[CHAPTER 2] ROLEPLAYER THE SERIES – HELLO, DEAR

rolplayer

Tittle: Roleplayer The Series (Hello, dear) | Author: farvidkar (Farah Vida Karina) | Genre: Romance, Entertaiment | Cast: L Kim / Kim Myung Soo, Park Jiyeon | Rating: PG-23 | © Poster by ImJustAGILRS @PosterChannel

PS: Disarankan untuk membaca ini kalian setidaknya mengenal dasar dari app media social twitter kalau gak mau bingung baca ff ini. Dan tidak ada kesengajaan dari kesamaan uname yang ada, semuanya murni khayalan author

 

[Roleplayer Oneshot] [Roleplayer Squel] [RTS Osaka Scandal]

Ada masa dimana hidup tak sejalan dengan keinginan. Ingin lari tetapi tak mampu, ingin bersembunyi tetapi tak ada yang bisa menyembunyikanmu.

Park Ji Yeon! Park Ji Yeon! Park Ji Yeon! Dan begitulah seterusnya yang di dengan Jiyeon di atas panggung. Lampu sorot mengarah tepat ke arahnya. Suara intro dari lagu solonya mulai terdengar berirama. Gadis itu membawakan soundtrack Dream High 2 yang pernah dinyanyikannya. Orang-orang yang berdiri memegang light-stick ikut bernyanyi dengan bahasa korea. T-ara Great China Tour berjalan lancar hingga akhir acara yang ditutupi lagu Roly Poly.

“Gamsahamnida…..” ucap semuanya kompak sembari membungkuk 90 derajat.

@TarabaseRP: pict.twitter/9090 T-Ara great china tour (Jiyeon) sangat cantik

L kembali mengscrool roleplaye base itu dan mencari beberapa foto lagi. Dia membuka foto itu dan me-save beberapa foto yang menurutnya good looking.

@TarabaseRP: pict.twitter/9091 Jiyeon airport (1)

Kali ini L me-zoom foto yang dibidik oleh seorang fan. Dia tak tahan ingin tertawa terbahak-bahak melihat gadis itu sedang menguap, bahkan di foto itu terlihat jelas bagaimana Jiyeon tak memakai make up.

“Apa yang kau lihat?” tanya Seungyeol yang muncul entah dari mana.

“Ini” L menunjukkan foto Jiyeon dan temannya itu langsung tertawa terbahak-bahak.

“Tumben gadismu itu keluar tanpa make up. Lihat matanya.. tebal sekali” kata Seungyeol sambil meredakan tawanya.

“Yeppo” gumam L namun bisa terdengar oleh Seungyeol dan setelahnya tawa Seungyeol pecah kembali.

“Ah.. jadi begini kalau orang jatuh cinta”

“Jiyeon-ah, ini kopermu. Kau akan balik ke apartmentmu kan? Atau mau ikut kami ke dorm?” tanya Eunjung.

“Aku mau ke apartment saja” kata Jiyeon mengambil kopernya dan kemudian pamit berpisah dengan member lainnya.

Perjalanan ke Apartmentnya cukup lama karena siang hari ini cukup lama. Jiyeon menaiki van pribadinya ditemani sang manajer yang merangkap jadi sopirnya. Beberapa kali gadis itu menggerutu di kursi belakang. Sang manajer hanya geleng-geleng kepala dan memfokuskan diri untuk menyetir.

“Aish jinja.. mataku..”

“Aih ige mwoya?!”

“Omg…”

“Ini keterlaluan…”

“Apa aku harus menuntut mereka?” tanya Jiyeon pada dirinya sendiri. Kemudian ia mengetik sesuatu di ponselnya.

@JParkzzz: siapa yang memfoto ini? Apa kalian tidak takut dituntut karena memfoto tanpa ijin? RT @TarabaseRP: pict.twitter/9091 Jiyeon airport (1)

Ting! Sebuah notif twitter masuk, Jiyeon segera membuka app twitternya.

@LKimx1992: @JParkzzz kau tetap cantik walaupun tak mandi seharipun

Jiyeon membalas mention L secepat kilat. Bibirnya tertarik membentuk sebuah lengkungan.

@JParkzzz: @LKimx1992 jinja? Omong kosong. Kapan kau melihatku tak mandi?

@LKimx1992: @JParkzzz difoto tadi. Kau pasti hanya cuci muka saja

@JParkzzz: @LKimx1992 wennyeol~ aku sudah mandi! Hanya saja tidak pakai make-up karena buru-buru

@LKimx1992: @JParkzzz jujur saja.. tidak usah malu padaku~

@JParkzzz: @LKimx1992 JINJA…..

@LKimx1992: @JParkzzz Hahaha.. aku tidak keberatan jika kau tidak mandi saat kita kencan nanti

Jiyeon mendengus kesal menatap ponselnya. Dia membiarkan saja mention itu dan tak mau membalas mention L. Dia berencana untuk mengerjai L dengan cara pura-pura marah.

@LKimx1992: Jiyi..

@LKimx1992: Chagiyaaa…

@LKimx1992: nyonya Kim..

@LKimx1992: sayang jangan ngambek hmm?

Jiyeon senyum-senyum sendiri membaca beberapa mention masuk dari L. tetapi tekatnya bulat dan menyabarkan diri agar tak berbaik hati untuk membalas mention itu.

“Jadwalmu hari ini sampai minggu depan kosong. Aku tidak akan mengganggumu dan anggap saja ini liburan” jelas sang manajer, Jiyeon mengangguk dan mengantar manajernya itu ke pintu apartmentnya untuk pulang.

Hari menjelang malam, perut Jiyeon mulai mendemo-ria meminta untuk diisi. Gadis itu sedang asyik menonton berita infotaiment.

“Wah… prostitusi. Apa mereka segitunya membutuhkan uang?”

Di tv korea sedang heboh dengan beberapa selebriti yang menjual diri mereka untuk para pengusaha kaya. Beberapa diantaranya sudah tertangkap. Jiyeon menatap jijik kearah tv dan beberapa artis tersebut ada yang dia kenal.

“Jika dia butuh uang kenapa tidak pinjam saja.” Gumam gadis itu lagi, tak lama ponselnya berbunyi. Ada nama L di layar ponselnya. Untuk beberapa Jiyeon berdebat dengan hatinya.

“Angkat.. tidak.. angkat.. tidak…”

Pada akhirnya gadis itu memutuskan untuk mengabaikan panggilan L. dan begitu seterusnya hingga L mulai lelah menelpon gadis itu. Setelah tujuh panggilan tak terjawab, akhirnya L memutuskan untuk mengirim pesan ke Jiyeon.

L

Apa kau sedang free? Ayo kita ketemuan.. aku merindukanmu sayang

“Aish jinja… sejak kapan dia mengirim sms pakai embel-embel sayang… rayuan gombal” Jiyeon membiarkan ponselnya di atas meja dan dirinya pergi ke dapur. Lebih baik dia mengurusi perutnya dulu yang tidak sabaran, dan membiarkan pria itu untuk bersabar.

“Wah!! Apa dia masih dendam padaku?!” L teringat bagaimana dulu ia pernah mengabaikan Jiyeon untuk membuat surprise anniversary mereka.

“Myung ada apa?” L menatap malas kearah Seungyeol yang selalu muncul di hadapannya dengan sebuah pertanyaan.

“Yang jomblo tidak akan mengerti” Seungyeol diam seribu bahasa dan balik arah entah kemana, namun sebelum pergi dia berkata,

“Biar jomblo yang penting happy.. bebas menatap setiap wanita seksi di atas panggung” L berpikir sejenak kemudian bergumam,

“Dia juga seksi…”

Hari kedua liburan, Jiyeon akan ke restaurant di daerah Apgujung untuk bertemu dengan beberapa rekan kerjanya di drama lalunya, Dream High 2. Jiyeon sudah janjian dengan Kang Sora, Hyorin Sistar, Jung Jin Woon dan JB.

Jiyeon mencoba-coba beberapa baju yang cocok dan pas di badan, beberapa bajunya sudah kebesaran karena berat badannya yang turun. Pada akhirnya Jiyeon memutuskan memakai dress bunga-bunga berwarna pink-kuning.

Jiyeon tiba tepat waktu, sudah ada Jinwoon dan Hyorin yang memesan tempat duduk. Mereka segera berdiri saat Jiyeon tiba disana.

“Wah.. bagaimana kabarmu Jiyeon-ah?” tanya Hyorin yang langsung menggandeng tangan Jiyeon agar duduk di sampingnya.

“Baik.. sangat baik. Bagaimana dengan kalian berdua?”

“Lumayan, aku diet untuk comeback” jelas Hyorin setengah cemberut.

“Dia memang perlu diet untuk ukuran idol” celetuk Jinwoo yang langsung mendapat tatapan tajam Hyorin.

“Oppa, bukannya kau pernah bilang kalau body Hyorin eunni adalah yang terbaik?”

“Aish! Diam….” Kemudian semuanya tertawa dan bergosip ria lebih panjang lagi sembari menunggu yang lainnya datang.

“Hana.. dul.. set.. Kimchi!!” teriak semuanya saat berfoto bersama.

“Sekali lagi! Pakai ponselku” seru Sora dan mereka sekali lagi berteriak ‘kimchi’

Setelah sesi berfoto ria, Jiyeon segera memposting beberapa fotonya ke akun instagram.

JIYEON2__: meet up dengan mereka

Di foto itu mereka semua bergaya bebas. Beberapa natizen mengomentari dengan positif.

“mereka tetap berhubungan baik, padahal drama itu sudah sangat lama”

“lihat semuanya berkumpul. Aku iri dengan hubungan baik mereka”

Kemudian sebuah foto menyusul, dimana Jiyeon dan JB menunjukkan wajah lucu. JB sendiri diketahui adalah lawan main Jiyeon di drama Dream High.

JIYEON2__: siapa yang lebih imut? Aku atau jaebumie?

Ledakan komentar untuk foto yang satu ini. Keduanya menunjukkan kedekatan.

“Jiyeon yang paling imut”

“JB Jiyeon jjang!”

“Jiyeon L always”

“Ayo posting fotomu dengan L”

“Jiyeon imut, JB imut, tetapi akan sangat pas jika L yang berada di sampingmu”

“L dan Jiyeon always. Kalian yang terbaik”

“Ayo foto dengan L!!”

Call me baby oh oh call me baby… ponsel Jiyeon berdering dan itu adalah panggilan dari L. Jiyeon permisi sebentar pada teman-temannya untuk menerima telepon. Gadis itu pergi ke balkon dan mengangkat panggilan yang tak sabaran itu.

“Halo”

“Yak! Kenapa baru mengangkat telponku?”

“….”

“Padahal aku ingin mengajakmu kencan, tetapi ternyata kau pergi bertemu si kunyuk itu”

“….”

“Oh iya… Hapus postinganmu di instagram. Aku muak melihat wajahnya”

“….”

“Hei.. jawab aku”

“….”

“Hei Park Ji Yeon”

“….”

“Jiyi?”

“….”

“Chagiya?”

“….”

“Hello… kau dengar tidak?”

“Aku dengar”

“Terus?”

“Terus apa?”

“Ya.. kau.. terus… apa ya…. Ah sudahlah. Lupakan. Aku lupa mau bilang apa”

“Yasudah. Kututup telponnya, aku mau pergi dulu dengan temanku. Bye tuan Kim”

L melempar ponselnya ke sembarang tempat dan kembali berkumpul dengan member lainnya yang sedang latihan koreo untuk pembukaan konser di Seoul. Dia memutuskan untuk latihan karena tidak enak dengan member lain yang menunggunya dari tadi.

“Berantem lagi?” tanya Sunggyu setengah berbisik, L mengangguk kemudian hyungnya itu memberi tepukan ringan di bahunya.

“Wanita memang begitu, kadang mereka hanya berpura-pura marah saja” kata Sunggyu, L menatap hyungnya itu dengan tatapan ‘tolong dijelaskan’.

“Eunji juga begitu” lanjut Sunggyu kemudian L ber ‘Oh’-ria.

“Jiyeon-ah! Coba kau lihat baju yang ini.. bagus tidak?” Hyorin menunjukkan dres berwarna merah maroon yang cukup panjang.

“Lumayan..”

“Kalau yang ini bagaimana?” kali ini Hyorin menunjukkan dres hijau cerah selutut.

“Bagus..”

“Okeh aku ke kamar pas dulu..” Jiyeon mengangguk. Sembari menunggu eunninya itu Jiyeon pergi ke tempat kaus dan celana jins. Ia mencocokkan beberapa kaus dan celana ke badannya.

“Ada yang bisa saya bantu?” tanya seorang staf dari butik itu.

“Saya mau yang ini ukuran M dan celana yang ini” kata Jiyeon.

“Kau beli apa?” tanya Hyorin yang sudah keluar dari kamar pas, terlihat ia menenteng dres hijau tadi.

“Hanya kaus dan celana” jelas gadis itu.

Setelah membayar belanjaan masing-masing, mereka melanjutkan perburuan barang-barang bagus. Cukup memakan waktu hingga malam hari barulah mereka puas.

“Jadi kau mendapat hari libur selama satu minggu?”

“Yaps..”

“Kau akan liburan ke mana? New York? Paris?”

“Entahlah.. sebenarnya aku sudah punya rencana di Seoul dalam minggu ini”

“Rencana apa?”

“Rahasia”

Sudah 5 hari L dan Jiyeon tak berkomunikasi. Dan hari ini L tak punya waktu untuk memegang ponselnya karena ditahan oleh sang manajer. Selama beberapa hari ini pria itu tak bisa berkonsentrasi latihan, maka dari itu sang manajer memutuskan untuk menyita ponselnya.

Hari ini Infinite akan membuka konser hari pertama di Seoul. Ada beribu-ribu pasang mata yang mengawasi mereka sambil memegang light-stick. Hingga awal lagu di mulai, semua orang ikut bernyanyi sepanjang lagu.

Seorang gadis yang duduk di kursi VIP ikut menyalakan light-sticknya dan berdiri berbaur dengan penonton lainnya. Dia sudah pernah datang ke konser, tetapi itu adalah konsernya dan dialah yang berdiri di atas panggung itu.

Ini kali pertama Jiyeon duduk di kursi penonton. Ia merasa menjadi gadis-gadis abg yang sedang terkagum-kagum pada 7 pria itu. Dan lucunya lagi, Jiyeon sedang mengenakan bando dengan nama L di atasnya.

Lagu She’s back berakhir dan saatnya sesi kuis dan hadiah, dimana para member akan memilih beberapa penggemar secara acak berdasarkan nomor tempat duduknya yang akan diajak ke atas panggung.

“Sunggyu-ssi silahkan pilih satu gulungan kertas” kata MC, Leader Infinite itupun mengambil satu gulungan dan membacakan nomornya. Para penggemar langsung heboh dan berdoa semoga nomor tempat duduknyalah yang keluar.

“1934” seorang gadis di ujung barat langsung histeris dan berdiri mengacungkan tangannya. Ia naik ke atas panggung dan menjawab setiap pertanyaan yang diajukan Sunggyu secara acak. Pada akhirnya gadis itu kembali ke kursinya sambil membawa hadiah, yaitu sarung tangan milik Sunggyu.

“Selanjutnya L-ssi” para penggemar tak kalah histeris dan berkomat-kamit. L cukup lama meraba-raba dalam mangkok dan akhirnya memilih gulungan kertas.

“2300” setelah menyebutkan angka keramat itu, Jiyeon hampir saja berhenti bernafas saat semua mata yang menatapnya itu berhasil membawanya ke alam sadar.

“pabo… kursi sialan” gumam gadis itu. ia masih setia duduk di tempatnya dan tak mau berdiri. Walaupun dia mengenakan topi dan masker. Bahkan pakai gadis itu terlihat simple seperti seorang fangirl yang menginjak sekolah menengah atas.

“Hei.. kau dipanggil ke atas panggung” kata gadis yang duduk tepat di sampingnya. Jiyeon dengan berat hati berdiri dan naik ke atas panggung. Kamera mulai menyorotnya secara close up, sehingga wajahnya muncul di layar besar dalam gedung itu. Orang-orang mulai berbisik-bisik.

“Cheogiyo.. boleh lepaskan topimu? Semua orang ingin melihat wajah orang beruntung ini” kata MC. Mau tak mau Jiyeon harus menurutinya. Pertama-tama ia melepas bando dengan nama L itu, kemudian melepas topi dengan kepala yang sedikit tertunduk. Kemudian ia melepaskan masker hitamnya.

“Omoya!!” itulah kata pertama yang keluar dari mulut sang MC. Para penggemar histeris dan meneriakan nama Jiyeon L bergantian. Bahkan para member Infinite juga dibuat kaget. Woohyun terang-terangan mencolek L dan beberapa member lainnya juga ikut menggodanya.

“Wah senang sekali bisa melihatmu disini Park Jiyeon-ssi” seru sang MC yang masih tak percaya.

“Ne..” jawab Jiyeon malu-malu.

“L-ssi kenapa kau jadi salah tingkah seperti itu?” goda sang MC. L masih ternganga dan gelagapan, wajahnya memerah karena bersemu malu. Bahkan dari tadi ia hanya menatap gadis itu dengan pandangan kosong.

“Jiyeon-ssi ada yang ingin kau sampaikan pada L? atau kau punya pertanyaan seperti yang diajukan fans lainnya?” tanya MC, Jiyeon mengangguk dan menerima mic-nya.

“Hhmm… kenapa kau tidak menyapaku?” tanya Jiyeon, gadis itu menaikkan sebelah alisnya seolah sedang menantangnya. Cukup lama jeda, kemudian L menjawab,

“Hello, dear” ucap pria itu kemudian para fan kembali histeris. Jiyeon tertawa menyadari telinga L berubah warna menjadi merah.

“Kisseu! Kisseu! Kissue!” teriak para fans diikuti member lainnya. L semakin salah tingkah menatap Jiyeon yang ikut salah tingkah.

“Arraseo” kata L kemudian memeluk Jiyeon. Cukup lama mereka berpelukan, tetapi teriakan ‘kisseu’ itu tak berhenti dan tetap menuntut untuk adegan itu. L menatap gadisnya itu untuk meminta ijinnya. Jiyeon hanya tertawa dan mengangguk sekilas.

L mendekatkan bibirnya, perlahan, perlahan, perlahan hingga Sunggyu datang menutupi pandangan kamera dan fan dari depan menggunakan kemeja putih tipisnya itu. para fan histeris karena tak bisa melihat adegan ciuman itu baik secara langsung maupun melalui kamera yang tertampil di layar. Hingga Sungyu menurunkan kemejanya, semuanya tampak hening tertahan untuk 3 detik, kemudian kehisterisan yang sebelumnya muncul bertambah berkali-kali lipat.

“Yak! Lanjutkan saja nanti kalau konser ini sudah selesai!”

…………

PS: hai. author ngetik ff ini dalam sehari. mumpung tanggal merah. ngetiknya setelah gerhana matahari total hehe.. walaupun liatnya di tv doang. oh iya comment dan like yah supaya ada notif muncul di ponsel hehe.

31 responses to “[CHAPTER 2] ROLEPLAYER THE SERIES – HELLO, DEAR

  1. Haha!! Lucu sekali hubungan myungyeon. Myungsoo yg suka mengejek jiyeon dan jiyeon pura2 mmarah. Akhirnya jiyeon ke konsert infinite dan terpilih pula. Lucu dan sweet adegan itu.🙂

  2. waaaaa jadi histeris sendiri bacanya.ternyata jiyi datang ke konser infinite.dan beruntung nomor kursinya L yg ngedapatin.
    wkwkwk myungyeon kebablasan.dilajutin di belakang pangung aja.amin semoga hubungan myungyeon direstui sama semua org,dan mereka benr” pacaran dn bakalan menikah dan hidup bahagia selamanya.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s