[CHAPTER-PART 5] I Love My Brother

I Love My Brother

I Love My Brother

Written by Angeljypark

Park Jiyeon | Park Chanyeol | Oh Sehun | Kim Jong In | Kris Wu | Kim Taehee | Park Yoochun | Park Minyoung

Family | Friendship | Romance | Chaptered

===

I Love My Brother

Even though you’re annoying and always distract me with all trouble you’re make. You’re still my brother and I love you.

Previous Story, Part 4

Unnie~ “panggil minyoung lembut memeluk taehee

Yeonnie~ minyoung-ah yeonnie~ “tangis taehee ikut memeluk minyoung yang memandang cemas kearah yoochun, seakan bertanya apa yang harus dilakukan

Aah~ Kris-ah~ Illuwa~ “panggilnya memberikan senyum ngerinya pada kris yang menatap tajam dirinya

Wajah kris berubah sangat kesal, dengan darah dan luka lebam yang masih begitu jelas terlihat, ia menutup kasar pintu ruang bawah tanah, membiarkan yeoja itu terbaring sekarat

===

I Love My Brother

– Part 5 –

Uhuuk uhhukk

Ck! “chanyeol dengan enggan bangun dari tidurnya dan terduduk kesal, kepalanya pening dan tubuhnya yang belum sepenuhnya pulih pun begitu lelah. Mengingat seharian kemarin ia habiskan berpesta dengan chingu-chingunya di bangunan tua tempat biasa ia tidur dan pada akhirnya berdebat dengan jiyeon, benar-benar membuatnya kelelahan

Chanyeol menoleh, menatap jam di nakas, dan memandang kamarnya yang lama tak ia tempati. Kamar besar dengan segala fasilitas lengkap didalamnya, membuat siapa saja akan betah berlama-lama didalam sana daripada tidur di kasur lapuk bangunan tua. Namun hal itu tentu berbeda dengan pilihan chanyeol selama ini

Pukul 11? Haaa~ badanku sakit sekali! “rutuk chanyeol mulai meregangkan badannya, ia berjalan pelan menuju kamar mandi dan membersihkan diri

Eh? Sepi sekali  “batin chanyeol yang sudah tampak segar, walau wajah pucat dan tirusnya tetap terlihat. Ia berjalan santai menuju ruang keluarga, menyalakan tv dan menuju dapur

Eoh? “chanyeol terkejut, mendapati dua bungkus cake, yang salah satunya adalah kesukaannya di lemari pendingin

Cheese cake? “gumamnya segera mengeluarkan kotak cake itu, memandangnya dengan dahi mengerut

Mereka masih mengingatnya? “batin chanyeol, membolak balik kotak cake itu, ia kembali menoleh dan menatap sekotak cake lain

Jiyeonnie “gumam chanyeol dengan senyum simpul

Chanyeol kembali mengutak-atik persediaan makanan di dapur, menemukan berbagai menu makanan yang ia tahu adalah kesukaannya, jiyeon dan sang omma

Wae semuanya masih utuh? “bingung chanyeol mendudukkan dirinya kasar di kursi makan

Jika begini untuk apa memasaknya “gerutunya lagi mulai melahap bulgogi, makanan kesukaannya dan jiyeon

Flashback on

Yak! Naegeoyaa!!! “teriak jiyeon kesal begitu chanyeol dengan keahlian, entah datang dari mana, mengambil bulgogi yang sengaja jiyeon sisihkan untuk dimakan terakhir

Kau tak memakannya sejak tadi, kau tak suka kan? “ucap chanyeol yang sudah sibuk mengunyah bulgogi jiyeon

Aku menyimpannya untuk dimakan terakhir! Itu kesukaanku~!! “rutuk jiyeon menusuk-nusukkan sumpitnya di lengan chanyeol

Yak! Apha! “sungut chanyeol

Yeonnie~ yeollie~ keuman~ “peringat sang appa yang sejak tadi berusaha tak menghiraukan perdebatan kedua anaknya itu

Keunde appa~ oppa ga~ “lapor jiyeon dengan wajah tertekuk

Cha cha cha~! Mogko! “kesal chanyeol memberi jatah bulgoginya pada jiyeon

Heol! Punyamu masih banyak wae mengambil punyaku~ “ucap jiyeon masih tetap memarahi chanyeol

Ck! Yak! Aegy-ah palli mogko! Kau ingin aku mengambilnya lagi eoh?! “ancam chanyeol yang sudah mengangkat sumpitnya membuat jiyeon langsung menarik mangkuk bulgogi itu menjauh

Naegeoyaaa!! “kesal jiyeon membelakangi sang oppa yang hanya tertawa melihat tingkahnya

Tuk

Ckck! Anak kecil sepertimu bukan tandinganku “ejek chanyeol meletakkan tangan kanannya di atas kepala jiyeon, dengan sumpit yang ia gerak-gerakkan tepat didepan wajah jiyeon, membuat kedua orangtua mereka tak mampu lagi menahan tawa

Eeiii appa~ omma~ wae ikut menertawakanku “kesal jiyeon

Mian mian keunde neomu kyeowo “kekeh taehee membuat tawa chanyeol semakin menjadi

Yeollie-ah majjayo~ yeonnie memang bukan tandingan untukmu “goda yoochun membuat wajah jiyeon memerah kesal

Huuu~ appa~ “kesal jiyeon

Mian mian “tawa yoochun yang langsung melakukan tos dengan chanyeol

Omma~ “adu jiyeon membuat taehee harus menahan tawanya

Ne ne~ oppa~ yeollie~ keumanhae~ “ucap taehee yang malah membuat mereka tertawa

Huh! “kesal jiyeon membuang muka dari chanyeol yang menoleh padanya

Flashback off

Chanyeol dengan pandangan menerawang menatap bangku disisi kanannya, bangku yang selalu jiyeon duduki saat acara makan keluarga, ia alihkan pada dua bangku di depannya, membayangkan yoochun dan taehee yang sedang tertawa akibat ulahnya pada jiyeon

Haaah~!! “chanyeol menghembuskan nafasnya kasar, meletakkan sumpit dan beranjak berdiri menuju kamar, mengambil jaket dan bergegas menemui chingu-chingunya

===

Unnie~ cha… mogkopa~ “ujar minyoung lembut menunjuk kantung berisi makanan yang ia pesan

Eoh? Ah ne minyoung-ah gomawo ne~ “ucap taehee lembut dan mereka segera beranjak menuju kursi tamu di ruang rawat untuk makan siang

Taehee kembali menatap jiyeon yang masih terbaring lemah, melihat wajah pucat jiyeon membuatnya khawatir. Ia segera mengalihkan pandangannya pada sehun, melihat sehun yang juga tertidur setelah menjalani pemeriksaan tadi membuatnya tersenyum

Mereka memiliki mata yang sama “ucap taehee pelan membuat pergerakan minyoung terhenti

Ne?

Yeonnie dan hunnie mereka memiliki mata yang sama, bahkan ketika tidur, mereka terlihat begitu mirip “jelas taehee lagi tersenyum menatap keduanya

Sementara taehee sibuk mengamati wajah manis dan tampan keduanya, minyoung menunduk sedih, meremas tangannya merasa bersalah. Menyadari itu, taehee segera menatap minyoung panik

Minyoung-ah berhenti berpikir seperti itu, gwaenchana, ini bukan salahmu. Aku dan yoochunlah yang salah. Kami terlalu sibuk dan egois, membuat kami selalu bertengkar dan…

Mianhae minyoung-ah mianhae “sesal taehee yang sempat terdiam, memikirkan masalah keluarganya beberapa tahun silam membuatnya kembali merasa bersalah pada anak-anaknya juga sehun

N-ne unnie “angguk minyoung berusaha tersenyum menatap taehee

===

Woi chanyeol-ah!! “panggil seorang namja begitu chanyeol memasuki salah satu ruang di gedung tua itu

Eoh! “angguk chanyeol segera bergabung. Tak hanya anak seumuran chanyeol saja, beberapa bahkan ada yang masih menggunakan seragam sekolah menengah atas. Mereka duduk melingkar dan mulai menggunakan obat-obatan, ada juga yang menikmati sebotol alkohol dan ada juga yang sudah terkapar akibat mabuk berat

Aaahhh~ melegakan sekali~ “seru seorang namja yang duduk berhadapan dengan chanyeol, merasakan efek dari obat yang ia gunakan dan langsung berbaring

Ckckck anak ini “rutuk chingu di sebelahnya yang sibuk menegak bir

Chanyeol terus mengamati mereka, chingu yang beberapa tahun terakhir selalu bersamanya. Ia pun mengalihkan pandangannya pada tempat ia berada sekarang, tempat kumuh dengan penerangan yang hanya berasal dari jendela rusak disisi kanannya

Saat itu juga chanyeol menghela nafas berat, tak ada niat baginya untuk menggunakan obat-obatan atau pun minum. Ia hanya menyandarkan dirinya di tembok dengan pandangan menerawang

Yak! Chanyeol-ah waegeure? “ujar seorang chingunya yang sibuk merokok

Eoh? Anhiyo gwaenchana “balas chanyeol sambil menatap kosong lantai gedung

Jinja? Igeo “ucapnya memberikan kaleng bir pada chanyeol

Eoh! Gomapda! “ucap chanyeol langsung meneguk sekaleng bir itu walau ia tak ingin

Aaakkhhhh

Chanyeol tersentak, seorang chingunya berteriak kesakitan dengan tubuh mengejang, membuat chingu lainnya menoleh panik

Hei! Kalian masih punya pil tidak! “teriak chingu chanyeol yang memberinya bir tadi

Anhiyo, baru saja kuhabiskan “sahut seorang lagi dan pada akhirnya mereka hanya memegangi tangan dan kaki namja itu, berusaha membantunya melawan rasa candunya

Chanyeol pun segera berdiri dan mendekatinya, wajahnya terlihat jelas begitu terkejut, matanya membulat sempurna begitu menatap bagaimana chingunya itu melawan sakit

Oppa kau bisa~ bernafaslah oppa~ bernafaslah

Saat itu juga chanyeol mengingat setiap kejadian ketika ia sakau, bagaimana jiyeon berusaha membantunya melawan sakit dan terus bergumam menahan tangis.

Chanyeol masih berdiri mematung, bayangan akan jiyeon yang menangisi dirinya membuat dadanya sesak, merasakan kejanggalan yang menusuk hatinya

Aaakkhhh arrgghhh uhhuuuk

Chanyeol kembali menatap was-was chingunya, wajah memerah, busa putih yang mengalir dari sudut bibirnya, tubuh yang mengejang hebat membuatnya seperti melihat dirinya sendiri

A-apa aku s-seperti itu “batin chanyeol mulai gelisah

Hei! Bernafaslah! Hei! Yak! Mana suho?!! Wae ia lama sekali! “seru chingunya yang lain, mereka mulai gelisah akan keterlambatan suho, yang memang selalu datang membawa pesanan pil mereka

Taptaptap

Yak! Chanyeol-ah! Eoddiseo?! “teriak seorang chingunya begitu chanyeol berlari keluar

Aku ada urusan, keunde aku akan mencari suho dulu “ucap chanyeol mendapat anggukan mereka. Ia segera berlari keluar dengan wajah shock, dan mencari suho kesegala penjuru jalan yang biasa ditempati anak-anak nakal lainnya

Woi! Suho! “teriak chanyeol begitu menemukan suho yang sedang bertransaksi dengan seorang namja

Eoh? Wae? “bingung suho segera mengantongi uangnya

Cepat ke tempat biasanya, mereka membutuhkan pil segera “ucap chanyeol mendapat anggukan suho, namja ini terlambat datang karena banyak yang memesan pil hari ini

Geure! Kajja! “ucap suho sambil berlari

Aku ada urusan “ucap chanyeol segera berlari berlawanan arah dengan suho yang hanya mengernyit bingung

Ada apa dengannya “batin suho segera mempercepat larinya

===

Hhaaaah~ “chanyeol menghela nafas berat begitu tiba di rumah, ia segera masuk dan keheranan karena rumahnya begitu sepi

Apa jiyeon ada kelas sore? “batin chanyeol bergegas menuju tangga, ia begitu ingin kembali ke kamarnya

Eoh? “gumam chanyeol begitu tiba didepan pintu kamarnya, ia menoleh ke samping kanan dan menatap bingung pintu kamar jiyeon

Apa ia benar ada kelas sore? “batin chanyeol lagi melangkah menuju kamar jiyeon

Chanyeol kembali terkejut mendapati kamar jiyeon yang sudah sangat rapi, berbeda dengan kemarin siang saat ia dengan brutalnya mengacak kamar jiyeon demi sebuah pil

Chanyeol menghampiri ranjang jiyeon, dengan wajah cemasnya ia menyentuh selimut yang sedikit berantakan itu

Mianhae “gumam chanyeol, saat itu pula manik matanya menangkap sebuah benda di nakas jiyeon, dengan perlahan ia menghampirinya dan terkejut menatap pecahan patung malaikat itu

I-ini~! “serunya begitu terkejut, ia mengingat patung itu. Patung yang yoochun berikan pada jiyeon saat mereka masih menjadi keluarga

Bruk

Chanyeol terduduk lemas, ingatan akan kekacauan yang ia buat kemarin juga pertengkaran mereka pagi tadi, membuatnya merutuki sikapnya. Kembali bayangan akan jiyeon yang selalu mengurusnya terpetak jelas di benaknya

M-mianhae~! Hiks “tangis chanyeol menggenggam pecahan patung itu

Eoh?!! “chanyeol terkejut mendapati dirinya yang tertidur di ranjang jiyeon, ia kembali menatap tangannya yang masih setia menggenggam pecahan patung malaikat itu

Sejak sore tadi ia terus menangis mengingat semua masalah yang ia buat dan lakukan pada jiyeon. Chanyeol mendudukan dirinya, memegang kepalanya yang pening akibat berbagai masalah yang datang di benaknya juga pengaruh alkohol dan obat-obatan yang ia konsumsi sejak kemarin

Pukul 6?!! “seru chanyeol membelalakan matanya

Keunde wae jiyeon belum pulang? “batin chanyeol beranjak menuju kamarnya, membawa serta patung malaikat yang kembali ia bungkus dengan sapu tangan putih milik jiyeon

Ck! Kemana semua orang? “rutuk chanyeol menyandarkan dirinya kasar pada sofa ruang keluarga. Setelah sekian tahun, ini adalah kali pertama ia memilih menghabiskan waktu di rumah

Chanyeol dengan wajah kesalnya mengganti cenel tv hingga judul berita mengenai kasus pembunuhan sadis itu menarik perhatiannya

 

Pagi ini pukul 10.47 telah ditemukan lokasi yang diduga sebagai tempat tinggal pelaku pembunuhan sadis.

Pihak kepolisian telah memeriksa rumah tersebut dan menemukan bukti kejahatan, berupa berbagai macam pisau yang digunakan saat membunuh korban-korbannya. Tes DNA telah dilakukan, dan ditemukan berbagai DNA darah pada pisau-pisau tersebut yang sesuai dengan darah para korban.

Di rumah tersebut, ditemukan seorang yeoja yang terbaring di ruang bawah tanah, dengan tubuh penuh luka, yang langsung dilarikan ke rumah sakit. Pihak kepolisian pun menemukan banyak bercak darah yang diduga kuat adalah milik 3 mahasiswa universitas Seoul ketika berusaha melarikan diri dari sana

 

DEG

Chanyeol tersentak mendengar pemberitaan itu, matanya membulat sempurna begitu mendengar universitas tempat jiyeon belajar disebut

 

Ketiga korban telah mendapatkan pertolongan dan menjalani pengobatan di Rumah Sakit Seoul. Dengan dua korban yang harus menjalani perawatan intensif. Diketahui ketiganya adalah mahasiswa semester 2 dan 4.

Diketahui pula bahwa seorang penghuni rumah itu telah melarikan diri, hingga saat ini, polisi terus melakukan pencarian dan mengamankan lokasi. Demikian breaking news malam ini.

 

Chanyeol dengan pandangan shocknya mulai cemas memikirkan siapa korban itu, pikirannya kalut dan dadanya terasa begitu sesak memikirkannya

Ji-jiyeon! “gumam chanyeol panik segera mengambil jaketnya dan berlari menuju rumah sakit, tentu jarak yang cukup jauh jika harus ditempuh dengan berjalan atau pun berlari

An-andwae! “rutuk chanyeol terus mempercepat larinya, walau berkali-kali pula ia menghembuskan nafasnya kasar menahan lelah dan panik

===

Taehee terus menatap khawatir jiyeon, mengelus lembut punggung tangan kanan putrinya dengan perlahan berharap ia akan segera sadar.

Eoh? “taehee bergumam kecil, mendapati woobin mengirim pesan padanya. Ia baru sadar bahwa sejak pagi ia tak berada di kantor.

Taehee segera bangkit berdiri, mengalihkan pandangannya pada minyoung yang sibuk menata makanan yang ia beli untuk keduanya.

Youngie-ah~ mianhae, keunde aku harus ke kantor sekarang, woobin bilang ada klien penting yang akan datang “ucap taehee merasa tak enak pada minyoung yang sejak siang tadi juga menjaga dan memperhatikannya

Eh? Ne unnie gwaenchana “angguk minyoung yang sempat terkejut

Mianhae~ “sesal taehee lagi mendapat gelengan minyoung

Anhiyo unnie gwaenchana~ “ucap minyoung lagi sambil tersenyum membuat taehee pun ikut tersenyum

Hunnie~ omma pergi dulu~ “pamit taehee pada sehun yang sejak tadi sibuk membaca buku

Ne omma, jushime~ “ucap sehun tersenyum ramah

Taehee segera mengecup dahi jiyeon sayang dan beralih menghampiri sehun yang tersenyum padanya

Berhenti membaca dan makan makananmu “ucap taehee mengambil buku sehun, membuat namja ini hanya bisa tersenyum canggung karena aura taehee yang mendadak mirip dengan jiyeon dulu, membuatnya takut

Eoh! Kau dengar sehun-ah! Mogko! “timpal minyoung yang langsung berdiri di samping taehee sambil melipat kedua tangannya membuat sehun tak berkutik

Sejak tadi minyoung sudah menyuruhnya makan, namun namja ini terlalu sibuk membaca, membuatnya lupa dengan makanan didepannya

N-ne o-omma “angguk sehun langsung meraih sendoknya begitu taehee dengan tatapan tajamnya melirik mangkuk didepan sehun

Nah~ omma galke~ “ucap taehee mendadak lembut dan mengecup puncak kepala sehun, membuat namja ini tersenyum senang

Youngie-ah na galke, mianhae meninggalkanmu sendiri “ucap taehee begitu mereka berjalan menuju pintu

Anhiyo gwaenchana, sehunnie pun sudah membaik. Aku akan mengabari unnie jika ada perkembangan dari jiyeon “ucap minyoung mendapat anggukan taehee

Ne gomawo dongsaeng-ah~ “ucap taehee memeluk minyoung yang dibalas dengan senang hati. Sehun yang melihatnya kembali tersenyum, ia alihkan perhatiannya pada jiyeon yang masih belum sadarkan diri, mengingat bagaimana mengerikan kondisi jiyeon saat ia dan kai menemukannya

Eoh?! Kai sunbaenim? “gumam sehun mendadak khawatir, ia belum melihat kai lagi semenjak mereka menjalani pengobatan

Sehun-ah~ wae kau melamun? Palli mogko “suara berat sang appa yang baru datang mengagetkannya

Eh? Appa? A-ah ne! “kaget sehun segera melahap makanannya

Jiyeonnie? “tanya yoochun pada minyoung yang berjalan dibelakangnya setelah melambai pada taehee

Ia baik, keunde, sampai sekarang belum sadarkan diri, tangan kirinya pun masih dalam pengawasan jaejong, kalau pun sembuh, bekas lukanya akan sangat terlihat “ucap minyoung cemas

Yoochun pun segera menghampiri ranjang jiyeon, setelah mengusap lembut puncak kepala sehun. Ia berjalan dan duduk di tepi ranjang jiyeon, mengusap lembut tangan kanan putrinya

Yeonnie-ah~ “gumam yoochun khawatir, sementara minyoung menatap cemas keduanya begitu juga sehun dan ia pun segera melahap makanannya

Uhhuk uhhukk

O-ommo! Sehun-ah~ “kaget minyoung begitu putranya ini batuk, yoochun pun segera menoleh dan berjalan menghampirinya

Gluk gluk

G-gwaenchana appa omma, a-aku hanya tersedak “ucap sehun sambil terkekeh membuat minyoung menghela nafas lega begitu juga yoochun

Kau ini! Membuat omma panik saja “kesal minyoung mendapat tawa sehun dan yoochun yang hanya mengusap lembut pundak sang istri

Braaakk

Ketiganya terkejut begitu pintu kamar terbuka dengan sangat kasar, dan memperlihatkan chanyeol yang berdiri dengan wajah pucat, peluh membasahi pelipisnya dan dengan nafas tersengal ia bersandar pada pintu

Chanyeol-ah~ “panggil yoochun kaget

Chanyeol mengalihkan pandangannya, seketika wajahnya berubah kesal begitu melihat sang appa juga keluarga tirinya. Ia alihkan pandangannya dan mendapati jiyeon yang berada di belakang yoochun dan minyoung, membuatnya berdecak kesal

Ck! “decaknya dan berjalan cepat menuju sisi kanan ranjang jiyeon, seperti tak ada orang lain di sana. Melihat itu yoochun kembali menepuk punggung minyoung dan mengusap puncak kepala sehun, menenangkan keduanya

Gwaenchana “bisiknya pelan mendapat anggukan keduanya, ia pun segera berjalan menghampiri chanyeol yang sudah duduk memegang tangan kanan jiyeon

Chanyeol-ah “panggil yoochun yang hanya mendapat tatapan sekilas chanyeol

Chanyeol-ah gwaenchana, jiyeonnie akan ba….

Ck! Berisik! “rutuk chanyeol memandang marah sang appa, membuat yoochun menoleh khawatir pada minyoung dan sehun yang terdiam

Kajja kita bicara “ucap yoochun memandang putra sulungnya itu

Ck! “decak chanyeol kesal, tak menghiraukan sang appa

Chanyeol-ah “bujuk yoochun membuat chanyeol semakin kesal

MWO! “bentak chanyeol memandang tajam sang appa

Kajja kita bicara “ajak yoochun lagi

Urus saja keluargamu! “seru chanyeol beralih menatap jiyeon

Park chanyeol! Sekarang! “ucap yoochun tegas membuat chanyeol memejamkan matanya kesal

Braak

Chanyeol berdiri dengan kasar, membuat kursi yang didudukinya mengeluarkan suara dentuman keras

Chanyeol menatap sekilas minyoung dan sehun yang memandang khawatir padanya, ia pun beralih pada yoochun yang menatap tegas dirinya dan terakhir ia menatap jiyeon dan mengecup singkat kening yeodongsaengnya itu, membuat yoochun tertegun melihatnya

Palli! Kau ingin bicara kan “ucap chanyeol setelah menabrak kasar pundak sang appa saat berjalan keluar kamar

Gwaenchana, chankaman “ucap yoochun pada minyoung dan sehun, ia segera menyusul chanyeol yang sudah berada di luar kamar

Chanyeol, dengan wajah kesalnya, berdiri di taman rumah sakit sambil mengantongi kedua tangannya. Sementara yoochun yang berada didepannya hanya memandang putranya ini cemas

Mianhae chanyeol-ah “ucap yoochun memulai pembicaraannya. Chanyeol menoleh, walau terlihat kesal, ekspresi terkejut terlihat jelas di wajahnya

Mianhae appa meninggalkan kalian tanpa penjelasan saat itu “terang yoochun lagi, chanyeol yang mendengar hanya mendesah pelan, menunggu kalimat lanjutan yang akan sang appa sampaikan

Mianhae, appa dan taehee omma selalu bertengkar, kami begitu egois hingga melupakan kalian. Pekerjaan dan berbagai masalah membuat kami sangat sensitif dan menjadi begitu egois “terang yoochun. Chanyeol yang mendengarnya hanya menatap dingin sang appa

Keunde akulah yang bersalah. Saat kau berusia satu setengah tahun, kami bertengkar hebat. Appa yang kesal memilih menghabiskan waktu di bar. Saat itu ommamu sedang dalam perjalanan bisnis dan minyounglah yang menjemput appa saat itu “terang yoochun membuat chanyeol terkejut

K-kau? “gumam chanyeol menunjuk yoochun yang hanya menunduk

Ne. Aku tanpa sadar melakukannya pada imomu, adik sepupu ommamu “ucap yoochun lesu membuat chanyeol membelalak kaget

Kami memutuskan untuk merahasiakan ini dari taehee, walau aku tahu itu berat bagi minyoung. Kami menjalani kehidupan kami seperti biasanya. Appa selalu merasa bersalah pada taehee juga minyoung. Minyoung harus membesarkan sehun seorang diri dan sehun seringkali pulang sambil menangis karena menerima ejekan chingu sekolahnya semasa SD dulu, ia pun sering di bully saat SMP “terang yoochun lagi, chanyeol semakin geram, ia mengepalkan tangannya kuat menahan amarah

Hingga taehee akhirnya mengetahui hal itu, kami kembali bertengkar. Keunde, ia berusaha melupakannya, beranggapan hal itu tak pernah terjadi demi menjaga keluarga kita “ucap yoochun lagi memandang chanyeol yang hanya diam dengan wajah tak percayanya

Taehee begitu menyayangi minyoung, karena itulah, melihat minyoung yang berjuang sendirian merawat sehun dan menanggung semua akibatnya, membuat taehee merasa bersalah, dan akhirnya kami memutuskan bercerai. Dan taehee memintaku untuk bertanggung jawab pada minyoung dan sehun “terang yoochun, menghampiri chanyeol yang terdiam

Mianhae, ini kesalahan appa, kami terlalu sibuk dengan pekerjaan dan melupakan keluarga, itu pula alasan kami hingga memutuskan bercerai “jelas yoochun meraih pundak chanyeol

Jiyeonnie pun sudah mengetahuinya, appa memberitahunya saat dirumah sakit dulu “terang yoochun

Brengsek! “seru chanyeol kesal menepis kasar tangan yoochun dan melangkah cepat meninggalkan rumah sakit. Sementara yoochun, ia hanya memandang penuh penyesalan pada putra sulungnya itu

===

Yeollie? “tanya minyoung cemas begitu yoochun kembali

Ia masih kesal padaku, keunde aku sudah menceritakan semua padanya “terang yoochun menoleh pada sehun yang sudah tertidur akibat pengaruh obat dan jiyeon yang tak kunjung sadar

Ooii! Urusanmu sudah selesai? “tanya seorang chingu chanyeol yang sibuk mengisap ganja

Eoh! “angguk chanyeol langsung mengambil kaleng bir di samping namja tadi

Yak! Waegeure? “tanyanya lagi begitu menyadari wajah kesal chanyeol

Anhiyo “ucap chanyeol langsung menegak habis bir itu

Ck! Mau tidak? “tawarnya pada chanyeol

Hm! Gomapta “angguk chanyeol ikut menggunakan ganja. Malam ini ia habiskan dengan mengonsumsi belasan kaleng bir dan menggunakan narkoba, hingga akhirnya ia tertidur disana bersama beberapa chingu lainnya

===

Universitas, 7.45 A.M

Universitas Seoul digemparkan dengan pemberitaan malam kemarin, banyak mahasiswa yang berkumpul dan mulai mengeluarkan berbagai pendapat mengenai berita itu. Sementara pihak kampus sendiri menjadi kewalahan akibat banyaknya wartawan yang sudah menunggu didepan gedung kantor universitas sejak pagi buta

kelas

Yaakk kalian dengar beritanya kan!! “sembur yeosob berhambur panik mendekati hyomin, luna dan taemin yang sibuk mengobrol

Eoh! Ck! Kau bahkan sudah mengatakannya berkali-kali di group chatting! “rutuk luna

Eoh! Majja! Keunde kalian sedang membicarakan apa? “tanya yeosob mendudukan dirinya

Jiyeon, bukankah ia sejak kemarin tak masuk, ia bahkan tak ikut membalas chat kita. Dan lagi berita itu mengatakan 3 mahasiswa dari universitas kita, semester 2 dan 4 “terang taemin sambil berpikir

Sehun, jiyeon, kai “ucap hyomin dengan wajah berpikir

Eoh! Majja, akupun memikirkan hal yang sama “ucap luna dengan wajah serius

J-jika benar, b-bagaimana keadaan mere… KKAAAIII!! “ucapan pelan yeosob berubah menjadi teriakan panjang begitu menemukan kai diambang pintu

Hal itu sontak membuat seisi kelas memandang kai yang hanya memberi tatapan datarnya sambil berjalan tertatih menuju bangkunya

K-kai-ssi g-gwaenchana? “tanya taemin ragu, dan dibalas dengan tatapan tajam kai

Eoh! Gwaenchana “sahut kai membuat taemin bernafas lega setelah kepanikan akan tatapan garang kai

Eemmm k-kai-ssi “panggil hyomin membuat kai menoleh

A-apa.. mmm i-itu.. a-apa… “ucapan terbata hyomin membuat kai mengerutkan keningnya, sementara yeosob yang sudah sangat penasaran pun menyenggol bahu hyomin agar bertanya dengan jelas

A-apa t-tiga mahasiswa i-itu adalah k-kau, s-sehun dan j-jiyeon? “tanya hyomin yang juga sama takutnya dengan taemin akibat pandangan dingin kai

B-berita itu, berita tentang 3 mahasiswa yang melarikan diri dari rumah pembunuh sadis itu “terang luna setelah mengumpulkan keberaniannya

Eoh! Majjayo “ucap kai membuat seluruh mahasiswa di kelas heboh

===

O-omma! “teriak sehun, namja yang sedang menikmati sarapan paginya sambil menonton tv ini, terkejut begitu mendengar suara nyaring dari alat pendeteksi jantung milik jiyeon

W-waegeure?!! “dengan panik minyoung keluar dari kamar mandi dan langsung menekan tombol darurat dipinggir ranjang jiyeon

Ji-jiyeon-ah! Je-jebal! Jiyeon-ah! “panggil minyoung panik pada jiyeon yang masih tak sadarkan diri

Jaejong pun datang dan memerintah para suster menyiapkan peralatan

Minyoung pun segera menjauh, ia menghampiri sehun yang sama paniknya menatap jiyeon

Jaejong memeriksa denyut nadi jiyeon, setelah melakukan kejut jantung yang tak membuahkan hasil, dengan cepat ia mengambil suntik, yang sebelumnya dimasukan cairan bening, dan menancapkannya tepat didada kiri jiyeon

Aaakkhhhh hosh hosh

Jiyeon langsung membuka matanya, dengan nafas tersengal ia menatap lurus ke arah langit-langit kamar dengan wajah shock

Aah~ syukurlah “gumam jaejong dan mereka pun segera melakukan pertolongan pada jiyeon

A-apa ia baik-baik saja? “tanya minyoung begitu ia dan jaejong berada di luar kamar rawat

Ne! Itu sering terjadi ketika pasien yang akan sadar tak mampu melakukannya karena shock “jelas jaejong membuat minyoung menghembuskan nafasnya lega

Aku sudah memberitahu taehee unnie, ia sedang dalam perjalanan kemari “ucapnya mendapat anggukan jaejong

Ne! Masuklah, mereka membutuhkanmu “ucap jaejong menepuk lembut pundak minyoung

Sementara itu, jiyeon yang baru sadar mulai merasa nyeri pada pergelangan kirinya, walau beberapa saat lalu jaejong baru saja mengobati pergelangannya itu

Noona gwaenchana? “tanya sehun berusaha berdiri menghampiri ranjang jiyeon

Eoh? Ne! Gwaenchana “ucap jiyeon menoleh pada pergelangannya, membuat bayangan akan kejadian mengerikan itu terngiang di benaknya

Noona? “panggil sehun begitu ia tiba disisi kiri jiyeon dengan tiang infus yang ia seret

Eh? S-sehun-ah! Neo gwaenchana?!! “panik jiyeon begitu menyadari saat mereka melarikan diri, sehun berhadapan dengan kris

Gwaenchana noona~ kai sunbaenim saat itu datang menolongku “ucap sehun dengan senyum merekah, mendudukan diri di sisi kiri ranjang jiyeon

Eoh? K-kai! B-bagaimana k-kai? “panik jiyeon

Kai sunbaenim baik-baik saja, jaejong ahjussi bilang, kai sunbaenim memiliki luka sobek di kaki kirinya, keunde ia baik-baik saja dan sudah pulang kemarin “terang sehun membuat jiyeon menunduk khawatir

Ia pasti sangat sedih “lanjut jiyeon memandang sehun dengan bulir air mata yang hampir mengalir

N-noona~ “panggil sehun menggapai tangan kanan jiyeon dan mengusapnya lembut

Ia pasti sedih melihat kakaknya seperti itu, eotheokhae sehun-ah~ “tangis jiyeon, sehun pun memandang cemas jiyeon

Kai sunbaenim pasti baik-baik saja, karena itu noona, kita harus segera sembuh sehingga bisa membantu dan menghibur kai sunbaenim “terang sehun dengan senyum manisnya, membuat jiyeon kembali menitihkan air matanya dan memeluk dongsaengnya ini

Hiks n-ne! Kau benar sehun-ah “tangis jiyeon membenamkan wajahnya di bahu sehun.

Ne noona, uljima ne~ “ucap sehun lembut membalas pelukan jiyeon, tangan kirinya terulur menepuk lembut punggung jiyeon dan tangan kanannya mengusap lembut rambut coklat noonanya ini

Sementara itu, minyoung dan taehee tersenyum lega melihat keduanya, mereka memilih berdiam diluar begitu melihat kedua anak mereka sedang berbincang

Bukankah ini begitu manis youngie-ah? “gumam taehee

Ne unnie! Ini begitu manis “angguk minyoung, mereka pun tersenyum dan bergandengan tangan

Haaa~ nan jinja baegophayo~ youngi-ah kajja kita ke kantin! “ajak taehee langsung merangkuh dongsaengnya ini

Keke ne unnie~ kau yang traktir ya~ “goda minyoung membuat taehee semakin mengeratkan pelukannya dan minyoung yang mengaduh sakit

O-mmomo~ unnie~ “keluh minyoung yang hanya dibalas cengiran taehee

Rasakan ini! Kau berani menggoda unniemu eoh! “kesal taehee mengguncang tubuh dongsaengnya itu, membuat jaejong yang kebetulan berada tak jauh dari mereka hanya terkekeh pelan

===

Uhhuk uhhuk

Eoh? Kau sudah bangun “seru seorang chingu chanyeol yang sudah menyesap obatnya

Eoh! “angguk chanyeol langsung menegak bir yang chingunya berikan

Mana suho? “tanyanya begitu menyadari hanya ada 5 orang termasuk dirinya disana

Molla, sepertinya banyak yang memesan “ucap chingunya yang juga sibuk menegak bir

Chanyeol yang mendengarnya hanya diam, memandang kosong ke depan dengan kaleng bir di tangannya

Mianhae chanyeol-ah

Mianhae appa meninggalkan kalian tanpa penjelasan saat itu

Mianhae, appa dan taehee omma selalu bertengkar, kami begitu egois hingga melupakan kalian.

Keunde akulah yang bersalah.

Aku tanpa sadar melakukannya pada imomu, sepupu ommamu

Minyoung harus membesarkan sehun seorang diri dan sehun seringkali pulang sambil menangis karena menerima ejekan chingu sekolahnya semasa SD dulu, ia pun sering di bully saat SMP

Taehee begitu menyayangi minyoung, karena itulah, kami memutuskan bercerai dan ia memintaku untuk bertanggung jawab pada minyoung dan sehun

Mianhae, ini kesalahan appa, kami terlalu sibuk dengan pekerjaan dan melupakan keluarga, itu pula alasan kami hingga memutuskan bercerai

Jiyeonnie pun sudah mengetahuinya, appa memberitahunya saat dirumah sakit dulu

Brengsek!

Brengsek! “rutuk chanyeol menegak habis birnya

Yak! Suho! Pil lagi! Palli! “seru chanyeol begitu chingunya datang

Ck! Kau ini! Sapa aku dulu! “rutuk suho memberikan 3 pil pada chanyeol yang langsung ditelannya

===

Peliharaan? N-na? “gumam kris yang tampak kacau, berjalan menyusuri pemukiman tak jauh dari rumah omma angkatnya yang berada di daerah puncak

Ia pun mendudukan dirinya di kursi taman yang tampak sepi, dengan pandangan kosong, ia terus memikirkan perkataan kai, dongsaengnya.

Angin berhembus menerpa lembut dirinya yang sibuk memikirkan siapa dirinya dan pemikiran sang omma tentang dirinya. Kris tak menghiraukan luka-lukanya dengan darah yang sudah mengering, ia bahkan tak menghiraukan sakit yang ia rasakan saat ini

Tuk

Kris menoleh, melihat sebuah bola plastik berwarna pelangi mengenai lengannya yang sobek, ditatapnya bola yang menggelinding didepannya dengan kosong

Mi-mianhamnida hyungmin~ aku tak sengaja~ mianhae~ “ucap seorang namja kecil dengan rambut hitam legam serta sorotan mata cerah

Kris menatap datar namja kecil yang tersenyum padanya, kemudian ia alihkan pandangannya pada bola didepannya

Ah! Bolaku~ “seru namja itu segera berlari mengambil bolanya

Mason-ah~? Palliwa~ appa menyuruh kita pulang~ “teriak seorang yeoja bertubuh mungil menghampirinya, membuat kris kembali menoleh

Noona~ lihatlah hyung itu~ “bisik sang dongsaeng melirik kris yang menatap kosong keduanya

Eoh?! O-ommo! “pekiknya tertahan begitu melihat kondisi kris yang baginya cukup mengerikan

Mason-ah kajja! N-noona akan memanggil appa! “jelasnya menarik mason menjauh

Tak lama ia kembali, bersama seorang namja paruh baya yang terlihat begitu rapi dan berwibawa

Appa~ itu! “bisiknya menunjuk kris yang kembali melamun

O-ommo! “ia pun tercekat, melihat kondisi kris membuatnya takjub bahwa namja itu masih bisa duduk tenang seperti itu

Chogiyo~ “ucapnya ramah mendekati kris yang menatap datar dirinya

Gwaenchanaseyo? “tanyanya sopan, sedikit menunduk menatap kris

Sementara putrinya hanya menatap khawatir dari kejauhan

Peliharaan? N-na? “gumam kris dengan wajah sedih namun juga bingung dan kesal

Peliharaan? Anhiyo~ “ucap namja itu lembut membuat kris mengerutkan dahinya

Neo gwaenchana? Nan Jeon Soo ro dan yang disana adalah putriku Jeon Bo ram dan namja kecil tadi adalah putraku, Jeon Ma son. Aku seorang dokter, ikutlah denganku, aku akan mengobati lukamu “ucapnya ramah membuat kris semakin mengerutkan dahinya bingung

Wae? “tanya kris datar

Bukankah seharusnya begitu? Saling menolong dan berbuat baik, adalah hal yang seharusnya dilakukan manusia kan? “terang soo ro dengan senyum ramahnya

Kajja~” ajaknya lembut mengulurkan tangannya, kris yang melihatnya semakin kebingungan namun melihat uluran tangan itu, ia tak mampu menahan dirinya untuk tak menggandengnya

Cha… kajja! Aku akan memeriksamu, sepertinya kau terluka parah “ucapnya sambil berjalan beriringan dengan kris yang kembali menoleh bingung pada namja kecil dan yeoja didepannya itu

Putriku itu walau terlihat imut dan manis layaknya remaja, ia sudah berusia 28 tahun keke “kekehnya

Jika aku perhatikan, kau lebih muda darinya, kau harus memanggilnya noona, aku yakin boram akan menyukai panggilan itu, sejak dulu ia selalu memimpikan mempunyai dongsaeng yang tak berbeda jauh usia dengannya “jelas soo ro panjang lebar, mengikuti pandangan kris yang masih tertuju pada kakak beradik yang sudah berada didekat mobil

Apa terjadi sesuatu sebelum kau tiba disini? “tanya soo ro menoleh pada kris yang hanya diam

Kajja “ajak soo ro lagi meminta kris untuk masuk ke mobilnya

Sepertinya terjadi hal yang mengerikan “ucap soo ro memperhatikan kris

Seperti kau seakan-akan menjadi diri orang lain selama ini, kau selalu mencari jati dirimu, namun setiap kali kau mencarinya dan kembali pada titik yang sama, kau pun akhirnya memilih untuk mengikuti apa yang diinginkan orang lain terjadi padamu, kepuasan yang kau dapat adalah rasa puas ketika kau melihat orang lain itu puas, bukan karena kepuasanmu sendiri “terang soo ro sambil fokus menyetir, ia memandang kris yang terlihat berfikir dan menoleh bingung padanya

Dulunya aku adalah psikiater forensik. Tugasku meneliti apakah para narapidana akan melakukan hal buruk lagi setelah mereka bebas. Aku sudah mewawancarai 794 orang. Cukup sulit memang, keunde akan sangat membahagiakan ketika kau melihat mereka baik-baik saja setelahnya “terangnya lagi memberi senyum hangat pada kris yang hanya diam

Sementara boram dan mason yang duduk di belakang, terus menatap khawatir pada kris, mereka cukup terkejut dengan penampilan namja ini, luka dan darah di sekujur tubuhnya serta benang-benang hitam yang menghiasi wajah dan pergelangannya

Aku akan memeriksamu dan kita akan berbincang-bincang “ucap soo ro diselingi senyum ramahnya

===

Ya~! Sehun-ah “panggil jiyeon saat keduanya sedang menikmati makan siang sambil menonton tv

Eoh? Waeyo noona? “bingung sehun sambil mengunyah makanannya

Mau bertukar tidak? Aku tak suka ini “bujuk jiyeon melas, memperlihatkan semangkuk sup kacang tawar pada sehun

Anhi~ makanan ini disesuaikan dengan kebutuhan kita “terang sehun membuat jiyeon jengah

Heol!! Bilang saja tak mau bertukar! “rutuk jiyeon kembali menancapkan sendoknya pada mangkuk nasi membuat sehun terkekeh

Itu alasan lainnya “sahut sehun tenang

Uhhuk! Yaak! “amuk jiyeon yang tersedak karena ucapan sehun

Keke mian noona “lanjut sehun yang sudah tertawa kencang

Heol heol heol! “rutuk jiyeon mengunyah cepat makanannya dengan tatapan kesalnya yang membara

===

Hei kai-ah! Kajja! Ini sudah sore, kita harus ke cafe sekarang “panggil chingu dekat kai sambil memeriksa ponselnya

Kita akan mencarinya lagi setelah shift kita selesai dan menjenguk jiyeonnie “ucapnya lagi membuat kai menoleh

Eoh! Kajja! “angguk kai segera menghampiri chingunya itu

Pekerjaan ini…

Yak! Jangan berpikir untuk berhenti, ini pekerjaan terbaik yang kita dapat! Ye sung hyung benar-benar memperlakukan kita dengan baik “sergah chingunya itu sebelum kai mengusulkan opininya

Haaa~ majjayo “angguk kai “Keunde aku tak ahli dalam melayani pelanggan” ucap kai lagi

Keunde, bukannya kau sudah dipindahkan ke bagian pembuatan kopi? Jangan buat alasan aneh! “ucapnya

Aku hanya tak yakin kopi buatanku akan seenak buatan ye sung hyung “jelas kai lagi

Tentu akan enak! Yak! Aku mengenalmu! Kau itu sangat tekun, aku yakin kalau kau terus berusaha, kau pasti bisa membuat kopi seenak buatan ye sung hyung “jelasnya lagi sambil merangkul kai

Eoh! Majja! Yak! Jongkook-ah! Wae kau mendadak bijak seperti ini?! “ledek kai

Kau ini! “rutuk jongkook mendapat tawa kai

Hahaha ne ne ne! Mian~ “ucap kai mengalihkan pandangannya pada jalanan di sampingnya

Jiyeonnie~ gwaenchana? Aku sangat khawatir. Kris hyung~ Aku akan menemukanmu dan kita akan hidup bersama dengan baik “batin kai sesekali terkekeh melihat tingkah jongkook

TO BE CONTINUE

Annyeong chingudeul~

ini dia chapter 5nya,, mianhae lama publishnya hehe

semoga kalian suka part ini, lumayan panjang juga sepertinya part ini…

semoga kalian tidak bosen bacanya hehehe

komen juseyo~

kamsahamnida~ #deepbow

20 responses to “[CHAPTER-PART 5] I Love My Brother

    • hehe ne~ semoga ga bangkit lagi tuh orang wkwkw
      kamsahamnida ne chingu udah mampir baca dan komen di setiap chapternya
      author seneng banget hehehe
      ditunggu ne kelanjutan-kelanjutannya kamsahamnida~ #bowbow

  1. Kalau q jadi chanyeol sakit hati juga,mungkin enggak mau lihat tu appa sama keluarga tirinya..
    tapi chan salah jalan,coba jadi orang sukses runjuki ke appa tanpa dia bisa hidup bahagia.terus jauh2 deh dari appa sama keluarga tirinya..
    bikin sakit mata dan perasaan..
    yochun juga walau enggak sengaja tapi mabuk di bar sama aja cari petaka sendiri.padahal tae hae sudah baik,..malah berkorban ..

  2. Syukurlah mereka bertIga baik” saja, aduh kris cepet sasar deh semoga aja dr. Itu bisa nolong kris menjadi manusia.. Chanyeol kok gak kapok” ya, kpqn sadarnya sih..

  3. Yeoli, jebbal, stop konsumsi narkoba, jiyi psti sedih lg tch ntr. Hiks hiks.
    Kai, moga cpet bsa ktemu kris ya, n moga kris sadar n jd lebih baik.
    GK tw knpa q ngarep x ntar kris suka lo ma boram, hoHoo

    • Ne semoga yeolli bisa lepas dari narkoba dan kris juga kai bisa cepet ketemu…
      Eh? Kris sama boram? Hmmm wkwkw
      Author renungin dulu ne chingu wkkwk
      Kamsahamnida~#bow

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s