[CHAPTER-PART 4] ORIGINAL

Original Part 1-3

ORIGINAL

Written by Angeljypark

Main Cast

Park Jiyeon | Kim Myungsoo | Park Chanyeol

Together with

Kim Jong In | Woo Tae woon | Kris Wu | Song Daehan | Yoo Seunghoo | Choi Sungmin

Genre: Romance | Family | Crime | Mystery | Comedy

Rating: General | Length: Chaptered

===

ORIGINAL

Previous story, part 3

Apa R seorang guru? “gumam jiyeon dan matanya membelalak saat melihat seseorang yang turun dari sana, rambut coklat yang dihiasi bando pink juga pakaian formal ala seorang guru. Ia membawa sebuah biola dan tas selempang berwarna cream.

M-mwo?! K-kembar?! A-apa ini s-sebenarnya?! “gumam jiyeon begitu shock, ia terus memperhatikan R yang sejak tadi tersenyum ramah pada beberapa guru juga murid yang ia temui. Mencoba memperjelas penglihatannya, berharap yeoja di hadapannya tak memiliki wajah yang mirip atau bahkan sama dengannya.

I-igae mwoya!! “pekik jiyeon histeris terus mengawasi pergerakan R

===

ORIGINAL

– Chapter IV –

Jiyeon terus menatap R dengan pandangan shock, berharap semua ini hanyalah halusinasi. Ia terus memandang R hingga yeoja itu berbelok ke taman belakang setelah dihampiri oleh seorang yeoja yang ia yakini juga seorang guru

Kesempatan! “gumam jiyeon segera turun. Ia merapatkan mantel jiyi yang berwarna merah bata, mengangkat sedikit syal berwarna sama sebatas hidungnya berusaha menutupi wajahnya yang begitu mirip dengan R. Sepatu boot hitam jiyi yang ia kenakan semakin beradu cepat dengan lantai manakala ia sudah tiba di halaman belakang sekolah

R! “panggil jiyeon perlahan saat dilihatnya yeoja itu sedang mengambil sebuah gitar dari gudang penyimpanan peralatan musik

O-ommo! Gapjagi! “pekik R begitu terkejut dengan kehadiran jiyeon

Mi-mianhae “ucap jiyeon ikut terkejut

Jiyi?! Itu kau? “tanya R memicingkan matanya mendekati jiyeon yang kelabakan

E-eoh? N-ne! “ucap jiyeon berusaha tenang

Jinja? Ciih! Kau pikir aku tak tahu eoh?! Neo nugu?! “bentak R

M-mwo?! N-neo a-arra? “pertanyaan jiyeon saat itu juga membuat R terkejut, tak menyangka dugaannya benar

Dimana Jiyi? Ini pakaiannya! Apa yang kau lakukan padanya eoh?! “kesal R dengan suara tertahan, takut ada yang mendengar

Ia sudah meninggal, ia melompat ke rel kereta tiga hari lalu “jawab jiyeon seadanya

Mwo?!! “tanpa ditahan lagi, R memekik

Greebb

Aakhhh

R mencengkram tangan jiyeon kasar, membuat yeoja ini memekik kesakitan

Kogjimal! Itu tak mungkin! Jiyi yeoja hebat dan pintar! Tak mungkin ia melakukan hal seperti itu! “ucap R penuh penekanan memperkuat cengkramannya dengan mata memerah

Keunde itulah kenyataannya! Percayalah! “ucap jiyeon menatap yakin manik mata R yang memerah. Saat itu juga jiyeon mulai berpikir, apakah wajah sedihnya saat tahu orangtuanya meninggal sama seperti wajah R sekarang

Kogjimal! Andwae! Itu tak mungkin! Ini hanya leluconmu kan?! Eoh? Jebal katakan iya! “bentak R yang sudah meneteskan air mata membuat jiyeon terdiam

Mi-mianhae~ tapi akulah orang terakhir yang bersamanya saat kejadian. Ia menatapku dengan berlinang air mata, keunde sesaat kemudian ia tersenyum lembut padaku, aku yang shock tak mampu bergerak sama sekali hingga suara tabrakan dan teriakan penumpang lain terdengar, mianhae a-aku tak bisa mencegahnya “jelas jiyeon meneteskan air mata

Melihat itu R mulai mempercayainya, walau ia mengenal Jiyi namun siapa yang akan memahami isi hati orang itu kalau bukan ia sendiri. R mengusap air matanya, menatap jiyeon dengan senyuman yang hampir tak disadari keberadaannya

Geure, aku akan mempercayaimu, jelaskan dengan singkat mengapa kau disini dan mengenakan pakaiannya “ucap R mendapat anggukan jiyeon

Jiyeon pun menceritakan secara cepat kejadian sabtu malam itu hingga mengapa ia berada di sana menemui R. R sempat marah saat mengetahui bahwa jiyeon mencuri tas jiyi dan menyamar menjadi jiyi demi harta, namun ia tahan amarah itu ketika jiyeon mengatakan ia mengubah rencananya.

Hari ini acara pemakaman jiyi dilaksanakan, tenanglah, oppaku akan mengurusnya dengan baik “ucap jiyeon mendapat anggukan lesu R yang belum bisa menerima kenyataan ini

K-keunde, apa kita bersaudara? Wae kita begitu mirip bahkan aku rasa kita sama “ucap jiyeon mendapat tatapan menyelidik R

Jinja kau tak mengetahui apapun? “tanyanya dibalas anggukan mantap jiyeon

Krring kriing krriing

Mian, aku harus mengajar. Pulanglah dan siapkan dirimu untuk menemui yeoja cina itu sore nanti, dan bawakan koper itu kerumahku “ucap R dengan nada yang terkesan dingin

Aku ingin mengetahui siapa kita sebenarnya! “seru jiyeon membuat R berdecak kesal menatap sekeliling

Kau yakin? Ini akan menjadi mimpi terburukmu “ucap R membuat jiyeon terkejut bukan main

Datanglah kerumahku dengan koper itu, aku akan menceritakan detailnya di sana “ucap R segera berbalik membawa gitar dan biola untuk pelajaran musik dikelasnya

Jiyeon memandang punggung R, ia begitu bingung juga penasaran.

Apa ini sebenarnya?! “gumamnya frustasi, mengeratkan jaket juga syalnya dan langsung pergi menuju parkiran

===

Tap tap tap

Ckleekk

Jiyeon segera memasuki rumah jiyi, diperiksanya seisi rumah dan tak menemukan myungsoo, dilihatnya jam yang masih menunjukkan pukul 12 siang, ia segera mengunci pintu rumah dan melesat kekamar jiyi.

Sraak ssraaakk sraaakk

Ck! Dimana ia menyimpan berkas-berkas pekerjaannya?! “gumam jiyeon kembali membongkar lemari buku jiyi

Ah! Ini dia! “soraknya gembira mengambil map kertas kuning dengan tulisan ‘kasus penembakan’ dicovernya

Jiyeon segera membuka berkas tersebut dan mulai membacanya. Ia sedikit kebingungan dengan kasus ini, ia bukanlah orang yang ahli dalam hal menganalisa sebuah kasus. Dengan kerut bingung yang terlihat jelas, jiyeon segera mengambil kertas dan bulpen, ia pun mulai menulis kronologi kejadian dari awal.

===

Chanyeol terus menunduk hormat pada setiap tamu yang datang ke acara pemakaman jiyeon yang sebenarnya adalah jiyi.

Chanyeol-ah “Panggil seorang namja

Wae kau memilih menguburnya? “Tanya chingunya itu ragu, takut menyinggung chanyeol

Anhiyo, aku ingin tubuhnya utuh walau ia sudah pergi “ucap chanyeol pelan membuat chingunya ini merasa bersalah

A-ah g-geure, aku doakan ia tenang disana “ucapnya lagi menghibur chanyeol

Ne, gomawo baekhyun-ah “ucap chanyeol lagi mendapat anggukan dan senyum baekhyun

Tamu pun berdatangan, dan acara pemakaman pun sudah hampir selesai dengan akan dikuburnya jasad jiyi, chanyeol kembali menangis, walau ini bukanlah jiyeon, namun ia begitu sedih melihat jasad yeoja yang begitu mirip dengan dongsaengnya itu.

Baekhyun yang melihatnya ikut menangis, tak menyangka yeoja yang suka mengganggunya itu telah tiada, di tepuknya pundak kiri chanyeol berusaha menenangkannya.

Mi-mianhae “ucap chanyeol berjalan mendekati jasad jiyi. Ia menangis dan terduduk tepat didepan peti berwarna coklat itu. Hal ini membuat semua tamu yang terdiri dari teman dekat chanyeol maupun jiyeon kembali menangis. Mereka tak menyangka chanyeol akan kehilangan anggota keluarganya itu begitu cepat

Mianhae “ucap chanyeol berlinang air mata, ia pun menggenggam tangan pucat penuh luka jiyi dan kembali bergumam “mianhae hal buruk ini menimpamu, semoga kau tenang disana Kim Jiyi-ssi ”gumamnya pelan tepat ditelinga jiyi. Ia berusaha berdiri namun begitu sulit, baekhyun pun dengan cepat membantu chanyeol

Andwae! Kogjimal! Ini tak benar! Jiyeon-ah! Andwae! Jiyeon-ah hiks andwae! Jiyeon-ah jebal! Jebal! Jangan tinggalkan aku! “seruan memilukan kembali terdengar, Kai dengan pakaian serba hitamnya datang mendekati peti Jiyi yang ia tahu adalah Jiyeon

Andwae! Jiyeon-ah kau berpura-pura kan?! Eoh?! Ireona chagiya~ jebal~ mianhae, aku tak akan berlaku kasar lagi padamu, aku tak akan menggunakan benda-benda itu lagi, aku akan berlaku baik, jebal kembalilah, jebal jiyeon-ah “racau kai memeluk jasad jiyi yang dibalut dress putih panjang. Berkali-kali dikecupnya pipi jiyi yang pucat dan dingin itu

K-kai-ah r-relakan jiyeonnie ne~“ bujuk baekhyun dengan perasaan sedikit takut, selama ini ia pun mendapat imbas perlakuan kai yang berubah drastis menjadi begitu kasar beberapa bulan belakangan ini

Shiro! Jiyeon-ah jebal jiyeon-ah!! “tangis kai, walau banyak chingu jiyeon juga chanyeol yang tak menyukainya, namun tak dipungkiri mereka pun tahu bahwa namja ini begitu menyayangi jiyeon. Walau sifatnya begitu keras, mereka tahu ialah yang selalu ada disisi yeoja itu disaat terpuruknya selain chanyeol

Tenanglah kai-ah, relakan ia, jangan buat ia tak tenang dengan sikapmu ini “bujuk baekhyun berusaha tak menyinggung kai. Chanyeol yang melihatnya terus meminta maaf pada kai dalam hatinya, ia tak bermaksud membohongi namja ini

Acara pemakaman pun berlangsung diiringi tangis memilukan kai, ia terus berteriak memanggil nama jiyeon, chanyeol yang mendengarnya kembali memejamkan matanya, tak tahu apa yang harus ia lakukan. Baekhyun yang sama sedihnya hanya bisa menepuk pelan pundak chingunya ini, dan menatap sedih kai yang berusaha ditenangkan oleh beberapa chingu chanyeol lainnya

===

Assaa~~!! Aku mengerti sekarang, jiyi-ah kau tak bersalah dan aku akan berusaha untukmu “gumam jiyeon menatap foto jiyi yang ada dikamar. Ia begitu senang akhirnya ia bisa memahami kasus ini dari awal hingga akhir, walau membutuhkan waktu lama.

Aku siap untuk interogasi lusa nanti “gumamnya senang dan terkejut saat melihat jam menunjukkan pukul 4. Ia bergegas menyiapkan diri untuk menemui Li Ahn

Tuk tuk tuk

Jiyeon mengetuk-ngetuk jari lentiknya saat menyetir, menatap sekeliling mencari jalan yang dimaksud Sy untuk menemui Li ahn. Ia semakin bingung saat jalan yang ia lewati semakin sepi, hanya ada hamparan tanah lapang yang begitu luas disebelah kanan dan pepohonan menuju hutan disebelah kiri. Ia pun menepikan mobilnya saat seseorang menghubunginya

Sy?! “kaget jiyeon “Yeoboseyo, dimana dia? ”tanya jiyeon cepat

Ah~ pasti sudah berada di sana, tunggulah sebentar, ia akan menghampiri mobilmu “ucap Sy membuat jiyeon terkejut

Hei,,, darimana kau tahu itu? “tanyanya bingung menatap sekeliling

Kekeke tentu saja, kau kan menggunakan mobil sudah pasti kau akan menepikan mobilmu untuk menunggunya, dan aku yakin Li ahn akan menghampirimu, siang tadi ia meneleponku dan aku memberitahu plat mobilmu padanya “ucap Sy santai dan terdengar langkah kakinya yang terburu-buru

Ah~ geure keunyang,, aku akan menunggu “ucap jiyeon menatap sekeliling

Ne, arraso, aku harus segera keruang dosen, akan kuhubungi kau lagi, jiyeon-ah “ucapan Sy kali ini membuat jiyeon menegang

M-mwo?! Y-yak! Sy? Y-yeoboseyo? “panggilnya namun Sy telah memutuskan sambungan telfon

B-bagaimana ia tahu? A-apa R yang memberitahunya? N-ne a-aku yakin R yang memberitahunya “monolog jiyeon

ckleekk

blamm

Yak! Jiyi-ah mianhae~ aku harus berjalan memutar sebelum menemuimu “ucap seorang yeoja membuat jiyeon terkejut namun semakin terkejut dan shock saat melihat wajah yeoja ini

MWO?!! “pekiknya membuat Li ahn keheranan. Yeoja berambut hitam pendek, layaknya lelaki, dengan kacamata hitam juga jaket kulit berwarna coklat tua dan pakaian juga boot berwarna hitam ini menatap bingung jiyeon

Hei! Ini aku Li ahn! Kita pernah bertemu sekali, waeyo? “tanyanya segera membenari duduknya di jok belakang

N-ne? A-ah n-ne, ne l-li ahn-ah, mianhae aku ha-hanya terkejut melihatmu yang tiba-tiba ma-masuk “ucap jiyeon berusaha menetralisir keterkejutannya menatap yeoja berwajah sama dengannya

Ah~ geure, aku jadi ingat saat pertama aku melihat fotomu, aku yakin wajah terkejutku sama seperti dirimu “canda Li ahn dengan suara khas yang sama dengan milik jiyeon juga R

A-ah n-ne keke “angguk jiyeon berusaha tersenyum

Mian, aku tak membawa koper itu, kutinggalkan di hotel, kau tahu kan mereka selalu mengawasi kita. Lebih baik kita ke hotel dan mengambilnya. Berikan pada Sy, ia yang akan memprosesnya, setelah itu beritahu hasilnya padaku “jelas li ahn

M-mwo? A-ah g-geure? K-keunde eo-eoddi? “Tanya jiyeon yang masih kebingungan

Hotel Star di jala,,,

Dooorrr

Kyaaaaaaaaa!!!!! O-ommo!! Mwoya ige!!! “Pekik jiyeon heboh dengan tarikan nafas memburu saat suara tembakan menembus kaca depan mobilnya

L-li ahn-ah neo gwaencha,,, OMMO!! Aarrghhh eotheokhae!!!! Li ahn! Li ahn! “pekik jiyeon frustasi saat melihat li ahn yang tertembak tepat di kepalanya

Tuut tuut tuuut

Angkat! Palli angkat sy! “gumam jiyeon panik menatap sekeliling berharap tak ada kendaraan yang lewat.

Issshh!!! “keluhnya saat Sy tak menjawab telfonnya. Jiyeon kembali menatap Li ahn yang sudah tak bernyawa, wajah yang sama persis dengannya membuat pikirannya kalut, hatinya kembali takut dan ia pun kebingungan. Mengapa harus Li ahn dan bukan dirinya yang sejak tadi berada di sana.

Mengawasi kita? “gumam jiyeon teringat ucapan li ahn beberapa menit lalu

Mian, aku tak membawa koper itu, kutinggalkan di hotel, kau tahu kan mereka selalu mengawasi kita. Lebih baik kita ke hotel dan mengambilnya

N-nugu?! Siapa yang mengawasi kita? C-chankaman! K-kita?! A-apa itu artinya, R dan Jiyi juga diawasi? Kita?! A-apa itu berarti masih ada yang lainnya?! “monolog jiyeon gusar kembali menghubungi Sy

Ne? yeoboseyo? Waeyo jiyeon-ah? “Tanya Sy membuat jiyeon sedikit lega, ia mengesampingkan rasa penasarannya mengenai Sy yang mengetahui siapa dirinya

Sy-ah! Eo-eotheokhae! S-seseorang menyerang kami! Ia menembak dan mengenai li ahn! Eo-eotheokhae! “seru jiyeon panik, ia bahkan tak bisa tenang dalam duduknya

Tenanglah, cepat kubur jasadnya! Dimanapun itu, lakukan! Sebelum ada yang melihat! “jelas Sy “Mereka sudah mulai bergerak! ”gumam Sy pelan namun didengar jiyeon yang dengan paniknya menyalakan mesin mobil

M-mwo? Mereka? Nugu?!! Ada apa ini sebenarnya!! “pekik jiyeon panik, tangannya bergetar dan matanya terus menatap sekitar, berharap tak ada yang menyadari kerusakan mobilnya itu

Akan kujelaskan nanti, cepat urus ia dan bawa kopernya kemari, kita membutuhkannya “ucap Sy terdengar was-was

Geu-geure! “jiyeon yang begitu panik segera mematikan sambungan telfon, mematikan lampu didalam mobil dan menuju hutan. Ia segera turun dan menatap sekitar.

jiyeon segera mendekati palang besi penunjuk jalan yang sudah rusak dan menggunakannya untuk menggali tanah mengubur li ahn

Oouuhhh! Ige mwoya! Ada apa sebenarnya ini! Apa urusan yang sebenarnya kau tangani Jiyi-ssi? Siapa yeoja ini dan siapa yang di maksud mereka itu eoh? Hiks “jiyeon terus berucap gusar, air matanya hampir mengalir karena bingung, takut dan panik

Sreeekkkk brruuukk

Haahh hufftt “helaan nafas jiyeon terdengar, ia begitu lelah dan langsung memasukan jasad li ahn ke sana.

Mianhae aku tak bisa memakamkanmu dengan selayaknya, mianhae “ucap jiyeon dan sedetik kemudian matanya tertuju pada saku mantel li ahn

Mianhae “ucap jiyeon lagi mulai merogoh kantung yeoja ini dan menemukan kartu identitas juga kunci kamar hotel

Srraaakkk srrraaakkk

Jiyeon dengan cepat mengubur jasad li ahn. Ia harus bergegas menuju tempat pencucian mobil dan memesan kaca baru untuk mobil jiyi

Brraaaakk brraaakkk

Jiyeon dengan kuat memecahkan jendela depan mobil jiyi dan memastikan tak ada pecahan kaca yang terjatuh ke tanah, ia melakukannya agar tak ada yang curiga jika itu adalah bekas tembakan, ia segera menuju jok belakang, membuka kemejanya dan mulai membersihkan sisa darah di kursi belakang, setidaknya untuk saat ini tak akan ada yang melihat noda darah. Setelah dirasa cukup jiyeon segera meninggalkan hutan dan menuju pencucian mobil

===

Srraakk srraaaakk

Taak taak taakk

Suara berisik ditimbulkan jiyeon, dengan hanya menggunakan kaos tanpa lengannya dan jeans hitamnya yang sudah basah, ia membersihkan mobil di tempat pencucian, ia memilih membersihkan mobilnya sendiri dengan alasan agar tak ada barang yang rusak karena mobilnya yang hampir menjadi korban perampokan. Itulah alasan yang ia berikan pada pemilik usaha yang mempercayainya

Tut tut tut

Ne~ yeoboseyo, aku ingin memesan kaca depan untuk mobilku “ucap jiyeon saat terhubung dengan jasa perbaikan mobil

Ne~ anda dapat membawa mobil anda ke tempat kami sebelum pukul 9 malam ini, kami akan memperbaikinya dengan cepat “ucap orang itu mendapat anggukan jiyeon

Ne, aku akan segera ke sana “ucap jiyeon menatap jam tangannya

Masih ada waktu dua jam lagi “gumam jiyeon menunggu mobilnya dikeringkan, dengan segera ia merapatkan mantelnya dan pergi membayar tagihan.

===

Kamsahamnida~ “ucap karyawan tempat jiyeon memperbaiki mobil jiyi

Ne~ kamsahamnida “jawab jiyeon ramah dan segera menuju rumah, semenjak tadi myungsoo terus menghubunginya dan tak sempat ia angkat, ia sangat yakin namja itu sudah sangat gusar menunggunya

===

Oppa? “panggil jiyeon saat memasuki rumah

Jiyi-ah?! Ommo! Neo gwaenchana? Kau darimana saja eoh?! Aku mencarimu “panik myungsoo berhambur memeluknya

Mianhae oppa, aku mengunjungi chinguku, ia mengajakku berbincang hingga lupa waktu mianhae “bohong jiyeon memeluk myungsoo, menepuk-nepuk punggung namja ini

Jinja? Ah~ geure, aku sangat mengkhawatirkanmu, semenjak sabtu lalu sebelum aku pulang kau tak pernah menjawab telfonku, aku sangat khawatir saat itu dan kau melakukannya lagi sekarang “ucap myungsoo kembali mengeratkan pelukannya

Aku bertemu taewoon hari ini “ucapan myungsoo membenarkan pikiran jiyeon bahwa mereka saling kenal “Dan ia bercerita mengenai kasusmu yang tertunda akibat kau keracunan” sambung myungsoo lagi memandang khawatir jiyeon

Chagi-ah berjanjilah kau takkan melakukan hal itu lagi. Setiap malam aku selalu terbangun untuk memastikan kau tak meminum pil-pil itu lagi, memastikan tidurmu nyaman tanpa mimpi buruk yang selalu mengganggumu, memastikan kau aman saat didekatku dan memastikan kau mampu tertawa lepas saat bersamaku “ucap myungsoo menangkup wajah jiyeon yang terkejut dengan ucapan myungsoo, yang menurut jiyeon, begitu menyentuh hatinya

Ne oppa, bukankah kemarin aku sudah mengatakan bahwa aku berjanji padamu? Aku tak akan mengulangi hal bodoh yang kulakukan kemarin pagi, gomawo oppa kau selalu memperhatikanku, a-aku begitu senang, s-saranghae oppa “ucap jiyeon memeluk myungsoo, membuat namja ini tersenyum bahagia mendengarnya

Ne! Ne chagi-ah, gomawo, oppa menyayangimu! Saranghae chagi-ah~ “ucap myungsoo mengeratkan pelukannya dan mengecup kilas leher jenjang jiyeon

===

Morning, 7 a.m

Myungsoo menggeliat lucu saat cahaya matahari pagi memaksa membuka mata elangnya, ini kedua kalinya ia tidur dikamar jiyi, dengan alasan mengkhawatirkan yeoja tunangannya itu.

Myungsoo begitu terkejut saat tak menemukan jiyeon yang disangka jiyi disampingnya dan dengan cepat ia segera beranjak dari tempat tidur mencari yeoja itu

Jiyi?! Jiyi-ah?! “panggil myungsoo mulai panik

Ne~? Aku disini oppa! “suara sayup jiyeon membuat myungsoo menghela nafas lega dan dengan senyum manis ia segera menuju dapur

Oppa? Bagaimana tidurmu? Kajja, kita sarapan “ajak jiyeon pada myungsoo yang sejak tadi hanya terbengong menatapnya

Ji-jiyi-ah?! K-kau tersenyum begitu manis “gumam myungsoo membuat jiyeon terdiam

N-ne? jinja? Keke gomawo oppa “ucap jiyeon berusaha terlihat tenang, menghilangkan perasaan kikuk yang menghampirinya

Ne, kau tahu, sudah hampir setahun ini kau jarang sekali tersenyum apalagi saat menyiapkan makanan “jelas myungsoo mendudukan dirinya dengan senyum merekah

Bu-bukankan kita sudah membicarakannya kemarin? Aku tak ingin membuatmu sedih oppa, a-aku harus berubah demi dirimu dan hu-hubungan k-kita “ucap jiyeon canggung, ia menyibukan diri dengan menyiapkan coklat panas agar tak terlihat oleh myungsoo.

Jinja?! Gomawo! Gomawo chagi-ah~! “seru myungsoo yang langsung berdiri menghampiri jiyeon dan memeluknya, membuat yeoja ini terkejut setengah mati akan perlakuan namja tampan ini. Seketika itu pula ingatannya kembali pada kenangan indahnya 2 tahun lalu

Flashback on

Chagi-ah apa yang kau masak? “tanya seorang namja jangkung menghampiri jiyeon

Mmmm menurutmu apa? Keke “balas jiyeon mendapat kekehan namja itu

Grreebb

Sudah pasti makanan kesukaanku, pancake! “serunya sambil memeluk jiyeon

Yeeaaahh!!! Anda benar!! Chukae~!! “seru jiyeon membuat namja itu tertawa renyah

Hei! Pangeran kecil~ bukankah ini menyenangkan? Setiap pagi omma akan memasakkan pancake untuk kita~ “seru namja itu riang menghampiri seorang anak kecil berusia 1 tahun

Appaappapapa appa appaappaa “seru namja kecil itu berusaha menggapai namja tinggi ini

Aigooo~ kau memanggil appa? Kajja kajja, appa akan menggendongmu “ucapnya langsung mendapat tawa bahagia pangeran kecil mereka

Daehan-ah wae hanya appa yang kau panggil? Omma bagaimana? “ucap jiyeon memasang wajah sedih

Mianhae omma, keunde aku lebih menyukai appa “seru sang appa dibalik tubuh daehan yang hanya menatap sekeliling bingung mencari wajah appanya

Ck! Kau itu! “gerutu jiyeon sambil meletakkan piring berisi pancake dimeja makan

Ommo! Omma marah~! “serunya langsung memeluk jiyeon bersama pangeran kecil mereka

Keke saranghae chagi-ah gomawo~ “ucap namja itu lagi

Ne~ cheonma~ nado saranghae “seru jiyeon, keduanya pun tersenyum memandang daehan yang sibuk memainkan rambut ommanya ini

Flashback off

Bogoshipoyo~ “gumam jiyeon begitu pelan berusaha menahan air matanya

Ne? kau mengatakan sesuatu chagi-ah? “tanya myungsoo bingung

N-ne? ah~ aku bilang cheonman oppa “ucap jiyeon memasang senyum termanisnya memandang myungsoo yang semakin melebarkan senyumnya

Kajja oppa kita sarapan “ajak jiyeon menggandeng myungsoo yang semakin bahagia dibuatnya

Sehun-ah bogoshipo “batin jiyeon lagi menatap myungsoo yang tersenyum begitu bahagia padanya

TO BE CONTINUE

Tadaaa,,,

ini dia part 4nya hehe,, ga lama kan chingu wakaka #authorstres

nah… bagaimana dengan part ini?

jhoa?

semoga kalian suka dan betah bacanya hehe

kamsahamnida~

komen juseyo~ #deepbow

NB: about Password for next chapert

Mohon Perhatiannya Chingudeul…

Untuk next chapter author akan protect, karena chapter” selanjutnya sudah masuk inti permasalahan dan semakin lama semakin sedikit yang komen, author ingin yang setia baca dan komen lah yang bisa membaca part” selanjutnya.

Karena itu author protect, jeongmal mianhae… Keunde ini keputusan author… Readersdeul yang baca dan komen dari chapter 1-4 lah yg akan author beri passwoord

Mungkin sama dengan author” lain, ketika baca komen” (yang benar” komentar, bukan sekedar ninggalin jejak) readersdeul author seneng banget dan dari situ pula author jdi semangat banget buat ngelanjutin nulis ff. Jadi author sangat berharap readersdeul bisa ikut memberi komentar hehe mianhae kalo jadi curcol…

Kalian bisa meminta pw dengan menulis alamat email kalian di kolom komentar setelah komen kalian tentang ff author ini atau kontak author lewat email ini: angeljypark@gmail.com

Mianhamnida ne chingudeul… Geurigo neomu Kamsahamnida udh mampir ke ff author ini #realydeepbow

58 responses to “[CHAPTER-PART 4] ORIGINAL

  1. anyeong chinguu.. aku boleh minta pw buat ff original part 5,, boleh yya chingu jeball… ini email saya
    littamyungsoo@gmail. com
    gomawo chinguu…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s