[Chapter-Part 1] I Love My Brother

 

I Love My Brother

I Love My Brother

Written by Angeljypark

Park Jiyeon – Park Chanyeol – Oh Sehun – Kim Taehee – Park Yoochun

Family Life – School Life – Chapter

~PJYC~

I Love My Brother

Even though you’re annoying and always distract me with all trouble you’re make. You’re still my brother and I love you.

~~~

5 A.M

Suasana pagi yang begitu sejuk dan tenang membuat siapa saja betah untuk menutup mata mereka. Begitu juga dengan yeoja manis bermarga Park yang begitu menikmati tidurnya, mengeratkan selimut putihnya dan dengan enggan melepas kenyamanan itu. Namun, sesuatu mengusiknya, suara sang omma yang terdengar kesal membangunkannya.

Darimana saja kau?! Lihat dirimu! “kesal sang omma membuat jiyeon bergegas turun menuju ruang keluarga

Yang penting aku pulang omma “terdengar suara seorang namja yang seketika membuat jiyeon memejamkan matanya kesal

Apa yang kau lakukan diluar sana eoh! Lihat dirimu! Wae kau tak pernah mendengarkan omma! “kesalnya, menatap anak sulungnya yang begitu kacau, pakaian lusuh dan wajah pucat membuatnya khawatir namun juga kesal

Yak! Oppa! Omma mengkhawatirkanmu! “seru jiyeon menatap sang oppa kesal

Yak! Anak kecil! Diam kau! “kesalnya membentak jiyeon

Mwo?! Oppa! Kau selalu membuat omma khawatir! Karenamu chinguku selalu mengejekku! “kesal jiyeon menatap tajam sang oppa

Ck! Itu urusanmu! “ucap sang oppa mendorong kasar bahu jiyeon

Yak! Namja merepotkan! Diusia sekarang harusnya kau bekerja! Bukan luntang lantung di jalan seperti gelandangan!!! “pekik jiyeon saat sang oppa berjalan gontai menuju kamarnya yang berada tepat disebelah kamarnya

MWO?!! YAK!! Park jiyeon! Apa yang kau tahu tentang urusanku eoh! “bentak sang oppa kembali turun ingin memukul jiyeon

Park chanyeol! Park jiyeon! Keumanhae! Kembali ke kamar kalian sekarang!! “pekik sang omma dengan mata memerah kesal

Chanyeol menatap sekilas sang omma, ia mendorong bahu jiyeon kasar dan berjalan gontai menuju kamarnya dengan bau alcohol yang menyengat

Omma~! Wae omma mendiamkan oppa seperti itu?! Ia belum berubah! Kita harus membawanya kembali ke tempat rehabilitasi, menjauhkannya dari chingu-chingunya dan mencegahnya menggunakan benda-benda itu lagi! Aku bukan pegasuhnya omma! Dia merepotkan! “keluh jiyeon begitu kesal, karena chanyeol ia harus absen setiap kali chingu-chingunya berlibur bersama

Ne, arrayo jiyeon-ah, omma sudah membicarakanya dengan donghae, kami akan membawanya sore ini “ucapnya mendapat anggukan kesal jiyeon

Geure, dia selalu menyusahkanku “kesal jiyeon mendapat tatapan menyesal sang omma

Melihat itu jiyeon berusaha tersenyum

Saudara terkadang begitu kan, menyusahkan “ucap jiyeon kikuk berusaha menghibur sang omma

Palli bersiaplah, omma akan menyiapkan sarapan “ucap sang omma tersenyum mendengar ucapan jiyeon

===

Ruang makan, 7 A.M

Oppa? “tanya jiyeon saat masuk ruang makan

Tidur, omma rasa semalaman kemarin ia dan chingu-chingunya menghabiskan waktu… kau tau kan “ucap sang omma menopang dagu lelah

Arrayo, keunde omma, aku tak yakin oppa akan berubah “keluh jiyeon melahap roti lapisnya

Jangan berkata begitu “peringat sang omma

Ne, geure, omma, na galke “ucap jiyeon kesal dan bergegas keluar

Sang omma yang melihat tingkah jiyeon hanya bisa menghembuskan nafasnya lesu

===

Kampus, 8 A.M

Jiyeon memperhatikan dengan serius materi yang disampaikan sang dosen, ia terus mencatat poin-poin penting yang diberikan.

Tuk

Jiyeon spontan berhenti menulis dan menoleh ke samping mendapati seorang chingunya menunjuk gumpalan kertas dimeja jiyeon

Dengan raut bingung, jiyeon mengambil dan membuka kertas itu, matanya membelalak saat melihat tulisan itu

“Yak! Aku berani bertaruh! Berandalan itu berulah lagi! ^_^

Jiyeon menoleh kesal, mendapati chingunya yang bernama Kai itu menertawakannya dan berpura-pura kejang mengejek chanyeol

Ck! Menyebalkan “umpat jiyeon, ia meremas kasar kertas itu dan menindihnya dengan buku pelajaran

===

Yak jiyeon-ah kudengar oppamu tidur di jalanan lagi, bahkan pulang dalam keadaan mabuk ckckck “ledek kai membuat beberapa mahasiswa tertawa mengejek pada jiyeon, namun beberapa juga merasa kesal dan terganggu dengan ucapan kai

Jiyeon yang mendengarnya, semakin jengah, sejak SMP dulu namja ini tak pernah henti mengejeknya, dan semakin parah saat masalah keluarganya dan chanyeol mencuat.

Jiyeon segera memasukkan buku-bukunya emosi dan beranjak keluar sambil menahan kesal. Ia terus berusaha menahan air matanya dan menuju toilet.

Hiks hiks oppa menyebalkan! Mereka menyebalkan! Apa salahku! Wae namja sialan itu terus menjelekkan oppa! “kesal jiyeon, ia terus menyeka air matanya dan berusaha menghentikan tangisnya, mengumpat kesal akibat ulah sang oppa

===

Di saat bersamaan

Rumah keluarga Park, 1 P.M

Chanyeol yang baru saja bangun bergegas keluar menuju dapur, dengan raut kesal karena kepalanya yang pening akibat semalaman terus minum dan menggunakan obat-obatan, chanyeol berjalan gontai menuruni tangga

Ne~ sore ini kita bawa ia ke pusat rehabilitasi, gomawo oppa mau menemaniku” ucap sang omma terdengar jelas oleh chanyeol yang seketika kesal dan panik

Ne! Oppa! Mohon bantuannya ne~ “ucap sang omma lagi membuyarkan lamunan singkat chanyeol

Ck! Sial! “dengan panik chanyeol kembali ke kamarnya, memakai jaket dan mengambil dompetnya. Ia kembali mengumpat kesal karena tak banyak uang yang tersisa.

Park jiyeon! “ucap chanyeol menunjukkan smriknya

Dengan perlahan, chanyeol membuka pintu kamar jiyeon, dilihatnya kamar bernuansa putih itu, dan ia kembali tersenyum melihat lemari belajar jiyeon. Dengan cepat ia membuka dan menemukan kotak kecil berwarna hitam, yang ia tahu tempat jiyeon menyimpan uang hasil kerja paruh waktunya untuk membeli laptop baru.

Deongsaeng-ah! Neo jinja~ kekeke aku beruntung memilikimu “gumam chanyeol saat melihat begitu banyak uang disana

Dengan cepat chanyeol mengambil semua uang jiyeon, memasukkannya ke saku jaket, dan bergegas keluar rumah melewati jendela kamar jiyeon.

===

Chanyeol melangkahkan kakinya gusar, berkali-kali ia menoleh ke belakang berharap sang omma juga para tetangga tak menyadari keberadaannya.

Dengan perasaan kesal dan panik, chanyeol terus mengingat pembicaraan sang omma, ia kesal karena akan di bawa ke tempat rehabilitasi lagi. Tempat yang baginya sungguh menyiksa.

Semenjak pertengkaran dan perceraian kedua orangtuanya, chanyeol berubah. Sang appa yang sibuk dengan keluarga barunya, juga sang omma yang sibuk dengan pekerjaannya sebagai penerus perusahaan keluarga Park, membuatnya terlupakan.

Chanyeol yang kesal dengan keputusan orangtuanya, mulai terpengaruh untuk mabuk-mabukan dan menggunakan obat terlarang. 2 tahun lalu saat berusia 18 tahun, chanyeol dibawa ke pusat rehabilitasi dan hanya di jenguk sesekali oleh sang omma dan sang appa.

Jiyeon yang saat itu berusia 17 tahun, menjadi satu-satunya keluarga yang menemani dan mengurus chanyeol setiap hari selama masa rehabnya, dengan segala umpatan yang keluar dari bibir mungilnya.

Chanyeol tak menyalahkan jiyeon akan apa yang terjadi, ia tahu dongsaengnya pun tertekan apalagi di tambah dengan masalah dirinya, dan pada akhirnya, mereka terus bertengkar setiap bertemu di tempat rehabilitas karena jiyeon terus menyalahkan dirinya

Namun, setelah keluar dari pusat rehabilitasi, perasaan kesal pada kedua orangtuanya yang selama ini ia tahan, kembali membuatnya terjerumus dalam masalah yang sama setelah 1.5 tahun menjalani masa rehab. Ia kembali kesal saat jiyeon lebih sering memarahinya.

Bagi chanyeol, sang omma dan appa adalah orang yang sangat dibencinya, dan jiyeon membuat chanyeol tak memiliki pilihan selain ikut kesal pada dirinya.

~

Chanyeol dengan gusar menelfon seseorang melalui telfon umum, akibat kepanikan yang melandanya, tubuhnya mulai melemah karena membutuhkan pil segera

Yak! Suho! Aku butuh pil lagi! “seru chanyeol, tubuhnya terus melemah dan ia mulai tak mampu mengendalikannya

Mwo! Geure! Neo eoddi?! Kau punya uang tidak eoh! “seru suho

Geurom! Yak palli! Temui aku di tempat biasa! Palli! “ucap chanyeol gusar saat tangannya mulai bergetar

Eoh! Ne ne ne! Chankam! “ucap suho dan chanyeol segera berlari menuju tempat yang sering ia dan chingu-chingunya gunakan untuk memakai narkoba dan tidur

===

Rehab lagi?! “pekik suho setelah memberi 2 pill pada chanyeol yang langsung ditelannya

Eoh! Menyebalkan! Mereka tak tahu rasanya jadi diriku “protes chanyeol yang mulai tenang

Eoh! Orang dewasa memang begitu! Hanya bisa memerintah “timpal suho mendapat anggukan chanyeol

Geurom! Aku harus pergi, banyak yang membutuhkan ini! Kau tahu kan “ucap suho menunjuk pil-pil itu pada chanyeol

Ck! Eoh! Pergi sana! Sisakan untukku! Malam ini aku menginap disini “ucap chanyeol menyerahkan beberapa lembar uang milik jiyeon pada suho

Geure! Kau menginap disini sendiri? “tanya suho menunjuk gedung tua di belakang mereka

Ne! Kau mau? “tanya chanyeol yang sudah semakin baik, ia menghirup udara sebanyak mungkin

Anhi, aku akan mengantar ini untukmu dan pulang! Aku harus menjaga image jika tak ingin ketahuan “ucap suho pelan

Ne ne ne! Pergi sana anak baik! “ejek chanyeol mendapat tawa suho

Eoh! Galke “pamit suho segera melesatkan mobilnya, meninggalkan chanyeol yang menatap langit cerah dengan pandangan menerawang

===

Kampus, 3 P.M

Jiyeon-ah kau tak pulang? “tanya seorang chingunya

Anhiyo hyomin-ah, aku harus menyelesaikan ini dan menemani ommaku setelahnya, tak akan ada waktu jika aku pulang “jelas jiyeon

Geure~ kalau begitu, aku duluan ne jiyeon-ah “pamit hyomin

Ne! Sampai besok “balas jiyeon

Ne! Ah! Jiyeon-ah~ ucapan kai tadi tak perlu kau pikirkan, ia hanya asal bicara saja “hibur hyomin

Ne, nan arrayo, gomawo hyomin-ah “ucap jiyeon dan hyomin segera pergi

Senyum jiyeon memudar, tatapannya kembali sendu saat melihat foto keluarga di galeri ponselnya, foto yang diambil 5 tahun lalu, saat keluarganya masih begitu bahagia dan chanyeol yang masih begitu sehat

Bogoshipo “gumam jiyeon mengusap foto sang oppa yang tersenyum begitu manis dengan wajah cerah disana

===

Rumah keluarga Park, 2.50 P.M

Sementara itu, sang omma yang sudah bersiap membawa chanyeol, berniat memeriksa keadaan putranya itu. Ia terus bergumam menyusun kata-kata yang tepat untuk membujuk chanyeol, namun ia begitu terkejut melihat kamar chanyeol yang kosong

Tiiit

Yeoboseyo?! Oppa! Aku tak menemukan chanyeol! Sepertinya ia kabur! “paniknya berlari mencari chanyeol dipenjuru rumah

N-ne! Nan gidaryo oppa “ucapnya panik

Chanyeol-ah neo eoddiso~ “gumam sang omma khawatir, ia kembali membuka ponselnya dan menghubungi jiyeon

===

Kampus

Tiit

Ne~ yeoboseyo~ omma waeyo? “tanya jiyeon yang masih fokus menyalin jawaban dari buku materinya

M-mwo?! Geure! A-aku akan mencarinya omma! “seru jiyeon dengan cepat membereskan buku-bukunya

Ck! Oppa! Wae kau terus merepotkanku! “gumamnya kesal langsung berlari meninggalkan kampus

Jiyeon dengan langkah cepat dan wajah panik menyusuri setiap jalan yang ia tahu sebagai tempat anak-anak nakal berkumpul, sesekali beberapa namja seumurannya menggoda jiyeon membuatnya tak nyaman.

Ck! Oppa! Eoddiso!! “kesalnya terus mengedarkan pandangan, berharap ada sosok chanyeol disana

Jiyeon menghela nafas lesu saat tak menemukan chanyeol, ia tak tahu di mana tempat biasa chanyeol, sang oppa, menghabiskan waktunya. Dengan lesu, jiyeon berjalan menyusuri jalan yang lebih aman menuju halte bis

Ck! Oppa! Kau menyebalkan! “umpat jiyeon

Braaakkk

Kyaaaaa!!! Seseorang!! Tolong dia!! “pekikan seorang yeoja dari arah berlawanan, membuat jiyeon terkejut bukan main, ia kebingungan saat begitu banyak orang berkumpul di tengah jalan

M-mwoya?!! “bingung jiyeon, karena penasaran, ia pun mengikuti para pejalan kaki lainnya

Aku tak melihatnya! Sungguh! Ia tiba-tiba berlari ke tengah jalan dan aku tak sempat menghindar! “ucap seorang namja yang jiyeon yakini sebagai pemilik mobil. Dengan ragu jiyeon menerobos kerumunan untuk melihat

Oppaa!!! “pekik jiyeon histeris, ia langsung berlutut memeluk chanyeol, air matanya mengalir membasahi pipi chanyeol yang berlumuran darah

Tolong oppaku! Jebaalll!! “pekik jiyeon sesenggukkan, ia terus mengusap pipi pucat berlumuran darah chanyeol dan memeluknya

===

Rumah sakit, 5 P.M

Taptaptap

Jiyeon-ah!! Chanyeol eo-eotteyo?!! “panik sang omma, menghampiri jiyeon yang terduduk lemas dengan mata sembab dan baju yang penuh darah chanyeol

Mollayo omma~ eotheokhae~?!! “tangis jiyeon dan sang omma pun mendekapnya erat

Tap tap tap

Taehee-ah~ “panggil seseorang membuat jiyeon dan taehee mengalihkan pandangan mereka

Yoochun?! “kaget taehee

Appa?!! “seru jiyeon, ia tak menyangka akan bertemu sang appa disini

Hyung memberitahu keadaan chanyeol dan aku bertemu dengannya didepan, sedang berbicara dengan orang yang menabrak chanyeol “jelas yoochun pada taehee

A-ah geure?! “gumam taehee

Jiyeon-ah~ gwaenchana, chanyeol akan baik-baik saja “ucap yoochun menghampiri putri bungsunya itu, mengusap bahunya lembut berusaha memberi ketenangan

A-annyeonghaseyo “sapa seseorang, mengalihkan pandangan ketiganya

Eoh? Kau Sehun? “kaget taehee menatap lekat namja didepannya

Ne! Oh Sehun imnida~ Bangapsumnida~ “sapanya sopan

Appa bagaimana keadaan chanyeol hyung? “tanyanya pada yoochun, disaat itu pula jiyeon yang sudah hampir 4 tahun tak bertemu saudara tirinya, setelah acara pernikahan sang appa, menatap lekat sehun, ia hampir lupa raut wajah namja yang lebih muda setahun darinya itu

Mollayo sehun-ah “ucap yoochun menatap pintu ruang UGD

Aku akan membelikan minum “ucap taehee berusaha tersenyum

Aku saja omma~ “ucap sehun membuat taehee menatap terkejut dirinya

A-ah m-mianhae, karena immo dulunya istri appa jadi…. “jelas sehun kikuk mendapat senyum taehee

Gwaenchana sehun-ah~ keunde tetaplah disini, kalian baru saja tiba “ucap taehee mengusap lengan sehun

Jiyeon-ah omma pergi sebentar, tenanglah, chanyeol akan baik-baik saja “ucap taehee membuat sehun menyadari keberadaan jiyeon. Ia sempat terkejut melihat jiyeon yang begitu kacau, mata sembab serta pipi, tangan, pakaian juga sepatunya berlumuran darah

Taehee meninggalkan ketiganya, yoochun segera mengalihkan pandangannya pada jiyeon, menatap sendu putrinya itu

Jiyeon-ah~ uljima ne~ “bujuk yoochun berlutut didepan jiyeon yang tak menghiraukannya

Sehun yang melihatnya tersenyum, ia pun memutuskan untuk menenangkan noonanya ini

Noona~ Chanyeol hyung akan baik-baik saja “ucapnya menepuk-nepuk pelan punggung jiyeon dan duduk disebalahnya. Jiyeon tak begitu menggubrisnya, hanya memandang sekilas sehun yang tersenyum padanya dan kembali menatap pintu ruang UGD

Mianhae jiyeon-ah “ucap yoochun menatap sedih putrinya, ia tahu keadaan chanyeol selama ini, juga jiyeon yang selalu memendam perasaan kesal dan sedihnya akibat masalah keluarga mereka

Gwaenchana, semua tak akan seperti dulu walau appa mengatakannya ribuan kali “ucap jiyeon dingin tanpa mengalikan pandangannya, membuat sehun terkejut, ia tak pernah tahu bagaimana rasanya menjadi jiyeon, walau ia sempat mendengar kabar akan chanyeol, ia tak pernah membayangkan seberapa besar akibatnya bagi keluarga tirinya itu

Yoochun yang mendengarnya terdiam, ia tahu jiyeon belum sepenuhnya menerima keputusannya dan taehee untuk berpisah, apalagi dirinya yang memiliki keluarga lagi sekarang.

Ckleek

Eoh?!! Chanyeol oppa??! “jiyeon dengan cepat berdiri, menatap dokter pribadi keluarga Park dengan cemas

Gwaenchana, ia baik-baik saja, keunde kami sempat kesulitan karena beberapa organ tubuhnya yang mulai rusak akibat minuman keras dan ….. “sang dokter tak melanjutkan perkataannya setelah melihat raut sedih jiyeon

Kau bisa menemaninya, kami akan memindahkannya ke ruang rawat “ucap sang dokter mendapat anggukan jiyeon yang menghampiri ranjang dorong chanyeol

Kim Jaejong, eorenmariya~ “sapa yoochun mendapat senyum dokter Kim alias jaejong

Ne! Bangapda yoochun-ah “ucapnya mengalihkan pandangan pada jiyeon yang terus menatap khawatir chanyeol dan sehun yang dengan kikuk menemani jiyeon

Kau memiliki putri yang tangguh “ucap jaejong memandang sendu jiyeon

Kemana saja kau dan taehee saat chanyeol dan jiyeon membutuhkan kalian?!! Aku tahu, aku tak berhak mencampuri urusan kalian, keunde aku tak ingin keadaan chanyeol memburuk dan jiyeon semakin terpukul, mereka tak pantas mendapat akibatnya “ucap jaejong segera memerintah beberapa suster untuk menyiapkan keperluan chanyeol

Ne, saat itu aku harus mengurus berbagai hal dan ….

Tak perlu kau jelaskan padaku, jelaskan pada chanyeol dan jiyeon “ucap jaejong segera berpamitan

Yoochun kembali menunduk lemah, ia tahu hal seperti ini akan terjadi, dengan gontai ia berjalan mengikuti jiyeon yang sudah lumayan jauh didepan

===

Kamar rawat VVIP no. 006

Jiyeon terus menatap chanyeol yang belum sadarkan diri. Ia begitu khawatir, takut dan gelisah, namun juga kesal dan marah pada chanyeol, sang oppa. Ia kesal karena sang oppa mengambil jalan yang salah untuk menghibur diri dan marah karena kondisi sang oppa yang melemah setiap harinya.

Jiyeon tak menghiraukan pakaian dan pipinya yang penuh darah. Ia terus menatap chanyeol dengan berbagai perasaan yang berkecamuk di hatinya

Babo! “seru jiyeon membuat yoochun dan sehun menoleh kaget padanya

Neo babo! “seru jiyeon lagi, menatap kesal chanyeol yang terlihat begitu pucat

Kau boleh melakukan apapun jika kau kesal dan sedih! Keunde jangan menyusahkan orang lain!! “bentak jiyeon terus memandang kesal chanyeol membuat yoochun kembali bungkam

Kau menyusahkanku! Dasar berandalan!!! “pekik jiyeon menyandarkan dirinya kasar pada sofa di samping kiri chanyeol

N-noona~ “panggil sehun, walau ia tak tahu harus melakukan apa, ia hanya berusaha mengalihkan pikiran jiyeon

Mwo?! “ucap jiyeon kesal menatap sehun yang duduk diseberang ranjang chanyeol

A-anhi… “ucap sehun kikuk menunduk takut. Jiyeon yang melihatnya segera menghela nafas dan memejamkan matanya sebentar

Mian sehun-ah “ucap jiyeon membuat sehun tersenyum

Gwaenchana noona-ah “jawab sehun riang, setidaknya jiyeon tak marah padanya

Appa akan menyusul taehee omma di ruang dokter Kim “ucap yoochun yang sempat tersenyum mendengar ucapan jiyeon dan sehun

Noona mianhae “ucap sehun lagi setelah memastikan sang appa keluar

Wae? “tanya jiyeon berusaha bersikap ramah pada sehun

Mmm mianhae~ karena appa menghabiskan banyak waktu denganku…

Ck! Wae kau berkata begitu?! Jangan meminta maaf untuk kesalahan yang tak kau lakukan! “seru jiyeon membuat sehun terkejut, pasalnya jiyeon kembali terlihat kesal padanya

E-eoh m-mianhae n-noona “ucap sehun pelan

Ck! Minta maaf lagi?!! Neo jinja! “kesal jiyeon membuat sehun menunduk takut

Ya ya ya! Mwohaneungoya?!! “bingung jiyeon karena sehun yang terus menunduk

N-ne? “dengan ragu sehun menatap jiyeon yang terlihat mengerikan baginya

Ck! Haah!! Oh sehun! Kau tak perlu begitu, aku tak marah padamu, aku tak menyalahkanmu, chanyeol oppa pun begitu, ini masalah mereka, kita hanya korban, jangan minta maaf untuk hal yang tak kau lakukan. Aku tak ingin memiliki dongsaeng penakut dan lemah! Arra!! “ucap jiyeon yang begitu diperhatikan sehun, namja ini pun mengangguk senang mendengar penuturan sang noona

Ne noona “angguk sehun membuat jiyeon hampir tertawa jika tak ia tahan. Baginya namja didepannya ini terlihat seperti anak berusia 10 tahun daripada 18 tahun

===

Jiyeon terus menatap khawatir chanyeol, sejak beberapa menit lalu, sehun yang sepertinya kelelahan akhirnya tertidur disisi kanan ranjang chanyeol

Ck! Kau menyusahkan! Seharusnya aku sedang bersantai di rumah saat ini! “gerutu jiyeon menatap kesal chanyeol

Walau kesal, tak dapat dipungkiri bila jiyeon pun khawatir. Matanya kembali memerah dan air matanya tak mampu ia tahan lebih lama lagi

Bisakah kau berhenti eoh?! Kau merepotkanku! Bertengkar denganmu, memikirkan keadaanmu membuatku lelah oppa~!!! Jebal berhentilah “tangis jiyeon, ia membaringkan kepalanya di sisi kiri chanyeol, merasakan tangan dingin sang oppa di pipinya

Ckleeek

Jiyeon segera menghapus air matanya saat pintu terbuka

Jiyeon-ah taehee omma sedang dalam perjalanan pulang, ia mengambil keperluan chanyeol untuk di bawa ke sini, ia memintamu untuk mengirim pesan padanya jika ada barang yang ingin kau bawa kemari “jelas yoochun, jiyeon hanya menatap sekilas sang appa dan kembali pada chanyeol

Aku hanya butuh pakaian baru, appa bisa memberitahu omma? Ponselku mati “ucap jiyeon, sejak tadi ia hanya menutupi baju berlumuran darahnya dengan jaket sang omma

A-ah geure, aku akan menghubunginya “ucap yoochun kikuk

===

Keesokan harinya, 1 P.M

Rumah sakit, kamar rawat Chanyeol

Jiyeon dengan tergesah melangkahkan kakinya menuju kamar rawat chanyeol. Ia tahu sejak pagi tak ada yang menjaga chanyeol setelah ia berangkat kuliah. Sang omma harus kembali mengurusi bisnis dan sang appa yang tentunya memiliki kesibukan lain dengan keluarganya. Membuat jiyeon menjadi satu-satunya harapan

ckleeek

Jiyeon membuka cepat pintu kamar rawat chanyeol dan bergegas masuk untuk melihat keadaan chanyeol. Namun dahinya mengerut saat melihat orang lain di sana

Noona annyeong~ “sapa sehun riang

Neo?! Wae kau kemari? “tanya jiyeon dingin

Ne? Hmmm a-aku hanya ingin menjenguk hyung “ucap sehun menunjuk chanyeol yang belum juga sadar

Ck! Geure! “ucap jiyeon cuek segera memeriksa keadaan chanyeol sementara sehun hanya memperhatikannya dengan kikuk

N-noona “panggil sehun ragu mendapat tatapan tajam jiyeon

Mwo?! “tanya jiyeon yang sedikit kesal dengan tingkah sehun

A-anhi “ucap sehun cepat, ia hanya ingin akrab dengan jiyeon namun nyalinya ciut melihat sikap jiyeon

Jiyeon yang mengerti hanya memandang malas sehun, ia tau sikapnya keterlaluan dan ia menyesali itu, tapi melihat sehun yang ‘ketakutan’ membuatnya kesal

Kau kuliah dimana? “tanya jiyeon dengan gaya, yang bagi sehun, terlihat seram

E-eoh? “kaget sehun, ia terkejut setengah mati

Ck! Kau ini! Apa aku begitu menyeramkan?!! “kesal jiyeon yang tahu ekspresi takut sehun

A-anhiyo noona~ k-keunde noona seperti marah padaku “ucap sehun ragu membuat jiyeon sadar akan gaya bicaranya

Ah mianhae! Kau kuliah dimana? “tanya jiyeon lagi lebih ramah membuat sehun tersenyum

Seoul University, sama denganmu noona “ucap sehun riang membuat jiyeon terkejut

Eoh?!! Wae aku tak pernah melihatmu?! “bingung jiyeon

Gedung kuliah kita terpisah noona, hanya beberapa matakuliahku yang berada di gedung kuliah noona, jadi wajar noona tak melihatku “jelas sehun mendapat anggukan jiyeon

Geure, begitu rupanya “gumam jiyeon kembali menatap chanyeol

Keunde, aku sering melihat noona saat melewati perpustakaan, dan juga sering melihat noona di kantin, noona selalu memesan minuman dingin bahkan saat udara dingin, dan…

Ya ya ya!! Kau menguntitku eoh?!! “bentak jiyeon membuat sehun terlonjak kaget

A-anhiyo noona, hanya saja aku sering melihat noona “jawab sehun takut

Jinja?!!! Wae aku tak pernah melihatmu?! “kesal jiyeon memandang curiga sehun

N-ne?! M-mollayo noona, mungkin karena banyak yang mengerumuni mejaku jadi…. “cengir sehun

Eh? Chankaman!! Mengerumuni mejamu? Kau berdagang? Bukannya mahasiswa dilarang berjualan di area kampus? “tanya jiyeon membuat sehun membelalak kaget dan langsung menggeleng kepalanya lucu

A-anhi noona~ ….

Hoksi… Oh sehun? Hmmmm “jiyeon terus berpikir karena walau samar, setahun belakangan, tepatnya setelah penerimaan mahasiswa baru, ia pernah mendengar nama dongsaengnya itu di sebut yeoja-yeoja di kampus, sehun yang melihat ekspresi jiyeon kembali terkekeh

Yaaak!!! Kau si pangeran kampus itu eoh?!! “pekik jiyeon mendapat senyum dan anggukan sehun

Mwoya?! Namja lembut sepertimu? Pangeran kampus?! Aku pikir pangeran kampus itu namja tegas, pemberani, kuat dan berkharisma “ucap jiyeon tanpa menyadari ucapannya terkesan menyindir

Jiyeon yang menyadari ucapannya langsung menoleh pada sehun, mendapati dongsaeng tirinya itu hanya memanyunkan bibirnya kesal

Yak! Mian! Habisnya tingkahmu lembut sekali! Denganku saja kau takut, bagaimana bisa kau jadi pangeran kampus “ucap jiyeon yang bukannya menghibur malah semakin membuat sehun depresi mendengarnya

Aigoo~!! Mian mian “seru jiyeon lagi

Gwaenchana noona “ucap sehun menunjukkan senyumnya

Ckleek

Eoh?! Omma~?! “seru sehun yang terkejut dengan kedatangan sang omma

Sehun-ah~ “panggil nyonya Oh segera memeluk sehun, membuat jiyeon tersenyum melihatnya, apalagi disana ada sang appa, membuatnya kembali teringat kenangan masa kecilnya

Jiyeon-ah annyeong “sapa nyonya Oh ramah

Ne, annyeonghaseyo imonim, bangapsumnida “ucap jiyeon berusaha untuk tersenyum

Nyonya Oh, yoochun dan sehun terkejut mendengar panggilan jiyeon, sementara jiyeon hanya melirik bingung pada ketiganya

Panggil aku omma, bukankah kita juga keluarga “ucap nyonya Oh ramah

Ne?! Ne! O-omma “ucap jiyeon kikuk, membuat sehun kembali tersenyum

Bagaimana keadaan chanyeol? “tanya nyonya Oh pada ketiganya

Ia baik, istirahat dan mendapat pengobatan intensif akan mempercepat kesembuhannya “jelas yoochun yang juga disimak baik oleh jiyeon

Jiyeon kembali menatap khawatir chanyeol, digenggamnya erat tangan sang oppa yang tak kunjung sadar. Nyonya Oh yang melihatnya menoleh sedih pada yoochun yang berdiri bersama sehun.

Oppa~ “batin jiyeon sedih, menggenggam erat tangan chanyeol

~To Be Continue~

Annyeonghaseyo~

Angeljypark imnida, author batu di HSF Fanfiction. Cerita ini hasil imajinasi author, semoga kalian menyukainya. Kamsahamnida~ ^_^

31 responses to “[Chapter-Part 1] I Love My Brother

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s