[CHAPTER-PART 2] ORIGINAL

 

Original Part 1-3

ORIGINAL

Written by Angeljypark

Main Cast: Park Jiyeon | Kim Myungsoo | Park Chanyeol

Together with

Kim Jong In | Woo Tae woon | Kris Wu | Song Daehan | Yoo Seunghoo | Choi Sungmin

Genre: Family, Crime, Comedy

Rating: General | Length: Chaptered

===

ORIGINAL

Previous Story, Part 1

Jiyi-ah mian aku akan pulang senin nanti, baik-baiklah dirumah

Nan jinja saranghae~

Tunanganmu: Kim Myungsoo ^^

Apa kau memerlukan bantuanku? Apa memang kau adalah saudariku? Apa kita ditakdirkan bertemu seperti ini? Wae? “ucap jiyeon sedih tetap memandang foto jiyi yang tersenyum lebar sambil memeluk boneka beruang putih yang masih ada di kamarnya saat ini

===

ORIGINAL

– Chapter II –

Jiyeon terus menatap layar ponselnya, yang tergeletak manis di meja putih ruang tamu jiyi. Berulang kali pula ia berjalan kesana kemari dengan panik.

Aahhh~ eotheokae? Apa yang harus kukatakan pada oppa? “gerutunya. Niat awal yang berusaha ia lupakan kembali terngiang namun dengan tujuan berbeda

Menyamar menjadi jiyi, berinteraksi dengan chingu-chingunya. Mencari tahu masalah sebenarnya dan menguaknya. Apa aku harus melakukannya? Aku bahkan sudah berbicara dengan dua chingunya itu! Mereka akan curiga jika pada akhirnya mendengar kabar bahwa jiyi telah meninggal sehari sebelum mereka menghubunginya! “lagi, jiyeon bermonolog seorang diri di ruang tamu jiyi dan dengan resah mendudukan dirinya disofa putih tepat didepan ponselnya itu

Tut tut tut

Dengan kasar jiyeon mengambil ponsel putihnya, mengetik cepat nama sang oppa di sana, berniat menghubungi dan mengatakan semuanya. Namun lagi-lagi, tangannya terhenti, dahinya mengerut dan dipejamkan matanya sebentar.

Tuttuttut

Dengan cepat jiyeon menghapus nama sang oppa dari layar ponsel, mengurungkan niat untuk menghubungi oppa tercintanya.

Arrghhhh!! Eotheokhae?!!! “keluh jiyeon frustasi, ditatapnya pentri itu dan bergegas membuka kulkas, namun matanya sempat terhenti pada note yang ditinggalkan tunangan jiyi itu

Gluk gluk gluk

Jiyeon membuka kaleng jus strawberry dengan gusar dan meneguknya cepat

Ck! Eeuugghhh jika bukan karena haus dan panik aku tak akan meminum ini! Soju lebih enak “gerutu jiyeon berjalan menuju tong sampah dipinggir bak cuci piring

Sugar free ije neon sugar free~

O-ommo! “pekik jiyeon saat mendengar dering ponselnya. Dengan cepat ia berlari mengambil dan melihat nama yang tertera diponselnya

Ck! Seperti dugaanku! “gerutunya panik

Yeoboseyo? “ucap jiyeon tenang

Yak! Neo eoddisso?! Wae lama sekali eoh?! Kau sudah mengembalikannya kan?! “bentakan dan pertanyaan bertubu-tubi chanyeol membuat jiyeon kesal

Na? A-ah aku sedang dalam perjalanan pulang oppa. Sampai bertemu di rumah, annyeong “di saat bersamaan, jiyeon segera mengambil tas jiyi, merapikan sedikit sofa yang berantakan dan dengan cepat pula keluar dari sana. Berbicara langsung dengan sang oppa lebih baik daripada melalui telepon.

Fiiuhhh jika aku mengatakan yang sebenarnya tadi, ia pasti akan murka! “gerutu jiyeon sambil mengeratkan mantel hitamnya

===

Oppa?!! “teriak jiyeon begitu membuka pintu rumah

Yak! Wae lama sekali eoh?! Kau sudah me… Yak! Wae tas itu masih ada padamu eoh?! Neo jinja! “bentak chanyeol gemas langsung menarik kasar jiyeon masuk dan menutup pintu

Ck! Oppa! Bisakah sehari saja kau tak membentakku?! Dengarkan dulu penjelasanku! “balas jiyeon ikut kesal, dengan cepat ia menuju ruang tamu dan mendudukan dirinya kasar di sofa

Geure! “ucap chanyeol sambil berkacak pinggang “Ceritakan! Jika alasanmu relevan aku akan berusaha menerimanya jika tidak kau ak…

Isshh oppa! Keumanhae! Dengarkan aku! “kesal jiyeon menghentikan celotehan chanyeol yang langsung duduk di sebelahnya. Jiyeon pun mulai menceritakan setiap kejadian dari awal, termasuk pemikirannya akan masalah yang mungkin dimiliki jiyi hingga nekat bunuh diri.

Aku tak akan mencuri uangnya dan membawanya kabur. Aku akan menyamar menjadi dirinya, berusaha mencari tahu kebenarannya. Lagipula aku sudah berbicara dengan dua chingunya hari ini. Walau melalui telefon, mereka akan curiga jika mengetahui jiyi telah meninggal dimalam sebelumnya “jelas jiyeon membuat chanyeol menyandarkan dirinya kasar, memejamkan matanya dan memijat pelipisnya, berharap menemukan ketenangan

Ck! Wae jadi seperti ini?! Mianhae, karna oppa tak bisa menjagamu, semua jadi seperti ini “gumam chanyeol menyesali sikap dan kurangnya perhatian akan kebutuhan dongsaengnya, yang ia tahu hanyalah memarahi jiyeon akibat pergaulannya yang buruk akhir-akhir ini

Anhiyo oppa, akulah yang salah, hanya memikirkan uang dan uang, tanpa menyadari kau selalu memperhatikanku “ucap jiyeon pelan menatap chanyeol yang masih saja memejamkan matanya

Geure, apa yang bisa oppa lakukan untuk membantumu? “Tanya chanyeol menatap yakin jiyeon yang mulai mengembangkan senyumnya

Gomawo oppa~!!! “dengan cepat jiyeon memeluk chanyeol, membuat namja tinggi ini hanya tersenyum melihat tingkah dongsaengnya

===

Dengan langkah pasti jiyeon berjalan menyusuri area perumahan jiyi, dieratkannya mantel yang ia kenakan. Sesekali ia menutup mata dan menunduk saat angin kencang menerpa wajahnya.

Dipandangnya sekeliling perumahan, berusaha mengingat setiap detail yang ada di sana agar dengan mudah berbaur. Dahinya mengerut disaat dirinya mulai memikirkan seperti apa sosok jiyi itu.

Dimulai dengan style jiyi yang terlihat begitu feminim, rumah yang tertata dan kamar bernuansa pink lembut yang membuatnya yakin jiyi bukanlah tipikal pemberontak dan semberono seperti dirinya. Semua dilakukan dengan baik, terperinci dan rapi. Ia pun yakin jiyi adalah sosok yeoja lembut yang murah senyum dan pandai.

Diraihnya kunci rumah dari saku mantel dan dengan perlahan jiyeon membuka pintu rumah yang pagi tadi ia tinggalkan dengan tergesa. Ia pun segera masuk dan menyalakan lampu. Dengan cepat pula ia mengganti pakaiannya, tak ingin ada yang curiga dengan penampilannya yang terlihat maskulin.

Celana pendek cream dan t-shirt pink jiyi, jiyeon gunakan, berkali-kali ia menyebutkan nama yeoja itu setiap menyentuh barangnya.

Jiyi-ssi mianhae, aku masuk rumahmu, memakai pakaian dan mencampuri urusanmu. Keunde kita kembar, aku ingin membantumu. Tenanglah, aku akan berusaha semampuku. Menguak setiap masalah yang membebani dirimu, jiyi-ssi “ucap jiyeon pelan menatap foto jiyi yang ada di nakas kamarnya

Tap tap tap

Eoh? Ah~ jadi ini kamar tunangannya. Rapi sekali, ckckck mereka memang serasi “gumam jiyeon tersenyum geli

Diambilnya bingkai foto yang ada di nakas. Ia tersenyum menatap wajah bahagia keduanya disana. Jiyi yang tersenyum lebar saat mendapat pelukan hangat tunangannya itu.

Tampan, yaaahh~ sama dengan oppaku, keunde ia cerewet “gerutu jiyeon “haa~ aku tak bisa membayangkan apa yang akan terjadi padamu myungsoo-ssi, jika mengetahui kebenaran ini “gumam jiyeon sedih, memikirkan ucapannya yang seperti untuk dirinya sendiri. Jiyeon kembali meletakkan bingkai itu dan berjalan menuju ruang tamu

Sambil meminum jus strawberry yang tak begitu disukainya, ia menyalakan tv dan terus mengganti cenel tv hingga ia melihat berita mengenai kecelakaan dimana ia menjadi saksi matanya

Breaking news

Setelah melakukan penyelidikan, pihak kepolisian mampu menyimpulkan kasus yang menewaskan seorang yeoja ini. Berikut cuplikannya

 

Mata jiyeon membelalak saat melihat petugas yang sedang mengangkut jasad jiyi, bahkan selimut putih yang menutupi tubuh jiyi pun memerah akibat darah yang tak henti-hentinya mengalir. Air matanya menetes, mengingat senyum jiyi sesaat sebelum tindakan terbodoh itu dilakukannya.

 

Pihak kepolisian sejak malam hingga pagi ini telah mengumpulkan berbagai bukti dari kedua saksi mata dan juga lokasi kejadian. Berdasarkan kesaksian kedua yeoja berusia 34 dan 38 tahun ini, saat itu keduanya sedang menunggu kedatangan kereta terakhir, dengan tujuan Gangnam, begitu terkejut ketika melihat yeoja tersebut melompat kearah rel kereta.

Pihak kepolisian telah mengumumkan ciri-ciri fisik yeoja tersebut. Dan sore hari ini, pukul 16.37 pihak keluarga telah tiba untuk memeriksa kebenaran identitas yeoja tersebut. Berdasarkan informasi pihak keluarga, dikenali identitas yeoja tersebut yang bernama lengkap Park Jiyeon.

Saudara satu-satunya, Park Chanyeol bersama pihak kepolisian telah sepakat untuk menghentikan penyelidikan. Berdasarkan bukti di TKP dan saksi mata, disimpulkan bahwa kematian Jiyeon-ssi murni adalah tindakan bunuh diri.

Demikian breaking news malam ini.

 

Jiyeon menutup matanya, menahan air mata yang hampir keluar, kembali ditatapnya foto jiyi yang tertempel di pintu kulkas, perlahan-lahan senyumnya mengembang walau terlihat memilukan. Pandangannya kembali teralih saat mendapati sang oppa meneleponnya

Yeoboseyo oppa? “ucapnya pelan berusaha tak terdengar sedih

Jiyeon-ah semua sudah kuurus. Baik-baiklah disana, oppa tak ingin kau terluka, arraso “ucap chanyeol dengan nada membentak khasnya, namun kali ini terdengar nada kekhawatiran dan memohon disana, membuat jiyeon kembali meneteskan air matanya

Ne oppa, oppa kau pun baik-baiklah disana ne~ makanlah makanan yang menyehatkan, jangan hanya soju dan kacang saja! Belilah sayuran dan daging! Kau pantas mendapatkannya “ucap jiyeon pula dengan nada cuek khasnya, hingga membuatnya tersenyum saat mendengar cekikikan pelan chanyeol

Ne~ nan arra! Kau istirahatlah, hubungi oppa jika kau membutuhkan sesuatu! Arraso! Saranghae “ucap chanyeol mengakhiri panggilannya

Ne~ nado saranghae oppa, baik-baiklah di rumah! Annyeong “ucap jiyeon ikut mengakhiri telfonnya

===

7.30 AM

Teuleuleu~

Ck! Arrghh aku mengantuk!! “gerutu jiyeon menyingkirkan selimut yang menutupi wajahnya, mencari ponsel jiyi yang ia letakkan di nakas sebelah kiri

Ne~, yeoboseyo~ “ucapnya dengan suara serak khas bangun tidur

Yak! Jiyi-ah! Cepatlah bersiap! Aku menunggumu didepan 15 menit lagi! “teriak seorang namja terdengar begitu semangat

Eoh? Ah~ ne ne! aku akan bersiap “jawab jiyeon sedikit terkejut, ditatapnya sebentar nama yang tertulis di layar ponsel membuatnya tersadar akan janji chingu jiyi itu untuk menjemputnya pagi ini

Dengan segera jiyeon beranjak menuju kamar mandi, setelahnya dengan bergegas pula dipakainya pakaian milik jiyi yang terkesan formal namun casual, dengan cepat diraihnya tas berwarna abu-abu milik jiyi, jiyeon sengaja mengganti tas jiyi dengan koleksi tas lain, walau bagaimana pun ta situ tetap mengingatkannya pada kejadian sabtu malam lalu itu.

Dengan cepat jiyeon menutup pintu rumah jiyi, ditatapnya sekeliling sambil berjalan menuju pagar depan dan terhenti ketika sebuah mobil hitam berhenti tepat didepannya

Tepat sekali! Kajja jiyi-ah! Kita akan terlambat kekantor “ucap namja itu

Eoh? Ka-kantor? M-mwo? A-ah n-ne “dengan terkejut jiyeon segera masuk dan menatap isi mobil namja ini, matanya terhenti pada sebuah berkas yang bertuliskan nama pemiliknya, Taewoon.

Tae-woon” gumamnya pelan membuat namja itu menatapnya

Wae? Kau tak biasanya memanggilku begitu “seru taewoon tetap memamerkan senyumnya walau fokus menyetir

Haha anhiyo, hanya ingin mengucapkannya saja monkey-ah “tawa jiyeon berusaha tenang, menggunakan ingatan akan nama yang tertulis di ponsel jiyi, ia nekat menyebutkannya

Hahaha kau ini! Ingatlah nanti jangan gugup, tenang dan ingatlah detail kejadian 3 hari lalu dengan baik dan runtun, mereka akan menanyakan banyak hal padamu, keunde jangan gugup “nasihat taewoon membuat jiyeon mengerutkan dahinya, namun matanya membelalak kaget saat taewoon memasuki kawasan kantor detektif

E-eoh? A-ah n-ne, ne monkey-ah “ucap jiyeon berusaha menenangkan dirinya yang begitu terkejut

Kajja jiyi-ah! Ketua tim juga kepala kepolisian dan pemimpin lainnya sudah menunggumu “ucap taewoon meraih bahu jiyeon berusaha menyemangati yeoja yang disangka chingunya ini

Annyeong jiyi-ah! Fighting! Kami tahu kau tak bersalah, jelaskan saja secara detail kejadian salah tembak waktu itu, mereka akan mengerti dan akan menugaskanmu kembali “ucap seorang yeoja dengan suara khas yang menenangkan

N-ne? a-ah ne, s-soyeon “ucap jiyeon sambil mencari jalan keluar, ditatapnya nametag yeoja itu dan berusaha terlihat akrab

Keke apa kau begitu gugup? Kau bahkan tak memanggilku unnie seperti biasanya. Keunde tenanglah ne~ “beritahu soyeon tanpa curiga sedikitpun dan kembali mengerjakan laporan yang tertunda karena kedatangan jiyeon yang dikiranya jiyi

Noona~ galke~ “pamit taewoon mendapat anggukan soyeon “kajja! “ajaknya lagi mulai serius, nampak pula wajah khawatirnya saat ini

Annyeonghasimnika ketua tim Wu! “sapa taewoon sambil membungkuk diikuti jiyeon pada seorang namja tinggi berwajah dingin

Ne, annyeonghaseyo. Kim jiyi! Jangan gugup dan katakan secara detail kejadian waktu itu pada kami, ingatlah! Nasibmu sebagai detektif dipertaruhkan dalam pertemuan ini “ucapnya serius

N-ne ketua tim “ucap jiyeon mengikuti panggilan taewoon padanya. Dirinya masih terlalu shock dengan kejadian ini

Masuklah “ucap ketua tim yang lebih dulu masuk menyapa pemimpin lainnya

Kajja! Palli masuklah aku akan menunggu disini “ucap taewoon mendorong punggung jiyeon lembut

Aarrghhhh eotheokhae!!! “batin jiyeon panik, matanya menatap sekeliling berusaha menemukan jalan keluar untuk masalah mendadak ini

Chankamanyo! “ucap jiyeon sedikit keras membuat ketua tim mereka yang baru saja menunduk hormat pada para pemimpin menatapnya

W-wae? “bingung taewoon

A-aku ingin ketoilet dulu “ucap jiyeon pelan dan terkejut saat ketua tim mereka sudah berada disampingnya

Palli! Dan cepat kembali, mereka memiliki banyak pekerjaan lain “ucap sang ketua menatap para pemimpin yang sedang berbicara begitu serius di balik pintu kaca

N-ne, kamsahamnida “jiyeon segera membungkuk, ia pun langsung melangkah menuju toilet

Jiyi-ah! “panggilan taewoon yang berdiri bersama sang ketua membuat jiyeon menoleh

N-ne? W-waeyo? “tanyanya sambil melirik sang ketua yang menatapnya tanpa ekspresi

T-toiletnya disana “ucap taewoon bingung, menunjuk arah berlawanan dengan yang jiyeon tuju

Eoh? A-ah n-ne a-aku terlalu gugup! Mi-mianhae! “dengan cepat jiyeon melangkah menuju toilet

Ck!! Aah~ eotheokhae!! “gumam jiyeon panik, ia segera mengecek toilet berharap tak ada siapapun disana, dengan cepat ia membasuh wajahnya, menatap wajah paniknya dicermin dan tak lama manik matanya terhenti pada wastafel didepannya

Gluk gluk gluk

Dengan cepat jiyeon meminum sabun pencuci tangan yang ada disamping wastafel, berharap ia akan segera pingsan atau hal buruk lainnya terjadi padanya, dengan begitu penyelidikan ini akan dihentikan sementara dan ia bisa mempelajari kasus yang melibatkan jiyi.

Uueeekkk arrghhh!!! “desahan mual terdengar, jiyeon meletakkan kembali botol sabun itu dan mencuci wajahnya sebelum keluar dan menemui taewoon juga ketua tim berwajah dingin itu

Ck! Wae kau lama sekali eoh?! “cerocos taewoon menarik jiyeon menuju ruang interogasi tadi

M-mianhae! A-aku gugup! Kau tahu kan! “ucap jiyeon ikut kesal, ia berharap tubuhnya segera menunjukkan reaksi atas apa yang ia lakukan tadi

tap tap tap

Langkah ragu jiyeon yang ditimbulkan boot coklat milik jiyi terdengar, mengalihkan pandangan para pemimpin juga ketua timnya yang sedang berbincang

A-annyeonghasimnika “sapa jiyeon menunduk hormat

Ne, annyeonghaseyo, duduklah “ucap seorang namja paruh baya dengan pakaian kepolisian

N-ne “ucap jiyeon ragu dan duduk dengan cepat, ia kembali risih saat ketua tim mereka terus menatapnya tanpa ekspresi

Perkenalkan dirimu terlebih dulu “ucap sang ketua tim menunjuk microphone didepan jiyeon

N-ne! A-annyeonghasimnika, Kim Jiyi imnida, detektif “ucapnya sesuai yang dikatakan taewoon, namja itu khawatir jiyeon tak bisa memperkenalkan dirinya dengan baik

Ne, kim Jiyi-ssi bisa kau ceritakan kejadian saat itu? “Tanya seorang lagi yang ia tahu adalah pemimpin utama detektif ditempat ini, berdasarkan tulisan yang ada di depan mejanya

N-ne! hhuuuuueeekkkk aarrghhh!!! “seperti sebuah keberuntungan, bahan kimia itu bereaksi, ia memuntahkan isi perutnya membuat mereka semua terkejut bahkan keterkejutan itu terlihat dari wajah dingin ketua mereka

Kim Jiyi! “teriak ketua timnya segera menggendong jiyeon yang mendadak pingsan

O-ommo! “panik taewoon juga beberapa detektif lainnya yang berada disekitar ruang interogasi

Bawa ia kerumah sakit! “perintah ketua tim memberikan jiyeon pada taewoon dan kembali masuk dengan tergesa ke dalam ruangan

Mianhamida atas kejadian tak menyenangkan ini, saya akan mengurus ini, dan juga pertemuan ulang untuk interogasi atas kasus Kim Jiyi-ssi “ucap ketua wu sambil menunduk hormat

Ne, gwaenchana, keunde sebelum kau mengadakan pertemuan, perhatikan kesehatan dan kesiapan anggotamu, agar tak terjadi hal seperti ini “pesan pemimpin detektif mereka

N-ne pemimpin Park “ucapnya sopan dan kembali menunduk hormat saat mereka semua keluar ruangan

Setelah mereka keluar, dengan cepat ia raih ponselnya, menghubungi taewoon

Neo eoddisso? “tanyanya melangkah cepat menuju mobil

Perjalanan menuju rumah sakit seoul “ucap taewoon terdengar lebih akrab

Aku akan kesana, jaga ia dengan baik “pesannya menjalankan mobilnya cepat

Ne, kris-ah! Apa yang terjadi eoh?! “Tanya taewoon

Ck! Akan kujelaskan saat kita bertemu, cepat antarkan ia “perintah kris panik

Ne ne ne! kris-ah! “panggil taewoon “Eoh! Wae! ”jawab kris yang masih berkonsentrasi menyetir

Lupakan, ia memiliki kekasih! Ah anhi! Ia memiliki tunangan “ucap taewoon membuat kris kesal

Yak! Berhenti menyinggung statusnya! Cepat antarkan ia dan tangani secepatnya! “bentak kris mematikan sambungan telfon sebelun namja itu menyahut lagi

====
Kling

Tap tap tap

Ckleek

Bruuk

Suara ramai ditimbulkan oleh seorang namja saat memasuki rumah minimalis itu, membuat keheningan disana terganggu

Diletakkan koper hitam miliknya diruang tamu dan mendudukkan dirinya cepat. Wajahnya kacau akibat kelelahan, namun tak mengurangi ketampanannya. Ia pun menatap foto yeoja yang ada di dekatnya dan membuatnya tersenyum.

Jiyi-ah oppada~ “ucapnya lembut, kembali bangkit berdiri dan bergegas menuju kamar, membersihkan diri dan beristirahat

===

Uhhuukk uhhhukkk arrghhh uuhhuukk eeeuunnnghhh

Erangan kesakitan terus keluar saat jiyeon dibawa menuju ruang ICU, taewoon yang melihatnya terus menatap khawatir, berharap rekan timnya ini selamat.

Bertahanlah jiyi-ah “ucap taewoon ikut mendorong ranjang yang ditempati jiyeon

Jiyeon dengan pandangannya yang mengabur menatap taewoon, dan saat nama jiyi disebut ia tersenyum, mendadak wajah khawatir taewoon berubah menjadi tatapan sendu chanyeol, sang oppa.

O-oppa “gumamnya sangat pelan bahkan terdengar seperti helaan nafas

Kami akan menangani ini “ucap seorang perawat membuat taewoon melepaskan genggamannya pada ranjang dorong jiyeon, menatap khawatir yeoja yang dikira chingunya itu

===

Braakkk

Taptaptap

Dengan tergesa-gesa kris memarkir mobilnya, membuka dan menutup kasar pintu mobil dan dengan cepat ia berlari menuju ruang ICU yang dikatakan taewoon

Taewoon-ah! O-otte? Jiyi eoddiso? “tanyanya bertubi-tubi pada taewoon yang sedang duduk dengan gelisah

Mollayo kris-ah, ia masih disana “ucap taewoon memandang pintu didepannya yang belum terbuka sejak tadi

===

O-ommo! Aaghhh “erang myungsoo pelan saat dirinya akan mengambil minuman di kulkas. Dadanya terasa sesak membuatnya sulit bernafas.

Ia pun menatap foto dirinya dan jiyi yang tertempel dipintu kulkas, namun saat menatap wajah bahagia jiyi, perasaan aneh pun muncul, membuat foto yang diambil keduanya terasa asing baginya

jiyi-ah~ “gumamnya saat sakit itu berangsur hilang

TO BE CONTINUE

Annyeong chingudeul~

Angeljypark is back ^_^

Keunde,,, mianhamnida~ #reallydeepbow myungsoo baru sedikit munculnya, karena part awal-awal ini menceritakan tentang bagaimana jiyeon beradaptasi dengan kehidupan barunya

sekali lagi Mianhamnida~

Author harap kalian tetap berkenan membaca FF ini…

komen juseyo~

Kamsahamnida chingudeul~

SARANGHAE~ #lovelovelove

43 responses to “[CHAPTER-PART 2] ORIGINAL

  1. wuah jincha daebak thor. ehm jiyeon ampe segitunya minum sabun saking gugupnya. kalo gmana2 nnti gimana coba (?). moga aja nggak knapa2 tuh jiyeonnnya. ehm jiyi jd seorang detektif. ada kasus salah tembak? apa itu jiyi ikut terkait juga? dan itu myungsoo kenapa. sakitkah?. makin penasaran. izin bca next part ne.
    fighting n keep writing ^-^

    • hehe iya… nekat banget ini jiyeon ahaha
      gomawo ne udah mampir baca dan komen…
      ditunggu ne kelanjutan”nya
      gomawo…. geurigo neodo fighting ^_^
      kamsahamnida~ #bow

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s