[CHAPTER] IT’S CRAZY #7

image

( Poster by :HRa@HighSchoolGraphics (thanks ^^)

Author : Park Eun Ji
Main Cast:
Bae Suzy (MISS A)
Kim Myung Soo (INFINITE)
Yook Sung Jae (BTOB)
Yoo Young Jae (B.A.P)
Cameo:
Suprise for you 😉
Genre : Romance, School-life
Rating : PG-13
Disclaimer : All cast belong to God and his/herself 🙂 Plot?Mine! 🙂
Previous : Previous : #BREAKUP ~ #CRAZYDAY ~ #CONFUSED ~. #ESPERANZA ~ #WHATADAY ~ <a href="https://highschoolfanfiction.wordpress.com/2016/01/17/chapter-its-crazy-6/”>#WHICHONE

ENJOY ^^

©2016

#LOSER

” Woah, Myungsoo benar-benar gila. Apakah ia mengikuti fanmeeting? Ah tidak tidak. Tidak ada fanmeeting untuk bulan ini.” Seolhyun bergumam sendiri membuka halaman notes yang diberikan Myungsoo dengan kagum. Matanya berbinar-binar setiap membuka halaman baru.
Aku menghela napas, memandang Seolhyun dengan pandangan kosong. Kelas kami mendapat tugas essay bahasa Inggris dari Mr.Robert kemarin dan harus dikumpulkan besok, karena tidak ada inspirasi kami memutuskan untuk meminta bantuan dari Youngjae. Saat ini kami sedang berada di sebuah kedai makanan untuk makan siang sekaligus mengerjakan essay itu.
Youngjae mengambil notes itu dari Seolhyun. Seolhyun memandanginya dengan tidak rela, tampaknya ia masih ingin mengagumi isi notes itu. Kini, aku ganti memandangi Youngjae yang membolak-balik halaman notes itu sekilas dan memberikannya kembali padaku.
” Sudah menentukan pilihan?” Youngjae bertanya dengan nada datar kepadaku. Aduh, orang ini, bisa tidak menggunakan sedikit perasaannya untuk saat ini? Hal seperti ini lebih membutuhkan perasaan daripada logika.
Kebetulan, pelayan datang membawa makanan. Jadi aku dengan bersemangat mengaduk bibimbap dan memasukkan satu suapan besar ke dalam mulut agar tidak perlu menjawab pertanyaan Youngjae. Memangnya menentukan perasaan semudah aku memakan bibimbap ini?
” Pilihan apa?” Seolhyun yang tidak tahu apa-apa bertanya dengan penasaran, tangannya mengaduk jajangmyeon dengan semangat.
” Kau tahu? Sahabatmu ini menyukai Sungjae dan Myungsoo secara bersamaan.” Ucap Youngjae. Kenapa ia mengucapkannya seolah-olah aku adalah penjahat? Itu kan bukan sepenuhnya salahku.
Seolhyun menertawaiku keras-keras, membuat Youngjae yang duduk di sebelahnya berkata ” Hei, kalau kau tidak berhenti tertawa, aku dan Suzy akan meninggalkanmu di sini.”
Seolhyun berhenti tertawa sementara Youngjae mulai menyantap ramennya. Dengan sisa-sisa tawa, Seolhyun meledekku sambil bertepuk tangan.” Daebak! Bagaimana bisa? Paginya kau memikirkan Sungjae dan malamnya kau memikirkan Myungsoo. Apakah begitu?”
” Berisik.” Aku menyuap kembali bibimbap ke mulutku. Seolhyun membuatnya menjadi konyol, padahal tidak seperti itu. ” Joohyuk sudah mengajakmu kencan?”

Aku tersenyum puas melihat Seolhyun yang hampir tersedak jajangmyeonnya. Ditambah lagi Youngjae seperti mendukung aksi balas dendamku dengan berkata. ” Joohyuk bisa mengimbangi sifat cerewetmu.”
Seolhyun menyedot minumannya sampai tersisa setengahnya dan berkata sambil mengipasi wajahnya yang memerah. ” Ah, perasaanku ini mungkin akan selamanya bertepuk tangan karena Joohyuk seperti maniak girlband.”
Aku mencibir kalimat putus asa Seolhyun. Ternyata cinta bisa membuat orang yang pantang menyerah sekalipun menjadi putus asa. Tunggu, sepertinya aku ingat sesuatu tentang Joohyuk. ” Beberapa hari yang lalu aku mendengar Joohyuk berbicara dengan temannya. ” Seolhyun langsung menaruh perhatiannya padaku sepenuhnya, sementara Youngjae walaupun ia tidak terlihat mendengarkanku karena sibuk menyeruput kuah ramen tapi aku tahu dia mendengarkan.
” Dia berkata kau cukup menarik. ” Perkataanku barusan membuat wajah Seolhyun semakin memerah. ” Jangan membuat diriku melambung Suzy.”
” Aku tidak berbohong, kemarin saat aku sedang berada di perpustakaan aku mendengarnya. Sampai aku pergi dari sana, Joohyuk tidak berhenti membicarakanmu.”
Senyum Seolhyun langsung terbit. ” Berarti aku ada sedikit harapan.” Kemudian ia menyantap jajangmyeonnya lagi dengan lebih bersemangat.

” Hanya aku yang sendirian yang di sini. Menyedihkan.” Youngjae berkata sambil meminum airnya. Aku tersenyum mendengar perkataan Youngjae yang melankolis.
Seolhyun mengetuk kepala Youngjae dengan sendok yang ia belum pakai sejak tadi. ” Kau tidak sendirian bodoh. Pelajaran sekolah adalah pacar setiamu.” Perkataan Seolhyun membuatku mendengus geli, Seolhyun benar. Selain kami, yang paling ‘dekat’ dengannya adalah pelajaran. Ia selalu menolak dengan nada datar pada setiap perempuan yang menyatakan cinta padanya. Tidak heran jika ia belum berpacaran seumur hidupnya.

                                                      IT’S CRAZY

Aku berjalan sendirian menuju ke rumahku sambil menguap. Tadi kami bertiga baru menyelesaikan essay 3000 kata tepat di saat restoran akan tutup. Essay itu benar-benar menguras tenaga dan pikiranku, aku mempercepat langkahku. Kira-kira apa yang dilakukan Myungsoo sekarang? Apakah ia makan dengan baik?

Aku mengetuk kepaku karena merasa konyol juga sekaligus merasa sesak, bukan karena masih sakit hati. Tapi karena aku masih memiliki perasaan kepada Myungsoo walaupun aku sudah putus dengannya. Dan dengan serakahnya aku juga menyukai Sungjae. Walaupun awal pertemuan kami sedikit aneh dan memalukan tapi aku senang bisa bertemu dengannya. Hanya dengan melihat senyumannya, membuat hatiku menghangat. Aku tahu aku egois, aku tahu aku serakah karena menyukai dua orang sekaligus. Tapi aku juga tidak bisa mengendalikan perasaanku.

” Halo.”
Seseorang menyapaku, membuatku mengangkat kepalaku dan menghentikan lamunanku. Sekarang di hadapanku berdiri seorang wanita dengan make up tebal dan memakai pakaian kerja lengkap dengan nametagnya yang menggantung di lehernya. Gong So Ra.
” Kurasa kau masih mengenalku.” Sora tersenyum tipis, memandangku dengan ramah. Tapi keramahannya itu membuatku curiga.
Sora kemudian tertawa lalu menarik tanganku. ” Ayo, kita cari tempat yang bagus untuk bicara.”

Sora memberi minuman kaleng kepadaku, aku menerimanya dalam diam sambil menebak-nebak apa yang ia bicarakan. Saat ini kami duduk berhadapan di depan minimarket. Saling terdiam sehingga menciptakan suasana yang agak canggung.

Pandangan Sora beralih dari minuman kalengnya kepadaku. ” Aku sungguh-sungguh minta maaf, karena membuat hubungan kalian menjadi berakhir. Aku sungguh menyesal.”
Aku menyesap sedikit minumanku untuk membasahi tenggorokanku yang terasa sangat kering. ” Aku sudah melupakannya. Kau tidak perlu khawatir.”
Ekspresi bersalah Sora masih terpampang jelas di wajahnya. Ia memutar-mutar kaleng minumannya dengan gelisah. Aku berkata lagi. ” Aku serius, aku sudah melupakan kejadian itu. Kau tidak perlu meminta maaf.”

Saat pertama kali bertemu dengannya aku begitu benci dengan Sora. Dia telah menghancurkan hidupku, dia telah merebut orang yang paling berharga denganku. Saking besarnya rasa benciku, aku ingin rasanya memukul Sora sampai sakit hatiku hilang. Tapi, aku tahu itu tindakan paling bodoh yang pernah aku pikirkan. Begitu melihatnya sekarang, dengan kenyataan yang sudah aku ketahui, aku mengetahui beberapa hal. Aku bisa melihat dari tatapan matanya, penuh kesedihan dan kerelaan untuk melepas sesuatu. Aku bisa melihat sisi baik dan menyedihkan dari seorang Gong Sora.

Tangan Sora berhenti memutar kaleng minumannya. Ia kembali menatapku setelah sibuk menatap minumannya. ” Apakah…kau masih mencintainya?”
” Kau sendiri, apakah kau masih mencintainya?” Aku membalikkan pertanyaan Sora.
Sora sedikit terkejut, mungkin ia terkejut karena aku tahu ia mencintai Myungsoo. Kemudian senyum yang terlihat menyakitkan perlahan terbit di wajah penuh make upnya. ” Masih.” Sora menjawab tanpa keraguan, tapi dengan senyum yang terlihat semakin menyakitkan dia berkata lagi. ” Tapi dia mencintaimu.”
Tanganku berhenti memainkan gantungan ponselku. Itu adalah pernyataan teraneh yang pernah kudengar. Maksudku, beberapa bulan sebelum aku putus dengannya dia seperti tidak pernah memperhatikanku. Walaupun Myungsoo mengatakan itu terjadi karena kesibukannya tapi aku tetap saja masih tidak mempercayainya. Walaupun Myungsoo berkata ia akan menunggu, aku menganggap ia bercanda saat di Haneul Park tempo hari.
” Kau mungkin tidak percaya. Tapi sepanjang hari, setiap saat, dia selalu membicarakanmu padaku. Membuatku sangat cemburu.” Ia tertawa pahit kemudian kembali melanjutkan. ” Dari ekspresinya saat membicarakanmu, dari tatapan matanya saat membicarakanmu, dari setiap kata yang ia keluarkan tentangmu, aku tahu bahwa ia benar-benar memperhatikanmu walaupun ia jarang bertemu denganmu.”

” Saat di kafe waktu itu,  aku menyatakan perasaanku. Tapi dia dengan tersenyum tenang mengatakan bahwa ia tidak akan berpaling darimu. Aku hampir menangis sehingga ia memegang tanganku untuk menenangkanku, lalu tanpa sadar aku menciumnya. Berharap ia melihatku untuk sekali saja.” Ia kemudian mendongak ke atas untuk menarik kembali air matanya yang hampir keluar. Tapi gerakannya itu malah membuat air matanya mengalir, aku menyodorkan tisu dari tas kepadanya. Ia menerimanya tanpa berkata apapun.
” Saat kau memutuskannya, ia terlihat sangat kacau. Myungsoo marah besar kepadaku karena aku melakukan tindakan yang lancang. Sampai sekarang, ia masih tidak mau bicara padaku kecuali urusan pekerjaan.” Sora berujar sambil menghapus air mata di wajahnya dengan hati-hati.

Lalu ia membersit hidungnya dan berusaha menenangkan diri dengan menarik napas kemudian menghembuskannya lagi. Gadis yang kini berambut perak dengan aksen merah itu berdeham lalu mengubah ekspresinya menjadi ceria. ” Aku tahu apa yang kulakukan salah. Tapi setidaknya aku bisa merasakan kebahagiaan itu walaupun hanya sedikit.”

” Itu bukan kebahagiaanmu yang sesungguhnya.”
Sora memiringkan kepalanya, kerutan terlihat di dahinya kemudian ia segera menepuk-nepuk wajahnya. ” Andwae, Andwae! Gong Sora jangan mengerutkan dahimu! Wajahmu akan seperti nenek-nenek nanti!” Sora kemudian mengubah ekspresinya lagi menjadi serius. ” Apa maksudmu?”
” Aku tahu kita baru bertemu dua kali, aku masih belum mengenalmu dengan baik. Tapi, melihat kau sampai mencium orang yang bahkan tidak mencintaimu sama sekali, bukankah akan semakin membuatmu sakit?”

Sora tersentak mendengar ucapanku, aku mengerti bagaimana rasanya bertepuk sebelah tangan seperti itu dan rasanya menyakitkan karena melihat orang yang dekat dengan kita tapi juga terasa begitu jauh.

” Memang sakit.” Sora membenarkan ucapanku. ” Itulah risiko yang harus aku tanggung akibat keegoisanku.”
Aku menyenderkan punggungku ke sandaran bangku sambil menghela napas. Kenapa manusia sering kali menyakiti dirinya sendiri? ” Belum terlambat untuk mencoba sesuatu yang baru, Sora. Aku yakin kau bisa melewatinya. Aku yakin kau bisa seperti Sora yang belum mempunyai perasaan kepada Myungsoo. ”

” Awalnya aku tidak begitu yakin apakah aku bisa kembali seperti semula. Seperti Sora yang belum bertemu dengan Myungsoo. Tapi kau memberiku sedikit keyakinan sekarang. Terima kasih.” Sora memberikan senyum yang tulus. ” Pfft.” Sora tiba-tiba tertawa, membuatku mengerutkan dahi. Mood swingnya benar-benar hebat.
” Kau tahu, situasi ini terlalu tegang. Aku tidak tahan untuk tidak tertawa karena ini konyol sekali. ”
Aku tersenyum mendengar perkataan Sora, memang benar. Sejujurnya aku tidak nyaman sejak tadi karena harus berbicara canggung dengan Sora.

” Ah iya, aku jadi lupa inti pembicaraan ini.” Sora seperti teringat sesuatu lalu ia menggenggam tanganku.
” Aku tidak memintamu untuk kembali kepada Myungsoo. Aku juga tidak meminta kau menjauhi Myungsoo. Beberapa hari belakangan ini, Myungsoo kembali seperti Myungsoo yang dulu. Yang selalu ramah dan murah senyum. Itu semua karenamu, Suzy. Tolong jaga Myungsoo agar ia selalu bahagia seperti itu.”

Aku terdiam, tidak mampu merespon perkataan Sora. Dari sikapnya, aku tahu ia mencintai Myungsoo dengan tulus. Aku merasa malu karena merasa perasaanku tidak sedalam perasaan Sora.

” Walaupun ia terlihat tidak peduli, tapi ia selalu memperhatikanmu. Aku sangat iri padamu.” Sora berkata kemudian melirik jam tangannya. ” Ah, sepertinya aku harus pulang. Kalau begitu, sampai jumpa Suzy.” Ia tersenyum lebar lalu hendak berdiri.
” Maaf.”
Sora yang hendak bangkit dari kursinya kembali duduk dan menatapku dengan sedikit memiringkan kepalanya.
” Aku rasa…aku….” Aku kebingungan mencari kata yang tepat. Aku tidak bisa memenuhi permintaan Sora karena aku sendiri tidak tahu dengan perasaanku ini.
Sora kembali memegang tanganku, mengeratkannya untuk memberiku keyakinan.. ” Kau orang yang tepat Suzy. Jika orang lain mampu melihat perasaan seorang pria terhadap wanita tanpa si pria mengatakan apapun kepada orang itu, bukankah rasa cinta si pria sangat besar?” Sora bertanya padaku, tapi ia tahu aku tidak bisa menjawabnya. Karena itu ia kembali berkata dengan senyum. ” Kurasa kau juga tidak bisa menjawab pertanyaanku yang belum kau jawab.” Kemudian ia menenggak minumannya sampai habis. ” Sampai jumpa, senang bisa bicara denganmu.”

Ini sudah larut malam, tapi aku masih terpaku di bangku depan minimarket. Memandangi sosok Sora yang berjalan menjauh. Pertemuan kedua dengannya membuatnya memberikan kesan yang berbeda padaku, ternyata Sora tidak seburuk yang kubayangkan. Malah sikap cerianya itu membuatku tidak bisa untuk membencinya lagi.

Tolong jaga Myungsoo agar ia selalu bahagia seperti itu.

Kata-kata Sora kembali terputar di benakku. Pesan Sora, mungkin tidak akan bisa aku kabulkan.

                                                      IT’S CRAZY

Aku sedang membantu ibuku menyiapkan sarapan ketika teleponku bergetar di saku celanaku.

” Ya?” Tangan kiriku mengangkat telepon sementara tangan kananku sibuk mengangkat telur mata sapi dari wajan ke piring.
” Suzy, jangan lupa. Kau harus ada di sekolah pukul 07.00, be on time ok? Oh, bawa peralatannya juga.” Suara Naeun yang tegas dan sedikit terburu-buru terdengar samar karena di saat yang bersamaan ibuku juga berbicara. ” Suzy, tolong sisir rambut Seorin!”
Belum sempat aku menjawab, Naeun sudah mematikan sambungan. Pasti ia sibuk menghubungi yang lain karena ia adalah ketua panitia dari festival sekolah yang akan diadakan dua minggu lagi.
” Iya bu!” Aku berseru kepada Ibu yang berada di ruang tengah. Lalu aku mengambil sisir di kamar dan menyisir rambut Seorin yang baru saja keluar dari kamar mandi.
” Aku terlambat! Ini sisir sendiri ya Seorin.” Aku baru menyadari aku sudah hampir terlambat ketika setengah menyisir rambut Seorin. Aku menyerahkan sisir itu kepada Seorin yang langsung menggerutu dan mencium kedua pipinya lalu segera berpamitan kepada Ibuku yang sedang menyiapkan bekal untuk Seorin.

” Hati-hati….hati-hati.” Aku bergumam sambil memiringkan sedikit kepalaku karena pandanganku terlahang oleh gulungan kertas berwarna yang aku bawa. Sekolah kami akan mengadakan festival dalam rangka ulang tahun sekolah, setiap kelas diwajibkan untuk membuat suatu acara seperti kafe, rumah hantu, tenda ramalan, atau yang lainnya. Setelah voting, kami memutuskan untuk membuat kafe saja karena…
” Ah, terima ka-” Senyumku menghilang begitu melihat wajah seseorang yang baru saja membantu membawakan barangku agar aku bisa duduk dengan baik di dalam bis.
” Kau sepertinya sibuk sekali.” Myungsoo tersenyum padaku. Senyumnya, terlihat lebih cerah daipada yang kemarin-kemarin. Kurasa, aku tidak bisa menjaga senyuman itu.
Aku langsung mengambil barang-barangku di tangan Myungsoo tanpa memandangnya. ” Ah aku rasa aku salah naik bis. Sampai jumpa.” Aku tersenyum canggung, kebetulan bis sedang berhenti di pemberhentian berikutnya.

Aku langsung turun tanpa memandang Myungsoo yang memanggil namaku. Untunglah ia tidak mengejarku, karena teman kuliahnya berkata ada kelas yang harus dihadiri.  Aku rasa, aku tidak bisa bertemu dengan Myungsoo untuk sementara waktu karena setiap aku melihatnya, kata-kata Sora masih terngiang di benakku. Aku masih belum bisa untuk melakukannya karena aku tidak menyukai dia sepenuhnya.

Aku memang seorang pecundang. Karena aku tidak bisa menentukan perasaanku sendiri.

A/N : Annyeong \^^/ Maaf updatenya agak lama karena aku terlena dengan tugas dan kesibukan kuliah as usual #soksibuk. Gamsahamnida~ ternyata masih ada yang nungguin kelanjutan FF amatir ini walaupun updatenya kaya siput (read:lama) >.< Semoga aku bisa update lebih cepet lagi ya kekeke~ Terima kasih sudah mau baca dan bersabar nungguin FF ini ^^ Have a sweet Valentine pals ♥ #sayangedatesamawebtoonaja #walaupunratingturuntetepcintawangchiang
p.s: maaf chapter ini terlalu pendek ^°^v

12 responses to “[CHAPTER] IT’S CRAZY #7

  1. Pingback: [CHAPTER] IT’S CRAZY #10 | High School Fanfiction·

  2. Pingback: [CHAPTER] IT’S CRAZY #9 | High School Fanfiction·

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s