[CHAPTER-PART 3] ORIGINAL

Original Part 1-3

ORIGINAL

Written by Angeljypark

Main Cast: Park Jiyeon | Kim Myungsoo | Park Chanyeol

Together with

Kim Jong In | Woo Tae woon | Kris Wu | Song Daehan | Yoo Seunghoo | Choi Sungmin

Genre: Family, Crime, Comedy

Rating: General | Length: Chaptered

===

ORIGINAL

Previous Story, Part 2

Mollayo kris-ah, ia masih disana “ucap taewoon memandang pintu didepannya yang belum terbuka sejak tadi

===

O-ommo! Aaghhh “erang myungsoo pelan saat dirinya akan mengambil minuman di kulkas. Dadanya terasa sesak membuatnya sulit bernafas.

Ia pun menatap foto dirinya dan jiyi yang tertempel dipintu kulkas, namun saat menatap wajah bahagia jiyi, perasaan aneh pun muncul, membuat foto yang diambil keduanya terasa asing baginya

jiyi-ah~ “gumamnya saat sakit itu berangsur hilang

===

ORIGINAL

– Chapter III –

B-bagaimana keadaannya?! “tanya kris panik, menghadang langkah uisa yang akan keluar

Ia baik, masa kritisnya sudah terlewati. Keunde bagaimana bisa ada kandungan zat kimia terlarang sebanyak itu dalam tubuhnya? “tanya uisa membuat keduanya mengerutkan dahi

M-mwo? A-apa maksud anda uisanim? “tanya taewoon bingung

Zat kimia yang ada pada campuran untuk pembersih. Zat itu berasal dari sabun pencuci tangan. Apa ia mencoba bunuh diri? “pernyataan dan pertanyaan sang uisa membuat keduanya terkejut

M-mwo? S-sabun? Bunuh diri? “kaget taewoon

Ne, ia meminum begitu banyak, keunde untunglah kalian segera membawanya kemari jika tidak ia tak akan tertolong “ucap sang uisa lagi

N-ne, k-kamsahamnida “ucap kris yang masih berkutat dengan pikirannya

===

Tiit…tiiit…tiit…

Suara pendeteksi jantung diruang rawat jiyeon memecah keheningan yang tercipta. Kris dan taewoon terus menatap jiyeon yang belum sadarkan diri. Keduanya berkutat dengan pikiran masing-masing, mengapa jiyi melakukannya adalah salah satu hal yang mereka pikirkan.

Apa karena interogasi ini? “gumam kris membuat taewoon menatapnya bingung namun detik berikutnya ia mengerti

Mungkin, pagi tadi ia terlihat baik, keunde saat aku mengatakan padanya untuk tenang, ekspresinya berubah dan ia terlihat semakin aneh saat melihat kalian di ruangan itu “jelas taewoon kembali menatap jiyeon sendu

Bukankah kau bilang 2 hari lalu ia pergi begitu saja? Wae? “tanya kris yang saat itu tak berada bersama anggota tim lainnya

Ne, ia terlihat kebingungan, bahkan tidak menghiraukan teriakan panggilanku, ia terus berjalan dan menatap ponselnya panik “ucap taewoon

Kembali keduanya menatap jiyeon, berkutat dengan segala pemikiran mereka tentang hal-hal yang terjadi pada yeoja yang disangka chingu mereka ini

Eeuggghhh

Lenguh jiyeon pelan, membuat keduanya langsung mendekat

Jiyi-ah neo gwaenchana? “tanya taewoon cepat, mengusap lembut pundak jiyeon

Eoh? Monkey-ah? “panggil jiyeon serak dan tersenyum simpul

Wae kau melakukannya eoh? “suara berat kris membuat jiyeon menoleh

E-eoh? K-ketua tim? “gumamnya membuat taewoon terkekeh

Yak! Wae kau seperti melihat hantu saja! Jika tidak di kantor kau selalu memanggilnya oppa kan? Ck! Apa begitu banyak hal yang kau pikirkan eoh? “cerocos taewoon membuat keduanya tertawa

Keke mianhae “ucap jiyeon pelan, dilihatnya jam yang sudah menunjukkan pukul 3 sore

O-ommo! “kagetnya membuat kedua namja ini mengikuti arah tatap jiyeon

Kau pingsan lama sekali, membuat panik saja “gerutu taewoon

A-aku harus pulang “ucap jiyeon mendudukan dirinya, berusaha melepas infus di tangan kirinya namun dengan cepat pula dicegah kris

Mwoaneungoya? Kau tetap disini! “ucap kris setengah membentak

N-ne? A-ah ke-keunde aku harus pulang “ucap jiyeon menatap takut kris

Wae? Ada hal yang lebih penting dari kesehatanmu? “tanya kris dingin

N-ne? Mmm.. ah! M-myungsoo oppa pulang hari ini “ucap jiyeon yang tak tahu harus memberikan alasana apa lagi. Ia hanya ingin pergi dan mampir ke rumahnya, melihat keadaan chanyeol

Tanpa disadari, ucapannya membuat kris tercekat, hatinya kembali berdebar kencang akibat cemburu, sedangkan taewoon hanya bisa menggigit bibir bawahnya sambil memandang khawatir kris.

Jinja? Geure, keunde lakukan pemeriksaan sekali lagi sebelum taewoon mengantarmu pulang “ucap kris pelan

Ne, kamsahamnida o-oppa “ucap jiyeon kali ini mendapat senyum kris serta decakan taewoon

Formal lagi! Ck! Sepertinya kau harus memeriksakan otakmu itu dino-ah! “gerutu taewoon

E-eoh? Dino? Eotteokhae arra? “bingung jiyeon, mengapa namja ini mengetahui panggilan masa kecil chanyeol padanya

Mwo? Tentu saja! Kau ini bagaimana! “gerutu taewoon mulai gemas dengan jiyeon

Hehe mian mian monkey-ah~ “ucap jiyeon dengan aegyonya membuat taewoon tersenyum

Ah~ akhirnya kau kembali, setidaknya caramu meminta maaf tak berubah haha “ucapnya membuat ketiganya tertawa

===

Taewoon mengantar jiyeon pulang, dalam perjalanan ia terus memandang jiyeon yang terlihat berpikir.

Memikirkan kris hyung? “tebak taewoon yang 60% benar

N-ne? “bingung jiyeon

Gwaenchana, walau kau sudah tahu ia menyukaimu, keunde kau tak perlu bersikap seperti itu, bersikaplah biasa seperti sebelum ia mengungkapkan perasaannya padamu “ucapan taewoon kali ini membuat jiyeon terkejut setengah mati, menyadari bahwa alasannya tadi telah melukai hati kris

N-ne? ah ne “jiyeon akhirnya bersuara, ia berusaha tenang dan menerka-nerka seperti apa reaksi jiyi disaat-saat seperti ini

Haahh~ sepertinya kau berangsur-angsur kembali “gumam taewoon saat melihat tak ada perbedaan yang ditunjukkan jiyeon yang dianggap jiyi ini

Kekeke “cekikikan lega jiyeon membuat taewoon tertawa dan segera menghentikan mobilnya

Cha! Kita sampai, cepat temui tunanganmu itu, aku yakin kalian sudah sangat merindukan satu sama lain kan?! Setelah seminggu berpisah kekeke “goda taewoon

Ck! Neo jinja! Gomawo monkey-ah! Na galke “gerutu jiyeon yang mulai terbiasa dengan taewoon

Ne, annyeong~ siapkan dirimu untuk interogasi kamis nanti! Fighting! “seru taewoon memberi semangat

Ne monkey-ah gomawo~ fighting! “balas jiyeon ikut mengepalkan tangannya membuat keduanya tertawa

Na galke “pamit taewoon segera menjalankan mobilnya. Jiyeon terus menatap mobil taewoon hingga menghilang dari pandangannya. Jiyeon menatap sekeliling yang terlihat sepi, ia pun melirik jam tangannya dan tersenyum

Pukul 4! Sebaiknya aku bergegas sebelum oppa pergi mengurus club malamnya “batin jiyeon berjalan kearah rumah jiyi dan berbelok menuju halaman belakang, mengantisipasi jika ada yang melihatnya dan curiga dengan tingkahnya.

Jiyeon merapatkan mantelnya dan menatap sekilas rumah jiyi, ia melihat lampu yang menyala didalam, ia tersenyum dan yakin bahwa myungsoo yang melakukannya.

Mianhae~ aku akan memberitahumu jika masalah ini sudah berangsur membaik myungsoo-ssi “gumam jiyeon segera menutup pagar hitam halaman belakang jiyi

===

Oppa!!! “pekik jiyeon begitu masuk lewat pintu belakang

Yaak! O-ommo! Neo n-nuguya! “chanyeol yang awalnya berjalan heboh dari ruang tamu ingin memarahi jiyeon, terkejut dengan penampilan orang dihadapannya

Ck! Na! Jiyeonnie! “gerutu jiyeon membuka penyamarannya. Melepas topi merah yang ia kenakan membuat rambutnya terurai dengan sedikit bergelombang dan dilepas masker coklatnya menunjukkan bibir mengerucutnya akibat kesal dengan sang oppa

Ck! Darimana kau mendapat jaketku itu eoh?! Kau tahu kupikir kau perampok! “gerutu chanyeol yang sesaat lalu mengira jiyeon adalah namja

Ck! Mana ada perampok meneriakimu seperti tadi eoh?! “balas jiyeon mulai memeriksa kulkas chanyeol

Ck! Soju “batin jiyeon dengan wajah gemas “Yak! Oppa! Baru kutinggal sehari wae persediaan soju semakin banyak eoh?! ”pekik jiyeon lagi membuat chanyeol yang sedang menatap kesal jaketnya yang digunakan jiyeon terlonjak kaget

Wae?! Itu persediaan sebulan kau tahu! “kesal chanyeol yang langsung histeris saat memeriksa keadaan jaket merahnya itu

Yak! Kau apakan jaketku ini eoh?! “pekik chanyeol menunjuk-nunjuk noda berwarna orange pada jiyeon

Keke mi-mianhae oppa, tadi setelah aku mengambil jaket ini dari persembunyian di taman belakang rumah jiyi, aku tak sengaja menumpahkan jus jeruk yang kubeli di mesin minuman “ucap jiyeon menundukkan kepalanya bersalah

Arrgghhh!!! Jaketku,,,,!!! “pekiknya frustasi mendapat cengiran jiyeon

Oppa~ kajja mokja! Aku membeli jjajjangmyeon juga kimbab sebelum kemari “ajak jiyeon

Kau menggunakan uang milik jiyi-ssi eoh? “Tanya chanyeol saat jiyeon menyiapkan makanan dimeja

Anhiyo, aku masih memiliki sedikit tabungan untuk ini “ucap jiyeon tersenyum manis membuat chanyeol menatapnya sendu

Besok adalah hari pemakaman jiyi-ssi “ucap chanyeol menghentikan aktifitas jiyeon

N-ne? “jiyeon yang terkejut tak mampu mengatakan apa-apa, perasaan bersalah, terkejut juga sedih kembali bercampur menjadi satu

Kau tenanglah, aku mengurus semuanya dengan baik, aku pun ingin ia mendapatkan perlakuan yang semestinya ”ucap chanyeol sendu membuat jiyeon menatapnya sedih.

Kau tahu, melihatnya sama seperti melihatmu, terbujur kaku dengan luka hampir disekujur tubuhnya. Aku tak sanggup membayangkan jika itu benar adalah kau jiyeon-ah ”ucap chanyeol lagi dengan mata memerah

Jiyeon mendekati chanyeol, memeluk oppa satu-satunya ini adalah hal tepat yang bisa ia lakukan sekarang. Ia pun begitu sedih, bertemu dengan saudarinya di saat seperti itu. Bahkan jika ia bisa memilih, tak bertemu dengan jiyi adalah pilihannya.

Oppa~ gwaenchana~ aku tak akan membuatmu kesusahan lagi. Oppa~ berjanjilah selama aku tak ada disini, hiduplah dengan baik eoh~ “pesan jiyeon yang sudah menangis

Eoh! Neodo, neo nan jinja saranghae jiyeon-ah “chanyeol pun meneteskan air matanya, ia bangkit berdiri dan memeluk jiyeon, berharap pelukan itu mampu menenangkan hatinya, melepas rindu karena entah kapan mereka dapat berkumpul bersama lagi dirumah

===

Setelah menghabiskan waktunya bersama chanyeol, jiyeon memutuskan pulang sebelum myungsoo kebingungan dan akan bahaya jika myungsoo, yang ia yakin mengenal taewoon, menelepon namja cerewet itu dan menanyakan keberadaannya.

Tap tap tap

Dengan perlahan jiyeon membuka pintu rumah, ditatapnya sekeliling yang terlihat rapi, ia pun masuk dan menemukan tv diruang tamu menyala juga beberapa kaleng jus strawberry di meja pentri

Grreebb

Bogoshipo “ucap myungsoo yang langsung memeluk jiyeon dari belakang. Mengagetkannya yang masih menatap sekitar

O-ommo! Gapjagi! O-oppa~ “gumam jiyeon berusaha terlihat santai dan berharap tak melakukan kesalahan

Keke mianhae chagi-ah~ “ucap myungsoo lagi masih bergelayut manja memeluk jiyeon

Oppa, ka-kapan kau tiba? “tanya jiyeon kembali berkutat dengan pikirannya, akan seperti apa sikap jiyi saat bersama tunangannya ini

Mmm mungkin pukul 10 pagi tadi “ucap myungsoo dengan wajah berpikir yang menurut jiyeon lucu

Keke “tawa jiyeon membuat myungsoo bingung, namun ikut menyunggingkan senyumnya

W-wae? “tanya myungsoo masih mengembangkan senyumnya

Anhiyo, keunde oppa terlihat begitu lucu “ucap jiyeon yang sesaat melupakan siapa dirinya juga namja didepannya ini

Jinja? Keke aigooo~ jiyi-ah nan neo jinja bogoshipo! Aku selalu mencemaskanmu! Memikirkan tak ada diriku disisimu membuatku frustasi!! Aku begitu takut kau berusaha melukai dirimu dan mengakhiri hidupmu, ahh~ aku lega kau tak apa! Bahkan kau tersenyum padaku. Aigoo aku begitu lega! Gomawo chagi-ah “ucap myungsoo menjelaskan perasaannya selama seminggu ini, ia terus memeluk jiyeon yang kembali terdiam, ia begitu sedih jika membayangkan bagaimana reaksi myungsoo saat mengetahui kebenaran itu

Jiyeon berusaha menahan air matanya, ia mengangkat wajahnya berusaha tersenyum, membalas pelukan hangat myungsoo yang terlihat begitu merindukan tunangannya.

N-nado bogoshipoyo oppa, a-aku tak akan melakukan hal itu lagi, yakso “ucap jiyeon pelan membuat myungsoo menatapnya senang

Jinja? Neo yakso?! Aigooo gomawo jiyi-ah~! Ahhh~ aku begitu lega mendengarnya, gomawo kau masih memilih untuk menjalani hidup ini denganku “ucap myungsoo menatap bahagia wajah jiyeon yang kembali ingin menangis

W-wae? Wae kau terlihat sedih chagi-ah? “tanya myungsoo pelan menangkup wajah jiyeon dengan khawatir

A-anhiyo, a-aku hanya merasa begitu senang, o-oppa begitu menyayangiku “ucap jiyeon yang bahkan tak mengerti apakah jiyi akan mengatakan hal yang sama dengannya

Geureomyeo! Neo nan jinja saranghae jiyi-ah~! Nan jinja jeongmal saranghanda “ucap myungsoo kembali membawa jiyeon, yang berusaha tersenyum, kedalam pelukannya

Tok tok

Ne~ “sahut jiyeon yang langsung menyembunyikan ponsel miliknya di balik bantal

Jiyi-ah~ “panggil myungsoo menyembulkan kepalanya dari balik pintu

E-eoh?! O-oppa! “seru jiyeon kalang kabut, ia semakin panik begitu myungsoo menghampirinya dan naik ke ranjang

Bogoshipo~ malam ini ijinkan aku tidur denganmu ne~ “ucap myungsoo memeluk erat jiyeon, yeoja ini kembali gusar, memikirkan apa yang akan jiyi lakukan atau seperti apa sikap jiyi dalam keadaan seperti ini

Mm.. g-geure~ o-oppa~ “ucap jiyeon kikuk berusaha tersenyum pada myungsoo yang menatap berbinar dirinya

Gomawo chagi-ah~ “bisik myungsoo mengeratkan pelukannya, membuat jiyeon semakin tak nyaman

G-geure~ k-kajja k-kita tidur “ucap jiyeon segera mematikan lampu tidurnya dan membenarkan posisi tidurnya, begitu juga myungsoo

Eoh~ “angguk myungsoo terus memeluk jiyeon, membuat yeoja ini semakin gusar

Aigo~ igae mwoya~ “batin jiyeon panik, memegang lengan kekar myungsoo yang melingkar di perut rampingnya

===

Naega wolf aauuu~

Ponsel chanyeol berdering, membangunkan namja yang baru saja memejamkan matanya selama dua jam ini

Ck! Siapa yang menelepon pagi-pagi begini! “gerutunya saat melihat jam menunjukkan pukul 7 pagi

Yak! Apa benar itu jiyeon eoh?! Kau tak mencoba membohongiku kan?! Yak! “suara emosi seorang namja yang begitu dikenal membuatnya kesal

Kim Kai! Bisakah kau sopan eoh?! Ne! Itu jiyeon, nae yeodongsaeng! Wae! “bentak chanyeol sambil mendudukan dirinya di tempat tidur

M-mwo? I-itu ji-jiyeon? Nae yeojachingu?! A-andwae! Kau membohongiku! Kau tak merestuiku dengannya dan kau mengarang cerita ini kan?! “seru kai terdengar memilukan

M-mwo?! M-mana mungkin aku berbohong! Bukankah kau melihatnya sendiri di tv eoh?! Jika tak percaya datanglah ke acara pemakamannya pukul 2 nanti “ucap chanyeol yang seketika merasa bersalah pada kai

Andwae! Jiyeon-ah andwae! Jiyeonku!! Chagiya!! Hikks hikks chagiya! Mianhae! “suara tangispun terdengar, membuat chanyeol semakin merasa bersalah, walau ia tak menyukai namja yang selalu berlaku kasar padanya juga jiyeon, ia tahu, namja ini begitu mencintai dongsaengnya

tiitt

Chanyeol pun mematikan sambungan telfonnya, meletakkan kembali ponsel hitamnya di nakas dan kembali merebahkan dirinya. Tangisan memilukan kai barusan terus terngiang dibenaknya, tak terasa matanya memanas, perasaan sedih, khawatir juga bingung menjadi satu.

Di satu sisi ia begitu sedih melihat yeoja yang begitu mirip dengan dongsaengnya, yang bahkan ia tak tahu identitasnya. Apakah benar ia kembaran jiyeon yang berarti saudarinya. Namun di sisi lain ia begitu lega bahwa yeoja itu bukanlah jiyeon dongsaeng tercintanya.

===

Sementara itu, Myungsoo terus tersenyum memandang wajah jiyeon yang ia sangka jiyi ini terlihat begitu menggemaskan saat tidur, dirapikannya rambut coklat jiyeon dan mengecup singkat pipi dan dahi jiyeon

Chagi-ah oppa akan berangkat kerja, baik-baiklah dirumah ne~ oppa akan berusaha pulang lebih cepat hari ini “ucap myungsoo terus membelai lembut pipi jiyeon. Ia tersenyum saat mendengar helaan nafas jiyeon yang begitu lucu

Saranghae chagiya~ “ucap myungsoo lembut menempelkan dahinya di pipi jiyeon, ia kembali tersenyum begitu melihat wajah menggemaskan jiyeon

Chuu… ”kembali myungsoo mengecup kilas bibir jiyeon dan segera beranjak mengambil jaket dan kunci mobilnya

Tak berapa lama kemudian terdengar suara mobil myungsoo yang semakin menjauh dari rumah.

Teuleuleu~

Eenngghh~ “lenguhan jiyeon terdengar, ia mengerjap matanya menatap ponsel jiyi yang ada di nakas. Ia pun terkejut saat tak menemukan myungsoo disampingnya, semalam namja itu dengan manjanya meminta untuk tidur bersamanya.

Apa ia sudah pergi bekerja? Aku bahkan belum membuatkan sarapan “pikir jiyeon segera meraih ponsel jiyi

Ne~ yeoboseyo? “ucapnya yang masih berusaha mengumpulkan kesadarannya

Jiyi-ah~ ini aku Sy! “ucap yeoja bersuara lembut itu

Eoh? Sy-ah w-waeyo? “kaget jiyeon yang kali ini berusaha menerka seperti apa panggilan dan cara bicara jiyi dengannya

Jangan lupa ne~ sore nanti pukul 5 kau temui Li Ahn, ia membawa informasi penting untuk kita. Kami mengandalkanmu jiyi-ah~ “ucapnya lembut membuat jiyeon kembali menerka masalah apa yang sedang dihadapi jiyi

E-eoh? N-ne, gomawo sudah mengingatkanku “ucap jiyeon

Ne~ tentu saja! Kau sudah seperti saudaraku sendiri, aku akan meneleponmu setelahnya dan temui aku dan R di rumahnya ne~ “ucap Sy lagi yang terdengar buru-buru

N-ne? R? Ru-rumah? M-mwo? A-ah n-ne ne, a-arasso “ucap jiyeon yang kembali terkejut dan bingung, ia segera meloncat panik dari tempat tidur dan mulai memeriksa lemari jiyi yang berisi berbagai buku dan berkas lainnya

Ne! Waegeure? Kau terdengar aneh, neo gwaenchana? “tanya Sy lagi

A-anhiyo gwaenchana, a-aku baru menyadari aku kesiangan keke “ucapnya berbohong

Keke arraso, baiklah aku harus berangkat kuliah, annyeong “ucap Sy lagi mematikan ponselnya

Jiyeon kembali bingung saat tak menemukan apapun disana, ia pun membuka lemari lainnya dan menemukan berbagai buku catatan disana, diambilnya sebuah buku kecil dan mulai membacanya

Ah~!! Perumahan Silver nomer 07 “gumam jiyeon yang kemudian kembali berpikir

Hanya 30 menit dari sini, haruskah aku kesana lebih dulu? “pikirnya kembali memasukkan buku itu ke lemari dan segera menuju pentri.

Tuk

Geure! Aku akan kesana, siapa sebenarnya Sy dan R? “gumam jiyeon meletakkan gelas di meja pentri dan menatap foto jiyi

Istirahatlah dengan tenang jiyi-ah~ “ucap jiyeon segera merapikan pentri dan bersiap menuju rumah R

===

Jiyeon melajukan mobil jiyi perlahan, dilihatnya keadaan sekeliling perumahan itu dan mulai mencari nomer rumah R

Ah! Ini dia! “pekiknya senang, mulai menepikan mobilnya tak jauh dari garasi rumah R, disaat bersamaan sebuah mobil putih keluar dari garasi dan mulai melaju dengan kecepatan sedang. Jiyeon yang penasaran dan bingung pun mengikutinya

Sekolah? “gumamnya saat mobil itu menuju gerbang sekolah, jiyeon terus mengikuti dan memarkirkan mobilnya tak jauh dari mobil itu

Apa R seorang guru? “gumam jiyeon dan matanya membelalak saat melihat seseorang yang turun dari sana, rambut coklat yang dihiasi bando pink juga pakaian formal ala seorang guru. Ia membawa sebuah biola dan tas selempang berwarna cream.

M-mwo?! K-kembar?! A-apa ini s-sebenarnya?! “gumam jiyeon begitu shock, ia terus memperhatikan R yang sejak tadi tersenyum ramah pada beberapa guru juga murid yang ia temui. Mencoba memperjelas penglihatannya, berharap yeoja di hadapannya tak memiliki wajah yang mirip atau bahkan sama dengannya.

I-igae mwoya!! “pekik jiyeon histeris terus mengawasi pergerakan R

TO BE CONTINUE

tadaaa…

Angeljypark is back with the third chapter hehe

mianhamnida~ atas keterlambatan publish…

seperti yang author bilang,,, laptop eror dan harus diperbaiki jadi lama publishnya

nah~ ini dia part 3nya…

eotteoyo? hehe

semoga kalian suka wkwkw

ditunggu komen” seru dari chingudeul~

kamsahamnida~ #deepbow

 

ah ya~ tambahan~ mianhae kalo setiap publish FF, posternya kurang menarik~ author kurang ahli dalam hal membuat poster, keunde author terus berusaha membuatnya dengan baik hehe

mianhae ne chingudeul~ geurigo kamsahamnida~ #bowbow

34 responses to “[CHAPTER-PART 3] ORIGINAL

  1. mwoya???. kembar lagi. apa ini kembarannya jiyeon lagi? kok bisa?. dan sebenernya masalah apa yang dhadapi jiyi kok segitu rumitnya. makin penasaran aja thor. langsung baca next part ne

    • hehe…
      ne,,, kembar lagi ^.^” hehe
      wkwkw ne~ semoga next partnya bisa ngurangin rasa penasaran chingu wkwkw
      gomawo ne udah baca dan komen…
      ditunggu ne kelanjutan”nya`
      kamsahamnida~ #bow

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s