[FICLET] How We Met

hwm-bs

Quinniechip’s Present

How We Met

Starring by Byun Baekhyun & Bae Suzy

A Romance Ficlet for Teenager with Parental Guidance


Sial! Mengapa hujan harus turun di saat seperti ini?

Mungkin sudah sekitar dua puluh lima menit aku terjebak di tempat ini. Halte bus yang letaknya tak jauh dari kampusku. Mungkin aku harus menyalahkan dosen tua yang telah menahanku selama lebih dari lima jam demi menunggunya selesai memberikan materi dan kemudian membicarakan  perihal absensi kehadiranku yang telah kosong beberapa hari ini.

Jangan menuduhku sebagai mahasiswa pemalas yang memiliki hobi kabur dari setiap kelas. Walaupun aku tidak memiliki prestasi yang cemerlang di bidang apapun, tapi setidaknya aku bukan tipe pemuda tanpa masa depan. Aku masih memiliki orang tua yang menunggu kesuksesanku. Ya, walau aku tahu bahwa pada akhirnya aku akan bekerja di perusahaan keluarga yang saat ini dipimpin oleh ayahku.

Hei, aku tidak akan bisa masuk dengan cuma-cuma, karena aku bukanlah pewaris tunggal. Ini perusahaan keluarga yang kebetulan berhasil dibesarkan oleh ayah.  Daripada meneruskan bisnis keluarga, sebenarnya aku memiliki keinginan untuk membentuk perusahaanku sendiri dari nol. Aku tahu itu sulit, tapi bukankah itu gunanya usaha.

Ah, bicara tentang absensiku yang kosong beberapa hari ini, sekali lagi aku katakan ini bukan karena ulahku sendiri. Nenek merayakan ulang tahunnya yang keenam puluh tujuh di kampung halamannya dan mengajak seluruh anggota keluarganya untuk berkumpul di Busan, atau lebih tepat jika kukatakan bahwa nenek memaksa seluruh anggota keluarganya untuk berkumpul di Busan.

Pada awalnya aku sudah meminta izin untuk tidak ikut ke Busan, karena ini bukan waktu libur dan masih banyak kelas yang harus aku ikuti, apalagi setelah aku gagal naik tingkat pada semester kemarin. Aku benar-benar bodoh ya..

Tapi bukan nenek dari Byun Baekhyun jika tak berlebihan. Izinku sama sekali tak diterima. Nenek langsung duduk dan menangis tersedu di hadapanku. Menangis dengan batuk yang aku tahu hanya dibuat-buat. Mungkin jika ada orang asing yang melihat kejadian ini, mereka akan menganggapku sebagai cucu durhaka yang berlaku kurang ajar pada neneknya sendiri. Tapi tidak sama sekali bagiku, rasa ibaku untuk nenek sudah hilang, nenek sudah terlalu sering melakukan taktik ini. Dan aku tak lagi bisa dibohongi.

Merasa bahwa tak ada respon lebih dariku, membuat nenek kembali melancarkan aksinya.

“Nenek sakit, Baek.. Kanker ini akan terus menggerogotiku, dan waktuku tak akan lebih dari satu tahun lagi.”

Duh, lagi-lagi seperti ini.

Jangan kaget, nenek berbohong. Tidak ada penyankit kanker ganas dalam tubuhnya. Nenek tidak memiliki penyakit berat kecuali sistem kekebalan tubuhnya yang kian melemah seiring bertambahnya usia.

Tapi mengingat bahwa usia nenek sudah memasuki enam puluh tujuh, membuatku berpikir sekali lagi, bagaimana jika nenek benar-benar tiada tahun depan, bagaimana jika benar bahwa tahun ini adalah perayaan ulang tahun terakhirnya. Memikirkannya membuatku merinding. Walaupun nenek begitu manja dan berlebihan, tapi aku menyayangi nenek, sangat. Jadi, aku memutuskan untuk ikut menghadiri ulang tahun nenek di Busan.

Wahai hujan, kapan kau akan berhenti..

Baiklah, ini sudah memasuki menit keempat puluh sejak aku menunggu hujan ini berhenti. Ini juga kesembilan kalinya aku melirik jam yang melingkar di pergelangan tanganku. Pukul tujuh lebih. Masih jauh dari kata larut, tapi seharusnya aku sudah berada di depan televisi sambil menyantap sebungkus snack dan menonton pertandingan sepak bola favoritku. Dan kemungkinan besar rencanaku akan gagal.

Karena terlalu dalam bergelut dengan pikiranku sendiri, membuatku harus kembali melewatkan bus untuk yang ketiga kalinya. Bodoh memang. Tapi apa dayaku, baterai ponselku kehabisan daya setelah kumainkan sepanjang hari, dan alhasil tidak ada alat untuk berkomunikasi.

Aish!

Aku benar-benar merindukan motorku saat ini. Sudah dua hari ia masuk bengkel karena kecelakaan kemarin lusa.

Seorang pria berkebangsaan China menabrakku dari belakang dan menyebabkan bagian belakang motorku hancur cukup parah. Aku terjatuh, tapi untung saja tidak mengalami luka serius, hanya beberapa goresan di bagian siku dan kaki bagian bawah. Untungnya lagi lelaki China itu mau bertanggung jawab dengan membayar seluruh kerusakannya bahkan jika perlu ia akan menanggung biaya pengobatanku.

Awalnya aku menolak, melihat bahwa kondisinyapun tak lebih baik dariku. Motornya hancur total, bukan karena tumbukan denganku, tapi karena jatuh terbanting dan membentur bahu jalan. Kepala lelaki China itu mengeluarkan begitu banyak darah. Kelihatannya parah, dan akupun tak tahu bagaimana caranya ia menahan sakit, meminta maaf padaku masih dengan bahasa yang sopan dengan darah yang mengucur deras dari kepalanya.

Tapi mengingat wajah ayah yang pasti akan mengeluarkan amarahnya atas apa yang telah kulakukan pada motor yang telah ayah percayakan padaku, apapun alasannya. Dengan rasa sungkan yang luar biasa, akhirnya aku menerima seluruh ganti ruginya, kecuali biaya rumah sakit karena aku benar-benar tak membutuhkannya.

Melihat bahwa hujan sudah sedikit reda, aku memutuskan untuk berlari menuju mini market terdekat. Sekedar untuk menghangatkan diri dan mencari stop kontak untuk mengisi ulang baterai ponselku. Walaupun masih bisa dikatakan deras, tapi tak apalah, lebih baik pulang dengan baju basah kuyup daripada harus menunggu hujan berhenti dan terjebak di tengah halte bus.

Sejak langkah pertama aku sudah mempercepat lariku, berusaha untuk tak terlalu lama bergelut dengan hujan. Karena terlalu fokus dengan lariku, aku tak menyadari jika segerombolan gadis sedang berjalan dari arah yang berlawanan denganku. Tiga yang lain masih bisa menghindariku, tapi satu orang yang tertinggal di belakang tampak sibuk dengan barang bawaannya. Tak sempat lagi aku mengerem kecepatan lariku, sampai pada akhirnya..

Buuugghh..!

Payung yang digenggamnya terlempar ke belakang. Barang bawaannya ikut terlempar tak jauh darinya. Aku terjungkal ke belakang, begitu juga dengannya. Dan ia jatuh tepat di atasku.

So dramatic..

Aku terdiam begitu juga dengannya. Mataku dan miliknya berpandangan. Cantik. Itulah yang kesan pertama muncul saat aku memandang wajahnya. Dia begitu manis dari jarak sedekat ini.

“Suzy, palliwa!

Ia sadar dan langsung bangun dari posisi aneh bersamaku. Aku bangun lebih dulu dan membantu gadis ini mengambil payung hijaunya yang terlempar cukup jauh selagi ia membereskan barang bawaannya. Dengan wajah yang masih tampak bingung aku menyerahkan payung miliknya. Ia menerimanya dengan senyuman yang –kuakui– sungguh manis.

“Maaf,” Ucapnya masih dengan senyum manisnya, “Dan terima kasih..”

Ia berlari meninggalkanku, berlari menuju teman-temannya. Sekujur tubuhnya basah, tak ada bedanya denganku. Aku sudah tak peduli lagi bahwa aku harus berdiam lama di tengah hujan seperti ini. Semuanya seakan tak terasa. Ia bagaikan magnet yang menarik seluruh perhatianku untuk mengikuti setiap gerak-geriknya. Sebelum ia menghilang ditelan hujan.

Aku mengingatnya, si cantik bernama Suzy..

kkeut!

Hai semua..!

Em, aku cuma mau bilang, ini cerita terakhir aku sebelum hiatus T.T

Sebagai siswa kelas 12 yang mau ujian, yang waktunya banyak banget kesita buat persiapan segala macemnya dan belajar u.u

Minggu depan udah ujian praktek, dilanjutin lagi sama persiapan UN, belum lagi try out dan tetek bengeknya. Lelah ue~

Seminggu ini aja, mau buka laptop aja rasanya udah susah banget. Berangkat pagi pulang malem, di rumah cuma buat tidur, udah kaya bang toyib pulang harian ._.

Jadi sepertinya hiatus adalah pilihan paling bijak, daripada akunya ngilang tanpa jejak

WISH ME LUCK BUAT UN YA! SEBELUM MAUPUN SESUDAHNYA~

COMMENT PLEASE! SARANNYA JUGA BOLEH KOK~ LOVE YA ALL (づ。◕‿‿◕。)づ (♥͡З♥͡)

See you next two month  Penguin Waving Goodbye animated emoticon

10 responses to “[FICLET] How We Met

  1. Omaigattt so swett walau cuma ngga sengaja tabrakan ah nomu chuaheyoo (ヘ。ヘ)ditunggu karya karya lainya ya kak terutama tentang suzy exo ~ gomawo authornim 😍

  2. Pertemuan pertama yg berkesan, semoga mereka bisa bertemu lagi nantinya… cerita yg sederhana tp manis, menghibur…
    Semoga sukses dengan UN nya, selalu semangat author, fighting!🙂

  3. Hiyaa duh ceritanya ringan tapi sweet~
    Nggak nyesel deh baekhyun nunggu lama sampe akhirnya kehujanan tapi ujung ujungnya ketemu sama cewek secantik suzy hehe
    Maunya sih ada sequel, tapi mau hiatus ternyata~
    Nice story! Suka banget
    Sukses buat UN-nya! Semangat!

    • Ahaha dijamin deh dari yang awalnya bersungut-sungut gara-gara hujan bakal langsung senyum-senyum sendiri /colekbaek/
      Aamiien~ Makasih sudah baca dan komentar ^^ Luv ya ❤

  4. Padahal baru aja aku mau minta sequel eh ternyata kamu malah mau hiatus haha
    Btw, ceritanya sweet. Singkat tapi ada manis-manisnya gitu (?) Ini *kayaknya* ff baekzy pertama yang ku baca. Biasanya aku baca myungzy sih hihi. Dan gegara kolaborasi mereka, aku jadi penasaran sama ff ini. Sekali-kali cari suasana baru kan nggak apa.
    Oiya, good luck ya buat UN-nya dek ^^

    • Ihihi iya u.u niatan buat sequel sih ada tapi apalah daya keadaan ini tidak memungkinkan /apasih/
      Wew ada manis-manisnya ini iklan atau apa ya ._. ini juga ff baekzy yang pertama aku buat dan iya juga, aku pake cast ini karena kolaborasi mereka nyanyi ihihi~
      Aamiien makasih ya kak~
      Makasih sudah baca dan komentar ^^ Luv ya ❤

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s