[CHAPTER-PART 6] I LOVE MY BROTHER

I Love My Brother

I Love My Brother

Written by Angeljypark

Park Jiyeon | Park Chanyeol | Oh Sehun | Kim Jong In | Kris Wu | Kim Taehee | Park Yoochun | Park Minyoung

Family | Friendship | Romance | Chaptered

===

I Love My Brother

Even though you’re annoying and always distract me with all trouble you’re make. You’re still my brother and I love you.

Previous story, part 5

Brengsek! “rutuk chanyeol menegak habis birnya

Yak! Suho! Pil lagi! Palli! “seru chanyeol begitu chingunya datang

Aku akan memeriksamu dan kita akan berbincang-bincang “ucap soo ro diselingi senyum ramahnya

Jiyeonnie~ gwaenchana? Aku sangat khawatir. Kris hyung~ Aku akan menemukanmu dan kita akan hidup bersama dengan baik “batin kai sesekali terkekeh melihat tingkah jongkook

===

I Love My Brother

– Chapter 6 –

Omma! “seru jiyeon dan sehun serempak begitu taehee dan minyoung datang

Eh~ kalian kompak sekali~ “kekeh taehee membuat keempatnya tersenyum

Sehun-ah kajja! Kau harus menjalani pemeriksaan “ajak minyoung yang sudah membawa kursi roda

Eehh~ pemeriksaan? “kaget sehun, ia enggan akan prosedur yang baginya rumit itu

Kajja~ “ajak minyoung lembut membuat sehun mengangguk malas

Kau ingin cepat sembuh tidak? “ucap taehee kembali dengan aura seramnya membuat sehun tercekat

N-ne o-omma “angguk sehun langsung duduk tegap dengan minyoung yang sudah menahan tawa begitu juga jiyeon

Unnie dae~bak~ “ucap minyoung pelan membuat sehun mendengus kesal

Kajja! Jiyeon-ah omma pergi dulu ne~ “pamit minyoung mendapat anggukan manis jiyeon

Ne omma~

Jiyeon-ah gwaenchana? “tanya taehee segera duduk di sisi kanan jiyeon

Ne gwaenchana~ “ucapnya senang

Lukanya akan meninggalkan bekas, beberapa kali operasi dan lukanya akan memudar “terang taehee cemas

Eoh! Gwaenchan omma~ “angguk jiyeon senang, ia kembali menatap taehee dan dengan cemas bertanya

Yeollie oppa? “tanyanya pelan

Omma tak menemukannya di rumah saat pulang “cemas taehee

Oppa a-akan baik-baik saja “ucap jiyeon berlinang air mata

N-ne, yoellie akan baik-baik saja~ “ucap taehee menangis pelan memeluk jiyeon

Eotheokhae jiyeon-ah? “tangis taehee

Jiyeon pun terdiam, mengingat pertengkarannya dan chanyeol beberapa hari lalu membuatnya kesal namun juga sedih, ia pun mengkhawatirkan kesehatan sang oppa

Hiks ini salah omma~ omma membuat kalian seperti ini “sesal taehee menatap cemas jiyeon

Omma~ “panggil jiyeon

Jiyeon-ah~ minyoung mengatakan pada omma bahwa chanyeol datang menjengukmu kemarin “ucap taehee membuat jiyeon tersentak

Keunde, saat itu yoochun mengajaknya bicara dan ia tak kembali kemari, omma pun tak menemukannya di rumah “jelas taehee

Yoochun appa telah menceritakan semuanya pada chanyeol “ucap taehee membuat jiyeon terkejut, ia semakin mengkhawatirkan chanyeol

Oppa~ “batin jiyeon cemas kembali memeluk taehee

===

Woi chanyeol-ah! Waegeure? “bingung chingunya saat chanyeol hanya berdiam diri sambil menegak belasan kaleng bir

Chanyeol hanya diam, menegak habis bir kaleng terakhir miliknya dengan kesal, membuat chingu-chingunya keheranan akan tingkahnya

Eoh? Suho-ah! Wae kau kemari lagi? “bingung seorang lagi, suho baru saja pergi beberapa menit lalu

Mogko! “ucap suho dingin memberi sekotak makanan pada chanyeol

Yak! Mogkopha! “seru suho kesal

Ck! Wae! “bentak chanyeol menatap tajam chingunya itu, melihatnya keempat chingu mereka memilih keluar dan melanjutkan kegiatan mereka di ruangan lain

Kau yang kenapa! “bentak suho membuat chanyeol menunduk frustasi

Aku tahu alasannya, namja brengsek itu memberitahuku “keluh chanyeol mengusap kasar wajahnya. Suho pun segera duduk di samping chingunya ini

Ia bilang ini salahnya “ucap chanyeol lagi disimak baik suho

Ia dan omma sering bertengkar dan ia melakukan kesalahan fatal pada sepupu ommaku sendiri, pada imoku! “ucap chanyeol menahan kesal

Aku tak tahu perasaan apa ini, keunde aku begitu kesal mendengarnya! Apa yang terjadi pada ommaku, juga imoku dan dongsaeng tiriku itu! Mendengar penjelasannya membuat dadaku sesak memikirkan mereka! “jelas chanyeol dengan mata memerah

Dan… dan jiyeonnie~ a-aku sudah menyakitinya selama ini, untuk sesuatu yang bukan kesalahannya “terang chanyeol mengusap kasar air matanya

Perasaan itu adalah perasaan sayang. Kau menyayangi mereka, jauh dilubuk hatimu, kau hanya tak mampu mengekspresikannya dan hanya mengandalkan pemikiran sempitmu. Berpikir bahwa dengan keputusan yang kau ambil ini, kau akan baik-baik saja, berpikir bahwa kau bisa lari dari kenyataan yang harus kau hadapi “terang suho membuat chanyeol menoleh padanya

Semakin kau memikirkan dan mengkhawatirkan mereka, kau akan semakin terjerumus dalam pergaulanmu ini, karena kau tak mengijinkan dirimu untuk menemukan solusi lain, solusi yang bisa membuatmu jauh lebih baik, begitu juga untuk jiyeon, taehee omma, imomu, dongsaeng tirimu dan… dan appamu “ucap suho memandang teduh chanyeol yang nampak sangat kacau

Setelah mendengar ceritanya, apa yang kau pikirkan tentangnya? “tanya suho lagi

M-mollayo “gumam chanyeol

Kau tentu menyayangi appamu, karenanya kau kesal pada setiap tindakannya, seperti yang jiyeonnie lakukan padamu, ia selalu kesal akan tindakanmu kan? “ucap suho lagi membuat chanyeol tersentak

Chanyeol-ah aku ingin bertanya “ucap suho membuat chanyeol menatapnya

Apa kau menyayangi keluargamu? Ommamu, jiyeonnie, imomu dan dongsaeng tirimu? “tanya suho

Chanyeol kembali menunduk, menatap gelisah kaleng bir kosong didekatnya

N-ne “ucap chanyeol pelan

Apa kau menyayangi appamu? “tanya suho lagi membuat chanyeol mengeratkan kepalan tangannya

Pikirkan baik-baik! Jangan membuat kesalahan seperti yang kau lakukan sekarang. Keunde, kau harus makan dulu “ucap suho menyodorkan kantung putih berisi kotak makanan

Palliwa~! “desak suho membuat chanyeol mengambil kotak itu

Gomapta “ucap chanyeol

Eoh! Cheonma! “ucap suho menoleh pada chanyeol yang terkejut melihat menu makanan itu

Aku melihat memo bertuliskan menu itu di bagian samping kulkas rumahmu “ucap suho terkekeh pelan

Bulgogi pedas manis kesukaan yoellie oppa, NB appa yang memberitahuku “ucap suho seperti membacakan isi memo itu

Aku yakin jiyeonnie yang menulisnya, memo itu pun sudah terlihat kusam, seperti sudah lama tertempel di sana, beberapa memo lain hampir menutupinya “terang suho tersenyum sendu menatap chanyeol yang hanya terpaku menatap makanannya

Hiks hanya appa, hanya appa yang tahu kesukaanku ini hiks “ucap chanyeol berusaha keras menahan tangisnya

Aku yakin kau sudah mengetahui jawabannya “ucap suho pelan segera beranjak

Cha.. aku harus pergi, ommaku meminta untuk di temani ke kantor appa “jelasnya sambil terkekeh membuat chanyeol tersenyum

Makanlah dan pikirkan baik-baik “peringat suho lagi sebelum ia keluar dan chanyeol pun mengangguk

Yak! Suho!

Eoh! Na ganda!

Chanyeol yang terdiam, kembali mendengar suara chingunya juga suho yang berpamitan. Ia pun segera menghabiskan makanannya dengan perasaan berkecamuk memikirkan masalahnya

===

Pergelanganmu sudah semakin baik, keunde harus tetap di kontrol, lukanya pun sudah mulai kering “jelas jaejong sambil mengobati lengan jiyeon, bersama taehee yang dengan cemas merangkul jiyeon

Setelah kering nanti, kau hanya perlu mengganti perbannya setiap hari dan mengoleskan obat ini “terang jaejong

Ne ahjussi, kamsahamnida~ “ucap jiyeon mulai mengelus pelan perbannya

Nah.. sehun-ah! “panggil jaejong beralih menatap sehun yang juga sejak tadi memandang khawatir jiyeon

N-ne ahjussi

Aku rasa minyoung sudah memberitahumu, kau sudah bisa pulang besok “ucap jaejong ramah

Heol~ aku kapan~ “kesal jiyeon memandang sengit sehun yang kembali bergidik ngeri

Kau juga akan secepatnya pulang, jika tanganmu sudah bisa digerakan dengan baik dan lukamu sudah benar-benar mengering “terang jaejong membuat jiyeon hanya menganggukkan kepalanya

Cha.. geure! Habiskan makan siangmu, sehunnie do “ucap jaejong segera keluar

Ckleek

Huaaaaa~

Kyaa! Igae mwoya! “teriak jiyeon panik begitu jaejong membuka pintu kamar rawat dan muncullah 4 orang berisik itu

Jiyeon-ah~ huaaa~!!! “tangis yeosob langsung memeluk jiyeon

Yak yak! Yang yeosob! Yaaak!! “amuk jiyeon membuat taehee, minyoung dan jaejong menggelengkan kepala mereka tak percaya, sementara sehun, ia hanya terkekeh melihatnya

Haa~ aku jadi merindukan baekhyun “batin sehun

Yeonnie-ah neo gwaenchana? “panik luna

Ne ne! Yeonnie-ah kami benar-benar mengkhawatirkanmu~ “sambung hyomin

Apa kau terluka parah? Kami hampir mati begitu kai mengatakan tentang kalian! “terang taemin

Huaaa jiyeon-ah~ “tangis yeosob heboh masih merangkul jiyeon

K-kai? “batin jiyeon yang langsung menoleh pada sehun, namja itu memberikan senyum hangatnya begitu menangkap kegusaran jiyeon

Yaaakk!! Yeosob!! “pekik luna panik

Huaa!! Kyaaa!! Yeosob!! Ingusmu!! Kyaaaa!!! “histeris jiyeon berusaha menjauhkan tubuhnya dari yeosob yang masih memeluknya

Tisu! Tisu! Tisu! “panik taemin membantu hyomin membongkar isi tasnya mencari tisu

Ck! Kau ini! “rutuk taemin langsung menempelkan 3 lembar tisu dihidung yeosob

Hiks! Aku mengkhawatirkanmu~ “tangis yeosob enggan melepas pelukannya

Taeheee, minyoung, sehun dan jaejong kembali terkekeh melihatnya, tak habis pikir anak kuliah seperti mereka masih terlihat begitu lucu

Cha.. aku harus kembali bertugas, jiyeonnie, sehunnie, cepat habiskan makan kalian ne~ aku pergi dulu “pamit jaejong membuat keempat orang yang sejak tadi heboh itu menoleh kaget

O-mmo! M-mianhamnida~ k-kami langsung menerobos masuk “ucap taemin mewakili keempatnya

Anhiyo gwaenchana! “ucap taehee dan jaejong pun segera keluar

Eh? Nuguseyo? “bingung jaejong begitu jalannya terhadang lagi

Ah! Nan Byun Baekhyun imnida~ bangapsumnida~ “ucap namja yang sibuk memeluk buku-bukunya

Eh? Baekhyun?!! “seru sehun langsung menoleh ke arah pintu

Sehun-ah~! “panggil baekhyun segera masuk dan jaejong yang kembali berpamitan keluar

Eh? S-sehun? “gumam luna mengalihkan pandangannya ke samping kiri

HUAAAA!! OH SEHUN!! PANGERAN KAMPUS ADA DISINI~!! “heboh luna membuat mereka semua harus menutup telinga

Kyaaa!! “pekik luna lagi

Yak! Ingat umurmu!! “rutuk yeosob

Ck! Wae! Apa salahnya kalau aku jadi penggemar pangeran kampus eoh?!! “amuk luna, membuat jiyeon hanya mendesah pasrah dan sehun yang hanya terkekeh

Eh? Pangeran kampus? “gumam minyoung, menyadari akan julukan untuk putranya itu

Ne imonim~ sehunnie adalah pangeran kampus universitas kami, banyak yeoja yang mengincarnya “jelas luna dengan nada bergosip

Eh~ jinja? “kaget minyoung menoleh pada sehun yang hanya menggeleng kikuk

A-ah i-itu… aigo~ “sehun kehabisan kata-kata, tak tahu harus menjelaskan apa pada sang omma

Keke aku tak menyangka putraku akan seterkenal itu “kekeh minyoung membuat taehee mengangguk

Nado omma~ aku tak menyangka sehun adalah pangeran kampus “angguk jiyeon menoleh pada sehun yang sudah memerah

Eeiihh noona~ “gerutu sehun memalingkan wajahnya

Bwahahaha “taehee dan minyoung tertawa dibuatnya

Hei hei~ jiyeon-ah~ k-kau memanggilnya omma? “bisik luna kaget

Aku akan menceritakan semuanya nanti, sekarang diamlah! “peringat jiyeon mendapat anggukan keempat chingunya itu

Dan mereka pun memandang baekhyun, namja kecil berbaju rapi yang sejak tadi terus memeluk bukunya dan berdiri di sisi kiri ranjang sehun

Baekhyun-ah~ bagaimana kau tahu aku disini? “tanya sehun bingung

Aku mengikuti mereka “ucap baekhyun santai

Hiiiyaaaa!!! Penguntit!! “heboh yeosob

Bukan begitu!!! “rutuk baekhyun emosi

Banyak rumor yang mengatakan bahwa kau dan jiyeon sunbae adalah saudara dan setelah berita itu menyebar, aku memutuskan untuk mencari tahu siapa chingu dekat jiyeon sunbae, dengan begitu aku akan tahu di mana kau dirawat “terang baekhyun membuat yeosob mengangguk-angguk lucu begitu juga sehun dan yang lainnya

Keunde saat aku ingin bertanya, mereka sudah berangkat, jadi aku putuskan untuk mengikuti mereka “terangnya lagi

Yak! Kau benar-benar mengkhawatirkanku eoh! “goda sehun

Ck! Kau ini! “rutuk baekhyun membuat minyoung terkekeh, begitu juga yang lain, sementara luna, ia bahkan terus menatap berbinar sehun

Ingat umurmu! “peringat yeosob kesal

Ck! “rutuk luna

Aku kemari karena ada alasan “ucap baekhyun membenarkan pelukannya pada buku-buku tercintanya

Eh? Bukannya untuk menjengukku? “bingung sehun, melihatnya, jiyeon harus menahan tawa, ia memiliki firasat akan kedatangan baekhyun jika dilihat dari gelagatnya

Bruk

Igeo! “ucap baekhyun meletakkan bukunya di pangkuan sehun

Kita akan berada dalam satu tim untuk projek akhir nanti “ucap baekhyun segera membuka halaman buku tebalnya

Haaa~ bisa tidak kita bicarakan nanti? Aku bahkan masih dirumah sakit “bisik sehun

Sementara jiyeon, ia langsung terkekeh begitu mendengar celotehan baekhyun tentang pelajarannya, begitu juga taehee dan minyoung, sementara 4 anak berisik ini hanya terbengong melihat tingkah baekhyun

Untung kita tak memiliki chingu seperti dia “rutuk yeosob

Aku sudah menduganya “kekeh jiyeon menatap sehun yang kewalahan dengan penjelasan ilmiah baekhyun

Aigoo neomu kyeopta~ “gumam minyoung melihat betapa telitinya baekhyun

Eoh! Majja! “angguk taehee

===

Kau menginap disini lagi? “tanya chingu chanyeol

Eoh! “sahut chanyeol yang hanya berbaring dengan wajah datarnya di kasur lapuk bangunan tua itu

Geure! Mau tidak? “tawarnya menyodorkan ganja

Anhi, aku mengantuk “ucap chanyeol membenarkan posisi tidurnya

Geureyo! Jangan salahkan aku kalau kau kehabisan “ucapnya mulai menghisap ganja

Appa? Benarkah aku membencinya atau menyayanginya? “batin chanyeol memejamkan matanya

===

Appa oe-oeteyo? “tanya boram khawatir, begitu masuk ke ruang pemeriksaan milik sang appa, yang berada tepat di sebelah ruangan tempat kris berada, dengan sebuah kaca besar yang membatasi kedua ruangan

Luka-lukanya cukup parah, beberapa sudah sangat lama dan sulit diobati. Appa sudah mengobati luka sobeknya juga rahangnya yang retak. Keunde, luka jahitan di tubuhnya akan membutuhkan waktu lama “jelas soo ro mengamati ronsen tubuh kris

Boram menatap khawatir kris, ia berharap namja itu selamat

Gwaenchana boram-ah, appa akan berusaha, kau tenanglah ne~ “terang soo ro

Ne appa, aku pun akan membantu sebaik mungkin “ucap boram semangat

Ne! Gomawo boram-ah~ “jawab soo ro tersenyum senang

Keduanya tersenyum dan boram kembali menatap kris yang masih dalam pengaruh obat bius, tertidur di ranjang king size itu.

Appa bukankah operasi bisa di lakukan? “tanya boram menatap penuh harap sang appa

Eoh? Ah ne! Geureomyeo! “angguk soo ro dan keduanya segera berjalan menuju ruangan tempat kris

Akan sulit jika melakukan operasi pada bagian wajah dan perutnya saat ini. Luka sobek dan retaknya akan membuat kondisinya melemah saat operasi. Keunde, kita bisa melakukan operasi untuk tangan dan kakinya. Bukankah begitu appa? “jelas boram menatap soo ro dengan senyum cerahnya

Eoh! Majja! Cha… tak salah appa mempercayakan rumah sakit kita padamu~ “sambung soo ro sambil mengusap lembut rambut boram

Appa akan membutuhkan bantuanmu untuk operasi besok “ucap soo ro lagi dan keduanya kembali memandang kris yang di balut perban pada bagian tangan dan lehernya serta kakinya

Bagaimana pun kau harus selamat “batin boram menatap penuh keyakinan pada kris

===

Rumah sakit 07.40 AM

Huuu~!! “gerutu jiyeon menatap sangar sehun yang sedang bersiap pulang

N-noona~ “panggil sehun saat ia baru saja memakai jaketnya, memandang noonanya yang sudah sangat memerah menahan kesal

Phuuu~ “gerutu jiyeon lagi sambil bergumam tak jelas membuat sehun terkekeh melihatnya

Mianhae noona~ keunde aku akan menjenguk noona setiap hari~ otte?! “bujuk sehun berjalan pelan sambil memegang perutnya

Heol! Tetap saja aku akan kesepian sendirian di sini “amuk jiyeon enggan memandang sehun yang sudah duduk di tepi ranjang bagian kiri

Sehun yang melihatnya kembali terkekeh, menatap sayang noonanya ini dan mengusap lembut punggung tangan kiri jiyeon

Noona~ jangan marah ne~ aku akan sering kemari. Ah~! Kita bisa makan siang bersama! Aku akan selalu mampir…

Anhiyo~ andwaeyo~ itu akan merepotkanmu dan membuatmu lelah, saat pulang kuliah saja kau menemaniku “ucap jiyeon masih memasang wajah kesalnya, menatap sehun yang mendengarkan ucapannya dengan baik

Geureyo? Ne! Aku akan datang kemari secepatnya setelah kelas, aku akan selalu menemani noona “ucap sehun lembut membuat jiyeon menatap haru dongsaengnya

Huuaaaa~ hiks~ uri dongsaeng neomu kyeowo~!! “tangis jiyeon membuat sehun kalang kabur menenangkannya

Eeiihh~ a-aigo… n-noona~ u-uljima ne~ “bujuk sehun panik segera berdiri merangkul jiyeon yang masih sesenggukkan

Tisu tisu tisu! “panik jiyeon meminta sehun memberinya tisu

Huuaaa!!! “pekik sehun menoleh panik pada nakas di samping kanan jiyeon

Aaah~ noona~ “lega sehun begitu menempelkan beberapa lembar tisu dihidung noonanya ini

Uri aegy hiks aegy sehunnie~ hiks~ “tangis jiyeon menggenggam erat ujung jaket sehun membuat namja tinggi ini mengerti alasan jiyeon menahannya pergi

Mianhae noona karena tak selalu ada untukmu, keunde tidak lagi, noona tak akan sendirian lagi~ aku akan selalu menemani noona~ apapun yang terjadi~ “ucap sehun lembut membawa jiyeon untuk bersandar padanya

Eoh? “jiyeon tersentak mendengarnya, tak menyangka sehun mengerti akan keinginannya

Sehun-ah~ hiks “tangis jiyeon memeluk erat sehun, kembali, yeoja manis ini mengingat akan sang oppa, chanyeol

Yakso?! “ucap jiyeon lagi mendapat anggukan sehun

Ne! Yakso! “ucap sehun yakin membelai lembut rambut coklat jiyeon

===

Ooii! Bolos lagi eoh! Ucap seorang chingu chanyeol pada namja berseragam SMA didepannya

Eoh! Hyung! Masih ada tidak? Aku akan menggantinya “ucap namja itu meminta ganja, tanpa ia sadari, chanyeol yang sedari tadi tidur meringkuk di kasur lapuk itu memandangnya tajam

It was like a nightmare that is painful me

Because nobody want to die to fast

Dering ponsel namja itu berbunyi, membuat mereka menoleh, sedangkan chanyeol, ia menatap datar namja itu. Ia ingat ponselnya sudah ia jual beberapa minggu lalu demi membeli obat-obatan dan bir, dan semenjak itu pula ia tak pernah lagi mendengar dering ponselnya setiap saat dan omelan jiyeon setelahnya

Wae? “jawab namja itu begitu menerima telfon

Bukan urusanmu! Yak! Urus saja sekolahmu sana! “bentaknya lagi membuat chanyeol mempertajam pandangannya

Hahaha nugu? Yeojachingumu eoh? “tanya seorang lagi

Anhi, kembaranku, yeoja itu benar-benar berisik! Membuatku malas pulang “keluhnya langsung menegak bir

Hahaha yak! Ganti saja nomermu atau bila perlu jual saja! Lumayan kan untuk membeli ini “balasnya menunjuk serbuk obat ditangannya

Eoh! Majja! “sahutnya terkekeh kembali menegak bir

Sementara chanyeol hanya diam, memikirkan jiyeon yang sama ‘berisiknya’ dengan yeoja tadi

Anhiyo, biarkan saja, ia hanya khawatir padamu “sergah chanyeol tenang dengan wajah datarnya, memperbaiki tidurnya yang masih meringkuk

Eoh? Woi! Chanyeol-ah! Neo gwaenchana? Wae kau terlihat berbeda sejak kemarin?

Anhiyo nan gwaenchana, keunde dongsaengku sedang dirumah sakit dan sebelumnya kami bertengkar “jelas chanyeol membuat ketiga chingunya hanya mengangguk mengerti. Sementara namja yang masih kesal dengan kembarannya itu mendadak diam

Mereka hanya mengkhawatirkan kita, karena kita saudara mereka. Kau pasti menyayanginya juga kan? Kembaranmu pasti sangat kerepotan mencarimu. Pulanglah “ucap chanyeol beranjak berdiri membuat namja itu memandang cemas padanya

Pulanglah “ucap chanyeol lagi memandang dingin ke arahnya

Na ganda! “pamit chanyeol

C-chankaman chanyeol hyung! “serunya segera menyusul chanyeol

Wae? “sahut chanyeol memperlambat langkahnya

Apa dongsaengmu selalu menelfonmu seperti saudariku? “tanyanya

Eoh! Setiap 30 menit atau bahkan 15 menit. Karena kesal aku menjual ponselku, dan pada akhirnya ia selalu kerepotan mencariku “ucap chanyeol memandang langit yang terlihat begitu cerah

A-ah~ b-begitu ya “angguknya kikuk

Eoh! Dan setiap saat itu pula aku membuatnya menangis, walau ia berteriak kesal dan memakiku, aku tahu ia sangat sedih melihat kondisiku. Aku tak menyukai hal itu, keunde sifat egoisku selalu kuutamakan dan beginilah jadinya. Apa kau ingin saudarimu seperti itu? “tanya chanyeol menoleh dingin padanya

A-anhi! Anhiyo hyung “gelengnya panik

Apa alasanmu menggunakan barang-barang ini? “tanya chanyeol

E-eh? I-itu mmm k-karena b-banyak yang menggunakannya dan…

Kalau kau ingin terlihat keren, bukan seperti ini. Kami yang berada disani adalah yang memiliki masalah keluarga, beberapa adalah anak korban perceraian dan ada yang diusir karena kedua orangtua mereka tak ingin menanggungnya “terang chanyeol membuat namja ini tertunduk

Kau masih sangat muda, dan yang kulihat kau tak pernah mengeluh akan masalah keluargamu atau terlihat terpuruk karena seperti itu. Kau hanya sedang mencari jati dirimu saja. Jika kau ingin terlihat keren, kembangkan bakatmu dan hidup dengan baik. Kami yang ada disini tak pernah ingin menjadi kami yang sekarang. Kau beruntung, maka berhentilah “terang chanyeol segera mempercepat langkahnya

G-gomawo hyung “ucapnya mendapat anggukan singkat chanyeol

Jiyeon-ah mianhae~ mianhae dongsaeng-ah~ “batin chanyeol dengan wajah panik, mempercepat langkahnya menuju rumah sakit

===

Noona? Igae mwoya? “bingung mason menatap peralatan kedokteran di meja ruang operasi yang bahkan lebih tinggi darinya

Eoh?! Mason-ah~ kau tak boleh ke sini~ ruangan ini harus steril~ “kaget boram yang sudah siap dengan baju operasinya, ia segera mendorong mason keluar

Eehh~ aku mau melihatnya~ “rengek mason yang tetap berjalan keluar

Lihatlah dari sana~ “ucap boram menuju ruang pantau di samping kanannya, mason mengangguk dan segera ke sana

Appa~ semua sudah siap~ “ucap boram mendapat angguka soo ro yang sedang memasang maskernya

Eoh! Kita mulai “ucap soo ro mendapat anggukan boram

Hyungnim~ siapapun namamu, kuharap kau selamat~ aku ingin bermain denganmu “gumam mason dengan wajah sedih, ia duduk sambil memeluk bola plastik berwarna pelangi yang saat itu tanpa sengaja mengenai kris

===

A Cafe

Waaahh!! Yak! Kai! Kopimu enak! “seru jongkook begitu mencicipi kopi yang baru saja kai buat

Jinja?! “kaget kai mengambil cangkir kopi ditangan jongkook

O-ommo! R-rasanya h-hampir sama! “seru kai senang

Nah! Kubilang juga apa! Kau bisa! “timpal jongkook segera berdiri begitu ada pelanggan yang datang

Selamat datang~ “ucap jongkook membungkuk ramah dan mulai melayani pelanggan.

Sementara kai, dengan senyum senangnya, ia kembali membuat kopi. Dengan perlahan ia masukkan bubuk kopi ke dalam alat pembuat kopi dan dengan perlahan dan teliti ia mulai menuang air panas, setelahnya ia pun meracik kopi itu

Cha.. kau semakin baik dalam hal ini “ucap ye sung mengagetkan kai

Eoh! H-hyung!

Ne! Cha! Setelah ini biar aku yang urus, kau dan jong kook sudah bekerja keras sejak pagi tadi “ucap ye sung sambil memeriksa botol-botol kaca berisi berbagai bubuk kopi yang ia olah sendiri

Ne hyung! Kamsahamnida! “ucap kai mendapat senyum ye sung

1 kopi amerikano dan 2 kopi vanila late “ucap jongkook membacakan pesanan

Cha… 1 amerikano dan 2 vanila late akan segera siap! “ucap ye sung, ia dan kai pun mulai meracik pesanan

Kau akan kemana? “tanya jongkook begitu melihat jam tangannya yang menunjukkan pukul 11.43 siang

Menemui jiyeonnie? “tanya jongkook lagi begitu melihat kai yang menunduk menyembunyikan wajahnya

Geure~ kajja~ “tawa jongkook langsung menggandeng kai, ia tahu namja ini sangat khawatir dan ingin menemui jiyeon

Yak! Kalau sikapmu begini, jiyeonnie akan diambil namja lain “bisik jongkook membuat kai menatapnya dengan mata melotot

Bwahaha mian mian~ bukankah yeoja seram itu tak mengincar jiyeonnie lagi? Kau bisa bersikap seperti dulu lagi padanya “terang jongkook mendadak serius

K-keunde… keunde apa ia mau menerimaku lagi? Setelah yang kulakukan padanya? “ucap kai khawatir, memandang jongkook yang hanya tersenyum

Kau lupa? Kau menyelamatkannya, juga dongsaengnya kan? Dan lagi… “ucap jongkook menghentikan ucapannya dan menatap kai dengan senyum sumringahnya

Dan lagi… jiyeonnie menyukaimu~ “bisik jongkook membuat wajah kai memerah

Eo-eotteokhae a-arra? “bingung kai dengan wajah terkejutnya

Eeh~ bwahahaha! Kau percaya padaku? Ahahaha! Kau benar-benar menyukainya “tawa jongkook membuat kai merutuk kesal

Yak! Jangan main-main begitu! “amuk kai langsung mengapit kepala chingunya itu

Aaa!! Y-yaak! A-apha! Yaak! “pekik jongkook terus meronta dalam apitan maut kai

Rasakan rasakan! “rutuk kai mengguncang-guncang tubuh kecil chingunya ini

Ne ne ne ne ne ne~! Miaaaaaann!!! “ucap jongkook lagi kewalahan

===

Tuan muda, apa tidak sebaiknya anda istirahat? “tanya sopir pribadi sehun

Ne aku akan pulang, keunde aku ingin menemui seseorang “ucap sehun ramah segera turun

Chankaman ahjussi~ aku akan segera kembali “ucap sehun segera berjalan menuju gedung perkuliahan yang biasa jiyeon tempati

Kyaa!! O-ommo! S-sehun! Oh Sehun! “pekikan kembali terdengar, begitu para yeoja melihat pangeran kampus mereka yang baru saja datang

Sehun-ah~ neo gwaenchana? Mani apha?! “tanya khawatir beberapa fansnya

Ne? Ah anhiyo, aku sudah baik-baik saja “ucap sehun ramah sambil berjalan pelan menuju ruang kelas jiyeon

Jinja? Wajahmu pucat~jinja gwaenchana? “panik seorang lagi

Ah~ ne nan gwaenchana~ “ucap sehun lagi ramah

Eh? Kosong? “batin sehun begitu tiba didepan kelas jiyeon

Eoh? Kau mencari seseorang? Kelas mereka hari ini libur “tutur seorang yeoja

Ah~ jinja? Geure~ kamsahamnida~ “ucap sehun ramah kembali turun, sesekali ia memegang perutnya yang masih nyeri jika berjalan jauh

Kira-kira dimana kai sunbaenim tinggal? “batin sehun

===

Tap tap tap

Palli kai~ masuklah~ “bujuk jongkook begitu mereka tiba didepan kamar rawat jiyeon

K-keunde~.. mmm.. a-aigo.. “desah kai bingung membuat jongkook jengah

Ck~ yak! Palli! “amuk jongkook langsung membuka pintu kamar jiyeon dan bersembunyi, membuat kai mengumpatnya habis-habisan

Yaak!! Shin Jongkook!! “pekik kai, dengan kikuk ia pun menoleh ke dalam, mendapati jiyeon yang hanya diam menatapnya, yeoja manis ini begitu terkejut dengan kedatangan kai, apalagi pintu yang dibuka cukup keras tadi

A-annyeong~ “sapa kai begitu pelan dan kikuk, dengan ragu ia segera masuk dan mendekati ranjang jiyeon dengan begitu gugup

Kai terus menoleh ke kiri dan kanan, sesekali memegang tengkuknya dan sesekali pula berhenti berjalan membuat jiyeon pun sama kikuknya

Yeoja manis ini sedang menikmati waktu siangnya sambil menonton tv, karena sehun yang baru saja pulang, minyoung omma yang harus menghadiri rapat dan sang omma yang harus mempersiapkan acara fashion shownya.

H-h-hai “sapa kai lagi begitu berdiri di samping kiri ranjang jiyeon

H-hai “balas jiyeon kikuk, walau begitu manik matanya memancarkan perasaan senang

N-n-neo… mmm n-neo g-gwaenchana? “tanya kai, dalam hatinya ia mengumpat kesal karena begitu sulit untuk berucap

N-ne! Ne nan g-gwaenchana, n-neo? “tanya jiyeon dengan pancaran mata haru

N-nado g-gwaenchana “ucap kai, menunjukkan senyum simpulnya yang dibalas pula oleh jiyeon

Sehun eoddie? “tanya kai mendadak bingung saat tak menemukan sehun

Ah~ sehunnie baru saja pulang “ucap jiyeon sambil mengangguk

Ah~ geureyo, syukurlah ia baik “ucap kai mendapat senyum manis jiyeon

Suasana kembali hening, jongkook yang sejak tadi menguping pun hanya merutuk kesal, merasa gemas akan tingkah chingunya itu

Ck! Dasar namja batu! Seharusnya kau buat suasana yang romantis! “amuk jongkook dalam hati, saking gemasnya ia memilih untuk pergi membeli minuman dan merutuki kai di tempat lain

M-mianhae ji… jiyeon-ah~ “ucap kai membuat jiyeon menoleh kaget padanya, suara lembut dan panggilan itu, cukup lama tak ia dengar

M-mianhae karenaku kau… kau terluka “sesal kai, memandang cemas jiyeon yang masih begitu terkejut

K-kai? “panggil jiyeon dengan mata memerah

Hiks kai~!! Kau kembali~ hiks kai~ “tangis jiyeon terus memandang wajah kai yang begitu terkejut akan respon jiyeon

J-jiyeon-ah~ m-mianhae~ u-uljima n-ne~ “bujuk kai kikuk dan panik, ia pun menangkup wajah jiyeon dan mengusap lembut air mata yeoja manis ini

Hiks kai~ hiks huaaa boghosiposo~ “tangis jiyeon membuat kai kelimpungan

Mianhae~ “ucap kai memeluk lembut jiyeon, walau panik, ia tak mampu menahan dirinya untuk tak tersenyum, perasaan lega begitu ia rasakan, kelegaan akan jiyeon yang tak membencinya

Mianhae~ geurigo gomapda~ “ucap kai lembut, ia menundukkan kepalanya menatap jiyeon yang berada dalam dekapannya

Anhiyo~ hiks a-aku sudah mengetahuinya hiks akulah yang seharusnya berterima kasih hiks gomawo kai-ah hiks “tangis jiyeon sesenggukan, memeluk erat kai yang juga memeluknya erat

Gomawo jiyeon-ah gomawo~ kau telah mengajarkanku banyak hal, mengajarkan tentang kasih sayang dan… dan cinta “batin kai mengecup lembut puncak kepala jiyeon

Gomawo~ “bisik kai lembut dan dibalas anggukan jiyeon, mereka begitu enggan untuk melepas pelukan hangat itu

Haaa~ bagaimana nasib kai? “gumam jongkook sambil menunggu seseorang yang sedang mengantri membeli kopi di mesin minuman

Eh? “kaget jongkook begitu melihat sebuah poster tak jauh darinya

Hmm… ah majja~ sejak tadi aku melihat poster-poster ini dan juga spanduk dan banner yang sama. Siapa yeoja ini? “gumam jongkook segera memilih minuman yang ingin ia beli dan menghampiri poster itu

Eh? EEEHHH!!! “pekik jongkook heboh begitu membaca isi poster itu

Yang benar saja! Yeoja ini adalah pemilik baru rumah sakit? Apa ia tak terlalu muda? Atau mungkin appanya sudah terlalu tua ya~ sampai terpaksa memberikan jabatannya pada putri kecilnya. Keunde~ bukankah ia terlalu muda?!! “monolog jongkook heboh yang tentunya mengundang perhatian beberapa orang disana

Jeon Boram “ucap seseorang dari arah belakang jongkook

Eoh? Nugu? “bingung jongkook menoleh aneh pada namja berperawak tegas namun ramah di belakangnya

Nama yeoja ini adalah Jeon Boram “ucapnya lagi menunjuk nama yang berada di bawah foto boram

Ah~ jadi itu namanya “gumam jongkook

Ne~ dan usianya 28 tahun, tahun ini ia akan berusia 29 tahun “ucapnya membuat jongkook hampir saja memuntahkan minumannya

Yang benar saja!! “heboh jongkook membuat namja itu terkekeh

Ne, mana mungkin aku berbohong “ucapnya memandang ramah jongkook

Jinja?!! Ia bahkan seperti yeoja berusia 19 tahun “gumam jongkook kembali meneguk kopi kalengnya

Ne~ memang begitu “ucapnya lagi membuat jongkook mengernyit bingung

Mmm… keunde… neoneun nuguseyo? “tanya jongkook ragu

Ah! Mianhamnida~ aku mengajakmu berbicara dan lupa memperkenalkan diri. Nan park sejun imnida~ “ucapnya ramah

Ah~ ne! Nan shin jongkook imnida~ bangapsumnida~ “balas jongkook

Mmm… kau dokter? Kau terlihat masih muda~ jangan-jangan kau juga seumuran dengannya?!! “heboh jongkook memandang curiga sejun yang hanya terkekeh

Anhimnida~ aku bahkan belum lulus kuliah~ disini aku sedang magang “terang sejun membuat jongkook mengangguk-anggukan kepalanya

Geureyo~ apa menyenangkan jadi dokter? “tanya jongkook dengan wajah semangat membuat sejun kembali terkekeh

Menolong orang selalu menyenangkan “balasnya membuat jongkook mendesah lesu

Haa~ begitu rupanya~ aduh~ seandainya semua dokter berpikiran sepertimu “gerutu jongkook membuat sejun tertawa. Keduanya pun menghabiskan waktu untuk mengobrol, sejun pun mengajak jongkook ke kantin, karena ini adalah waktu istirahatnya

Suasana hening begitu terasa di ruang rawat jiyeon, sejak tadi ia hanya memandang kai dengan senyum sumringahnya, walau matanya memerah karena sejak tadi menangis. Sementara kai, ia duduk di samping kiri ranjang jiyeon, menggenggam lembut tangan kiri jiyeon dan manik matanya pun tak lepas dari pergelangan jiyeon yang masih dibalut perban

Gwaenchana~ “ucap jiyeon lembut begitu kai memandang cemas padanya

Bagaimana kakimu? “tanya jiyeon pelan

Eoh? Gwaenchana~ kau lihat kan? Aku bisa berjalan dengan baik “ucap kai memberi senyum menawannya

Eoh! Kau memang selalu baik-baik saja “kekeh jiyeon membuat keduanya pun tertawa

Sudah berakhir, ia tak akan mengintai dan mengincarmu lagi “ucap kai lembut, ia pun kembali bangkit berdiri dan memeluk jiyeon yang terkejut akan tindakan kai itu

Aku begitu lega~ sangat lega kau baik-baik saja jiyeon-ah~ mendengar teriakanmu saat itu membuat dadaku begitu sesak, aku begitu takut… aku begitu takut melihatmu terluka “ucap kai, suaranya bergetar menahan tangis

Jiyeon pun menggenggam erat jemari kiri kai, ia begitu terkejut dan terharu mendengar ucapan kai. Merasakan tubuh kai yang bergetar menahan tangis membuatnya cemas namun tak dapat ia pungkiri, bahwa ia pun begitu takut saat itu

Kai-ah~ “panggil jiyeon lembut

Nan gwaenchana~ sehunnie do~ kami baik-baik saja~ kai-ah kau tak perlu mengingatnya, karena kita semua akan baik-baik saja sekarang “ucap jiyeon lembut, menahan air matanya yang sejak tadi mendesak keluar

Kai pun melepskan pelukannya, memandang cemas jiyeon yang tersenyum teduh padanya

Sehunnie bilang, aku dan dia harus segera sembuh, dengan begitu kami mampu menghibur dan menemanimu “terang jiyeon

Kai-ah~ bukan aku atau pun sehun yang harus kau khawatirkan saat ini “ucap jiyeon membuat kai menunduk sedih

Kita akan segera menemukan kris, segera! “ucap jiyeon yakin menggenggam erat jemari kai

Ne! Majjayo! Gomawo jiyeon-ah “ucap kai tersenyum lembut pada jiyeon

Keduanya pun bertatapan dengan senyum merekah, dan entah dorongan darimana, kai mendekatkan wajahnya pada wajah jiyeon, membuat pipi yeoja manis ini merona. Kai terus mendektinya dan…

Annyeong jiyeon-ah~ “sapa jongkook heboh dengan kantung berisi makanan

Ck! Penganggu! “gumam kai yang masih didengar jiyeon, membuat yeoja ini terkekeh pelan

An-anyeong jongkook-ah “sapa jiyeon, walau jongkook juga sering menganggunya bersama-sama kai, ia tahu jongkook hanya berusaha membantu kai

Waaah~ sepertinya timingku salah~ “ucap jongkook heboh

Masih saja tanya! “gerutu kai pelan namun tetap didengar jiyeon, yeoja ini pun terkekeh dan menuduk, berusaha menyembunyikan rona merah pipinya

Hehe mian~ “kekeh jongkook

Keunde~ jiyeon-ah mianhae~ aku harus meminjam kai, bos kami menelfon, meminta bantuan karena cafe sedang ramai, jadi… mianhae~ “terang jongkook mendapat anggukan manis jiyeon

Eoh! Ne~ gwaenchana~ gomawo ne kalian sudah menjengukku~ “ucap jiyeon mendapat anggukan jongkook

Cepatlah sembuh “ucap kai mengenggam lembut jemari jiyeon

Sampai nanti “ucapnya lagi mendapat anggukan jiyeon

Ne~ annyeong~ jushime~ “seru jiyeon

Ya ya ya~ sepertinya banyak perkembangan “goda jongkook

Kau ini!! “rutuk kai mengapit kepala jongkook membuat namja ini kembali meronta meminta maaf

===

1 p.m

Hosh hosh hosh

Helaan nafas berat terdengar, dengan langkah pelan akibat kelelahan ia menaiki lift menuju lantai 4.

Ting

Lift terbuka, dengan cepat ia berjalan menuju tempat yang ia tuju, sesekali ia melirik beberapa suster dan pasien di lorong. Ia semakin mempercepat langkahnya menuju ruangan yang berada didepannya

Sreeek

Jiyeon-ah~ “panggilnya begitu membuka pintu ruang rawat jiyeon

O-oppa~ “gumam jiyeon pelan berbaring ditempat tidur

J-jiyeon-ah?! N-neo gwaenchana? “tanya chanyeol mendekati jiyeon, dahinya mengerut begitu melihat wajah pucat jiyeon

A-aphayo hiks “tangis jiyeon, dengan panik chanyeol menekan tombol darurat dan menangkup wajah jiyeon

Jiyeon-ah? Neo gwaenchana? Hei! Jiyeon-ah! Jawab oppa! “panik chanyeol, jiyeon hanya menatapnya lemah, dengan bulir air mata yang mengalir

Braaak

Chanyeol?! “kaget jeejong

Ahjussi, tolong jiyeonnie~!! “ucap chanyeol pelan dengan wajah takut dan cemas

Mendengarnya jaejong segera memerintah para suster menyiapkan peralatan dan meminta chanyeol untuk menjauh

Jiyeon-ah jiyeon-ah jebal~!! Jangan membuatku takut jiyeon-ah~!! “batin chanyeol mengeratkan kepalan tangannya menatap gusar jiyeon, saat itu pula air matanya mengalir. Chanyeol menatap jiyeon dan menangis dalam diam

TO BE CONTINUE

Tadaaa….

Angeljypark is back!!

mianhamnida chingudeul karena ff I Love My Brother telat seminggu publishnya

laptop author akhirnya balik juga ahahaha #ketawageje

nah ini dia part 6nya… lumayan panjang keunde author harap kalian suka hehe

gomawo ne chingudeul~ udah setia komen di setiap chapter,,, author senang sekali! wkwkw author selalu senyum-senyum sendiri tiap baca komentar kalian hehe

kamsahamnida ne~

inilah part 6nya…

kuharap kalian suka hehe

komen juseyo~ hehe

kamsahamnida~ #deepbow

24 responses to “[CHAPTER-PART 6] I LOVE MY BROTHER

    • hehe jangan sampe si nenek sihir wkwkw #garukgaruk

      gomawo ne chingu udah mampir baca dan komen hehe
      neomu gomawoyo chingu~ udah komen di setiap chapternya hehe
      ditunggu ne kelanjutan-kelanjutannya~
      kamsahamnida~ #bowbow

  1. chinggu… kpn niie ff i love my brother d lanjut lg… udh penasaran bggt niie sma kelanjutannya.. hwaiting

    • hehe mian chingu lama updatenya… habis diserang (?) ama pasukan skripsi dkk (?) hahaha
      keunde gomawo ne myungly,,, udah setia nungguin ff” author ‘walau lama’ (-.-)”
      gomawo ne myungly #Bow

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s