram memberi kode pada sang appa yang langsung dimengerti

Geureyo? Kau harus mengenalkan appa padanya, juga mason “ucap sooro mendapat anggukan boram

Aku sudah bertemu dengan noona tadi, keunde aku belum memperkenalkan diriku “ucap mason antusias, mendapat senyum boram dan sooro begitu juga kris, walau senyumnya hampir tak disadari keberadaannya

===

Darimana saja kau eoh?!! Kau belum boleh berjalan jauh seperti ini! “seru taehee yang sudah berkacak pinggang membuat jiyeon menatap ngeri sang omma

Hiii~ seram sekali “gerutu jiyeon memutar arah mendekati minyoung

Kau darimana saja? “Tanya minyoung

Menemui chinguku dan… “ucap jiyeon menoleh pada taehee

Beli cake lagi~!! “seru jiyeon senang

Mwwo!!! “pekik taehee membuat chanyeol yang baru saja keluar kamar mandi terlonjak kaget

Gapjagi! “seru chanyeol

Jiyeon-ah! Kau darimana saja! “Tanya chanyeol ikut berkacak pinggang

Aduh~! Sama saja “bisik jiyeon pada minyoung begitu melihat pose taehee dan chanyeol yang sama persis, sementara sehun yang sejak tadi berkutat dengan jaket dan sepatunya pun menoleh

Noona darimana? “tanyanya polos membuat jiyeon menyipitkan matanya bertanda bosan, keempatnya menanyakan hal yang sama, membuatnya tak habis pikir

Kau tak mendengar ucapanku tadi? “ucap jiyeon dengan wajah pias

Anhi~ memang noona bilang apa? “ucap sehun masih dengan tampang polosnya

Aigo~ “desah jiyeon membuat minyoung menepuk punggungnya lembut, walau ia pun ingin tertawa mendengar penuturan sehun

Kau darimana? “Tanya chanyeol lagi

Menemui chinguku~ dan ke kantin~ “ucap jiyeon lagi segera beranjak menuju ranjangnya

Ck! Kau ini! “gerutu chanyeol berjalan mengikuti jiyeon dan duduk di sofa

Jadi~ kalian semua akan menginap disini? “Tanya jiyeon dengan wajah berbinar

Taehee yang mendengarnya pun menoleh pada minyoung, membuat jiyeon mendesah lesu

Geure~ setidaknya chanyeol oppa disini “ucap jiyeon, ia pun menoleh dan tersenyum lucu pada chanyeol

Gwaenchana? “Tanya taehee

Eoh! Gwaenchana~ keunde besok semuanya harus menemaniku! “ucap jiyeon memerintah

Ck! Sejak kapan kau berlagak seperti tuan putri begini eoh?! “gerutu chanyeol

Sejak aku lahir! “ucap jiyeon memperbaiki selimutnya dan berkacak pinggang sambil menatap tajam chanyeol

Neo! “rutuk chanyeol

Mwo! “sahut jiyeon

H-hyung~ n-noona~ “panggil sehun berusaha menengahi

Mwo?! “seru jiyeon dan chanyeol bersamaan

Hiii~ “gumam sehun ngeri, ia pun menoleh dan mendapati taehee juga minyoung yang sudah mengendap-endap keluar

Byebye~ “ucap minyoung tanpa mengeluarkan suara, ia dan taehee hanya terkekeh melihat sehun yang memasang wajah takut akibat kedua saudarinya ini

K-kita makan cake saja ne? “ajak sehun, jiyeon yang masih kesal pun tetap mengangguk ketika mendengar kata ‘cake’ sementara chanyeol, ia membuang muka kesal sambil berdecak

Mana bagianku? “ucap chanyeol berjalan cepat menghampiri sehun

Kau seperti memalaknya saja “gerutu jiyeon sambil menganti cenel tv

Diam kau “kesal chanyeol tanpa menoleh, ia memilih untuk menunggu sehun membuka bungkus kuenya

Yak yak yak! Palli! “panggil jiyeon pada keduanya begitu menemukan acara sitcom komedi kesukaannya

Ketiganya pun menonton acara tv sambil menikmati kue mereka, walau tadi sempat bertengkar, jiyeon dan chanyeol bahkan terlihat begitu menikmati acara tv itu dan terus tertawa begitu juga sehun

Aku menyukai ini, aku menyukai saat seperti ini, syukurlah semua kembali seperti dulu “batin jiyeon sesekali menoleh pada chanyeol, walau wajah chanyeol terlihat lebih tirus dan pucat, jiyeon tetap senang melihat saudaranya itu tertawa lebar seperti saat ini

===

Ruang pemeriksaan

Boram yang sedang memeriksa data kesehatan kris sesekali melirik menatap sang appa. Ia begitu ingin menyampaikan apa yang ia dan jiyeon bicarakan tadi namun terselip kekhawatiranjika sang appa melaporkan kris

Waegeure boram-ah? “Tanya sooro tanpa melepas tatapannya dari dokumen yang ia baca

Eoh! A-appa~ “panggil boram membuat sooro menoleh

Yeoja yang tadi sore itu adalah chingu dari saudara kris “ucap boram ragu membuat sooro menoleh

Mwo? Saudara? Kris memiliki saudara? “kaget sooro

Ne~ ia salah satu mahasiswa yang melarikan diri saat itu, bersama jiyeon, yeoja yang kutemui tadi “terang boram

Geureyo~ “ucap sooro sambil mengangguk mengerti

Appa ingin bertemu dengan mereka “ucap sooro lagi mendapat anggukan boram yang kembali memeriksa data kesehatan kris

Geure! Dengan begini aku akan dapat mengumpulkan informasi lebih cepat “batin sooro sambil tersenyum lega, ia begitu ingin membantu kris dan membebaskannya dari tuduhan yang akan dilimpahkan padanya

===

A Cafe, 9 p.m

Aigooo hoaaam~ tumben sekali cafe ramai seperti ini “ucap jongkook sambil terus menguap, ia begitu mengantuk akibat bekerja seharian

Bukankah bagus? “timpal kai yang ikut membantu jongkook mencuci gelas

Eoh! Majja! “angguk jongkook, ia pun menoleh pada kai begitu tak mendengar sahutan chingunya itu

Kris hyung? “kita akan mencarinya besok, karena hari ini kita mengambil 2 shift, yesung hyung pasti memperbolehkan kita untuk libur besok “ucap jongkook berusaha menghibur kai

Ne! Majjayo~! Aku harus menemukan kris hyung, ia tak dalam kondisi baik saat aku tinggalkan waktu itu “ucap kai lagi mendadak murung, membuat jongkook pun menunduk lesu

Eoh! Keunde yang kita bicarakan ini kris hyung kan! Ia pasti akan baik-baik saja! “hibur jongkook lagi mendapat anggukan kai

Ne! Ia namja hebat “angguk kai lagi, mengenang akan saudaranya itu

Sangat hebat “lanjut kai dalam hari mengingat bagaimana hebatnya kris saat bertarung dulu

 

TO BE CONTINUE

Annyeonghaseyo chinguduel, nan jinja jeongmal mianhamnida~ #deepbow

Author 2 minggu ini tak sempat update karena sedang mengurus skripsi dan ujian TEFL juga HSK, jadi belum sempat untuk update

Ini dia chapter 7 untuk FF ‘I Love My Brother’ yang artinya sebentar lagi akan TAMAT.

Semoga kalian menikmatinya, walau bagi author sendiri, part ini kurang greget, karena masih penuh dengan banyak penjelasan. Mainhae kalau belum sesuai keinginan chingudeul.

Nan jinja jeongmal mianhamnida~

Semoga kalian suka~

Neomu kamsahamnida~! #reallyreallydeepbow

26 responses to “[CHAPTER-PART 7] I LOVE MY BROTHER

  1. Makin seru ni kmren maren pas baca judulnya aku kira jiyeon bakal cinta ama chanyeol kayak cewe ke cowo ternyata bukan hihi

    • hehe iya,,, emang judulnya ambigu sih hehe #garukgaruk
      wkwkw
      mian ne kalo ga sesuai harapan ceritanya hehe
      gomawo ne chingu udah mampir baca dan selalu komen hehe
      ditunggu ne kelanjutannya~
      kamsahamnida~
      #bowbow

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s