[CHAPTER-5] BEAUTIFUL LIAR

beautiful liar pt1

© Poster by @farvidkar

Tittle: Beautiful Liar – Part 5 | Author: farvidkar | Genre: Action, Crime, Romance | Cast: L Kim / Kim Myung Soo, Bae Suzy | Other cast: Kim Soo Hyun, Kim Kai/ Kim Jong In, Byun Baek Hyun, Shim Chang Min, Zelo, Lee Seung Gi, Ahn Jae Hyun and etc | Rating: PG-17

A/N: Asli buatan sendiri dengan imajinasi yang datang sendirinya. Tidak ada maksud lain dengan karakter yang dibuat. Jika terdapat kesalahan dalam penulisan harap dimaklumi. Fanfiction ini sudah pernah saya publih di blog pribadi

 

The last part [part 1] [part 2] [part 3] [part 4]

“Mereka adalah Makersout yang legendaris! Kau harus mengetahui hal ini Seunggi-ah, mereka telah dibayar untuk memata-matai Hansol group” Suzy mematung di tempatnya, kedoknya telah terbuka dan diketahui oleh ketiga pria itu, L juga mendengar pembicaraan dari kedua pria yang ada di ruang tamu.

Tidak ada yang dapat disanggah Suzy, perlahan gadis itu mengambil beberapa pisau dapur yang tak jauh dari tempatnya. Kemudian menyerang L dengan melemparkan pisau tajam itu ke arah punggung pria itu. Dengan gesit L menghindar dan tangannya menangkap pisau tajam yang kini berlumuran darah. Gadis itu terus saja berusaha menyerang orang yang badannya lebih tinggi. Hanya Suzy yang terus-terusan memberi serangan, sedangkan L hanya berusaha menghindar. Tersadar akan apa yang terjadi di ruang makan, Seunggi dan Soohyun datang membantu. Kini satu lawan tiga. Suzy menaikan alisnya, lantas kedua tangannya bermain-main memutar pisau itu kemudian menggunakan apa yang selama ini diajarkan Changmin, mengoptimalkan keadaan dirinya yang dapat dikatakan kecil jika dibandingkan dengan ketiga pria yang kini mencoba menangkapnya. Seunggi yang tak peduli di depannya adalah seorang wanita mulai memberi perlawanan, menggunakan kaki panjangnya menendang perut Suzy hingga gadis itu tersungkur di lantai. L bukannya berterimakasih kepada sunbaenya yang berhasil melumpuhkan gadis itu, malah dengan terang-terangan mengarahkan tonjokkan yang mampu membuat Seunggi ikut tersungkur ke belakang.

“Gwenchana?” tanya L mencoba membantu satu-satunya gadis di tempat itu berdiri. Suzy menyadari keadaan telah berbalik, tanpa menunggu aba-aba langsung mengarahkan sebuah pisau yang tersisa di tangannya itu ke leher L. Tidak menusuk atau melukai pria itu. Soohyun lantas mengarahkan pistol yang tersimpan di sakunya ke arah Suzy, diikuti Seunggi yang masih setia kepada L.

“Mian” gumam Suzy, tanpa aba-aba ia melempar pisau lipat itu kearah lengan Soohyun. Dengan lincah ia meraih pistol yang tergeletak jatuh di lantai kemudian balas menodongkan pistol itu kearah satu-satunya pria yang memegang pistol.

“Detektif Lee, aku sangat menghormatimu. Tetapi jika kau membahayakanku, maka aku tidak akan segan-segan untuk membahayakanmu” Suzy perlahan mundur ke arah pintu keluar. Ia tidak bisa berlama-lama di tempat ini.

“Ternyata kau licik juga, Bae Suzy-ssi” sahut Seunggi. Ia bekerja sebagai detektif dan tak pernah takut dengan yang namanya ancaman. Ia semakin mendekat kearah gadis itu dan bersiap-siap menarik pelatuk.

“Hyung, kau tidak sungguh-sungguh akan menembaknya kan?” bisik L. Saat ini pria itu tidak bisa apa-apa selain diam dan berhati-hati. Dia tidak memiliki senjata.

“Aku tidak pernah bermurah hati” ucap Seunggi dengan senyum miringnya. Suzy lantas memutar knop pintu secara perlahan di balik punggungnya. Tangan kanan gadis itu masih mengarahkan pistol kearah Seunggi.

Inilah kesempatan satu-satunya bagi Suzy. Ia menatap L dengan tatapan yang sulit diartikan. Ada penyesalan, dan rasa sedih serta terima kasih. Kemudian terdengar bunyi letusan senjata. Kepulan asap ringan keluar dari mulut pistol yang dimiliki Seunggi. Namun sekejap kemudian Suzy menghilang di balik pintu.

Myungsoo tak tahu harus berterima kasih atau mengutuk sunbaenya itu. Di pintu apartmentnya terdapat bercak darah. Seunggi masih berdiri dengan kokoh tanpa luka sedikitpun, berarti darah itu adalah milik Bae Suzy. Dengan mengetahui fakta itu, dia merasa ada hal ganjal di hatinya. Apakah dia sedih?

“Myungsoo-ya! Jangan melamun saja! Cepat bantu aku mengajar wanita itu! dia berhasil kabur! Soohyun-ah! Sebentar lagi ada tim medis yang akan mengurusmu!” teriakan Seunggi menyadarkan Myungsoo yang membatu. Lantas ia langsung berlarian mengikuti jejak darah yang berceceran di lantai.

Myungsoo yakin gadis itu pasti tidak akan lari jauh dari tempatnya sekarang. Ruangan private milik Myungsoo ini terletak di lantai 67. Akan sangat sulit bagi gadis itu untuk terus menuruni tangga dalam keadaan terluka. Myungsoo terus mengikuti bercak darah yang melewati tangga darurat hingga bercak darah itu menghilang di lantai 51. Jejak terakhirnya ada di ruangan serba luas yaitu kantornya. Ada banyak kursi dan meja tempat staff pemasaran dan bercak darah gadis itu hilang di sini.

“Arrgghh!” Myungsoo frustasi. Para security beberapa menit lagi baru akan tiba disini. Dia menyesal hanya menempatkan security di lantai dasar saja.

“Myungsoo! Bagaimana? Kamu berhasil menemukannya?” Seunggi terlihat kelelahan karena mengejar Myungsoo.

“Ani hyung” jawabnya singkat. Otak sistematis Myungsoo kali itu diuji. Ia menghitung seberapa mungkin gadis itu akan bertahan dan terkulai lemas kehabisan darah. Seberapa besar persentase gadis itu berhasil lolos dari gedung ini.

“Kita geledah tempat ini. Dia terluka pasti akan sangat menyulitkan langkahnya. Dia juga bermata minus dan tadi kuperhatikan dia hanya memakai softlens, kuperkirakan dia tak akan bertahan karena matanya tadi terlihat merah” Myungsoo mengangguk. Benar, sepertinya gadis itu tidak melepaskan softlens sejak dia dibawa oleh Myungsoo dari tempat Soohyun.

“Kalau begitu kita berpencar hyung” perintah Myungsoo.

Di sisi lain seorang gadis sedang bersusah payah menyeret kakinya yang kelelahan di basement gedung ini. Bahu kirinya berdarah dan matanya sudah sangat perih dan gatal. Ia tak sanggup berjalan lagi. Hari sudah semakin larut dan dia harus segera mencari tempat untuk bersembunyi.

Susah payah ia berhasil menghindari beberapa security hingga berhasil sampai ke luar wilayah gedung itu, kini Suzy hanya perlu mencari tempat bersembunyi. Dari jauh ia melihat sebuah taman dengan pepohonan yang lumayan tinggi. Suzy tak mau membuang waktu lagi dan langsung bergegas ke taman itu.

Gadis itu duduk meringkuk di balik semak sambil mengeluarkan handphone milik Myungsoo yang berhasil dicurinya. Kemudian gadis itu mengetikkan beberapa digit angka yang dihafalnya.

“Yeobseo, oppa ini aku Suzy”

Tak berapa lama Suzy sudah berhasil berkumpul dengan kembali dengan teman-temannya. Baehyun dan Zelo tak henti-hentinya menanyakan apakah gadis itu baik-baik saja. Ditambah Yoogeun yang terus menangis karena melihat bahu noona-nya itu mengeluarkan darah.

“Sudah kubilang, aku baik-baik saja. Jangan berlebihan seperti itu” ujar Suzy. Sebenarnya gadis itu terus berlagak sok kuat dan berusaha tidak meringis.

“Suzy-ssi lebih baik kau istirahat dulu. 15 menit lagi kita sampai” ucap Ahn Jaehyun yang masih sibuk menyetir.

Lima belas menitpun terlewati dan kini mereka sampai di rumah keluarga Ahn. Ahn Jaehyun turun dari mobilnya diikuti Changmin serta Baekhyun dan Zelo yang membantu memapah Suzy.

“Kalian tidurkan saja dia disini, aku akan segera kembali membawakan peralatan medis” Jaehyun meninggalkan mereka semua di kamar tidur yang dulu ditempati orangtuanya. Disitu masih tersisa foto ibu kandungnya yang dipajangnya kembali setelah ayah dan ibu tirinya cerai.

“Zelo-ya kau bantu Jaehyun ambil perkakas” perintah Chanmin yang dijawab anggukan oleh Zelo.

“Dan kau Baekhyun, periksa sekitar rumah. Jangan sampai ada yang mengawasi atau membuntuti kita”

“Ne, hyung” Baekhyun langsung berlari keluar rumah. Luka yang dideritanya tidak separah luka yang diderita Suzy.

“Changmin hyung, apa Suzy noona akan baik-baik saja?” tanya Yoogeun, ia menatap Suzy yang mulai lemas di atas kasur milik orangtuanya. Changmin hanya mengangguk dan berdoa semoga Suzy akan baik-baik saja.

Tiga jam kemudian, semuanya tertidur dan mengistirahatkan tubuhnya. Hanya Jaehyun yang masih terjaga. Ia tidak bisa tidur dan berusaha memastikan agar adiknya itu menerima infus dengan baik. Ya, Bae Suzy adalah adik kandungnya yang dibawa pergi oleh ibunya.

Sebetulnya ia telah berbohong pada Changmin cs kalau semuanya akan baik-baik saja, pasalnya dia sendiri tidak yakin dengan apa yang dia perbuat. Dia keluar dari sekolah kedokteran dengan kemampuan pas-pasan dan kini dia mempraktekkannya dengan mengeluarkan peluru yang bersarang di bahu adiknnya itu. Walaupun sudah berhasil keluar, tetapi ia tidak tahu apakah tidak ada efek sampingnya pada Suzy. Terutama lagi selang infus yang dipasangnya itu, dia tidak yakin akan bertahan berapa lama lagi karena cairan yang ada di rumahnya sisa satu botol.

“Kumohon sadarlah, aku tidak ingin kehilangan anggota keluarga lagi” gumam Jaehyun.

 

2 Tahun kemudian

“Mr. Byun tolong tanda tangani dokumen ini” pria bule yang diketahui sebegai sekertaris perusahaan ini berusaha mengejar atasannya yang selalu bertingkah sesuka hati.

“Okay sudah. Kau puas sekarang hm?” Bernard Byun kemudian meninggalkan gedung perusahaan itu dengan menaiki Lamborghini merah yang baru dibelinya.

Byun Baekhyun bertahan hidup menjadi Bernard Byun dengan sisa uang yang dimiliki Ahn Jaehyun. Mereka pergi ke California bersama Suzy, Changmin, Zelo, dan Yoogeun untuk memulai hidup baru. Lari sebagai buronan bukanlah yang yang mudah. Tiga bulan pertama terasa sulit namun lama kelamaan mereka mulai terbiasa dengan identitas barunya.

“Hello Stephani? Ah I miss you so bad” sapa Bernard di ujung telefon. Setelah 2 tahun melewati hidup susah, sifat pria itu tidak berubah sama sekali.

“Oh jerk berhenti bicara seperti itu” kata seseorang di seberang sana.

“Hahaha.. jadi kapan kau datang? Aku ingin segera menikahimu” kata Bernard yang dijawab dengan cekikikan oleh Stephani.

“Kau serius Baehyun-ah? Kau harus melewati kakak dan adikku dulu”

“Jangan panggil nama asliku! Aku sudah muak dengan nama itu”

“Arraseo. Tunggu aku minggu depan okay? Penerbangan pertama dari Miami” setelah itu sambungan telpon terputus. Baekhyun geleng-geleng kepala dan kembali memfokuskan diri untuk menyetir.

Suzy berganti nama menjadi Stephani Ahn. Hidup kembali menjadi adik dari Michael Ahn yang merupakan pengusaha di California yang juga merupakan atasannya Baekhyun dan Changmin di kantor. Suzy bekerja menjadi photographer professional. Sudah tiga kali dia membuka galeri photo dan sukses besar. Suzy hidup berpindah-pindah dari satu tempat ke tempat lain untuk mencari mangsa yang bagus untuk di foto.

Suzy dalam sekejap meraup uang yang sangat banyak tanpa harus bersusah payah menjadi orang jahat demi seraup bayaran. Dan kini dia menyadari kebodohannya.

“Harusnya dari dulu aku hidup seperti ini” gumam Stephani namun masih bisa didengar oleh Zelo.

“Noona, lupakan semua masa lalumu dan hiduplah dengan tenang seperti ini” ujar Zelo mengingatkan. Inilah alasan kenapa Suzy atau Stephani itu tidak bisa ditinggalkan sendirian. Gadis itu butuh teman untuk menguatkannya, dan satu-satunya orang yang bisa diajak pergi berkeliling dunia hanyalah Zelo yang tidak memiliki keahlian berbisnis.

Dua tahun terakir ini Zelo hidup sebagai Steven Choi yang merupakan asisten Stephani Ahn. Zelo akan mengurus semua keperluan galeri gadis itu dan Zelo yang selalu berinteraksi dengan orang luar. Itu semua dilakukannya karena Suzy tidak pernah menampakkan dirinya sebagai Stephani Ahn yang merupakan seorang photographer. Bahkan dia terkenal sebagai S. Ahn yang misterius dikalangan pecinta seni.

“Hei, habis dari California kau ingin kemana? Tokyo? Bangkok? Jakarta? Atau Paris?” Zelo berusaha menimbang-nimbang sesuatu.

“Bagaimana kalau ke Tokyo? Aku ingin makan ramen di sana”

“Sipp! Selama aku masih banyak uang, kita harus bersenang-senang disana”

 

Seoul, South Korea

“Maaf sajangnim, saya mendapat telfon dari kepolisian kalau anda diminta pergi kesana sekarang juga” L menatap horror ke arah sekertarisnya. Dia sedang tidak bisa berkonsentrasi dengan laporan keuangan perusahaannya dan kini datang lagi masalah baru.

“Siapkan mobilku, sekarang”

Kantor polisi yang terletak di tengah kota tampak ramai, ada beberapa wartawan yang datang berbondong-bondong ingin memburu berita. L datang dengan wajah dan mata yang sangat menyeramkan. Namun di mata para wanita mungkin menganggap pria itu sangat keren.

“Di mana dia?!” tanya L pada asisten Kang yang berumur lebih tua darinya.

“Di sebelah sana tuan” kata pria itu sambil menunjuk tempat yang ada disudut itu.

Kim Myungsoo masuk ke ruangan penyidikan sambil membangting pintu. Dilihatnya bukan hanya sang adik tetapi ada juga dua orang polisi serta seorang wanita yang terlihat sedikit nakal.

“Apa lagi yang kau lakukan Kim Jongin?!” L menarik kerah kemeja adiknya itu. Para polisi terlalu takut untuk melerai kakak beradik itu.

“Aku menghamili gadis itu” ucap Kai dengan tenang. L hanya bisa menahan nafas saat mengdengar kata ‘hamil’.

“Dan? Kau mau bertanggung jawab atau tidak?” tanya L hampir seperti sebuah desissan.

“Tidak” Myungsoo langsung menghajar adiknya dengan satu buah tonjokkan tepat di wajah tampan adiknya itu.

“Asisten Kang, siapkan pengacara untuknya” setelah itu Myungsoo menatap sebentar wanita yang berhasil dihamili oleh adiknya itu, tidak ada yang special dari wajahnya. Kemudian L langsung pergi keluar dari ruangan terkutuk itu dan kembali ke kantor.

On The Road, California

“Shit! Kau tambah tinggi saja!” Bernard atau lebih dikenal sebagai Baekhyun itu terus-terusan memuji betapa besar perubahan yang dialami Zelo.

“Pria ingusan itu berubah menjadi Steven Choi yang gagah! Bahkan badanmu bertambah kekar!” Suzy hanya geleng-geleng kepala. Sudah lama mereka tidak bertemu karena gadis itu dan Zelo sibuk berpindah tempat.

“Dan kau masih tetap bermulut lebar” ucap Suzy tajam.

Mereka tiba di gedung pencakar langit di tengah kota sibuk itu. Bukan hal yang tidak wajar jika Ahn Jaehyun yang jatuh bangkrut dengan Hyundai Corp bisa membangun perusahaan dalam waktu dua tahun. Jaehyun atau yang sekarang lebih dikenal sebagai Michael Ahn bukanlah orang biasa, dia benar-benar berbakat.

Michael Ahn sudah pernah menginvestasikan sebagian uangnya ke perusahaan besar di California dengan nama ibu kandungnya. Dan benar saja hal itu tidak sia-sia. Dengan segala usaha dia menarik kembali uang itu dan membeli sebuah perusahaan yang hampir bangkrut kemudian dia mengembalikan perusahaan itu ke titik kejayaan dengan dia yang kini menjadi seorang presdir.

“Oppa! I miss you. Kau bertambah tampan” Suzy memeluk kakak kandungnya itu dengan sangat erat. Begitu juga Jaehyun balas memeluknya tak kalah erat.

“I miss you too baby. Apa kabarmu? Apa Steven menyusahkanmu disana?” tanya Michael Ahn sambil melirik Zelo yang berdiri di samping Baekhyun.

“Sangat baik. Dia tidak terlalu menyusahkanku” jawab Suzy. Lantas Zelo langsung tertawa kecut dan melemparkan tatapan tak suka ke noona-nya itu.

“Yak! Aku bahkan menjagamu dengan sangat-sangat protektif. Hyung, kau tahu saat kami di Hawai ada banyak pria hidung belang yang menggoda Stephani noona dan aku berhasil menyingkirkan mereka dengan otot-ototku ini” kata Zelo bersemangat. Dia memamerkan hasil kerja keras membesarkan ototnya itu.

“Ya, ya, aku percaya padamu Steven”

“Jadi, seperti janjimu.. kau akan membelikan pulau yang ada di Lombok Indonesia itu kan?” Jaehyun hanya mengangguk melihat Zelo yang berusaha mengingatkan janjinya tempo hari.

Volvox Building, Seoul

Tahun lalu Kim Myungsoo resmi menjadi presdir di Hansol Group setelah ayahnya jatuh sakit. Kim Jong In diangkat sebagai direktur pemasaran yang tidak berguna. Kim Myungsoo makin berjaya dengan Hansol Group di umurnya yang sudah matang.

Setelah dua tahun, dia sudah menutup kasus itu di kepolisian. Namun, Lee Seunggi serta Soohyun diam-diam menjalankan tugasnya untuk terus menyelidiki mereka semua yang menghilang tanpa jejak.

“Hyung, apa ada kabar?” tanya Myungsoo di ujung telpon.

“Anak buahku menemukan beberapa orang yang memiliki kesamaan fisik dengan gadis itu. tetapi beberapa dari mereka akan sangat sulit ditemui” jelas Soohyun di ujung telpon.

“Kau sudah berusaha sangat keras hyung” ujar Myungsoo. Dia benar-benar berterima kasih pada hyungnya itu yang sudah mau berusaha dua tahun terakhir.

“Tak masalah bagiku. Kau juga sudah kuanggap sebagai adikku”

“Terima kasih hyung. Jadi bagaimana kabarmu di New York?” Soohyun pindah ke New York untuk mencari Suzy serta kawan-kawannya. Dia mengumpulkan orang-orang kepercayaannya untuk melacak gadis itu. Hingga kini dia mulai menemukan titik terang.

“Baik, gadis-gadis di sini sangat bergairah” Myungsoo terkekeh geli mendengar perkataan hyungnya itu. Seumur hidupnya ia tidak pernah mendengar kata perempuan dalam kamus hidupnya Soohyun.

“Dan kau hanya melihat gadis-gadis bergairah itu dari atas balkon apartmentmu?” kini gentian Soohyun yang tertawa di ujung telpon. Myungsoo selalu bisa menebaknya.

“Kau membuatku malu. Sudahlah, aku sudah malas berbicara denganmu. Kututup telponnya”

“Okay hyung, sampai nanti” Myungsoo memutuskan sambungan telpon.

Hari ini pikirannya sedang kacau, lantas pria itu menghentikan pekerjaannya kemudian mengambil ipad dan membukan layar berita. Hobby pria itu adalah photographi, setiap kali ada waktu senggang ia selalu menyempatkan pergi ke galeri-galeri foto.

Tiba-tiba ada sebuah headline yang mengundang perhatian Myungsoo.

Pameran ke-3 Stephani Ahn yang misterius sukses besar

“Stephani Ahn?” gumam Myungsoo, di layar ipadnya terdapat sebuah foto salah satu bidikan Stephani Ahn yang dipajang. Foto sebuah balkon dengan dua lampu di sudutnya serta bulan bintang. Myungsoo teringat pertama kali dia bertemu dengan Suzy.

Entah mengapa Myungsoo semakin penasaran dengan sosok Stephani Ahn, sehingga ia mengunjungi blog photographer itu. Di profilnya sangat minim informasi.

-Stephani Ahn- New York, Sept 20

Disudut bawah blog itu terdapat tulisan hangul. Ukurannya kecil namun berhasil membuat L tak bisa berkata-kata.

Terlalu tajam menembusmu, tak bisa kutarik untuk memperbaikinya.. maafkan aku karena menjadi angin… Stephani Ahn

“tak bisa kutarik untuk memperbaikinya? Permintaan maaf…” gumam L. kemudian ia membaca akan diadakan pertunjukan galeri berikutnya di Tokyo. Kemudian Myungsoo menekan kursor untuk membeli tiket online.

“Bulan depan di Tokyo” gumam pria itu.

 

To be continue

Ps* Mianhe mianhe hajima.. akhirnya sekian bulan atau tahun? hahaha yaudin selamat membaca ya. maaf updatenya kelamaan.. mau promot: follow twitter aku sama instagram aku yah @farvidkar kalau mau bergosip sama aku di line id farvidkar kalau ada yang mau bikinin poster buat Beautiful Liar bisa line ke aku. soalnya poster yang ini aku buat sendiri, jelek ya? Typo bertebaran banyakkan? iyalah wong akunya kelar ngetik langsung publish

10 responses to “[CHAPTER-5] BEAUTIFUL LIAR

  1. myungppa bner2 ska sma suzy. bktinya dia nggak nyrang suzy cma ngehindar srngan suzy dan wktu seunggi nendang suzy myungppa mlah nolongin suzy. sweet bngt. suzy kyaknya udh mlai suka sma myungppa dan mrsa brsalah. smga cpt ketemu deh. himnae oppa. fighting
    next eon ppalli juseyo

  2. penasaran, myung msh nyari tau keberadaan suzy krn apa, suka apa msih dendam? next chap dtunggu… btw aq jg udah follow wattpad nya… semangat ya bt lanjutin…

  3. Jadi myungsoo masih mencari keberadaan suzy dan jaehyun cs,apakah myungsoo masih tdk terima dgn perbutannya suzy cs.
    Lalu apa yg akan dilakukan myungsoo ketika telah menemukan suzy cs…apakh dia akan memnjarakan mereka?
    Next partnya ditunggu author fighting

  4. ya ampun setelah swkian lama aku nunggu lanjutan ff ini…. aku kira ini ff baru dengN judul yg sama, ternyata ini ff yg aku tunggu2 lanjutannya >_<

    waah semuanya udah memulai hidup baru, baekhyun masih aja mau menikahi suzy, tapi yoogeun kemana kok ga keliatan/?
    ga sabar next partnya apa yg akan L lakuin ya kalo ketemu suzy

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s