[chapter-5] LIFE

liferedo

LIFE

Park Jiyeon | Kim Myungsoo

Jung Eunji | Mark Tuan

Kim Jiwon | Kim Taehyung

Romance, friendship, school life, family, rich

Chaptered

T

“Maksudku adalah, kalian akan bertukar pasangan. Jiyeon dengan Myungsoo, Mark dengan Eunji. Jika diujian pengulangan ini kalian masih tidak lulus, saya akan menyuruh kalian mengambil permen karet yang tertempel dilapangan.”

Keempatnya hanya terdiam. Ada rasa jengkel, tetapi juga ada kesenangan karena pertukaran pasangan ini. Mereka masing-masing dapat keuntungan dari tugas ini.

 

Jiyeon mengganti pakaiannya kembali dengan seragam sekolah dan hendak memberikan pakaian itu kembali pada Eunji.

“Untukmu.” Balas Eunji singkat. Jiyeon ternganga menatapnya, “Ah, apa karena aku sudah memakainya? Kalau begitu, akan kukembalikan setelah kubersihkan.”

“Mau kau cuci, dan kau bersihkan sampai seindah apapun, aku tak menerimanya. Aku memberikannya untukmu.” Eunji menatap Jiyeon tersenyum simpul. Jiyeon pun tak dapat menutup kesenangannya melihat Eunji seperti ini.

“Aku pasti akan mengganti uangmu nanti.”

Tak lama Mark datang dan menatap Eunji sebal, “Kau tidak mengatakan padaku tentang ini.” Eunji menatap lembaran yang diacungkan oleh Mark langsung menghela nafas.

“Siapa suruh kau membuka-buka tasku.”

“Kalau aku tidak membuka tasmu, aku yakin kau takkan mau melakukan pengobatan.” Jiyeon secara perlahan pun meninggalkan mereka berdua. Maaf saja, tapi Ia sama sekali tak ingin disangka perusak hubungan mereka.

“Kau harus melakukan pengobatan.” Ujar Mark tegas.

“Kau—temani kan?” Mark terdiam lama menatap Eunji. Mark dapat merasakan kalau yang Eunji rasakan hanyalah takut sehingga Ia tidak mau melakukan pengobatan.

————————————————————————–

“Jiyeon, kita sebelumnya belum pernah berbicara kan?” Taehyung datang mendatangi Jiyeon yang tengah merapikan seluruh peralatan sekolahnya.

Jiyeon menatap Taehyung. Namja ini adalah namja yang melukai Eunji, pikirnya.

“Wae?” balasnya ketus. Taehyung menatap Jiyeon tersenyum, “Apa yang kau inginkan dari mereka?”

Jiyeon menatap Taehyung tak mengerti. Apa sih yang dikatakan namja ini. Memangnya apa yang diinginkannya?

“Ani, secara tiba-tiba kau dekat dengan chaebol itu. Jung Eunji, Kim Jiwon, Mark Tuan, dan Kim Myungsoo. Apa yang kau inginkan dari mereka?”

“Mwo?”

“Ah, kau mendapat banyak bantuan dari mereka kan? Hidupmu juga menjadi tidak susah seperti dulu. Kau pasti sangat menikmatinya sekarang.”

“Apa maumu? Kita tidak dekat dan tiba-tiba kau berkata seperti ini. Apa sebenarnya kau iri denganku karena aku dapat berteman dengan mereka?”

“Cih, teman. Apa kau pikir mereka menganggapmu teman? Kau hanyalah hiburan semata bagi mereka,  Jiyeon. Ketika mereka bosan denganmu, kau akan dilemparkan. Kau akan dikhianati. Kau juga belum tahu bagaimana selanjutnya. Eunji dapat membangun kembali hubungannya dengan Myungsoo. Lalu Mark? Dia playboy, bahkan dia bisa saja memiliki Jiwon.”

Jiyeon menelan ludahnya, Ia tidak boleh dipengaruhi seperti itu. Taehyung hanya berusaha membuatnya jauh dari temannya.

“Sepertinya kau berusaha membuatku mendukungmu.”

“Aku hanya memberitahumu. Apapun yang kau butuhkan, selama-lamanya, aku akan mengabulkannya. Kau hanya perlu mengkhianati mereka, sebelum mereka melakukannya padamu.”

“Sepertinya yang akan mengkhianatiku adalah kau. Kau membuatku jauh dari mereka, supaya aku percaya dan mendekat padamu. Lalu kau akan meninggalkanku.” Jiyeon melangkahkan kakinya keluar kelas meninggalkan Taehyung sendirian didalam sana.

“Park Jiyeon, aku akan membuatmu merasakan penderitaan yang pernah kurasakan. Dengan kau menderita, Myungsoo pasti juga akan menderita.”

 

 

Jiyeon menyusuri jalan sepanjang X Club, Ia perlu menemukan eommanya untuk mendapat jawaban dari ini semua. Ia ingin mengerti apa maksud yang dikatakan appanya beberapa hari lalu. Hal yang paling tidak masuk akal.

Sudah pukul 7, Jisoo sudah pulang. Ia pun segera menelepon adiknya dan mengatakan bahwa hari ini Ia akan pulang cukup larut.

Jiyeon memasukki X Club, ini klub mahal. Ia cukup yakin kemungkinan eommanya akan masuk dalam klub elit seperti ini.

Jiyeon mendapati seperti sosok yeoja yang dikenalinya mengenakan pakaian serba hitam, baik baju maupun rok pendek miliknya. Ia menyentuh bahunya sehingga membuat yeoja itu menoleh. Eunji cukup terkejut ketika melihat Jiyeon.

“Jiyeon-ah, kupikir kau tengah bekerja. Tadinya aku mau mengajakmu.”

“Kenapa kau disini? Kau tidak seharusnya disini. Ini tidak baik untukmu, Eunji-ya.” Jiyeon sedikit khawatir pada Eunji karena yeoja itu memasukki ruangan dansa dan tentu saja banyak namja nakal yang akan menyentuhnya.

“Aku perlu mencari Mark, ada yang ingin kusampaikan.” Eunji tersenyum pada Jiyeon. Jiyeon dalam hati menggerutu, ini kerugiannya. Eunji memiliki namja yang suka clubbing.

“Perlu kutemani hingga kau menemukannya?”

“Tidak perlu, kau bisa melanjutkan urusanmu saja. Apa yang membawamu kesini?” Jiyeon tertegun bingung. Apa Ia harus mengatakan pada Eunji tentang ini.

“Mengenai orangtuaku. Mereka mengatakan kalau aku adalah anak yang mereka ambil dari seseorang yang dibencinya.” Jiyeon sebenarnya agak heran ketika Eunji terlihat sedikit terkejut begitu Jiyeon mengatakan hal ini. Namun Jiyeon langsung berpikir, mungkin Eunji tak percaya juga dengan semua ini.

“Kau tak mau mencari Mark?”

“A—arasseo.” Eunji menunduk dan meninggalkan Jiyeon disana. Sekarang ini pikirannya berkecamuk. Jiyeon tengah mencari kebenaran atas keluarganya. Eunji pun tak dapat menutupi kesenangannya akan itu, tetapi Eunji juga takut Jiyeon membencinya. Bagaimana kalau Jiyeon menganggapnya sebagai pembohong?

“Jung-ssi.” Eunji mengenali panggilan itu. Hanya Mark yang memanggilnya dengan sebutan aneh itu. Eunji menoleh dan mendapati Mark tengah bersama Myungsoo dengan beberapa yeoja disampingnya. Eunji mengerucutkan bibirnya kesal. Padahal mereka juga belum meresmikan hubungan mereka.

“Aku mencarimu sedaritadi!” keluhnya dengan wajah kesal. Bukan, Eunji berbohong. Ia tidak kesal karena Mark susah dicari, Ia kesal karena para yeoja itu masih saja merangkul mesra Mark.

“Kau kan bukan tipe orang yang akan pergi kesini.” Sahut Myungsoo.

“Kau juga, pasti Mark menyeretmu kan. Tadi aku sempat bertemu Jiyeon, kau bisa menemuinya. Dia pasti belum jauh darisini.”

“Kau mengusirku supaya bisa bermesraan dengan Mark? Aku tidak akan pergi kalau begitu.”

“Ya sudah, kau disini saja. Jiyeon tengah mencari tahu mengenai keluarganya. Kau tidak ingin tahu?” Mendengar ucapan Eunji membuat Myungsoo tersontak dan langsung melarikan diri begitu saja.

“Ada apa? Apa yang ingin kau bicarakan?” Mark menarik tangan Eunji supaya duduk disampingnya. Eunji terduduk dan menundukkan kepalanya.

“Ani, aku hanya mengarang. Kau mengatakan pergi ke club dapat menjernihkan pikiran.”

“Kau sedang banyak pikiran? Mau bercerita?” Eunji mengangkat kepalanya dan menatap Mark mengatakan sesuatu. Namun Mark tak mengerti, apa yang diinginkannya. Ia pun menatap para yeoja yang menemani Mark.

Mark pun tersadar dan menyuruh mereka pergi. Namun salah satu yeoja itu langsung mencium bibir Mark dan melangkah pergi.

“Murahan,” Mark tertawa kecil melihat sikap Eunji.

“Kau pernah tidur dengan mereka?”

“Menurutmu saja,”

“Sudah pasti, mungkin sering.” Eunji mengangguk-anggukkan kepalanya meskipun didalam hati kesal.

“Begitukah? Aku hanya ingin tidur dengan tunanganku.” Eunji menatap Mark sinis namun kembali menatap kosong.

“Jiyeon—akan segera menemukan keluarganya. Lalu membenciku.” Mark menatap Eunji tak mengerti. Eunji pun mengatakan yang sebenarnya pada Mark. Mark menatap Eunji terkejut dari apa yang sudah dituturkannya.

Hanya Eunji sajalah yang sudah mengetahui segalanya, dan bagaimana akan terjadi. Eunji mengetahui kenapa Jiyeon bisa seperti ini.

————————————————————————–

“Aku harus menemukan ibuku, Myungsoo-ya. Aku butuh penjelasan untuk ini semua.” Myungsoo berjalan mengikutinya sambil terus menatap beberapa namja yang menatap Jiyeon nakal. Huh, Myungsoo takkan membiarkan Jiyeon disentuh siapapun.

“Bagaimana ciri-cirinya?”

“Ia sedikit lebih pendek dariku, Ia tidak terlalu tua, rambutnya panjang berwarna kecoklatan, dan satu lagi. Ia memiliki garis hitam disamping mata kanannya.”

Myungsoo menatap sekeliling ruangan ini, namun yang ada Myungsoo malah pusing karena terlalu banyak orang yang berpesta dan menabraknya.

“Kenapa dia suka clubbing?”

“Untuk dapat uang, sama seperti appa yang berjudi. Aku sama sekali tak mengerti kenapa mereka tidak mau mengurusku sama sekali. Mereka tidak peduli denganku dan Jisoo.”

Myungsoo tidak dapat membalas perkataan Jiyeon karena saat ini matanya tengah menatap seorang yeoja yang hampir mirip dengan ciri-ciri yang dikatakan Jiyeon.

“Jiyeon-ah, yeoja itu-“ Jiyeon mengikuti arah pandang Myungsoo dan terkejut. Myungsoo menemukan ibunya. Jiyeon pun langsung berlari kesana.

“Eomma!” Myungsoo mengikuti Jiyeon dan berdiri disampingnya. Eomma Jiyeon terlihat terkejut melihat kehadiran Jiyeon.

“Apa yang kau lakukan disini?!” tanyanya marah. Jiyeon menatap eommanya dalam diam. Sementara tiga namja didepan eommanya kini menatap Jiyeon nakal.

“Ini anakmu, Jisook-ah?” Jisook-eomma Jiyeon- menatap Jiyeon tak percaya. Bagaimana mungkin anak sekecil dia diperbolehkan masuk kedalam sini.

“Kau ingin bekerja juga ya disini? Kau bisa langsung me—“

“Appa mengatakan kau mengambilku dan Jisoo dari orang lain. Apa maksudnya?” Jisook menatap Jiyeon tak percaya. Jiyeon sudah mengetahui semua ini?

“Kau tidak perlu tahu.”

“Aku mungkin tidak perlu tahu kalau kau peduli padaku!”

“Kenapa kau percaya dengan lelaki itu? Dia sudah gila!”

“Eomma yang gila! Kalau memang aku anakmu, kemana saja kau selama ini? Kenapa kau tidak mengurus kami?”

“Karena kalian bukan anakku!” Jiyeon tahu, Jisook akan menjawab seperti itu. Sehingga tidak ada pilihan lain, selain Jisook memberitahu segalanya.

Jisook mengajak Jiyeon untuk berbicara dibelakang. Tentunya dengan Myungsoo yang mengekor, “Semuanya diawali dengan kecelakaan kedua orangtua tirimu. Saat itu, aku sedang mengandung anakku dengan suamiku, dan kami baru pulang berjalan-jalan. Didalam mobil, sebuah mobil menabrak mobil kami. Aku langsung dilarikan kerumah sakit dan keguguran. Sementara suami-istri itu hanya memberikan uangnya dan mengatakan akan membayar semuanya. Tak lama, kami kembali kerumah sakit untuk mengecek kesehatanku. Disana, suamiku melihat suami-istri itu, bersama tiga orang anaknya. Mereka terlihat meninggalkan kau dan Jisoo karena ingin mengantarkan yang satu lagi ke toilet. Disanalah suamiku mengambilmu, sebagai balas dendam. Mereka bahkan tidak merasa bersalah ketika aku keguguran, jadi aku juga tidak merasa bersalah dengan semua ini. Kau puas?”

“Lalu siapa orangtuaku?”

“Seseorang yang sangat kaya raya. Kupikir anaknya, maksudku adikmu itu bersekolah ditempat yang sama denganmu. Kau dengan adikmu itu seumuran, dia hanya lebih muda 2 bulan darimu.”

“Kenapa kau mengetahuinya?”

“Aku sudah mempersiapkan segalanya sebelum aku mengambilmu dan Jisoo. Bodoh sekali.” Jisook hanya tersenyum miring. Jika Jiyeon sudah tahu, silahkan saja mencari kedua orangtua kandungnya. Jisook tidak yakin kalau orang kaya seperti mereka, masih mengingat kedua anaknya yang hilang.

“Itu juga alasanmu memaksaku sekolah disana? Supaya aku bisa menemukan mereka? Kenapa kau melakukan semua ini?!”

“Kau—ani, kau dan keluargamu harus merasakan apa yang sudah aku rasakan!” Jisook dengan marah pergi meninggalkan Jiyeon yang bersama Myungsoo. Jiyeon hanya bisa terdiam dan menangis. Menangisi hidupnya yang sangat rumit. Menangisi segalanya. Kenapa ini harus terjadi padanya?

“Kau diberi masalah berat karena Tuhan tahu kau bisa mengatasinya. Kau pasti bisa, Jiyeon-ah.” Myungsoo memeluk Jiyeon hangat. Perasaannya saat ini jauh lebih besar dibanding sewaktu Ia bersama dengan Eunji.

Myungsoo.. tidak pernah merasakan perasaan berbeda seperti ini. Myungsoo tidak ingin jauh lagi dari Jiyeon. Biarlah Myungsoo hidup untuk mengenal Jiyeon seutuhnya.

————————————————————————–

“Aku ingin mengatakan segalanya pada Jiyeon. Aku ingin mengatakan kalau akulah adiknya.”

“Sama saja dengan menghancurkan hubunganmu dengannya. Kau sendiri yang bilang, bisa saja Jiyeon membencimu karena kau dianggap mendekatinya hanya karena mengetahui Jiyeon adalah kakakmu.”

“Hmm, dan aku sudah mengetahui itu cukup lama.”

“Eunji-ya, kau membenciku?” Eunji menatap Mark dengan ucapannya yang tiba-tiba.

“Kau kesal karena sikapku pada yeoja tadi kan?” Eunji benar-benar hanya dapat terdiam ketika Mark mengatakan itu semua.

“Kau pernah merasakan dikhianati? Seseorang yang kau cintai mengkhianatimu?”

“Son Naeun. My first love. Hampir satu tahun kami bersama, namun dengan santainya Ia menunjukkan kekasih barunya dihadapanku. Ia mengatakan kalau aku membosankan terhadap perempuan. Setelah itu, kupikir semua yeoja sama saja. Mereka akan membuangku ketika tak lagi membutuhkanku. Aku memutuskan, aku yang akan membuang mereka lebih dulu.” Mark tersenyum tipis ketika mengingat masa lalu pahitnya.

“Maaf, untuk tidak pernah mempercayai perkataanmu.” Ujar Eunji.

“Sekalipun aku mengatakan seberapa banyak harta yang kumiliki, Naeun memang udah bosan denganku. Sekalipun aku memiliki segalanya, aku selalu merasa kesepian. Aku—menyukaimu.” Memang tidak masuk akal ketika Mark tiba-tiba mengungkapkan perasannya. Bahkan mengungkapkannya langsung diclub.

“Aku serius, kali ini. Aku akan—“

“Aku juga.” Eunji hanya menunduk sambil memotong perkataan Mark. Mark menatapnya senang. Setidaknya hari ini, Eunji bisa sedikit melupakan mengenai masalahnya.

————————————————————————–

Jiyeon berusaha mencari-cari mengenai identitas keluarganya. Namun sangat susah mendapatkannya karena itu sudah belasan tahun yang lalu.

“Bagaimana ya mencarinya?” Jiyeon kembali mengutak-atik ponselnya mengenai data-datanya. Namun yang ditemukan rata-rata orang yang bermarga Jung. Sementara, Ia berpikir kalau mungkin marganya tetap Park atau mungkin Kim?

Tiba-tiba saja Ia menemukan informasi mengenai seorang kaya raya bernama Jung Ilhoon yang kehilangan 2 anaknya. Jiyeon membelalakkan matanya kaget, bisa saja ini memang appanya. Dilihat dari keterangannya, sangat mirip dengan keinginan Jiyeon.

“Mwoya? Kalian berkencan?” Jiyeon menatap pandangan yang dipandang Myungsoo. Mark tengah memegang tangan Eunji erat. Mark dengan bangganya mengangguk puas, sementara Eunji terlihat agak malas dengan ini.

“Ah sudahlah.” Eunji berjalan kearah bangkunya dan melepas genggaman Mark. Mark menatapnya kesal, “Kau sebenarnya serius tidak, sih?” Eunji hanya menyengir kuda dan memberikan sebuah pen hitam pada Mark.

“Aku tak sengaja merusakkan penmu minggu lalu.”

“Mwo? Kau menganggapku seperti orang yang tidak punya uang untuk membeli pen ya.” Mark menaruh tasnya dibelakang kursi Eunji.

Namun Mark baru menyadari, pen itu memiliki sebuah alat perekam kecil disana. Mark tidak mengerti kenapa Eunji memberikan ini, namun tetap saja menerimanya.

“Mark beruntung, bisa memiliki Eunji.” Sahut Jiyeon tersenyum. Begitu menatap Jiyeon, Eunji kembali mengingat masalah itu lagi.

“Jiyeon sudah tahu segala ceritanya, namun Ia masih belum menemukan siapa orangtuanya.” Eunji menggigit bibir bawahnya. Disatu sisi, Eunji sangat ingin memeluk Jiyeon dan mengatakan kalau mereka merupakan saudara kandung. Disisi lain, Eunji takut Jiyeon akan membencinya ketika Eunji memberitahukannya.

“Tapi, sepertinya nama appaku Jung Ilhoon.” Ketika itu suasana mendadak hening. Eunji tak lagi dapat melakukan apa-apa. Semuanya sudah terbongkar. Begitupun Mark yang memilih diam, sementara Myungsoo tengah menatap Eunji terkejut.

“Apa maksudmu, Jiyeon-ah?” tanya Myungsoo berusaha meyakinkan semua ini. Jiyeon menyerngitkan dahinya heran, apanya yang maksudnya?

“Namanya Jung Ilhoon. Kenapa?”

.

 

.

TBC.

aduhh maaf banget karena baru update hari ini huhuhu TT, rencananya aku uda punya tema ff baru, ada 2 ff yang masi proses. aku bingung mana yang harus diutamakan dulu, Flawless atau Adorable Friendship? semuanya myungyeon atau markyeon gitu.-. kasi saran ya!

38 responses to “[chapter-5] LIFE

  1. Ternyataaa jiyi n jisoo itu anak orkay yah…..kaka nya eunji juga? Wahhh penasaran lanjutan nyaaa^^
    Buat ff yang baru baru cast nya myungyeon lagi yah^^

  2. 2″y z yg d post klo myungyeon mah#plaakkk…mau’y…kkk
    wah…sdkt dmi sdkit rhsia ni kn trbngkr…jd slm ni eunji brskp baik krn dy adik’y jiyeon? tp npa ortu’y ga nyriin jiyeon n jisoo?
    huftzzz…lbh baik eunji ju”r z ma jiyeon sblm jiyeon tau kbnrn’y dr org lain…
    author myungyeon gi nee…

  3. ommo jd jiyeon kakak nya eunji ? woahh tp knapa ortu nya gk nyariin jiyeon yah?
    ohh eunji bilang aja deh yg jujur , jiyeon jg bakal nerima kok
    next dtunggu fighting

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s