[CHAPTER-PART 5A] The Reason I Life

The Reason I Life

The Reason I Life

Written by Angeljypark

Park Jiyeon – Park Chanyeol – Park Hyomin – Xi Luhan

Family – Sad – Chapter

===

The Reason I Life

Previous story, Part 4

Persidangan dilakukan 1 jam setelahnya, taehee dengan gusar menunggu begitu juga yoochun, chanyeol dan luhan yang sudah duduk di kursi pendengar. Sementara jiyeon, ia dengan ragu juga takut berjalan keluar, mencari telefon umum.

Tut tut tut

Jiyeon dengan gusar menekan beberapa nomor disana setelah memasukan beberapa koin

Ne, yeoboseyo? “ucap seseorang

===

The Reason I Life

5A

Unnie~ naya, jiyeonie. Unnie, aku rasa aku tak akan bisa melakukan lebih dari ini “ucapnya gusar

Anhiyo, tentu kau bisa, ingat yang sudah kita bicarakan? Kau bahkan sudah sejauh ini, gwaenchana “ucap hyomin meyakinkan jiyeon

Disaat itu pula, yoochun yang kebingungan mencari jiyeon menghampirinya, dan mengambil alih telfon

Siapa yang kau telfon? “tanyanya namun jiyeon hanya menunduk

Yeoboseyo? Nuguseyo? “ucap yoochun dan hyomin segera menutup telfonnya

Kajja jiyeon-ah kita harus keruang sidang sekarang “panggil yoochun meraih tangan putrinya itu

Mianhae jiyeon-ah “ucap yoochun membuat jiyeon menoleh kaget

Mianhae kami telah menyusahkanmu selama ini, kami terlalu egois “sesal yoochun menatap sendu jiyeon

Anhiyo appa, nan gwaenchana, hyomin unnie membutuhkanku “ucap jiyeon membuat yoochun tertegun, ia segera mengusap lembut rambut jiyeon dan memberi kecupan sayang di puncak kepala putri bungsunya itu

Gomawo kau sudah begitu baik “ucap yoochun membuat mata jiyeon memanas, ia begitu senang akan perlakuan sayang sang appa padanya

Ne appa, nado, gomawoyo appa “ucap jiyeon dan keduanya pun tersenyum, melangkah beriringan menuju ruang persidangan

===

Taehee-ssi, pada umur berapakah jiyeon mulai memberi donor untuk hyomin? “Tanya siwon memulai persidangan

Ketika ia baru lahir “jawab taehee lemah, begitu banyak hal yang membebaninya saat ini

Dan ketika berusia 5 tahun, ia mendonorkan limfosid, majjayo? “ucap siwon lagi dan mendapat anggukan taehee

Apa yang termasuk didalamnya? “Tanya siwon lagi

Donor darah “jawab taehee

Apa Jiyeon menyetujuinya?

Anhimnida, ia masih berusia 5 tahun “jawab taehee

Jadi kau tak bertanya padanya jika dokter akan menusukkan jarum di tangannya? “tanyanya sekilas menatap jiyeon yang tertunduk lemah

Aku memintanya untuk menolong unnienya dan ia setuju “ucap taehee membenarkan

Benarkan? Bukankah harus ada 2 suster yang memegangnya karena jiyeon meronta begitu kuat saat itu? “ucap siwon sedikit menyindir taehee

Berapa usia Jiyeon saat ia harus kembali dirawat dirumah sakit?

Saat berusia 9 tahun, hyomin…

Bukan itu yang aku tanyakan. Apa yang terjadi pada Jiyeon saat ia berusia 6 tahun? “Tanya siwon

Ia mendonorkan jaringan tulang “jawab taehee gusar

Keunde, apa kau menanyakan Jiyeon jika ia setuju untuk mendonorkannya?

Unnienya membutuhkan itu, dan dia satu-satunya yang cocok “ucap taehee

Keunde, apa kau menanyakan hal itu pada jiyeon? “Tanya siwon lagi membuat taehee menatap jiyeon yang juga memandangnya khawatir

Disaat itu pula, chanyeol yang sejak awal berusaha menahan emosinya pun bangkit berdiri, dan meninggalkan ruang sidang, disusul luhan yang berusaha menenangkannya

Bisakah anda menjawab pertanyaannya? “Tanya sang hakim pada taehee

Anhimnida, saya tak menanyakannya “ucap taehee yang sempat melihat chanyeol dan luhan

Kami membicarakan masalah ini begitu sering, keunde, aku tak pernah meminta ijinnya “ucap taehee lemas

Selanjutnya adalah donor sumsum tulang, bisakah anda mendeskripsikan prosesnya? “tanya siwon

Mereka memasukkan jarum di pinggul Jiyeon

Ditulangnya, dengan jarum besar “potong siwon membenarkan

Ne, jarum besar di tulangnya “ucap taehee

Bisakah kau menunjukkan seberapa besar jarum itu? “Tanya siwon lagi

Taehee mengangguk dan menunjukkan ukurannya yang sepanjang 1 jengkal tangannya dan setebal kelingkingnya

Itu prosedur yang berat bukan? Jiyeon harus dirawat dirumah sakit setelahnya, karena sakit luar biasa yang ia rasakan “ucap siwon membuat taehee terdiam

Disaat itu pula yoochun terdiam, selama ini ia selalu memarahi jiyeon juga chanyeol saat membuat hyomin sakit namun ia tak pernah memikirkan perasaan mereka

Berapa lama ia dirawat? “Tanya siwon lagi

6 hari, karena ada beberapa komplikasi “ucap taehee memandang siwon

Geureyo, kau membiarkannya, membiarkan jiyeon merasakannya karena bagimu itu tak akan berbahaya bukan? “ucap siwon lagi

Sementara itu, chanyeol yang begitu kesal berdiri di luar ruang sidang menahan tangis

Chanyeol-ah~ gwaenchana, inilah yang diinginkan noona “ucap luhan menepuk bahu chanyeol lembut

Hyung~ a-aku ingin keduanya selamat~ hiks “tangis chanyeol membuat luhan menatap cemas dirinya

Chanyeol mengusap kasar airmatanya, ia kembali masuk ke ruang sidang disusul luhan

Park Taehee-ssi, jika kita lihat kembali mengenai kebahagiaan dan kebebasan Jiyeon, apa menurutmu ini masuk akal untuk menyimpulkan bahwa anda telah melakukan hal yang terlampau jauh? “ucap siwon membuat taehee terkejut

Dengan hanya melihat situasi Jiyeon. Ne, majjayo. Keunde aku pun memikirkan keluargaku “ucapnya

Tapi Hyomin yang kau dahulukan “ucap siwon lagi

Ne, karena ia sakit “bela taehee

Jadi Hyomin yang utama?

Karena bagi hyomin, ini antara hidup dan mati “ucap taehee dengan mata memerah

Keunde, ini bukan untuk hyomin tapi jiyeon, karena dia kita disini “ucap siwon menegaskan alasan mereka ada di persidangan

Kau berusaha mengalihkan pembicaraan “ucap taehee mulai kesal

Geure, jika dilihat hanya dari sisi Jiyeon tentu ini brutal. Siapa yang mau dibedah dan berurusan dengan jarum-jarum itu setiap saat! “ucap taehee emosi

Jadi kau melakukan semuanya demi keluargamu? “Tanya siwon

Ne! Itu tugasku! “ucap taehee sedikit keras

Dan kau membela Hyomin.

Ne! Tentu saja “ucap taehee yakin

Keunde, pertanyaan sebenarnya adalah, siapa yang membela jiyeon? “ucap siwon menghentikan pembelaannya membuat taehee terdiam.

Persidangan selanjutnya adalah mendengar pembelaan dari jiyeon. Taehee mengambil alih untuk bertanya pada jiyeon.

Annyeong omma “sapa jiyeon kaku

Eoh! Annyeong jiyeon-ah “sapa taehee

Kau tahu mengapa kita disini kan? “Tanya taehee

Jiyeon mengangguk, chanyeol yang melihatnya kembali gusar. Sementara luhan yang juga memilih duduk di belakang untuk mengawasi chanyeol pun menatap cemas jiyeon

Kau menyayangi hyomin, keutji? Kau tau ia sakit, wae kau tak ingin menolongnya? “ucap taehee mengambil jeda sambil menatap tajam jiyeon “jadi kau disini untuk kebebasan akan tubuhmu ”ucap taehee memandang tajam jiyeon

Ne! Majjayo!! “teriak chanyeol membuat semua menoleh padanya

Chanyeol-ah~! “peringat luhan berusaha meraih bahu chanyeol, namun namja jangkung itu menepisnya dan berdiri

Jiyeon yang melihatnya berusaha menahan tangis dan menjawab pertanyaan sang omma

Ne! “jawabnya dengan nada bergetar

Apa hanya itu? Apa itu satu-satunya alasanmu? “tanya taehee menahan kesalnya

Ne! Hanya itu “ucap jiyeon dengan mata memerah

Jinja? Kau yakin?!! “teriak chanyeol lagi membuat luhan berdiri berusaha menghentikannya

Chankamanyo! Park chanyeol-ssi! Apa ada yang ingin kau sampaikan? “Tanya sang hakim

Nan mollayo, apa ada? “ucap chanyeol dengan suara keras, berusaha menutupi suaranya yang bergetar menahan tangis

Yoochun yang menyaksikan itu segera menghentikan chanyeol, ia segera berdiri menghampiri putranya itu

Yoochun berusaha mengajak chanyeol keluar namun dengan kasar dan wajah memerah chanyeol menolak, ia menepis tangan sang appa kasar. Luhan yang melihatnya kembali gusar, tak tahu harus melakukan apa. Di saat itu pula jiyeon menatapnya dan tersenyum

Aku hanya ingin memiliki hak akan tubuhku “ucap jiyeon dan disaat itu pula chanyeol berteriak kesal akibat sang appa yang memaksanya keluar, ia mendudukan dirinya kasar membuat yoochun ikut duduk disampingnya

Kau bilang, kau ingin memiliki hak akan tubuhmu “ucap taehee meredam emosinya akibat ulah chanyeol

Ne! Ini tubuhku, aku ingin membuat keputusanku sendiri “bela jiyeon yang sesekali memandang chanyeol juga luhan

Anhiyo! Aku mengenalmu jiyeon, bukan ini alasannya, kau berbohong. Sudah beberapa hari kau terus menghindari pertanyaan ini “ucap taehee yakin, memandang curiga putrinya

Sementara itu, luhan yang terlihat begitu cemas, menoleh pada chanyeol yang menahan tangis sambil berbicara pada yoochun yang sesekali menepuk pelan bahu chanyeol

Kau selalu mencari alasan saat kami bertanya padamu! Kau bertindak seperti tak terjadi apa-apa! “bentak taehee

Omma, nan shireoyo, aku tak ingin melakukan ini lagi “ucap jiyeon dengan air mata yang berhasil lolos

Anhi! Aku tak mempercayai itu! Kau menyembunyikan sesuatu dari kami Jiyeon! “teriak taehee

A-anhi! Anhiyo omma “ucap jiyeon takut

Orang lain bisa mendonorkan ginjal mereka pada orang asing! Wae kau bahkan tak ingin melakukannya pada unniemu sendiri!! “bentak taehee

Katakan yang sebenarnya park jiyeon! “bentak taehee lagi, menatap tajam putrinya itu

Aku mengatakan yang sebenarnya omma “ucap jiyeon tertahan, air matanya kembali mengalir

Chanyeol yang kesal segera berdiri dan mendekati jiyeon

Jiyeon-ah keumanhae! Katakan yang sebenarnya pada mereka! “seru chanyeol sambil berjalan cepat ke arah jiyeon

Oppa, keumanhae! “peringat jiyeon mengusap air matanya

Katakan pada mereka! “pekik chanyeol dengan wajah memerah, membuat seorang petugas bersiap membawanya keluar, namun sang hakim melarangnya. Sejak awal berbicara dengan jiyeon, ia sudah mencurigai alasan sebenarnya jiyeon menuntut keluarganya

Luhan yang merasa situasi semakin parah akhirnya kembali berdiri, menghampiri chanyeol dan berusaha menenangkannya

Oppa, kau berjanji padaku untuk tidak melakukan ini! “seru jiyeon

Jiyeon-ah! Katakan yang sebenarnya! “kesal chanyeol

Oppa! Keumanhae!

Hyomin noona ingin pergi! Ia tak ingin hidup lagi! “teriak chanyeol didepan taehee. Membuat sang omma juga sang hakim dan siwon terkejut mendengarnya, sementara luhan, ia hanya menunduk sedih, ia pun mengetahuinya

Flashback on

Uhhukk uhhukk

Unnie? Gwaenchana? “panik jiyeon berlari menghampiri hyomin dan membantunya membersihkan darah segar yang mengalir dari hidung dan mulutnya

Eoh gwaenchana “ucap hyomin membenarkan posisi tidurnya

Jiyeon segera membantu hyomin, ia pun mengambil minum dan vitamin untuk sang kakak

Gomawo “ucap hyomin serak mendapat senyum jiyeon

Apa unnie merasa sakit? “tanya jiyeon sambil berjalan meletakkan gelas dan botol obat di nakas

Hhaaa~ sepanjang hidupku sangat menyakitkan “ucap hyomin tersenyum memandang jiyeon

Unnie akan baik-baik saja “yakin jiyeon menggenggam tangan hyomin

Mendengar itu hyomin menggelengkan kepalanya, membuat jiyeon terlihat begitu takut, ia tau apa yang ingin di katakan sang kakak

Sudah selesai jiyeon-ah~ waktunya pergi “ucap hyomin berlinang air mata begitu juga jiyeon yang mendengarnya

Anhi “gumam jiyeon mendapat senyum cerah hyomin walau air matanya pun tak henti mengalir

Jiyeon-ah, unnie membutuhkanmu untuk melakukan sesuatu “ucap hyomin mengusap lembut punggung tangan jiyeon

Me-melakukan a-apa? “tanya jiyeon dengan suara bergetar menahan tangis

Kau bisa membebaskanku “ucap hyomin lembut

===

Appa dan omma akan membunuhku! “keluh jiyeon saat dirinya datang menjenguk hyomin

Apa yang harus kukatakan pada mereka unnie? “keluh jiyeon lagi, ia melakukan apa yang hyomin katakan, ia dan chanyeol telah menemui siwon untuk menangani permasalah itu.

Katakan bahwa kau juga penting “ucap hyomin sambil mengepang rambut jiyeon

Katakan kau ingin ikut kelas taekwondo, katakan kau ingin menari “ucap hyomin lembut

Mereka tak akan mempercayaiku “ucap jiyeon memandang sendu hyomin

Eoh, mereka tak akan mempercayainya. Keunde itulah kenyataannya “ucap hyomin memandang yakin jiyeon, mengelus puncak kepala jiyeon sayang

Aigoo “desah jiyeon membuat hyomin tersenyum

Unnie, apa kau takut? “tanya jiyeon

Anhi, aku tau aku akan baik-baik saja “ucap hyomin menyandarkan dirinya di ranjang dan menoleh kearah jendela

Unnie, apa yang kau pikir akan terjadi? M-maksudku, kemana kau akan pergi unnie? “tanya jiyeon dengan mata memerah, ikut memandang pemandangan yang terlihat begitu indah di luar jendela

Mollayo jiyeon-ah, keunde siapa yang tahu “ucap hyomin dengan pandangan sendu

Flashback off

Noona membuat jiyeon melakukan semua ini karena ia tahu ia tak akan selamat “ucap chanyeol dengan suara lebih pelan

Itu bohong chanyeol-ah! “kesal taehee

Anhiyo omma! Hyomin noona sekarat dan semua orang tahu itu. Omma, kau hanya terlalu mencintainya dan itu membuatmu tak mengijinkannya pergi. Keunde ini waktunya omma, noona sudah siap “ucap chanyeol dengan nada pelan, matanya yang memerah membuatnya terlihat kacau, begitu juga jiyeon dan luhan

Anhiyo! Itu tak benar! Hyomin pasti akan memberitahuku “ucap taehee terus mengelak

Ia melakukannya, ia memberitahumu ribuan kali, keunde kau tak pernah mau mendengarnya “ucap yoochun yang sejak tadi diam

Mendengar itu taehee terdiam, seketika ia menangis, begitu juga jiyeon dan chanyeol

Sementara luhan, ia terdiam, mengingat kembali percakapannya dengan hyomin beberapa hari lalu

Flashback on

Aku tahu alasanmu mengambil jurusan kedokteran “ucap hyomin membuat luhan tertegun dan ikut memandang langit

Haa~ apa begitu terlihat? “kekeh luhan

Luhan-ah eotheokhae? “gumam hyomin membuat luhan menatapnya

Aku sudah mengatakannya berkali-kali, keunde omma tak menghiraukannya. Na eotheokhae? “ucap hyomin memandang luhan dengan buliran air mata yang sudah membasahi pipi pucatnya

Noona~ apa noona menginginkannya? “tanya luhan menunduk sedih

Eoh! Ini sudah semakin tak terkendali “ucap hyomin membuat luhan menatapnya cemas

Noona, jika kau benar-benar menginginkannya, aku akan membantumu “ucap luhan membuat hyomin tersenyum senang

Jinja? Keunde, apakah rencana itu benar-benar bisa berjalan? “ucap hyomin cemas

Eoh! Kita akan membuatnya berhasil “ucap luhan menahan tangis, berusaha merelakan noonanya ini

A-aku tahu seorang pengacara yang bisa membantu “ucap luhan mendapat senyum menenangkan hyomin

Gomawo luhan-ah, gomawo~ “ucap hyomin mengelus lembut puncak kepala luhan yang sudah menggenggam erat buku kedokterannya, menyesal dirinya tak mampu membantu hyomin

Flashback off

TO BE CONTINUE

 

Ini dia part 5Anya, satu part lagi dan cerita ini pun tamat ehehe

mianahe kalo selalu baperin readers…

author Angeljypark seneng banegt banyak yang respon dengan ff ini, walau ceritanya sedih…

dan kamsahamnida untuk para reader yang selalu komen dari chapter 1 sampai 4 kemarin.. author senengnya ga ketolongan tiap baca komen kalian

kamsahamnida ne~ #DeepBow

.

Angeljypark Next FF (Chaptered) Project

ORIGINAL

Nah setelah FF ini tamat author akan kembali dengan FF satu ini dengan judul ‘ORIGINAL’. Dengan genre Crime, Family, Romance dan Mistery

Dan main castnya adalah Park jiyeon, Kim Myungsoo dan Park chanyeol

Semoga ff ini bisa menjadi salah satu ff kesukaan kalian kedepannya

kamsahamnida~ #Deepbow

 

 

28 responses to “[CHAPTER-PART 5A] The Reason I Life

  1. akhirnya hyomin bertindak.buat nyelematin jiyeon.. walaupun hyomin ta berakhir.tragis.. tpi dy tw dy gx bisa hdp trs menrs dgn mengandalkan nyawa dongsaengnya jiyeon.. next di tnggu y…

  2. yahh , taehee relain aja lg hyomin nya kasian hyomin nahan sakit nya
    jiyeon jg gk tega , apa taehee bisa nerima jiyeon lg
    huhh
    baper bgt thor

    • huhu mianhae bikin baper chingu “paniklagi
      ne~ kita lihat gimana sikap taehee dan gimana kelanjutan ceritanya
      kamsahamnida ne komennya chingu~ #bow

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s