[CHAPTER-PART 4] The Reason I Life

The Reason I Life

The Reason I Life

Written by Angeljypark

Park Jiyeon – Park Chanyeol – Park Hyomin – Xi Luhan

Family – Sad – Chapter

===

The Reason I Life

Previous story, part 3

Persiapkan dirimu untuk operasi minggu depan “ucap taehee menghentikan canda tawa ketiganya saat makan malam

Yoochun yang mendengarnya terkejut, taehee bahkan belum membicarakan masalah itu lebih lanjut dengannya.

===

The Reason I Life

Suasana sore hari di pekarangan rumah keluarga park terlihat begitu menyejukkan, rerumputan hijau serta pohon rindang, memberikan kesejukan pada namja yang sejak tadi terlihat serius membaca buku.

Hembusan angin yang begitu lembut, menyibakkan rambut coklatnya, membuat kerutan didahinya terlihat jelas. Wajahnya terlihat begitu serius membaca buku tebal di pangkuannya, dengan sebuah pensil yang sesekali ia gerakan di buku itu, menuliskan pemahamannya akan bacaan itu

Apa yang kau baca luhan-ah? “suara lembut hyomin membuat luhan menoleh kaget padanya

Eoh?! N-noona! “seru luhan beranjak berdiri dan mengajak hyomin duduk di ayunan

Apa yang kau baca? “tanya hyomin lagi, dengan pakaian tebal bersiap untuk ke rumah sakit

Eoh? Igeo, hanya buku materi, akan ada ujian besok “ucap luhan kembali menunjukkan senyum hangatnya, senyuman yang menjadi favorit seluruh anggota keluarga park

Hyomin tersenyum memandang buku dipangkuan luhan itu.

Gomawo luhan-ah “ucap hyomin memandang sendu langit yang sedikit mendung itu

N-ne? “bingung luhan

Aku tahu alasanmu mengambil jurusan kedokteran “ucap hyomin membuat luhan tertegun dan ikut memandang langit

Haa~ apa begitu terlihat? “kekeh luhan

Luhan-ah eotheokhae? “gumam hyomin membuat luhan menatapnya

Aku sudah mengatakannya berkali-kali, keunde omma tak menghiraukannya. Na eotheokhae? “ucap hyomin memandang luhan dengan buliran air mata yang sudah membasahi pipi pucatnya

Noona~ apa noona menginginkannya? “tanya luhan menunduk sedih

Eoh! Ini sudah semakin tak terkendali “ucap hyomin membuat luhan menatapnya cemas

Flashback on

Yeollie-ah~ “panggil seorang namja kecil berparas imut pada chanyeol yang menangis sesengggukan di halaman belakang rumah

Kajja kita belajar~ “ajaknya semangat, namun chanyeol hanya duduk dengan buliran air mata yang kembali mengalir

Anhi~ hiks tak ada gunanya, a-aku tak bisa luhan hyung~ “tangis chanyeol meremas kuat buku pelajaran di tangannya

Tentu kau bisa~ kajja “ajak luhan lagi tersenyum manis, senyum yang mampu menenangkan chanyeol

Chajan~ “pekik luhan senang menunjuk berbagai macam flash card juga CD lagu anak-anak

Eoh? “bingung chanyeol sambil mengusap air matanya

Nah chanyeol-ah igae mwoya? “tanya luhan semangat menunjuk sebuah tulisan di buku pelajaran chanyeol

Bal-gi “eja chanyeol segera mendudukan diri di depan luhan

Igeoneun dal-gi “ucap luhan membantu chanyeol membaca

Dal-gi?

Ne! Huruf hangul ini di baca D “terang luhan lagi sambil menulis karakter hangul

Cha… cobalah~ “ucap luhan dan chanyeol pun ikut menulis

Igeoneun? “ucap luhan lagi menunjuk flashcard bergambar strawberry

Dalgi “ucap chanyeol mulai tersenyum senang

Cha… majjayo~!! “seru luhan senang membuat chanyeol terkekeh

Igeoneun? “tanya luhan lagi menunjuk tulisan di buku materi chanyeol

Sementara chanyeol, ia dengan serius melihat tulisan itu, ia mengetahui tiap huruf yang ada di sana, namun begitu sulit baginya untuk mengeja, melihat itu, luhan pun membantu chanyeol mengejanya

Sa-rang-hae~ “eja luhan perlahan

Sa-rang-hae

Ne!

Igeoneun? “tanya luhan lagi, walau lambat dan kesulitan, chanyeol kembali bersemangat mengeja tiap huruf begitu luhan mengajarinya dengan cara yang sangat menyenangkan

Ne! Majjayo yeollie-ah~ cha… do! Igeoneun? “seru luhan tersenyum senang, membuat chanyeol semakin semangat belajar membaca

Dyslexic, gangguan dalam perkembangan baca-tulis yang sering terjadi pada anak berusia 7-8 tahun. Menyebabkan ketidakmampuan dalam menyusun atau membaca kalimat dalam urutan terbalik, atau urutan kiri ke kanan dan atas ke bawah.

Penderitanya akan sulit menerima perintah yang seharusnya dilanjutkan ke memori otak dan juga tidak dapat menjawab pertanyaan dalam bentuk uraian panjang, menyebabkan penderita dianggap tidak mampu berkonsentrasi.

Na-neun dal-gi jho-a-e “eja chanyeol membuat luhan tersenyum senang

Ne! Yeollie daebak~!!! “seru luhan mengacungkan jempolnya membuat chanyeol terkekeh senang

Semenjak itu, chanyeol menunjukkan banyak kemajuan, dengan bantuan para guru juga luhan, chanyeol mampu mengatasi gangguan yang dideritanya.

Namun, hal yang begitu disadari anggota keluarga park adalah, luhanlah yang membuat chanyeol mampu mengatasinya, berkat ketekunan luhan membantu chanyeol belajar dengan kasih dan semangat yang ia berikan, chanyeol mampu melawan penyakitnya itu.

Flashback off

===

Dua hari berlalu semenjak ucapan taehee mengenai persiapan operasi. Hyomin semakin panik akan keputusan sang omma, begitu juga luhan dan chanyeol.

Noona~ semua akan baik-baik saja “terang luhan menenangkan hyomin yang duduk dengan gelisah di ranjang rumah sakit

Tap tap tap

Langkah kaki beriringan terdengar jelas di lorong gedung. Keduanya terlihat begitu cemas dan sesekali bertatapan, berusaha meredam kegugupan juga kecemasan yang melanda.

Keduanya berhenti didepan sebuah pintu di tengah lorong itu, dan kembali bertatapan menyakinkan diri mereka masing-masing. Tak lama keduanya mengangguk dan tersenyum

Tok tok tok

Masuk! “ucap seseorang. Mereka kembali bertatapan dan salah seorang dari mereka segera masuk

Eoh? Ada yang bisa aku bantu? “ucap seorang namja dengan setelan jas biru tua

Ne! A-aku mmm nan Park jiyeon imnida “ucapnya membungkuk hormat pada namja didepannya

Baiklah park jiyeon-ssi, apa yang bisa kulakukan untukmu? “ucapnya ramah pada yeoja berseragam SMA ini

A-aku…aku ingin mengajukan tuntutan “ucapnya yakin membuat namja ini mengerutkan dahinya

Dengan siapa kau kemari? “tanyanya lagi

Oppaku, ia menungguku diluar “ucap jiyeon menatap pintu di mana chanyeol menunggunya

Aku mengajukan tuntutan untuk kebebasan akan tubuhku “ucap jiyeon lagi begitu yakin, ia segera duduk dan menyerahkan beberapa dokumen mengenai riwayat kesehatannya, membuat namja didepannya terkejut akan semua donor yang telah jiyeon lakukan

===

APA YANG KAU LAKUKAN?!! KAU MENUNTUT KAMI!! “bentak taehee saat menerima surat tuntutan yang dikirim seorang pengacara

Taehee bahkan tak bisa mengendalikan dirinya untuk tidak membentak kasar jiyeon saat acara makan malam, membuat luhan dan chanyeol terkejut bukan main begitu juga yoochun

Chagi-ah tenangkan dirimu “bujuk yoochun, ia mengalihkan pandangannya pada jiyeon terkejut menahan tangis, membuatnya semakin merasa bersalah pada putri kecilnya

Yeobo! Ini keterlaluan! Ia tak pernah menolak! Ia selalu bersedia! “kesal taehee menatap marah yoochun

Kau berjanji akan selalu melakukannya! Kau berjanji akan menyelamatkan unniemu!! Bukankah kau menyayanginya!!! “geram taehee tepat di depan jiyeon, membuat yeoja ini tak mampu lagi menahan tangisnya

Chanyeol segera berdiri dan mendekap jiyeon, ia tak menghiraukan sang omma yang meneriaki dan berusaha menariknya menjauh dari jiyeon

Yeobo keumanhae! “peringat yoochun, menarik taehee menjauh dari jiyeon dan chanyeol, begitu juga luhan, ia menarik lengan chanyeol dan jiyeon menjauh

Apa susahnya memberi satu ginjalmu untuk hyomin? Ia akan segera sembuh jika kau mendonorkan ginjalmu! Bukankah kau menginginkan kesembuhannya eoh? “teriak taehee diakhiri nada memohon pada jiyeon yang masih memeluk chanyeol dengan erat

Luhan yang mendengarnya kembali menunduk, mengingat percakapannya dengan hyomin beberapa hari lalu, juga ucapan hyomin siang tadi sebelum kembali ke rumah sakit untuk menjalani rawat inap

Luhan-ah “panggil yoochun segera menggandeng taehee yang masih begitu marah

Luhan yang mengerti segera merangkul keduanya dan mengajak mereka menuju kamar

Yeobo!! “bentak taehee berusaha melepaskan tangan yoochun

Keumanhae! “bentak yoochun segera menarik taehee

Taehee terus meronta ingin mengejar jiyeon, walau marah tersirat perasaan sedih yang begitu mendalam di raut wajahnya

Yeobo! Keumanhae! Bukankah kita sudah membicarakan ini eoh! “peringat yoochun

MWO!! Apa susahnya mendonorkan satu ginjal pada hyomin?!!! Kau ingat bukan perkataan dokter lee? Ia membutuhkan donor ginjal! Jika tidak ia akan pergi oppa!! “taehee terus meronta dan kembali menangis

Dan tingkat keselamatannya akan meningkat 70% “ucap taehee lagi, berharap suaminya ini akan sependapat dengannya

70%?!! “kaget yoochun

Ne! 70%! Bukan 25% atau 30%, seperti yang kita dengar selama ini! 70% oppa “ucapnya berusaha meyakinkan yoochun

Keunde jiyeon tak menginginkannya “ucap yoochun menepis rasa bahagia akan persentase kesembuhan hyomin yang meningkat pesat itu

Kita bujuk dia, selama ini ia tak pernah menolak, ia bahkan bersedia memberi rusuknya! Apa susahnya memberi salah satu ginjanya?!! Jiyeon akan baik-baik saja, dan begitu juga hyomin, mereka berdua akan selamat dan tak akan ada yang pergi meninggalkan kita “ucap taehee lagi

Kita bicarakan lagi dengan jiyeon besok, dan membujuknya menghentikan tuntutan “ucap yoochun membuat taehee tersenyum senang

Keunde, jangan pernah memaksa jiyeon jika ia memang tak ingin “ucap yoochun lagi membuat senyum taehee menghilang

Mwo?!! Tentu tidak! Hyomin membutuhkannya oppa “seru taehee kesal

Jiyeon berhak akan tubuhnya! Jika itu keputusannya, sebaiknya kita hargai itu “ucap yoochun tegas

Dan membiarkan hyomin menderita hingga pergi meninggalkan kita?!! Eoh!!! “bentak taehee membuat yoochun terdiam

Bukankah kita sudah membicarakan ini bertahun-tahun lalu? Suatu saat jiyeon pasti menentukan pilihannya dan sekaranglah saat itu! Ia telah memutuskan dan hargailah keputusannya! “ucap yoochun berusaha memelankan suaranya

Tapi inilah alasannya! Ia lahir sebagai pendonor hyomin! Ia adalah anak yang dirancang memiliki 100% kecocokan dengan tubuh hyomin! Ia dilahirkan untuk menyelamatkan hyomin!!! “pekik taehee keras membuat yoochun terkejut, berharap ketiganya tak mendengar

Tanpa diduga, pekikan taehee didengar jelas oleh ketiganya. Luhan begitu terkejut mendengarnya. Untuk pertama kalinya ia akhirnya mengerti, ia mengerti mengapa jiyeon lahir ke dunia ini

Sementara chanyeol, ia terus mendekap jiyeon yang menangis pilu, mendengar ucapan sang omma semakin menyakiti hatinya. Walau ia telah mengetahui kebenaran itu, ia selalu berharap sang omma bisa menganggapnya lebih dari sekedar seorang pendonor

Jiyeon-ah uljima ne~ omma hanya sedang kesal, jangan dengarkan itu “ucap chanyeol berbisik lembut di telinga jiyeon, jiyeon yang terus menangis hanya menganggukan pelan

Chanyeol yang merasakan anggukan jiyeon, semakin mendekap erat dongsaengnya itu, air matanya kembali mengalir dan bahkan semakin deras, ia tak mampu menahan kesedihan dan tangisnya, ia menumpahkan seluruh kesedihannya dengan memeluk erat jiyeon

Luhan pun melakukan hal yang sama, sebagai yang tertua ia merasa memiliki kewajiban menenangkan keduanya, walau dirinya pun begitu terpukul akan kebenaran ini.

Uljima~ yeollie-ah~ yeonnie-ah~ “ucapnya mengusap lembut puncak kepala keduanya yang bersandar padanya

===

Next day

Makan malam keluarga park yang selalu diisi keceriaan dan canda tawa, terlihat begitu berbeda malam ini, suasana kali ini terlihat begitu tegang dan kaku. Taehee pun tak menatap jiyeon bahkan sejak pagi hari tadi.

Chanyeol dan luhan yang duduk di depan jiyeon terus menatapnya dan taehee khawatir. Omma mereka bahkan tak mengucapkan sepatah kata pun sejak acara makan malam berlangsung

Sementara yoochun, ia semakin gusar dengan suasana makan malam ini, dan setelah seluruh anggota keluarga selesai makan, ia pun angkat bicara.

Baiklah, jiyeon-ah, kami akan mendengarkan alasanmu, alasan mengapa kau menuntut kami dan menolak untuk mendonorkan ginjalmu pada hyomin “ucap yoochun tenang menatap sang putri yang terlihat begitu cemas

Kau menyayangi hyomin kan? Kau selalu bilang ingin melihatnya bebas melakukan apapun! “ucap taehee tajam dengan tatapan kesalnya pada jiyeon, membuat yoochun harus menahan kesal pada sang istri

Kita sudah sepakat untuk memberinya kesempatan berbicara “ucap yoochun mengingatkan sang istri

Aku tahu operasi ini berbahaya dan juga akan menyakitiku lagi, keunde bukan itu yang kupikirkan“ucap jiyeon mendapat tatapan kesal taehee namun tidak dengan luhan, chanyeol dan yoochun yang menyimaknya dengan khawatir

Keunde, jika aku hanya memiliki satu ginjal, apa yang akan terjadi padaku? Bagaimana jika aku membutuhkannya? Dan apakah selamanya aku tak akan bisa mengikuti kelas taekwondo atau menari? “ucap jiyeon berusaha tegar, menahan air mata dan rasa takut.

Jiyeon mengambil jeda, berusaha sekuat mungkin untuk tak menangis, ia memandang kedua oppanya yang tetap tersenyum padanya, membuatnya yakin untuk meneruskan ucapannya

Bagaimana jika aku ingin hidup lebih lama? “ucap jiyeon memberanikan diri memandang kedua orang tuanya bergantian

Jiyeon-ah tentu kau akan hidup lebih lama “ucap yoochun lembut

Dan bagaimana jika operasi itu tak berjalan lancar? Apa yang akan terjadi? “ucap jiyeon dengan perasaan takut

Keunde, hyomin adalah unniemu! Wae kau seperti ini padanya!! “bentak taehee dengan mata memerah

Kita sepakat memberinya kesempatan untuk berbicara “ucap yoochun tegas memandang taehee

Aku mengingatnya, ketika di rumah sakit, dokter lee berkata jika aku melakukan operasi, aku harus selalu berhati-hati selama sisa hidupku. Keunde aku tak ingin hidup dalam ketakutan akan keselamatanku sendiri “ucap jiyeon berlinang air mata, chanyeol yang melihatnya pun kembali meneteskan air mata, ia menangis dalam diam seperti halnya luhan.

Jiyeon-ah dengarkan omma “ucap taehee melemah

Aku juga penting omma~!! Aku juga penting!! “ucap jiyeon berlinang air mata dan segera beranjak menuju kamarnya, meninggalkan seluruh anggota keluarga yang berkutat dengan pikiran mereka masing-masing

===

Ruang Hakim

Taehee dan Siwon, pengacara yang dengan senang hati membantu jiyeon, masuk ke ruang hakim untuk membicarakan tuntutan yang jiyeon tujukan pada keluarganya. Taehee dengan gusar menatap siwon yang dengan tenang berjalan di sampingnya.

Annyeonghasimnika “sapa keduanya pada sang hakim yang sudah menunggu

Ne, anjuseyo “ucap sang hakim dan keduanya segera duduk

Baik, kita mulai “ucapnya menatap siwon

Ne, kamsahamnida, saya mewakili Park Jiyeon-ssi dalam mengajukan tuntutan atas kebebasan akan tubuhnya. Ia telah mendonorkan beberapa anggota tubuhnya selama 18 tahun terakhir dan ia ingin berhenti, mendapat hak akan tubuhnya sendiri tanpa ada paksaan dari pihak lain untuk mendonorkan anggota tubuhnya “ucap siwon menjelaskan dengan singkat sambil memberikan berkas mengenai jiyeon

Taehee yang mendengarnya semakin jengah, ia pun menyerahkan dokumen pembelaan

Park Jiyeon adalah putriku, ia selalu setuju setiap kali melakukan operasi pendonoran. Ia masih muda, tentu saja banyak yang tak ia mengerti, ia bahkan bisa mengubah pemikirannya berkali-kali dalam sehari! “ucap taehee yang sudah begitu kesal

Baiklah, saya ingin bertemu dengannya “ucap sang hakim

Keunde bukankah itu tak perlu? Ia masih begitu labil “ucap taehee

Park taehee-ssi, kasus ini mengenai putri anda, tentu saya harus bertemu Park Jiyeon-ssi untuk mendengar pendapatnya “ucap sang hakim tegas membuat taehee terdiam sedangkan siwon dengan tenang menangguk dan tersenyum simpul

Keduanya segera berdiri dan beranjak menuju pintu. Sang hakim yang melihatnya segera memanggil taehee

Taehee-ssi?! “panggilnya saat taehee akan membuka pintu

Ne? “ucapnya

Aku turut menyesal untuk Hyomin “sesal sang hakim dan hal itu membuat air mata taehee kembali menggenangi pelupuk matanya

Ne, kamsahamnida “ucap taehee segera keluar dan mendapat tatapan sesal siwon

===

Dengan tegang jiyeon masuk ke ruang hakim, setelah taehee dan siwon keluar menuju ruang sidang.

Annyeonghasimnika “sapa jiyeon sopan dibalas senyum hangat sang hakim

Ne, annyeonghaseyo, anjuseyo “ucapnya. Jiyeon menurut dan segera duduk walau terlihat jelas ketegangan di wajahnya

Kau tahu mengapa kau disini kan? “ucapnya mendapat anggukan jiyeon

Ne “jawab jiyeon singkat

Cukup menyeramkan bukan? Berada di tempat seperti ini “ucap sang hakim sambil memberikan sebotol minuman dingin pada jiyeon

Keunde, aku tak ingin dan tak suka jika ada yang marah atau benci padaku “ucap jiyeon yang sejak tadi terus mengingat taehee, sang omma terlihat begitu kesal padanya

Kau selalu menjaga unniemu bukan? Setiap saat jika ia membutuhkan bantuanmu “ucap sang hakim masuk ke inti pembicaraan, dan mulai mengamati jiyeon

Ne, keunde aku menyukainya, aku tak keberatan melakukan itu. Aku menyayanginya, melihatnya yang selalu tertawa membuatku bahagia dan lega “ucap jiyeon dengan mata memerah

Kalian berteman baik? “Tanya sang hakim

Ne, kami begitu dekat dan saling menyayangi, unnie pun selalu memperhatikanku “ucap jiyeon memaksakan senyumnya, menahan air mata yang terus memaksa keluar, membuat sang hakim sedikit demi sedikit memahami alasan sebenarnya jiyeon menuntut keluarganya

===

Persidangan dilakukan 1 jam setelahnya, taehee dengan gusar menunggu begitu juga yoochun, chanyeol dan luhan yang sudah duduk di kursi pendengar. Sementara jiyeon, ia dengan ragu juga takut berjalan keluar, dengan cepat mencari telefon umum.

Tut tut tut

Jiyeon dengan gusar menekan beberapa nomor disana setelah memasukan beberapa koin

Ne, yeoboseyo? “ucap seseorang

TO BE CONTINUE

Hai hai…

Angeljypark kembali lagi dengan chapter 4nya keke

nah… tinggal du sub chapter lagi nih…

kekeke

semoga kalian suka…

mudah-mudahan chapter ini ga baperin readersdeul keke

kamsahamnida~

Komen juseyo~

Ah ya~ untuk FF I Love My Brother akan releas besok…

semoga ada yang menanti FF ku yang satu ini kekeke

kamsahamnida~

#DeepBow

30 responses to “[CHAPTER-PART 4] The Reason I Life

  1. Serba salah jd jiyeon satu sisi dy pengen unnie nya sehat tp sisi lain dy juga mikirin keadaannya
    Taehee bener2 keterlaluan apa dy ga pernah nganggap jiyeon sebagai seorang anak? Apa jiyeon bener2 cuma dianggap sebagai pendorong???
    Aku bener2 gregetannn

  2. aigoo.. sedih.y jadi jiyi TT.. knpa cepat bnget tbc.y thor.. dasar ibu egois, cuma mikirin hyomin doang.. kapan sih taehee.y nyadar klo jiyi itu anak.y yg butuh perhatian dan kasih syang bukan hanya sebagai pendonor.y hyomin.. next thor.. ff.y makin seruuu, fighting!!^^♡♥

    • mianahe.. kependekan ya.. author juga baru nyadar chapter ini kependekan.. karena itu author juga akan cepet publish next chapternya ehehe
      kamsahamnida ne… semoga betah baca ff” author
      kamsahamnida~ #bow

  3. aigoo.. sedih.y jadi jiyi TT.. knpa cepat bnget tbc.y thor.. dasar ibu egois, cuma mikirin hyomin doang.. kapan sih taehee.y nyadar klo jiyi itu anak.y yg butuh perhatian dan kasih syang bukan hanya sebagai pendonor.y hyomin.. next thor.. ff.y makin seruuu, fighting!!^^♡♥

    • ne.. disini taehee memang nyebelin…
      kita lihat seperti apa di chapter-chapter selanjutnya..
      kamsahamnida ne~ dan semoga chingu betah baca ff author.. #bow

  4. Aduh mudahan aja taehee sadar deh apa yg sudah di lakukan ma jiyeon.. Bukan hyomin saja yg akan meninggal kalo kayak gini jiyeon juga..

    • ne majjayo..
      taehee masih belum nyadar juga..
      kita lihat seperti apa dia di chapter-chapter selanjutnya
      kamsahamnida ne~ semoga betah baca ff author ehehe #bow

  5. Kapan sih taehee gk hanya memikirkan salah satu anakx saja..pikirin juga perasaan anakx yg lain..next semoga lbh pnjng.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s