[CHAPTER-PART 3] I Love My Brother

I Love My Brother

I Love My Brother

Written by Angeljypark

Park Jiyeon – Park Chanyeol – Oh Sehun – Kim Taehee – Park Yoochun

Family Life – School Life – Chapter

~PJYC~

I Love My Brother

Even though you’re annoying and always distract me with all trouble you’re make. You’re still my brother and I love you.

Previous story, Part 2

Berikan! Berikan padaku! Jebal “rintih chanyeol membuka matanya perlahan menatap jiyeon

Mian “ucap jiyeon

Jebal! BERIKAN!! “bentak chanyeol tubuhnya kembali bergetar

Dengan raut sedih jiyeon menyandarkan kepalanya di telapak tangan chanyeol, merasakan hawa dingin jemari chanyeol di pipinya

Mianhae “gumamnya memejamkan mata

===

I Love My Brother

Rumah keluarga Park, 11 p.m

Jiyeon terbangun begitu mendengar suara ponselnya, dengan wajah lelah, ia menatap chanyeol yang tertidur. Jiyeon pun menatap tangan kiri chanyeol yang ia gunakan untuk bersandar dan tersenyum tipis.

Omma? “batin jiyeon mengambil ponselnya

Ah~ menginap di kantor lagi “batin jiyeon melihat isi pesan taehee

Jiyeon pun segera berbaring di tempat tidur lipat sambil mengutak atik ponselnya, membaca berbagai pesan yang dikirim chingu-chingunya itu

Yak! Kau harus menonton film ini! Benar-benar menyeramkan “pesan luna membuat jiyeon tersenyum

Jiyeon-ah lain kali kau harus datang, hari ini kami menginap di rumah luna. Joon oppa mengambil keripikku, untung saja luna menyimpan yang lain kekeke “pesan hyomin membuat jiyeon terkekeh

Yeon yeon~ bogoshipo~ © “pesan singkat yeosob membuat jiyeon menghela nafas jengah

Ckck anak ini, kita bahkan baru bertemu siang tadi “batin jiyeon merutuki pesan yeosob yang juga membuatnya tersenyum

Yeonnie~ bagaimana keadaan chanyeol hyung? Mianhae kami bersenang-senang tanpamu “pesan taemin membuat senyum jiyeon meredam, ia pun mengalihkan pandangannya pada chanyeol yang tertidur dengan wajah pucat.

Jiyeon segera membalas pesan mereka dengan senyum merekah, setelahnya ia pun memperbaiki posisinya untuk tidur.

===

6 a.m

IREONAAA~!!! “pekik joon berkacak pinggang di ambang pintu kamar luna

HUUUAAAAAA!!!

MWOYAAA!!

Pekikan membahana terdengar, luna dan hyomin yang tidur di ranjang, juga taemin dan yeosob yang tidur di tempat tidur lipat tersentak mendengar suara merdu di pagi hari milik joon

Ck! Oppa~!!! Waegure?! “kesal luna

Palli! Kalian ada kelas pagi kan?! “ucap joon membuka tirai jendela luna

Ne~ keunde hyung wae kau membangunkan kami seperti itu “keluh yeosob menyandarkan kepalanya di bahu taemin yang sibuk menguap

Palli palli palli!! “seru joon tak menghiraukan keluhan-keluhan mereka

Luna pinjamkan pakaianmu untuk hyomin. Yeosob-ah taemin-ah kalian gunakan pakaianku saja, sudah aku siapkan di kamar. Palli kalian harus bersiaaaapp!!! “ucap joon diakhiri seruan panjangnya membuat keempatnya mulai menggerutu kesal

Haaa~ seperti camp militer saja “gerutu yeosob segera berjalan menyusul taemin dan joon, meninggalkan luna dan hyomin yang hanya mendesah lelah

Aah~ kalau saja kita tak begadang~ aku tak akan selelah ini “rengek hyomin

Eoh majja~ “angguk luna mulai menyiapkan pakaian mereka

===

Kediaman keluarga Oh, 7 a.m

Annyeonghaseyo appa, omma “sapa sehun begitu tiba di ruang makan

Ne~ Sehun-ah “jawab yoochun tersenyum senang melihat putranya ini

Kau ada kelas pagi? “tanya sang omma

Ne! Omma~ appa~ apa aku boleh membawa mobil hari ini? “tanya sehun

Eh? Waegeure? “bingung sang omma

Mmm aku hanya ingin membawa mobil sendiri saja, lagipula aku sudah kuliah, tak perlu diantar seperti SMA dulu “ucap sehun sopan

Ah~ geure! Geuromyo! Bawalah “ucap yoochun

Keunde… akan lebih aman jika diantar kan? “usul sang omma

Gwaenchana minyoung-ah, sehunnie sudah dewasa, lagipula ia sudah punya SIM “ucap yoochun menenangkan sang istri

Keunde jushime ne~ “ucap yoochun lagi mendapat anggukan semangat sehun

Ne appa! “ucapnya dan mereka pun tersenyum bersama

===

Taptaptap

Derap langkah terdengar membuat Chanyeol terbangun, ia pun menoleh mendapati jiyeon dengan tas ransel merah bata juga earphone putihnya berjalan cepat menuju pintu masuk.

Melihat chanyeol yang terbangun jiyeon pun segera mengenakan sneaker miliknya sambil berujar

Oppa, sarapan sudah aku siapkan, obatmu juga. Aku sudah menyiapkan pakaian ganti dan air hangat untukmu. Aku akan pulang sore, jadi sudah kusiapkan makan siang, tinggal kau panaskan saja “ucap jiyeon sibuk menggunakan sneakernya tanpa menoleh pada chanyeol yang hanya diam

Galke “ucap jiyeon menatap sekilas chanyeol dan langsung berlari keluar rumah

Sementara chanyeol, dengan wajah tertegun ia terdiam memperhatikan jiyeon, baru pertama kali semenjak keluar pusat rehabilitas, ia tidur di rumah, bahkan melihat jiyeon yang akan berangkat kuliah

Jushime “gumam chanyeol pelan dengan wajah shocknya begitu jiyeon menutup pintu

Jiyeon bergegas menuju halte, ia begitu lega saat melihat bus yang akan dinaikinya baru saja tiba. Dengan sedikit berlari jiyeon segera naik dan memilih duduk di sisi kanan bus dekat jendela. Sesekali ia mengutak atik ponselnya, mencari judul lagu yang ingin ia dengar.

Senyuman begitu tipis terlihat di wajahnya, mengingat siapa yang membuatnya tak bisa lupa akan lagu itu, lagu yang sekarang menjadi favoritnya.

Flashback on

Kau menyukai lagunya? “tanya jiyeon pada namja didepannya

Eoh? “gumam namja itu kebingungan dengan pertanyaan dan senyum cerah yang jiyeon berikan

Kau tersenyum, kau pasti menyukainya “ucap jiyeon ceria

Jin-ja? “ucap namja itu lagi ragu mendapat senyum menghangatkan jiyeon

Flashback off

Kai “batin jiyeon menikmati alunan lagu yang mengingatkannya pada chingunya itu

Fashion Corp

O-ommo!! “pekik taehee saat terbangun di sofa ruangannya

Braak braak braak

Dengan tergesa dan wajah lelahnya, taehee kepanikan mencari ponsel yang tertumpuk tumpukan kertas, dokumen juga buku-buku desain di meja kerjanya

Ne~ waegure woobin-ah? “tanya taehee begitu menerima telfon

Aku hanya ingin mengingatkan, akan ada pertemuan pimpinan perusahaan mengenai pemasaran produk di korea selatan siang nanti “ucap woobin

Ah~ ne ne~ gomawoo~ aku melupakannya “ucap taehee meregangkan otot-ototnya membuat woobin terkekeh saat mendengar lenguhan lelah taehee

Eoh! Apa noona menginap di kantor? “tanya woobin

Eoh! Ah ya! Woobin-ah bisakah kau membelikanku makanan saat berangkat kerja? “pesan taehee semangat

Ne! Akan kubelikan noona “ucap woobin mendapat cengiran taehee

Geure! Palliwa! “seru taehee mengakhiri sambungan telfon

Ahh~ pukul 7 “batin taehee melihat jam dinding di kantornya, ia pun segera berjalan menuju walk in closet miliknya di sisi kiri ruangannya untuk bersiap

Tok tok

Ne~ masuklah “ucap taehee yang sudah berkutat dengan dokumen-dokumennya

Noona ini sarapanmu “ucap woobin

Waah~ gomawo woobin-ah “ucap taehee langsung bersiap untuk melahapnya

Jadwal hari ini rapat devisi pukul 9, rapat tim desain mengenai acara fashion show pukul 11 dan pertemuan pimpinan perusahaan pukul 1 “ucap woobin mulai membaca jadwal taehee yang hanya manggut-manggut menikmati sarapannya

Geure gomawo woobin-ah “ucap taehee lagi

Keluarga Oh juga akan datang “ucap woobin ragu

Geure “ucap taehee singkat kembali menyantap sarapannya

Baiklah, panggil aku jika noona membutuhkan sesuatu “ucap woobin mendapat anggukan taehee

Keluarga Oh, siapa yang akan datang “batin taehee

===

Ck! Arrghhh uuhhuukk!! “lenguh kesakitan terdengar, chanyeol kembali merasakan sakit di sekujur tubuhnya

Braak braak

Rasa candu yang mulai menggerogotinya membuat chanyeol dengan brutal membongkar seisi kamar jiyeon, mencari pil yang hanya setengah di berikan padanya semalam

Iisssh!! “rutuk chanyeol saat tak menemukan apapun

Suho! “batin chanyeol, dengan sisa tenaganya ia berlari ke ruang keluarga

Ne yeoboseyo? “ucap suho

Yak! Kerumahku sekarang! Aku butuh pil lagi! “seru chanyeol tak sabar

Ck! yak! Setidaknya sapa aku dulu! Geure! Aku pun sedang berada dekat rumahmu. 10 menit! Bertahanlah! “ucap suho memberitahu estimasi waktu ia tiba

Eoh! Palli! “ucap chanyeol langsung berbaring meringkuk di sofa

Hosh hosh hosh “chanyeol terus memeluk tubuhnya yang mulai gemetar dengan nafas berat akibat kelelahan

===

Kampus 12 p.m

Jiyeon, luna, hyomin, yeosob dan taemin duduk bersama di kantin kampus, menikmati iga bakar yang merupakan makanan favorit para mahasiswa disana

Ck! Igeo mashitaaa!!! “seru yeosob semangat menikmati setiap gigitan daging di mulutnya

Berisik! “rutuk luna yang duduk disebelahnya

Wae~!!! Ini memang enak! “sahut yeosob kesal

Tak perlu berteriak begitu kan! “rutuk luna

Aigoo~ sudahlah, jangan bertengkar, nikmati saja “ucap taemin yang duduk di depan yeosob

Keunde, jiyeon-ah tumben sekali kau mengusulkan ini untuk makan siang kita “ucap hyomin yang duduk berhadapan dengan luna pada jiyeon di samping kirinya

Ne? Ah~ hanya ingin saja “ucap jiyeon seadanya, sedari tadi ia terus bernostalgia dengan makanan dihadapannya juga lagu yang didengarnya sekarang

Hei! Tumben sekali kai hari ini begitu tenang “ucap yeosob mulai bergosip

Eh? Ommo!! Majjayo! “histeris hyomin

Bukankah sejak kemarin ia begitu? “ucap luna santai menyerumput jus anggurnya

Ada apa dengannya “gumam taemin. Sementara itu jiyeon yang mendengarnya pun mulai memikirkan tingkah kai sejak pagi tadi, bahkan namja itu tak mengganggu atau mengejeknya

Kai? “batin jiyeon sambil menoleh kearah kiri

Eh? Sehun? “gumam jiyeon begitu mendapati dongsaeng tirinya masih sempat tersenyum padanya walau sudah dikerumuni penggemarnya

Eoh? Jiyeon-ah kau juga mengidolakan sehunnie? “tanya luna saat tak sengaja menangkap arah pandang jiyeon

Eoh? Anhiyo luna-ah “ucap jiyeon sambil terkekeh

Eh? “seru hyomin yang masih mengunyah iga bakar sambil menatap jiyeon dan beralih pada sehun

Hmmm…. “gumam hyomin menyipitkan matanya memandang wajah jiyeon dan sehun yang berjarak 2 bangku dari mereka

Wae mata kalian mirip sekali “ucap hyomin dengan dahi mengerut membuat jiyeon terkejut

N-ne? “gumam jiyeon

Ommo!! Yak! Majjayo! Kalau dilihat tatapan mata kalian begitu mirip “sambung yeosob heboh membuat luna berdecak kesal

Jinja? Mungkin saja “ucap jiyeon mulai memikirkan berbagai hal

Sementara itu di sisi kanan kantin, terlihat segerombolan namja yang juga sedang menikmati iga bakar

Walau sudah berkali-kali tetap saja enak! “ucap seorang namja dengan mulut penuh daging

Eoh! Majja! “sahut chingunya

Eh? Yak kai! Eoddi?! “pekik seorang lagi begitu chingu mereka itu pergi begitu saja

Aku akan kekelas, aku mengantuk “ucap kai seadanya sambil membenarkan letak tasnya

Ucapan kai ini tentu membuat ketiga chingunya menganga bingung

Ada apa dengannya “gumam mereka, sementara kai hanya berjalan dengan wajah serius memikirkan sesuatu

Sial! “batin kai merutuki hal yang diingatnya

===

Haaa~ neo jinja! “desah suho menyodorkan segelas air sambil menatap chanyeol yang begitu kacau dan pucat

Uhuuuk! Gluuk gluuk

Gomawo “ucap chanyeol segera tidur meringkuk di sofa setelah memberikan gelas kosongnya pada suho

Tap tap tap

Chanyeol-ah! Kau lapar tidak?!! “pekik suho dari dapur melirik makanan di meja yang tertata rapi

Eoh! “balas chanyeol tetap meringkuk di sofa

Cha.. Mogko! “ucap suho sambil membawa nampan berisi semangkuk bubur juga sup

Eoh! Gomawo “chanyeol kembali mendudukan dirinya dan mulai melahap sarapannya

Jiyeonnie yang membuatnya? “tanya suho yang sudah menggonta ganti cenel tv

Eoh! Yeonnie “ucap chanyeol melahap lagi buburnya

Haaa~ walau sebagai pengedar aku senang kau adalah pelanggan setiaku, keunde sebagai chingumu aku lebih senang kau berhenti “gumam suho mulai fokus pada acara tv membuat chanyeol menoleh

Kekeke “kekeh suho langsung beranjak berdiri

Baiklah! Banyak yang membutuhkanku “ucap suho segera berjalan menuju pintu

Galke! “ucapnya lagi mendapat anggukan chanyeol

Berhenti? “batin chanyeol beralih menatap sup dan bubur didepannya

===

Taehee dengan bahu merosotnya berdiri dengan wajah bingung didepan pintu masuk gedung pertemuan

Berlebihan sekali “batinnya melihat dekorasi gedung pertemuan

Noona~ kajja! Tempat kita di sana “ucap woobin yang sejak tadi kesana-kemari mengurus berbagai hal

Ne, kajja “ucap taehee walau matanya tetap jelalatan melihat setiap detail dekorasi di ruang pertemuan

Benar-benar pemborosan “batin taehee lagi begitu melihat beberapa dekorasi yang menurutnya tak diperlukan

Tap tap tap

Saat taehee dan woobin telah duduk, seseorang pun datang dan duduk tepat di sebelah taehee, membuat yeoja in mau tak mau melirik sekilas ke samping

Eoh! “seru taehee

Eh? Unnie~! “kaget yeoja yang duduk di sebelahnya

Minyoung?! “gumam taehee begitu shock

Taehee unnie, eorenmaria “ucap minyoung sesopan mungkin

Ne minyoung-ah eorenmaria “ucap taehee berusaha tersenyum

Bagaimana keadaan chanyeollie? “tanya minyoung cemas

Gwaenchana, ia baik, jiyeonnie selalu menemaninya “ucap taehee

Ah~ majjayo, jiyeonnie benar-benar mengkhawatirkannya “gumam minyoung tersenyum lembut membuat taehee pun ikut tersenyum

Ne! Sehunnie eotteyo? “tanya taehee

Sehunnie baik-baik saja, ia berada di universitas yang sama dengan jiyeonnie “ucap minyoung semangat

Jinja?! Kebetulan sekali “ucap taehee dan keduanya pun terkekeh

Mianhae minyoung-ah “ucap taehee mendadak serius

Ne? A-anhiyo unnie~ jangan mengatakan itu “ucap minyoung mulai panik

Keke kau tak pernah berubah “kekeh taehee melihat kepanikan minyoung

Melihatnya, minyoung pun tersenyum. Sementara woobin yang tak sengaja mencuri dengar pun tersenyum lega karenanya.

===

Pembunuhan sadis kembali terjadi

Kalimat itu terus terngiang dalam benak jiyeon, ia hanya menopang dagu dan melamun saat pelajaran berlangsung

Nugu? Nuguchi? “batin jiyeon mulai membalik-balik halaman bukunya

Sementara kai, ia sesekali memperhatikan jiyeon, menatap dingin chingu sejak SMPnya itu

Andwae~ jangan dia “batin kai segera mengalihkan pandangannya pada buku materi

Astaga~!! Mataku berat sekali~! “rengek yeosob menyandarkan kepalanya dibahu taemin yang masih sibuk menyalin materi setelah kelas usai

Ck! Mengeluh lagi! Kau pikir hanya kau!! “rutuk luna yang juga sama mengantuknya

Kalian begadang sampai jam berapa? “tanya jiyeon yang sudah bersiap pulang

3 “ucap keempatnya serempak membuat jiyeon terkekeh

Keunde sepertinya tingkat rasa ngantukku bertambah karena iga bakar pesananmu jiyeon-ah! “seru yeosob melanjutkan keluhannya membuat pergerakan kai yang akan keluar kelas terhenti

Eoh? “gumam kelimanya memandang heran kai

Keke mianhae “kekeh jiyeon yang sempat memperlihatkan wajah cemasnya pada kai

Geure~ na ganda~! “ucap jiyeon

Ne~! Jushime ne~ “pekik hyomin begitu juga luna, yeosob dan taemin yang berujar sambil tetap fokus pada buku catatannya

Taptaptap

Kaaaii~! “panggil jiyeon mengejar kai yang sudah berada di tangga menuju lobi kampus

Kai berhenti melangkah dan mengeratkan genggaman pada tasnya, ia pun berbalik menatap dingin jiyeon

Jangan! Menjauhlah! “ucap kai dingin beralih meninggalkan jiyeon yang mendadak kecewa

===

Aku pulang~!! “pekik jiyeon melepas sepatunya

Eoh? sepi?! “batin jiyeon, jika chanyeol ada di rumah setidaknya suasana tak akan sesepi ini

Apa ia dikamar? “batin jiyeon melangkah menuju kamar chanyeol

Cklleekk

Eoh?! Tidak ada!! Ck!! Arrghh!!! Kemana namja sialan itu!! “rutuk jiyeon mulai memikirkan berbagai tempat nongkrong anak-anak nakal

M-mwo!!! IGAE MWOYAA!! “pekik jiyeon begitu mendapati kamarnya yang berantakan, beberapa koleksi patung kesayangannnya pun pecah dan yang paling mengejutkan adalah kotak berwarna hitam berisi uang tabungannya pun kosong

Sial! Sial! Sial! Oppa kurang ajaarrr!!! “pekik jiyeon frustasi penuh amarah

Akan kubunuh dia! “rutuk jiyeon dengan mata memerah mulai merapikan lemari pakaiannya

Eoh?!! I-ini huuaa hiks hiks

Jiyeon menangis keras, begitu melihat salah satu koleksi patung, berbentuk malaikat, miliknya pecah

Huaaa hiks appa~!!! Hiks hiks “tangis jiyeon menjadi-jadi mengingat patung itu adalah hadiah yang yoochun berikan setahun sebelum perceraiannya dengan taehee. Patung yang begitu berharga bagi jiyeon, dengan kenangan indah akan sang appa dan sang oppa yang masih begitu sehat

Babo! Babo! Chanyeol oppa baboya!!! “rutuk jiyeon sesenggukan

===

Jiyeon tidur meringkuk di lantai kamar di sebelah ranjang, tak berniat membereskan kamarnya yang berantakan. Ia memunguti pecahan-pecahan patung itu dan berusaha menyusunnya sambil terus tidur meringkuk dan menangis

Appa meninggalkan kami begitu saja “batin jiyeon mencoba menata kembali patung itu

Oppa tak menghiraukanku lagi dan menjadi buruk “batin jiyeon terus menyusun pecahan patung dengan buliran air mata yang terus mengalir

Dan…

Jangan! Menjauhlah!

Dan ia pun begitu “batin jiyeon kembali menangis

Hiks hiks

Kaaaii~ hiks “tangis jiyeon, ia mendorong patung yang ia susun, membuatnya kembali hancur berantakan

===

3 A.M

Braakk

Uhhukk

Arrghh melegakan “gumam chanyeol langsung merebahkan dirinya di lantai sambil tersenyum puas

Eoh? “seru chanyeol saat melihat bayangan seseorang yang duduk di kursi tamu

Deeghh

O-ommo! “gumam chanyeol. Mendadak ia mengingat orang berpakaian hitam itu

Wae kau pulang eoh! “seru jiyeon dingin

Eoh?! Neo!! “seru chanyeol, mendadak ia lega bahwa itu adalah jiyeon

Wae kau tak tidur di jalanan saja!!! “pekik jiyeon kesal

Mwo?! Yak! Diam kau! “bentak chanyeol kembali berdiri walau ia sendiri tak mampu menopang tubuhnya akibat pengaruh alkohol

Mwo!!! Oppa kurang ajar! Wae kau mengacak-acak kamarku! Wae kau mengambil uangku!! Wae kau merusak barang-barangku!!! “rutuk jiyeon memukul-mukul chanyeol emosi

Yak! Keumanhae! Park jiyeon! Keumanhae!! “geram chanyeol berusaha menghindar, namun jiyeon tetap memukulnya, ia begitu kesal saat ini

Neo!! Karenamu aku menjadi bahan ejekan! Karenamu aku tak bisa bermain bersama chinguku! Karenamu semuanya kacau!! SEMUA KARENAMU!! OPPA KURANG AJAR!! “teriak jiyeon berlinang air mata penuh emosi dan kesedihan

Pllaakk

JAGA BICARAMU!! YEOJA SIALAN!! “bentak chanyeol menampar keras pipi jiyeon, membuat yeoja itu terdiam dengan air mata yang kembali mengalir

Menjauhlah!!! “seru chanyeol kesal berjalan sempoyongan menuju kamarnya

Eoh? “gumam jiyeon berlinang air mata berbalik menatap chanyeol

Menjauhlah!!

Jangan! Menjauhlah!!

Ucapan chanyeol dan kai pun terngiang di benaknya, membuat jiyeon menangis sesenggukan

===

Sementara itu, kai yang beberapa hari ini mendadak pendiam terlihat berjalan menyusuri kompleks kontrakannya setelah membeli bir dan beberapa keripik di minimarket. Cuaca dingin dan langit yang masih gelap memberi ketenangan padanya

Gluuk gluuk gluukk

Aahh~ “helaan nafas terdengar begitu kai meneguk bir kalengnya

Angin mulai berhembus, membuat kai memejamkan matanya menikmati saat-saat itu. Dengan perlahan sambil berjalan menuju kontrakannya, kai melepas jaket yang digunakannya, memperlihatkan hal mengejutkan yang ada di lengannya

Selama ini kai selalu mengenakan pakaian lengan panjang, menutupi sekujur tubuhnya dengan pakaian tertutup walau di musim panas sekali pun dan inilah alasannya

Berbagai macam luka sayat dan jahitan terlihat di lengan dan pergelangannya. Luka yang sudah menemaninya sejak kecil, membuatnya begitu tertekan memikirkan akan jati dirinya sendiri sejak itu

Kai terus melangkahkan kakinya hingga ia tiba didepan kontrakannya yang merupakan sebuah rumah kecil begitu sederhana

Aiigooo~ uri deongsaeng~ eorenmaria~ “ucap sebuah suara yang terkesan begitu bahagia namun menakutkan. Kai menghentikan langkahnya dan berbalik menatap tajam orang yang tersenyum senang penuh kengerian itu

Kau tak merindukan hyungmu ini~ hhmm~? “ucapnya lagi dengan nada ceria yang sangat menakutkan. Kai begitu terkejut, hampir 6 tahun mereka tak bertemu dan wajah orang itu berubah sangat mengerikan

Ommona~ lukamu hampir tak terlihat~ haruskah aku membuat yang baru hhmmm~ “ujarnya dengan nada kelewat ceria dan begitu mengerikan ditambah senyuman antusiasnya

Hyung “panggil kai membuat namja itu mengangguk antusia

Ne ne ne~ nan neo hyungieda~ “ucapnya semangat mengangkat tangan kanannya menunjuk dirinya sendiri dan saat itulah kai dapat melihat pergelangan dan jemari sang kakak yang sudah sangat hancur

Apa yang dia lakukan padamu? “ucap kai dengan mata memerah

Hmm? “gumam sang kakak dengan ekspresi bingung

Igeo? Ia hanya menunjukkan rasa sayangnya padaku~ ia juga mengatakan aku anak yang baik~ “ucapnya semangat dengan senyuman antusias menunjukkan berbagai luka sayat dan jahitan di lengan dan rahangnya

Kai tak mampu berkata-kata lagi, setetes air matanya pun lolos melihat senyum mengerikan sang kakak

Kris hyung “gumam kai memandang sedih sang kakak yang sudah sibuk memainkan benang jahitan di pergelangannya dengan senyum mengerikan yang terpetak jelas

===

Haaahh!!! Menginap lagi!! “rutuk taehee dengan mata pandanya sibuk dengan berbagai dokumen

Yeollie dan yeonnie, bagaimana keadaan mereka? “batin taehee cemas

Omma macam apa aku ini!! “rutuknya melempar kasar dokumen di meja dan memutuskan untuk pulang walau masih subuh

Mianhae yeollie yeonnie~ “ucap taehee bergegas memakai mantelnya dan menuju parkiran khusus miliknya

Nyonya~ apakah tidak apa-apa anda mengemudi sendiri? “ucap penjaga gedung

Gwaenchana ahjussi. Na ganda~ “pamit taehee

Ne! Jushimeyo “ucapnya

Ne~ Ahjussi do~! “ucap taehee

===

Jiyeon yang masih shock akan perlakuan chanyeol, terduduk lemas di samping patung malaikatnya yang hancur.

Hiks oppa~ hiks “tangis jiyeon memegang pipinya yang mulai menunjukkan luka lebam

Mianhae~ “tangis jiyeon semakin menjadi

Sementara itu, chanyeol yang tidur terlentang di kamarnya mampu mendengar tangisan jiyeon, wajahnya menyiratkan kecemasan dan penyesalan. Tak menyangka akan tindakannya sendiri

Mianhae “gumam chanyeol ikut menitihkan air mata

===

4.30 A.M

Taehee segera memarkirkan mobilnya di garasi rumah dan bergegas menuju jok belakang mengambil berbagai makanan dan kue kesukaan kedua anaknya itu. Walau ia sempat tak yakin chanyeol masih menyukainya, ia tetap membelinya

Cklleekk

Taehee dengan perlahan membukan dan menutup pintu, dengan perlahan pula ia melangkah menuju dapur setelah melepas high heelsnya, meletakkan belanjaannya di meja dan menoleh ke lantai dua, berharap tak membangunkan keduanya

Haa~ ternyata berbelanja di pagi buta begini boleh juga~ “gumam taehee saat mengingat betapa sepinya suasana di minimarket tadi

Cheese cake untuk chanyeollie, vanilla cake untuk jiyeonnie~ “gumam taehee memasukkan cake itu ke lemari pendingin

Bagaimana tidur mereka “batin taehee mulai berjalan pelan menuju kamar keduanya

Ckleek

Dengan perlahan taehee membuka pintu kamar chanyeol, mendapati putra sulungnya yang tidur meringkuk dengan selimut acak-acakan membuatnya terkekeh dan lega. Biasanya chanyeol tak akan ada di rumah di jam-jam seperti ini

Dengan perlahan taehee mendekat, ia menyelimuti chanyeol dan mengusap puncak kepala chanyeol

Uri aegie~ saranghae~ “gumam taehee mengecup puncak kepala chanyeol, namun dahinya mengerut saat mencium bau alkohol

Eoh?!! A-apa ia… “batin taehee cemas namun segera ia tepis dan menuju kamar putrinya

Ckleek

Taehee tersenyum begitu mendapati putrinya yang juga tidur meringkuk dengan selimut acak-acakannya, membuat taehee terkekeh

Aigoo mereka sama saja “batin taehee memperbaiki selimut jiyeon dan mengecup puncak kepalanya

Haa~ kamar jiyeon memang selalu yang terbersih di rumah ini “batin taehee memandang seisi kamar jiyeon

Sebelum tidur tadi, jiyeon segera membereskan kamarnya, walau terus menangis saat melakukannya

Taehee segera keluar dan berjalan menuju kamarnya, ia harus bersiap sebelum menyiapkan sarapan

Tepat saat taehee menutup pintu kamar, jiyeon membuka matanya. Nyatanya ia sama sekali belum terlelap dan sibuk menangis.

Jiyeon segera mendudukan dirinya dan membuka laci nakasnya, mengeluarkan patung malaikat yang ia bungkus dengan sarung tangan putihnya

Hiks “tangis jiyeon meletakkan perlahan patung itu di nakas dan beranjak dari tempat tidur

Ia mengambil tas selempangnya dan mantel coklat tuanya. Jiyeon pun membuka pintu perlahan dan mengendap-endap meninggalkan rumah saat ia mendengar suara air dari kamar taehee

===

4.50 A.M

Kai tak bisa tidur, pertemuan dengan sang kakak didepan rumahnya barusan cukup menyayat hatinya. Kenangan buruk bertahun-tahun lalu kembali terngiang di benaknya. Kai pun memejamkan matanya frustasi dan sekiblat kenangan yang begitu disukainya pun muncul

Flashback on

Kau menyukai lagunya? “tanya yeoja manis di hadapan kai

Eoh? “gumam kai yang kebingungan dengan pertanyaan dan senyum cerah yang yeoja itu berikan

Kau tersenyum, kau pasti menyukainya “ucapnya ceria membuat kai mengerutkan keningnya

Jin-ja? “ucap kai ragu mendapat senyum menghangatkan yeoja manis itu

Flashback of

Jiyeon “gumam kai mengerutkan keningnya frustasi

Kai~

Kai tertegun begitu mendengar suara lembut yeoja yang baru saja datang dipikirannya

Jiyeon? “bingung kai beranjak menuju jendela ruang tamunya memastikan jika ia salah

Kai pun menghembuskan nafasnya lega saat tak melihat siapapun disana

Sementara itu…

Ommona~ kau yeoja yang waktu itu kan? Aigoo~ jinja yaepoda~ “bisik kris dengan senyum mengerikannya pada jiyeon yang terkejut setengah mati

Hhmmpph!!! “jiyeon terus meronta karena kris membekapnya, hal itu membuat kris tersenyum senang

Ne ne ne~ kau tak sabar ingin bermain hmm? “ucapnya terkekeh

Kajja~ “ucap kris senang membuat jiyeon meronta keras

Kai “batin jiyeon berlinang air mata, menatap rumah yang tak jauh darinya itu

 

TO BE CONTINUE

Chajan…. Angeljypark kembali dengan part 3 I Love My Brother

kekeke

semoga kalian suka…

di tunggu komennya

kamsahamnida #deepbow

 

 

26 responses to “[CHAPTER-PART 3] I Love My Brother

    • hehe penasaran ya wkwkw
      lanjut” wkwkw akan segera terungkap #sokkeren
      wkwkw
      kamsahamnida ne chingu udah mampir baca dan komen~
      ditunggu ne kelanjutan-kelanjutannya~
      mianhae author lama update~
      keunde kamsahamnida ne~ #bow

  1. Chanyeol kapan sadarnya itu bocah, kasian si jiyeonnyaaaa eihhhh… Kris apa dia yg jadi pembunuh selama ini? Apa kai? Aduhhh penasaran di si sini? Next

  2. Aduh chanyeol makin jadi aja ya, kapan mau tobatnya seenggaknya mau mencoba. Kasian juga jiyeonnya, itu jangan” pembunuh itu kris ya aduh jiyeon gimana kai bakalan nolongin gak ya..

    • ne.. chanyeol masih kebingungan ama masalahnya dia sendiri
      hmmm..
      untuk lengkapnya kita lihat di chapter 4 ehehe
      kamsahamnida ne udah komen…
      semoga betah baca ff author..
      kamsahamnida~ #bow

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s