[CHAPTER-PART 5B END] The Reason I Life

The Reason I Life

The Reason I Life

Written by Angeljypark

Park Jiyeon – Park Chanyeol – Park Hyomin – Xi Luhan

Family – Sad – Chaptered

===

The Reason I Life

Previous story, part 5A

A-aku tahu seorang pengacara yang bisa membantu “ucap luhan mendapat senyum menenangkan hyomin

Gomawo luhan-ah, gomawo~ “ucap hyomin mengelus lembut puncak kepala luhan yang sudah menggenggam erat buku kedokterannya, menyesal dirinya tak mampu membantu hyomin

===

The Reason I Life

5B END

Persidangan dihentikan, jiyeon memenangkan tuntutannya dan mendapatkan hak akan tubuhnya. Walau demikian ia tak bahagia, karena selama ini ia selalu mendonorkan anggota tubuhnya dengan sukarela

Langkah jiyeon dan siwon terhenti, dengan khawatir jiyeon menatap sang omma yang berdiri didepannya dengan wajah pucatnya. Siwon yang mengerti pun meninggalkan keduanya dan memilih keluar ruang sidang seperti yang lainnya

Jiyeon terkejut, begitu pipinya terasa hangat akan belaian lembut sang omma

Mianhae~ “ucap taehee tertahan dengan bulir air mata yang mendesak keluar

O-omma~ “panggil jiyeon menatap sedih sang omma

Ne jiyeon-ah~ “angguk taehee dengan buliran air mata yang sudah mengalir

Mianhae~ hiks selama ini omma selalu berpikir bahwa kau akan selamat meski menjalani semua donor ini, omma tak memikirkan perasaanmu “tangis taehee terus mengusap lembut pipi jiyeon

Omma begitu takut hyomin akan pergi saat malam ia terlelap, membuat omma melupakan dua malaikat yang juga membutuhkanku “tangis taehee, mendengarnya jiyeon pun menangis, menggenggam erat jemari sang omma dipipinya

Omma selalu berpikir kalian akan baik-baik saja, kalian akan tetap berada di sisi omma jauh lebih lama dari hyomin, membuat omma tak menyadari telah mengabaikan kalian “ucap taehee tertahan, bulir air mata tak kunjung henti

Omma tahu hyomin akan pergi, karena itu, mendengar prosentase kemungkinan hyomin akan bertahan hingga 70% setelah operasi donor ginjal, membuat omma berpikir untuk menghabiskan waktu lebih lama dengannya bersama chanyeol dan dirimu jiyeon-ah, pergi ke pantai dan taman bermain seperti dulu, tanpa jaket tebal yang melekat di tubuhnya, hanya untuk sementara waktu “jelas taehee lagi, tangisnya pecah, begitu juga jiyeon, keduanya menangis begitu pilu

Bruk

Mianhae~ mianhae jiyeon-ah~ mianhae~ hiks “tangis taehee jatuh berlutut didepan jiyeon, memeluk erat pinggang jiyeon

Omma~ hiks omma~ “panggil jiyeon mengusap lembut punggung taehee membujuknya berdiri, namun taehee tetap berlutut dan menangis didepannya

Mianhae jiyeon-ah~ “tangis taehee, jiyeon pun berusaha melepas pelukan sang omma dan membantunya berdiri

Anhiyo omma~ nan gwaenchana, nado, aku juga menginginkan kesembuhan unnie~ aku tak pernah keberatan omma~ k-keunde, a-aku pun merindukan perhatian omma dan appa, seperti saat kecil dulu “ucap jiyeon sesenggukan membuat taehee semakin menangis keras

Mianhae jiyeon-ah~ mian omma mengabaikanmu dan chanyeollie~ mianhae~ mianhae omma begitu egois membiarkan rasa takut omma akan kehilangan hyomin menyakitimu dan chanyeol, mianhae~ “tangis taehee memeluk erat jiyeon, mencium puncak kepala putrinya berkali-kali

Walau menangis sesenggukan, jiyeon tak dapat memungkiri perasaan senangnya merasakan pelukan hangat sang omma, mengetahui bahwa sang omma yang sangat yakin akan mampu menghabiskan banyak waktu dengannya dan chanyeol lebih lama, membuatnya senang.

Gomawo jiyeon-ah~ gomawo kau begitu baik pada kami “ucap taehee lembut mengecup dahi jiyeon sayang

Ne omma~ “ucap jiyeon lembut tersenyum manis menerima kecupan sayang taehee

Keduanya pun tersenyum dan berpelukan, walau wajah mereka memerah akibat tangisan, mereka tetap tersenyum dan sesekali tertawa sambil terus berpelukan

Taehee-ssi?! “ucap seorang petugas mengagetkan keduanya yang masih berpelukan

Ne?

Bisakah anda ikut ke ruang hakim? Ada beberapa berkas yang harus diurus “ucapnya mendapat anggukan taehee

Ne! “angguk taehee dan segera menoleh pada jiyeon yang tersenyum padanya

Jiyeon-ah omma pergi sebentar, temuilah luhan dan chanyeol “ucap taehee mendapat anggukan jiyeon

Ne omma~ keunde aku dan luhan oppa akan pulang lebih dulu, hyomin unnie sedang dalam perjalanan pulang, kami ingin menemaninya “ucap jiyeon mendapat anggukan taehee

Ne~ gomawo jiyeon-ah “ucap taehee kembali memeluk jiyeon, mengusap lembut punggung putrinya ini

Saranghae~ “ucap taehee lembut membuat jiyeon tersenyum senang

Nado saranghae omma~ “ucap jiyeon dengan senyum cerahnya, keduanya pun tersenyum dan taehee segera menuju ruang hakim, bersama yoochun yang kali ini menemaninya

Kami pergi dulu “pamit yoochun ikut mengecup puncak kepala jiyeon, membuat ketiganya tersenyum

Kajja kita pulang “ajak chanyeol pada jiyeon, begitu dongsaengnya menghampiri dirinya dan luhan

Anhiyo oppa, oppa temanilah appa dan omma, walau bagaimana pun omma masih belum bisa menerima keputusan unnie “ucap jiyeon lembut

Ne, chanyeol-ah kau temani imonim, aku dan jiyeon akan pulang bersama “ucap luhan memberikan senyum menenangkannya, seperti yang selalu ia lakukan

Chanyeol terlihat ragu, ia tak ingin membiarkan jiyeon juga luhan pulang sendirian, ia ingin bersama mereka

Anhiyo oppa, temani appa dan omma, mereka membutuhkanmu, oppa gantikan appa menyetir, omma pasti membutuhkan appa disisinya saat-saat ini. Aku akan pulang lebih dulu bersama luhan oppa untuk menemani unnie “ucap jiyeon meyakinkan

Ne, bukankah saat kemari, aku pun bersama jiyeon? Kita bertemu di rumah “ucap luhan memeluk singkat chanyeol yang masih tak terima

Kajja Jiyeon-ah “ajak luhan mengulurkan tangan kirinya untuk diraih jiyeon

Oppa, jaga appa dan omma ne~ mereka membutuhkanmu “ucap jiyeon memeluk chanyeol

Eoh! Geure, oppa akan segera menyusulmu di rumah “ucap chanyeol membalas pelukan erat jiyeon

Ne oppa, neo nan jinja saranghae, appa, omma, hyomin unnie do, aku menyayangi kalian “ucap jiyeon mengecup singkat pipi chanyeol yang juga dibalas olehnya

Ne, jushime ne~ “ucapnya melambaikan tangan pada luhan dan jiyeon yang berjalan menjauh dengan senyum merekah sambil bergandengan tangan

Ne oppa! Annyeong~ “balas jiyeon

Eoh deongsaeng-ah! Annyeong! “ucap luhan ikut melambaikan tangannya dan beralih merangkul jiyeon

Chanyeol segera menghampiri taehee dan yoochun, setelah mengurus beberapa hal mereka pun segera pulang.

Hyomin terus menanti kepulangan keluarganya dengan was-was, ia bahkan tak tenang dalam duduknya dan terus mengintip keluar jendela. Setelah diantar pulang oleh dokter lee, ia terus mondar-mandir diteras rumah.

Eoh! Appada! “pekiknya senang dan segera berjalan keluar

Omma! Appa! Chanyeol-ah! “serunya senang namun seketika itu pula dahinya mengerut

Luhanie Jiyeonie eoddiso? “tanyanya bingung

Eoh? Mereka berpamitan pulang lebih dulu, apa mereka terkena macet? “bingung chanyeol

Geure sepertinya begitu “ucap taehee tersenyum memandang hyomin, berusaha merelakan putri sulungnya yang sudah pasrah akan kondisinya

Geure, sambil menunggu, omma akan memasak makanan lezat untuk semuanya “ucapnya memandang hyomin dan chanyeol bergantian, merangkul keduanya sayang

Yeaaahh!! “seru keduanya senang dan mereka pun beranjak masuk

Jiyeon-ah? Luhan hyung? Wae kalian lama sekali? “gumam chanyeol segera mengambil ponselnya

Tut tut tut

Dengan cepat ia mencari dan menghubungi nomor jiyeon

A-ah majja! Ponselnya mati sejak tadi “gumam chanyeol segera menghubungi luhan

Yeoboseyo? Luhan hyung~ eoddisso? “ucapnya ketika panggilannya tersambung

Mianhamnida! Kami dari pihak rumah sakit Seoul, pemilik ponsel dan seorang lagi mengalami kecelakaan “ucapan seorang namja membuat chanyeol terdiam, dengan panik ia berlari masuk dan mengatakan kejadian itu pada keluarganya

===

Taptaptap

Langkah kaki keempatnya terdengar jelas di lorong rumah sakit. Hyomin yang tak biasa berlari jauh seperti itu pun merasa lelah, namun rasa lelah itu tak sebanding dengan rasa khawatirnya. Membuatnya terus memaksakan diri untuk berlari

Yoochun yang tiba didepan ruang ICU segera bertanya pada seorang suster yang memang ditugaskan untuk menunggu kedatangan mereka

O-otteyo?! Luhannie, Jiyeonnie, bagaimana keadaan mereka? “Tanya yoochun gusar, matanya memerah menahan tangis, begitu juga taehee yang kembali merasa bersalah akan tindakannya selama ini

Dengan wajah takut dan penuh penyesalan, sang suster menggelengkan kepalanya, membuat keempatnya terkejut bukan main.

Tangis hyomin pun pecah begitu juga taehee, sedangkan yoochun, ia terdiam, tak tahu harus mengatakan apa. Sementara Chanyeol yang mendengar pun terus menggelengkan kepalanya tak percaya, ia begitu menyesal tak mencegah keduanya pergi

Mianhamnida, yoochun-ah taehee-ah, mianhae, keunde kami telah berusaha semampu kami “ucap dokter lee berjalan menghampiri keempatnya, ia membukakan pintu ruang ICU dan membiarkan keempatnya masuk

Mianhamnida, kami tak mampu menyelamatkan Luhan-ssi, benturan keras menyebabkan pendarahan hebat di otaknya, ia meninggal saat dalam perjalanan menuju rumah sakit. Dan jiyeon-ssi, otaknya mati, ia tak akan bertahan tanpa alat bantu “ucap sang dokter, tangis taehee pecah, ia berjalan menghampiri keduanya dan memeluk mereka, wajah pucat keduanya membuatnya menangis pilu

Jiyeon-ah~ luhan-ah~ andwae!! ANDWAE!!! “teriak taehee sesenggukkan memeluk jiyeon dan luhan

Chanyeol pun tak mampu menerima kenyataan ini, ia terus memegang kepalanya frustasi dan menghampiri keduanya dengan kalut. Chanyeol memandang luhan yang sudah memucat dengan luka memar serta jahitan di kepala hingga pelipisnya serta jiyeon yang juga penuh luka. Ia meraih tangan luhan yang dingin dan memeluknya

H-hyung~! “panggil chanyeol menangis keras di bahu luhan

HYUNG!!! “teriak chanyeol, yoochun yang sejah tadi memeluk hyomin segera menghampiri chanyeol

HYUNG!! IREONAA!! “tangis chanyeol mengguncang bahu Luhan, airmatanya tak henti mengalir membasahi pipinya juga pipi pucat luhan

C-chanyeol-ah~ “panggil yoochun berusaha merangkul chanyeol

Jiyeon-ah~ jebal ireona hmm~? “ucap taehee begitu pelan, memeluk jiyeon dan mengelus pipinya lembut

Jebal jiyeon-ah jebal~ jangan lakukan ini pada omma~ jebal~ JIYEON-AH!! “pekik taehee histeris, ia terus mengguncang bahu jiyeon berharap putrinya akan bangun

Taehee menoleh, mendapati chanyeol yang menangis pilu menatap luhan, dengan tertatih, taehee melangkah mendekati ranjang luhan yang berjarak cukup dekat dengan milik jiyeon

Andwae~ oh~ Luhan-ah~ “tangis taehee mengusap lembut pipi luhan dan memeluknya

Jiyeonnie~ “panggil chanyeol pelan, dibantu yoochun, ia mendekati ranjang jiyeon mengusap pipi dongsaengnya lembut

Chanyeol bahkan tak mampu mengeluarkan suaranya, ia menangis dalam diam memandang keduanya yang beberapa saat lalu berpamitan dengan senyum menenangkan padanya

Oppa tak akan membiarkan kalian pergi dan tak akan menerima pelukanmu jika tahu itu adalah ucapan perpisahanmu! “serunya tertahan memandang wajah jiyeon yang juga mulai memucat

Sementara hyomin, ia pun menangis sesenggukan hingga tubuhnya melemah, dadanya sesak dan ia bahkan tak mampu berdiri. Dokter lee yang berada di dekatnya pun merangkul hyomin hingga akhirnya yeoja manis ini pun pingsan dengan darah segar yang mengalir dari hidungnya

Yoochun yang juga masih kalut akan kejadian ini pun segera menggendong hyomin dan dibantu para suster, yoochun membaringkan putri sulungnya di ranjang ruang ICU dan mereka pun melakukan pertolongan pertama pada hyomin

Ia tak akan selamat tanpa bantuan alat, apa kalian akan melakukan operasi donor ginjal? “ucap dokter lee mengalihkan pandangan taehee, yoochun dan chanyeol yang terlihat begitu kacau

Aku rasa Jiyeon tak akan keberatan “ucap seseorang dari arah pintu

Siwon-ssi? “bingung yoochun, ia alihkan perhatiannya pada taehee yang hanya diam memandang kosong kearah luhan dan jiyeon

Ne! Jiyeon sudah menceritakan padaku saat persidangan selesai, ia mengatakan bahwa ia selalu dengan sukarela mendonorkan tubuhnya untuk keselamatan hyomin “ucapnya mengambil jeda menatap wajah memucat luhan dan jiyeon serta wajah memerah chanyeol yang masih setia memeluk jiyeon juga menggandeng tangan luhan dan juga taehee yang bahkan tak menyadari kedatangannya

Karena aku adalah pengacaranya, aku berhak menentukan ketika yang bersangkutan tak bisa “ucap siwon yang kembali memandang sendu jiyeon

Ada seorang gadis yang juga harus diselamatkan “ucap siwon lagi memandang hyomin yang berada dalam dekapan yoochun

===

Taehee terus menatap kosong ke arah jiyeon, yang dengan bantuan alat pernafasan mampu bertahan hingga beberapa hari. Ia terus mengelus lembut rambut jiyeon dan bergumam meminta maaf

Mianhae jiyeon-ah~ mianhae~ “tangis taehee, wajahnya semakin pucat dan tirus, ia pun mengalihkan pandangannya pada chanyeol yang tertidur di sisi kiri ranjang jiyeon. Menatap wajah pucat sang putra yang masih begitu terpukul akan pemakanan hyung tersayangnya kemarin.

Jiyeon-ah~ w-wae kau melakukan ini pada omma? “gumam taehee dengan suara tertahan

Hiks jinja aphaso jiyeon-ah hiks mianhae~ “tangis taehee memeluk jiyeon yang semakin hari semakin pucat

Hiks mianhae omma tak menghiraukanmu selama ini~ mianhae omma selalu mementingkan hyomin dan melupakanmu~ mianhae jiyeon-ah mianhae~ wae kau melakukan ini pada omma, eoh~? Omma belum membahagiakanmu jiyeon-ah hiks apa kau sedang menghukumku? Hiks jiyeon-ah~ hiks “tangis taehee semakin memeluk erat jiyeon, air matanya pun tak hentinya mengalir, menangis sepanjang hari bahkan sejak beberapa lalu

Mianhae hiks mianhae hiks ini salah omma mianhae hiks jiyeon-ah~ “gumam taehee memejamkan matanya lelah, tertidur memeluk jiyeon yang sudah tiada

===

Dengan bantuan alat kedokteran ditubuh jiyeon, operasi pun dilakukan 1 minggu kemudian, setelah kondisi hyomin membaik dari rasa shock akan kepergian dua saudaranya itu.

Seperti yang dilakukan sejak seminggu lalu, taehee terus meracau meminta maaf pada putrinya itu, menangis pilu memeluk putri bungsunya itu

Jiyeon-ah~ mianhae~ mianhae~ chagi-ah mianhae~ jiyeon-ah~ “tangis taehee terus memanggil dan meminta maaf pada jiyeon, walau yoochun telah membujuknya, ia tetap bersihkeras berada di sana dan menemani jiyeon

Sementara chanyeol, ia terus meronta saat sang appa pun memintanya untuk pulang dan beristirahat, setelah pemakaman Luhan yang begitu memilukan 6 hari lalu, ia semakin terlihat kacau dan tak ingin berpisah dari jiyeon.

Dan di saat pemakaman luhan pun, ia terus memberontak menghampiri luhan dan berteriak kencang memanggil nama luhan saat mereka hendak menutup petinya

Chanyeol POV

Mereka pergi. Dua orang yang begitu kusayang pergi meninggalkanku setelah memberikan senyuman hangat mereka.

Aku tak menyangka itu adalah pelukan dan senyuman terakhir yang bisa kulihat dari wajah mereka. Saat itu perasaanku begitu kacau, aku tak ingin mereka pergi, keunde aku membiarkannya dan inilah yang terjadi.

Ini salahku, seandainya aku mampu menahan mereka lebih lama, aku yakin truk itu tak akan menabrak mereka.

Saat pemakaman luhan hyung 6 hari lalu, aku tak mampu untuk mempercayai bahwa orang yang berada di sana, yang terbujur kaku dengan wajah pucat itu adalah Luhan hyung. Hyung yang selalu memberikan senyum hangat dan menenangkan pada kami.

Mendengar tangisan imonim membuatku merasakan hal yang begitu menyakitkan dalam dadaku, aku yakin, ini adalah hal yang begitu berat bagi imonim, karena luhan hyung adalah putra tunggalnya.

Dan sekarang, aku pun tak bisa menerima kepergian dongsaengku, jiyeonnie, yeoja manis dan tegar yang selalu berada disisiku setiap saat. Ia pun pergi, anhi, kamilah yang membuatnya pergi setelah menjalani operasi donor ginjal dan jantung.

Operasi ini mengingatkanku akan kebiasaannya selama ini, jiyeon selalu memegang dadanya untuk merasakan degup jantungnya. Dan sekarang ia kehilangannya, sama sepertiku yang tak akan melihatnya lagi. Ia pergi, mereka pergi meninggalkanku

Aku mendapatkan apa yang kuharapkan selama ini, kasih sayang appa dan omma, mereka begitu memperhatikanku layaknya saat kami masih kecil.

Keunde haruskah aku bahagia? Jika kebahagiaan ini kudapatkan dengan mengorbankan dongsaengku sendiri? Bukankah aku begitu jahat padanya? Bahkan hingga diakhir hidupnya?

Luhan hyung, Jiyeon-ah, mianhae, mianhae aku tak bisa mencegah kepergian kalian. Mianhaeyo

Author POV

Chanyeol tak henti-hentinya menangis saat pemakaman jiyeon berlangsung, bayangan akan pemakaman Luhan seminggu lalu pun muncul di benaknya. Wajah pucat jiyeon mengingatkannya akan wajah pucat luhan.

Chanyeol pun kembali mengingat senyum menenangkan keduanya yang berjalan sambil bergandengan saat berpamitan padanya. Membuatnya semakin sedih dan merasa bersalah. Sementara itu, hyomin yang baru menjalani operasi, duduk di kursi rodanya, ia menangis pilu akan kepergian saudari tercintanya itu

Mianhae luhan-ah jiyeon-ah, mianhae, ini salahku, mianhae “ucap hyomin berkali-kali, menangis pilu saat pemakaman berlangsung

Sama halnya dengan taehee, ia masih begitu terpukul, wajahnya begitu pucat dan sangat tirus, yang hanya memandang kosong peti didepannya dengan air mata yang tak henti mengalir

Mianhae~ jiyeon-ah~ mianhada~ uri aegy~ “gumam taehee terus menerus, ia jatuh terduduk di depan peti yang akan ditutup itu, dengan linangan air mata yang tak henti mengalir. Yoochun pun tak mampu menahan tangisnya, ia terus merangkul hyomin, berusaha menenangkan hyomin juga dirinya

===

Perasaan duka akan kepergian Luhan dan Jiyeon masih begitu membekas dalam hati keluarga park. Kecelakaan yang menyebabkan kepergian luhan dan jiyeon membuat suasana berkabung keluarga besar mereka terasa begitu memilukan.

Walau begitu, Hyomin yang telah sehat dan sembuh, berusaha menjalani harinya dengan bahagia walau bayang-bayang akan kedua deongsaeng manisnya selalu datang.

Sedangkan chanyeol, walau sempat terpuruk akan kepergian keduanya, ia tetap bahagia saat kedua orangtuanya begitu memperhatikannya.

Namun, dilubuk hati terdalam keduanya, kehadiran Jiyeon dan Luhan tetap mereka impikan, meski hal itu tak akan pernah terjadi.

===

Hyomin berjalan menyusuri taman kota dengan langkah pelan, ia menatap sekitar seperti mengenang sesuatu, ia tersenyum manakala melihat beberapa yeoja yang sedang duduk sambil tertawa bersama di bangku taman.

Ia mengalihkan pandangannya pada seorang namja, dengan pakaian serba hitamnya, duduk merenung di salah satu bangku taman. Bangku yang selalu ia tempati bersama saudarinya, saat mereka bermain di taman. Dengan perlahan ia menghampiri namja itu dan duduk di sisi kiri, membuat jarak antara keduanya begitu terlihat.

Sudah 6 bulan berlalu, keunde masih seperti kemarin “ucapnya saat hyomin baru saja duduk

Ne~ “balas hyomin berlinang air mata

Noona, aku merindukan mereka “ucapnya lagi dengan pandangan menerawang, menatap indahnya langit biru saat itu

Nado chanyeol-ah “ucap hyomin ikut menatap langit dengan senyum yang ia paksakan

Disaat bersamaan, derap langkah terdengar dari arah belakang mereka, suara itu semakin dekat dan berhenti tepat dibelakang keduanya, ia pun tersenyum menatap keduanya yang sibuk memandang langit biru.

Apa mereka bisa melihat kita saat ini? “gumam chanyeol

N-ne, mereka pasti sedang mengawasi kita “ucap hyomin dan air matanya pun mengalir

Bersamaan dengan ucapan hyomin, orang itu duduk dibagian tengah kursi taman yang membelakangi keduanya, ia tersenyum dan terus mendengar curahan hati kakak-beradik ini.

Aku harap mereka bahagia di sana “ucap chanyeol sesenggukkan

N-ne “ucap hyomin tertahan, air matanya tak kunjung berhenti mengalir

Mendengarnya, membuat orang itu tertunduk, ia mengambil sebuah buku berwarna coklat dengan motif bunga dan beruang kecil di tengah-tengahnya, sembari mendengar isak tangis memilukan kakak-beradik itu, ia membuka halaman demi halaman buku dan mengusapnya lembut.

Aku ingin bertemu dan memeluknya “kembali ia mendengar ucapan hyomin dan dibalas tangisan chanyeol yang jatuh terduduk di depan kursi taman

Ia kembali membalik halaman buku itu hingga tersisa 3 halaman lagi, bertepatan dengan itu, terdengar langkah kaki lainnya mendekati hyomin dan chanyeol.

Chanyeol-ah gwaenchana, ia sudah tenang di sana, jiyeon dan luhan mereka akan sedih melihatmu seperti ini “bujuk sang omma, walau itu pun berat baginya. Taehee pun ikut berjongkok memeluk putranya itu

Mendengar ucapan taehee, ia tersenyum dan kembali membalik halaman selanjutnya, ia mengusap halaman itu saat melihat tulisan yang sedikit berantakan di sana.

Ne, hyomin-ah neo do, berhentilah bersedih dan hiduplah dengan bahagia, jiyeon pasti menginginkan hal yang sama “ucap yoochun mengusap lengan hyomin yang masih sesenggukan

Ia kembali tersenyum dan membalik halaman terakhir dimana tak ada tulisan di sana. Ia kembali mengusap halaman itu dan sesaat kemudian air matanya mengalir membasahi kertas putih itu.

Tap tap tap

Derap langkah lain mengusiknya, ia melirik kedepan dan tersenyum saat melihat sepasang sepatu hitam itu

Kajja “ucap orang itu lembut

Ia segera menutup dan meletakkan buku itu disisi kanannya dan sekilas melirik kearah belakang dimana keluarga park sedang bersedih

Jiyeon-ah!! Luhan hyung!! Kami akan hidup dengan baik!! Tunggulah kami!! Sambutlah kami saat kami menyusul kalian!! Berjanjilah!! “teriak chanyeol berlinang air mata

Kajja “ucapnya lagi saat pergerakan mereka sempat terhenti akibat teriakkan chanyeol. Ia menatap sekilas buku itu dan bersiap berdiri merapihkan dress putih selututnya, ia pun meraih tangan orang dengan setelan tuxedo hitam didepannya

.

.

.

.

.

.

.

.

Kajja… Jiyeon-ah “ucap namja itu dengan senyum menenangkan

Ne… Luhan oppa “ucapnya meraih tangan Luhan dan tersenyum bersama, keduanya berjalan sambil bergandengan tangan menjauh dari keluarga park dan menghilang bersama hembusan angin yang begitu menghangatkan.

Hembusan angin itu pun dirasakan keluarga park. Chanyeol menutup matanya merasakan hangatnya angin yang mengingatkannya akan jiyeon dan luhan. Hal yang sama dilakukan pula oleh hyomin, taehee dan yoochun, mereka kembali mengenang putri kecil mereka juga keponakkan mereka yang begitu manis.

Bersama angin itu pula, halaman demi halaman buku itu terbuka hingga halaman terakhir, dimana lembar kosong itu menampilkan tulisan yang muncul setelah jiyeon mengusapnya. Ia mencurahkan isi hatinya yang tak sempat dituliskan ketika masih berada didunia. Dan tak lama, buku itu pun menghilang bersama hembusan angin.

 

 

Halaman terakhir buku harian jiyeon

Aku bahagia, sangat bahagia

Mengetahui bahwa appa dan omma begitu menyayangiku, membuatku begitu bahagia

Unnie Selamat. Ia sehat dan mampu menjalani kesehariannya dengan baik. Aku pun bahagia akan kasih sayang yang chanyeol oppa dapatkan, inilah keinginanku yang akhirnya terwujud.

Misiku selesai, tugasku disini telah usai

Aku tak pernah menyesal dilahirkan dalam keluarga ini. Aku bahagia, karena merekalah, aku mampu merasakan indahnya dunia, indahnya memiliki saudara dan keluarga.

Aku tak pernah menyesal akan takdir hidupku, karena inilah mengapa aku dilahirkan, menjadi penyelamat hidup unnie dan memberi kebahagiaan bagi oppa dan keluargaku.

Aku bersyukur dan bahagia, sekarang aku dapat meninggalkan mereka dengan perasaan tenang bersama Luhan oppa yang setia menungguku sejak hari itu, hari dimana ia pergi meninggalkan keluarga kami, dan menungguku menyusulnya.

Appa, omma, hyomin unnie, chanyeol oppa, nan jinja saranghanda, hiduplah dengan baik dan bahagia.

Aku akan selalu mengingat kalian.

Karena alasanku hidup adalah menjadi bagian dari keluarga kalian.

THE END

 

Annyeong~

Mianhamnida kalo ceritanya berakhir seperti ini #reallydeepdeepbow

Keunde author harap kalian masih mau membacanya hingga akhir…

Walau seperti ini akhirnya semoga kalian tetap suka #hoping

Neomu jinja Kamsahamnida buat para readers setia FF Ther Reason I Life ini. Author senang sekali kalian menikmati FF karya author ini

Dan juga NEOMU JINJA KAMSAHAMNIDA bagi para READERS yang dengan setia selalu memberi komentar di setiap chapternya. Neomu Kamsaheyo~ author sangat senang karenanya…

Kamsahamnida ne readersdeul…

Dan inilah chapter terakhir untuk FF The Reason I Life…

See you on the next FF which writen by Me (Angeljypark)

This Sunday

Angeljypark New FF

ORIGINAL

Park Jiyeon | Kim Myungsoo | Park Chanyeol

Crime | Action | Romance | Mistery

30 responses to “[CHAPTER-PART 5B END] The Reason I Life

  1. Mungkin ini komentar yang pendek tapi semoga membuat author bahagia ya🙂
    Ceritanya bagus, dan berasa banget author nulisnya pake hati. Hehehe.. dari awal sampai akhir aku baca tapi baru komentar di chapter terakhir. Maafin thor🙂
    Keep a good work!

    Nb: saran aja thor : detail tempat diperjelas biar lebih kegambar, tapi alur udah bagus, jgn dibuat bertele tele, nanti malah jadi bosen. Hehehe

    • Gwaenchana… Keunde gomawo udh setia baca hehe
      Do gomawo buat masukannya… Author seneng chingu merhatiin detail”nya wkwkw
      Author akan berusaha membuat ff” authot lainnya lebih rinci deskripsinya.. Gomawo ne…
      Geurigo kamsahamnida Dree udh mau komen dan setia baca dari awal sampe akhir… #bow

  2. trnyata udah ada end nya ..
    huahh sedihh trnyata jiyeon sampe akhir pun ttp donorin semuanya , dan taehee akhirnya tobat juga yah wlopun bentar jiyeon ttp merasakan kasih sayang eomma nya lagi ..
    sedih bgt sih keluarga park , ya mudah2an mereka bisa bahagia .. chanyeol udah ngerelain kepergian org yg d sayang nyaa

    • Ne… Udh ending hehe
      Mian endingnya sedih…
      Keunde… Gomawo ne indaah udh baca dan komen…
      Ditunggu komen” chingu di ff”q lainnya…
      Kamsahamnida~#bow

  3. Dr awal udh yakin klo jiyeon pasti akan meninggal
    Tae hee nyeselll bgt jadi kasian juga sih pas baca dy nyesel dan ngerasa bersalah sama jiyeon
    Duhhhh ff ini menguras air mata 😭😭😭

    Walaupun sad ending tp semua nya terselesaikan

    • Mianhae bikin baper sampe akhir cerita
      Keunde gomawo ne iineey~ udh setia baca dan komen di setiap chapternya..
      Kamsahamnida ne~ ditunggu ne ff” author lainnya #deepbow

  4. Yah… Dikirain luhan sama jiyeon bakal jadian, udah ada feeling pas mereka pulang cuman berdua.. Aduuhh, yaudah tp saya tetep suka sih ceritanya. Buat lg dong semacam kaya gini.

    • Wkwkw jadian? Hehe
      Maunya gitu keunde disini kan mereka sepupuan wkwkwk
      Cerita seperti ini? Yg genrnya sad ya chingu?… Geure akan author masukin list ff author hehehe
      Gomawo ne masukannya
      Geurigo risna gomawo ne udah seyia baca dan komen di setiap partnya hehe
      Kamsahamnida ne#deepbow

  5. Ya ALlah, nangis d tengah mlm aq ne.
    Hikz hikz.
    Aaaa, jiyi n luhan malah pergi, huaaaaaa.
    Sad ending bner, hikz hikz.
    Aq bngung jd x mw comment aphuhuhuhjjhj

    • Minahe bikin baper chingu…
      Keunde gomawo ne miss rara panda, udah setia baca dan komen disetiap chapternya…
      Di tunggu ne ff” author yg lainnya hehe
      Kamsahamnida~#deepbow

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s