[CHAPTER 1] ROLEPLAYER THE SERIES – Osaka Scandal

rolplayer

Tittle: Roleplayer The Series (Osaka Scandal) | Author: farvidkar (Farah Vida Karina) | Genre: Romance, Entertaiment | Cast: L Kim / Kim Myung Soo, Park Jiyeon | Rating: PG-23 | © Poster by ImJustAGILRS @PosterChannel

PS: Disarankan untuk membaca ini kalian setidaknya mengenal dasar dari app media social twitter kalau gak mau bingung baca ff ini. Dan tidak ada kesengajaan dari kesamaan uname yang ada, semuanya murni khayalan author

 

[Roleplayer Oneshot] [Roleplayer Squel]

“Barusan dia bilang apa?! Tipe idealnya seperti L? hah…”

“Tenang dulu. Artinya ada yang mengakui kekasihmu itu memang tampan” potong Hyomin sebelum maknae-nya itu berbicara panjang lebar. Jiyeon hanya menghela napas berat dan kembali menatap artikel.

“Eonni, tapi mereka berdua akan tampil di Running Man. Dan bisa saja gadis tengik itu menggoda L” besok L akan memulai syuting episode 299 Running Man bersama members GFriend, dan hal itu membuat Jiyeon was-was.

Tak lama sebuah pesan teks dari L muncul di layar ponsel gadis itu.

Lagi apa?

Jiyeon mengerutkan alisnya. Setidaknya setelah dua minggu L tidak ada kabar kini di saat pria itu menghubunginya malah dua kata itu yang dikirimkannya.

“Apa dia kurang kreatif? Setidaknya dia bisa sedikit romantis mungkin” gumam Jiyeon. Kemudian gadis itu mengetikkan beberapa kata yang lumayan panjang.

Aku sedang diperjalan pulang ke apartmen. Apa kau sibuk? Bagaimana konsermu di Osaka? Makan yang banyak di sana dan jaga kesehatan, aku merindukanmu

Jiyeon baru saja menyelesaikan rekaman album terbaru T-Ara untuk comeback mereka. Cukup lama setelah mereka tak mengeluarkan album dan ada beberapa member yang bersolo karir. Jiyeon sendiri dua tahun belakangan sibuk di dunia fashion dan membuka butik.

“Eonni, apa aku sebaiknya pergi ke Jepang?”

“Untuk apa?”

“Untuk apa ya…”

Sekarang sudah hampir jam 12 malam dan pria itu belum membalas pesan Jiyeon. Beberapa kali gadis itu me-refresh layar ponselnya di beranda twitter. Tidak ada yang menyenangkan. Isinya hanya retweet-an dan tweet-tweet galau.

@xxyoonaa : Survey! Yang jomblo mana? Yang gak jomblo mana? Yang gak jomblo berasa jomblo mana?

“Waah jinja daebak! Dia menyindirku!” dengan mata berapi-api Jiyeon mengetik sesuatu.

@JParkzzz: gak jomblo berasa jomblo RT @xxyoonaa : Survey! Yang jomblo mana? Yang gak jomblo mana? Yang gak jomblo berasa jomblo mana?

Ada rasa dag dig dug saat ia melihat tulisan ‘terkirim’. Jiyeon berharap L membaca postingannya di akun roleplayer. Gadis itu kecewa dua minggu ini pria itu acuh tak acuh padanya, padahal mereka baik-baik saja.

Tak lama notif twitter muncul dan beberapa account roleplayer juga meng retweet postingan gadis itu walaupun tak sebanyak retweetan di akun realnya. Itulah alasan Jiyeon lebih memilih aktif berselancar di media social fake yang tak akan ada yang mengenalnya biarpun dia memposting unek-uneknya.

@dlwlrima: @JParkzzz Jiyeon-ah, apa kabaaar! Sudah lama aku tidak userame-mu di timeline

Jiyeon tersenyum membaca mention dari IU palsu. Dia memang berteman akrab dengan @dlwlrima dan biasanya membahas tentang drama-drama yang lagi tayang di tv kabel.

@JParkzzz: @dlwlrima sehat.. ya aku sedang sibuk belajar jadi jarang muncul. Kau pasti merindukanku ..?

@dlwlrima: @JParkzzz hahaha.. aku merindukanmu? No!! aku merindukan Myungsoo-mu! /justkidding/

Jiyeon tersenyum kecut menatap layar ponselnya. Bukan cemburu atau marah dengan gurauan IU fake, tetapi dia jadi sedih karena pria itu kembali di ingatnya.

@JParkzzz: @dlwlrima tidak apa-apa. Lagi pula aku juga merindukan Chanyeolmu. Tinggi, tampan, dan ceria, sepertinya tipe idealku telah berubah akhir-akhir ini

“Hahaha! Aku berubah menjadi wanita gila malam ini”

Call me baby oh oh call me baby call me baby oh oh call me baby ponsel Jiyeon bordering, ada panggilan internasional dan itu nomor L.

“Yeobseo” ucap Jiyeon dengan nada yang dibuat sedatar mungkin.

“Jiyeon-ah apa maksud isi twittermu? Bilang padaku kalau ada sesuatu yang mengganjal dari hubungan kita” kata L. Gadis itu hanya diam dan mencoba mencerna dengan baik perkataan L.

“Ah.. itu.. aku rasa tidak sebaiknya kita membicarakannya di telepon. Nanti saja kalau kau sudah kembali ke Seoul nanti kita bicarakan baik-baik. Aku tau kau pasti sedang sibuk saat ini, lebih baik ku tutup telponnya” setelah itu sambungan telepon terputus. Jiyeon bernafas lega. Dia ingin menyampaikan keluhannya tetapi rasanya tak bisa berkata jujur secara langsung. Gadis itu tipikal orang yang lebih nyaman berkoar di media social tanpa harus bertatapan langsung.

“Hyung, apa ini tidak terlalu kejam?” tanya L sedikit khawatir.

“Kejam bagaimana? Kurasa ini biasa saja. Dia tak akan mati hanya karena kau berselingkuh dengan juniormu” L kembali terdiam. Mungkin kata Woohyun ada benarnya juga, setidaknya Jiyeon tidak akan bunuh diri jika tahu dia berselingkuh dengan juniornya itu.

“Apa kau bisa mengatur semuanya? Aku sudah mengatur janji dengan Sowon setelah syuting Running Man akan ke Odaiba”

“Tentu saja. Semuanya akan beres di tangan seorang Nam Woohyun” kata Woohyun sembari menepuk dadanya dengan bangga.

“L-ssi kudengar kau baru saja mengakhiri tur Jepangmu bersama Infinite, kau pasti sangat sibuk” kata Yoo Jaesuk. Para member Running Man berjejer sambil berbincang-bincang dengan L yang merupakan guest.

“Ne, kemarin adalah konser terakhir di Osaka”

“Wah.. pasti setelah ini kau akan mendapat hadiah liburan dari agensimu” kata Lee Kwangsoo yang dihadiahi tawaan orang-orang.

“Oh.. masih ada guest lainnya??” potong Gary setelah membaca tulisan yang dipegang penulis Jung.

“Ohhh! Lihat disana! GFriend! GFriend!” kata Haha sambil menutup mulutnya agar tak banyak bicara.

“Me Gustas Tu!!” teriak Jongkook.

“Annyeonghaseo. GFriend imnida” sapa mereka semua.

“Wah.. lihat wajah Sowon! Wajahnya berubah merah saat bertemu L!” goda Gary membuat semua mata menatap Sowon dan L.

“Aku adalah fan L sunbae” jelas Sowon malu-malu. Semuanya mengangguk tanda mengerti.

“Take 4! Stand by!”

Jiyeon kembali ke posisinya dan berpose memegang tas tangan. Hari ini dia melakukan pemotretan untuk salah satu brand tas terkenal di korea.

“Jiyeon-ssi, fokuskan matamu”

Mood gadis itu sedang tidak bagus. Dia masih jengkel pada L dan faktanya lagi hari ini pria itu sedang melakukan syuting Running Man special Osaka bersama member GFriend yang katanya cantik-cantik.

“Jiyeon-ssi angkat tanganmu lebih tinggi”

Saat ini rasanya Jiyeon ingin melempar tas yang dipegangnya itu ke wajah photographer. Namun, dia masih tau diri jika tak mau masuk Koran dengan foto pelemparan tas.

“Istirahat!”

Jiyeon kembali ke kursinya. Manajer Yoon menghampirinya sambil memberikan minuman.

“Ini ponselmu. Urus urusanmu dengan dia secepatnya” jelas manajer Yoon. Di ponsel Jiyeon hanya ada beberapa notif twitter dari akun roleplayernya.

@dlwlrima: @JParkzzz yak! Chanyeol is mine

@tarahyohyo: @JParkzzz mind to followback?

@cminhoshinee: @JParkzzz apakabar? Kau mengingatku?

Jiyeon hampir saja terpekik saat melihat mention dari @cminhoshinee, sudah lama dia tak berhubungan dengan minho fake itu.

@JParkzzz: @cminhoshinee baik, tentu saja. Kau masih tidak mengubah usernamemu? Padahal sudah hampir 5 tahun

@cminhoshinee: @JParkzzz hahaha aku sengaja agar kau masih bisa mengenalku

Gadis itu mengdengus. @cminhoshinee adalah mantan pacar Jiyeon. Dia berpacaran dengan minho fake itu selama 5 bulan dan itu adalah masa-masa manis bagi Jiyeon. Walaupun tak selama hubungannya dengan L, tetapi @cminhoshinee itu sangatlah romantis.

@JParkzzz: @cminhoshinee kau sedang menggodaku?

@cminhoshinee: ya RT @JParkzzz: @cminhoshinee kau sedang menggodaku?

@LKimx1992: usahamu sia-sia. Dia tidak akan tergoda RT @cminhoshinee: ya RT @JParkzzz: @cminhoshinee kau sedang menggodaku?

“Jinja?!! Dia online?” Jiyeon mengucek matanya beberapa kali. Dan setelah gadis itu berhasil mengkonfirmasi kalau itu adalah akun roleplayer L, Jiyeon sedikit lega setidaknya L masih bisa cemburu dengan aksinya itu.

@JParkzzz: @LKimx1992 tumben online sedang kerasukan setan apa?

@LKimx1992: JParkzzz goblin

“Cih kemana dia yang dulu?” gumam Jiyeon. L di roleplayer memang romantis, tetapi itu dulu saat mereka berdua masih merahasiakan diri masing-masing. Di real dia dingin dan jarang menunjukkan keromantisannya. Anehnya Jiyeon bisa nyaman di dua tempat itu pada L.

“Okay fine. Aku akan mencuekkanmu sama seperti kau mencuekkanku beberapa minggu ini”

@JParkzzz: @cminhoshinee kau sedang apa? Aku benar-benar sedang bosan

@cminhoshinee: @JParkzzz aku sedang istirahat makan siang, kau sudah makan?

@JParkzzz: @cminhoshinee belum, aku belum ada waktu untuk lunch

@cminhoshinee: @JParkzzz setidaknya luangkan waktumu agar kau tidak sakit

@JParkzzz: @cminhoshinee terima kasih atas perhatianmu. Bahkan kau lebih perhatian dari pacarku

@LKimx1992: @JParkzzz hei aku baca tweetmu

L melempar ponselnya ke sembarang tempat. Kepalanya terlalu berat untuk diajak berpikir keras. Kini Jiyeon marah padanya, dan dia sadar itu. Bukannya mengklarifikasi, L terlalu malas berbaik hati menjelaskan semuanya dan memilih diam sambil berdoa agar gadis itu tidak marah-marah lagi hari ini.

“Myungsoo, saatnya berkumpul lagi. Syuting hari ini akan kelar jam 9 malam” jelas manajer. L mengangguk paham dan bergabung dengan member Running Man serta GFriend.

Hari memasuki malam, kini mereka melakukan bell race, yaitu permainan dimana tim satu bersembunyi dan tim satunya lagi mengejar. Di awal race L berada pada tim biru, yaitu tim yang harus bersembunyi dan inilah salah satu kelemahannya.

“L oppa! Kesini!” suara seseorang memanggil L. Pria itu menatap sekeliling di dalam ruang kuliah di Universitas Kyoto (mereka sedang syuting di Universitas Kyoto).

“Oppa!!” panggil orang itu lagi dengan volume yang dinaikkan satu oktaf lebih tinggi.

“Oh.. Sowon-ni” L menghampiri Sowon yang bersembunyi di balik meja panjang di ujung ruangan.

“Oppa, sembunyi di bawah sini saja. Kau akan ketahuan kalau hanya berdiri di situ” L mengangguk dan ikut bersembunyi di bawah meja. Maklum saja meja kuliah di kampus ini bagian depannya tertutup dan mejanya panjang dan lebar sehingga orang bisa leluasa bersembunyi di bawahnya.

“PD-nim kau juga sembunyi ke sini” kata L pada kameramennya.

Hening, tak ada yang bersuara setelah itu. L dan Sowon sama-sama bisu dan kehabisan topik. Hingga suara pintu terbuka membuat adrenalin mereka terpacu. Derap langkah dan bunyi bell dari sepatu terdengar mendekat. L semakin membisu bersama hobaenya itu.

“Nuna! Apa kau menemukan sesuatu?” suara Kwangsoo terdengar jelas.

“Ani.. sepertinya tidak ada orang disini” jawab Jihyo diikuti langkah kaki yang terdengar menjauh. L dan Sowon bernafas lega. Waktu 30 menit habis dan gentian mereka yang akan mengejar, keduanya keluar dari persembunyian dengan sepatu yang dipasang bell, di luar sana banyak mahasiswa jepang yang memotret mereka dan meneriakan nama mereka masing-masing.

L Infinite dan Sowon GFriend menunjukkan kedekatan

22/4 GFriend dan L Infinite menjadi guest di Running Man untuk episode mendantang. Dan saat syuting di Universitas Kyoto, terdapat kejadian yang menjadi top hits di jejaring social di mana L dan Sowon tertangkap kamera menunjukkan keakrabannya. Di foto itu L sebagai sunbae sedang berbincang ringan seperti teman dekat dengan Sowon GFriend. Dikabarkan mereka pernah berada di tempat kursus yang sama. Selain akrab dengan Sowon GFriend, L juga menunjukkan keakrabannya dengan member GFriend lain. Hal ini menunjukkan kekaguman natizen terhadap pria itu ‘L adalah sunbae yang patut dicontohi’, ‘tak cuma tampan, dia juga baik pada pendatang baru’, ‘L adalah orang yang ramah, semoga saja Park Jiyeon tidak cemburu’

Baru-baru ini GFriend kembali menerima trofi ke 4 mereka dengan lagu Rough. Begitu pula Infinite baru saja mengakhiri tour Japan mereka.

“Ada-ada saja. Aku cemburu? It’s No No…” Jiyeon baru saja membaca artikel di ipadnya. Difoto itu ada potongan foto dari syuting Running Man. “Dari pada memikirkan hal-hal lucu itu lebih baik refreshing” pikir Jiyeon, lantas ia membuka akun roleplayernya dan men-JB-JB beberapa tweet yang berseliweran di timeline.

@JParkzzz: belajar RT @JoyRV: Besok ujian! Apa yang harus kulakukan?!

“Ujian? Ya kau harus belajar.. masa mengharapkan jawaban jatuh dari langit” gumam gadis itu.

@JParkzzz: jual kembali ke pelukisnya RT @TOPChoi: aku ingin menjual lukisan yang kubeli di galeri bulan lalu, bagusnya ku jual secara cash atau kredit?

“dia pasti bosan melihat garis-garis abstrak itu” gumam Jiyeon lagi. Beberapa kali ia mengscrool beranda dan menemukan tweet dari salah satu baseroleplayer.

@JParkzzz: Kenyamanan dimana tak ada yang mengenalku, mengejarku, menjudge, mengusik hidupku RT @RPDuniake2: apa yang membuatmu bertahan main roleplayer?

Keesokan hari.

Hari ini L tidak memiliki schedule. Ia sudah meminta ijin pada manajernya untuk pergi keluar bersama Woohyun ke Odaiba. Cuaca yang bagus membuat keduanya hanya mengenakan kaus serta celana jins dan sneaker tak lupa topi, masker, dan sunglasses.

“Mana Sowon? Kenapa dia lama sekali?” tanya Woohyun sambil memainkan kamera milik L. Sedangkan yang ditanyakan hanya diam sambil memainkan ponselnya.

“Hei Kim Myungsoo!” panggil Woohyun lagi, dia paling tidak suka diacuhkan.

“Ya hyung?”

“Ah molla!”

“Oh sana Sowon!” L menghampiri gadis itu. dilihat dari kantung matanya terlihat jelas baru bangun tidur.

“Ah mian kau sepertinya masih kelelahan. Maaf memintamu datang hari ini” kata L tak enak hati. Walaupun mereka berteman akrab, tapi tetap saja ia tak enak memaksa gadis itu jauh-jauh dari Osaka ke Tokyo.

“Aish.. tak apa-apa. Jarang-jarang kita bisa bertemu di hari libur” ujar Sowon. Di belakang L terlihat Woohyun yang menatap Sowon dari atas sampai bawah seperti sedang menilai.

“Oh.. annyeonghaseo Sowon imnida” sapa gadis itu membungkuk sopan.

“Oh ya.. Woohyun imnida. Senang bisa mengenalmu” balas Woohyun salah tingkah.

“Myungsoo-ya.. kau makan apa hingga semua wanita disekelilingmu berwajah bidadari?” bisik Woohyun di telinga L. Pria bermata elang itu hanya tertawa dan berusaha tak mengubris pertanyaan konyol hyungnya.

“Jadi kita akan jalan kemana?” tanya Sowon membuka kecanggungan.

“Odaiba. Kau tahu tempat itu kan?” gadis itu menggeleng.

“Itu pulau buatan. Tetapi sebelum kesana aku ingin kau menemanikan mencari sesuatu. Hyung kau tak keberatan kan kita mampir dulu?”

“No problem”

Setelah mampir ke pinggiran Tokyo akhirnya mereka tiba di Odaiba. Tempat ini terkenal dengan Rainbow Bridgenya. Sayangnya hari masih pagi untuk melihat lampu-lampu di jembatan itu menyala.

“Kalau begitu aku akan meninggalkan kalian berdua disini. Aku tak akan mengganggu kencan kalian” kata Woohyun kemudian menghilang entah kemana. Sementara Sowon dan L berjalan-jalan di taman dan beberapa tempat lainnya.

“Oppa, menurutku akan sangat romantis kalau memasang table set untuk dinner disini. Cahayanya cukup lilin saja. Ah dan ada piano disebelah sini. Itu impian semua wanita seperti di drama-drama” ujar Sowon, L merespon dengan anggukan kepalanya.

“Apa kau yakin itu impian semua wanita? Apa wanita yang galak juga suka hal-hal romantis seperti itu?”

“Tentu saja! Sekalipun Jiyeon nuna galaknya melebihi ibu tiri tetap saja jika kau menyodorkan seribu satu cincin kawin dia akan luluh” L tertawa. Dia pria dan berpikir pada sudut pandang seorang pria. Jadi dia harus mempercayai Sowon pada hal ini.

Call me baby oh oh call me baby… ponsel Jiyeon berdering, di layar tertampil nama Nam Woohyun.

“Halo oppa”

“Halo Jiyeon-ah, apa kau sibuk?” Jiyeon mengerutkan dahinya, seperti ada yang tak beres.

“Tidak, aku baru saja tiba di apartment. Ada apa?”

“Aku mengirim beberapa foto di e-mailmu. Bukan karena ada maksud tertentu, hanya saja aku tidak ingin menutupi sesuatu darimu sedangkan aku mengetahui hal itu. kuharap kau jangan gegabah setelah melihatnya. Jika kau perlu sesuatu aku akan membantumu”

“Ah baiklah, aku akan mengecek e-mailku” setelah memutuskan sambungan telepon, Jiyeon segera membuka inbox e-mailnya. Benar saja ada sebuah pesan dari Woohyun. Mulut gadis itu menganga lebar.

“OH THAT’S ASSHOLE. JERK. MUNAFUCK” maki gadis itu. dia yakin setelah ini ada bagian dimana dia mendapatkan kamar kos di neraka dengan mulut-mulut tajamnya itu.

Jiyeon menangis melihat beberapa foto L dan Sowon yang melakukan skinship. Apa ini asli? Apa semua ini dapat dipercaya? Semuanya akan terjawab jika dia mengkonfirmasi langsung pada Woohyun. Secepat kilat gadis itu menelpon balik Woohyun dan tak lama di ujung telpon terdengar suara.

“Halo Oppa..” sapa Jiyeon sesegukkan. Dia sedang menyeka air matanya.

“Eh.. Jiyeon-ah kau menangis?” itulah pertanyaan pertama yang tak terkontrol oleh Woohyun.

“Oppa.. apa semua foto itu asli? Apa kau melihat mereka secara langsung?” tanya Jiyeon dengan suara serak. Gadis itu harap-harap cemas.

“Ehm… kalau kau bertanya foto itu asli aku akan menjawab foto itu memang asli. Dan apa aku melihat mereka secara langsung mau bagaimana lagi.. aku memang melihatnya secara langsung.. aku juga yang memfoto mereka” jelas Woohyun. Pupus sudah harapan gadis itu. dia tak tahu harus bagaimana mempercayai kebenaran semuanya.

“Kalau begitu aku tutup telponnya” ucap Jiyeon. Dia butuh waktu untuk istirahat.

Jiyeon bangun dengan mata merah dan bengkak. Tadi malam dia tak sempat mengoleskan krim di wajahnya atau menyemprotkan air segar. Pagi-pagi yang dia pikirkan adalah bagaimana masa depannya dengan L. Dia perlu konfirmasi dari pria itu. Dia ingin memastikan apakah L sudah bosan dengannya? Atau apakah ada yang salah dengannya sehingga beberapa minggu ini L selalu menghindar.

Sudah beberapa kali Jiyeon berusaha menghubungi ponsel L tetapi selalu disambut oleh voicemail. Apakah pria itu terlalu sibuk date dengan gadis lain? Batin Jiyeon. Tak menyerah, Jiyeon mengirim sms ke ponsel Woohyun.

Jiyeon: Oppa, kapan kalian akan balik ke Seoul?

Woohyun: Lusa. Penerbangan pertama. Ada apa?

Jiyeon: Tolong atur pertemuanku dengan L. Dia tidak mau menghubungiku atau kuhubungi.

Woohyun: Arraseo akan kubantu.

Setelah bersms-rianya selesai, Jiyeon lantas segera mandi dan bergegas untuk latihan comeback mereka. Di gedung agensi sudah berkumpul beberapa member serta coreograper. Latihan 3 jam menguras tenaga Jiyeon. Dia memang sering latihan tetapi hari ini sepertinya terlalu berat. Dia kurang tidur sehingga kesehatannya tak memungkinkan.

“Jiyeon-ah kemari sebentar” panggil manajer. Jiyeon yang sedang minum segera menegak habis air mineralnya dan datang menghampiri sang manajer.

“Aku baru saja menerima telepon, ada perubahan schedule. Lusa kau akan ke Tokyo untuk pemotretan majalah” jelas sang manajer.

“Tapi.. aku..”

“Tidak ada tapi-tapi.. kita sudah menandatangani kontrak dan aku tidak mau berurusan dengan pengadilan”

“Myungsoo-ya! Aku mendapat sms dari Jiyeon!” teriak Woohyun di ruang tv. Mereka sedang berkumpul di apartmen milik agensi di pusat kota Tokyo.

“Apa katanya?” tanya L yang muncul entah dari mana.

“Dia tidak bisa bertemu kita karena ada urusan mendadak” jelas Woohyun

“Great!”

“Jangan senang dulu. Kau harus mentraktirku makan! Ah… kau harus memberikan nomor ponselnya Sowon atau Krystal”

“Beres!…”

“Halo.. Jung Nayeon-ssi aku sudah siap. Tolong bantuanmu ya” setelah itu L menutup ponselnya. Dia standby dengan pianonya dan menunggu seseorang datang. Dengan tuxedo hitam, L terlihat makin tampan seribu kali lipat.

Dari kejauhan dia melihat seorang wanita tiga puluh tahunan yang menggiring wanita lainnya berjalan ke arahnya. Dia melihat wajah kusut gadis itu dari kejauhan. Hingga gadis itu mendekat ke arahnya, ia dapat mencium bau parfum vanilla yang biasa dipakai Jiyeon.

Perlahan L menyentuh tuts piano dan membawakan lagu Yiruma yang judulnya entah apa. Gelap.. L membawakan lagu itu dalam gelap.. hingga satu-persatu lilin dinyalakan oleh beberapa orang yang disewanya.. lilin-lilin itu membentuk tulisan ‘happy anniversary’. Dan untuk pertama kalinya ia dapat melihat dengan jelas wajah yang dirindukannya beberapa minggu ini.

Jiyeon duduk di atas meja sambil menyeka air matanya. Ia tidak ingin terlihat cengeng dihadapan pria itu. Momen-momen sweet ini akan sangat dikenang olehnya. Jiyeon tak habis pikir bagaimana dia bisa tertipu oleh Woohyun. Dia tahu benar tempat ini adalah latar belakang foto yang dikirimkan Woohyun padanya.

Hingga lagu berakhir, L bangkit dan menghampiri gadis itu.

“Aku bukan pria romantis dan berkata-kata mutiara, itu bukanlah styleku,..”

“Aku tidak akan memberimu seribu tangkai mawar.. karena akan merusak populasi mereka”

“Aku hanya bisa memberikanmu hadiah sederhana” L memberikan kaktus kecil dengan bunga berwarna merah yang sudah tumbuh di atasnya.

“Kurasa kau tidak perlu susah payah membesarkan tananman itu. Dia mudah bertahan hidup walaupun jarang disiram” jelas L. Jiyeon mengangguk dan memegang pot itu dengan erat.

Mereka berjalan-jalan mengelilingi taman hiburan yang L sulap menjadi tempat romantis. Entah berapa banyak uang yang ia keluarkan untuk menyewa taman itu malam ini.

“Kenapa kau bisa berpikiran untuk membeli kaktus? Kenapa tidak memberiku cincin saja? Biasanya kalau anniversary pria akan memberikan hadiah yang manis” L berpikir sejenak kemudian menjawab,

“Aku akan memberikanmu cincin jika sudah selesai wajib militer. Bila perlu aku akan memberikanmu seribu cincin kawin untuk lamaran nanti. Asalkan kau mau bersabar.. aku akan menjadi pria romantis di depan altar nanti”

…………….

Hahaha author back, ada yang rindu? hehe udah lama gak buat ff dan sekali comeback rada kurang gimana gitu. Dulu ada yang minta Roleplayer dibuat chapter, tapi karna udah jadi oneshot serta squelnya jadi aku buat cerita the series aja ya..

26 responses to “[CHAPTER 1] ROLEPLAYER THE SERIES – Osaka Scandal

  1. Wah.. Interesting story. Ingatkn myungsoo mmg benar2 selingkuh. Kesian pula jiyeon. Tapi akhirnya kerna myungsoo ingin memberikn kejutan utk anniversary mereka. Hehe. Daebak!🙂

  2. aku pikir L beneran selingkuh ma sowon,sempat kesal juga.
    aaaa ternyata myubg romantis juga.myungyeon couple jjang

  3. Huuuuh….kirain myungsoo beneran selingkuh>< eh tau nyaaa mau ngasih kejutan buat jiyi^^
    Haha bikin dag dig dug aja wkwk…
    Ditunggu next part nya yaa

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s