[Ch.1] My Lovely Ghost

My lovely ghost3

 

My Lovely Ghost
[Who Are You?]
@KethyChan Present
Cast:
Kim Myungsoo
Park Jiyeon
Kim Taehyung [BTS]
Genre:
Romance –Supranatural|Hurt/Comfort
Disclamer:
Plot is mine. Don’t plagiat and don’t be silent reader’s. Happy reading

.

.

.

Ckiiitt Brakk!

Suara hantaman tersebut terdengar sangat nyaring tertangkap dengan jelas diindra pendengaranku. Sebuah mobil berkecepatan tinggi itu menghantam tubuh rapuhku. Seketika saja tubuhku terpelanting jauh dari tempat aku berpijak. Tubuhku terhempas kuat jatuh ketanah, dapat kurasakan darah segar membasahi area kepalaku rasanya sangat sakit sekali, aku rasa tulang dalam tubuhku ikut patah karena tabrakkan ini. Dengan penglihatan yang samar –samar. Kulihat banyak orang yang mengerubuniku. Setidaknya disaat –saat terakhir hidupku, aku tak akan kesepian. Yah! Begini juga tak buruk.

“Chogiyo! Bertahanlah!” teriak panik seseorang yang dapat kurasakan tengah memangku kepalaku. Tampak dengan samar ia terlihat sangat ketakutan sekali. Apakah dia orang menabrakku?

“Akhirnya tiba juga…” semua menjadi gelap. Tubuhku terasa ringan, rasa sakit itu juga tak terasa lagi. Sekarang aku sudah mati kah?

*

*

15 october 20xx

2tahun sudah lamanya aku disini. Di apartementku hanya seorang diri dan tak dapat melakukan apapun. Sejak kejadian ‘itu’ seharusnya aku sudah tiada, bukan? Tetapi aku teru saja bertanya –tanya, mengapa aku masih disini. Malaikat bodoh itu tak pernah mau memberikan sedikitpun alasan kenapa aku tetap disini dan tak pergi ‘kealam yang lain’. Dia selalu saja mengatakan kata –kata yang sulit untuk kupahami,seperti:

“Tunggulah sebentar lagi!” | “Semua akan berubah dan kau akan pergi, aku yakin itu!”|

“Sabarlah, waktunya sudah dekat, tak bisakah kau bersabar sedikit lagi?” dan bla…bla… bla…

Masih banyak lagi ucapan bodohnya yang sulit kumengerti. Dia sama sekali tak dapat diandalkan untuk hitungan sebagai ‘malaikat penjaga roh’. Yah! Aku bisa disebut sebagai roh. Atau lebih dikenal sebagai ‘arwah penasaran’, ada sesuatu hal yang membuatku tak bisa pergi ‘kealam yang lain’ karena mungkin saat ditengah ajal aku telah membuat perjanjian, atau apalah. Aku tak begitu ingat. Semua kenanganku tentang hari kematianku pun aku tak terlalu ingat, yang kuketahui aku adalah korban tabrak lari dan setelah itu aku tak tahu lagi. Aku tak ingat.

Dan sejak aku mengetahui ternyata aku adalah ‘arwah penasaran’ tiba –tiba saja Kim Taehyung –malaikat bodoh itu mengaku sebagai penjagaku selama aku menjadi roh dan sebisa mungkin membantuku untuk memecahkan teka –teki kenapa aku masih ditempat ini. Tetapi kenyataannya malaikat bodoh itu sama sekali tak berguna, kutekankan lagi sama sekali tak berguna. Sudah kubilang bukan, Kim Taehyun itu adalah malaikat bodoh! Jadi percuma saja.

Sejak dua tahun lalu kepergianku, aku mengetahui dari Taetae –panggilan akrabku pada malaikat bodoh itu- bahwa pria tua yang dikatakan olehnya adalah pamanku itu menyewakan apartement ini. Cih! Dasar tua Bangka mata duitan itu seenaknya sekali menyewakan apartement ku. Tetapi selama itu pula aku sama sekali tak pernah mendapati para penyewa yang ingin menyewa apartementku. Tapi baguslah, jadi aku akan tetap aman disini. Tak perlu merasa terusik karena kehadiran manusia disekitarku.

Author P.O.V

Pandangan gadis bersurai caramel itu tertuju pada jendela didekatnya yang tirainya berterbangan karena tertiup oleh angin malam. Pandangannya kini terfokuskan pada indahnya cahaya rembulan malam ini, sesekali helaan nafas berat terdengar jelas meluncur dari bibirnya. Sejak ia mengetahui bahwa dirinya adalah ‘Arwah penasaran’ gadis itu selalu saja berusaha mengingat –ingat kembali puing –puing kenangan masa lalunya yang setidaknya sedikit melekat dalam benaknya. Namun, tak ada satu pun ingatan yang ia miliki berhubungan dengan penyabab ia masih tetap disini.

“Ya! Mau sampai kapan kau akan melamun seperti itu?!” sentak seorang namja bersurai orange sambil bersedekap tangan tepat berdiri dibelakang gadis bersurai caramel tersebut.

“Aku tak melamun, aku sedang berpikir” ucapnya ketus. Ia membalikkan badannya dan menatap tajam kearah namja dihadapannya.

“Memikirkan apa? Apakah tentang ‘itu’?” gadis bermata onyx tersebut mengangguk singkat mengiyakan pertanyaan namja dihadapannya. Sedangkan sosok tersebut hanya mendesah malas.

“Percuma saja, kau mau menggali ingatanmu sampai kapanpun kau tak akan menemukan apa yang sedang kau cari. Biarkan semuanya mengalir begitu saja, jawaban akan datang padamu sendiri tanpa kau cari. Lagi pula tak akan lama lagi, bersabarlah…” pria bersurai orange itu perlahan berjalan menyusuri setiap sudut ruangan apartement yang cukup luas tersebut. Memperhatikan setiap detail ruangan serba biru laut tersebut.

“Sampai kapan aku harus menunggu? Ini sudah 2tahun Taetae –ya, kau tahu 2tahun! Entah kenapa, berada ditempat ini aku merasa sangat hampa. Aku merasakan kesepian yang sangat teramat, rasanya sangat menyesakkan. Tapi aku tak bisa mengingat sedikitpun kenangan milikku tentang tempat ini” desahnya resah. Pandangan gadis itu kini mengikuti setiap gerak –gerik sosok namja bersurai orange. Jika malaikat itu tengah tenang seperti saat ini, ia terlihat sangat berkharisma dan polos. Tapi semua itu hanyalah sementara karena jika dia mulai berulah malaikat itu tampak sangat menyebalkan dan terkesan bodoh. Kesan wibawanya seketika saja menguap.

“Jelas saja, itu semua ada hubungannya dengan alasan kenapa kau masih disini. Hanya satu hal yang bisa kukatakan padamu mengenai kenangan kehidupanmu dulu. Kau semasa hidup dulu adalah orang yang paling menyedihkan yang pernah kuketahui…”

Wusshhh…

Taehyung menghilang begitu saja setelah mengucapkan kalimat tersebut. Gadis bersurai caramel itu hanya termangu mendengar penuturan malaikat penjaganya, entah mengapa rasanya sangat sesak seperti terhimpit saat mendengar ucapan pria berusrai orange tersebut.

“Benarkah aku sangat menyedihkan?”

*

*

Suara cicitan burung mengusik tidur nyenyak seorang namja bersurai pekat tersebut. Di tambah suara deringan jam weaker yang begitu nyaring tertangkap oleh indra pendengarannya hal itu membuatnya sangat terusik. Teriakkan sang umma juga tak luput mengganggung ketenangan pagi harinya yang damai itu. Dengan gerakkan cepat, pria bersurai pekat itu beringsut dengan kasar dari atas ranjangnya. Ia menjambak kasar surainya. Dengan mata yang dipaksa untuk terbuka, ia bangkit menuju tempat handuknya digantung.

“Aku sudah bangun umma! Berhentilah berteriak seperti itu!” balasnya dengan kesal.

“Cih! Sangat merepotkankan sekali, aku ingin segera cepat –cepat angkat kaki dari rumah ini!” dengusnya sambil membanting dengan kasar pintu kamar mandinya.

“Ya! Bocah sialan, jangan rusak rumahku!” teriak nyonya Kim geram dari arah dapur. Teriakkan sang umma sama sekali tak digubris oleh pria bersurai pekat tersebut.

*

*

Semua anggota keluarga Kim telah berada diruang makan. Nyonya Kim tengah asik melayani keluarga untuk sarapan dipagi hari. Semua yang berada diruang makan tersebut nampak sangat tenang, namun ada sesosok namja bersurai pekat dengan wajah suntuknya menatap tak minat pada sarapan yang telah disiapkan oleh ummanya.

“Soo oppa kenapa wajahmu kusut seperti itu?” ucap seorang gadis berikat rambut poni tail tersebut dengan tatapan polosnya menatap kearah sang kakak. Sedangkan sosok yang ditanya hanya dapat semakin menekukkan wajahnya yang rupawan tersebut.

“Umma mu belum mengijinkan mu, eoh?” decak dingin sang pria paruh baya yang tengah asik menyesap kopi buatan istrinya. Namja bersurai pekat itu segera saja menatap sang ayah dengan tatapan ‘iya, tolong bujuk umma. Jebal!’ setidaknya seperti itulah arti tatapan yang ia lancarkan pada sang ayah.

“Jika kau memang sangat menginginkannya, pergilah. Appa ijinkan!” gumam tuan Kim sambil mengusap –usap pelan surai pekat milik putra sulungnya. Dengan tatapan berbinar –binar ia sunggingkan senyuman penuh kemenangan.

“Chagiya~ kenapa kau ijinkan?!” protes sang umma dengan tatapan garangnya. Dengan senyuman teduhnya tuan Kim tunjukkan kearah sang istri.

“Tenang saja, putra kita sudah dewasa. Ia juga harus terbiasa mandiri, ia akan baik –baik saja. Kau tenang saja chagiya, ijinkan dia yah?” Tuan Kim juga ikut membujuk sang istri agar meluluhkan hatinya. Sang pria bersurai pekat itu menatap harap –harap cemas kearah ummanya.

“Haist! Kalian menyebalkan sekali. Arrata arrata, pergilah! Tapi ingat selalu kabari umma, arrachi?!” ucap Nyonya Kim tanpa menatap sedikitpun kearah putra kesayangannya. Senyuman penuh kepuasan namja itu kembangkan diwajahnya saat mendengar keputusan sang umma.

“Tenang saja umma itu sudah pasti, jinjja gomawoyo umma” pria bersurai pekat itu mencondongkan tubuhnya dan mengecup sekilas pipi sang umma.

“Jadi kapan kau akan ke tempat itu? Ku dengar kau sudah memberikkan uang mukanya.” Ucap tuan Kim dengan santainya sambil menyesap kembali kopinya.

“Siang ini aku akan memindahkan barang –barang ku dan mulai besok malam aku sudah menempati tempat itu” jawab pria bersurai pekat tersebut yang kini tengah meneguk teh hangatnya. “Oh! Begitukah?”

“Hem! Aku harus berangkat ke kampus sekarang, aku pergi!” pria bersurai pekat tersebut bangkit dari duduknya dan menyambar tas gendongnya.

“Anak nakal itu, tetap saja keras kepala!” dengus nyonya Kim menatap sendu kearah punggung putranya yang perlahan semakin menghilang dari arah jarak pandangnya.

“Biarkanlah, dia juga butuh dunia baru…”

*

*

“Taetae –ya, kenapa kau semalam menghilang begitu saja hah?! Kau tahu aku sangat bosan disini sendirian” sungut gadis bersurai camael tersebut sambil bersedekap tangan dengan tatapan dongkolnya.

“Mianhae, kemarin ada panggilan mendadak jadi aku pergi begitu saja. Heh! Lagi pula kau bisa keluar dari tempat ini, kenapa tak keluar saja agar tak bosan. Dasar bodoh!”cerca Taehyung tak kalah sebalnya dari gadis bersurai caramel tersebut.

“Aku takut. Aku takut mati untuk kedua kalinya jika aku keluar dari tempat ini” jelas gadis bersurai caramel tersebut dengan tatapan sendunya. Seketika saja ruangan yang awalnya sunyi kini berubah menjadi ribut karena suara tawa Taehyung yang sangat menggelegar tersebut. Malaikat itu tertawa terpingkal –pingkal sambil memegang perutnya yang menahan sakit.

“Park Jiyeon, kau itu polos atau bodoh, hah?! Kalau sudah mati yah mati. Dan tak ada namanya mati untuk kedua kalinya, jangan bercanda ahahhaha~” gelak tawa Taehyung terdengar semakin mengeras. Gadis yang bernama Park Jiyeon itu hanya menatap dingin kearah malaikat penjaganya yang sangat menyebalkan itu.

“Aku memang sudah mati tapi hatiku belum. Aku takut jika aku keluar dari tempat ini, aku akan membuat hatiku sendiri mati. Bukankah kau bilang aku adalah orang yang paling menyedihkan yang pernah kau temui? Tapi sayangnya, aku tak bisa mengingat kenangan itu. Bagaimana jika aku keluar dari tempat ini dan ingatan tentang diriku yang paling menyedihkan ini kembali. Bukankah itu akan membuatku mati untuk kedua kalinya?” seketika saja gelak tawa dari mulut pria bersurai orange itu terhenti. Tubuhnya terasa menegang saat mendengar pernyataan yang tak pernah ia sangka akan keluar dari mulut gadis tersebut. Dengan langkah perlahan ia mengusap –usap pelan pucuk kepala Jiyeon, terlihat dengan tersirat guratan rasa bersalah terpantri diwajah namja itu.

“Maaf aku kelewatan. Dan sekali lagi maafkan aku yang tak dapat membantumu banyak…” Taehyung menghela nafasnya nya berat.

“Kau tahu, cepat atau lambat kau harus mengingat semua kenangan itu. Kenangan menyakitkan maupun menyenangkan kau harus mengingatnya, dengan begitu kau akan tahu apa alasanmu masih tetap disini. Belajarlah untuk berkorban dengan begitu kau akan mendapatkan balasan yang lebih dari apa yang kau sudah korbankan” nasehat Taehyung dengan tenangnya. Kalimat terakhir namja itu seketika saja ia merasa kalimat itu tepat menghujam hatinya. Ia merasa seperti ada seseorang yang pernah mengucapkan hal tersebut.

“Ucapan terakhirmu terdengar sangat familiar sekali Taetae –ya”lirih Jiyeon dengan tatapan yang menerawang jauh kedepan.

Pip! Pip! Pip! Pip! Cklek…

Pintu apartement tersebut terbuka dengan lebar. Sontak hal tersebut membuat kedua sosok kasat mata itu mengalihkan pandangan mereka kearah pintu utama. Jiyeon tersentak saat melihat beberapa orang berlalu lalang dihadapannya sambil mengangkat box –box berwarna coklat. Ia merasakan firasat buruk akan segera menghampirinya.

“APARTEMENT INI SUDAH DISEWA!!!” jeritnya histeris saat menyadari tempatnya hampir terisi penuh dengan box –box. Ia menatap horror kearah Taehyung, entah mengapa tatapan namja itu sangat sulit untuk diartikan.

“Akhirnya ada tamu yang berkunjung juga~” seketika saja wajah Angel milik Taehyung berubah menjadi seringaian iblis. Jiyeon yang melihat perubahan ekspresi Taehyung yang menyeramkan itu hanya dapat bergelindik ngeri.

To Be Continue…

*Cuap2 Author*
Hollaaaaa Kethy is back membawakan FF baru dengan pairing yang masih tetap sama ‘MyungYeon’ udah terlanjur jatuh cinta sih sama coupel ini sih, jdi mw ngmna lgi T.T. Jan bosen –bosen yehh T.T. Gimana nihh kabar kalian para reader’s setia? Semoga kga bosen sama epep ane yehhh😀
Gimana denga ulasan Ch.1? Penasaran kga dengan kelanjutan cerita ini? Dan coba tebak hayo siapakah sang ‘penyewa apartement’ itu? Gimana yah nasip si penyewa itu nantinya?
Ditunggu ajah kelanjutannya di next Soonnya😀
Jan lupa RCLnya, jngn langsung ngacir ajeh abis baca :3
Jaa~

60 responses to “[Ch.1] My Lovely Ghost

  1. Bang mphi naik kasta dsini biasanya image alien yg kental tpi dsni kety buat jdi malaikat berkedok evil wkwkwkw gokil” dah jdinya
    Ditinggu ajhh yahh, mian klo lama update nya

  2. itu myungsoo kan… wahh lama gak baca ff myungyeon jd kangen… sempat teralihkan dg game.. jd kudet bgt sma ff skrg.. kekekeke.. apa mungkin myungsoo bagian dr masa lalu jiyeon.. pnasaran jadi nya

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s