[CHAPTER-PART 1] THE FRIGHTENING MOMENT

 

PhotoGrid_1458635845028

The Frightening Moment

The Series

Park Jiyeon | Xi Luhan

With

Kim Xiumin

Mystery | Friendship | Siblings | Horror | Comedy

Chaptered

===

The Frightening Moment

The Series

– Chapter 1_Angelique –

 

Xiumin~ kajja~ kita harus berangkat sekarang~ “teriak yeoja paruh baya sambil memasukkan kardus berisi buku miliknya ke dalam mobil. Didepannya terdapat sebuah mobil angkut yang membawa semua perabotan dan barang-barang lain dari rumahnya. Keluarga Kim memutuskan pindah, karena sang kepala keluarga dipindahtugaskan di ibu kota korea selatan, Seoul.

Ne omma~ chankaman~ “teriak namja berparas imut itu sambil memeluk buku bacaannya yang baru saja ia lipat salah satu halamannya

Ck! Neo jinja~ kau bisa membacanya saat perjalanan nanti chagi-ah~ kau akan memiliki waktu 2 jam lebih untuk membacanya “seru sang omma segera masuk dan menggunakan seatbeltnya, sama halnya dengan xiumin, yang hanya terkekeh mendengar gerutuan sang omma

Keke mianhae omma~ tak akan kuulangi lagi “ucapnya lembut di balas decakan gemas sang omma

Haa~ jagoan appa benar-benar pandai menaklukan hati siapa saja terutama wanita keke “goda sang appa sesaat setelah menjalankan mobil

Ketiganya pun tertawa, sang appa dan omma pun mulai bercerita mengenai rumah baru mereka, tetangga mereka, fasilitas yang ada di perumahan serta apa yang harus dilakukan sebagai tetangga baru. Xiumin yang mendengarnya hanya terkekeh dan memilih untuk melanjutkan bacaannya yang tertunda sejak setengah jam lalu

Xiumin segera membuka buku usang berwarna coklat itu. Membalik lembar demi lembar yang terlihat rapuh. Dengan perlahan xiumin membuka kembali lipatan kertas dan mulai membaca bab baru dari buku itu

‘Angelique’ adalah nama patung kuno pra-sejarah negara Inggris. Patung yang menggambarkan sosok wanita cantik dengan pakaian pengantin berwarna putih keabu-abuan. Patung dengan pose menyilangkan kedua tangan didada dan raut wajah sedih, melambangkan kepedihan terdalam seorang wanita yang telah kehilangan suami dan anak-anaknya.

Konon, pada tahun 1760, seorang wanita keturunan Inggris menikah dengan seorang bangsawan Inggris yang begitu disegani dan dicintai. Pernikahan keduanya begitu direstui khalayak ramai. Sebagai ucapan terima kasih atas doa masyarakat,sang bangsawan pun membagi-bagikan sebagian hartanya dan membuat pesta besar-besaran bagi rakyat jelata. Semua begitu bersyukur dan semakin mencintai sang bangsawan juga istrinya itu. Mereka pun berbondong-bondong memanjatkan doa pada keduanya

Beberapa tahun berselang, lahirlah anak yang selama sembilan bulan lebih ini begitu di nantikan keduanya juga khalayak ramai. Perasaan bahagia semakin memenuhi hati keduanya manakala mendapati anak mereka adalah anak kembar putra dan putri, yang pada saat itu sangatlah jarang.

Sekali lagi, demi merayakan dan sebagai ungkapan syukurnya, sang bangsawan pun membagi-bagikan hartanya, bahkan memberikan sebagian tanahnya sebagai tempat berdagang rakyat yang setia mendoakan kebahagiaannya.

Semua orang berbahagia dan begitu bersyukur, kedua putra dan putri sang bangsawan pun tumbuh menjadi anak yang manis dan tampan. Namun kebahagiaan hal itu tak berlangsung lama. Adik kandung sang bangsawan dengan tanpa berbelas kasih membunuh sang kakak yang dengan sepenuh hati mencintai dirinya.

Dibakar oleh rasa cemburu akan kekayaan dan kemasyuran yang didapat sang kakak, ia pun tega membunuh kedua putra dan putri yang masih berusia 10 tahun. Menyisakan luka mendalam bagi sang wanita yang berhasil melarikan diri

Sang wanita terus berlari hingga tiba di tengah hutan, menangis sesenggukan akan kejadian memilukan itu. Hatinya begitu terluka, menyadari sang suami dan kedua anak tercintanya telah tiada.

Keputusasaan menggerogoti hati dan pikirannya. Dengan tangis pilu, sang wanita berjalan ke tengah danau, memanggil sang suami dan kedua anak tercintanya pilu,  dan membiarkan dirinya mati tenggelam.

Where is my husband? Where is my beautiful son and daughter? I’m here, mommy’s here “itulah ungkapan pedih sang wanita ketika membiarkan dirinya mati tenggelam.

Hingga seratus tahun berlalu, ungkapan itu pun berubah. Konon, arwah sang wanita telah menemukan sang suami yang telah tewas saat itu. Namun hingga saat ini, ia tak pernah menemukan putra dan putrinya.

Where is my beautiful son and daughter? Mommy’s here “itulah ungkapan yang selama lebih dari satu dekade ini terus terdengar, dan telah merenggut nyawa beberapa anak kembar dari masa ke masa. Bisikan ini terus terdengar dan semakin jelas terutama bagi mereka yang memiliki  patung ini, patung sang wanita ‘Angelique’

Xiumin~?? Xiumiiiinnn!!!

Eoh?!! N-ne omma~ “pekik xiumin langsung menoleh ke depan, menatap sang omma yang sudah bersiap memarahinya

Ck! Apa buku itu begitu menarik eoh?!! Kajja! Kita makan siang dulu “ajak sang appa yang sudah berdiri di luar mobil, berniat berjalan lebih dulu menuju restoran cepat saji didepannya

Ne appa! Kajja~ “ucap xiumin segera menutup buku itu dan meletakkannya di kursi

Ketiganya, bersama petugas jasa angkut barang, pun masuk ke restoran.

Sementara itu…

Where is my beautiful son and daughter? Mommy’s here

Terdengar bisikan pelan nan lembut dari dalam mobil xiumin, membuat lembaran buku itu terbuka hingga halaman akhir dengan tulisan

Catatan: Bisikan ungakapan sang wanita akan juga didengar oleh mereka yang berada didekat patung itu. Kau dapat menghentikannya dengan membalas ucapannya dalam bahasa inggris dengan aksen British..

Bruukk

Buku itu pun kembali tertutup dengan sendirinya

===

– Angelique –

Luhan-ah~ jiyeon-ah~ palli bab mogja!! “teriak sang omma dari arah tangga, meminta kedua putra dan putrinya agar segera turun

Aku duluan~ “seru luhan berlari kencang menuju tangga

Anhi!! Naya~ “pekik jiyeon berusaha menyusul saudaranya itu

Dongsaeng tak akan pernah lebih dulu “seru luhan mendudukan dirinya di kursi makan

Ck! Kita hanya beda 1 menit!! “gerutu jiyeon

Tetap saja aku duluan lahir~ “seru luhan santai mulai mengambil lauk disusul jiyeon yang tak ingin kalah

Chonchonie~ kalian akan membuat makanan dimeja berantakan “peringat sang appa yang hanya terkekeh melihat tingkah keduanya yang selalu berdebat mengenai siapa  yang lebih unggul

Aku duluan~ “seru luhan lagi begitu selesai memilih lauknya, membuat jiyeon mencibir kesal

Sore nanti kita akan kedatangan tetangga baru, mereka akan menempati rumah Lee ahjussi disebelah kita “ucap sang omma berusaha menghentikan persaingan si kembar, Luhan jiyeon.

Eh? Jinja?!! “seru keduanya dengan wajah terkejut lucu, yang terlihat sama persis, mata membulat dan pipi tembam khas anak berusia 12 tahun

Ck! Kau! “rutuk keduanya lagi secara bersamaan membuat sang appa dan omma hanya mendesah tak percaya akan tingkah kedua anak mereka

Omma dengar mereka memiliki anak seumuran kalian~ “ucap sang omma lagi berusaha melerai keduanya

Eh?!! “seru keduanya bersamaan lagi

Dia chinguku!! “seru luhan mendahului jiyeon yang langsung menggembungkan pipinya kesal

Huuh!! Tak adill!! “amuk jiyeon meraih kerah baju luhan dan mengguncang tubuh kembarannya itu dengan heboh

Y-yak! Yak! “pekik luhan menggenggam tangan jiyeon berusaha melepas cengkraman maut dongsaeng beda satu menit itu

Aigoo~ “desah sang appa dan omma tak habis pikir dengan tingkah keduanya

Apa dulu aku mengidam hal aneh? “gumam sang omma

Hmmm… tidak juga~ hal aneh yang pernah kau minta saat mengidam, hanya membeli duplikat patung antik itu saat malam, aku harus berlari dan berteriak kencang pada pemilik toko untuk membiarkanku membeli patung itu “jelas sang appa mengenang bagaimana hebohnya ia begitu melihat pemilik toko akan mengunci tokonya

Keke ne~ mianhae geurigi gomawo chagi-ah~ “ucapnya, mereka pun menoleh pada patung antic yang ada di ruang keluarga itu. Dan kembali menatap kedua buah hati mereka yang entah sudah mendebatkan apa

Where is my beautiful son and daughter? Mommy’s here

Kembali, suara bisikan lembut nan pelan itu terdengar di rumah keluarga park. Dan patung yang tak lain adalah patung Angelique itu mengeluarkan air mata

===

Naaah~ kita sampai~ “ucap sang appa semangat dan mereka pun segera turun

Where is…. m … s … d … mom … here…

Eoh?!! “xiumin langsung menoleh begitu mendengar bisikan samar dan terputus-putus seorang yeoja, saat itu pula manik matanya terhenti pada rumah yang sama persis dengan rumah barunya di sebelah kirinya

Xiumin? “panggil sang appa menghampiri putranya yang terlihat kebingungan

Waegeure? “tanyanya

Eoh? Anhiyo appa~ kajja “ucap xiumin segera mengeratkan pelukannya pada buku usang itu dan segera masuk

Eh? Buku itu? Bukannya sudah kubuang? Hmm… atau mungkin tidak “monolog sang appa begitu menyadari buku yang xiumin baca sejak tadi adalah buku yang sudah ia buang beberapa tahun lalu

===

Seoul Senior High School

Annyeonghaseyo~ Kim Xiumin imnida~ bangapsumnida~ “ucap xiumin begitu memperkenalkan dirinya

Cha…. Xiumin, duduklah disamping jiyeonnie “ucap sang guru dibalas anggukan xiumin, ia pun segera melangkah menuju bangku disebelah jiyeon

Jiyeon pun langsung memasang wajah sombong pada seseorang di samping kanannya yang tak lain adalah Luhan. Merasa menang karena anak baru yang tak lain adalah tetangga baru mereka duduk disebelahnya, dan akan membuat dirinya lebih dulu akrab dengan xiumin dibanding sang kembaran, luhan.

Annyeong xiumin~ nan jiyeonnie~ bangapda~ “ucap jiyeon ramah mengulurkan tangannya, sesekali ia melirik luhan yang sudah memasang wajah kesal

Ah ne~ xiumin imnida~ bangapda~ “ucap xiumin membalas uluran tangan jiyeon, membuat yeoja ini tersenyum menang dan kembali menatap luhan sambil menaik-naikkan alisnya sombong

Ck! Geure! Kau yang mengikrarkan bendera pertempuran ini!! Aku tak akan kalah darimu dongsaeng!!! “batin luhan menatap sengit jiyeon, membuat wajah imutnya semakin terlihat imut. Sama halnya dengan jiyeon, pipi chubynya sungguh menggemaskan

Geure!! Bendera pertempuran sudah berdiri tegaaaapp!!! “rutuk jiyeon dalam hatinya ikut memandang sengit luhan. Seperti mengerti isi pikiran satu sama lain, kedua anak kembar ini terus bertatapan sengit dan sesekali melotot kesal, seakan-akan memperjelas pertengkaran batin mereka

Eehh~ a-ada apa dengan mereka berdua? “batin xiumin, menoleh ke samping kanan menatap heran jiyeon dan luhan yang masih sibuk dengan pertengkaran batin mereka

Bel istirahat berbunyi, dengan secepat kilat jiyeon mengajak xiumin berbicara sebelum kembarannya, Luhan datang mengambil alih

Xiumin-ssi~ kau bawa bekal apa? “Tanya jiyeon semangat memamerkan senyum manis nan imutnya

Ah~ omma membuatkanku omelet, kalau kau jiyeon-ah apa yang kau bawa? “Tanya xiumin membuat jiyeon tersenyum manis dan segera menoleh sengit pada luhan yang sedang mengeluarkan kotak bekalnya dengan wajah kesal

Ah~ nan? Aku membawa kimbab dan sup. Kita bisa berbagi~ “ucap jiyeon semangat begitu melihat luhan yang dengan tatapan lasernya berjalan menenteng bangku miliknya

Annyeong xiumin~ nan Luhannie~ bangapda~ “sapa luhan segera meletakkan kursinya didepan meja xiumin yang kembali bingung melihat tatapan sengit keduanya

A-ah n-ne~ xiumin imnida~ bangapda~ “sapa xiumin sesekali melirik keduanya yang sesekali bertukar senyum evil

Aku ikut makan denganmu ne~ “ucap luhan lagi mendudukan dirinya

Ne~ geureom~ eoh? “ucap xiumin mendadak bingung begitu melihat kotak bekal luhan dan menoleh pada milik jiyeon

Eh? Sama? “bingung xiumin

Eoh? Ini~ ne punya kami memang sama, kajja xiumin-ah bab mogja~ kau boleh mengambil sebagian supku~ “ucap jiyeon segera memberikan supnya

Kau bisa mengambil punyaku juga~ “sergah luhan membuat xiumin kebingungan

Eh? Ch-chankaman!! “lerai xiumin, menatap menu makanan keduanya juga tas dan jam tangan keduanya

Eh? Wae semua sama? “ucap xiumin menunjuk jam tangan keduanya. Juga tas dan menu makanan luhan dan jiyeon

Mmm begini… “ucap luhan menggaruk tengkuknya

K-kami kembar “ucap jiyeon dengan raut cemas menanti reaksi xiumin

Kembar? EHH!! KEMBAR!! “heboh xiumin

Ne~ “angguk luhan dan jiyeon bersamaan

Aigo~ pantas saja “kekeh xiumin dan ketiganya pun tertawa senang, mereka pun segera menghabiskan bekal mereka sambil bercerita mengenai banyak hal

Where is…. m … s … d … mom … here…

Eoh?!! “seru xiumin begitu mendengar kembali suara samar itu, ia pun menoleh dan mendapati jiyeon yang sedang menyalin catatan dan begitu juga luhan yang duduk diseberang bangkunya dan jiyeon

Waegeure? “batin xiumin yang langsung teringat akan cerita patung Angelique itu

Ah molla~ “batin xiumin lagi menggeleng pelan kepalanya dan segera melanjutkan kegiatan menyalinnya seperti murid-murid lain

===

Xiumiiiinn~ “panggil si duo kembar, luhan dan jiyeon, hebooh

Astaga, mereka itu benar-benar, selalu saja bertengkar dan bersaing keunde selalu saja lengket satu sama lain “gerutu seorang chingu sekelas mereka yang berjalan di lorong kelas bersama chingu-chingunya juga xiumin di belakang mereka

Xiumin yang mendengarnya hanya terkekeh, ia segera menghentikan langkahnya dan menoleh kearah luhan dan jiyeon yang sedang berlomba menghampirinya

Aku duluan~ L-A-G-I “seru luhan mengeja kata lagi membuat jiyeon menggerutu kesal, namja imut ini langsung merangkul xiumin dan menjauhkannya dari jiyeon

Heol~! Tak adil~! Kau namja tentu larimu lebih cepat~!! “protes jiyeon segera berjalan disisi kiri xiumin

Jadi, kau sudah mengakui kalau aku yang lebih unggul?!! “goda luhan membuat jiyeon menggerutu kesal

Anhi!! Anhiyooo!!! “teriak jiyeon membuat xiumin harus menjauhkan wajahnya, telinganya berdengung akibat pekikan jiyeon

Mmm… ngomong-ngomong apa kalian begitu menyukai warna biru dan merah muda? “Tanya xiumin pada keduanya, sejak tadi ia terus melihat peralatan belajara, aksesoris juga kotak bekal keduanya berwarna biru dan merah muda

Anhiyo~ aku menyukai warna ungu, keunde kebanyakan perlengkapan untuk anak kembar namja dan yeoja berwarna biru dan merah muda “ucap jiyeon melas, mengerucutkan bibirnya lucu, membuat xiumin terkekeh

Ah~ geureyo~ luhan-ah kau menyukai warna biru? “Tanya xiumin menatap namja yang sejak tadi merangkulnya

Eoh! Majja! Aku sangat menyukai warna biru~ “terang luhan semangat. Mereka pun mempercepat langkah mereka begitu menyebrangi jalan

Jinja? Keunde~ wae kotak bekalmu…

Merah muda? Itu karena anak ini!! “tunjuk luhan pada jiyeon, menoel pelan kepala kembarannya itu

Wae?!! kau memiliki banyak barang sesuai warna kesukaanmu, keunde aku tidaaak~!! “protes jiyeon membuat luhan mencibir

Heol!! “seru luhan beralih membenarkan tasnya dan melepaskan rangkulannya pada xiumin

Keunde wae kau tak mengatakannya pada orangtuamu jiyeon-ah? “Tanya xiumin

Karena semua yang memiliki diskon khusus untuk anak kembar namja dan yeoja hanya berwarna biru dan merah muda, sangat jarang menemukan kombinasi warna lain “terang luhan santai

Yak!! Cukup kotak bekal! Aku tak akan mengikhlaskan barang-barangku yang lain ditukar dengan milikmu!! “seru luhan menunjuk jiyeon yang sejak tadi hanya menunjukkan wajah melas akibat memikirkan semua barangnya yang hampir berwarna merah muda

Eeehhh~!! Waeyo! Ayo bertukar lagi~ aku mau sepatu olahraga biru itu~ “rengek jiyeon langsung menghampiri luhan

Anhiyo anhiyo anhiyo!! Kau merah muda!! Aku biru!! “ucap luhan mempercepat langkahnya berusaha menjauhi jiyeon

Eeiii ayolah,,, bertukar sekali lagi~ “bujuk jiyeon

Anhi~!!! “ucap luhan tegas

Heo!! Sesekali mengalahlah padaku~!! Aku kan yeoja~! “kesal jiyeon

Jadi kau mengakui dirimu lebih muda dariku? Dan aku lebih unggul kan? Eoh~!! “goda luhan

Heool!! Apa hubungannya dengan itu!! “amuk jiyeon

Kalau begitu kau pakai saja sepatu merah muda itu “ucap luhan santai membuat jiyeon melompat kesal, meraih tas luhan dan mengguncangnya heboh, membuat sang pemilik pun ikut berguncang kekiri dan kanan

Yaakk!!! Keumanhae!! Yaaak!! “amuk luhan berusaha menyelamatkan diri dari amukan jiyeon

Tukar tukar tukar~ “rengek jiyeon

Yaaakkk

Aigo~! Neomu kyeopta~ “gumam xiumin yang berjalan di belakang keduanya, terkekeh geli akibat perkelahian kedua anak kembar ini

Where is…. m … s … d … mom … here…

Eoh?!! “pekik xiumin langsung menghentikan langkahnya, menoleh pada rumah di samping kanannya

Eh? Waeyo xiumin-ah? “bingung jiyeon segera melepas cengkramannya dan menghampiri xiumin begitu juga luhan

Eoh? A-anhiyo! Gwaenchana! “ucap xiumin melanjutkan langkahnya

Kau tak ingin mampir? “tawar luhan yang sudah bersiap membuka pagar kayu rumahnya

Eoh?!! “kaget xiumin, ia baru ingat kalau keduanya tinggal tepat disebelah rumahnya, dirumah yang sejak kemarin membuatnya kebingungan

Mmm a-anhiyo~ be-besok aku akan berkunjung~ “ucap xiumin kikuk segera berpamitan menuju rumahnya

Ada apa ini? Aneh sekali “batin xiumin dengan wajah berpikirnya, ia segera masuk dan berlari menuju kamarnya, mencari buku yang ia baca kemarin

Where is…. m … s … d … mom … here…

Kembali, xiumin mendengar bisikan itu, membuatnya menoleh bingung ke penjuru kamarnya

Where is…. m … s … d … mom … here…

Suara itu semakin terdengar begitu dirinya menghampiri nakas coklat miliknya

Where is…. m … s … d … mom … here…

Suara itu kembali terdengar dan semakin keras, walau perkataannya tetap samar dan saat itulah xiumin menemukan buku yang sejak tadi dicarinya, berada di laci nakas

===

Next day, 10 a.m

Xiumin terus berbaring di tempat tidurnya, memandang kosong langit-langit kamarnya, sementara pikirannya terus mengarah pada kejadian kemarin

Xiumin!! “panggil sang omma

Ne omma! “sahut xiumin segera beranjak menuju ruang tamu

Chagi-ah~ mian~ appa akan ke Busan dan omma pun turut menemani, keunde, omma sudah berbicara dengan omma luhan dan jiyeon, mereka mengijinkanmu untuk menginap di rumah mereka “terang sang omma yang sibuk mengepak barang

A-ah geureyo~ “angguk xiumin, ingatannya pun kembali pada bisikan lembut yang sering ia dengar dua hari terakhir ini

Nah! Karena  hari ini sabtu dank au libur, begitu juga luhan dan jiyeon, ahjumma park mengijinkan kalian untuk bermain bersama dan menonton film “ucap sang omma lagi mendapat anggukan xiumin

Apalagi yang kau tunggu xiumin-ah~!! Palli ambil barang-barangmu~ omma dan appa akan mengantarmu sekaligus berterima kasih “ucap sang omma lagi, xiumin pun langsung berlari menuju kamarnya dan menyiapkan pakaiannya, tak lupa juga ia membawa buku itu

ting tong

ah~ osseoseyo~ ommomo~ kau pasti xiumin, aigoo~ neomu kyeopta~ “sambut nyonya park, ia begitu terkejut melihat xiumin yang baginya sangatlah imut

ne~ annyeonghasimnika imonim~ Kim Xiumin imnida~ bangapsumnida~ “ucap xiumin ramah semakin membuat nyonya park gemas

neomu kyeopta~ “jerit tertahan nyonya park

taehee-ssi mianhae~ kita baru mengenal dan sudah merepotkanmu~ mianhae~ “ucap nyonya kim

anhiyo~ gwaenchana~ luhan dan jiyeon pun sangat ingin bertemu xiumin. Mereka sudah menunggu hari ini sejak semalam “ucap taehee membuat keduanya tertawa

xiumiiiinnn “teriak si duo kembar berlari turun menuju pintu depan

nah~ aku bilang juga apa “bisik taehee membuat kedua ibu ini pun terkekeh

cha… xiumin~ omma dan appa pergi dulu, besok kami akan menjemputmu “ucap sang omma mengecup kilas puncak kepala xiumin

ne omma~ jushime~ “ucap xiumin ramah

ne~ geurogo~ taehee-ssi gomawo ne~ mianhae merepotkanmu “ucapnya lagi

anhiyo gwaenchana~ geurigo cheonma~ lagipula hannie yeonnie sangat menyukai xiumin “ucap taehee

immonim` annyeong~ “seru luhan dan jiyeon begitu nyonya kim berpamitan

kajja xiumin-ah kita bermain~ “ajak luhan langsung merangkul xiumin

Where is…. m … s … d … mom … here…

Where is…. m … s … d … mom … here…

Where is…. m … s … d … mom … here…

DEG

O-ommo~!! “pekik xiumin menghentikan langkahnya begitu suara samar itu semakin terdengar jelas

Waegeure? “bingung jiyeon

a-anhiyo gwaenchana, kajja kita bermain “ucap xiumin dan ketiganya pun menuju halaman belakang dimana terdapat sebuah danau kecil yang memang disediakan sebagai salah satu fasilitas perumahan

kajja ke sana~ “ajak luhan menghampiri jembatan kayu di tepi danau

kajja~!! “angguk jiyeon segera menghampiri luhan

eoh? Xiumin-ah waeyo? “Tanya jiyeon kembali berlari menghampiri xiumin yang memilih menjaga jarak dengan danau

e-eoh? A-anhiyo a-aku….

Neo wae? “bingung luhan ikut menghampiri xiumin

A-aku takut air, aku pernah tenggelam dan… kalian mengertikan? “terang xiumin membuat keduanya mengangguk

Aah~ geureyo~ gwaenchana~ kita bermain disini saja “ajak jiyeon

Ah! Kau ingin memancing? Appa bilang disini banyak ikan~ chankaman! Aku akan mengambil peralatannya “ucap luhan lagi langsung melesat menuju gudang di belakang rumahnya

Kajja xiumin-ah~ kita tunggu luhan disana “ajak jiyeon menunjuk jembatan kayu itu

Eh~? G-geure “ucap xiumin gugup

Gwaenchana~ kana da aku~ jiyeonnie pandai berenang~ “terang jiyeon menggerak-gerakkan tangannya, seperti sedang berenang, membuat xiumin terkekeh

Eoh! Kajja! “angguk xiumin dan keduanya pun berjalan kearah jembatan

Ini diaaaa!!! “teriak luhan dari kejauhan membaca dua alat pancing dan juga ember

Yeeaaahh!!! “teriak jiyeon langsung menghampiri luhan untuk membantunya

ketiganya pun bermain bersama, xiumin begitu menikmati harinya bersama luhan dan jiyeon. Luhan dan jiyeon pun membantu xiumin untuk mengurangi rasa takutnya dengan air, mereka mengajaknya ke tepian danau yang dangkal dan bermain di sana. Ketiganya tertawa lepas seakan tak memiliki beban apapun

aigo neomu kyeopta~ “gumam taehee yang mengawasi mereka dari arah dapur

kriing kriing

eoh?!! “taehee segera berlari menuju ruang tamu

yeoboseo? Ah~ oppa~ waegeure? “bingung taehee, ia pun bersandar di meja dimana patung Angelique itu ada

ah! Geureyo~!! Anhiyo gwaenchana, jam 7 malam ini? Geure~ aku akan mengatakannya pada luhan jiyeon dan xiumin, aku rasa  mereka tak keberatan aku tinggal sebentar “ucap taehee dan ia pun menutup sambunga telfon

di saat itu pula, patung Angelique itu mengeluarkan bulir airmatanya

Mommy’s here

Kembali, suara bisikan itu terdengar, terdengar begitu jelas bertepatan dengan aliran air mata patung Angelique

===

Luhan, jiyeon dan xiumin segera memasuki rumah begitu taehee memanggil mereka, dengan senyum dan tawa yang masih terdengar jelas

Aigo~ kalian benar-benar menikmati permainan kalian eoh~? “ucap taehee yang sudah bersiap

Ne omma~ keunde, omma mau kemana? “Tanya jiyeon

Omma akan menyusul appa ke kantor, hari ini rekan bisnis appa mengajak makan malam bersama “jelas taehee sambil merapikan dress biru tuanya

Ah~ geureyo~ “angguk luhan

Nah~ kalian bertiga baik-baiklah di rumah ne~ omma dan appa akan segera pulang. Karena besok libur dan omma belum sempat memasak, sebagai permintaan maaf, kalian boleh pesan makanan sesuka kalian “ucap taehee menunjuk meja makan dimana ia meletakkan beberapa lembar uang disana

Yeeaaah~!! “seru luhan dan jiyeon membuat xiumin terkekeh

Geure~ omma pergi dulu~ baik-baiklah di rumah~ ingat! Kunci semua pintu dan jangan keluar sendirian~ “peringat sang omma mendapat anggukan ketiganya

Aku mau nonton~ “seru jiyeon berlari menuju ruang keluarga, memasang tv dan duduk di karpet sambil sesekali membuka buku sketsanya

Kau suka menggambar jiyeonnie? “Tanya xiumin ikut mendudukan diri di karpet

Ne~ dan aku suka menggunakan patung ini sebagai modelku~ “terang jiyeon menunjuk patung di samping kirinya

DEG

P-patung ini!! “batin xiumin yang begitu shock

Yak~ jiyeon-ah xiumin-ah kalian ingin pesan apa? “Tanya luhan yang sudah menenteng ponselnya

Mmm pizza!!! “pekik jiyeon mendapat senyum luhan, tak dapat dipungkiri, keduanya memiliki selera yang sama

Call!! “ucap luhan langsung menekan beberapa tombol di ponselnya

Xiumin yang melihat itu hanya terkekeh dan segera berdiri menyusul luhan didapur

Apa yang bisa kulakukan? “tanyanya

Ah~ xiumin-ah bisakah kau ambilkan minuman kaleng di kulkas? “ucap luhan yang masih menunggu panggilannya tersambung

Ne~ yeoboseyo? Aku ingin memesan pizza~! Ne~ keju dan barbeque ne ne ne 30 menit? Guere. Kamsahamnida~ “ucap luhan sibuk memesan pizza

Sementara xiumin, ia segera berjalan menuju dapur utama, ia mengambil beberapa kaleng cola dan jus

Where is my beautiful son and daughter? Mommy’s here

O-ommo!! “pekik xiumin langsung berbalik dan malah mendapati luhan yang menatap bingung dirinya

Waegure? “bingung luhan membantu xiumin membawa minuman-minuman itu

A-anhiyo~ g-gwaenchana “terang xiumin segera meninggalkan dapur diikuti luhan

Kau menggambarnya lagi? “seru luhan begitu melihat jiyeon sudah sibuk dengan buku sketsanya dan patung Angelique didepannya

Eoh! “angguk jiyeon sementara xiumin mendadak diam karenanya, ditatapnya patung Angelique itu dengan seksama

Xiumin? “panggil luhan

Waeyo? “Tanya luhan lagi

Anhiyo~ ah! Kajja kita nonton~ “ajak xiumin mendapat anggukan luhan dan jiyeon

Ne~ kajja~! “ucap keduanya serempak, jiyeon pun segera menutup buku sketsanya dan berlari ke ruang tamu untuk meletakkan patung Angelique itu

Where is my beautiful son and daughter? Mommy’s here

Eh? “bingung jiyeon, ia mengerutkan keningnya begitu mendengar bisikan lembut itu

Jiyeon-ah~!! Palli! “panggil luhan membuat jiyeon menoleh dan langsung berlari ke ruang keluarga

Ne~!!!

Mommy’s here

Saat itu pula patung Angelique mengeluarkan air matanya

Tingtong

Ne~! “teriak luhan

Ah~ xiumin-ah bisakah kau ambil pizzanya? Aku akan mengambil jus lagi di ruang penyimpanan “ucap luhan mendapat anggukan xiumin sementara jiyeon, ia sibuk menonton acara tv

Ne~ chankaman “ucap xiumin segera berlari menuju pintu utama

Jiyeon-ah~ jiyeon-ah~

Eh? Nugu? “bingung jiyeon, ia pun menoleh kearah tangga, menatap bingung kearah kamarnya dan luhan

Where is my beautiful son and daughter? Mommy’s here

Where is my beautiful son and daughter? Mommy’s here

Where is my beautiful son and daughter? Mommy’s here

Bisikan itu semakin terdengar jelas ditelinga jiyeon, dengan bingung ia segera menuju kamarnya

Ada apa ini? “bingung jiyeon begitu lampu kamarnya dan luhan menyala lebih terang dari yang seharusnya

Where is my beautiful son and daughter? Mommy’s here

Mommy’s here

Begitu jiyeon tiba di depan pintu kamarnya, suara itu semakin jelas, dan saat itu pula pandangan mata jiyeon berubah kosong

Mommy~ it’s me~ “ucap jiyeon dengan tatapan kosong, melangkah masuk ke dalam kamar

Cha.. jiyeon-ah pizzanya su… eoh? Jiyeon? “panggil xiumin, saat itu pula manik matanya menatap buku sketsa jiyeon, dimana gambar patung Angelique itu mengeluarkan air matanya

O-ommo!! JIYEON!! “pekik xiumin panik mencari keberadaan jiyeon

Where is my beautiful son and daughter? Mommy’s here

DEG

Xiumin kembali mendengar bisikan itu, dan terdengar semakin jelas begitu ia menaiki tangga

Jiyeon? “panggil xiumin was-was

JIYEON??!! “pekik xiumin begitu melihat jiyeon yang dengan tatapan kosongnya memeluk patung Angelique

She’s mine!! “ucap jiyeon, dengan tatapan kosongnya kearah xiumin. Namja ini pun akhirnya tahu bahwa jiyeon telah dirasuki

Braaakk

A-andwae!!! Jiyeon-ah!! “pekik xiumin berusaha mendobrak pintu kamar si kembar

Pintu itu mendadak tertutup dan mengeluarkan air berwarna abu-abu seperti lumpur dari setiap tepiannya

Andwae!!! Hei!! Jiyeon-ah!! Yaakk!! Dia bukan anakmu!! Yaaakk!!! “pekik xiumin panik berusaha mendobrak pintu, tak menghiraukan tubuhnya yang basah akibat air lumpur yang mengenainya

LUHAAANN!! Luhan-ah!! Jiyeon dalam bahaya!! LUHAAANN-AHH!! “teriak xiumin terus berusaha membuka pintu kamar itu

Sementara itu, luhan yang sibuk memilih cemilan di ruang penyimpanan makanan mendadak bingung saat mendengar seseorang memanggilnya

Luhan-ah~ Luhan-ah~

Eh? Nugu? “bingung luhan segera menghampiri lemari kecil di samping kanannya

Where is my beautiful son and daughter? Mommy’s here

Eoh? M-mwoya? “bingung luhan lagi menoleh kearah belakang

LUHAAANN!! Luhan-ah!! Jiyeon dalam bahaya!! LUHAAANN-AHH!!

Eoh?!! Xiumin-ah!!! Jiyeon-ah!! “pekik luhan langsung berlari begitu mendengar teriakan xiumin

Braaak

Arrghh “pekik luhan begitu ia menabrak pintu ruang penyimpanan yang tiba-tiba tertutup

Igaemwoya!! “kaget luhan berusaha membuka pintu itu

Braak braak braak

Ck!! Igaemwoya!! “amuk luhan panik, ia terus berusaha membuka pintu itu, ia semakin panic saat mendengar teriakan xiumin memanggil nama jiyeon

Andwae!! Jiyeon!! Xiumin!! “teriak luhan kesal, ia menatap sekeliling dan mengambil pisau daging di lemari penyimpanan peralatan masak, dengan sekuat tenaga, luhan pun menghancurkan pintu

Braaak braak

LUHAANN!! “kembali pekikan xiumin terdengar, dengan tergesa luhan terus menghancurkan pintu dan berhasil

Xiumin!! Jiyeon!! “teriak luhan yang langsung berlari ke lantai dua namun…

Mommy’s here

Seorang wanita dengan pakaian pengantin abu-abu menghadang langkah luhan dan dengan wajah pucatnya, ia tersenyum pada luhan yang terkejut bukan main

Mommy? It’s me “ucap luhan pelan dengan tatapan kosongnya

Yes you’re “ucap wanita itu menggandeng tangan kanan luhan

JIYEON-AH!! “teriak xiumin panik, ia pun semakin panik saat luhan sama sekali tak menghampirinya

a-andwae!! “pekik xiumin berlari menuju jendela di sisi kiri kamar luhan dan jiyeon saat melihat kilatan cahaya disana

MWO!! ANDWAE!! LUHAN!! JIYEON!! “teriak xiumin memukul-mukul kasar jendela, berusaha memanggil luhan dan jiyeon yang sudah digandeng wanita berbaju pengantin itu

Taptaptap

Dengan panik xiumin menuju ruang keluarga, mengambil tasnya dan membuka buku tua itu, berharap menemukan cara untuk menyelamatkan kedua chingunya ini

Catatan: Kau dapat menghentikannya dengan membalas ucapannya dalam bahasa inggris dengan aksen British.

Bruk

Xiumin dengan tergesal menutup buku itu dan berlari menuju danau

LUHAAN!! JIYEON!! ANDWAE!! “pekik xiumin berlari sekuat tenaga menuju danau, ia semakin panik saat melihat keduanya dan wanita berbaju penganting itu sudah berada di tengah danau, dengan jiyeon dan luhan yang hampi tenggelam

ANDWAE!! “teriak xiumin, dengan nafas memburu ia menatap sekeliling, tak tahu apa yang harus dilakukannya

Xiumin menatap danau didepannya dengan takut, ia mengepalkan tangannya kuat berusaha melawan rasa takutnya dan menyelamatkan kedua chingu barunya itu

A-aku akan baik-baik saja “monolog xiumin yang langsung berlari masuk ke tengah danau

ANDWAE!! “teriak xiumin begitu sang wanita menenggelamkan jiyeon dna luhan

Angelique!! They are not your child! “teriak xiumin memberanikan diri

Wanita itu pun menoleh dan menghampiri xiumin yang langsung menutup matanya

Grab my hand and listen to me “ucap xiumin dengan suara bergetar menahan takut

Wanita itu pun menggenggam tangan xiumin dan berusaha menatap mata xiumin namun gagal karena xiumin terus menutup rapat kedua matanya

Listen to me, they are not yours. Please releas them “ucap xiumin dan wanita itu pun melepaskan genggamannya

Hosh hosh hosh

M-mwoya?!! “panik luhan begitu dirinya berhasil berenang kepermukaan

Eoh!! Luhan-ah!! Syukurlah “seru xiumin dan luhan pun segera menghampiri xiumin dan menggandenganya.

Jiyeon! Mana jiyeon! “teriak luhan panik

M-molla, ia berada di sana bersamamu “ucap xiumin panik menoleh ke sekeliling

Xiumin-ah cepat ambilkan selimut! Aku akan mencari jiyeon “ucap luhan panik, xiumin segera menuju daratan dan berlari kedalam rumah

Jiyeon-ah!! JIYEON-AAHH!!! “teriak luhan frustasi, ia begitu panik saat ini

Luhan pun memutuskan untuk berenang mencari jiyeon dan dengan penerangan minim yang berasal dari arah rumahnya dan lampu taman, luhan menoleh kekiri dan kanan mencari jiyeon

Jiyeon!! “batin luhan begitu melihat kembarannya berada di dasar danau dengan wajah pucat

Luhan mempercepat renangnya dan menarik tubuh jiyeon. Ia segera melingkarkan tangan jiyeon di lehernya dan berenang ke permukaan

Hosh hosh

Jiyeon! Jiyeon-ah!! “panggil luhan panic, matanya memerah karena panic dan takut akan keadaan jiyeon

Luhan-ah~!!! “teriak xiumin yang sudah berada di tepian dengan beberapa lembar selimut

Luhan pun langsung menggendong jiyeon, berlari sekuat tenaga ketepi danau

P-palli “ucap luhan panik, keduanya pun segera menyelimuti jiyeon, xiumin pun dapat merasakan betapa dinginnya tubuh jiyeon

Jiyeon-ah~ jebal~ “gumam luhan panik berusaha menyadarkan jiyeon

Jebal “batin luhan dengan bulir air mata yang mengalir deras, xiumin yang melihatnya pun menatap cemas luhan dan jiyeon. Ia pun mengeratkan genggamannya pada tangan jiyeon yang juga sangat pucat dan dingin

Luhan pun memberikan nafas buatan, dengan wajah memerah dan bulir air mata yang tak kunjung henti, ia terus memberi nafas buatan berharap kembarannya ini akan segera sadar

Aakkkhhhh hosh hosh hosh

Jiyeon-ah~!! “teriak luhan langsung memeluk jiyeon yang masih kebingungan dan saat itu pula wajah pucatnya berangsur-angsur hilang berganti dengan wajah merah meronanya

Syukurlah jiyeon-ah~ “ucap xiumin menepuk lembut punggung luha yang terus memeluk erat jiyeon

Kau membuatku khawatir jiyeon-ah hiks “tangis luhan enggan melepas pelukannya

W-waegure? “Tanya jiyeon pelan yang terdengar seperti helaan nafas

Gwaenchana~ kajja kita harus masuk dan mengganti pakaian “ajak xiumin dan ketiganya pun segera masuk, dengan luhan yang begitu enggan melepas rangkulannya dari jiyeon

===

Aahh~ menyegarkan~ “seru jiyeon begitu ia bersama luhan dan xiumin duduk di ruang keluarga sambil menikmati secangkir coklat panas

Ne~ “angguk luhan, sejak tadi, ia terus menempel disisi jiyeon

Yak! Wae kau terus menempel padaku eoh?!! “amuk jiyeon, ia memandang sengit luhan yang hanya memasang wajah kesal

Yak! Aku khawatir babo! Kau hamper membuatku mati jantungan saat kau pingsan tadi!! “rutuk luhan menoel kepala kembarannya ini

Ck! Tapi apa perlu kau berjaga di pintu kamar mandi seperti tadi?!! “amuk jiyeon lagi, membuat xiumin yang duduk di sisi kiri jiyeon hanya menggelengkan kepalanya sambil terkekeh

Semua kembali seperti semula, taka da kerusakan atau hal-hal aneh, semua kembali normal “batin xiumin menatap seisi rumah yang masih begitu rapi tak seperti beberapa saat lalu

Yak! Aku ini khawatir! Kalau terjadi sesuatu padamu saat mandi bagaimana?!! Kau mengharapkan pangeran yang jatuh dari langit untuk menolongmu?!! “amuk luhan lagi

Ck! Bukan begitu! Kau ini!! “rutuk jiyeon balas menoel kepala luhan

Ck! Yak! Apa kau tak pernah merasa khawatir eoh? Bagaimana kalau kau terluka lagi? aku panik babo!! “rutuk luhan mendadak sendu, membuat jiyeon tercekat

Mianhae~geurigo gomawo~ sudah menyelamatkanku, xiuminnie do~ “ucap jiyeon pelan menatap sendu luhan dan beralih pada xiumin

Eoh~ kau saudaraku, aku tak akan membiarkan hal buruk terjadi padamu “terang luhan dengan suara pelan, menatap jiyeon dengan raut cemas

Keke ne~ oppa~ “ucap jiyeon merangkul lengan luhan manja

Keke oppa?! Geure~ uri dongsaeng~ “ucap luhan ikut memluk jiyeon, keduanya terkekeh membuat xiumin ikut tersenyum

Aigoo~ akhirnya kalian akur juga “ucap xiumin membuat keduanya terkekeh

Ting tong

Eoh?!! Appada~!! “pekik jiyeon langsung berlari ke pintu utama, meninggalkan luhan dan xiumin yang juga bersiap menuju pintu depan

Luhan-ah sebaiknya kita buang patung itu “ucap xiumin

Eoh! Majja! Kita buang malam ini juga “ucap luhan pelan dan keduanya pun berjalan menuju pintu depan

===

Kajja! “bisik luhan pelan, ia menoleh sekilas pada jiyeon yang sudah tertidur dan berjalan keluar bersama xiumin

Luhan dan xiumin pun segera keluar dan mengambil patung Angelique itu. Mereka pun menunggu truk pengangkut sampah yang biasa lewat pukul 10 malam dan segera membuang patung itu kedalam tong sampah

Kajja xiumin-ah “ajak luhan segera membuka pintu dan masuk saat melihat truk pengangkut samppah mengambil sampah dan langsung menghancurkannya, mereka pun dapat melihat patung itu hancur

Dan selanjutnya ini “ucap xiumin menunjuk buku tua itu, keduanya segera munuju halaman belakang dan membakar buku itu. Setelahnya mereka pun kembali masuk dan tidur.

Jiyeonnie akan baik-baik saja “bisik xiumin saat menyadari tatapan cemas luhan pada jiyeon yang tertidur di ranjang yang berhadapan dengan milik luhan

Ne~ uri dongsaeng akan baik-baik saja “ucap luhan tersenyum lembut dan keduanya pun memutuskan tidur

The Frightening Moment

The Series

Chapter 1_Angelique

THE END

 

Cha… chingudeul~ otteyo? Mianhae kalau kurang greget dan serem hehe

FF ini author buat sebagai permintaan maaf karena FF I Love My Brother dan Originalnya lama update, terutama FF I Love My Brother

Ini karena laptop author eror dan masih diperbaiki, karenanya, author belum bisa publish FF I Love My Brother

Dan sebagai gantinya, author buatkan FF Series ini, jadi di setiap chapternya akan memiliki tema-tema yang berbeda. Dan untuk tema pertama ini adalah tentang Patung bernama ‘Angelique’

Author membuatnya dalam jangka waktu sehari di computer umum kampus author keke jadi mianhamnida jika ceritanya kurang greget, keunde author harap kalian tetap menikmatinya

Semoga kalian menyukai dan menikmatinya

Komen juseyo~

Mianhamnida~ geurigo KAMSAHAMNIDA~ #lovelovelove #deepbow

 

 

 

 

26 responses to “[CHAPTER-PART 1] THE FRIGHTENING MOMENT

  1. Kren crta xa astga mnegangkn uhukk itu si luhan sma jiyeon bkin greget suka sma khebohn si kmbr trus si xiumin wlaupn dia tkut tp dia mmbrnikn dirinya buat nolong si kmbr haha ya ampun gk sbr nunggu series brktnya

    • wkwkw ne… ribut mulu nih si kembar >.< untung ada xiumin ahaha
      gomawo ne chingu udah baca dan komen,,,
      ditunggu ne series" selanjutnya wkwkw
      kamsahamnida~! #bow

  2. keren kok thor ceritanya …
    tegang trus seram nya masuk kok , itu luhan bisa jg khwatir ma dongsaeng nya keke
    xiumin untung aja bisa ngelawan tu angelique nya ..
    asik nih klo dijadiin series
    dtunggu yaa fighting

  3. Jiyeon ma lamahan kembar kayaknya cocok juga.. Seru ceritanya suia adegan si kembar yg suka ribut tapi tetep aja nempel.. Di tunggu ff lainnya

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s