[CHAPTER-PART 4] I Love My Brother_Special K & K

I Love My Brother

I Love My Brother

Written by Angeljypark

Park Jiyeon – Park Chanyeol – Oh Sehun – Kim Jong In – Kris Wu – Kim Taehee – Park Yoochun

Family Life – School Life – Romance – Chapter

~PJYC~

I Love My Brother

My father leave us, my brother told me to stay away from him and…

so my first love

~ K & K Special ~

Previous Story, part 3

Pllakk

JAGA BICARAMU!! YEOJA SIALAN!! “bentak chanyeol menampar keras pipi jiyeon, membuat yeoja itu terdiam dengan air mata yang masih mengalir

Menjauhlah!!! “seru chanyeol kesal berjalan sempoyongan menuju kamarnya

==

Mianhae “gumam chanyeol ikut menitihkan air matanya

==

Kau menyukai lagunya?

Eoh? “gumam kai

Kau tersenyum, kau pasti menyukainya

Jin-ja? “ucap kai ragu

Jiyeon “gumam kai

Kai “batin jiyeon berlinang air mata

===

I Love My Brother

K & K

5.30 A.M

Taehee mendadak panik saat tak menemukan jiyeon di kamarnya atau pun di rumah. Dengan cemas ia mencoba menghubungi ponsel jiyeon yang nyatanya tak aktif

Yeonnie? Eoddisso?!! “gumam taehee frustasi, dengan segera ia mengecek kamar putra sulungnya dan ia pun bernafas lega saat menemukan chanyeol disana.

Kabar mengenai jiyeon pun sampai di telinga sehun yang sedang menikmati sarapan dengan sang appa. Sang omma yang mendadak panik, menceritakan tentang jiyeon membuat yoochun dan sehun begitu terkejut

Appa~ aku akan menanyakan chingu-chingu jiyeon noona dan akan membantu mencarinya di kampus “ucap sehun cemas mendapat anggukan yoochun dan minyoung

Ne! Gomawo sehun-ah! “ucap yoochun, ia pun memandang minyoung yang sama cemasnya

Kuharap ia baik-baik saja “gumam minyoung mendapat anggukan yoochun yang langsung menghubungi bawahannya

Jangan sampai hal buruk terjadi padanya “batin minyoung panik mulai memikirkan hal-hal buruk terutama berita menggemparkan yang akhir-akhir ini meresahkan penduduk sekitar

===

8 a.m

Taptaptap

Berbeda dengan hari-hari biasanya, sehun terlihat begitu serius. Setelah memarkirkan mobilnya, ia melangkah cepat menuju gedung perkuliahan yang sering jiyeon tempati

Ommo!! Sehun!! Jarang sekali ia kesini~!! “pekik beberapa yeoja penggemarnya

Ne~!! Ommo~ walau tak tersenyum ia tetap tampan~ “gumam beberapa yeoja lagi saat sehun berjalan begitu cepat menuju lantai tiga dengan wajah serius

Sementara itu dikelas jiyeon

Haaa~ Mana anak itu! Jarang sekali kan ia telat! Aku butuh contekan~ “keluh yeosob sudah duduk memegang buku pelajarannya

Ck! kau ini! Bukankah kau sudah mengerjakannya kemarin? “gumam taemin

Keunde aku tak yakin benar~ “rengek yeosob

Keunde yeosob benar, tumben sekali jiyeon terlambat “ucap hyomin yang duduk berjarak dua bangku didepan kai membuat namja itu mampu mendengar perbincangan mereka

Seolma! “batin kai gusar mengingat kejadian subuh tadi

O-ommo!! Yak! Sehun anak semester dua menuju kelas kita~ “pekik beberapa yeoja begitu mereka tiba di kelas, membuat semua murid yeoja mendadak histeris begitu juga luna

Waaahhh jarang sekali~!!! “seru luna antusias mulai celingukan di jendela kelas

Ck! Ingat umurmu! “gerutu yeosob yang pada akhirnya mencocokan jawaban dengan milik taemin

Ck! Biarkan saja! “rutuk luna bertepatan dengan sehun yang memasuki kelas mereka, membuat kegaduhan semakin terdengar

Annyeonghaseyo sunbaenimdeul, mianhamnida mengganggu kelas sunbaenimdeul “ucap sehun sopan memberi hormat pada seisi kelas yang kembali histeris

Sehun-ssi waeyo kau kemari? “tanya luna semangat di balas senyum simpul sehun

Apa ini kelas jiyeon noona? “tanya sehun membuat kai langsung melirik tajam padanya

Ah? Yeonnie? Geureomyeo! Kami chingu dekatnya “ucap luna menunjuk dirinya, hyomin, yeosob dan taemin

Ah! Geureyo~ apa jiyeon noona sudah datang? “tanya sehun sopan membuat beberapa yeoja mulai berbisik

Anhiyo, baru kali ini ia terlambat “ucap hyomin polos

A-apa jiyeon noona sempat menghubungi sunbaenimdeul pagi ini? “tanya sehun mulai panik

Anhiyo, w-waegeure sehun-ssi? “tanya hyomin curiga

Noona tak ada di rumah sejak subuh tadi, kami sedang mencarinya “ucap sehun membuat seisi kelas semakin heboh berbeda dengan kai yang terkejut setengah mati

Braak

Kai beranjak berdiri dan menatap garang sehun yang kebingungan begitu juga seisi kelas

Pukul berapa? “tanya kai

Eoh? “bingung sehun mengerutkan keningnya

Pukul berapa ia tak ada di rumah pagi ini? “tanya kai lagi terkesan begitu menyeramkan

Taehee omma bilang ia masih melihat jiyeon noona pukul 4 pagi ini keunde omma tak menemukannya lagi saat pukul 5.30 pagi “ucap sehun membuat kai terkejut, dadanya terasa sesak menyadari bahwa suara jiyeon yang memanggilnya pagi tadi adalah nyata

Siaall!!! “seru kai langsung berlari meninggalkan kelas

O-ommo! Waegeure!!! “heboh yeosob panik

Sementara sehun ia pun berniat menyusul kai yang menurutnya mencurigakan

Sehun-ssi! Apa hubunganmu dan jiyeon? “tanya seorang yeoja yang sudah begitu penasaran

Jiyeonnie noona adalah noonaku “ucap sehun ramah segera memberi hormat dan berlari mengejar kai membuat seisi kelas kembali heboh

IGAE MWOYAA!!! “histeris luna membuat taemin, si namja penyabar, yang berada di sampingnya harus menahan diri untuk tidak mengumpat

Yeonnie tak pernah menceritakannya!!! “seru luna mengguncang pundak taemin heboh

Mungkin jiyeon memiliki alasan untuk tidak menceritakannya “ucap taemin mendapat anggukan hyomin

Eoh! Majja! C-chankaman! Wae kai berubah panik seperti tadi? “ucap hyomin dengan mata membulat kaget

Eoh?! M-majja! Apa terjadi sesuatu dengan jiyeon?!! “seru taemin cemas

Haruskan kita mengikuti mereka?! “sambung yeosob

K-kajja! “ucap luna bergegas mengambil ranselnya

Kalian mau kemana! Duduk! “suara berat mengagetkan keempatnya yang langsung duduk manis

Aigoo!! Harusnya lebih cepat tadi! “batin hyomin kesal, menatap dosen mereka yang sudah memulai pidatonya

===

Sunbaenim! “panggil sehun yang berhasil mengejar kai hingga lobi, membuat para yeoja kembali histeris

Wae?! “ucap kai dingin menghentikan larinya

Jiyeon noona, k-kau tau dimana dia? “tanya sehun sambil mengatur nafasnya

Molla, keunde aku harus memeriksanya “ucap kai mulai melangkah cepat

Seolma! Jika benar, kuharap mereka tak melakukan apa pun pada jiyeon “batin kai geram semakin mempercepat larinya

Sial sial siaal!! “geram kai berlari kencang menuju gerbang kampus

Tin tiiinn

Sunbaenim!! Palli!! “pekik sehun dari dalam mobil menghentikan lari kai

Apa yang kau lakukan? “tanya kai dingin

Kita akan memeriksanya bersama! “ucap sehun serius mengagetkan kai

Geure! “ucap kai segera naik dan menjelaskan rute tempat yang ingin ia tuju

Sunbaenim, jika kau hanya berlari seperti tadi, kau tak akan pernah sampai “ucap sehun membuat kai menatapnya tajam

M-mianhae “ucap sehun panik kembali fokus menyetir

Jangan meminta maaf untuk sesuatu yang tak kau lakukan “ucap kai membuat sehun tersentak

Dulu, Jiyeon sering mengatakannya padaku “ucap kai lagi membuat sehun menoleh

S-sunbaenim apa sunbaenim tau apa yang terjadi? “tanya sehun setelah terdiam beberapa saat

Anhiyo, keunde aku memiliki firasat buruk “ucap kai serius menatap lurus ke arah depan

M-maukah s-sunbaenim bercerita padaku? “tanya sehun ragu membuat kai menatap dirinya

Pembunuhan sadis itu, kau tahu mengenai beritanya kan? “tanya kai mendapat anggukan cemas sehun

Kurasa aku tahu siapa pelakunya “ucap kai mengeratkan kepalan tangannya

N-ne? “bingung sehun

Hyungku, aku rasa ia pelakunya “ucap kai dengan wajah sedih penuh amarah

Flashback

 [Kris & Kai]

Hiks hiks hiks

Omma~ appa~ hiks hiks

Tangis namja kecil berusia 3 tahun sambil menggendong adiknya yang masih berusia setahun. Malam yang begitu dingin dan rintik hujan yang mulai terasa, membuatnya panik saat tak menemukan orangtuanya

Huwweeee hiks appa~ omma~ “tangisnya lagi memeluk erat dongsaeng kecilnya

Namja kecil ini terus berjalan hingga menemukan sebuah gedung panti asuhan, putus asa, namja kecil ini berlari kearah cahaya lampu yang terpancar dari dalam panti

Hiks hiks appa~ omma~ “tangisnya menatap beberapa anak kecil yang sedang menikmati makan malam dari arah jendela

Eoh?! “gumam seorang petugas panti saat menoleh kearah jendela

Ommo!! “pekiknya langsung berlari kearah pintu

Neo gwaenchana? “paniknya menatap namja kecil yang terus mengeratkan pelukan pada dongsaengnya

Appa~ omma~ huaaaa hiks “tangisnya membuat petugas itu langsung memeluknya

Sejak itu, namja kecil ini tinggal di panti, hanya berselang 5 bulan dirinya tinggal di sana, seorang yeoja paruh baya yang masih terlihat begitu cantik mengadopsinya dan dongsaeng kecilnya

Ommo~ yaepoda~ “ucap yeoja itu lembut memeluknya dan dongsaeng kecilnya

Omma~ “panggilnya

Ne~ ommaida~ sekarang namamu adalah kris dan dia adalah kai~ “ucapnya menggendong kai

5 years later

Kyaaaa arrgghhh hiks omma~ “Teriakan pilu terus terdengar di sebuah ruang bawah tanah

Ommona~ kai-ah~ gwaenchana~ dengan begini kau akan menjadi anak baik~“ucap yeoja itu terus menjahit lengan kai yang baru saja ia sobek

Ommona~ lukamu parah juga~ keke “tawanya tak menghiraukan kai yang terus menangis menahan sakit

Nah~ aigo yaepoda~ “ucapnya begitu jahitannya selesai

B-berapa nilaiku o-omma? “tanya kai dengan sisa tenaga yang dimilikinya

Kau benar-benar anak yang baik kai-ah~ nilaimu 60 untuk ini~ “ucapnya senang meninggalkan kai yang terbaring lemah di lantai ruang bawah tanah

Hari ini kris akan bertanding, kita lihat nilai berapa yang akan aku berikan padanya nanti~ “ucapnya segera menutup pintu ruang bawah tanah

Kris~ kajja~ “ajaknya pada namja berusia 8 tahun yang sedang duduk memainkan jahitan di lehernya

Kau menyukainya hmm? “tanyanya tersenyum antusias

Ne~! Nilai berapa yang aku dapat omma? “tanya kris semangat

Nilai untuk menjadi anak baik adalah 70~ “ucapnya tersenyum senang

Dan akan menjadi 80 jika kau membunuh orang di pertandingan nanti dengan perlahan-lahan~ “bisiknya membuat kris tersenyum senang

Ku-kumohon ja-jangan~ “mohon seorang namja yang bertanding melawan kris kecil

Hmm? Keunde aku harus mendapatkan nilai 80 “ucap kris polos menunjukkan pisaunya

A-andwae!! Andwae!! “pekik namja itu saat kris berlari mengejarnya di arena

Hahahahahaha “tawa kris saat melihat wajah ketakutan namja itu

80~ “gumam kris yang langsung menendang namja itu dan melompat duduk di punggungnya

Bunuh~ bunuh~ bunuh~ HAHAHA “seru kris dengan tawa mengerikan, ia begitu senang mendengar jeritan namja yang kesakitan itu

Hahaha bukankah ia hebat eoh!! Peliharaanku memang hebaaatt!! “teriak yeoja itu tak terkendali menyaksikan kris yang membunuh secara brutal

Ne~ dimana kau mendapatkannya?! “tanya seorang chingunya yang duduk di bangku penonton

Di penampungan~ “ucapnya dengan mata berbinar saat kris berdiri dan tersenyum ngeri

Annyeong kai~ “sapa kris yang sudah duduk berlutut didepannya sambil memainkan benang di punggung tangannya

H-hyung? “kaget kai

Ne ne ne~ nae neo hyungieda~ “sahut kris senang

Aku mendapat nilai 80~ “serunya senang membuat kai tersenyum

Ckleeek

Aah~ kai sudah bangun? Kajja! Hari ini giliranmu~ “ucap yeoja itu meraih tangan kai yang baru saja ia jahit kemarin

Bye bye~ “ucap kris sambil tersenyum melambaikan tangannya, menunjukkan beberapa jahitan di jemarinya

Bunuh!! Bunuh diaa!!!! “pekik yeoja itu antusias saat pertandingan dimulai

Menangkan pertandingan ini!!! “teriaknya lagi dengan mata melotot senang

Kai dengan wajah dinginnya menatap namja yang 10 tahun lebih tua darinya, remaja berusia 16 tahun

A-andwae!! “ucap namja itu menggeleng takut membuat kai menghentikan langkahnya.

Kris dan kai sangatlah terkenal di komunitas Assassin ini. Komunitas Assassin yang begitu rahasia ini berisi para konglomerat yang bertaruh untuk melihat orang-orang yang mereka beli saling membunuh.

Mereka akan mengadakan pertandingan dengan jumlah taruhan yang cukup besar. Kandidat yang menang akan mendapat uang yang cukup banyak

Semenjak di adopsi dan mengikuti pertarungan, kris dan kai selalu memenangkannya. Bagi mereka rasa sakit bukanlah sesuatu yang ditakutkan, karena setiap hari, yeoja itu selalu saja menyiksa mereka. Kris dan kai yang tak mengerti pun hanya menurut.

Dengan keinginan untuk dicintai, kris dan kai tak keberatan jika yeoja itu merobek atau menjahit asal tubuh mereka.

Yeoja itu pun selalu mengatakan bahwa yang ia lakukan adalah bukti rasa sayangnya pada mereka. Karenanya, bagi mereka, rasa sayang berarti menyiksa dan mengganggu orang lain

J-jebal~! “mohonnya membuat kai berpikir

Mwohaneungoya!!! BUNUHH!!! “pekik sang yeoja frustasi dengan mata membelalak ngeri

Aarrghhh!!! “pekikan terdengar begitu kai menusuk perut namja itu

Bugh bugh bugh

Andwae!!! “namja itu berkali-kali memukul punggung kai namun namja kecil ini tak bergeming dan langsung menarik pisaunya keatas secara perlahan

Aarrghhh! Aakkhhh!! A-aphaa!!! “pekik namja itu saat kai dengan perlahan merobek perutnya

Itu dia!!! Itu dia peliharaanku!!! “pekik yeoja itu semangat diikuti tawa senang chingu-chingunya yang sudah memegang tumpukan uang

Sementara kai yang mendengar ucapan yeoja, yang ia anggap sebagai seorang omma, tertegun mendengar panggilan itu

Bruukkk

Kai berdiri mematung dengan noda darah di sekujur tubuhnya, menatap namja tak bernyawa didepannya

Peliharaan? “gumam kai pelan menatap bingung pisau yang dipegangnya

5 tahun berlalu, kai sudah menginjak usia 11 tahun, selama ini ia dan sang kakak selalu menjadi ikon dari pertarungan yang diadakan 2 kali setiap 3 bulan. Berbeda dengan sang kakak yang begitu menyukai setiap perlakuan yeoja itu, kai mulai berpikir siapa ia sebenarnya

Kai terus diam mengingat setiap orang dijalanan kota, yang ia lihat saat dalam perjalanan menuju lokasi pertarungan, mampu tertawa dan berjalan bersama sambil bergandengan tangan. Senyum dan tawa yang sangat berbeda dengan milik sang omma

Annyeong dongsaeng-ah~ aku mendapat nilai 90 kali ini~ “sapa kris dengan senyum mengerikan, memamerkan luka jahitan baru di dagunya

Hyung “panggil kai setelah memastikan yeoja itu tak ada di dekat mereka

Kajja kita pergi “ucap kai pelan menghampiri kris yang sibuk memainkan benangnya

Hmm? Pergi?! Wae? “tanya kris dengan wajah bingung

Ia berbahaya. Kajja kita pergi “ucap kai pelan menggandeng tangan kris

Berbahaya? Ia menyayangi kita~ “ucap kris menunjuk luka-lukanya

Anhiyo! Ia berbohong “ucap kai mulai menyeret kris keluar

Keterlaluan!!! Kau yang membencinya!! Ia menyayangi kita! Lihatlah lenganmu~ “ucap kris menggebu-gebu menunjuk lengan kai yang sama hancurnya

Anhiyo! “bentak kai membuat kris geram

Tak akan kubiarkan!!! “pekik kris mengambil pisaunya, melihat itu kai langsung berlari

YAAAAKK!! “pekik kris dengan wajah begitu seram, kai pun berlari secepat mungkin keluar pekarangan rumah. Ia yakin kris tak akan mengejarnya jika sudah di luar pekarangan, yeoja itu tak suka jika mereka keluar area rumah tanpa pengawasannya

Kkaaaaii!!! “pekik kris begitu keras, menggenggam erat pisaunya sambil menatap tajam sang dongsaeng yang sudah berlari jauh

Kai berdiri mematung di tengah jalanan kota seoul yang sedang hujan, ia tak tahu apa yang harus dilakukan setelah melarikan diri, ia pun hanya menatap bingung orang-orang yang menatap aneh dirinya

Bekas luka jahitan di kedua tangannya cukup membuat orang-orang menatap ngeri dirinya

Bugh

Eoh! M-mianhamnida~ “ucap seseorang dibelakang kai yang tak sengaja menabraknya

Eoh? “kai menoleh bingung, dengan pakaian yang basah kuyup ia menatap kosong yeoja itu

Neo gwaenchana? “tanya yeoja itu melihat wajah pucat kai

Kau basah, pasti kau lupa membawa payung “ucap dengan senyum cerah membuat kai tertegun

Eh? M-mianhae a-aku malah mengajakmu bicara “ucap yeoja itu panik

B-baiklah aku pergi “ucapnya memberi senyum hangatnya lagi

Andwae~ j-jangan pergi “ucap kai pelan dan ragu

Eh? “bingung yeoja itu berbalik menatap kai, saat itulah ia mampu melihat pergelangan kai

O-ommo! “pekiknya tertahan

Neo jinja gwaenchana?!! “tanyanya panik mendekati kai yang kembali memandangnya bingung, ekspresi panik yang tak pernah ia lihat sebelumnya

Lenganmu! Lenganmu terluka! K-kau pucat! A-aigoo~ K-kita harus mencari bantuan! “serunya kepanikan mulai mengambil ponselnya

A-aku…”gumam kai menghentikan gerakannya

A-aku l-lapar “ucap kai memegang ujung jaket yeoja itu, membuat sang yeoja menatapnya bingung dan kemudian tersenyum

Kajja bab mogja! “ucap yeoja itu tersenyum cerah mengulurkan tangannya

Kai tertegun, bayangan akan orang-orang yang tertawa sambil bergandengan tanganpun terngiang di benaknya. Dengan perlahan ia meraih tangan yeoja itu dan menoleh kaget pada wajah cerah yang tersenyum begitu manis padanya

Kai terus-terusan menoleh pada yeoja di sampingnya itu, mulai memikirkan seperti apa kehidupan orang lain selain yang ia alami

Chaa… kita sampai~ “ucapnya memandang kedai didepannya

Kajja~ “ajaknya menarik pergelangan kai

Kau ingin pesan apa? “tanyanya memperhatikan kai yang hanya diam menatap daftar menu

Eoh? “gumam kai dan yeoja itu pun mengikuti arah pandang kai

Ah~ iga bakar! Geure! Kita pesan itu saja “ucapnya semangat memanggil pelayan

Kami pesan ini ne~ dan ini juga “ucap yeoja manis itu ramah membuat kai terus menatapnya bingung

Cha.. sebentar lagi akan siap “ucapnya riang

Eoh! Majja! Chaa… pakailah ini~ “ucapnya memberi sebuah jaket yang ia ambil dari tas kertas, dengan logo sebuah tempat loandry, di sampingnya

Ini milik oppaku, pakailah, kau basah “ucapnya membantu kai memakai jaket

Bagaimana… “ucap kai membuatnya bingung “bagaimana aku memanggilmu” ucap kai lagi membuat yeoja didepannya terkejut bukan main

Ommo!!! M-mianhae! Su-sudah mengajakmu begini tapi tak memperkenalkan diri! Aigo~!! N-namaku Park Jiyeon~ “ucapnya tersenyum cerah dengan wajah paniknya

Jiyeon? “gumam kai mendapat anggukan jiyeon

Kai! Aku kai “ucap kai dengan wajah datar, menunjuk dirinya

Ah~ kai~ geure~ apa sekarang kita teman? “tanya jiyeon

Ne? Ne~! “ucap kai yang sebenarnya tak terlalu mengerti pertanyaan jiyeon

Kau menyukai lagunya? “tanya jiyeon sambil mengunyah iga bakarnya

Eoh? “gumam kai yang kebingungan dengan pertanyaan dan senyum cerah yang jiyeon berikan

Kau tersenyum, kau pasti menyukainya “ucapnya ceria membuat kai mengerutkan keningnya

Jin-ja? “ucap kai ragu mendapat senyum menghangatkan jiyeon

Ne! Geureomyeo! “angguk jiyeon tersenyum cerah memaksa bibir kai untuk ikut tersenyum

===

Aku pulaaaang~!! “pekik jiyeon membuka pintu rumah menampakkan dirinya dan seorang lagi, kai

Ne~! Eosseoseyo~! “sapa seorang namja yang sibuk menonton tv

Yeollie oppa~ aku belikan iga bakar~!! “teriak jiyeon membuat chanyeol menatapnya dengan kilatan mata yang sangat terlihat

Berikaaaan~!! “teriak chanyeol dengan wajah berbinar, berlari menghampiri jiyeon

Chanyeol, yang saat itu masih berusia 12 tahun, terlihat begitu segar dan sehat, wajah putih dengan pipi dan bibir merah, serta sorotan mata yang masih sangat terang.

Ck! Oppa! Kendalikan dirimu! Yak~! “rutuk jiyeon begitu chanyeol sibuk mengambil, mengendus dan membuka kotak berisi iga bakarnya, sementara kai, dengan wajah bingung mengamati keduanya

Mashita~ “gumam chanyeol dengan senyum merekah

Gomawo yeonnie-ah~ “ucap chanyeol mengecup singkat puncak kepala jiyeon dan langsung berjalan menuju dapur, membuat kai kembali terkejut

Yeonnie~ wae kau lama sekali?! Apa ada ujian di tempat bimbingan belajarmu? Atau kau mengantri lama di tempat loandri? “tanya chanyeol yang sibuk mengutak-atik barang-barang dapur, menyiapkan ritual makannya

Mmm O-oppa~ “panggil jiyeon kikuk

Kai-ah duduklah disini~ chankaman ne~ “ucap jiyeon pelan dan kai hanya menurut

Ssstt~! Oppa~ yak~! “panggil jiyeon sambil berbisik

Eoh? wae? “bingung chanyeol dengan sendok yang bertengger di mulutnya, pada jiyeon yang berlari-lari kecil kearahnya

Oppa~ aku bertemu seseorang hari ini~ “ucap jiyeon sambil menoleh pada kai yang hanya duduk mematung

Heee~! I-igeo nugu?!! J-jaketku~ “histeris chanyeol dengan suara tertahan karena jiyeon yang sejak tadi bicara sambil berbisik padanya

Oppa~ aku rasa ada yang aneh dengannya, lengannya penuh luka, kita harus membawanya ke rumah sakit “panik jiyeon

Yak! Kita bahkan tak mengenalnya, wae kau membawanya begitu saja ke rumah kita “panik chanyeol menoel dahi jiyeon

Saat bertemu dengannya, ia terlihat kebingungan oppa, saat aku bertanya di mana rumahnya, ia pun tak tahu “ucap jiyeon membuat chanyeol manggut-manggut menatap selidik kai

Kita telfon appa saja “ucap chanyeol mendapat senyum cerah jiyeon

Sepertinya ia menjadi korban penyiksaan, yoochun-ah, apa sebaiknya kita melaporkan ini pada polisi? “tanya jaejong saat keduanya berada di ruangannya

Eoh majja, keunde, sebaiknya aku berbicara dulu dengannya, akan menjadi masalah besar jika dugaan kita salah “ucap yoochun mendapat anggukan jaejong

Eoh! majja!

Appa?! “panggil jiyeon yang berdiri di samping ranjang kai dengan chanyeol yang memegang erat punggung jiyeon dan menunjukkan tatapan lasernya pada kai

Yoochun pun memandang kai yang hanya duduk sambil memegang perban di pergelangannya dan berganti pada chanyeol yang sibuk mengamati namja itu dan sesekali menjauhkan jiyeon saat kai menatap datar mereka

Kai~ bolehkah aku bertanya padamu? “tanya yoochun lembut, mendudukan diri di kursi sebelah kanan ranjang kai, mendengar itu, chanyeol segera mengajak jiyeon keluar

Maukah kau bercerita darimana kau mendapat luka-luka ini? “ucap yoochun lembut

Eoh? Yeoja itu bilang ia menyayangi kami “ucap kai menunjuk lukanya, membuat yoochun terkejut

N-ne?

Yeoja itu bilang, memberi luka seperti ini berarti ia menyayangiku “ucap kai dengan tatapan kosong

Mendengar itu, yoochun tertegun, melihat wajah kai yang begitu dingin, meyakinkannya ada yang tak beres

Kau ingat dimana dulu kau tinggal? “tanya yoochun membuat kai menoleh

Andwaeyo~ jangan kesana, ia berbahaya, jangan katakan ini pada siapapun, jangan sampai ada yang tahu bahwa kalian mengenalku, atau chanyeol-ssi dan jiyeon akan dalam bahaya, begitu juga dengan anda, tuan “ucap kai datar membuat yoochun semakin tercekat

Sejak itu kai dititipkan di sebuah panti, mendengar penuturan yoochun mengenai kai, mereka pun memutuskan untuk tutup mulut mengenai keberadaan kai

Selama 8 bulan, kai mengikuti bimbingan belajar yang ada di panti, dan cukup mengejutkan ia mampu belajar dengan cepat. Karenanya, mereka pun memutuskan mendaftarkan kai bersekolah

Kai~ mulai minggu depan kau akan bersekolah, kau akan berada di sekolah yang sama dengan jiyeonnie~ “ucap pengurus panti membuat senyum tipis tercetak di wajahnya

===

Kai dan jiyeon pun akhirnya berteman. Jiyeon sempat terkejut begitu melihat kai adalah siswa baru sama sepertinya, mereka pun sekelas, membuat jiyeon senang.

Semakin lama, kai mampu mengekspresikan dirinya, tertawa dan terkadang menggoda jiyeon. Namun semua tak berlangsung lama, saat kai menduduki kelas 2, tepanya pertengahan semester 2, tanpa diduga ia bertemu kris, dengan senyum mengerikan, berdiri di hadapannya

Annyeong dongsaeng-ah~ “ucap kris

H-hyung~! “pekik kai

Ne ne ne~ hyungieda~ “ucap kris tertawa senang

Jiyeonnie dan chanyeollie~ hmm… wae kau memperlakukan mereka seperti itu? “Tanya kris tersenyum ngeri membuat kai menatapnya tajam

Karena kau membenci mereka, aku akan melakukan sesuatu untukmu “ucap kris

Hyung! K-kau salah, aku tak membenci mereka “bela kai

Kau tertawa bersama mereka!! Igeo! Igeoneun bukti jika kau menyayangi mereka “ucap kris menggebu-gebu menunjuk luka jahitan di leher dan jemarinya

Anhiyo hyung~! Kau salah! “jelas kai

Anhi! Aku akan membunuh mereka karena kau membenci mereka~ “ucap kris tersenyum senang

Anhi! “pekik kai

Semenjak itu kai berubah, namja yang bagi jiyeon sangatlah manis, berubah jahat dan mengesalkan baginya, membuat jiyeon begitu kecewa

Ia harus rela menjauhi jiyeon agar kris tak mengincar yeoja manis itu juga chanyeol, atau yoochun. Ia pun memilih meninggalkan panti dan tinggal di kontrakan. Walau kai berubah kasar dan menjengkelkan, ia selalu mengawasi jiyeon, memastikan kris tak berada di sekitarnya

Mianhae jiyeon-ah mianhae “batin kai setiap melihat wajah sedih jiyeon akibat ulahnya

 

~[K & K]~

 

S-sunbaenim? “panggil sehun saat kai tak melanjutkan ucapannya dan hanya diam

Eoh? Mi-mian! “ucap kai memandang keluar jendela

Berhenti! Berhenti disini! “ucap kai membuat sehun menurut dan menepikan mobil

Ckllekk

A-aku ikut! “ucap sehun membuat kai memandangnya tajam

Ia noonaku “ucap sehun lagi dengan wajah khawatir. Melihat itu kai kembali masuk ke mobil dan menatap serius sehun

Dengar! Didalam sana akan ada dua orang yang berbahaya, seorang yeoja paruh baya dan seorang pemuda. Mereka sangat suka menyiksa dan sangat mahir dalam berkelahi. Kalau kau sampai terpisah dariku dan melihat yeoja itu, carilah tempat bersembunyi dan sebisa mungkin menjauh darinya, jika kau bertemu namja itu, berlarilah sekencang mungkin keluar pekarangan dan kemari! “jelas kai disimak dengan serius oleh sehun

Sekarang, kau harus selalu berada didekatku, kita akan mencari jiyeon bersama “ucap kai lagi segera keluar, mereka pun memasuki sebuah hutan kecil yang merupakan jalan memutar menuju rumah omma angkatnya

Sehun! Kemari! “bisik kai yang sudah berjongkok dan menggali tanah

Sunbaenim, m-mwohaneungoya? “bingung sehun

Dulu aku menyimpan pisauku disini “ucap kai pelan

Eoh?! “bingung sehun

Hmm masih bagus “gumam kai mengambil sebilah pisau, walau dipenuhi tanah masih sangat bagus

Kau bawalah ini untuk berjaga-jaga “ucap kai menyerahkan pisau itu

S-sunbaenim bagaimana? “tanya sehun yang mulai gugup memegang pisau

Nan gwaenchana “ucap kai segera berjalan didepan sehun

===

Kyaaaaa!!! Hentikaaan!!! “pekikan menggema di ruang bawah tanah yang begitu pengap

Ommona~ kau menyukainya hmm? “tanya yeoja itu dengan senyum mengerikannya

Kris-ah neo jinja charanda~! Nilaimu 95 untuk ini~ “ucapnya senang

Ne omma~ “seru kris senang

Kris-ah~ sudah berapa orang? “tanya yeoja itu sambil menjahit lengan jiyeon yang terus meronta

Hmm… ah! 8 omma~ “ucap kris semangat

Aigoo~ charanda~ nah~ besok giliran tuan Im, berani sekali ia memihak pada kelompok lain saat kau bertanding kris-ah~ aku mau kau bunuh ia perlahan~ begitu perlahan hingga ia memohon-mohon padamu walau sudah tak memiliki lengan dan kaki~ “ucapnya tertawa ngeri pada kris yang sudah menggepalkan tangannya senang

Ne~ “ucap kris sambil tertawa senang

Ommona~ tak kusangka akan bertemu yeoja semanis dirimu~ kai memang hebat~ “bisiknya pada jiyeon yang terbaring lemah

Nah~ aku akan mengambil benang lagi~ “ucapnya menuju lemari yang tak jauh dari mereka. Kris yang sejak tadi melihat dengan antusias segera berjongkok di samping tempat tidur kayu dan menopang dagu menatap jiyeon

Ommona~ tak kusangka yeoja waktu itu adalah chingu kai~ jiyeonnie~ “ucap kris membuat jiyeon menoleh

Aku mengingatmu lagi saat kau menangisi namja yang tertabrak itu, ommona~ “ucap kris menyentuh lengan jiyeon

Aku bingung dengan adikku, wae ia menjauhkanku darimu? Bukankah ia menyayangimu sampai-sampai membuatmu sedih? Nah~ sebagai hyungnya, aku pun akan menunjukkan rasa sayangku padamu~

Kyaaaaaaaa “pekik jiyeon begitu kris menekan pergelangan jiyeon yang masih sobek

Cha… kita selesaikan ini ne~ “ucap yeoja itu kembali dengan benang baru dan mulai menusukan jarum ke pergelangan kiri jiyeon

Kyaaaaa!!! Aarrgghhh!!! “pekik jiyeon lagi, wajahnya memerah menahan sakit sementara darah segar tak hentinya mengalir

Kai~ anak itu benar-benar menyayangimu hmm~? Ia rela menjauhimu agar tak tertangkap olehku~ keunde… SEKARANG KAU MILIKU!!! HAHAHA “pekiknya senang tepat didepan jiyeon yang sudah sangat lemah

Keke menyenangkan~ “tawa yeoja itu lagi setiap kali mendengar gumaman lemah jiyeon, yang dengan sisa tenaganya berusaha menepis tangan yeoja itu

Omma~! “panggil kris begitu mendengar langkah kaki di luar

Waeguere~? “tanya sang omma dengan senyum mengerikannya

Ada seseorang diatas “ucap kris menunjuk pintu, memperlihatkan jahitan di telunjuknya

Kau tahu harus bagaimana hmm~ “ucap sang omma melanjutkan kegiatannya

Kris pun melangkah menaiki tangga dan membuka pintu perlahan, ia menoleh ke kiri dan kanan namun tak menemukan siapapun

Tap tap tap

Bugh…

Sehun! “seru kai yang langsung menendang wajah kris, sehun yang mendengar panggilannya langsung menancapkan pisau tepat di perut kris

O-ommo!! A-apa yang a-aku lakukan!!! “panik sehun melihat darah di pisau dan tangannya

Kekeke “tawa kris membuat keduanya menoleh

Kau pulang dongsaeng-ah~ “ucap kris tertawa senang melihat kai

E-eh? D-dongsaeng?!!! “jerit sehun panik, berjalan mundur menjauhi kai

Aku tak seperti dia! Palli! “teriak kai pada sehun yang hanya memandang takut dirinya

Kris terus tertawa walau rahangnya retak akibat tendangan kai, rasa sakit seperti ini bukanlah masalah besar baginya

Eosseoseyo dongsaeng-ah~ “ucap kris yang masih tergeletak di lantai sambil tersenyum senang, memandang kai yang berlari menuju ruang bawah tanah

Jiyeon! “pekik kai begitu ia membuka pintu ruang bawah tanah

Kyaaaaaaaa!! “jeritan panjang terdengar, kai dan sehun tercekat mendengarnya

Sial!! “rutuk kai berlari kearah sumber suara

S-sunbaenim!! “panik sehun mengikuti kai dengan pisau yang digenggamnya erat

Jiyeon!!! “teriak kai dengan wajah memerah marah

Ommona~ igae nugu~ “ucap sang yeoja sambil menarik benang jarum dari pergelangan jiyeon

Eosseoseyo~ “ucapnya lagi menatap kai dengan senyum mengerikan

N-noona!! “pekik sehun begitu melihat jiyeon yang terbaring lemah dengan pergelangan yang hancur

Siaaaalll!!! “pekik kai begitu melihat jiyeon

Bugh bugh bugh

Kurang ajar!!! “pekik kai memukul yeoja itu penuh amarah

S-sunbaenim!! “pekik sehun berusaha menghentikan kai yang lepas kendali

Kai “batin jiyeon menatap lemah kai yang berada tak jauh darinya, memukul brutal yeoja yang terus tertawa itu

Buughh

Hantaman keras kai berikan, ia berdiri dan menoleh pada sehun yang sedang membantu jiyeon duduk

Bawa dia ke rumah sakit sekarang!! “pekik kai dengan tatapan tajam penuh amarah

S-sunbaenim? “tanya sehun

Palli! “teriak kai kembali menoleh pada yeoja yang sudah memegang kakinya itu

K-kajja noona! “ucap sehun segera berjongkok, meminta jiyeon untuk naik ke punggungnya

Sunbaenim! Cepat susul kami “ucap sehun menatap kai yang sudah menatap tajam yeoja itu

Eoh! “sahutnya dan sehun pun berlari kencang

Taptaptap

N-noona~ bertahanlah! “seru sehun, ia sedikit takut karena kai tak bersamanya dan tak menemukan kris di tempat tadi

Sial! Aku harus cepat! “batin sehun mempercepat larinya dan sesekali menoleh pada jiyeon yang bahkan tak mampu membuka matanya

S-sehun “panggil jiyeon begitu pelan membuat sehun semakin cemas, pakaiannya pun sudah penuh dengan darah jiyeon

Taptaptap

Hampir sampai! “batin sehun semakin mempercepat larinya begitu melihat jalan didepannya

Ommona~ larimu cepat juga se-hun?! “ucap kris yang masih bersimbah darah sambil tersenyum ngeri tepat didepan sehun

Sial! “rutuk sehun beralih menatap lengan kiri jiyeon yang tak henti mengeluarkan darah

Wae kau begitu terburu-buru hmm? “tanya kris sambil tersenyum mencegat sehun yang ingin berlari

Noona~ bertahanlah! “bisik sehun berjongkok menurunkan jiyeon dan menyandarkannya di pohon yang berada di dekatnya

Ommona~ kau ingin melawanku? “tanya kris semangat begitu melihat sehun menggenggam pisau milik kai

Geure~!! “seru kris langsung berlari kearah sehun yang bahkan tak menyangka akan kecepatan larinya

Srreekkk

Akkhh

Keke apa aku terlalu cepat? Hmm~? “tanya kris begitu berbalik menatap sehun yang meringkuk memegangi perutnya

S-sial! “rutuk sehun langsung berlari menyerang kris

Ommona~ “tawa kris begitu sehun menyerangnya

Srreekk

Keke kau cepat belajar juga~ “ucap kris menatap senang lengannya yang sobek

Taptaptap

Kris langsung berlari, mempercepat serangannya membuat sehun kewalahan

Igae mwoya!! “sungut sehun terus menghindar dan juga menyerang

Sreek

Bugh

Aigoo~ kau benar-benar pandai~ aku…. Aku menyukaimu~!!! “pekik kris langsung bangkit berdiri menyerang sehun yang meringkuk menahan perih di perut dan lengannya

Bbugghh

S-sunbaenim?! “gumam sehun begitu kai muncul dan langsung memukul kris

Bugh bugh bugh

Babo! Babo! Babo! Ia tak menyayangimu! Kau bukan anaknya! Ia gila! Babo! “rutuk kai memukul kris bertubi-tubi dengan bulir air mata yang mulai menetes

Kita… kita hanya peliharaannya saja!!! “teriak kai melayangkan hantaman terakhirnya membuat jahitan di rahan kris sobek

Peliharaan?! “batin kris dengan wajah terkejut

Peliharaan?! “gumam sehun yang sama terkejutnya

Sehun! Kajja! “panggil kai langsung berlari menggendong jiyeon

N-ne! “seru sehun berusaha berjalan secepat yang ia bisa

Gwaenchana? “tanya kai melirik sehun

N-ne! “ucap sehun yang sudah pucat

Kita harus segera tiba di rumah sakit “ucap kai mendapat anggukan sehun, ia sempat melirik darah segar yang mengalir dari tulang kering bagian kiri kai

Kau yakin bisa menyetir? “tanya kai begitu ia menidurkan jiyeon dan melepas jaketnya untuk menutupi luka di tangan jiyeon, membuat sehun terkejut melihat bekas-bekas luka di lengan namja ini

N-ne! “angguk sehun yang masih begitu shock

Jiyeon! “batin kai menatap cemas jiyeon

===

Taptaptap

Suara langkah kaki terdengar di koridor rumah sakit, taehee, minyoung dan yoochun berlari panic ke ruang rawat putra putri mereka

Jaejong yang begitu terkejut melihat keadaan ketiganya langsung meminta seorang suster untuk menghubungi yoochun

Jaejong-ah~! Eo-eotaeyo? “tanya taehee panik

Sehun baik-baik saja, perawatan intensif akan segera menyembuhkannya, keunde jiyeonnie~ pergelangan kirinya hancur, jahitan asal dan berbagai bakteri yang hinggap membuat pemulihannya membutuhkan waktu lama “terang jaejong membuat taehee tercekat

Unnie~ “panggil minyoung lembut memeluk taehee

Yeonnie~ minyoung-ah yeonnie~ “tangis taehee ikut memeluk minyoung yang memandang cemas kearah yoochun, seakan bertanya apa yang harus dilakukan

Mereka pun masuk untuk melihat keadaan jiyeon dan sehun. Melihat sehun yang tersenyum, membuat mereka mampu bernafas lega

Appa~ omma~ “panggilnya pelan

Sehun-ah~!! “seru minyoung memeluknya

Nan gwaenchana~ “ucap sehun menoleh ke samping kanannya, menatap jiyeon yang belum sadarkan diri dengan taehee yang memeluknya

Sementara itu, kai yang juga sudah menjalani pengobatan, memilih untuk meninggalkan rumah sakit. Dengan jalan tertatih, ia menoleh pada pintu ruang rawat jiyeon dan sehun, ia tersenyum tipis dan kembali berjalan

Syukurlah~ “batin kai segera memeriksa ponselnya

Yak! Neo eoddie?!! “pesan singkat chingu dekatnya membuat kai terkekeh

Wae?! Kita bertemu nanti! “balas kai

===

Peliharaan? A-aku peliharaan? “gumam kris berjalan gontai ke dalam rumah, mendapati sang omma yang terkapar di ruang bawah tanah sambil tersenyum ngeri

Aah~ Kris-ah~ Illuwa~ “panggilnya memberikan senyum ngerinya pada kris yang menatap tajam dirinya

Wajah kris berubah sangat kesal, dengan darah dan luka lebam yang masih begitu jelas terlihat, ia menutup kasar pintu ruang bawah tanah, membiarkan yeoja itu terbaring sekarat

 

TO BE CONTINUE

Hai hai…. #lambailambai

Angeljypark kembali lagi hehehe

Gimana part special K & K ini?

Mian karena part ini panjang banget hehe #cengengesan

Nah nah…

Ini dia masa lalu Kris dan Kai, sedikit sadis memang, keunde semoga kalian suka #bow

Komen juseyo

Kamsahamnida #deepbow

24 responses to “[CHAPTER-PART 4] I Love My Brother_Special K & K

  1. Aigoo semoga next part 2 orgil itu udah gaada lagi . Disini ceritany jiyeon suka sehun atau chanyeolni?

    • wkwkw amin~ #loh hehe
      disini hmm…
      di chapter-chapter berikutnya ketahuan jiyeon suka siapa wkwkw
      gomawo ne chingu udah mampir baca dan komen hehe
      neomu neomu kamsahamnida~ #bowbow

  2. ais seram banget,penuh jahitan jadi kebayang boneka cakki..
    ini lebih dari gila dan psikopat..
    serem pokoknya

    • Hehe serem ya?? Mianhae,, keunde inivyg ada diimajinasi author hehe #cengenges
      Gomawo ne udh baca dan komen chingu…
      Ditunggu ne kelanjutannya…
      Kamsahamnida~#bow

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s