[CHAPTER-PART 1] ORIGINAL

Original Part 1-3

ORIGINAL

Written by Angeljypark

Main Cast

Park Jiyeon | Kim Myungsoo | Park Chanyeol

Together with

Kim Jong In | Woo Tae woon | Kris Wu | Song Daehan | Yoo Seunghoo | Choi Sungmin

Genre: Family | Crime | Comedy | Romance | Mistery

Rating: General | Length: Chaptered

===

ORIGINAL

– Chapter I –

Tap tap tap

Annyeong~

Ommo! Neomu yaepoda~

Bangapda chingu-ah~

Yeoboseyo neo eodisso? Nan gidariyo

Hiruk pikuk keramaian terdengar di jalur rel kereta api bawah tanah kota seoul, begitu banyak orang dengan berbagai profesi dan kepentingan berkumpul, menunggu satu kereta yang akan membawa mereka pulang mengistirahatkan diri dan pikiran yang begitu lelah akan aktifitas sepanjang hari.

Tap tap tap

Kling kling

Tuk tuk tuk

Bertepatan dengan orang-orang yang menaiki kereta, terdengar suara langkah cepat seseorang menuju telepon umum di sana dan dengan tergesa memasukan koin dan menekan tombol tujuan

Yeoboseyo? Eodisso? Apa ia menghubungimu? Ia menemuimu? “ucapnya tergesa menatap sekeliling

Sibieyo! Yak! Mwohaneungeoya?! Kau mengambilnya lagi eoh? Ck! Neo jinja! Cepat atau lambat ia akan mengacau dirumah! Kembalikan atau kau ingin saudaramu satu-satunya ini babak belur! “gertak seseorang dengan suara beratnya

Ne ne ne! Nan arra! keunde aku pun membutuhkan uang oppa~ kau tahu itu, aku akan segera pu…

Tut tut tut

Ck! Isshhh koinku habis! “gerutunya kesal mulai mencari-cari koin yang mungkin saja terselip dikantung jaket kulit hitamnya, membuat rambut coklatnya menutup setengah wajah cantiknya. Mata elang yang dipoles eyeliner tipis memberi kesan tegas akan penampilannya, selain jeans, kaos dan sepatu boot hitam yang ia kenakan.

Ck! Eobso! “kesalnya, ia menatap sekeliling dan baru menyadari hanya ada 4 orang termasuk dirinya yang tersisa disana. Suasana sepi menambah kegelisahannya karena malam semakin larut

Ck! O-ommo! “gerutuannya berubah menjadi keterkejutan saat menatap salah seorang diantara 3 orang lainnya sedang menangis dengan kepala tertunduk di salah satu bangku stasiun

Tap tap tap

Suara dentuman berat bootnya kembali timbul seiring dengan langkah kakinya mendekati yeoja yang tak kunjung menghentikan tangisnya itu. Yeoja berpakaian formal abu-abu dengan rambut coklat diikat menyerupai ekor kuda ditambah sepatu tinggi formal yang sering digunakan karyawan kantoran menghiasi kaki mungilnya.

Saat yeoja ini ingin bersuara, yeoja tersebut bangkit berdiri sambil mengusap aliran sungai yang menghiasi wajah manisnya.

Ch-chogiyo apa kau memiliki ko…. Ommo! “untuk kedua kalinya ia terkejut ketika yeoja dihadapannya ini menatapnya. Matanya membulat dan mulutnya menganga saat melihat siapa yeoja dihadapannya

N-neo? Eo-eotheokae? “gumamnya, yang sudah bersandar di salah satu tembok penyangga terowong stasiun bawah tanah, disambut pandangan lembut sang yeoja yang kemudian berjalan mendekatinya

Tap tap tap

Suara nyaring yang dikeluarkan sepatu tinggi yeoja tersebut menggema di stasiun bawah tanah yang sudah begitu sepi ini

N-neo? “kembali dengan keterkejutannya ia bersuara, menatap yeoja dihadapannya yang semakin mendekat seiring dengan dentingan bel yang menandakan kereta terakhir akan segera melintas

Berbeda dengannya, yeoja itu sama sekali tak terkejut saat menatapnya, ia terlihat begitu santai dan tenang, bahkan ia tersenyum lembut padanya. Yeoja itu berjalan kerahnya dan pandangan mereka bertemu sesaat sebelum keterkejutan lain menghampiri yeoja berpakaian serba hitam ini

ttiiiiinnn

brraakkkk

kyyaaaaa!!!!

Ommmoooo!!! Yak cepat telfon polisi!

Teriakan panik terdengar dari 2 orang lain yang berada lumayan jauh dari posisi keduanya

Yeoja berpakaian serba hitam ini belum mampu menerima kejadian yang baru saja terjadi, yeoja yang menatapnya lembut beberapa detik lalu tewas mengenaskan karena melompat ke jalur kereta

A-apa yang baru sa-saja te-terjadi? “gumamnya terbata dan ketakutan, menyandarkan dirinya di tembok sambil meremas kuat rambutnya

Dari sela tembok, ditatapnya dua orang lain yang masih sibuk menghubungi polisi dan menatap kereta yang berusaha menghentikan lajunya

Neo nuguya? “gumamnya

Kembar? “gumamnya lagi menatap dua orang tersebut. Digelengkan kepalanya mencoba menepis pemikirannya itu

Anhi! Itu tidak mungkin! Aku tak memiliki saudari kembar! “keluhnya beralih menatap bangku yang diduduki yeoja itu

Manik matannya terhenti saat melihat tas genggam hitam yang ia yakini milik yeoja itu, tergeletak manis disisi bawah bangku tadi. Ia menatap sekeliling dan hanya menemukan dua orang yang sibuk mencari bantuan dan tak menyadari keberadaannya itu.

Tap tap tap

Sreet

Taptaptaptap

Dengan langkah ragu didekatinya bangku itu, dan dengan cepat diambilnya tas sang yeoja saat tak ada yang melihatnya. Dan dengan langkah tergesa ia segera keluar dari sana, menuju rumah saudaranya

===

Oppa! “panggilnya saat seorang namja tinggi membuka pintu

Neo! Ck! Cepat masuk sebelum namja sialan itu datang dan membuat keributan! “gerutunya mendorong deongsaengnya masuk dan mengunci cepat pintu rumahnya

Oppa! Chanyeol oppa!! Kau tak akan percaya ini “ucapnya dengan mata membulat, wajah terkejutnya masih nampak jelas

Mwo?! Kau menjualnya eoh? Neo jinja baboya! Aku bisa meminjamimu uang! Wae kau mencurinya eoh? Lihat penampilanmu! Kau seperti berandalan! Ck! Menyusahkan! “marah sang oppa yang tak digubris sama sekali

Aku memiliki saudari kembar? “seperti tak terjadi apapun, tak memikirkan masalah sebenarnya yang harus ia selesaikan, menanyakan kebenaran identitasnya saat ini lebih penting. Ditambah kejadian setengah jam lalu yang ia yakini akan segera muncul diseluruh media elektronik ataupun cetak

M-mwo? Apa maksudmu eoh?! Tentu tidak! Appa dan omma tak mungkin memisahkan anak-anaknya. Jikapun iya, mereka akan mengatakannya pada kita sebelum mereka meninggal “ucap chanyeol sedikit membentak karena kepanikan yang melandanya

Jinja? Keunde oppa ak….

Ck! Jangan mengalikan pembicaraan Park Jiyeon! Kau dalam masalah besar! Dimana barang itu! Kembalikan pada namjachingu sialanmu itu! “bentak chanyeol membuat jiyeon bungkam

Ini “ucapnya cepat menyerahkan bungkusan berwarna coklat dari saku jaketnya

Kembalikan pada namja sialan itu! Dan putuskan hubunganmu dengan pecandu narkoba itu! “bentak chanyeol lagi mengambil bungkusan itu dan membersihkannya dengan kain. Menghilangkan sidik jari deongsaeng yang menurutnya lebih seperti berandalan ini

Jika ingin menyentuh barang ini, kau tahu harus menggunakan apa! “ucap chanyeol lagi menunjuk sarung tangan yang ada dimeja dekat laci tempatnya menyimpan bungkusan itu

Ne nan arra! aku tak akan menyentuhnya hingga namja itu datang “serunya santai meneguk habis soju milik sang oppa yang ada dimeja

Ck! Bukankah kau sudah tak tahan dengan sikapnya yang berubah drastis ini? Wae kau masih saja berpacaran dengannya, neo baboya! Hiduplah dengan baik! “nasehat chanyeol sedikit berteriak dari arah dapur

Aku butuh uang! Ia pecandu, jika aku mencuri miliknya dan menjualnya, aku akan kaya “balas jiyeon sambil memeriksa isi tas yeoja yang begitu mirip dengannya itu

Ck! Jika butuh uang, aku memilikinya! Kau lupa pada oppamu ini eoh?! Aku memiliki usaha “ucapnya sambil membawa dua botol soju dan kacang

Ck! Club malammu bahkan tak begitu ramai akhir-akhir ini “gerutu jiyeon sambil membuka dompet yeoja itu

Milikmu? “bingung chanyeol saat melihat jiyeon membuka dompet berwarna pink dengan motif bunga. Warna yang tidak menggambarkan sifat deongsaengnya sedikitpun

Anhi “gumamnya membuat mata chanyeol membulat

Neo! Mencuri eoh! Kembalikan atau kau akan mendapat masalah besar! “suara chanyeol kembali meninggi

Ck! Oppa! Dengarkan penjelasanku dulu! Ini ada hubungannya dengan pertanyaanku tadi! Kau terus memarahiku! Membuatku tak bisa menjelaskannya! “kesal jiyeon frustasi

Baiklah, ceritakan padaku “chanyeol akhirnya mengalah dan mendengar cerita jiyeon mulai dari kehabisan koin hingga tas yang berada dirumahnya saat ini

Kim Jiyi? Kembar? Bahkan disini kalian terlihat sama! “gumam chanyeol menatap kartu identitas yeoja yang telah meninggal itu

Itulah yang membuatku bingung oppa, keunde lihatlah ini “ucap jiyeon semangat menunjukkan buku tabungan jiyi

Keluarga kaya ternyata “gumam chanyeol santai

Ck! Oppa pikirkan ini, jika aku menyamar menjadi dirinya, aku akan kaya oppa “ucapnya antusias

Ck! Yak! Itu bodoh! “bantah chanyeol

Oppa! Dengarkan! Jika aku menyamar menjadi dirinya, aku akan dengan mudah mengakses kekayaannya, aku bisa menggunakannya untuk membiayai kebutuhanku “ucapnya santai bersandar disofa sambil tersenyum

Dan cepat atau lambat kau akan ketahuan! Hentikan ide gilamu dan bantu aku di club malam! Aku membutuhkan bartender handal “ucapnya mendapat senyum mengejek jiyeon

Aku sudah lama tak melakukannya. Oppa! Ini kesempatan emas, menyamar menjadi dirinya, mengambil kekayaannya dan pergi dari kota ini! Otte?! Kita akan tinggal di desa saja untuk beberapa tahun setelah pergi dari sini “bujuk jiyeon semangat, merangkul sang oppa yang masih berkutat dengan pikirannya

Hidup sebagai buronan? Anhi! Nan shiroyo! Jika hidup sebagai buronan aku tak akan menemukan jodohku! Begitu pula kau babo! Hidup kita akan dipenuhi ketakutan! “resah chanyeol membuat jiyeon terdiam, ia pun tak menginginkan itu terjadi. Memikirkan keluarganya yang tersisa ini membuatnya harus menyusun rencana lebih matang untuk melakukannya

Ne, majjayo oppa “ucapnya menatap chanyeol sendu

Tenanglah, kita akan bebas dari masa terpuruk ini, oppa janji akan berusaha keras membiayai kebutuhan kita “ucap chanyeol merangkul pundak jiyeon

===

Brrakk braakkk braakk

Yaaaakk!! Park jiyeon! Buka pintunya! Neo! Palli! Kemari kau! “racau seorang namja dengan botol bir ditangan kirinya

Yak! Neo! Kembalikan milikku! Neo! Yeojachingu macam apa kau ini eoh! Yaaak!! Park chanyeol! Jangan sembunyikan dia dariku! Berikan dia padaku! Yaaaakkkk! “teriaknya mengusik ketenganan pagi dikediaman Park

Ck! Yak! Kim Jong In! ini masih pukul 4! “bentak chanyeol membuka pintu rumahnya

Brruukk

Eoddi?! Dimana yeoja itu eoh? Dimana yeojachinguku itu eoh! “bentak jong in mendorong kasar chanyeol

Ia sudah pergi! Kau menginginkan barangmu kembali kan?! Cepat ambil dan pergi! “teriak chanyeol membuka kasar laci mejanya

Cciihh! Ia menyerah eoh? Dengan cepat ia mencuri dan mengembalikannya! Ckckck “cemooh jong in langsung mengantungi bungkusan coklat itu sedangkan chanyeol sudah mengeratkan genggamannya bersiap memukul jong in.

Palli kha! Kau penggangu! “bentak chanyeol membuka pintu rumahnya

Ckckck ne~aku pergi~ katakan pada yeojachinguku itu untuk tak melakukan hal ini lagi! Atau aku akan membuatnya menyesal “ancam jong in

Ciihh! Ia bahkan tak ingin berurusan denganmu lagi! Pergi dan urus dirimu! “sindir chanyeol tak tahan dengan aroma alkohol yang melekat ditubuh jong in

Sementara itu disaat bersamaan

Jiyeon mengeratkan mantel hitam panjang dan membenarkan sarung tangan kulit coklat tua miliknya, menutup cepat pintu belakang rumahnya saat mendengar teriakan jong in yang ia yakini sudah mabuk

Yak! Neo! Kembalikan milikku! Neo! Yeojachingu macam apa kau ini eoh! Yaaak!! Park chanyeol! Jangan sembunyikan ia dariku! Berikan dia padaku! Yaaaakkkk!

Jiyeon memejamkan matanya, tak tahu harus melakukan apa pada namja yang berstatus namjachingunya itu

Ck! Namja sialan! Aku akan memutuskannya saat bertemu nanti “gerutu jiyeon mempercepat langkahnya

Tap tap tap

Suara langkah berat khas boot coklat panjang hingga lututnya ini terhenti, ditatapnya tas Jiyi yang ia bawa, memikirkan kembali niatannya semula namun kembali ia tepis ketika mengingat ucapan dan nasehat chanyeol, sang oppa, semalam

Kembalikan ketempat semula dan semua akan baik-baik saja “ucapnya yakin segera melangkah menuju stasiun bawah tanah

Dipandangnya sekeliling yang terlihat begitu ramai dengan cahaya lampu mobil patrol. Garis polisi menghadang jalannya menuju stasiun, jiyeon kembali mengedarkan pandangannya, tak begitu banyak orang yang berhenti untuk melihat kejadian, hanya sekitar 10 orang termasuk dirinya.

Ditatapnya orang-orang itu, mereka mengenakan setelan jas, membuat yeoja berambut coklat ini yakin, jalan mereka terhenti akibat garis polisi yang menghalangi menuju stasiun untuk menuju kantor masing-masing

Huuufff baiklah, tenangkan dirimu, katakan sesuai scenario yang sudah kau buat semalam jiyeon-ah “gumamnya menyakinkan diri menghampiri seorang petugas yang sedang berjaga disamping tangga menuju stasiun bawah tanah

Tap tap tap

Teu leu leu~~

Langkahnya terhenti begitu mendengar suara ponsel berdering. Dahinya mengerut saat menyadari ini bukanlah dering ponselnya, dan matanya membulat saat dering ponsel semakin terdengar saat ia mendekatkan tas tangan Jiyi di telinganya yang memerah akibat udara dingin

Dengan sedikit ragu dan berusaha tak dicurigai, jiyeon mengangkat ponsel itu dan menghilang dibalik kerumunan yang mulai bertambah

Jiyi-ah?! Neo eoddisso? jangan lupa, dua hari lagi kau harus menemui Li ahn! Yeoja china itu. Ia akan menunggumu di jalan Gangnam “ucap seorang yeoja dengan suara lembut

N-ne? Ah~ ne ne, n-nan a-arayo “ucap jiyeon terbata. Ia kembali menggerutu dalam hati karena menjawab dan bukannya mengatakan yang sebenarnya

Eoh? Waeyo Jiyi-ah? Neo gwaenchana?  “tanyanya lagi

Eoh? Ah ne, nan gwaenchana “ucap jiyeon mencoba lebih santai sambil memperhatikan sekitar. Ia memutuskan untuk pulang

Jinja? Ah~ geure, jangan lupa temui yeoja itu, ia membawa informasi penting “ucapnya lagi membuat dahi jiyeon berkerut, dipandangnya sekeliling yang sudah mulai ramai dengan kendaraan dan orang-orang yang menunggu bis

Ne, aku tak akan lupa, tenanglah “jelas jiyeon mulai gelisah

Geure~! Aku harus bersiap, ada kuliah pagi hari ini, aku akan menghubungimu lagi setelah pertemuanmu dengannya pukul 5 sore di jalan Gangnam, annyeong~ “ucap yeoja itu lagi dan terdengar suara berisik juga langkah kaki yeoja itu

Ne, annyeong~ “balas jiyeon santai dan segera mematikan sambungan telfon, ia mempercepat langkahnya menuju rumah, menetralisir pikirannya yang mulai kacau bahkan di pagi hari ini, sangat dibutuhkan

Tap tap tap

Sy [:si]? Apa ini nama panggilan? “gumamnya saat melihat nama yeoja itu di layar ponsel jiyi

Siapa kau sebenarnya jiyi-ssi? Siapa li ahn dan informasi penting apa yang ingin kau ketahui? Wae kau mengakhiri hidupmu seperti itu? “batin jiyeon memandanga lekat ponsel pink itu

Tap tap tap

Eoh? Ck! Kai! Namja sialan itu! Wae ia masih berada di sini! “sungut jiyeon saat menemukan jong in atau kai masih setia bersandar di pagar putih rumah keluarganya, dengan sebotol bir ditangan kirinya

Taptaptap

Dengan tergesa jiyeon berbalik dan kembali menyusuri jalan yang baru saja ia lewati. Langkahnya kembali terhenti saat sebuah ide muncul. Dibukanya cepat tas milik jiyi, mengambil kartu identitas dan sebuah kunci

Seperti apa rumahmu Kim Jiyi? “gumamnya menatap alamat rumah dan kunci ditangannya bergantian

===

Teuleuleu~

Dering ponsel jiyi kembali terdengar saat jiyeon baru saja menemukan rumah jiyi yang berada di seberang jalan

Eoh? Monkey? N-nugu? “gumam jiyeon kembali mundur mendekati halte yang tak jauh dari rumah jiyi diseberang jalan

Yeoboseyo? “ucapnya berusaha tenang

Yak! Jiyi-ah neo eodisso?! “bentakan panik terdengar, membuat jiyeon mulai berpikir bahwa jiyi adalah orang penting

Aku sedang mencari sarapan, wae? “ucapnya tenang menatap sekeliling yang ramai dengan pegawai kantor dan anak-anak sekolah

Ck! Wae kemarin kau pergi begitu saja eoh? Bahkan kau tak menghiraukan panggilanku! Aku sudah berteriak berkali-kali  “ucap suara berat itu mulai rileks dengan gerutuannya

Mi-mianhae ada yang harus ku urus, aku harus menemui chinguku “bohongnya yang juga tak mengerti

Jinja? Geure, besok kau akan kujemput, tetaplah tenang dan jangan panik, semua akan baik-baik saja besok, kami akan mendukungmu jiyi-ah “ucap namja itu lagi memberi semangat

Eoh? Ah ne, besok ne~ nan arra, kamsahamnida “seru jiyeon tenang

Hahaha waegeure? Wae kau berterima kasih padaku? Menggunakan Bahasa formal pula, tidak biasanya hahaha “tawa renyah terdengar membuat jiyeon merutuki tindakannya

Keke aku hanya ingin berterima kasih saja padamu “ucap jiyeon santai melihat kiri dan kanan

Geure baiklah, aku akan menjemputmu pukul 8 pagi besok, istirahatlah untuk hari ini ne~ annyeong~ “pesan namja itu lagi

Ne~ annyeong~ “dengan cepat jiyeon mematikan telfon sambil menyebrang.

Ditatapnya sekeliling dan dengan langkah pasti ia mendekati pagar hitam rumah jiyi, dibukanya pagar itu dan dengan tenang memasuki halaman rumah yang begitu indah dan rapi. Bunga mawar berwarna merah dan putih menghiasi taman kecil rumah itu.

Dengan ragu jiyeon mengambil kunci yang ia letakkan dikantung mantelnya, dibukanya perlahan pintu rumah dan dengan hati-hati pula ia masuk.

Woow~ benar-benar keluarga kaya “gumamnya pelan

Ditatapnya rumah minimalis jiyi yang didominasi warna putih dan hitam. Dilihatnya foto-foto yang terpajang diruang tamu yang menyatu dengan pentri itu.

Benar-benar mirip “batin jiyeon menatap foto jiyi yang mengenakan baju wisudanya sambil tersenyum bahagia.

Jiyeon meneruskan langkahnya menuju pentri yang begitu tertata dan bersih, dilihatnya berbagai foto jiyi dengan senyum bahagia tertempel di kulkas. Manik matanya terhenti saat melihat foto jiyi yang berpelukan dengan seorang namja tampan

Apa ia namjachingumu? Tampan “gumamnya dan secarik kertas yang ditempel dikulkas itu mengalihkan perhatiannya

Jiyi-ah mian aku akan pulang senin nanti, baik-baiklah dirumah

Nan jinja saranghae~

Tunanganmu: Kim Myungsoo ^^

Bahkan tunangannyapun begitu perhatian. Haah~ “gumam jiyeon lagi dengan sedikit mendesah lelah

Jiyeon kembali melanjutkan langkahnya menuju kamar bernuansa putih dan pink lembut yang ia yakini milik jiyi. Perlahan ia memasuki kamar itu, menatap begitu rapi dan manisnya kamar jiyi, langkahnya beralih pada pintu putih di samping tempat tidur, dibukanya pintu itu dan kembali ia terkagum-kagum

Woow ruangan khusus pakaian! Ckck! Bahkan ada lemari khusus untuk tas dan perhiasan koleksinya “kagum jiyeon menatap satu per satu lemari kaca di sana yang menampilkan berbagai koleksi perhiasan jiyi yang bermerk

Pakaiannya begitu manis “gumam jiyeon yang terdengar iri dengan kesempurnaan jiyi

Kau beruntung jiyi-ssi, kau kaya, memiliki banyak uang, rumah indah, pakaian indah juga mewah bahkan tunangan tampan yang begitu menyayangimu, wae kau mengakhiri hidupmu seperti itu? Apa beban yang mengganggumu? Tak adakah yang bisa membantumu? Bahkan tunanganmu? “ucapnya berubah sedih mengingat kacaunya jiyi semalam, namun tetap memberi senyum lembut padanya sebelum mengakhiri hidupnya.

Apa kau memerlukan bantuanku? Apa memang kau adalah saudariku? Apa kita ditakdirkan bertemu seperti ini? Wae? “ucap jiyeon sedih tetap memandang foto jiyi yang tersenyum lebar sambil memeluk boneka beruang putih yang masih ada di kamarnya saat ini

TO BE CONTINUE

 

Annyeong chingudeul~ #lambailambai

Satu lagi FF dari Angeljypark

Otteyo? Mianhae~ Myungsoonya belum muncul hehe

keunde,,, semoga kalian suka dengan FF satu ini dan berkenan ngikutin ceritanya hehe

Komen juseyo~

Kamsahamnida~ #deepbow

64 responses to “[CHAPTER-PART 1] ORIGINAL

  1. anyeonghaseyo.kenapa jiyi mengapa dia mengakhiri hidupnya.
    apa jiyeon bisa nanti bersikap kayak jiyi.

  2. annyeong thor. daebak. awal yg menarik dan bkin penasaran. walaupun masih agak bingung sih. kok jiyi bisa punya kembaran? apa itu beneran saudaranya atau apa?. izin bca next part yy thor.
    fighting n keep writing ^-^

    • gomawo ne jms98 hehe
      mian kalo awalnya bikin bingung hehe
      gomawo ne udah mampir dan baca juga komen ^_^
      ditunggu ne kelanjutan” ffnya…
      kamsahamnida~ #bow

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s