[CHAPTER] IT’S CRAZY #8

image

Poster by :HRa@HighSchoolGraphics (thanks ^^)

Author : Park Eun Ji
Main Cast:
Bae Suzy (MISS A)
Kim Myung Soo (INFINITE)
Yook Sung Jae (BTOB)
Yoo Young Jae (B.A.P)
Cameo:
Suprise for you ;)

Genre : Romance, School-life
Rating : PG-13
Disclaimer : All cast belong to God and his/herself :)

Plot?Mine! :)

Previous : #BREAKUP ~#CRAZYDAY~ #CONFUSED~ #ESPERANZA ~ #WHATADAY ~ #WHICHONE ~ LOSER

©2016

ENJOY \^^/

CHAPTER 8
#CONFESSION

Aku menaiki bis selanjutnya yang menuju ke sekolahku. Dengan pikiran penuh dengan kejadian tadi aku duduk di salah satu bangku. Tindakanku barusan sangat kekanakan dan terang-terangan sekali. Kenapa aku harus menghindari Myungsoo? Toh, aku bisa pura-pura tidak memikirkan pesan dari Sora dan pura-pura tidak terjadi apa-apa semalam.

Kemudian aku berpikir kembali, kepura-puraan hanya akan menimbulkan kebohongan yang tiada habisnya.

Ponselku bergetar, menandakan ada pesan masuk. Aku membukanya, dari Myungsoo.

Kau baik-baik saja?

Aku terpaku menatap pesan dari Myungsoo. Padahal dia begitu baik padaku, tapi aku malah menghindarinya. Lagipula, aku belum tahu bagaimana perasaan Myungsoo ataupun Sungjae. Bisa saja mereka tidak punya perasaan apa-apa terhadapku. Konyol sekali aku ini.

Aku membalas pesan singkat Myungsoo dan memainkan tanganku yang kosong. Tunggu, kenapa barang di tanganku menghilang? Apa aku meninggalkannya di halte?

” Apa kau tidak menyadariku sejak tadi? ” Sungjae –yang ternyata sudah duduk di sebelahku- bertanya sambil memegang barangku yang super banyak setelah memperhatikanku yang panik karena sibuk mencari. Apa aku menyerahkannya? Apa Sungjae yang membawakannya?
” Ah, maaf. Pikiranku sedang kalut. ” Aku mengambil barang-barangku di pangkuannya, tapi Sungjae mencegahnya.
” Tadi aku sudah mengatakan akan membawakannya sampai ke sekolah. Kau hanya memandangku dengan pandangan kosong saja. Kau tidak apa-apa? ” Sungjae akhirnya membiarkanku membawanya sebagian. Ini pekerjaanku, mana bisa aku dengan santainya membiarkan orang lain membantu semuanya?
Aku mengangkat bahu. Kurasa aku sedang tidak dalam kondisi baik sehingga memikirkan sesuatu secara berlebihan. Seperti perkataan Sora kemarin malam.

” Jangan memaksakan diri. Nanti akan merepotkan dirimu sendiri.” Sungjae memandang keluar jendela, terdapat pemandangan toko-toko yang berganti dengan cepat. Sangat cocok untuk menggambarkan pikiranku yang rumit seperti sekarang.
” Aku hanya perlu datang ke sekolah dan menghias kelas. ” Aku mencoba untuk tersenyum. Semoga dengan begitu, aku bisa mendapat sedikit pengalihan pikiran. Lagipula, ini acara yang cukup besar, aku harus fokus dan melakukan yang terbaik.
” Kalau ada sesuatu yang mengganjal keluarkan saja. Walaupun aku bukan pemberi solusi yang baik tapi aku cukup baik dalam mendengar. Aku sudah pernah bilang begitu bukan? ” Sungjae tersenyum khawatir, aku masih mempertahankan senyumanku untuk membuktikan bahwa aku benar-benar tidak apa-apa.

Setelah Sungjae datang ke kelasku sambil membantuku membawa perlengkapan, Seolhyun langsung heboh menghampiriku.

” Omo, dia benar-benar pria sejati. Youngjae, contoh sedikit sikap Sungjae. Lebih peka sedikit. ” Seolhyun menyenggol lengan Youngjae yang sedang membuat origami dengan kertas warna-warni. Youngjae langsung menerbangkan pesawat kertas yang baru ia buat ke Seolhyun, yang tidak dapat menghindar karena jarak yang terlalu dekat, pesawat tersebut sukses mengenai dahinya. ” Jangan bicara yang aneh-aneh. Ayo bantu aku melipatnya. ” Youngjae mengulurkan beberapa lembar kertas pada Seolhyun yang di respon dengan juluran lidah. Seolhyun langsung meninggalkan Youngjae untuk memasang alas pada meja kelas yang akan digunakan sebagai meja restoran.
Aku mengambil kertas yang tadinya hendak diberikan kepada Seolhyun, merasa lucu sekaligus tidak tega kepada Youngjae yang terbengong di tinggal Seolhyun. Kemudian, aku duduk di sebelah Youngjae untuk membuat origami yang akan dijadikan sebagai hiasan di meja. Perlengkapan yang aku –dan Sungjae- bawa sudah diberikan kepada Naeun untuk dikerjakan bersama yang lain.

” Kemarin aku bertemu Sora. ” Aku menerbangkan pesawat yang jatuh karena mengenai dahi Seolhyun. Pesawat itu jatuh mengenai kepala Jaebum, ia menoleh, mencari-cari siapa pelakunya dengan tampang super kusut dan wajah penuh dengan cat karena sedang mendesain papan untuk dipajang di depan kelas. Aku langsung menengok kaku ke arah Youngjae, takut dimarahi oleh Jaebum karena sepertinya suasana hatinya sedang buruk.
” Siapa Sora? ” Youngjae –yang tidak menyadari kejadian barusan- bertanya sambil memainkan sebuah burung bangau kertas berwarna kuning.
” Orang yang kita lihat di kafe waktu itu, yang membuatku menjadi salah paham dengan Myungsoo. ” Aku menaruh lipatanku di sebuah kardus kecil tempat dimana semua origami dikumpulkan.
” Apa yang ia katakan? Apa ia berbicara kasar denganmu? ” Ekspresi Youngjae langsung berubah menjadi dingin. Tampaknya ia masih tidak senang karena melihatku bertengkar dengan Myungsoo karena wanita itu walaupun aku sudah menceritakan yang sebenarnya.
Aku menggeleng keras, membantah pertanyaan Youngjae. ” Dia sangat baik. Sora berpesan padaku untuk…” Aku terdiam sejenak, merasa kembali terbebani dengan perkataan itu. ” Menjaga Myungsoo agar selalu bahagia. ”
Youngjae tersenyum sinis. “Aku tidak mengerti apa yang ia pikirkan saat berpesan seperti itu padamu.”

Sama seperti Youngjae, aku juga tidak mengerti apa tujuannya. Aku hanyalah mantan pacar Myungsoo. Apa yang ia bisa harapkan dari seorang mantan kekasih?

Youngjae menaruh burung bangau terakhirnya di kardus, ia berkata sebelum menghampiri Haeri yang memanggilnya. ” Dengar, aku tidak biasanya memberikan kata-kata seperti ini. Dengarlah kata hatimu Suzy, kau tidak perlu memikirkan kata-kata itu. ”

Bagaimana bisa aku mendengarkan kata hatiku jika aku masih bimbang seperti ini?

                                                                                                       IT’S CRAZY
   
Aku tidak bisa menutup mulutku ketika mengamati seluruh isi kelas yang telah berubah menjadi sebuah kafe. Papan kayu yang digambari oleh Jaebum yang bertuliskan ‘Memory Cafe’ diletakkan di depan kelas. Papan tulis di depan kelas sudah dipenuhi puluhan lembar foto polaroid. Setelah kuamati, itu adalah foto-foto dari pertama kali kami masuk kelas sampai ke proses pembuatan kafe ini. Ah, ini pasti koleksi dari Hayi. Gadis berkuncir kuda itu gemar sekali membawa kamera instax ke sekolah. Di pojok kelas dekat papan tulis, meja kelas sudah disusun dan dihias sedemikian rupa sehingga membentuk sebuah bar bertema vintage. Di tempat itu, Jiyoon bersama Yura dan Hyeri akan membuat minuman dan makanan yang dipesan. Dinding kelas sudah ditempel berbagai macam origami berbagai warna. Kertas warna-warni berisi daftar menu sudah ditaruh di masing-masing meja. Ini benar-benar keren.

” Bersiaplah Suzy! Sebentar lagi kafe akan dibuka.” Naeun menepuk pundakku. Aku langsung merapihkan seragam sekolahku, siap untuk melayani pelanggan bersama Seolhyun dan beberapa teman. Naeun melongok ke luar melalui jendela yang ada di pintu kelas. Semua tidak ada yang bicara, menunggu reaksi Naeun. Gadis berkuncir samping itu melihat ke arah kami semua sambil mengacungkan jempolnya. Bagus, itu berarti banyak pelanggan yang akan masuk ke sini.

” Ayo cepat Naeun!” Chaerin berseru dengan antusias. Naeun membuka pintu kelas dan banyak orang yang langsung memasuki kafe ini.

Aku tercengang, orang yang datang cukup banyak. Ternyata promosi melalui media sosial sangat efektif. Pemilihan Taehyung dan Jackson sebagai orang yang mempromosikan kafe ini tidak sia-sia. Selain sangat berisik, dua orang yang selalu bersama itu sangat aktif di media sosial apapun.

” Aku mau sandwich ayam!”
” Milkshake coklat satu!”
” Jus jeruk dan satu gelas vanilla latte!”

Seruan-seruan itu berbaur dengan orang-orang yang mengobrol dengan seru. Di salah satu meja, Hayi sedang memotret beberapa orang dari sekolah lain. Selain makanan dan minuman, orang yang berkunjung ke sini juga dapat berfoto dan hasil fotonya dapat dibawa pulang atau ditempel di papan tulis kelas. Aku senang kafe ini berjalan sesuai konsepnya, dimana kafe ini akan meninggalkan memori yang berkesan bagi orang yang mengunjunginya.

Saat aku selesai mengelap meja, Sungjae datang. Ia melihat-lihat foto di papan tulis dengan menahan tawa.

” Lihatlah wajahmu di sini. Lucu sekali.” Sungjae menunjuk sebuah foto ketika aku menghampirinya. Ah aku ingat foto itu, saat itu moodku sedang tidak bagus sehingga saat Hayi memintaku untuk berfoto aku malah meleletkan lidah dengan mata dijerengkan dan mendorong hidungku dengan jari telunjuk sehingga hidungku terlihat seperti hidung babi.
” Astaga, memalukan sekali.” Aku hendak mengambil foto itu tapi kemudian Naeun memelototiku, mencegahku untuk merusak properti kafe.

Klining. Klining. Klining.

” Happy Hour! Pelanggan boleh meminta apa saja kepada pelayan yang terdekat! Tapi ingat, jangan permintaan yang macam-macam ya~” Naeun berkata dengan ceria setelah membunyikan bel untuk menarik perhatian -dan juga memelototiku-.
Suasana kafe langsung berubah jadi ramai. Aku melihat Yoojung yang tak jauh dariku sedang melakukan selfie dengan mimik muka yang aneh bersama pelanggan yang sedang dilayaninya, lalu Ahreum yang sedang memeluk seorang pelanggan wanita yang tampak menangis, dan juga…

” Aku boleh meminta apa saja kan?” Sungjae bertanya padaku yang sedang sibuk memperhatikan suasana yang semakin ramai karena Joohyuk sedang bernyanyi lagu APink bersama para pelanggan pria.
” Kau kan bukan pelanggan di sini.” Aku berkata datar, membuat Sungjae mengangkat minuman miliknya, yang merupakan salah satu minuman yang dibuat di kafe ini.
” Baiklah baiklah. Apa permintaanmu?” Aku bertanya dengan wajah seramah mungkin. Seperti yang seharusnya kulakukan.
” Jawablah dengan jujur dan cepat 3 pertanyaanku ini.” Sungjae mengatakan permintaannya.
Arraseo.” Aku mengangguk, sangat siap menjawab pertanyaan yang akan diberikan Sungjae.

” Kau lelah?”
” Sangat.” Itu pertanyaan yang tidak memerlukan jawaban. Aku sudah bekerja selama beberapa jam tanpa duduk, bisa dipastikan kakiku sangat pegal

” Kau suka kembang api?”

Bagiku, kembang api adalah hal sederhana yang paling menakjubkan. Cahaya kembang api yang menyatu dengan gelapnya malam seolah-olah memberi kekuatan bagi orang yang melihatnya. Kekuatan yang membuat semua beban pikiran hilang dan kekuatan yang membuat tenang sekaligus senang. Seperti itu.

” Aku menyukainya.” Aku menjawab tanpa perlu berpikir dua kali. Bagaimana bisa aku mengatakan tidak menyukai kembang api?

” Apa kau mau menonton pertunjukan kembang api nanti bersamaku?”

Kembang api adalah salah satu hal favoritku. Tapi menontonnya di saat lelah, efek ajaib itu tidak dapat dirasakan. Kurasa aku akan langsung pulang setelah ini. Namun, ada sedikit bagian diriku yang tetap menginginkan menonton pertunjukan kembang api itu.

” Aku tidak dapat memastikan.” Aku akhirnya memberi jawaban yang ambigu pada Sungjae.
“Kau harus memberikan jawaban yang pasti.” Sungjae menuntut sambil meminum habis minumannya sampai menimbulkan bunyi.
” Mungkin.”

Wajah Sungjae berubah cerah, ia menyerahkan gelas minumannya padaku ” Sampai jumpa nanti.” Lalu ia pergi menyapa temannya yang baru saja melewati kelas kami lalu menghilang begitu saja.

                                                        IT’S CRAZY

Waktu sudah menunjukkan jam 6 sore, semua orang sudah berkumpul di lapangan olahraga untuk melihat pertunjukan kembang api sebagai penutup acara. Kelas kami tidak menjadi pemenang, namun aku senang karena seisi kelas menjadi lebih kompak dan solidaritasnya meningkat berkat acara ini.

Seolhyun menghilang bersama Joohyuk sehingga hanya aku dan Youngjae yang menonton kembang api berbaur dengan yang lain. Aku tidak menyangka, Joohyuk yang perhatiannya hanya terpusat pada girlband bisa mendekati Seolhyun. Kuharap mereka bisa lebih dekat lagi.

” Akhirnya aku menemukanmu. Ponselmu tidak aktif ya? Aku mengirimu pesan loh. Ah itu tidak penting, ayo ikut aku. Yoojung, temani Youngjae ok.” Sungjae tiba-tiba datang dan menarik tanganku. Aku melambai singkat pada Youngjae dan Yoojung. Bisa kulihat wajah Yoojung agak sedikit memerah, kurasa ia menyukai Youngjae. Baguslah, Yoojung orang yang menyenangkan. Kurasa akan cocok dengan Youngjae.
” Hei, kenapa malah masuk ke dalam sekolah?” Aku menghentikan langkahku dan melepas genggaman tangan Sungjae. Gedung sekolah bisa dipastikan sudah tidak ada orang, dan kau tahu betapa menyeramkannya bangunan tidak berpenghuni.
Sungjae ikut menghentikan langkahnya, ia berbalik menghadapku. ” Jangan takut. Ada aku yang menemanimu.”

Ucapan Sungjae seperti sihir yang menenangkan, seketika rasa takutku menghilang. Kemudian ia tersenyum dan kembali menggenggam tanganku. ” Ayo, kita menuju tempat yang terbaik untuk melihat kembang apinya.”

” Tada~” Sungjae merentangkan tangannya, menunjukkan atap sekolah kepadaku. Aku yang terengah-engah karena menaiki gedung setinggi 3 lantai dengan tangga sambil berlari hanya bisa terdiam sambil bersandar pada pagar pembatas.

Psyung.

Satu kembang api berwarna hijau meledak di udara, disusul dengan kembang api berbagai warna lainnya. Cahaya berbagai warna itu benar-benar memancarkan pesonanya di langit yang gelap. Aku sangat terpukau sampai-sampai tidak merasakan rasa lelah lagi.

Daebak, sangat indah.” Aku berkata sambil memandang kembang api yang terus menari menerangi langit malam.
” Benar kan? Tempat ini adalah yang terbaik untuk menikmati kembang api seperti ini.” Sungjae membanggakan dirinya. Aku mengangguk, tidak membantah ucapan Sungjae.

Entah sudah berapa lama aku mengamati kembang api yang seperti tidak ada habisnya. Pasti biaya yang dikeluarkan tidak sedikit. Tunggu, Sungjae tidak bersuara sejak tadi. Apa ia menjahiliku dengan meninggalkanku sendirian di sini?

Aku menengok, ternyata Sungjae masih berada di sampingku. Mengamatiku dengan tatapan yang sulit untuk diartikan. Aku kembali menatap langit yang masih dipenuhi oleh kembang api berbagai warna. ” Lihatlah kembang apinya, indah se-”

Aku tidak dapat melanjutkan perkataanku karena Sungjae tiba-tiba mencium pipiku.  Ciumannya hanya sebentar, namun terasa lembut dan juga hangat.

Aku menengok kaku ke arah Sungjae yang menatapku dengan kikuk. ” Maaf, aku tidak menyadarinya. Maksudku, hatiku tergerak begitu saja. Ah pokoknya maafkan aku. Tolong lupakan kejadian tadi ya?” Sungjae berkata dengan panik.
Aku yang masih terkejut hanya mengangguk kaku. ” Aku harus kembali ke Youngjae. Sampai bertemu lagi kalau begitu.” Aku berbalik namun Sungjae menahan lenganku dan menarikku ke dalam pelukannya dengan perlahan
” Aku menyukaimu.”
Suara Sungjae terdengar sangat pelan, hampir menyerupai bisikan. Tapi aku dapat mendengarnya dengan jelas.
” Mungkin setelah ini kau tidak mau bertemu denganku lagi. Tapi setidaknya aku sudah mengatakan perasaan yang mengganjal di hatiku.” Sungjae melepaskan pelukannya dan menatapku dengan tenang. ” Terima kasih sudah menemaniku malam ini, Suzy.” Ia tersenyum, senyum yang terlihat tulus juga membuat siapapun yang melihatnya merasa sakit.
” Maaf.” Itulah satu-satunya kata yang dapat kukatakan kepada Sungjae. Aku tidak tahu apa yang kurasakan sekarang. Senang,bimbang, entahlah. Semuanya menjadi tidak jelas karena terlalu banyak.
Sungjae mencoba untuk tertawa, namun tidak berhasil sehingga tawanya terdengar sumbang. ” Kau ini bicara apa? Seharusnya aku yang minta maaf padamu karena tindakan egoisku membuat semuanya menjadi canggung. Tolong abaikan saja pernyataan cintaku tadi.” Ia tersenyum lebar.

Senyuman itu justru membuatku semakin bersalah. Bagaimana bisa aku mengabaikannya? Perasaan seseorang bukanlah sesuatu yang bisa diabaikan dengan mudah. Aku tahu rasanya diabaikan, dan itu menyakitkan sekali. Jauh lebih menyakitkan daripada berjalan di atas bara api dengan kaki telanjang.
-TBC-

A/N : Annyeong~ Jarang banget kan aku bisa update di Weekday?kekeke~ #okegakpenting. Update selanjutnya sekitar 2/3/4 minggu lagi ya haha #authorlabil #lagiuts Hmm, oh ya aku mau bikin FF chapter baru nih menggantikan IT’S CRAZY TT sedikit spoiler nih ada Taehyung a.k.a V BTS!😄 #girangsendiri. Gamsahamnida~ Have a great day~ semangat ya yang lagi uts atau ujian!^°^v

3 responses to “[CHAPTER] IT’S CRAZY #8

  1. Pingback: [CHAPTER] IT’S CRAZY #10 | High School Fanfiction·

  2. Pingback: [CHAPTER] IT’S CRAZY #9 | High School Fanfiction·

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s