[Chapter-Part 1] The Reason I Life

The Reason I Life

The Reason I Life

Written by Angeljypark

Park Jiyeon – Park Chanyeol – Park Hyomin – Xi Luhan

Family – Sad – Chapter

===

The Reason I Life

Hahahahaha

Yak! Kemari kau!

Unnie! Palli! Oppa akan menangkap kita!

Yak! Park Hyomin! Park Jiyeon! Kemari kalian! Yaaakkkk!!

Bwahahahaha bwahahahaha

Suasana sore hari di taman belakang rumah keluarga Park terlihat begitu membahagiakan, pepohonan rindang, rumput hijau, udara segar serta kubangan lumpur mampu membuat tiga bersaudara ini tertawa lepas. Ah~! Anhi, bukan ketiganya, hanya dua, Hyomin dan Jiyeon. Keduanya berhasil mendorong saudara lelaki mereka ke kubangan lumpur akibat hujan sepanjang siang tadi.

Kemari kalian!!! “pekiknya berjalan dengan langkah lebar mengejar keduanya yang juga basah akibat lumpur yang mereka cipratkan

Huaaa!!! Unnie~! Oppa seram~~!!! “ucap jiyeon langsung berlindung dibelakang hyomin

Yak! Park Chanyeol! Keumanhae! Berhenti disana! “ pekik hyomin yang juga takut diceburkan kekubangan

Aku akan menangkap kaliaaaannnnn!!! Aaarrrggggggg “seru chanyeol memperagakan pose monster dan mulai berlari mengejar keduanya

Hahahaha kyaaaa!!!! Oppaa!!!! “ pekikan kembali terdengar saat chanyeol melempar lumpur tepat mengenai kepala jiyeon

Salahmu sendiri! “ketus chanyeol yang sudah mengganti target. Membuat hyomin yang sibuk tertawa langsung berlari menyadari tatapan dongsaengnya itu

Noona!! Giliranmuuu!! “teriak chanyeol mulai menyiapkan lumpur ditangannya

Huaaaa!!! Andwae!! “pekik hyomin histeris sedangkan jiyeon yang sibuk membersihkan rambutnya hanya tertawa

Keumanhae! Ini sudah sore, udara pun semakin dingin, palli masuk! “ ucap seorang yeoja membawa sebuah handuk

Omma~ kami masih ingin bermain “ seru hyomin

Andwae! Kau bisa sakit! Palli masuk! Kalian juga “ ucapnya langsung memakaikan handuk itu ditubuh hyomin

Chanyeol dengan malas menatap jiyeon, ia tahu ommanya begitu mengkhawatirkan kondisi noonanya itu, tapi ia pun kesal dengan sikap ommanya. Dilubuk hatinya ia pun ingin mendapatkan perhatian itu. Perhatian yang hampir tak pernah ia dapatkan dalam sehari.

Tatapan malasnya berubah menjadi tatapan sendu manakala ia melihat senyum cerah jiyeon, dongsaengnya yang merasakan hal seperti dirinya.

Kajja oppa, kita harus bersiap untuk makan malam “ucapnya lembut. Chanyeol mengangguk dan langsung merangkul jiyeon membuat yeoja ini histeris

Yaakkk!! Oppa!! Kau penuh lumpur!! “pekiknya mendapat tawa chanyeol

Sementara itu, didalam rumah, tepatnya dijendela dapur yang langsung mengarah pada taman belakang, hyomin menatap keduanya sendu, ia tersenyum melihat keduanya namun sedih karena merasakan kesedihan keduanya, ia pun jengah dengan perhatian appa dan ommanya yang hanya ditujukan padanya. Ia ingin dongsaengnya pun ikut merasakan itu. Merasakan hangatnya senyum dan pelukan orangtua mereka.

Hyomin~ kajja kau harus membersihkan diri “ucap sang omma mulai protektif padanya. Hal yang membuat hyomin kembali merasa bersalah kepada keduanya

Ne omma~ omma! “panggilnya dan sang ommapun menoleh “ne hyomin-ah? Kau membutuhkan sesuatu?” dengan cepat ia merespon dan mulai mengecek keadaan tubuh anaknya ini

Anhiyo omma, keunde… omma, bisakah omma juga memperhatikan chanyeol dan jiyeon? Mereka sangat menginginkan perhatianmu juga appa “ucapnya pelan. Takut menyinggung ommanya

Wae kau berkata begitu? Omma dan appa pun memperhatikan mereka, kami menyayangi mereka seperti kami menyayangimu hyomin-ah~ “ucapnya membelai lembut rambut hyomin

Hyomin tak lagi membantah, dipikirannya ia ragu untuk mempercayai itu namun dengan cepat ia tepis. Berharap ucapan itu benar adanya.

Mandilah, omma akan menyiapkan makan malam “ucapnya lagi begitu lembut

===

Jiyeon-ah! Besok kau pulang jam berapa? “Tanya chanyeol saat mereka sibuk membersihkan lumpur yang melekat ditubuh mereka dihalaman belakang

12 siang oppa, kan besok hanya ada ujian kenaikan kelas “jawab jiyeon sambil mengusap wajahnya

Ah~ kajja kita jalan-jalan setelahnya kita belikan kue untuk noona, otte? “ajak chanyeol langsung mendapat tatapan bahagia jiyeon

CALL!!! “ teriak jiyeon senang, ia tak sabar membelikan kue kesukaan unnienya itu

===

Appa!! “pekik hyomin senang langsung berhambur memeluk sang appa, begitu juga chanyeol dan jiyeon

Aigooo~! Kalian begitu merindukanku eoh? Hahaha “ tawanya senang, menatap satu per satu anaknya dengan bahagia, namun manik matanya terhenti pada wajah hyomin yang kembali terlihat memucat

Gwaenchana? “tanyanya langsung menangkup wajah putri tertuanya ini

Eoh! Nan gwaenchana appa, kajja bab mogja! “ajak hyomin tak ingin melihat sikap appanya ini, apalagi didepan kedua dongsaengnya

Makan malam mereka seperti hari-hari sebelumnya selalu penuh dengan canda tawa. Sebab itu, acara makan malam selalu ditunggu-tunggu chanyeol dan jiyeon. Karena disinilah mereka merasa diperhatikan. Candaan yang dibuat keduanya selalu mampu membuat orangtua mereka juga hyomin tertawa lepas.

===

Uhhukkk uhuukk uhuukk

Hosh hosh hosh

Uhhuuukk uhhuuukk

Kediaman keluarga Park yang tenang berubah panik saat hyomin mulai batuk. Wajahnya memucat dan tubuhnya melemah, sang omma yang kebetulan menemani hyomin menonton TV diruang keluarga langsung panik, ia meneriaki nama nampyeonnya yang langsung berlari ke lantai bawah.

Sama halnya dengan chanyeol dan jiyeon yang sibuk belajar untuk ujian besok, mereka berlari keluar kamar dan terkejut melihat saudari mereka yang terus berjuang menahan sakit. Seperti sudah menjadi kebiasaan disaat seperti ini, jiyeon langsung mengambil jaketnya dan berlari kebawah.

Chanyeol yang melihatnya pun melakukan hal yang sama dan membantu orangtuanya untuk membawa hyomin ke mobil. Chanyeol dan jiyeon duduk disisi kiri dan kanan hyomin. Raut wajah keduanya menunjukkan kepanikkan saat saudari mereka tak kunjung berhenti batuk dan hanya mampu menggandeng tangan hyomin.

===

Taptaptaptap

Langkah kaki keluarga Park terdengar menyusuri lorong rumah sakit. Sang omma terus menangis menatap hyomin yang melemah diatas ranjang dorong rumah sakit. Sang appa pun demikian, ia bahkan tak mampu menatap putrinya itu.

Chanyeol dan jiyeon pun terus menatap khawatir hyomin, keduanya terus berdoa untuk keselamatan dan kesembuhannya.

Kami akan menangani ini “ucap seorang suster cepat dan langsung mendorong ranjang hyomin menuju ruang ICU, meninggalkan keluarga Park yang terlihat kacau.

Tenanglah chagi-ah, ia akan baik-baik saja seperti biasanya “ucap sang appa berusaha tegar. Ia terus mengusap lengan annaenya berharap itu mampu menenangkan dirinya juga annaenya.

Sementara chanyeol yang terus menatap pintu ruang ICU dengan panik menyadari tingkah aneh jiyeon. Dongsaengnya ini terus meremas kuat ujung jaketnya dan matanya terus menatap ruang ICU dengan sedih. Awalnya chanyeol kebingungan namun ia pun sadar akan ketakutan dan kegugupan jiyeon.

Chanyeol langsung merangkul jiyeon, mencoba menenangkan saudari yang juga ia sayangi ini.

Gwaenchana, mungkin noona hanya demam karena sore tadi bermain bersama kita. Tak akan ada operasi. Tenanglah ne~ “ucap chanyeol tersenyum menatap jiyeon yang berusaha tenang

Ne oppa. Keunde ini salahku, mengajak unnie dan oppa bermain lumpur sore tadi “ucapnya dengan mata memerah

Mwo?!! Kalian mengajaknya bermain lumpur sore tadi!! Michoseo!! “pekik sang appa kesal membuat keduanya terkejut

N-ne appa “ucap chanyeol. Ia yakin mereka akan dimarahi setelah ini. Ia pun mempererat genggaman tangannya pada jiyeon yang juga dibalas dongsaengnya itu

Baboya! Kalian tak mengerti juga eoh?!! Apa kalian tak mengerti keadaan Hyomin eoh! Apa yang harus kulakukan agar kalian mengerti!! Hyomin tak seperti kalian yang sehat! Daya tahan tubuhnya lemah! Ia harus tetap aman dan terhindar dari hal yang membuatnya sakit! Apa perlu kuulang seratus kali agar kalian paham eoh!! “bentak sang appa. Keduanya hanya mampu menundukkan kepala mereka

Di saat itu pula, jiyeon menatap sang omma yang tak mengucapkan apa pun dan terus menatap ruang ICU. Bahkan tak sedikit pun menghiraukan mereka, air matanya hampir mengalir saat melihat itu namun ia tepis dengan senyuman paksa.

Aku harus berterima kasih, setidaknya aku sehat “ ungkapan inilah yang selalu jiyeon ucapkan dalam kondisi seperti ini, di saat kedua orangtuanya terus menyalahkan dirinya dan chanyeol akibat keteledoran mereka dalam menjaga kakak mereka itu

Melihat senyum jiyeon yang ditujukan untuk sang omma, sang appa menghentikan ucapannya itu. Perasaan bersalah kembali muncul dalam hatinya manakalah ia menatap kedua anaknya ini hanya menunduk sedih. Dengan cepat ia beralih menghampiri annaenya yang gusar menunggu didepan pintu.

Chanyeol dan jiyeon kembali mengangkat wajah mereka, menatap kedua orangtua mereka yang begitu mengkhawatirkan sang kakak.

Gwaenchana, mereka pun menyayangi kita, hanya keadaan saat ini sedang tak baik “ucap chanyeol lembut, meraih bahu jiyeon dan membiarkan dongsaengnya ini bersandar padanya

Ne oppa, aku hanya ingin unnie sehat sehingga mampu menjalani aktifitasnya dengan baik “ucap jiyeon mendapat anggukan chanyeol

===

11 pm.

Noona? “panggil chanyeol saat hyomin baru membuka matanya, membuat jiyeon yang tertidur disamping hyomin terbangun

Eoh?! Unnie! Gwaenchana? “tanyanya diikuti chanyeol yang langsung memanggil dokter

Ne, nan gwaenchana, appa omma eoddisso? “Tanya hyomin menggandeng tangan jiyeon lembut

Mereka sedang bersama dokter diluar unnie, ahh~ unnie aku senang kau baik “ucapnya lega membuat hyomin tertawa melihat ekspresinya

Brraakkk

Hyomin-ah? Hyomin-ah? Gwaenchana? Oddi apha? “pertanyaan sang omma kembali mendapat anggukan hyomin, jiyeon yang mengerti langsung melangkah mundur menghampiri chanyeol yang duduk disofa setelah memanggil dokter

Syukurlah noona baik-baik saja “gumam chanyeol ketika mendengar ucapan dokter yang memeriksa hyomin

Ne oppa, aku lega “ ucap jiyeon disambut senyum chanyeol

===

Suasana kamar rawat hyomin begitu sepi, appa, omma, hyomin dan chanyeol tertidur pulas, sedangkan jiyeon dengan penerangan minim dari ponselnya masih terjaga menulis sesuatu disamping sang oppa yang bersandar padanya.

Jiyeon Diary:

Ini adalah hari yang membahagiakan seperti hari-hari sebelumnya. Unnie dan oppa tertawa lepas saat kami bermain lumpur bersama. Aku begitu bahagia, memiliki mereka sebagai saudaraku. Aku pun begitu menyukai wajah ommaku, ia begitu manis bahkan di saat ia kesal. Dan menurutku aku pun mirip dengannya kekeke

Omma memberikan handuk untuk unnie dan memintanya masuk begitu pun kami. Aku senang ia adalah ommaku, keunde satu hal yang selalu kurindukan adalah perhatian mereka. Perhatian yang jarang aku dan oppa dapat dalam sehari.

Hal itu terkabul, seperti memenangkan lotere, appa dan omma selalu tertawa saat kami membuat lelucon. Aku begitu menyukai ini, berharap seperti inilah keadaan dirumah setiap hari setiap detik.

Apa aku begitu serakah?

Karenaku unnie kembali sakit, karenaku unnie harus dirawat dan karenaku oppa pun ikut dimarahi. Aku berharap hal ini tak akan terjadi lagi, melihat keluargaku tersenyum adalah impian yang akan kukabulkan. Melihat oppa yang bahagia dipelukan orangtua kami adalah salah satunya.

Saranghae appa, omma, hyomin unnie, chanyeol oppa

Jiyeon menutup buku hariannya dan menatap sekeliling. Ia tersenyum melihat orangtua juga unnienya tertidur. Ia pun menatap sang oppa yang sejak tadi tidur sambil bersandar di bahunya. Perlahan ia membaringkan chanyeol di pangkuannya, tawa gelinya terdengar saat sang oppa berusaha membenarkan posisinya agar nyaman.

Tatapan sendu kembali terpancar dari matanya, iapun memegang dadanya merasakan detak jantung yang berdetak dengan tenang disana.

Aku bahagia masih mendengarmu, keunde aku harus siap jika tak mendengarmu lagi. Tetaplah berdetak dan sehat sampai saat itu tiba “ucapnya terus memegang dadanya, seolah bicara pada jantungnya, ia tersenyum menatap unnienya.

Unnie, kebahagiaanmu adalah kebahagiaanku juga “gumamnya begitu pelan agar tak mengganggu yang lain.

===

Jiyeon-ah ireona~ kita harus pulang sekarang, ujian 2 jam lagi “ucap chanyeol pelan, jiyeonpun terbangun dan mengangguk

Kajja oppa, kita harus segera bersiap “ucap jiyeon segera keluar bersama chanyeol tanpa berpamitan. Orangtua mereka masih terlelap begitu juga hyomin

===

Sepertinya rencana membelikan kue untuk noona harus kita tunda “gumam chanyeol saat keduanya dalam perjalanan menuju kelas

Ne oppa, pulang nanti langsung ke rumah sakit saja, otte? “usul jiyeon

Eoh! Kau benar, baiklah semangat untuk ujiannya ne~ “ucap chanyeol mendapat anggukan jiyeon

Eoh! Oppa do! Fighting! “serunya dan mereka tertawa bersama

===

Demamnya sudah turun, kondisinya mulai membaik, keunde ia harus segera mendapat pengganti tulang rusuk. Tulang rusuk bagian kirinya sudah rapuh “jelas dokter sambil menunjukan data kesehatan hyomin

Geure, kapan ia bisa menjalani operasi? “Tanya sang omma cepat membuat dokter mengerutkan kening

n-ne? kalian sudah memiliki pendonor? “bingungnya, ia bukanlah dokter pribadi keluarga park, ia menggantikan sementara dokter Lee karena sedang bertugas diluar korea

ne, kami memilikinya, dokter Lee pun mengetahui ini “ucap sang appa yakin

geure baiklah. Operasi akan dilakukan 2 hari lagi, setelah demam Hyomin turun dan siap menjalani operasi “ucapnya langsung disetujui keduanya

===

Jaga makanmu untuk operasi 2 hari lagi jiyeon-ah “ucap sang omma menghentikan senyum jiyeon dan chanyeol yang sedang bercanda saat makan malam

Ah ne omma, keunde apa unnie baik? Bukankah ia masih dirawat? “ Tanya jiyeon khawatir. Seperti biasanya, ia kembali was-was karena tak tahu apa yang harus ia donorkan

Ia baik, tulang rusuknya rapuh, ia butuh yang baru. Kau bersedia kan? “Tanya sang appa sambil memotong dagingnya

Ne appa, tentu saja “ucap jiyeon disertai senyumannya yang hanya dilihat sekilas oleh orangtuanya

Chanyeol kembali menatap jiyeon, ia khawatir dengan dongsaengnya ini, tak tahu sampai kapan ia akan bertahan jika seluruh organ tubuhnya diambil. Ia menyayangi hyomin dan menginginkannya sembuh, keunde ia pun menyayangi jiyeon, menginginkan dongsaengnya ini mendapat perhatian yang semestinya.

===

Neo gwaenchana? “Tanya chanyeol menghampiri jiyeon yang sibuk belajar

Ne oppa, nan gwaenchana, unnie membutuhkanku “ucapnya dengan senyum merekah

Keunde, kau tak takut jika seperti ini terus? “tanyanya lagi dengan ragu

Anhiyo, aku memiliki kalian, aku yakin bagaimana pun nanti kalian akan selalu bersamaku “ucap jiyeon menunjuk dadanya, ia ingin dirinya selalu bersama keluarganya. Kapan pun itu.

Geure, keunde oppa tetap mengkhawatirkanmu “ucap chanyeol memeluk singkat jiyeon sebelum kembali kekamarnya

Gwaenchana oppa, nan jinja neomu saranghae “ucap jiyeon memandang oppanya teduh

===

2 hari kemudian

Akhir pekan adalah hari yang selalu ditunggu anak-anak karena saat itulah mereka akan berlibur bersama keluarga. Hal ini pula yang diinginkan hyomin, chanyeol dan jiyeon. Ketiganya sangat ingin berlibur bersama namun masalah dalam keluarga mereka menghalangi niat mereka itu.

Chanyeol dan kedua orangtuanya menanti didepan ruang operasi dengan was-was. Chanyeol terus berdoa untuk keselamatan keduanya dan mengharapkan keajaiban yang akan membuat keluarganya bahagia.

Apa hyomin akan baik-baik saja? “ucap sang omma yang berdiri di sebelahnya

Ne, ia akan baik-baik saja, tenanglah, operasi akan berjalan lancar, kita doakan keselamatannya “hibur sang appa

Chanyeol yang mendengarnya, entah mengapa begitu marah, apa hanya Hyomin? Itulah yang ia pikirkan, bagaimana dengan jiyeon? Mereka bahkan tak menyebut namanya sama sekali.

Chanyeol beranjak dan memilih berdiri di sisi lain pintu, ia tak ingin mendengar percakapan orangtuanya yang hanya memikirkan Hyomin.

===

Hyomin tersenyum sesaat setelah matanya terbuka, ia mampu melihat appa dan ommanya menunggu dirinya sadar.

Yeollie dan yeonie eoddisso? “tanyanya

Jiyeon masih beristirahat, chanyeol menemaninya. Kau istirahatlah, omma dan appa akan menemanimu disini “mendengar ucapan sang omma, senyum hyomin berangsur-angsur hilang, nyatanya ia tak pernah menginginkan ini, tak pernah ingin menyakiti dongsaengnya itu

Apa yang ia donorkan? “pertanyaan hyomin menghentikan gerakan sang appa yang akan memanggil dokter

Gwaenchana hyomin-ah, ia baik, kau tak perlu mengkhawatirkannya, istirahat dan cepatlah sembut, chanyeol dan jiyeon sangat ingin bermain bersamamu “ucap sang omma dibalas anggukan hyomin, ia tak akan menyia-nyiakan perjuangan sang dongsaeng untuknya

Sementara itu, chanyeol terus menemani jiyeon. Wajah sedihnya terlihat begitu jelas, tak menyangka akan takdir keluarganya ini. Tak lama senyumnya mengembang saat mata jiyeon perlahan terbuka

Akhirnya kau bangun juga “ucap chanyeol sambil tersenyum, menahan air mata yang akan mengalir

Ne oppa, unnie bagaimana? “Tanya jiyeon parau

Ia baik, tenanglah, cepatlah sehat dan kita akan bermain bersama noona “ucap chanyeol diikuti anggukan lemah jiyeon.

Mereka pun tersenyum bersama diruangan bernuansa putih dengan sinar matahari lembut yang menghangatkan mereka dari jendela kamar.

Kebahagiaan keluargaku adalah yang utama.

Pelukan hangat appa dan omma adalah dambaan kami.

Kesehatan noona adalah harapan kami.

Dan keselamatan jiyeon adalah permohonanku.

–Chanyeol-

 

TO BE CONTINUE

Annyeonghaseyo~

Cha… Angeljypark kembali dengan FF yang terinspirasi dari Film My Sister Keeper. Tapi untuk jalan cerita yang ada di sini asli pemikiranku sendiri.

semoga kalian suka…

Kamsahamnida~

38 responses to “[Chapter-Part 1] The Reason I Life

  1. astaga ada ya orang tua seperti itu,atau jangan2 anak kandung mereka hanya hyomin saja..
    ckck pada hal dua2nya yg menjalani operasi tapi hanya hyomin yg di khawatirkan. pilih kasih ni…

  2. ada ya orang tua gtu , aihh kasian jiyeon dan chanyeol . ortu nya bener2 gk peduli ma jiyeon kah? cuma peduli ma hyomin aja ckck
    sedih baca nya

  3. nih ff sedih banget TT kasian jiyi harus jadi pendonor.y hyomin.. dasar org tua egois, cuman mikirin hyomin doang TT keren banget thor ff.y ><

  4. kok aku sedih ya bacanya.. miris bgt nasib jiyeon.. kok ada ya orang tua seegois tuan dan nyonya park itu.. padahal dia punya anak lan selain hyomin yang perlu diperhatiin apalagi jiyeon..
    next next

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s