( CHAPTER – 2 OF ? )우리 사랑하지 말아요 / LET’S NOT FALL IN LOVE

12507496_10207349691675586_4527504305961081268_n

Tittle : 우리 사랑하지 말아요 / LET’S NOT FALL IN LOVE

Author : gazasinta

Main Cast :  

  • Park Jiyeon T-ara
  • Members of Big Bang
  • Sandara Park

Genre :  Idol life

Rating : PG-17

Hi chinugeul oraenmaniya !!!! Lama tak bersua, ada yang kangen ga sama Isyana ? LOL.Lagi-lagi muncul bukan lanjutin chapter. Sekali lagi Isyana cuma bisa bilang sabar. Kendala Isyana sekarang bukan cuma waktu tapi ide yang mentokInget jaman baru-baru gabung, post tiap satu minggu sekali, sekarang dah ga jelas blassss.Diusahain banget kembali seperti jaman itu, tiap minggu setidaknya dua minggu sekali post, mudah2an bisa. Silahkan dibaca part ini, sepertinya ga banyak ya yang nyipper-in Jiyi-Big Bang, tapi ga menurunkan semangat Isyana kok,.Komen ga banyak asal berkesan bisa memacu semangat Isyana untuk kembali rajin buat FF :)Sorry for typo(s) and classic stories, hope you guys enjoy it.

~ Part 2A – Let’s Not Fall In Love

Flashback On

“ Hyung, jangan tinggalkan aku hyung. Ijinkan aku ikut denganmu…..hyungggg !!! “

Anak laki-laki berumur dua belas tahun itu tak lagi menoleh, kakinya terus berlari diatas genangan air hingga percikannya mengotori celana pendek putihnya. Derasnya hujan serta suara petir yang menggelegar tak mampu meredam suara dongsaeng dibelakangnya, ia mencegah hatinya untuk tersentuh.

“ Jonghyun-aa, biarkan dia pergi, dia bukan hyungmu, kajja masuk Jonghyun-aa !!“

Anak laki-laki itu tiba-tiba berhenti berlari, tubuh kecilnya menggigil dahsyat dengan jemari yang terkepal kuat. Kehadirannya memang tak pernah diakui, oleh appa kandung apalagi eomma tirinya. Hanya anak dari eomma tirinya itu, iya hanya bocah itu yang sayang padanya.

Flashback Off

Tengah malam.

Jiyeon merasakan bulu kuduknya merinding ketika mendengar isakan seseorang. Dalam hati ia menyesal, mengapa tadi ia memilih untuk jauh-jauh dari Top. Jika tahu suasana akan menakutkan seperti ini, ditendang oleh Top karena ketahuan sedang memeluk namja itu sepertinya lebih baik.

Jiyeon tidak tahan mendengarnya, suara isakan itu semakin jelas. Dari mata yang terbuka hanya segaris, ia tujukan pandangannya pada namja yang berjarak beberapa meter dihadapannya itu. Sontak matanya terbuka penuh ketika melihat pipi Top telah basah dengan airmata.

“ Top ? “

Jiyeon tergugu ditempat, sebelum akhirnya sadar jika sesuatu telah terjadi pada Top. Ia pun buru-buru bangun dan mendekat. Melihat Top menangis, seketika itu juga perasaan iba hadir dihatinya. Jiyeon tidak tahu apa yang sebenarnya terjadi pada namja yang terbiasa sinis padanya ini, ia hanya yakin bahwa Top memiliki masalah pelik dalam hidupnya.

Tentang keluarga atau mungkin saja cintanya.

“ Apa tidak masalah jika aku membangunkannya ? “Tanya Jiyeon menggigit telunjuknya ragu seraya menatap lekat wajah Top yang nampak tak tenang.

Jiyeon bergulat dengan pikirannya sendiri, namun teringat bahwa Top bisa menyulitkannya jika terbangun nanti, ia pun akhirnya membiarkan saja Top tidur dengan mimpi buruknya. Berharap pagi akan segera datang.

Pagi hari dorm Big Bang dibuat heboh oleh Daesung. Bermula ketika perutnya lapar dan hanya ada Jihoo dalam pikirannya untuk mengatasi masalah itu. Daesungpun bergegas menuju kamar Jihoo dan membuka pintu kamar asisten barunya itu seenaknya. Ia sampai menyingkap poni yang menutupi hampir separuh wajahnya untuk memastikan bahwa Jihoo memang tidak ada disana.

Tanpa mengijinkan pikiran positif mampir dikepala, sontak ia berlari menuruni anak tangga dan berteriak kencang mengatakan bahwa asisten barunya itu pergi dengan membawa serta harta-harta berharga Big Bang. Memang sangat berlebihan, bahkan sebelah kakinyapun belum melangkah melewati pintu kamar Jihoo. Hanya kepalanya saja yang menyembul dibalik pintu.

Mendengar ribut-ribut, GD, Taeyang dan Seungri yang masih tertidur sontak terbangun. Jika GD memutuskan untuk mencari kebenaran dari kehebohan yang dibuat Daesung. Taeyang dan Seungri – yang tidur dalam satu kamar – dengan mata yang masih setengah terpejam justru langsung memeriksa barang berharga milik mereka dengan mengobrak-abrik semua tempat.

“ Jam tangankuuuuu, dimana jam tangan kesayanganku ???? “

“ Celana dalam mahal kkuuuuu ?????? Apa bocah itu gila mencurinya eoh ??? “

Barang-barang milik keduanya beterbangan bebas karena mereka  melemparkan semuanya keluar dari lemari. Beberapa detik mata mereka saling menatap.

“ KYAAAAAAAAAAAAAAAAA !!!!! “ Keduanya kompak berteriak dan menghambur panik  keluar.

“ DIMANA BOCAH ITU ?????????? “

“ AWAS SAJA JIKA CELANA DALAMKU DIPAKAINYA, MATI KAU EOH !!! “

“ JANGAN BIARKAN DIA LARI, KITA HARUS MELAPORKANNYA KE POLISI “

Bersama dengan Daesung,  mereka bertiga kompak membuat suasana pagi hari seperti sebuah pasar yang sedang mengalami kebakaran.  GD yang normal berusaha tetap bersikap tenang, meski wajahnya tak menunjukkan jika ia benar-benar dalam keadaan tenang, yang pasti ia tidak percaya dengan apa yang dikatakan ketiganya. GD menoleh ke atas menatap kamar Jihoo yang pintunya sudah terbuka. Langkah panjangnya bergegas menuju kesana. Benar saja, Jihoo memang tidak ada disana, tapi bukan berarti ia langsung bisa menyimpulkan seenak jidat seperti member lainnya bahwa Jihoo pergi dengan membawa kabur barang berharga semua member Big Bang. Itu benar-benar tidak mungkin.

GD beralih ke kamar Top, mungkin ia melihatnya.

“ Top !!! Top !!! Bangun Top, apa kau melihat Jihoo ? “ GD menggedor pintu kamar Top mencoba membangunkannya.

GD lupa jika Top bukan seseorang yang mudah untuk dibangunkan, ia pun menggedor lebih keras pintu kamar Top. Tetap tidak ada jawaban, penasaran ia memutar knop pintu dan nampak heran Top tidak mengunci kamarnya, bahkan pria itu tak ada didalam kamarnya.

“ Top ??? “

Sinar matahari yang menyorot tajam mengganggu tidur Top. Mata namja tampan itu memicing menyesuaikan cahaya yang masuk. Tiba-tiba ia merasakan lengan sebelah kanannya tak bisa bergerak, seperti mati rasa. Top menoleh dan terkejut mendapati Jihoo tertidur disana – lengannya.  Sebenarnya apa yang telah terjadi, mengapa Jihoo bisa berasa didekatnya ? Dan, tempat apa ini ? Top berusaha mengingat apa yang telah terjadi padanya, namun sepertinya ia benar-benar tak mengingat apapun.

Mulut Top siap terbuka untuk menghardik asistennya itu, namun tertahan tatkala menyadari sesuatu. Sial !!! Top rasa alkohol masih mempengaruhi dirinya. Matanya sampai mengerjap-ngerjap tak percaya. Jihoo terlihat seperti seorang yeoja, wajahnya terlihat sangat bersih dan mulus dengan bibir lembut berwarna pink. Tak ingin pikiran anehnya berkembang Top menarik cepat tangannya, membuat kepala sang asisten terjatuh.

“ Awww sakit sekali “ Sungut Jiyeon seraya mengusap kepalanya yang terasa sakit.

Jiyeon mencoba mengumpulkan kesadaran. Ketika matanya terbuka penuh, sosok Top yang seperti orang ketakutan nampak dihadapannya.

“ Hyung !!! kau sudah bangun ?  apa kau baik-baik saja ? “ Jiyeon tak bisa membaca situasi, dengan semangat ia bertanya pada Top, memastikan jika pria itu baik-baik saja setelah keadaan kacau yang ia lihat semalam.

“ Jangan mendekat !!!!! “ Top reflek menjauh.

 Alis Jiyeon bertaut. Padahal semalam ia merasa iba pada namja dihadapannya ini, namun menyadari bahwa didunia nyata sikap Top jauh dari kata baik, Jiyeon menjadi menyesal telah mengasihaninya.

“ Aku hanya ingin tahu keadaanmu saja hyung “ Ucap Jiyeon sedikit malas kini.

“ Kenapa aku bisa berada disini ? Dan kau…. kk-keenapa kau juga ada disini ? Apa yang terjadi-ii ? “ Tanya Top dengan suara terdengar sangat gugup.

Jiyeonpun berpikir sejenak. Apa yang harus ia jawab agar Top tidak salah paham terhadapnya ? Tidak mungkin jika ia menceritakan kecemburuannya pasal GD, Top tidak akan peduli dengan kesedihannya. Sebaiknya ia memfokuskan saja pada masalah Top, lagipula ia juga penasaran dengan apa yang sebenarnya terjadi pada Top hingga pria menyeramkan sepertinya bisa menangis. Jiyeonpun menunjukkan senyumnya, meski itu hanya kamuflase.

“ Aku tak sengaja menemukanmu disini, ku lihat kau dalam keadaan mabuk dan ingin melompat “ Ucap Jiyeon membuat mata Top terbelalak dengan mulut yang menganga tak percaya.

“ Kau pasti mengada-ngada kan ? “ Ucap Top mengira Jiyeon tak serius dengan ucapannya.

“ Apa aku punya tujuan menceritakan hal bohong padamu hyung ? Kau memang ingin melompat dari sana “ Tunjuk Jiyeon pada pagar pembatas diikuti pandangan Top kearah sana “ Harusnya kau berterimakasih padaku hyung, jika tidak kau mungkin sudah tidak lagi ada di dunia ini. Lagipula, kau kan bisa cerita pada teman-temanmu jika memiliki masalah, atau kau juga bisa bercerita padaku “ Deretan gigi putih Jiyeon terlihat jelas, karena ia memberikan cengiran bodohnya pada Top.

 Top diam saja, otaknya masih berusaha keras untuk mengingat. Hal terakhir yang terbayang adalah ketika semalam ia melihat GD dan Sandara bersama dan ia merasa kesal. Lalu bunuh diri ? apa dia mabuk dan benar-benar akan melakukannya ? jika iya, beruntung sekali Jihoo menemukannya.

“ Memangnya…..k kk-kau siapa hingga aku harus bercerita ? “ Dasar egois, akhirnya kalimat itulah yang keluar dari mulut Top, dengan membuang wajah pula.

Jiyeon hanya bisa membalas kalimat menjengkelkan Top dengan mencibirkan bibirnya. Sudah bisa ia tebak, jangankan menceritakan masalah pribadinya, dekat dengan dirinya saja Top sangat anti. Tapi ada sesuatu yang aneh yang ia tangkap dari gerak-gerik Top. Kalimatnyapun terdengar patah-patah seperti sedang menyembunyikan sesuatu.

“ Hyung, kau yakin jika baik-baik saja ? kau demam tidak ? “

Dengan polos dan tak mempedulikan larangan Top, Jiyeon bangkit untuk mendekat ke arah Top. Bahkan tangannya hampir saja menempel dikening Top sebelum akhirnya namja itu menepisnya kasar. Jiyeon yang tidak siap dengan keseimbangannyapun hampir saja terjatuh.

“ Wwwoooooooo…………. “

Sretttt

Brukkk

Deg

Deg

Deg

Top terhenyak. Jiyeon jatuh tepat dipangkuannya. Bodohnya lagi, degup jantung Top seperti terdengar sampai keluar. Ia gugup hingga tak sadar itu tergambar jelas dari wajah dan jakunnya yang bergerak naik turun. Top reflek melakukannya, menarik tangan Jiyeon agar namja mungil itu tidak terjatuh.

Sedangkan Jiyeon, ia tidak tahu harus berbuat apa, hanya diam melayani tatapan Top. Dalam hati, ia mulai merasakan ketakutan. Jika Top tahu ia seorang yeoja, apa pria itu akan melakukan hal yang sama ? Menyelamatkan dirinya yang hendak terjatuh ? Jiyeon sontak menutup mulutnya mengingat jika Top sangat membenci seorang yeoja. Tentu saja Top akan membiarkannya terjatuh, Top tidak menyukai yeoja.

Bugghhh

“ Arrgkkk “

Jiyeon jatuh tersungkur dengan bibir yang hampir mencium lantai atap gedung. Top dengan kejam mendorong tubuhnya.

“ Kau berat sekali “ Ucap Top seolah tak berdosa dan pergi meninggalkan Jiyeon yang masih meringis kesakitan.

Tiga kepala tergeletak pasrah diatas meja makan, sendok dan garpu sudah siap ditangan, meski faktanya tak ada apapun yang bisa mereka makan. Tidak ada Jihoo berarti tidak ada sarapan, mereka lebih memilih sabar menunggu daripada harus membuat sarapan sendirian. GD bilang, mungkin saja Jihoo sedang berbelanja di swalayan, lemari es mereka kosong, kemungkinan itulah alasan Jihoo tak terlihat dipagi hari, lalu bagaimana dengan Top ?

Tidak ada yang tahu dan bisa menebaknya.

“ Apa mereka bersama ? “ Seungri menerka-nerka

Taeyang dan Daesung dengan kepala yang tetap menempel pada meja menoleh lemah ke arah Seungri “ Memangnya ada kepentingan apa mereka bersama ? “ Ucap Taeyang dengan alis bertaut tak menemukan alasan keduanya bersama.

“ Lagipula Top tidak menyukainya. Dia bilang, Jihoo itu namja yang lelet dan lemah. Melihat Jihoo seperti ia melihat yeoja. Dan ia membencinya “ Ucap Daesung mengingat Top pernah mengatakan itu padanya.

Taeyang dan Seungri sontak mengangkat kepalanya.

“ Top mengatakan hal itu ? Tumben sekali dia mau menilai orang lain ? “ Tak percaya Seungri.

“ Benar “ Sambung Taeyang “ Bertahun-tahun kita bersama baru kali ini aku mendengar penilaiannya tentang orang lain, meskipun penilaian yang negatif  “ Ucap Taeyang yang diangguki dua lainnya.

“ Ya GD-aa, kau kenapa ? Sejak tadi hanya diam saja ? “ Tanya Seungri menyadari jika sejak tadi GD tak mencoba ikut masuk dalam pembicaraan mereka.

GD menoleh. Sejak awal ia memang sama sekali tak menyimak pembicaraan member lainnya. Pikirannya benar-benar hanya tertuju pada keduanya. Terutama Top. Apa karena dirinya hingga Top memilih untuk tidak pulang ? Mungkin saja. Ketika semalam ia berbincang akrab dengan Dara, Top melihatnya. GD tak mungkin mengabaikan keramahan gadis itu dan mengusirnya dengan alasan menjaga perasaan Top.  Jika ia boleh jujur, ia memang masih menyukai gadis itu. Gadis yang memiliki masa lalu dengan sahabatnya. Top.

“ Eoh Top !!!! “

GD, Taeyang dan Daesung sontak menoleh ketika Seungri berteriak dengan jarinya menunjuk ke arah pintu. Top kembali dengan Jihoo yang berjalan takut-takut dibelakang hyung mereka.

“ Eoh Jihoo-ssi !!! Kalian darimana saja ? “ Tanya Taeyang, Daesung dan Seungri bersamaan.

“ Eoh, aku ?? aku hanya tak sengaja bertemu hyung diluar “ Ringis Jiyeon menyelipkan anak rambut ditelinganya. Akan ada banyak pertanyaan jika member lainnya tahu jika ia dan Top bersama, lagipula Top tadi sudah mengultimatum untuk tidak menceritakan apapun.

Sementara tak ada yang menyadari jika ada yang aneh antara Top dan GD. Ketika mata Top dan GD bertemu, mereka tidak saling sapa. Bukan pada GD masalahnya, namun pada Top. GD ragu untuk menyapa Top pertama kali karena tatapan tajam member  tertua Big Bang itu. Top lah yang lebih dulu mengalihkan pandangannya. Pria itu kemudian berlalu menuju kamarnya diatas.

“ Kau darimana saja ? “

“ Kau baik-baik saja kan ? “

“ Kami tidak bisa tidur semalaman karena memikirkanmu “

Bertubi-tubi Taeyang, Daesung dan Seungri menanyakan keadaan Jiyeon. Belum pernah Jiyeon melihat wajah bahagia mereka ketika dirinya ada. Semakin aneh ketika kini tangan mereka sibuk memijit-minjit pundaknya. Jiyeon diperlakukan seperti seorang majikan. Mungkin Jiyeon akan terharu jika yang mereka laukan padanya tulus, namun sayangnya ia tak menemukan fakta itu

“ Iya. Aku baik-baik saja “ Ucap Jiyeon sekenanya.

“ Hah syukurlah, kami sangat mengkhawatirkanmu “ Ucap Daesung mewakilkan.

Jiyeon menatap mereka lekat “ Benarkah ? “ Tanyanya tak yakin.

“ Geurae. Tentu saja “ Ucap ketiganya kompak.

Jiyeon memberikan senyum manisnya. Tidak seharusnya ia selalu berpikiran buruk pada ketiganya. Apa bedanya ia dengan Top sekarang ? Jiyeonpun hendak melangkahkan kakinya sebelum akhirnya ketiga pria dihadapannya mencegah dengan merentangkan tangannya.

“ Jihoo-ssi tadi kau bilang kau baik-baik saja kan ? Bisa tidak jika sekarang kau buatkan kami sarapan ? Kau tahu, kami sampai tidak bersemangat melakukan apapun karena khawatir dengan keadaanmu “ Ucap Taeyang tanpa ada beban yang menghalanginya, kalimatnya tentu saja diangguki dua lainnya.

Jiyeon sampai kehilangan kata-kata. Apapun kalimat khawatir yang ketiganya ucapkan barusan, memang hanya sebatas kata diujung lidah, nyatanya mereka tidak pernah mengkhawatirkannya. Dengan malas ia pun melangkah menuju dapur.

GD ada dihadapan Jiyeon dan tersenyum. Jiyeon baru akan menarik bibirnya untuk tersenyum, namun ia urungkan ketika teringat kejadian semalam. Yang membuat ia akhirnya memilih untuk menghindar dari GD, karena pria itu membuatnya bersedih. Jiyeon melengos dan meninggalkan GD yang terbengong menatapnya.

Jiyeon menyeret barang bawaannya menjauh dari lokasi syuting, sepanjang berjalan ia menutupi pandangan dengan sebelah tangannya, meskipun saat ini wujudnya adalah seorang namja tetap saja ia merasa risih melihat sekelilingnya adalah pria-pria seksi yang hanya menutupi bagian sensitif dengan selembar celana renang saja.  Jiyeon bahkan hampir saja berteriak ketika tiba-tiba Taeyang, Daesung dan Seungri muncul dihadapannya dengan celana menggelikan yang melekat ketat dibokongnya itu, beruntung ia bisa cepat mengendalikan kegugupannya, tapi sekarang perutnya terasa mual dan ingin muntah. Tak peduli mendapatkan tatapan aneh dari ketiganya, Jiyeon buru-buru pergi menjauh dan memilih menunggu Big Bang syuting di tempat yang cukup jauh dari area kolam renang. Baru saja ia meletakkan semua barang bawaanya….

“ Apa kau melihat sunblock ku ? “

“ KYAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAA !!!!!!! “

“ …..”

“ …..”

“ …..”

Hening.

Semua kegiatan terhenti, tak ada suara sedikitpun kecuali gema yang dihasilkan oleh suara Jiyeon dan nafasnya yang terdengar naik turun. Semua mata menatap kearah sudut kolam renang tempat Jiyeon berada. GD yang hanya bertanyapun sampai terdiam ditempat mendengar lengkingan suara asistennya itu. Ia rasa ia tak melakukan apa-apa hingga membuat reaksi Jihoo seperti itu.

Sementara wajah Jiyeon berubah merah menahan malu. Karena terlalu fokus mengamankan pandangan sampai-sampai Jiyeon tak menyadari GD muncul dari sisi sebelah mana. Padahal GD sendiri tak sevulgar tiga member lainnya, namja ini masih mengenakan kimono untuk menutupi tubuhnya. Dalam hati, Jiyeon mengutuk mengapa ia harus menemani Big Bang syuting iklan minuman berenergi ini, jika ia tahu lokasinya di kolam renang, tentu ia akan memikirkan alasan untuk tidak ikut serta.

“ Kau….kenapa ? “ Tanya GD menjadi khawatir melihat wajah pucat Jiyeon.

“ Ahniyo…..ahniyo, aku….hanya sedang memikirkan hal lain ketika kau datang, jadi…..aku hanya kaget saja. Iya sekarang aku tidak apa-apa “ Ucap Jiyeon berusaha mengendalikan dirinya.

GD tak yakin dengan jawaban Jiyeon. Ia merasa aneh dengan sikap Jiyeon yang mudah terkejut, selama ia menjadi namja ( ? ), tak pernah sekalipun ia bereaksi berlebihan seperti itu. GD menatap Jiyeon lekat. Tapi setiap orang kan berbeda. Pikirnya. Tak lama ia mengulas senyum, ia baru sadar bahwa asistennya ini memang namja yang sedikit sensitif.

“   Kau butuh refreshing agar tidak terlalu kaku “ Ucap GD seraya membuka kimono dan meninggalkan Jiyeon.

Jiyeon kembali gelagapan, kepalanya reflek menunduk. Beruntung GD sudah berjalan menjauh, jadi tak menyadari sikap anehnya. Tapi tanpa disadari Jiyeon, seseorang yang sedang duduk diseberangnya – terpisahkan oleh kolam renang – sedang menatap ke arahnya.

Top. Sejak tadi ia memperhatikan Jiyeon. Ada hal yang tak biasa yang ia tangkap dari gerak gerik Jiyeon pada GD. Apa bocah itu menyukai sang leader ? Berpikir hal itu, entah mengapa seperti emosi Top menjadi naik. Top berusaha membuang pikiran yang mengganggunya itu jauh-jauh, ia pun bangkit dan bergabung dengan keempat member lainnya.

Ternyata kolam renang memang menjadi petaka bagi Jiyeon. Disaat syuting selesai semua member merayakannya dengan berenang bersama. Jiyeon sudah menolak, namun sudah bisa ditebak mereka pasti memaksanya. Terlebih trio gila itu. Sebenarnya bisa saja Jiyeon tetap memakai pakaiannya yang sekarang, toh Top pun seperti itu, tubuhnya tetap tertutup rapat. Dalam hati Jiyeon sempat bertanya, ada apa dengan tubuh Top ? mengapa pria itu mendapat perlakuan istimewa ? Dikolam renang dengan pakaian serba tertutup, Top memang sangat misterius. Tidak, lebih tepatnya aneh.

“ Yya Jihoo-ssi kajja!!! “ Teriak Daesung semakin membuat Jiyeon tak tenang.

“ Eoh, aku disini saja “ Ucap Jiyeon sebisa mungkin menolak.

“ Apa kau tidak bisa berenang ? “ Tebak Seungri.

Jiyeon diam sejenak, sebaiknya ia menyetujui saja tebakan Seungri, meski nyatanya ia menguasai beberapa gaya renang “ Eoh “

Seribu alasan yang Jiyeon gunakan untuk menolak, mereka tentu saja memiliki seribu satu cara untuk memaksanya. Dengan mengendap-endap Daesung naik keatas kolam, ia bergerak menuju arah belakang Jiyeon. Jiyeon yang tidak tahupun masih berdiri di tepi kolam tanpa curiga, dan tiba-tiba…

Byurrrrrr…………………..

“ Yya….yya….pppffftt !!!!! “

“ Ha…hahahahhahahahhahahaaaaaaaaaaaaaaaaaa “

Suara tawa Taeyang, Daesung dan Seungri membahana. Mereka sepertinya sangat senang menyiksa asistennya itu. GD hanya menggeleng-gelengkan kepala melihat sikap kekanakkan teman-temannya. Tak lama ia pun ikut tersenyum melihat Jiyeon seperti seekor tikus yang sangat anti tersentuh air. Dilihatnya namja itu berusaha keras untuk menepi, namun ketika sedikit lagi mencapai tepi kakinya ditarik kembali oleh Seungri, terus saja seperti itu sampai ia sendiri menjadi tidak tega. GD pun bergerak mendekat kearah Jiyeon dan menarik tubuh asistennya itu, ia berusaha untuk melindungi Jiyeon dari kejahilan tiga temannya.

“ Keumanhe. Kalian akan berhadapan denganku jika macam-macam dengan Jihoo eoh ? “ Ancam GD seraya memegang erat tangan Jiyeon dan menjaganya sampai namja mungil itu berhasil naik ke tepi kolam.

 Taeyang, Daesung dan Seungri tentu saja bukan tidak berani melawan. Justru mereka terdiam heran dan saling bertatapan, terasa aneh GD memperlakukan seorang namja seperti itu, seperti asisten mereka adalah seorang yeoja.

GD dan Top saling berpandangan, tidak tahu siapa yang harus menjawab sapaan wanita cantik didepannya. Sandara Park, wanita cantik ini hanya menyapa dengan kalimat “ Apa kabar ? “ Entah ia tujukan untuk siapa. Untuk Taeyang, Daesung dan Seungri rasanya tidak mungkin mereka hanya kenal biasa saja, apalagi untuk Jiyeon.

Jiyeon yang sejak tadi tersenyum karena masih membayangkan tangan GD memegang erat tangannya sontak menarik senyumnya. Dilihatnya GD menatap teduh wanita cantik yang tidak ia tahu siapa namanya. Entah mengapa jantungnya menjadi tak tenang. Jiyeon tidak ingin GD memberikan tatapan itu selain untuknya.

Top memakai kacamata coklatnya, dan menyimpulkan bahwa GD lah yang ingin Dara temui, mengingat beberapa hari lalupun mereka terlibat percakapan.

“ Changkaman !!! “

GD menahan Top untuk pergi.

“ Dara bertanya tentangmu “ Ucap GD sambil melirik ke arah Dara.

Top pun melirik ke arah Dara yang justru hanya menunduk, menyadari bahwa GD hanya berbasa-basi padanya saja Top kemudian tersenyum sinis. Ia tahu Dara hanya peduli pada GD, bukan padanya. Baru saja Top akan memilih pergi, GD sudah mendahuluinya.

“ Kami duluan ya “ Ucap GD entah sadar atau tidak ia menarik kembali tangan Jiyeon.

Taeyang, Daesung, dan Seungri hanya mengikuti “ Pasangan Baru “ itu, mereka juga tidak mau ikut campur dengan urusan cinta masa lalu para hyungnya.

Kini hanya tinggal Top dan Dara.

“ Apa kabarmu ? Lama tidak bertemu “

Benarkah Dara memang ingin menemuinya? Bukan GD. Nyatanya Top memilih untuk tinggal meski spekulasi tentang siapa pria yang diharapkan Dara untuk ditemuinya masih menjadi pertanyaan.

Jiyeon benar-benar merasa gugup hanya berduaan saja dengan GD. Meski GD hanya duduk dan diam memandang langit. Dilihat dari sorot matanya sepertinya GD sedang bersedih. Apa karena wanita itu ? Sebenarnya ada apa dengan GD, Top dan wanita itu ? Jika memang GD menyukai wanita itu, mengapa ia melepaskannya dan membiarkannya kini bersama dengan Top.

“ Dia wanita yang Top sukai “

Jiyeon menoleh dan terkejut. Suara GD terdengar tenang, namun jelas menyiratkan kesedihan. Dan tunggu !!!  Jadi Top menyukai seorang yeoja ? Pabbo, tentu saja. Apa Jiyeon berpikir jika Top benar-benar seorang gay ? Jiyeon diam dan memutuskan untuk mendengarkan apa yang akan GD ceritakan, meski ia tahu setelah ini moodnya akan berubah buruk.

“ Top, aku dan Dara bersahabat baik sejak kami sama-sama menjalani training sebelum menjadi bintang seperti sekarang ini “ Ucap GD menerawang “ Top lebih sering bersama Dara dibandingkan Dara denganku, karenanya Top menyimpulkan jika Dara menyukainya. Top mengungkapkan perasaannya saat ulangtahun Dara, tapi tidak disangka cintanya ditolak. Dara memberikan alasannya, ia bilang ia menyukaiku oleh sebab itu ia menggunakan Top untuk dekat padaku “ Urai GD.

“ Lalu bagaimana perasaanmu padanya ? “ Tanya Jiyeon berusaha untuk tetap tersenyum dihadapan GD. Ia harap jawaban GD tidak semakin membuatnya bersedih.

“ Aku tidak ingin melukai Top, dan tentunya tidak ingin Big Bang bubar. Aku memilih menghindari Dara. Aku katakan bahwa aku tidak memiliki perasaan apapun padanya “

Mata Jiyeon nampak berkaca-kaca. Setiap kalimat yang terucap dari mulut GD seperti pisau yang mengiris-iris perasaannya, meski apa yang GD katakan tak menjawab pertanyaan Jiyeon tentang perasaan GD pada Dara, namun ia memilih untuk tidak lagi bertanya. Mengetahui fakta bahwa GD memiliki masa lalu dengan Dara saja sudah membuat dadanya terasa sesak. Terdengar egois, karena Jiyeon hanya memikirkan perasaannya.

“ Yya !!! kau menangis ? “ GD terkejut ketika mendapati wajah basah Jiyeon.

Jiyeon terlambat menyembunyikkannya, namun ia sudah menyiapkan jawabannya untuk GD “ Ceritamu sangat sedih hyung. Aku tidak ingin mengalami cinta yang seperti itu “ Ucap Jiyeon berbohong.

GD tersenyum dan menggusak kepala Jiyeon. Jiyeon memejamkan matanya, mencoba menikmati setiap sentuhan GD padanya. Mungkin ia tidak bisa bersama GD selamanya, namun waktu yang ada akan ia jadikan sebagai sebuah memori yang tidak akan pernah ia lupakan. GD dengan segala kelembutan dan kebaikannya. Jiyeon benar-benar menyukai GD.

Setelah pertemuan itu hubungan Top dan Dara mulai membaik, mereka kembali sering jalan bersama. Dara juga sering mengunjungi Top di dorm Big Bang.  Jika GD benar-benar bisa menunjukkan bahwa ia sudah baik-baik saja, sepertinya tidak dengan Top. Top masih terlihat tak senang jika Dara dekat dan berbincang dengan GD. Jiyeon sering memergokinya. Ketika Top mengumpat mengatakan bahwa GD tidak lebih tampan darinya, Jiyeon ingin sekali tertawa, tentu saja dimata Jiyeon GD bahkan seribu kali lipat lebih tampan dibandingkan Top.

“ Hyung, sebenarnya kau bisa tidak mendirikan tenda ? Jika sembarang tenda ini bisa robohn dan mencelakai kami “ Ucap Jiyeon menegur Top yang sejak tadi matanya hanya tertuju pada GD dan Dara yang sibuk membuat api unggun.

Top memberikan tatapan membunuhnya pada Jiyeon. Namun tak lama ia kembali tak peduli dan fokus pada apa yang dikerjakan.

“ Tendanya kecil sekali, jika seperti ini hanya muat dua orang setiap tendanya “ Ucap Seungri mengamati.

“ Iya, yang satu ini bahkan sangat kecil. Dara-ssi, kau tidak takut kan tidur sendiri ? disini hanya kau yang seorang wanita “ Ucap Daesung.

“ Eoh, sebenarnya sih aku sedikit takut, tapi sepertinya memang harus begitu ya ? “

GD dan Top saling melirik dan mengusap tengkuk masing-masing, tidak lama keduanya berdeham.

“ Kau bisa tidur denganku !!! “ Teriak Jiyeon memecah kesunyian.

Semua mata mengarah padanya. Jiyeon masih memperlihatkan senyum tak berdosanya, namun karena tidak ada reaksi dari siapapun Jiyeon pun sadar ada sesuatu yang salah yang ia katakan.

“ Eumm,,,,maksudku tubuhku kan kecil, jadi jika berdua dengan Dara nuna sepertinya tidak apa-apa “ Ucap Jiyeon dengan senyum meringis.

“ Jihoo-ssi, kau ini kan laki-laki, sangat berbahaya jika ditempat seperti ini bersama dengan seorang wanita. Meski kami tidak tahu apakah “ adikmu “ berfungsi baik atau tidak, tetap saja kau ini seorang laki-laki “

“ Hahahhahahhahaa “ Terdengar tawa membahana, termasuk GD dan Top yang biasanya tidak pernah tertawa jika Jiyeon diejek dongsaengnya

Jiyeon mengepalkan tangannya kesal, Taeyang benar-benar menghinanya. Tapi baguslah jika ia tidak jadi bersama Dara, ia juga tidak tahu apa yang kelak nanti mereka bicarakan. Pasti seputar GD dan Top.

“ Baiklah, kita harus cepat beristirahat. Taeyang kau bersama dengan Seungri “ GD mengatur tidur member Big Bang “ Dan Daesung……”

“ Aku bersama denganmu saja “ Ucap Daesung memotong kalimat GD.

GD terdiam sejenak, kemudian tersenyum “ Baiklah kau bersamaku “ Ucap GD.

Tinggal dua tenda, satu tentu saja untuk Dara, dan satu lagi ? Jiyeon melirik takut ke arah Top.Tidak. Jika seperti ini lebih baik ia bersama Dara saja, tapi bagaimana mengatakannya.

“ Aku tidak mau ada orang lain tidur bersamaku, terlebih bocah ini “

Seperti biasa, Top menolak untuk dekat dengan Jiyeon. Jiyeon hanya bisa pasrah, namun tidak mungkin ia memilih tidur diluar ditemani oleh api unggun.

“ Top ! kau dan Jihoo butuh kebersamaan agar terlihat lebih akrab, otthe ?  “

Top baru saja akan memprotes ucapan Daesung, namun dongsaeng menyebalkan itu sudah berlari masuk tenda membawa GD serta. Disusul dengan member lainnya, meninggalkan dirinya dan Jiyeon berdua. Tidak, masih ada Dara yang menatap ke arahnya.

Sementara Jiyeon, tubuhnya tiba-tiba menjadi panas dingin. Seperti akan menghadapi malam pertama bersama dengan monster penghisap darah. Jiyeon tidak tahu harus berbuat apa, memilih untuk tidur didepan api unggun sepertinya bukan pilihan yang mudah, ia tidak mau binantang buas memakannya ketika sedang tertidur.

“ Mianhae. Aku akan menunggu sampai kau tertidur “

Jiyeon membelalakkan matanya, tidak menyangka Top bisa berkata lembut seperti itu padanya. Jiyeonpun tidak ingin bersikap keras kepala, ia kemudian menyiapkan senyumnya untuk Top, namun ketika ia menoleh Top sudah berjalan ke arah tenda bersama dengan Dara.

“ Sial, aku pikir dia berbicara padaku “

Top seperti akan mati tersiksa. Bagaimana tidak, tenda yang begitu sempit dengan Jiyeon yang selalu menyakitinya. Tidur Jiyeon sangat berantakan sekali, berkali-kali ia menyingkirkan kaki Jiyeon, namun tidak lama kaki itu menindihnya kembali, belum lagi tangannya yang menganggap pipi Top adalah nyamuk yang harus dibasmi. Top benar-benar merasa kesal.

“ Yya !!! Mengapa jadi aku yang tidak bisa tidur eoh ? “ Geram Top, ia bangkit dan menumpahkan emosinya pada Jiyeon yang sedang tertidur. Sia-sia, amarah Top tentu saja tak didengar. Top menumbukkan tangannya kesal, kemudian mencoba kembali tidur dengan menutupi seuruh tubuhnya dengan selimut dan membelakangi Jiyeon.

Hanya lima menit merasa tenang, tiba-tiba….

PLAKKK

Gigi Top bergemeletuk, asap seperti sudah mengepul diatas kepala. Garis-garis kemarahan tercetak jelas diwajahnya. Jiyeon memukul kepalanya. Top berbalik dan bersiap untuk  berteriak lantang dihadapan Jiyeon, namun yang terjadi justru sebaliknya. Top terdiam dengan jantung yang berdetak dahsyat, ia juga merasakan seperti ada yang berdesir dalam darahnya.

Wajah itu lagi, wajah putih dan halus serta bibir yang lembut berwarna kemerahan, Jiyeon benar-benar seperti seorang yeoja. Top sampai sulit menelan liurnya sendiri, dan entah apa yang terjadi, tahu-tahu tangannya sudah bermain di pipi Jiyeon. Top mengusapnya, lembut sekali.

“ Hyung !!!! “

Top terhenyak, kini matanya beradu dengan mata besar milik Jiyeon. Sementara ia tak menemukan alasan untuk menurunkan tangannya hingga….

“ Aa-ku…..ha-nya i-ngin me-ngu-sir nya-muk sa-ja “ Gugup Top.

Jiyeon memicingkan matanya curiga namun tidak berapa lama.

“ Hyung, aku tidak sanggup lagi menahannya, kau harus menolongku “ Ucap Jiyeon.

“ Mwo-Mworagoooo ???? “

Jiyeon sampai terkejut mendengar Top berteriak. Ada apa sebenarnya dengan Top, mengapa ia kembali terlihat aneh. Apa jangan-jangan ? Tidak, ia memakai jaket yang sangat tebal, sudah pasti dadanya tidak akan terlihat.

“ Hyung, kau kenapa ? aku hanya memintamu mengantarkanku untuk buang air kecil “

Tubuh Top lemas mendengarnya, ia pikir bocah dihadapannya ini akan meminta ia melakukan hal yang aneh-aneh.

“ Gomawo hyung “

Top menatap Jiyeon aneh, sejak tadi ia berdiri disana, namun tidak melihat asistennya membuang air kecil seperti yang dia bilang, tiba-tiba saja sudah muncul kembali. Lagipula mengapa Jiyeon harus memilih tempat yang cukup jauh dan terhalang semak-semak yang tinggi, mereka kan sama-sama seorang namja. Apa seorang namja malu bila dilihat namja lainnya ? selama ini Top tidak pernah seperti itu.

“ Eoh “

Keduanya kembali masuk kedalam tenda, Jiyeon baru akan melanjutkan tidurnya namun tiba-tiba Top menarik tangannya.

“ Kau tidak boleh tidur sebelum aku tidur, arraseo ??????? “

Jiyeon mengangguk terpaksa, ia pun hanya merebahkan tubuhnya tanpa matanya terpejam. Sesekali ia melirik Top, memastikan jika namja itu sudah tertidur, namun alih-alih tertidur pulas, Top justru kini menatapnya balik.  Jiyeon memutar bola matanya canggung, berpura-pura jika ia sedang memeriksa keadaan.

Tik Tok Tik Tok

“ Apa wajahmu memang seperti itu ? “ Tak bisa tidur akhirnya Top memutuskan untuk membuka percakapan, meski sebenarnya ini adalah sesuatu yang baru baginya, berbicara dengan asisten yang dibencinya.

“ Maksud hyung ? Tampan ? Tentu saja, ini menurun dari ayah dan ibuku “ Ucap Jiyeon membanggakan.

Mendengar kata ayah dan ibu membuat tiba-tiba mood Top memburuk. Tidak adil jika ia menyama ratakan semua orangtua seperti orangtuanya, namun Top benar-benar tidak senang mendengarnya, buat Top orangtuanya hanyalah ibu kandungnya, bukan ayah ataupun ibu tirinya.

“ Hahahha, aku hanya bercanda, aku tidak mengerti pertanyaanmu hyung. Eummm lalu bagaimana dengan orangtuamu ? Apa mereka juga galak sepertimu ? “ Tanya Jiyeon tak menyadari reaksi Top.

“ Jangan bicara lagi, aku sudah mengantuk “

Jiyeon langsung menutup mulutnya. Top memang aneh, bertanya tapi tidak mau ditanya. Benar-benar kasihan yang memiliki hubungan dengannya. Pikir Jiyeon.

Wisata alam memang sangat menakjubkan, sayang sekali Big Bang tak memiliki banyak kesempatan untuk melakukan wisata seperti ini. Oleh karenanya, dua hari libur mereka gunakan sebaik-baiknya untuk bersenang-senang.

Jiyeon nampak kelelahan menapaki jalan terjal menanjak yang entah berapa lama lagi akan tiba pada tujuannya. Sesekali ia beristirahat, dan membasahi tenggorokan dengan air. Jiyeon butuh semangat agar tetap kuat berjalan, ia pun menoleh kebelakang, mencari semangatnya. Dilihatnya GD berjalan sendirian dibelakang, benar saja setelahnya ia merasakan ion-ion yang sempat menghilang dari tubuhnya kembali. Jiyeon sengaja memperlambat jalannya agar bisa sejajar dengan GD, namun bukannya GD justru Top yang muncul dan hendak melewatinya.

“ Sejak tadi ku perhatikan kau lebih banyak beristirahatnya “ Ucap Top.

Jiyeon mempout-kan bibirnya, sejak kapan Top memperhatikan segala gerak-geriknya ? Jiyeon baru akan membuka mulut untuk membalas perkataan Top namun tiba-tiba saja Dara muncul dan bergelayut manja pada Top.

“ Top ayo kita berlomba, siapa yang duluan tiba diatas akan mendapatkan hadiah “ Ucap Dara dengan gaya yang Jiyeon anggap terlalu centil.

“ Hanya berdua ? Kurasa yang lainnya juga setuju, kecuali namja lelet ini “ Ucap Top menunjuk Jiyeon dengan dagunya sinis.

“ Jihoo bersamaku, jika bersamaku ia pasti akan lebih semangat “

“ Uhuk-uhuk-uhuk “ Jiyeon sampai terbatuk mendengar kalimat GD.

Tanpa peduli, GD menarik tangan Jiyeon dan berjalan beriringan. Meninggalkan Top yang wajahnya berubah sangat kesal dan Dara yang hanya terbengong tak mengerti. Dara merasa ada sesuatu yang aneh diantara GD, Jiyeon, dan juga Top. Ketiganya adalah seorang namja, lalu ada apa ?

Diatas puncak, mereka pun merayakannya dengan barbeque, semua nampak senang dan bergembira. Seungri, Taeyang, dan Daesung bernyanyi dengan diiringi petikan gitar GD, hanya Top yang mengatakan jika ia sedang tidak ingin melakukan apa-apa. Top tidak tahu mengapa moodnya berubah buruk, padahal sejak tadi Dara tidak pernah lepas untuk mencari perhatiannya.

 Top mengalihkan perhatiannya, dan ia tahu jawabannya ketika ia melihat namja mungil yang sedang sibuk membolak-balikkan daging ditangannya. Park Jiyeon asisten pribadi Big Bang yang ia tahu adalah seorang namja bernama Park Jihoo. Top diam dan mengamati seksama semua gerak – gerik Jiyeon, dimulai ketika namja mungil itu mengipas dengan semangat, membolak-balikkan daging, sampai meletakkan hasil panggangannya diatas piring tak luput dari pengamatannya. Top merasa dia mulai gila, mengapa semua yang dilakukan namja itu menyita perhatiannya, sejak kapan ?

Top bangkit dan mendekat kearah Jiyeon. Ia mengambil sebuah pisau dan mulai mengiris-iris beberapa buah-buahan yang ada disana, melakukannya tepat disebelah Jiyeon. Sebut Top gila karea kini ia seperti terhipnotis oleh pesona Jiyeon, sampai-sampai ia tak sadar pisau siap melukai jarinya.

 Jiyeon sendiri tak sadar jika Top ada disampingnya, sejak tadi dimatanya hanya ada GD yang terlihat keren bermain gitar. Hingga kemudian…

“ Argggkkhhhh “ Top berteriak kencang, jarinya terluka dan banyak darah keluar dari sana.

 Jiyeon yang berdiri disebelahnya reflek meraih tangan Top dan mengisap jarinya, membuat tubuh Top membeku ditempat karena darahnya seakan berhenti mengalir. Ia benar-benar sudah gila, Top rasa ia tak lagi membenci namja lelet dihadapannya ini, perasaannya seperti berubah kearah tak wajar. Apa lama tak berhubungan dengan seorang yeoja membuat tak sadar jika kini orientasi seksnya terarah pada hal terlarang ?

Benarkah ia mulai menyukai asisten Big Bang ini ? Park Jihoo.

“ Andweeeeeee !!!!!!!! “ Teriak Top membuat semua menatapnya syok.

To Be Continue

50 responses to “( CHAPTER – 2 OF ? )우리 사랑하지 말아요 / LET’S NOT FALL IN LOVE

  1. Buahahahaha… dari yang paling gx suka dan sekarang berfikir kalau Top suka ma Jiho… bikin perasaan Top gx tenang aja. Tapi gx tau akan gimana juga klo Top tau jiho itu jiyi…
    Apa dara beneran suka ma Top?

    Lanjut donk eonnie….

  2. Hayoloh top mulai naksir jihoo yg d anggep namja wkwkwk serem juga yaa
    Itu jiyeon udh berapa lama jd asisten bigbang, kan waktunya cuma 2 minggu buat ngejalanin misi dari si nyebelin naeun
    Ga suka sikapnya dara, maruk bgt mau gd sama top
    Next d tunggu yaa

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s