[Chapter-Part 2] I Love My Brother

I Love My Brother

I Love My Brother

Written by Angeljypark

Park Jiyeon – Park Chanyeol – Oh Sehun – Kim Taehee – Park Yoochun

Family Life – School Life – Chapter

~PJYC~

I Love My Brother

Even though you’re annoying and always distract me with all trouble you’re make. You’re still my brother and I love you.

Previous Story, Part 1

Bagaimana keadaan chanyeol? “tanya nyonya Oh pada ketiganya

Ia baik, istirahat dan mendapat pengobatan intensif akan mempercepat kesembuhannya “jelas yoochun yang juga disimak baik oleh jiyeon

Jiyeon kembali menatap khawatir chanyeol, digenggamnya erat tangan sang oppa yang tak kunjung sadar. Nyonya Oh yang melihatnya menoleh sedih pada yoochun yang berdiri bersama sehun.

Oppa~ “batin jiyeon sedih, menggenggam erat tangan chanyeol

===

 Part 2                I Love My Brother

Kamar rawat, 7 P.M

Jiyeon terus menatap chanyeol dengan tatapan dingin, sudah terhitung sehari chanyeol tak sadarkan diri. Hal itu membuatnya cemas. Jiyeon segera berdiri, memandang ruangan yang begitu sepi setelah beberapa jam lalu keluarga tirinya berpamitan pulang.

Jiyeon bergegas merapikan buku pelajarannya dan memasukkannya ke tas. Ia menghampiri ranjang chanyeol, merapikan selimut dan mengecek infus serta pendeteksi jantung sang oppa.

O-ommo?!! Oppa!! “jiyeon dengan cepat menekan tombol darurat saat melihat pergerakan mata chanyeol

Jiyeon terus menggigit bibir bawahnya, menatap chanyeol yang sedang diperiksa Jaejong. Jaejong menatapnya dan tersenyum lembut mengisyaratkan chanyeol baik-baik saja.

Gwaenchana, kondisinya sudah berangsur pulih. Jangan terlalu dipikirkan, aku tak mau kau menjadi pasien selanjutnya “ucap Jaejong membuat jiyeon terkekeh

Ne, kamsahamnida ahjussi “ucap jiyeon dan jaejong pun berpamitan keluar

Yak! “panggil chanyeol dengan suara serak

Mwo?!! “balas jiyeon dengan nada kesal

Ck! Yak! Aku sedang sakit! Berbaik hatilah!! “gerutu chanyeol berusaha membenarkan posisi tidurnya

Kau menyusahkan! “gerutu jiyeon membantu chanyeol untuk tidur lebih nyaman

Igeo bwa~ kau mengkhawatirkanku kan? “goda chanyeol menepuk pelan tangan jiyeon yang sibuk membenarkan selimutnya, membuat jiyeon memutar bola matanya jengah.

Arrghhh yak!! Aku sedang mencoba lebih akrab denganmu!! “sungut chanyeol saat jiyeon menekan luka lebam di pundaknya

Mwo?!! Akrab?!! Kau selalu kasar padaku!! Kau pikir menyenangkan menunggu seperti ini?! Seharusnya aku bisa bersantai dirumah, nonton tv, makan atau jalan-jalan dan….

Kau benar-benar mengkhawatirkanku “potong chanyeol santai, membuat jiyeon kembali kesal

Kau menyayangiku kan? “tanya chanyeol pelan saat jiyeon hanya diam dengan wajah kesal

Aku juga menyayangimu “ucap chanyeol tersenyum

Gomawo “ucap chanyeol lagi

Aku membencimu “seru jiyeon segera mengambil tasnya dan keluar, meninggalkan chanyeol yang hanya menatap kepergiannya

===

Keesokan harinya, 10 A.M

Seoul University

Yak! Berita semalam benar-benar menakutkan “seru beberapa chingu jiyeon saat ia baru saja memasuki kelas

Eoh! Mengerikan! “sahut seorang lagi membuat jiyeon semakin penasaran

Berita apa? “tanya jiyeon ikut nimbrung

Ckckck! Sepertinya ada yang sibuk mengurus oppa tercinta “ledek kai, ia dan kedua chingunya tertawa keras mengolok jiyeon

Jangan kau dengarkan “bisik luna yang sejak tadi melihat video berita semalam bersama yang lainnya

Eoh! Gomawo luna-ah “ucap jiyeon ingin melihat berita itu

Yak yak yak! Seonsaengnim! “pekik taemin panik langsung duduk manis di kursinya, begitu juga jiyeon dan yang lainnya, mereka berhamburan menuju kursi mereka

Ck! Berita apa sebenarnya itu? “gemas jiyeon yang tak sempat menyimaknya

===

Sementara itu, di rumah sakit, Chanyeol terus merutuki para suster ‘kejam’ yang memaksa dirinya untuk mengonsumsi berbagai macam obat dan makanan sehat. Ia hanya berbaring sambil terus mengumpat menatap langit-langit kamar dan menoleh kearah pintu saat mendengar suara para suster itu.

Mwoya igae? “bingung seorang suster saat temannya membawa surat kabar, ketiga suster yang lepas piket itu terus berbicara di meja kerja mereka yang berada tepat disamping kamar rawat chanyeol

Kau ingat pasien yang meninggal 2 minggu lalu karena kehilangan tangan dan kaki kirinya? “tanya suster yang membawa surat kabar itu

Eoh! Mengerikan sekali, bahkan bahunya pun robek “angguk suster yang duduk di tengah

Ne! Kalau tak salah, ia korban ke tujuh kan? “ucap suster berambut hitam sebahu yang duduk di pinggir kanan

Eoh! Majja! Dan ini korban ke delapan “ucap suster yang sejak tadi membaca koran, menunjuk jenasah yang ditutupi kain di koran

Ommo!! “pekik keduanya histeris

Eotheokhae?!! “panik keduanya

Kita harus waspada! Dan jangan sampai menjadi korban selanjutnya ”ucapnya meletakkan koran pagi yang baru sempat ia baca di meja kerja mereka

Mereka pun terdiam menatap khawatir tulisan di koran pagi itu, begitu takut akan judul berita itu

Pembunuhan Sadis Kembali Terjadi!

Sementara chanyeol, ia hanya menatap murung ke arah pintu, ia mengetahuinya, ia bahkan melihatnya

Flashback on

Sore itu setelah mendapat pil dari suho, chanyeol yang sudah membaik berniat membeli makanan. Ia menyusuri kompleks yang sempat jiyeon lalui saat mencarinya dan melihat begitu banyak anak jalanan yang sedang menggoda para pejalan kaki di sana

Chanyeol yang sudah terbiasa dan bahkan mengenal beberapa dari mereka hanya berlalu seperti tak terjadi apa-apa. Walau pakaiannya terlihat lebih rapi dari malam sebelumnya, wajah pucat, rambut coklat acak-acakan tetap membuatnya terlihat seperti berandalan.

Namja jangkung ini segera mempercepat langkahnya saat melihat rumah makan cepat saji di seberang jalan, namun langkahnya terhenti saat mendengar rintihan di gang kecil kumuh di samping kanannya

O-ommo!! “pekiknya panik, ditambah dengan tatapan ngeri yang di berikan seseorang berpakaian serba hitam yang menggenggam pisau daging

Sial!! “rutuk chanyeol langsung berlari meninggalkan kompleks itu begitu orang yang ia yakini sebagai pembunuh sadis, yang sangat terkenal itu, mengejarnya.

Kepanikan chanyeol membuat tubuhnya melemah, ia terus menoleh memastikan dirinya jauh dari orang itu. Bayangan akan tubuh orang yang berada di belakang orang tadi cukup membuatnya gusar dan bergidik ngeri

Walau sudah tak terlihat, chanyeol terus berlari, ia terus berlari ke arah jalan raya di mana banyak orang disana. Nafasnya mulai tersengal, mengingat pisau itu, namja yang merintih sakit dan orang berpakaian serba hitam itu membuatnya kalang kabut

Chanyeol terus berlari sekuat tenaga, dengan tangan dan kakinya yang mulai bergetar karena membutuhkan obat, ia terus berlari dan semakin panik begitu melihat seseorang yang menggunakan pakaian serba hitam menatapnya dari arah belakang

Dengan kepanikan luar biasa ia berlari ke tengah jalan hendak menyebrang namun karena begitu terburu-buru ia tertabrak mobil

Begitu chanyeol tergeletak di jalan, ia sempat melihat orang berpakaian serba hitam itu berpaling hendak pergi, bersamaan dengan teriakan panik jiyeon yang membuat orang itu kembali menghentikan langkahnya

Flashback off

Ck! Untung aku selamat! “desah chanyeol memejamkan matanya

Jiyeon!!! “tak berapa lama, ia teringat akan yeodongsaengnya itu

Jiyeon disana! Hoksi… “panik chanyeol, ia kembali mengingat kejadian beberapa saat sebelum dirinya pingsan.

Ck! Aarrgghh park jiyeon!! “gumamnya frustasi, ia yakin peringatan yang akan ia sampaikan pada sang dongsaeng 100% tak akan didengar

===

Seoul University

Kelas sastra, 12 p.m

Kelas jiyeon telah selesai, para mahasiswa pun berhamburan menuju kantin, meninggalkan jiyeon, hyomin, luna, taemin dan yeosob yang masih bersiap untuk pulang, karena tak ada kelas yang mereka ikuti lagi

Sementara itu, di bangku belakang kelas, kai yang terlihat diam sejak kelas pertama usai sesekali melirik kelimanya terutama jiyeon, ia tahu mengenai berita itu, dan sebagai teman ‘berpredikat kejam’ jiyeon sejak SMP, ia memiliki alasan untuk mengkhawatirkan chingunya itu

Kelimanya pun segera keluar dan berpamitan dipintu kelas, kai yang sendirian dikelas pun leluasa mengamati jiyeon yang tergesa-gesa keluar area kampus

Aarrghh!! Ck! Menyebalkan!! “kesal kai menendang keras kursi didepannya dan beranjak keluar

===

Koridor kampus

Kyaaa~ sehun~ Oh sehun~ “teriak beberapa yeoja saat ‘pangeran tampan’ mereka berjalan dikoridor bersama chingunya

Ckckck! Kau benar-benar membuatku kesal! “gerutu chingu sehun menekuk wajahnya kesal

Keke Baekhyun-ah jangan kesal begitu “bujuk sehun memamerkan senyum lucunya membuat para yeoja semakin histeris dan baekhyun yang mengumpatnya habis-habisan

Ck! Arrghh!! Mengapa aku bisa berteman denganmu~!!! “rutuk baekhyun mempererat pelukannya pada tumpukan buku

Keke yak! Kajja ke kantin~ “bujuk sehun saat baekhyun sudah memberi sinyal untuk berbelok ke perpustakaan didepannya

Shiro~!! Meja kita selalu dipenuhi mereka! Aku tak bisa makan dengan tenang! “sungut baekhyun yang terkenal kutu buku namun cerewet itu

Eii~ yak! Kutraktir! Palli! “tanpa menunggu persetujuan baekhyun yang sudah memegang gagang pintu perpustakaan, sehun segera menariknya menuju kantin

Yaak~ OH SEHUN~ “pekik baekhyun kesal

Sementara itu…

Eh?!! Aku seperti mendengar nama anak itu? “gumam jiyeon memperlambat larinya dan celingukan di koridor perpustakaan

Jiyeon pun menoleh ke arah kerumunan yeoja di sampingnya dan terkekeh

Ckckck! Ternyata dia memang pangeran kampus! Dasar namja lembek “canda jiyeon meledek sehun

Jiyeon melanjutkan langkahnya bergegas menuju parkiran, karena hari ini chanyeol diperbolehkan pulang, jiyeon terpaksa membawa mobil ke kampus

===

Kamar rawat VVIP, 006

Brraakk

Yak!! “pekik chanyeol saat jiyeon membuka pintu kasar

Mwo?!! “seru jiyeon galak mulai mengemasi pakaian chanyeol dengan kecepatan maksimal

Yak yak yak! Kau seperti kesurupan saja! “ejek chanyeol sesekali membenarkan perban di bahunya

Ck! Diam kau! “kesal jiyeon, ia harus cepat jika tak ingin ketinggalan acara nonton bersama di rumah luna bersama hyomin, taemin dan yeosob

Kau kasar sekali!! Sopan sedikit! “bentak chanyeol ikut kesal

Mwo?!! Sopan?!! Yak! Siapa yang selalu kasar padaku eoh?!! “bentak jiyeon memasukkan pakaian chanyeol emosi

Siapa yang selalu membentakku eoh?!! “marah chanyeol lagi

Aarghh menyebalkan!! “pekik jiyeon dengan kasar membawa tas berisi pakaian chanyeol keluar

Chanyeol yang emosi menatap tajam pintu kamar yang ditutup jiyeon, kesal dengan sikap jiyeon yang tak semanis dulu

Ck! Semakin besar semakin menyeramkan saja “gerutu chanyeol

Tak lama berselang, jiyeon kembali membawa kursi roda untuk chanyeol. Jiyeon sama sekali tak menatap chanyeol begitu juga sang oppa

Palli! Aku ada urusan lain “ucap jiyeon dan chanyeol segera duduk sambil berdecak kesal

Ck! Yak! Pelan sedikit! Kau kira aku tahan banting eoh! “rutuk chanyeol, tubuhnya yang penuh lebam membuatnya kesakitan saat jiyeon mendorong kursi roda kasar

Salahmu sendiri! “gerutu jiyeon, pertengkaran dan aura kesal keduanya membuat para suster yang melihat kebingungan, baru kali ini mereka melihat tingkah pasien dan keluarganya yang sama-sama kasar

Trraak traak braak

Yak!!! “pekik chanyeol membuat jiyeon terkejut

Mwo!! “pekik jiyeon tanpa menghentikan dorongannya

Pelan-pelan! Badanku sakit babo!! “rutuk chanyeol membuat jiyeon berhenti dan mengumpat sebal pada chanyeol

Keduanya kembali menjadi pusat perhatian, para suster pun kebingungan melihat pertengkaran keduanya, bersamaan dengan itu seorang suster yang mengenal mereka pun memanggil dokter Kim yang tak jauh dari situ

Dokter Kim atau jaejong yang mengerti segera menghampiri kakak-beradik ini, ia menghela nafas lesu saat melihat keduanya bertengkar hebat

Hei~ Yeollie~ Yeonnie~ keumanhae~ jangan terus bertengkar “lerainya mengusap bahu jiyeon dan membawanya mendekat pada chanyeol yang menatap kesal jiyeon

Mwo?!! “seru keduanya saat tatapan mereka bertemu

Baboya!! Harus berapa kali aku bilang eoh! Badanku sakit babo! “rutuk chanyeol

Yak! Salahmu sendiri! Kau yang berlari ke tengah jalan! Jangan banyak protes! Dasar pecandu!! “bentak jiyeon membuat chanyeol geram, ia meraih tangan jiyeon dan mencengkramnya kasar

Mwo?! Berani sekali kau mengataiku eoh! “bentak chanyeol mencengkram lengan jiyeon kasar bersiap memukulnya

Yak! Keumanhae! “Jaejong meraih tangan keduanya dan melepasnya, mereka kembali membuang muka sambil mengumpat

Berhenti bertengkar dan jangan egois! Kalian bersaudara, harus saling menjaga “nasehat jaejong

Geure! Kajja! Kalian harus segera pulang “ucap jaejong lagi segera mendorong kursi chanyeol dan jiyeon yang berjalan didepan mereka

Ia mengkhawatirkanmu chanyeol-ah karena itu ia selalu memarahimu, karena ia kesal tak bisa menjagamu “ucap jaejong membuat chanyeol yang memendam kesal terkejut

Chanyeol-ah ia menyayangimu, ia membutuhkanmu, berhentilah dan hiduplah dengan baik, untuk dirimu juga jiyeon “bujuk Jaejong lagi membuat chanyeol menunduk

Cha… masuklah! Istirahat dan jangan berkeliaran! “pesannya membantu chanyeol masuk ke mobil

Jiyeon-ah jushime~ jangan ngebut “pesannya mendapat anggukan jiyeon

Annyeong ahjussi~ “pamit jiyeon segera menjalankan mobilnya

===

Rumah Luna, 3 p.m

Yak! Mana jiyeon? “bingung hyomin yang baru datang dengan 2 kantung plastik berisi kripik, jus dan makanan lainnya

Mwoya~ banyak sekali~!!! “sambut taemin langsung fokus pada makanan-makanan itu

Ck! Kau ini! “gerutu yeosob

Kajja hyomin-ah, kekamarku saja dulu “ajak luna sementara taemin dan yeosob membantu hyomin membawa kantung makanan

Hei! Berita itu! Aku masih tak percaya “seru hyomin saat tiba di kamar luna

Eoh! Nado! “angguk luna mencari saluran berita

Pasti beritanya akan muncul “gumam luna, keempatnya pun duduk dan menunggu pemberitaan mengenai pembunuhan itu

===

Rumah keluarga Park

Jiyeon segera memarkir mobilnya di depan garasi, ia mengambil tas pakaian chanyeol dan berjalan cepat menuju rumah, meninggalkan sang oppa yang kesusahan membuka pintu mobil

Jiyeon dengan cepat membereskan pakaian chanyeol dan turun ke halaman rumah, ia mendapati chanyeol yang berjalan pelan setelah menutup pintu mobil

Dengan raut kesal jiyeon melangkahkan kakinya lebar-lebar menghampiri chanyeol dan membantunya. Walau sikap jiyeon sedikit kasar, chanyeol tak mengeluh atau bahkan mengumpati dongsaengnya itu. Ucapan Jaejong masih melekat jelas di pikirannya

Walau sudah sering dinasehati, chanyeol tak begitu menggubrisnya, namun berbeda dengan kali ini, setelah mengalami kejadian mengerikan yang membawanya ke rumah sakit, banyak hal yang ia pertimbangkan, dan bisa dibilang ucapan jaejong disampaikan di saat yang tepat bagi chanyeol.

Istirahat dan minum obatmu, kalau kau lapar ada makanan di meja dan bubur di lemari, tinggal kau panaskan saja jika mau “ucap jiyeon mendudukan chanyeol di sofa ruang keluarga yang didepannya terdapat meja putih dan karpet putih bulu serta TV

Kau mau kemana? “tanya chanyeol dengan suara lelah akibat menahan sakit saat berjalan tadi

Bukan urusanmu “ucap jiyeon dingin dan berlari menaiki tangga, ia harus bergegas jika tak ingin ketinggalan acara nonton bersama chingu-chingunya

Sementara itu chanyeol yang kesal hanya membaringkan diri di sofa sambil mengganti cenel tv

Trring trrring

Chanyeol menoleh, dengan sedikit pincang, ia menghampiri telfon rumah yang berada tak jauh dari sofa yang ia tempat

Yeoboseyo? “ucap chanyeol pelan

Eoh?! chanyeol-ah ommada~ bagaimana keadaanmu? “tanya sang omma dengan nada khawatir yang bisa ditangkap chanyeol

Eoh! baik “jawab chanyeol sekenanya, badannya sakit berdiri lama-lama

Apa jiyeon di rumah? “tanya taehee yang dibalas gumaman oleh chanyeol

Geure?! Chanyeol-ah bisakah kau minta jiyeon tetap di rumah bersamamu? Omma tak ingin ia keluar sendirian “ucapnya membuat chanyeol mengerutkan keningnya

Maksud omma? “bingung chanyeol

Omma sudah mendengar berita itu, omma khawatir jika kalian sendirian “ucap taehee bertepatan dengan berita yang tersiar dan derap langkah jiyeon

Chanyeol kembali mengingat kejadian beberapa hari lalu itu, rasa takut dan panik yang dirasakannya saat itu kembali ia rasakan

N-ne! Akan kusuruh dia tinggal “ucap chanyeol pelan meredam kepanikan dan segera mematikan tv dan sambungan telfon saat jiyeon menuruni tangga

Jiyeon yang melihat tingkah chanyeol mengerutkan keningnya menatap bingung dan curiga sang oppa yang malah asik bertelfon ketimbang istirahat

Kau mau kemana? “tanya chanyeol lagi saat jiyeon mengenakan sepatu bootnya

Ck! Bukan urusanmu! “gertak jiyeon yang masih berkutat dengan sepatunya

Ck! Kau kasar sekali! Yak! Tetap dirumah! Jangan kemana-mana “ucap chanyeol dengan nada membentak yang tentu membuat jiyeon kesal

Yak! Bukan urusanmu! Kau siapa berani memerintahku eoh! “kesal jiyeon berbalik menatap chanyeol yang sedikit terbungkuk akibat sakit di bagian perutnya, apalagi ia harus berjalan lumayan jauh ke pintu masuk karena rumah mereka yang memang sangat luas

Yak! Aku oppamu! Omma menyuruhmu tetap di rumah! “bentak chanyeol

Sejak kapan kau mendengar ucapan omma eoh?!! “kesal jiyeon segera membuka pintu rumah dan menutupnya kasar

Yak!! PARK JIYEON!! KEMBALI KAU!! YAAK!! “teriak chanyeol yang tak di gubris jiyeon. Yeoja manis ini hanya mengumpat kesal sambil mencoba menghubungi luna di teras rumah mereka

Brrukkk

Jiyeon tersentak saat tak mendengar pekikan-pekikan chanyeol dan malah mendengar suara benda jatuh begitu keras. Saking paniknya ia berlari masuk dan terkejut melihat chanyeol

Ck!! ARRGGHHH KAU MENYEBALKAN! MENYUSAHKAN! APA MAUMU!! AKU MEMBENCIMU!! MEMBENCIMU!! “pekik jiyeon frustasi menatap chanyeol yang tergeletak di lantai dan kejang, mulutnya tak henti mengeluarkan busa membuat jiyeon kesal, frustasi, panik dan khawatir

Jiyeon melempar tas dan ponselnya kesembarang arah, berlutut didepan kepala chanyeol dan memekik keras

KEUMANHAE!! KEUMANHAE!! AKU MEMBENCIMU!! “geram jiyeon dengan mata memerah tepat didepan wajah chanyeol yang memerah menahan sakit

Air mata jiyeon mengalir, didekapnya pipi chanyeol dan menangis kencang menatap sang oppa yang berjuang menahan sakit

Bernafaslah! Cobalah untuk bernafas oppa “ucap jiyeon berkali-kali menatap mata chanyeol

Arrghh akkhh uhuuuk arrghh “erangan terdengar, chanyeol berusaha melawan sakit akibat tubuh yang melemah dan mengingat sudah beberapa hari ia tak mengonsumsi obat-obatan itu, tubuhnya menolak bekerja sama

Bernafas oppa, kau bisa, kau bisa, bernafaslah “ucap jiyeon parau ikut mengambil dan menghembuskan nafas menatap sang oppa. Tangan jiyeon terulur untuk menggenggam kedua tangan chanyeol yang menegang akibat kejang

Jiyeon masih setia duduk berlutut didepan chanyeol, menggenggam lembut tangan sang oppa sambil sesenggukan melihat chanyeol yang mulai stabil

Uhhuk arrghh “erangan kembali terdengar dan chanyeol menutup matanya lelah

Jiyeon bangkit berdiri mengambil handuk dan air kemudian menyeka wajah chanyeol, jiyeon membopong tubuh lemah chanyeol ke sofa dan menidurkannya. Sementara chanyeol kembali membuka matanya menatap lemah jiyeon yang sibuk kesana kemari mengurus dirinya

Jiyeon berjalan cepat mengambil kain pel dan seember air juga obat pembersih lantai. Dengan cepat ia membersihkan lantai akibat muntahan chanyeol tadi. Saking cepatnya chanyeol dengan jelas dapat melihat betapa kesal dongsaengnya itu

Jiyeon mengepel dengan begitu cepat dan kasar, sesekali ia menyeka keringat dan juga air matanya

Mianhae “ucap chanyeol sembari mendudukkan dirinya

Ucapan chanyeol sama sekali tak digubris, jiyeon terus mengepel lantai begitu kasar dan cepat, mengalihkan kekesalan serta kekhawatirannya beberapa saat lalu.

Hei~ jiyeon-ah mianhae “ucap chanyeol lagi berusaha menatap jiyeon

Braak

Aku membencimu! “rutuk jiyeon membuang kasar kain pel ke dalam ember dan berjalan menuju dapur

Chanyeol mendesah pelan melihat tingkah jiyeon, ia dapat mendengar bunyi keras ember dan barang-barang lainnya yang ia yakin diperlakukan kasar oleh jiyeon. Chanyeol kembali menoleh saat melihat jiyeon bergeges menuju lantai atas dan kembali dengan baju rajut lengan panjang milik chanyeol

Bruk

Ganti bajumu “ucap jiyeon dingin, ia membuang kasar baju chanyeol di sofa

Geure! Setidaknya bersikap baik padaku! Aku sudah minta maaf! Itu langkah sekali kuucapkan! “sungut chanyeol berusaha membuka kemejanya, tangannya yang sakit membuatnya kesulitan

Ck! Menyebalkan!! “rutuk jiyeon menahan air matanya, dengan cepat ia membuka kancing kemeja chanyeol, melepas dan membuangnya kasar akibat sebal

Chanyeol terus menatap jiyeon yang berusaha menyembunyikan mata sembabnya, dan membantunya memakai baju tadi dengan sedikit kasar

Ckck! Lihat dirimu! Kau benar-benar mengkhawatirkanku eoh! “goda chanyeol berusaha akrab namun alih-alih tertawa jiyeon semakin berdecak sebal

Geure! Mianhae! Yak! Aku sudah meminta maaf berkali-kali! Disini bukan hanya aku yang salah! Kau juga! Kau selalu kasar padaku! Kau semakin menyeramkan saja semenjak kuliah! “gerutu chanyeol

Ck! Diam dan istirahat! “seru jiyeon kesal mengambil kasar kemeja chanyeol dan berjalan cepat menuju dapur

Ck! “rutuk chanyeol kembali berbaring di sofa namun kali ini ia memilih tidur menghadap pintu masuk, berjaga-jaga kalau saja jiyeon meninggalkan rumah

Wajah itu, aku tak melihatnya dengan jelas “batin chanyeol menatap langit-langit ruang tamu

Apa dia melihat wajahku? “batin chanyeol lagi memejamkan matanya frustasi

===

Rumah Luna, 6 p.m

Jiyeonnie benar-benar tidak datang “gumam hyomin yang duduk bersila di depan tv dan tetap fokus pada film

Eoh! “sahut luna, yeosob dan taemin serempak tetap fokus dengan film horror yang mereka tonton sambil mengunyah keripik yang hyomin bawa tadi

Semoga chanyeol hyung baik-baik saja “ucap taemin dengan raut khawatir walau dirinya fokus pada tv

Ne~! “angguk mereka yang duduk bersila sambil bersandar pada pinggir ranjang luna

Kyyaaaaa

Huaaaaaaa!!! “pekik keempatnya, saat tokoh dalam film berteriak histeris

Taptaptap

Braak

Huuuuaaaaaa!!! “pekik keempatnya lagi saat pintu kamar terbuka kasar

Yaaak!! W-waegeure?!! “panik seorang namja berjas hitam di ambang pintu kamar

Aigo ternyata joon oppa “gumam hyomin mulai mencari jus di kantung plastik

Hyuuung~ “sapa yeosob mulai melambai semangat

Eh? “bingung joon menatap bergantian keempatnya dan layar tv, kemudian menatap kesal dongsaengnya itu

Keke mian oppa “kekeh luna membuat joon mendengus kesal

Yak! Mundur! Kalian ingin merusak mata kalian eoh! “omel joon segera menyalakan lampu kamar dan berkacak pinggang didepan keempatnya yang langsung duduk tegap

Ne sunbaenim~ “ucap keempatnya hormat langsung merangkak naik ke tempat tidur diiringi tatapan tajam joon

Nah! Begitu lebih baik “ucap joon segera keluar

Ah! kalian berencana menginap? “tanya joon menoleh pada taemin, yeosob dan hyomin yang sudah menyerumput jus dan mencari-cari snack

Anhiyo, waeyo hyung? “tanya taemin

Menginap saja, bahaya kalau pulang malam “ucap joon mendapat senyum ceria luna

Yeess!!! Menginap~!!! “seru keempatnya mulai menari-nari aneh membuat tempat tidur luna berguncang

Cha… aku akan menyiapkan makan malam~ Yaak!! Keumanhae! “joon yang awalnya berbicara lembut berubah drastis begitu melihat hyomin dan luna yang sudah memegang bungkusan snack

O-ommo! “seru keduanya

Akan kusimpan! “ucap joon dengan aura kengerian yang membuat keempatnya bungkam

Kripik udangku~ “melas hyomin menatap kepergian snack favoritnya

Tenang~ masih ada ini~ “ucap luna mengeluarkan kripik kentang dari lemari belajarnya begitu joon keluar

Daebaaakk~ “seru ketiganya serempat kembali fokus menonton tv

===

Ireona! “pekik jiyeon mengguncang lengan chanyeol yang tertidur di sofa

Eoh? Wae?! “seru chanyeol berusaha mendudukan dirinya

Bab mogja! “ucap jiyeon dingin menunjuk makanan yang tertata rapi di meja

Yak! Eoddi? “tanya chanyeol begitu jiyeon meninggalkannya

Wae? “tanya jiyeon dingin

Kau tak makan? “bingung chanyeol

Aku sudah selesai “ucap jiyeon melangkah menuju dapur untuk membereskan peralatan memasak

Chanyeol yang melihatnya mendengus kesal dan memilih memakan bubur dan daging yang jiyeon tata di meja

Ck! Anak itu! “rutuk chanyeol memasukan dua potong daging sekaligus ke mulutnya

Hhmmpphh “tiba-tiba saja ia mual membuat jiyeon yang sedang mencuci piring berlari menghampirinya

Aarrghhh! Aku membutuhkannya “lirih chanyeol memeluk tubuhnya, mencoba melawan kejang, jiyeon yang melihatnya mulai panik dan langsung membongkar tas ransel kecil di lemari sebelah tv

Arrghh aakhhh “chanyeol terus merintih kesakitan, ia mendekap erat tubuhnya sendiri dan berbaring di sofa

Jiyeon pun menoleh panik sambil tetap mencari sesuatu di sana, dengan cepat ia berlari menghampiri chanyeol begitu menemukannya

Oppa! “panggil jiyeon sambil membagi sebuah pil menjadi dua bagian dan memberinya pada chanyeol

Chanyeol langsung mengambil dan menelannya namun matanya kembali melirik tajam jiyeon

Berikan sisanya! “serunya dingin membuat jiyeon menatapnya kesal

Shiro! Hanya boleh setengah! “bentak jiyeon beranjak berdiri

Yak!! Berikan!! “pekik chanyeol kesal, tubuhnya masih bergetar

Shirro!! “pekik jiyeon segera mengambil ransel kecil itu dan berlari menuju kamarnya

Yak!!! “bentak chnyeol kembali menidurkan dirinya di sofa berusaha meredam rasa sakitnya

Sementara jiyeon, ia dengan cepat mengeluarkan bungkusan berisi pil (narkoba) yang diberikan jaejong.

Pihak rumah sakit memberikan 5 pil yang hanya boleh di konsumsi setengahnya minimal dua hari jika kambuh, untuk mengurangi ketergantungan.

Jiyeon menyembunyikan ransel itu di lemari pakaiannya, sementara pil itu ia sembunyikan di sela tumpukan baju di lemarinya dan menguncinya agar chanyeol tak menemukannya

Jiyeon kembali berlari kelantai bawah untuk melihat chanyeol, ia mulai lega melihat chanyeol yang tidur meringkuk disofa

Hosh hosh hosh

Jiyeon menatap khawatir chanyeol begitu mendengar nafas beratnya, ia mendekat dan menyelimuti chanyeol

Berikan! Berikan padaku! Jebal “rintih chanyeol membuka matanya perlahan menatap jiyeon

Mian “ucap jiyeon

Jebal! BERIKAN!! “bentak chanyeol tubuhnya kembali bergetar

Arrghh hosh hosh aakhhh

Tubuh chanyeol kembali melemah, hanya mengonsumsi setengah pil saja setelah beberapa hari benar-benar menyiksanya. Chanyeol tak mampu menahannya, tubuhnya mengejang hebat dan wajahnya memerah akibat menahan sakit

Mianhae oppa mianhae “tangis jiyeon, ia langsung memeluk chanyeol berusaha membantu sang oppa melawan sakitnya

Bernafas oppa bernafaslah! Kau bisa! Kau tak membutuhkannya lagi! “seru jiyeon berlutut di pinggir sofa sambil menggenggam erat kedua tangan chanyeol

Aaakhhh uhhuuukk arrghh ji.. aakhhh yeon uhhuukkk “chanyeol terus berjuang menahan sakitnya, berusaha memanggil sang dongsaeng yang sudah menangis mendekapnya

Hiks hiks mianhae hiks “tangis jiyeon mendekap wajah chanyeol yang mulai tenang

Ji…yeon… “gumam chanyeol sebelum ia tertidur akibat lelah

Ne oppa~ “jawab jiyeon lembut begitu chanyeol tertidur

Jiyeon segera membereskan makanan chanyeol yang masih tersisa banyak dan menggeser meja ke pinggir dekat jendela. Jiyeon pun mengambil tempat tidur lipat dan begitu banyak persediaan selimut.

Karena mustahil baginya membawa chanyeol ke kamar, ia memilih menemani oppanya itu, ia memperbaiki posisi tidur chanyeol, menambah selimut chanyeol dan mengobati lebam-lebam di tubuh chanyeol.

Setelah memeriksa seisi rumah dan mengunci pintu, jiyeon duduk bersandar di sofa yang chanyeol tempati, memandang chanyeol dengan wajah khawatirnya dan menggenggam tangan kiri sang oppa.

Dengan raut sedih jiyeon menyandarkan kepalanya di telapak tangan chanyeol, merasakan hawa dingin jemari chanyeol di pipinya

Mianhae “gumamnya memejamkan mata

TO BE CONTINUE

Annyeong chingudeul…

cha… aku kembali dengan part 2 untuk FF I Love My Brother

Semoga kalian suka…

Kamsahamnida~

20 responses to “[Chapter-Part 2] I Love My Brother

    • hehe mianhae chingu kalo bingungin wkwkwkw
      semoga di part selanjutnya bisa menjelaskan hehehe
      kamsahamnida ne udah mampir baca dan komen, hehe
      ditunggu ne kelanjutan-kelanjutan ceritanya…
      kamsahamnida~ #bow

  1. Semoga aja chan bisa mengendalikan dirinya dr ketergantungan obat,selalu ada disisi chan,jiy~..jngn lelah unk menjaganya.next.

  2. hhmm semoga ajj chanyeol bisa cepet menghilangkan ketergamtungannya sma narkoba…
    aku penasaran ssma siapa pembunuh sadis itu..
    next^^

  3. Jiyeon-chanyeol meskipun suka ribut tapi saling sayang, saling mengkhawatirkan satu sama lain… Penasaran siapa pembunuh baju hitam itu? Sehun apa? Heheh

    • iya, mereka sebenrnya saling sayang cuma cara nunjukinnya aja yang bikin emosi wkwkwkkww
      sehun? hmmmm….

      jiyeon: si namja lembek?
      kekeke kita liat aja siapa kira-kira orang itu wkwkw
      kamsahamnida ne sudah mampir dan komen #bow

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s