( CHAPTER – 1 OF ? )우리 사랑하지 말아요 / Let’s Not Fall in Love

12507496_10207349691675586_4527504305961081268_n

Tittle :  우리 사랑하지 말아요 / Let’s Not Fall in Love

Author : gazasinta

Main Cast :  

  • Park Jiyeon T-ara
  • Member’s of Big Bang
  • Sandara Park

Genre :  Idol life, Little Bit Comedy, Romance

Rating : PG-17

Idenya sudah biasa, tapi aku pengen banget Jiyi main drama yang seperti ini. Huffttt, jadi daripada lumutan nungguin aku buat sendiri aja. Maaf kalo kurang bagus, sepertinya aku hanya sekedar membuat ff agar ga lama hiatus. Pliiisss, kalo komen jangan tanya dulu utang2 ff ku yah, sumpah aku belum sanggup kelarin. Entahlah kenapa, kena WB untuk lanjutin 2 ff itu, terutama COT. Maaf banget yah.

Enjoy to read this one yah, jika ada kesamaan cerita dan penistaan terhadap bias kalian maafkan aku yah.

 ~우리 사랑하지 말아요 / Let’s Not Fall in Love

“ Permisi, biarkan aku lewat. Awww kakikuuuuu!!! Hey kau menginjak kakiku…..Oh tidak rambutkuuuu, jangan tarik rambutku…..sakittt…… lepaskan !!!!! “

Rambut berantakan, wajah terdapat cakaran, blazer yang robek di bagian jahitan tangan, serta sepatu heels sebelah kananku yang hilang. Semua yang berpapasan denganku terlihat berusaha menahan untuk tidak tertawa, tapi begitu aku menoleh mereka bahkan berbisik-bisik dan tak lagi bisa menahannya.

Sial !!! Ini semua gara-gara iblis kecil itu.

 Mengapa harus Big Bang ? Mengapa putri yang bak ratu sejagat bernama Son Naeun itu tidak menyukai Super Junior atau EXO saja. Apa sih yang menarik dari Big Bang ?

Gaya rambut dan pakaiannya saja terlihat sangat aneh. Tidak ada yang tampan, semuanya nampak menyeramkan dimataku. Musik mereka ? aku sama sekali tidak tahu dan tidak pernah berusaha mencari tahu apapun tentang mereka.

Satu lagi, penggemar Big Bang itu terkenal fanatik dan gila, mereka tak segan-segan melakukan kebrutalan untuk mendapatkan apapun yang mereka inginkan dari Big Bang. Dan aku, aku salah satu korban kebrutalan mereka. Sampai kapanpun aku tidak akan menyukai Big Bang.

“ Yang aku mau tandatangan mereka satu persatu di kaosku ini, terutama GD. Bukan rekaman konser yang tidak berguna ini. Jika hanya seperti ini akupun merekamnya diponselku “

Tanganku terkepal kuat, rasanya kuku-kuku ditangan ini perlahan berubah seperti cakar harimau yang siap mencabik-cabik wajah Son Naeun iblis kecil sialan ini. Tak peduli lagi meski appanya adalah sajangnimku. Apa maksudnya hanya seperti ini ? Apa dia tidak tahu bagaimana usahaku untuk menerobos lautan manusia agar bisa merekam Big Bang pujaannya itu dari jarak terdekat. Aku bahkan merelakan sepatu yang baru saja ku beli mahal dari gaji pertamaku. Lagipula aku wartawan berita, bukan gosip yang menjadi kesukaannya dan ibu-ibu rumah tangga seperti ibuku dirumah. Menyebalkan.

“ Hemm…jwesonghamnida nona. Wawancara eksklusif dibatalkan pihak panitia dengan alasan Big Bang yang memintanya, jadi aku tidak bisa bertemu untuk meminta tanda tangan mereka “ Ucapku dengan menyembunyikan rasa muak yang mendesak ingin keluar.

Kulihat ia melirik ke arah sang appa mencari kebenaran dari ucapanku.  Dia pikir aku berbohong ? Aku tidak akan pernah berbohong hanya untuk melindungi diriku.Asal kalian tahu.

“ Appa !!! Aku tidak mau tahu. Jangan sampai aku di cap pembohong oleh teman-teman hanya karena pegawaimu ini tidak becus dalam bekerja. Aku harus bisa menunjukkan kaosku yang ada tanda tangan mereka. Dan juga nomor ponsel GD,  aku harus memilikinya bagaimanapun caranya “

“ Yya!!!! kau lakukan saja sendiri. Kau yang menyukai Big Bang mengapa harus aku yang repot. Kau pikir hidupku ini hanya untuk melakukan hal yang tidak berguna itu ? Dan siapa yang menyuruhmu bermulut besar dengan mengaku-ngaku jika kau memiliki kaos dengan tanda tangan orang-orang menyeramkan itu eoh ? “

Ucapku berapi-api. Sayangnya itu hanya dalam khayalanku. Aku masih membutuhkan pekerjaan ini.  Bahkan jika sajangnim meminta untuk terjun kejurangpun sepertinya akan kulakukan. Jika hari ini aku dipecat, ibu pasti akan marah karena aku kembali menjadi pengangguran.

“ Ku berikan kau waktu satu minggu untuk mendapatkan apa yang putriku mau, jika tidak sanggup kau bisa mengatakannya sekarang. Bagaimana Jiyeon-ssi ? “

Satu minggu untuk tugas seberat itu ? yang benar saja.

“ Mohon kebijaksanaan anda sajangnim. Big Bang adalah grup besar dan paling populer dinegeri ini. Banyak jadwal padat yang menunggu mereka, jadi rasanya mustahil untukku memenuhi keinginan putri anda hanya dalam waktu satu minggu, ap- “

“ Tidak peduli “

Naeun memotong pembicaraanku, dan memainkan kuku tangannya seolah tak punya dosa. Benar-benar iblis kecil yang menyebalkan.

“ Satu bulan, aku yakin pasti mendapatkannya “ Aku mencoba menawar.

“ Satu minggu “ Ucap Naeun tetap dengan pendiriannya.

“ Dua minggu!!! kau bahkan bisa makan malam dengan salah satu membernya, bagaimana ? “

Tamat sudah riwayatku. Mata Naeun mengerjap-ngerjap senang  ketika mendengar tawaranku. Aku benar-benar menggali lubang kubur untuk diriku sendiri. Makan malam ? bagaimana mungkin. Mulut ini mengapa tidak bisa sedikit saja menyelamatkanku.

“ Baiklah dua minggu dengan jaminan aku bisa makan malam dengan salah satu membernya, tapi usahakan itu adalah G-Dragon “ Naeun tersenyum penuh kemenangan.

Tubuhku lemas, aku hanya mengangguk pasrah dengan kesepakatan yang aku buat sendiri untuk membunuhku perlahan-lahan. Oh otthokae ?

Sepertinya aku memang harus bersiap mencari pekerjaan lain.

Seperti pencuri, aku menyelinap masuk ke ruang yang disediakan SBS untuk para idol. Dari media sosial milik Big Bang yang aku ikuti, hari ini mereka akan tampil untuk acara musik nanti malam. Baiklah, aku harus berhasil mewawancarai mereka bagaimanapun caraku. Tapi tunggu ! Aku bahkan sama sekali tidak tahu apa-apa tentang mereka.

B I G B A N G.

Ku ketik nama grup mereka sebagai kata kunci. Untuk memulai misiku hal pertama yang harus aku ketahui adalah member grup aneh itu.

“ GD. Jadi ini leader Big Bang itu ? yang digilai si iblis kecil itu ? tch…kelihatannya ia berusaha keras untuk terlihat keren. Wajahnya seperti seorang yeoja, apa dia seorang transgender ? “

“ Taeyang. Rambut seperti kotak amal dengan hidung yang dihiasi anting seperti seekor sapi. Tch dia sangat menyeramkan, tubuhnya bahkan sangat pendek. Sepertinya preman pasar berkiblat padanya “

“ Top. Hemm, Lumayan tampan, tapi…..aku merasa dia seperti seorang maniak. Sepertinya para wanita harus  berhati-hati jika didekatnya. Hiyyy menyeramkan, aku tak mau bertemu dengannya “

“ Daesung. Ya Tuhan, apa dia bisa melihat dunia jika rambutnya saja menutupi matanya. Hah pasti kedua matanya jereng hingga ia malu dan menyembunyikannya “

“ Seungri. Hemmm, yang satu ini terlihat lebih normal. Ah tidak, sama seramnya seperti pria maniak tadi “

Baiklah. GD, Taeyang, Top, Daesung, Seungri. Tidak sulit menghapalnya. Bahkan Super Junior dan EXO yang memiliki lebih banyak member saja, dengan mudah aku menghapalnya. Park Jiyeon Hwaiting !!! Kau pasti bisa melakukan tugas ini. Pasti.

 “ Hey yang disana !! “

Baru saja aku akan melanjutkan langkah kaki menyusuri lorong dan mencari ruangan khusus Big Bang, seseorang dari arah belakang memanggilku. Siapa ? pria itu memanggil siapa ? Apa aku ? Ku edarkan pandanganku kesetiap sudut lorong, tidak ada oranglain kecuali aku.

“ A-k-u ? “ Tunjukku ragu pada diri sendiri.

“ Memangnya siapa lagi yang ada disini selain dirimu eoh ? Mana kostumnya ? “

Alisku tertaut heran. Kostum. Kostum apa ? Mengapa dia menanyakannya padaku ?

“ Kenapa diam saja. Palliwa, mereka semua sudah selesai di make up, tinggal menunggu kostum saja “

Pria yang terlihat sedikit gemulai itu bersikeras jika aku adalah orang yang bertanggungjawab dengan tugas menyiapkan kostum yang dimaksud. Jika dilihat dari penampilannya yang seperti itu, sepertinya pria ini adalah manager kalangan artis. Tapi apa dia tidak bisa mengenali orang ? Aku bahkan baru pertama kali bertemu dengannya.

“ Mereka ? T-a-pi ak-u…”

“ Big Bang! Kau jangan bercanda. Cepat ambilkan kostumnya !! “

Apa ? Big Bang !!! Jadi pria ini berhubungan dengan Big Bang. Assa!!! Ini sih namanya keberuntungan berpihak padaku. Apa aku berpura-pura saja ya ? tapi, apa tidak berbahaya jika nanti ia tersadar dan mengetahui aku berbohong ?

“ Palli ambil, kita tidak punya banyak waktu. Ambil cepat !! “

“ Eum kostum Big Bang ya ? ta- tapi dimana ? “ Aku menggaruk kepalaku bingung.

“ Masih bertanya dimana ? ya tentu saja dimobil, tadi kan kau yang aku suruh membawanya. Kau ini sepertinya pelupa “

“ Baiklah, aku akan mengambilnya sekarang “

“ Belum kau ambil ? Ya Tuhannnn!!! Ya sudah cepat, sepuluh menit “

Meski tidak mengerti, aku berlari sekuat tenaga. Pria itu rupanya tidak sadar dengan siapa ia berbicara, hingga menganggap aku adalah anak buahnya. Mungkin saja wajah kami – aku dan anak buahnya – mirip atau kemungkinan selanjutnya karena terlalu banyak memiliki anak buah hingga ia tak mengenal satu-persatu dari mereka. Ah mwola !! Ini kesempatan bagus, lagipula jika ia menuntut, tuntut saja dirinya yang pikun.

“ Dia asisten barumu ? Mengapa kau tidak mengenalkannya pada kami ? “

Suhu udara yang dingin terasa panas ketika aku berada didalamnya bersama dengan ke lima member Big Bang. Tanpa mereka sadari, sebenarnya tubuhku gemetar karena rasa takut yang baru muncul.  Meski begitu, aku berusaha bersikap tenang dengan menyembunyikan ketakutanku agar mereka tak curiga padaku. Seseorang yang aku tahu adalah G-Dragon bertanya tanpa mengalihkan perhatiannya dariku.

“ Nde. Benar. Dia….anak baru itu “ Ucap pria gemulai itu.

Sampai saat ini aku tidak mengerti mengapa pria ini menganggap diriku adalah anak buahnya. Apa mungkin ia berbohong , tapi untuk apa ?

“ Wajahnya berbeda dari yang kemarin kau kenalkan. Siapa namanya ? “

Daesung. Aku hapal sekali member aneh ini. Apa setiap saat rambutnya seperti itu ? Menutupi matanya. Ah tidak penting. Hey bagaimana pria ini akan menjawab pertanyaan Daesung ?

“ Namanya….em… “

“ Park Jiyeon !!! Nde, kalian bisa memanggilku Jiyeon “

Menyadari situasi berbahaya ini, aku langsung mengambil inisiatif  untuk menjawab. Mencoba menyelamatkan pria disampingku dari kebingungan.

“ Mengapa kau belum membuangnya, sudah ku katakan bukan jika kami tidak mau kru seorang yeoja ? “

Aku menoleh ke arah pukul sembilan dari tempatku berdiri ketika seorang namja yang sedang duduk dengan menaikkan kaki ke atas meja seraya memainkan puzzle ditangannya itu tiba-tiba bersuara.Dia pikir aku ini adalah sampah ingin membuangku. Apa dia juga member Big Bang, tapi siapa ? Rambut dicat putih dengan sorot mata sangat tajam. Aku tidak mengenalinya sebagai member Big Bang. Dia merubah penampilannya ?

“  Eoh, yeoja ini kan baru beberapa hari disini. Apa aku harus kembali mencari penggantinya ? “

“ Namja !!! apa kau tuli ? “

Aku sampai terlonjak kaget ketika pria beruban itu berteriak marah. Galak sekali. Dia benar-benar tidak menyukai yeoja ? Apa aku kurang cantik ? atau dia seorang gay ? Ya Tuhan, andai sasaeng gila itu tahu.

“ Baiklah. Aku akan mencari penggantinya seperti yang kau mau “

Mataku mengerjap-ngerjapa panik. Tidak. Kau harus mempertahankanku, aku membutuhkanmu untuk membantuku mendapatkan tandatangan mereka dan nomor ponsel GD. Aku harus melakukan apa agar tetap bisa berada disini ?

“ Tunggu!!!! Aku bisa bekerja dua puluh empat jam untuk melayani kalian dengan baik. Aku mohon biarkan aku tetap disini “

Semua menatap terkejut kearahku yang tiba-tiba saja bersimpuh memohon dihadapan mereka. Ini memang berlebihan, tapi apapun akan kulakukan. Waktuku hanya dua minggu, jika tidak sekarang, maka aku tidak memiliki kesempatan selamanya.

“ Benar kau tidak mau memberikan kesempatan ini padanya ? “ Ucap GD mencoba membuka pikiran si namja beruban temannya itu.

“ Yeoja itu merepotkan dan ceroboh, apa kalian tidak belajar dari pengalaman eoh ? “

Keras kepala sekali. Demi langit dan bumi , aku doakan namja ini tidak akan pernah ada wanita yang menyukainya. Aku menoleh ke arah GD, memperlihatkan wajah memelas agar ia mempertimbangkan lagi penawaranku. Tidak berapa lama, kulihat senyum terukir diwajahnya.

“ Baiklah aku yang menentukan “ Ucap GD.

Syukurlah. Kurasa GD member yang sangat bijaksana, tidak salah ia terpilih sebagai leader. Dan iblis kecil itu memilih orang yang tepat. Tch, namja galak itu pasti memiliki paling sedikit penggemar diantara member lainnya. Buat apa wajah tampan tapi menyebalkan dan sombong.

“ Taeyang, namja atau yeoja ? “

Apa ? Voting ? kukira GD langsung menentukan. Tapi setidaknya ini lebih baik daripada aku diusir begitu saja.

“ Kurasa tidak masalah jika dia disini “ Ucap Taeyang.

Assa!!! Aku tersenyum senang mendengarnya. Gomawo Taeyang, meski penampilanmu lebih seram dari namja beruban itu, setidaknya hatimu lebih baik, kau menyelamatkanku.

“ Daesung ? “

“ Hemm…y-e-o-j-a, mianhae hyung “

Yess !!! 2-0, gomawo Daesung, gomawo gomawo gomawo. Ini sungguh melegakan. Aku melirik ke arah namja beruban yang nampak kesal melihat senyumku. Huh, orang jahat pasti akan kalah.

“ Bagaimana dengan kau ? “

Tiba ketika giliran satu orang –  entahlah Seungri atau Top -, tiba-tiba….

“  Terserah kalian melakukan apapun. Aku tidak akan tampil jika yeoja itu yang kalian pilih “

Namja beruban itu bangkit dan meninggalkan ruangan begitu saja. Apa salahku ? Mengapa ia membenciku, bahkan ini adalah pertama kalinya aku bertemu. Mereka kan bukan mencari seorang kekasih, mengapa mempermasalahkan namja atau yeoja.

“ Mianhae nona, kami tidak mungkin lebih memilihmu daripada member kami “ Ucap GD terlihat menyesal.

“ Aku mohon beri aku kesempatan. Aku butuh pekerjaan ini !! “

Tidak lagi ada musyawarah. Aku GAGAL. Hanya karena namja yang sepertinya memiliki trauma terhadap yeoja itu. Dasar gayung somplak. Seorang namja menyukai namja itu menjijikkan kau tahu eoh ?

“ Ayo keluar saja. Kita cari jalan keluarnya “

Ucap wanita itu menyeretku sambil berbisik. Sontak aku menatap kearahnya. Apa maksudnya dengan jalan keluar ? Dia mau menolongku ?

“ Apa ??? Menyamar sebagai seorang namja, tapi….”

“ Kau mau mendapatkan pekerjaan ini atau tidak ? Itu terserah padamu “

Drama apa yang akan terjadi dalam hidupku ? Mengapa aku yang terpilih untuk berperan didalamnya. Gadis jelek sialan. Iblis kecil itu harus membayar mahal atas jerih payahku. Aku akan menuntutnya jika harus masuk penjara karena telah menipu orang terkenal. Bagaimana ini ? Apa aku harus menyetujuinya.

“ Ehm…beri…aku…”

“ Tidak ada waktu, sekarang atau tidak sama sekali “

“ Tapi…”

“ Tidak ada tapi-tapian….”

“ Tapi…”

“ Apalagi ? “

“ Tapi, siapa namamu ? Dan dimana asisten barumu itu ? Mengapa kau tadi memintaku mengambil kostum, padahal kau kan tahu aku bukan asistenmu “

Pria dihadapanku ini menghela nafasnya kuat. Sepertinya ia memiliki beban hidup yang berat. Tidak ada salahnya sih jika aku menyetujui idenya, lagipula akupun membutuhkannya. Yang aku tidak yakin, apa bisa aku menjadi seorang namja ? Apa nanti mereka tidak akan curiga ? Wajahku, sepertinya tidak cocok untuk menyamar sebagai namja.

“ JYP, kau cukup panggil aku J . Asistenku kabur setelah dua hari ia bekerja. Ia bilang tidak sanggup menghadapi Top. Sebenarnya aku yang menjebakmu dengan berpura-pura menganggapmu sebagai asistenku tadi, aku terpaksa melakukannya, tapi ternyata ancaman Top tidak memungkinkan untukku mengambil asisten seorang yeoja lagi. “

Jadi namja beruban penyuka sesama jenis itu bernama Top ? Sayang sekali. Sebenarnya menurutku diantara yang lain, Top adalah yang paling tampan. Tetapi mengapa menyukai sesama jenis ?Kasihan, ia pasti melalui masa yang sulit dalam hidupnya.

“ Lalu, apa kau yakin aku bisa melakukan penyamaran itu dan menghadapi Top ? “ Tanyaku yang sebenarnya menjadi ragu.

“ Sebenarnya sih tidak, tapi tidak ada salahnya mencoba. Top, sebenarnya dia baik. Tidak ada yang tahu mengapa ia tak suka asisten yeoja. Sudahlah, berarti kau setuju kan ? Besok pagi-pagi sekali datang ke alamat ini, aku akan membuatmu seperti seorang pria sungguhan “

Bagaimana ya ? Apa aku mundur saja ? Aku tidak bisa membayangkan berakting sebagai seorang pria. Itu Sangat sulit sekali, bagaimana jika dihari pertama mereka sudah mengetahuinya. Apa aku akan masuk penjara ? Oh Otthokae ?

“ Ibu….”

“ Ada apa ? “

Ibu masih sibuk dengan jajangmyeon ditangan dan mulutnya ketika ia menoleh padaku. Cerita-tidak-cerita tidak. Ah pasti ibu tidak setuju dengan apa yang akan aku lakukan. Mengatakan ingin menganggur saja pasti aku akan dipukul. Banyak uang yang sudah ibu keluarkan untuk membiayai pendidikanku dengan keringatnya sendiri, aku tidak mungkin menyusahkannya lagi.

“ Kau mau bicara apa ? “

“ Eummm…… ahniyo. Aku hanya ingin meminta tolong pada ibu, bangunkan aku lebih pagi dari biasanya besok, karena aku harus tiba dilokasi wawancara pukul enam “

“ Baiklah. Setelah ini kau cepat tidur, jangan bermain dengan ponselmu terus “

“ Nde. Ibu… “ Panggilku lagi.

“ Eoh ? Kau ini sebenarnya kenapa ? Kau kelihatan seperti orang bingung “ Ibu meletakkan sumpit dan menatapku lekat.

“ Bu. Aku akan pergi keluar kota selama dua minggu, jadi selama itu kau jaga dirimu baik-baik. Apa kau bisa ? “

Ibu menyandarkan tubuhnya ke kursi. Kelihatannya dia bersedih.  JYP bilang untuk menjadi asistennya yang membantu mengurus Big Bang aku harus tinggal di dorm mereka.

“ Kau pikir aku anak kecil atau wanita tua renta ? Sudah jangan khawatir, aku pasti baik-baik saja. Jangan lupa kau kirimkan uang untukku eoh “

“ Ibuuuu, kau ini mengapa selalu tentang uang ? “ Ucapku mengerucutkan bibir, tapi setidaknya aku lega ibu tidak cerewet dengan bertanya ini dan itu.

Ya Tuhan, yakin tidak ya aku mengambil keputusan ini ?

“ Perfect. Kau terlihat tampan dengan penampilan seperti itu “

JYP memutar-mutar tubuhku dan melihat dari bawah hingga ke atas. Risih sekali, aku tidak terbiasa dengan pakaian serapih ini. Aku kan hanya seorang asistennya, mengapa harus berpenampilan seperti seorang bodyguard. Isshh wig, tuxedo dan dasi ini semuanya membuatku panas dan gatal. Aku juga tidak dapat melihat dengan jelas karena kacamata hitam ini.

“  J, Aku tidak nyaman dengan pakaian ini. Bisa tidak jika ku ganti dengan jeans dan kaos serta jaket saja, ini terlihat berlebihan “ Ucapku melihat kembali penampilanku dicermin. Rasanya aku tidak memiliki kepercayaan diri.

“ Ini hari pertama, kau harus terlihat rapi jika tidak ingin lagi Top menolaknya “

Issh. Mengapa semuanya tentang namja itu. Jika dia tidak ingin aku melayaninya, ya sudah tidak apa-apa, masih ada empat orang yang pasti menerimaku.

“ Ini yang harus kau hapal. Aku membuatkan biodata untukmu, jangan sampai kau lupa, terutama namamu. Park Jihoo, mengerti? Ayo kita berangkat “

Aku bisa merasakan tubuhku gemetar ketika mereka menatapku dengan pandangan tajam seperti sekarang. Mata tajam GD, Taeyang, Top, Daesung dan Seungri sama sekali tak teralihkan dan berkali-kali menyusuri tubuhku dari atas hingga kebawah.  Jantung ini rasanya ingin melompat keluar dan berlari meninggalkanku.

“ Apa kau memiliki pengalaman sebelumnya yang berhubungan dengan kepengurusan artis ? “ Tanya GD.

Aku melirik JYP dengan ekor mataku. Pertanyaan ini tidak sama sekali ada di kertas contekan yang ia berikan padaku. Apa yang harus aku jawab ? Jika belum, kemungkinan mereka tidak percaya aku bisa melayani. Jika sudah ? Aku takut pertanyaan kedepannya akan lebih sulit.

“ Ini adalah pertama kalinya dia mengurus artis, tapi aku sangat mengenalnya. Dia namja yang gigih dan giat bekerja “

JYP  mengambil alih untuk menjawab pertanyaan GD. Syukurlah, aku juga tidak tahu kalimat apa yang harus aku katakan untuk menjawab pertanyaan itu. Dan seterusnya, Taeyang, Daesung dan Seungri juga melemparkan pertanyaan kepadaku. Lagi-lagi JYP yang mengambil alih. Itu lebih baik daripada aku salah bicara.

Ada yang aneh ketika menyadari Top tidak berbicara sama sekali. Aku mencuri-curi kesempatan untuk melirik ke arahnya, tapi kemudian menunduk kembali karena ternyata namja dengan sorot mata tajam itu juga menatapku. Tumben sekali, dia tidak bertanya apapun. Mungkin karena penampilanku sebagai seorang namja. Tapi, ada apa dengan tatapannya itu ? Mengapa ia melihat ke arah dadaku ? Apa dia menyadarinya ?

Dengan panik aku menutup dada dengan kedua tanganku. Kini tidak hanya Top, semua mengalihkan pandangannya ke arahku.

“ Kau kenapa ? Ada apa dengan dadamu ? “

Ommo!! Aku terlonjak kaget ketika Seungri tiba-tiba berada tepat didepan wajahku. Dan pertanyaannya, mengapa menggelikan sekali.

“ Ah-ni, hanya saja aku tak terbiasa memakai tuxedo. Ya… itu saja “

“ Hey kau memakai lipstick ya ? hahhaha, kau seperti seorang wanita “

Daesung tiba-tiba memfokuskan matanya ke arah bibir dan dengan tidak sopannya menyentuh bibirku. Aku lupa, belum menghapusnya, meski berwarna pink lembut tentu saja itu akan sangat menggelikan jika dipakai seorang namja.

“ Oh ini….aku, kulit bibirku sangat kering, jadi aku mengoleskan lipstick milik adikku “ Ucapku menutupi. Ya Tuhan semoga mereka percaya dengan apa yang kukatakan.

“ Ehem. Baiklah kami terima kau sebagai asisten JYP. Bagaimana Top ? apa kau akan menolaknya lagi ? “

Aku memberanikan diri melihat ke arah Top yang masih memperhatikanku. Ya Tuhan, namja ini benar-benar menyeramkan. Bagaimana jika nanti aku melayaninya ? Ketika aku masih berkutat dengan ketakutan, dengan santainya namja itu berdiri. Dan aku sukses melongo ketika ia pergi tanpa menjawab pertanyaan GD. Apa dia menolakku lagi. Jadi jawabannya apa ? Isshh namja ini.

“ Apa artinya aku ditolaknya lagi ? “ Tanyaku penasaran

“ LAGI ?? ? “

Taeyang, Daesung dan Seungri membuatku terkejut dengan pertanyaan kompak mereka. Aku mengutuk diriku yang tak sadar menyebut kata “ LAGI “ . Mereka bisa curiga jika aku selalu salah bicara.

“ Kau pernah melamar menjadi asisten manajer disini ? “ Kali ini GD yang bertanya.

 “ Emmm, maksudku. Ini adalah kedua kalinya aku mendapat penolakan dari tempatku melamar pekerjaan. Bukan disini…hehehe iya begitu “ Ucapku seraya menggaruk kepalaku yang tidak gatal.

“ Jika Top tidak mengatakan apapun, itu artinya dia setuju saja “ Ucap GD Meluruskan.

Jadi aku diterima ? Yeayyyy. Hahhhh legaaaa, dengan begini aku akan mendapatkan tandatangan mereka kurang dari dua minggu. Bagaimana dengan makan malam ? Sepertinya Taeyang, Daesung ataupun Seungri mudah dimintai pertolongan. Baguslah.

Dan hari pertama melayani mereka pun dimulai. Dengan panik, aku berlari kesana-kemari menyiapkan semua peralatan yang dibutuhkan Big Bang untuk pentas hari ini di salah satu stasiun televisi. Meski pekerja keras, namun melayani orang adalah pertama kalinya dalam hidupku. Aku terbiasa mengandalkan ibu untuk hal apapun.

Tubuhku lelah sekali. Seharusnya sajangnim memberikanku bonus yang lebih. Bekerja seperti ini tidak ada dalam perjanjian ketika aku melamar dulu. Mengapa iblis kecil yang menjadi putrinya itu memanfaatkan ku untuk urusan pribadinya, tidak profesional.

“ Jihoo-ssi, tolong carikan kacamata hitamku palliwa, sebentar lagi kami akan tampil “

“ Nde, baiklah “

Kutinggalkan kesibukanku ketika Daesung berteriak memintaku membantunya mencari kacamata. Dasar artis, mentang-mentang memiliki seorang asisten cukup berteriak maka segalanya selesai, bukannya bersama-sama mencari. Aku mengobrak-abrik tas miliknya. Tidak kutemukan. Dimana ya ?

“ Jihoo-ssi, kaos kakiku mana ? Aku tidak bisa jika tidak memakai kaos kaki, cepat carikan ya “

“ Oh. Nde, tunggu sebentar akan kucarikan “

Aku seperti seekor kancil, harus melompat-lompat. Belum berhasil menemukan kacamata Daesung, Taeyang memintaku untuk mencarikan kaos kakinya. Ya Tuhan, sudah tahu akan segera tampil, hal sekecil itu saja juga harus aku yang mencarikan.

“ Sudah ketemu belum ??? “ Tanya Taeyang dan Daesung bersamaan.

“ Iya, sebentar lagi “

“ Jihoo-ssi !! “ Tiba-tiba Seungri ikut bersuara.

“ Nde ? “

“ Kalung yang ada inisial namaku ada didalam tasku, tolong ambil ya “

“ Nde. Baiklah “

“ Jihoo-ssi “

“APALAGI ???? KALIAN PUNYA TANGAN ATAU TIDAK MENGAPA SEMUA HARUS AKU YANG MENCARIKAN, KAU PIKIR TANGANKU ADA BERAPA ? SEMUANYA MINTA CEPAT, TAPI KALIAN SEENAKNYA SAJA DUDUK DIAM DISANA !!!! “

“ ……”

“ ……”

“ ……”

Hening

GD, Taeyang, Top, Daesung dan Seungri menatap takjub ke arahku. Bahkan kulihat si bodoh Daesung hampir tersedak dengan popcorn ditangannya.

“ Kalian carilah sendiri barang yang kalian mau. Tidak sampai sepuluh menit kita sudah harus tampil. Jika mengandalkan Jihoo sendirian, pasti akan terlambat “ Ucap GD memerintahkan.

Aku merasa tidak enak. GD  yang terakhir memanggilku tadi dan aku membentaknya, ku pikir ia juga akan menyuruhku. Ah, ini bahkan hari pertama namun sifat asliku sudah ku perlihatkan. Apa setelah ini mereka akan memecatku, kuharap mereka memakluminya kenapa aku sampai marah seperti itu.

“ Jwesonghamnida, aku tidak bermaksud untuk tidak sopan seperti itu, aku…hanya.. “

“ Tidak apa-apa, tapi memang sebaiknya kau bisa menahan emosimu “ Ucap GD.

GD baik sekali. Dia terlihat sangat dewasa dibandingkan dengan yang lain. Mudah-mudahan dia masih memberikanku kesempatan. Aku membungkukkan tubuhku memohon maaf pada mereka. Ketika aku mengangkat kepalaku, tatapanku terpaku pada benda yang ada dikepala Daesung.

“ Oh. Kacamatamu. Igeo !! dikepalamu “

“ Kaos kakimu, bukankah kau sudah memakainya “

“ Kalung. Yang ada dilehermu bukan ? “

“ Hahahahaaaaaaaaaaaaaaaaaaaa “

Tawa Taeyang, Daesung dan Seungri menggelegar. Apa ? Jadi mereka mengerjaiku ?Huh kurang ajar!!! Awas saja kalian. Aku akan membalasnya.

“ Tch. Pabbo!!! “

Mwo ? Siapa yang dikatainya bodoh. Aku? Baru saja aku membuka mulutku untuk memprotes Top yang mengatakanku pabbo, namun namja itu sudah berdiri dan melewatiku untuk keluar ruangan. Huh, rupanya kalian ini ingin membuatku mundur eoh ? Lihat saja, aku pasti bisa bertahan.

Panggung Gayo Daejun seperti akan roboh ketika mereka tampil. Gemuruh fanchants, lightstick yang menyala membentuk seperti lautan, pandangan tak berkedip ribuan pasang mata, serta decakan kagum para penonton , aku baru tahu jika mereka benar-benar sangat populer di Korea. Bahkan semua idol grup  yang hadir pun  larut dengan penampilan Big Bang.

Lagu ini, judulnya apa ya ? Walaupun berisik tapi terdengar keren.

“ G-Dragonnn !!! You are very kyeoptaaaaa…………. Saranghaeeeee……..!!!! “

Aku mendengar nama GD banyak diteriakkan sasaeng diluar sana. GD, namja itu memang pantas memiliki banyak penggemar. Ia baik, dewasa dan bijaksana. Setidaknya itu yang aku bisa nilai dihari pertama bekerja dengan mereka.

Badanku rasanya remuk semua. Ya ampun, apa saja sih yang mereka bawa sampai seberat ini ? Aku melirik sebal ke arah lima orang namja yang berada cukup jauh didepanku. Tentu saja, kaki mereka panjang kecuali Taeyang si kepala kotak amal itu, dan mereka tidak membawa apapun yang membebani langkah mereka. Lihatlah, tangan kanan-kiri serta leherku sudah ku kerahkan semuanya untuk membawa tas-tas mereka. Kecuali GD, dia bukan orang yang kejam seperti lainnya.

“ Hey Jiho-ssi, kau ini lelet sekali. Seperti perempuan saja !!! “

Aku layangkan tatapan membunuh pada Seungri yang mengataiku. Bukannya takut, ia malah tertawa puas bersama Daesung dan Taeyang. Ketiganya buru-buru masuk kedalam van dan meneruskan tawa mereka didalam sana. Tiga orang ini yang paling senang menyiksaku. Awas kalian!!!

“ Jihoo-ssi, duduklah dibelakang bersamaku “ Ucap GD memintaku untuk duduk dibelakang bersamanya.

“ Eoh “ Ucapku kemudian mengikutinya yang memilih kursi dibelakang.

Oh My God. Mengapa van mereka berantakan sekali, banyak botol minuman dan kertas-kertas yang entahlah mengapa tidak mereka buang saja ke tempat sampah. Dan satu lagi, bau rokoknya sangat menyengat. Apa mereka semuanya merokok. Dilihat dari tampangnya sih iya. Aku masuk dan mencoba duduk nyaman bersama GD dibelakang. Tiba-tiba….

“ Arrggkkk kakikuuuu !!! Yya…..kau melukai kakiku “ Aku memekik kuat ketika dengan seenaknya Top menurunkan sandaran kursinya.

“ Siapa suruh kau duduk disana ? Aku terbiasa tidur disini, dan sebelumnya tidak ada yang protes “

Aku mengepalkan kuat jemariku, dulu kan tidak ada orang yang duduk tepat dibelakangnya. GD yang memintaku, jadi harusnya Top tidak seenaknya menurunkan kursi hingga menjepit kakiku. Tapi percuma saja bertengkar dengannya, ia bukan makhluk yang berperikemanusiaan. Aku pun terpaksa menggeser dudukku.

“ Seperti ini mungkin terasa lebih hangat “

Aku terhenyak ketika kalimat itu kudengar dari mulut GD. Aku menoleh, tidak seperti aku yang jantungnya tiba-tiba berdetak kencang, ku lihat wajah GD tetap datar dan santai. Pabbo!! Tentu saja, karena dia menganggapku seorang namja.

“ Ini kamarmu. Beristirahatlah. Selama tidak ada JYP, semua jadwal dan keperluan kami kau yang mengurusnya “

“ Nde. Terimakasih eummm…..”

“ Kelihatannya kau lebih muda dibandingkan kami, kau bisa memanggil kami hyung “

Seperti paham apa yang ingin kutanyakan, GD menjelaskanya terlebih dahulu. Hyung ? hihihi geli sekali, harusnya aku memanggil kalian oppa.

“ Nde GD hyung. Kamsahamnida “

“ Oh ya. Maaf jika aku memilihkan kamar ini untukmu, dibawah sudah penuh, jadi satu-satunya tempat hanya dilantai ini, tapi jika kau tidak betah kau bisa pindah kekamarku “

“ Uhuk…uhuk..uhuk “

Aku langsung tersedak ketika GD menawarkan untukku tidur bersamanya. GD mengernyit heran, ishh lagi-lagi aku bisa menimbulkan kecurigaan jika tidak bisa mengendalikan diriku. Tidur bersamanya ? Membayangkannya saja membuat wajahku memerah.

“ Kau kenapa ? “ Tanya GD.

“ Oh. Tidak, aku hanya haus. Aku masuk dulu hyung, tubuhku sangat lelah “ Ucapku terburu tak mau GD curiga karena wajahku yang memerah.

“ Selamat beristirahat, hey !!! “

Baru saja aku akan menutup pintu, ketika GD kembali memanggilku,

“ Disebelahmu adalah kamar Top, jika ada apa-apa dia orang pertama yang bisa kau mintai pertolongannya “

Top ?? Ah mengapa harus dia, mana mungkin aku meminta pertolongan padanya jika dia sendiri yang justru sepertinya membahayakanku. Apa tidak ada kamar lain ? Mengapa tidak kamar GD saja.

“ Baiklah, kamasahamnida “ Ucapku lemas.

Hari ini adalah jadwal libur mereka. Kami berada di caffe tempat biasa Big Bang bersantai. Selera yang bagus, caffe dengan suasana alam yang mungkin hanya satu di Korea Selatan. Kami memilih tempat yang lebih privacy, agar tidak banyak sasaeng yang mengganggu.

“ Jiho-ssi, pesankan 4 moccacino dan 1 americano cepat ya!! “ Teriak Taeyang dengan gaya seperti bos besar.

“ Moccacinoku jangan terlalu kental aku tidak suka “ Teriak Seungri kemudian.

“ Moccacinoku berikan sedikit es, hari ini sangat panas “ Teriak Daesung tidak mau kalah.

“ Iya, iya baiklah. Aku tahu “ Ucapku yang memang sudah mengetahui kesukaan mereka dari semua artikel yang kubaca disela-sela tugasku melayani mereka.

“ Dan aku….”

“ Kau ingin moccacinomu ditambah sedikit granule diatasnya, disedu dengan air yang sangat panas, dan tidak perlu dihias agar terlihat cantik, keutchi ? “ Sela ku sebelum GD mengatakan moccacino apa yang dia mau.

“ Hebat. Sepertinya kau mencari tahu banyak tentangku “ Ucap GD seraya mengedipkan matanya padaku.

Lagi-lagi seperti ini. Aku merasakan wajahku memanas. Mengapa GD selalu seperti itu, membuatku selalu  tersipu. Jika seperti ini terus, lama-lama aku bisa jatuh cinta padanya. Isshhh Jiyeon-aa, jangan mengkhayal terlalu tinggi. Ingat kau bahkan pernah bilang tak akan pernah menyukai mereka, apa kau mau menjilat ludahmu sendiri eoh ?

“ Kau kenapa, wajahmu memerah. Hey kau menyukai GD hyung yah ? “

Lagi-lagi Seungri membuatku terkejut dengan muncul tiba-tiba tepat didepan wajahku. Mwo ? kurang ajar sekali, dia membuatku ber tambah malu dengan candaannya itu. Aku  meninggalkan mereka yang kini tertawa terbahak-bahak. Bodoh mengapa aku tidak bisa mengendalikan diriku dan melayani candaan mereka, jika seperti ini terus bisa-bisa mereka curiga jika aku seorang yeoja.

“ 4 Moccacino dan 2 Americano, aku tuliskan pesanan khusus disini ya “ Ucapku pada pelayan caffe.

Aku memilih untuk tetap menunggu disini saja. Ini lebih baik daripada aku harus berada disana dan diolok-olok mereka. Huh. Tapi, kalau dilihat-lihat GD tampan juga, senyumnya itu.Hihihi, mengapa aku jadi memikirkan dia.

Cringg

“ Owh… “

Aku menunduk ketika sesuatu jatuh dari dalam tasku. Ketika bangkit aku merasakan punggungku seperti menusuk sesuatu dan setelahnya …..

“ Arrggkk “

“ Ommo!!! “

Aku menutup mulutku terkejut mendapati Top sudah berdiri dibelakangku dengan wajah meringis sakit. Jadi benda yang menyentuh punggungku tadi adalah sedotan yang kini masuk kedalam hidungnya ?

Ku lihat Top sepertinya akan marah padaku. Matanya melotot dengan gigi bergemeletuk serta tangannya mengepal kuat, namun tidak ia lakukan dan hanya menatapku dengan pandangan kesal.

“ Ehm. Maaf, aku tidak sengaja “

Aku mengarahkan tanganku ragu untuk menarik sedotan dari lubang hidungnya. Aku ingin tertawa, Ya Tuhan jangan sampai aku tertawa atau Top akan membunuhku. Hahaha, wajah yang terbiasa cool kini menjadi aneh seperti itu. Lagipula jorok sekali menggigit-gigit sedotan.

 “ Jangan menyentuhku “ Tepis Top sebelum tanganku menyentuh sedotan yang ada dihidungnya.

Isshh. Ya sudah, aku kan hanya ingin menolongnya saja. Tidak perlu segalak itu. Aku menggeser tubuhku, membiarkannya lewat dan melihat apa tujuannya menyusulku ke meja kasir.

“ Batalkan americano milikku, aku ingin moccacino saja “ Ucapnya angkuh seraya elirikku dan setelahnya ia pergi begitu saja.

Aneh. Dia kan hanya tinggal teriak saja padaku jika ingin menggantinya. Dan moccacino ? setahuku ia tidak suka moccacino, apa sebegitu bencinya padaku hingga minumanpun tidak sudi untuk sama denganku. Top gila.

Hari terasa lama sekali. Baru dua hari aku sudah merasa bosan. Apa karena hariku tidak menyenangkan bersama mereka ? Tentu saja, mereka jahat padaku, sebentar-sebentar selalu mengandalkanku. Belum lagi trio gila itu – Taeyang, Daesung dan Seungri – yang selalu saja menjahiliku. Memperlakukanku seperti budak mereka. Badan sekecil ini mereka suruh untuk membawa barang-barang mereka yang seperti akan pindah rumah. Bahkan dengan teganya mereka menyuruhku untuk memindahkan barang ke lantai atas kemudian dengan seenaknya meminta dikembalikan kelantai bawah hingga lima kali. Huh, badanku terasa akan rontok semua.

 Top ? Meski dia tidak pernah menyuruhku untuk membawakan ini dan itu tapi tetap saja aku tidak nyaman didekatnya, wajahnya yang selalu terlihat angker itu seperti akan menelanku hidup-hidup.

Hanya GD. Ya hanya dia saja yang memperlakukanku seperti manusia. Jika tidak karena GD, aku pasti sudah akan menyerah.

“ Aku merindukan rumah. Ibu sedang apa kau disana ? Apa kau makan dengan baik ? “

Tiba-tiba air mataku menetes. Mengapa aku jadi cengeng seperti ini. Sebelumnya  aku tidak pernah menangisi ibuku. Bahkan ketika ibu sedang sakitpun aku tidak pernah menangis. Rasanya seperti ini yah merindukan seorang ibu ?

“ Hiks..hiks “

“ Siapa yang membuatmu menangis ? “

Aku terkejut ketika tangan seseorang menyentuh punggungku. Hangat sekali, apa ini GD ? Aku hapus airmataku sebelum menatapnya. Benar, GD. Siapa lagi yang peduli padaku jika bukan dia ?

“ Ahni, aku merindukan ibu dan rumah “

GD mengernyitkan matanya. Kenapa ? Apa aneh jika ada seorang anak yang merindukan ibu dan rumahnya. GD duduk tepat disebelahku, tangannya masih mengusap-usap punggungku lembut.

“ Aku mengerti. Dulu ketika aku memutuskan untuk menjadi seorang idol, aku juga merasa takut untuk tinggal di dorm tanpa ibu dan ayahku. Hanya satu minggu, setelahnya aku terbiasa. Bahkan kini aku malas untuk pulang kerumah. Teman-temanku sudah seperti keluargaku sendiri, jadi aku tidak pernah bersedih. Kau, anggaplah kami hyungmu, biar kau tidak lagi bersedih “

Ucap GD kemudian menggusak kepalaku. Sayangnya teman-teman GD tidak baik padaku, jadi tidak salah jika aku tidak betah dan ingin pulang kerumah.

“ Sudah, jangan menangis. Kau itu kan seorang laki-laki “ Ucap GD.

Aku mengangguk dan tersenyum. GD menatap mataku dalam, dan entah mengapa tatapannya yang seperti itu membuat darahku berdesir. Lama kelamaan dia mendekatkan tubuhnya padaku dan.

Hug

GD memelukku. Setelahnya jantungku berdegup cukup kencang. Tuhan, jangan biarkan GD mendengarnya. Ku jauhkan sedikit tubuhku darinya, tapi tidak lama tangannya menarik lebih erat lagi tubuh kami. Gila, aku bisa gila jika dia selalu seperti ini.

“ Apa yang sedang kalian lakukan disini ? “

Aku menarik paksa tubuhku dari GD, ketika menoleh aku mendapati Top yang sedang memandang kami aneh. Dia melangkahkan kakinya lebih dekat pada kami. Aku tersentak ketika ia menarik tubuhku menjauh dari GD.

“ Ahh sakit !! “ Protesku pada Top.

“ Top, kami tidak sedang melakukan apa-apa. Aku hanya menghiburnya yang sedang bersedih karena merindukan rumah “

Aku merasakan aneh pada apa yang keduanya bicarakan. Mengapa GD harus menjelaskan alasan dia memelukku. Ommo ??? jangan-jangan. Aku memukul-mukul kepalaku untuk menepis apa yang ku pikirkan, tidak mungkin mereka berdua gay yang sedang menjalin hubungan dan Top cemburu karena melihat GD memelukku. Ahhh aku bisa gila jika benar itu terjadi.

Pletakkk

Awwww…..

“ Apa yang kau pikirkan tentang kami eoh ? “ Tanya Top menjitak kepalaku seperti tahu apa yang kupikirkan.

“ Tidak. Aku…aku tidak memikirkan apapun tentang kalian “ Ucapku mengelak.

Top mendekatkan wajahnya padaku. Semakin dekat hingga membuat aku sangat takut. Mata tajamnya bahkan tak berkedip sedikitpun. Karena taku, aku memilih untuk memejamkan mataku. Dia mau apa sih ?

“ Umurmu itu jauh dibawah kami dan kau bukan siapa-siapa, aku hanya tidak ingin kau menjadi kurang ajar karena kebaikan GD “

“ Sudahlah Top, justru karena ia masih kecil aku merasa bertanggungjawab melindunginya. Ah sudah malam, kajja tidur “

GD pun pergi meninggalkan kami. GD tolong bawa makhluk ini jauh-jauh dariku. Aku takut sekali.

“ Top kajja!!! “

GD menarik tangan Top dan membawanya pergi jauh dariku. Huhhhhh, hampir saja. Tapi beruntung namja itu muncul. Jika tidak, aku mungkin saja bisa mati kehabisan nafas karena GD memelukku begitu kuat. Apa benar alasan yang Top katakan tadi ? Jadi dia bukan seorang gay ? Ah mwolla, aku tak peduli.

Hari selanjutnya bersama Big Bang. Semakin lama kebersamaan kami, mereka tidak menurunkan siksaannya padaku, bahkan semakin repot karena mereka benar-benar mengandalkanku untuk hal apapun.

“ Jihoooooo!!!! Sarapan kami mana ? mengapa tidak ada apapun diatas meja eoh ? “

“ Iya tunggu sebentar lagi, aku sedang membuatnya “

Kalian dengar ? trio gila itu memperlakukan aku seperti budaknya. Kali ini aku tidak mau diremehkan. Akan ku buat kalian kapok memintaku membuat telur mata sapi untuk kalian nikmati setiap pagi.

“ Ini untukmu, untukmu, dan untukmu “

Ku bagikan masing-masing satu telur mata sapi kehadapan mereka. Tak ingin membuat mereka curiga, ku berikan senyumku yang paling ramah yang aku miliki. Hohoho…..

“ Mengapa hanya kami bertiga, Top dan GD hyung makan apa ? “ Tanya Seungri heran.

“ Mereka berdua tidak meminta telur hari ini. Igeo. Roti bakar “ Ucapku seraya menunjuk tiga tangkap roti bakar santai.

“ Oh “ Kompak mereka bertiga.

Tiba-tiba dari atas muncul Top dengan wajah kantuknya, ia bergabung bersama kami dan mencari makanan apa yang bisa ia makan. Jorok sekali, ahkan ku rasa ia belum menyikat giginya. Baru saja ia akan memasukkan roti ke dalam mulutnya…

“  Hyung, aku ingin roti saja. Igeo ini untukmu “

Daesung menukarkan telur miliknya dengan roti milik  Top. Aku melotot panik. Tidak !!! Aku tidak mau berurusan dengan makhluk satu itu, itu sama saja aku melakukan bunuh diri. Jadi aku harus bagaimana ? mengapa ini semua berbalik padaku. Ketika ku lihat Top, Taeyang dan Seungri  bersiap untuk memasukkan telur kedalam mulut mereka……

“ Andweeeeeeeeeeeeeee !!!!!!!!!! “

Teriakku kencang hingga membuat semuanya terkejut bahkan roti yang sudah masuk kedalam mulut dikeluarkan kembali oleh Daesung. Dengan cepat aku mengambil telur-telur itu dari tangan mereka, dan tanpa memikirkan apapun aku justru memasukkannya sekaligus ke dalam mulutku. Susah payah aku mencoba menelannya. Ya Tuhan, perutku ? Apa secepat ini reaksinya. Garam dan lada dengan jumlah banyak  yang bercampur rasanya menyiksa perutku. Pedas sekali. Uwekkksss…

Sial. Kenapa karma itu berbalik begitu cepat padaku. Oh perutku sakit sekali. Sudah hampir lima kali aku bolak-balik ke toilet karena telur yang ku buat sendiri. Apa trio gila itu tidak memiliki dosa, hingga Tuhan melindunginya.

“ Jihoo-ssi bersiap-siaplah, kita akan menghadiri acara ulang tahun PSY sunbae “

Ku dengar suara GD yang berteriak dari arah luar. Oh sepertinya aku tidak sanggup jika harus jauh dari toilet. Sakit sekali. Tapi aku juga tidak mungkin tidak ikut.

“ Eoh tunggu sebentar !!! Aku sedang bersiap-siap “

“ Jihoo-ssi, kau dimana ? kami akan telat jika harus menunggumu ? “

Aku menjauhkan ponsel dari telingaku, jika tidak aku akan menjadi tuli mendengar Taeyang teriak. Ah sepertinya aku memang tidak bisa pergi. Perutku benar-benar sakit sekali.

“ Taeyang hyung. Kalian pergi saja duluan. Aku akan menyusul “

Prooottt.

Ups!!! Aku menutup kuat ponsel dengan tanganku, ketika angin dari dalam perutku tak bisa kutahan. Setelahnya aku mendengar mereka tertawa terbahak-bahak. Ya Tuhan!!!! Rasanya aku ingin bunuh diri saja. Aku tidak peduli dengan trio gila ataupun Top jika mendengarnya, tapi GD ? Kuharap ia belum berada di van.

“ Hahahha….hey perutmu sedang bermasalah yah ? Kalau begitu kau menyusul saja. Jangan lupa  semprotkan toilet dengan parfum yang paling mahal agar baunya tidak tertinggal eoh ? “

Aku menggigit bibirku kuat. Antara malu dan kesal. Oh, aku tidak sanggup jika bertemu GD nanti. Dia pasti akan illfeel padaku. Tapi untuk  apa aku peduli dengan pemikiranna jika yang ia tahu aku adalah seorang namja.

Aku berjalan memasuki hotel mewah yang diperuntukkan untuk merayakan ulang tahun PSY pemilik lagu hits Gangnam Style itu takjub. Benar-benar meriah, beruntung sekali menjadi orang terkenal, untuk acara ulang tahun yang mewahpun kau tidak perlu merogoh kocekmu sendiri, akan banyak sponsor yang menyokongmu. Benar-benar keren.

Aku mengedarkan pandanganku dan tak lepas berdecak kagum. Bahkan aku hampir memekik kencang ketika melihat para artis yang sebelumnya hanya bisa ku lihat disebuah televisi, kini dengan mudah ku temui disini.

Ya Tuhan !!!! Itu Yesung dan Donghae. Mereka benar-benar tampan sekali. Tak sadar kakiku melangkah untuk mendekat ke arah dua orang tampan member super junior itu, namun tiba-tiba ponselku berbunyi dan muncul nama Seungri disana. Ah mengganggu saja.

“ Seungri hyung kau dimana ? “

“ Yya!! justru kami yang harus bertanya padamu kau dimana ? “

“ Aku…aku ? “

Ku putar tubuhku dan mulai melangkah untuk mencari keberadaan mereka. Banyaknya orang tentu saja membuatku sulit untuk menemuinya. Aku menghentikan langkahku dan tersenyum senang ketika melihat GD, tapi tidak berapa lama senyumku pun hilang.

GD…..dia bersama seorang wanita dan bercanda begitu mesra, siapa dia ? entah mengapa hatiku terasa sakit. Selama ini aku tidak tahu jika GD memiliki seorang kekasih.

“ Jihoo-ssi. Yya !! Park Jihoo!! Kau masih disana tidak ? “

Ku hapus airmata yang tiba-tiba menetes.Tidak menyangka jika karena GD pun aku bisa menangis. Jika tahu akan seperti ini, lebih baik aku dirumah saja tadi. Tak perlu melihatnya, dan tidak akan merasakan sakit seperti ini. Apa aku menyukainya ? Ku harap tidak. Karena pasti aku akan terluka.

“ Jihoo-ssi. Yya !! Park Jihoo!! Kau masih disana tidak ? “

Teriakan Seungri menyadarkanku dari kesedihan.

“ Eoh. Aku masih disini. Tunggu aku segera akan datang “

Aku memandang pekatnya langit dari lantai paling atas gedung. Kuputuskan untuk disini saja, dan tidak mencari keberadaan Big Bang. Aku butuh menenangkan diriku. Ku telungkupkan kepalaku dan menangis disana. Mengapa begitu mudah jatuh cinta ? Harusnya aku tidak memikirkan tentang kisah cinta di sela-sela pekerjaanku. Nyatanya aku ini memang seorang wanita yang mudah menaruh hati pada pria yang sedikit saja berbuat baik padaku.

“ Huhuhuhu “ Ku tumpahkan semua kesedihanku, meski aku belum mendapat kepastian tentang siapa yeoja yang bersama GD, hatiku sudah terlanjur terluka.

Ku abaikan dering ponsel yang berbunyi, bahkan kini aku meraihnya untuk kumatikan. Aku tidak mau diganggu meskipun itu adalah GD. Tak terasa sudah dua jam berlalu. Pukul sebelas malam. Apa aku harus pulang ?

Krietttt

Tiba-tiba terdengar derit pintu, tidak berapa lama terdengar langkah kaki tak beraturan. Siapa ? Ku picingkan mataku untuk melihat jelas siapa yang datang. Dan mataku terbelalak lebar ketika mendapati Top yang sedang berjalan terhuyung. Sepertinya pria itu mabuk berat.

“ Top hyung ! “ Panggilku.

Namja itu tak menoleh dan terus berjalan ke arah pagar pembatas. Aku hanya melihat saja apa yang ingin namja itu lakukan, namun ketika sosoknya sudah dekat dengan pagar pembatas, sontak aku bangkit dan melesat ke arahnya. Ya Tuhan apa yang namja itu lakukan dengan berdiri diatasnya!!! Apa ia ingin bunuh diri ? Tidak, aku tidak mau menjadi saksi dari kematian seorang artis terkenal yang mengakhiri hidupnya dengan cara bodoh seperti itu.

“ Hyung apa yang kau lakukan ? Ayo turun itu sangat berbahaya !!!“

Top menoleh dan baru menyadari keberadaanku. Tapi sepertinya ia tak mengenaliku, ia memandangku seraya memicingkan matanya. Tiba-tiba tangannya terangkat dan menunjuk-nujuk diriku.

“ Kau !!! kau yeoja itu kan ? yeoja yang merebut kebahagian ibuku eoh ? “

Apa? Dia bicara apa ? dan yeoja ? Mengapa dia menyebut ku seorang yeoja ? Apa sebenarnya sejak awal dia sudah tahu jika aku menyamar. Ah tidak-tidak, jika ia tahu sudah tentu dia akan menendangku saat itu juga. Dan tentang ibunya ?

“ Jangan mendekat. Aku tidak sudi disentuh oleh dirimu. Aku tidak pernah akan menganggapmu sebagai ibuku, meski ayahku telah menikahimu dengan cintanya. Pergi…ku bilang pergilah !! “

Aku masih hanya berdiri dengan jantung yang berdetak kencang. Aku tak mengerti pembicaraannya, tapi setahuku kata-kata yang diucapkan orang mabuk adalah kebenaran, meski ia mengatakannya tidak dengan kesadaran penuh.

“ Baiklah. Aku akan pergi, tapi kau harus turun dulu dari sana eoh ? “ Ucapku panik.

“ Kau siapa mengatur hidupku ? “

Keras kepala. Aku memang bukan siapa-siapa untuknya, tapi tentu saja aku bisa jadi sulit karenanya. Jika dia mati, polisi pasti akan memburuku sebagai orang pertama yang menjadi tersangka.

“ Hyung kita saling mengenal. Lihatlah wajahku, coba lihat saja “

Kaki ku mendekat perlahan dengan tangan yang coba menggapai kakinya yang panjang itu. Untuk mengalihkan perhatiannya aku meminta ia menatapku lekat-lekat. Berhasil kini ia tak lepas menatap wajahku. Ku gunakan kesempatan itu untuk semakin dekat, lebih dekat, dan kini aku berada tepat dihadapannya.

“ Kau sudah tahu siapa aku kan ? Kajja hyung pegang erat tanganku “ Rayuku.

Top hanya diam saja, namun tatapannya tepat menatap manik mataku. Bagus, kini ia mulai membungkukkan tubuhnya untuk lebih jelas menatap wajahku. Tapi, apa yang ia lakukan. Hey singkirkan tanganmu dari wajahku!!! Isshhh bau alkoholmu sangat menyengat Top.

“ Benarkah kita saling mengenal ? Apa kau baik padaku ? “ Tanya seraya membelai lembut pipiku.

Ya aku baik padamu, tapi sebaliknya kau  yang jahat padaku. Isshh aku geli caramu membelaiku.

“ Ya, kita berteman sangat baik hyung, turunlah “

Tangan Top terus membelai kedua pipiku, tidak berapa lama menyusuri  leher dan berakhir untuk dilletakkan dibahuku. Perlahan ia menurunkan sebelah kakinya. Tepat ketika aku dengan mudah untuk menarik tubuhnya, tiba-tiba….

“ Uwekkkkkk….uhuk-uhuk…uwekkksssssss “

Andweeeeeeeeeee!!!!!! Dia mengotori pakaianku. Iyakkssss, Top kurang ajar, kini tuxedoku kotor terkena muntahannya.

“ Heyyy !!! tolong kami, kami terkunci disini !! Apa tidak ada orang disana ? “

Aku menggedor-gedor pintu yang tertutup rapat dengan panik. Berharap masih ada orang diluar sana yang bisa mengeluarkan aku dan Top dari tempat ini. Huh. Apa adegan disebuah drama juga bisa terjadi padaku ? Terjebak di lantai paling tinggi sebuah gedung dengan angin yang berhembus begitu kencang yang bisa membuatmu masuk angin karena hanya memakai kemeja tipis.

Lebih sial ku rasakan, karena yang bersamaku adalah namja yang membenciku dan juga aku benci. Dalam keadaan mabuk pula. Lengkap sudah penderitaanku. Aku menatap kembali tubuh Top yang tergeletak begitu saja diatas lantai yang dingin. Ku pilih posisi duduk yang cukup jauh darinya. Kami hanya berdua, dan tidak ada yang bisa menjamin jika tidak terjadi apa-apa padaku jika ia tersadar nanti.

“ Dingin sekaliiiiii “

Aku menoleh ke arah Top dan ku lihat tubuhnya menggigil kedinginan. Tidak ada yang bisa kulakukan, tuxedoku pun kotor terkena muntahannya. Karena merasa tidak tega, aku merangkak untuk mendekat. Tanganku dengan takut menyentuh tuxedonya, mengaitkan masing-masing kancing untuk mengurangi rasa dingin ditubuhnya.

Tubuhnya masih menggigil. Apa yang harus aku lakukan ? Aku sendiripun tidak memiliki apa-apa untuk melindungi tubuhku dari rasa dingin. Ternyata yang aku lakukan tidak banyak membantu, tubuh Top masih terlihat menggigil. Aku menggigit bibir bawahku seraya berpikir. Tidak ada pilihan, sepertinya aku yang harus menghangatkannya.

Aku pun beralih ke arah belakang tubuh Top. Merapatkan tubuhku dengan tubuhnya. Aku menatap punggungnya yang bergetar. Ya Tuhan apa aku harus melakukannya ? Bagaimana jika dia tiba-tiba tersadar dan menemukanku sedang melakukan ini padanya ?

“ Dingin, mengapa rasanya dingin sekali ? “

Mendengar keluhannya, aku merasa akan gila sendiri. Sepertinya aku memang harus melakukan ini padanya. Perlahan aku mengangkat tanganku dan…

Hug

Ku peluk tubuhnya dari arah belakang. Tubuh Top berhenti menggigil, aku semakin mengeratkan pelukanku. Tidak buruk, setidaknya akupun merasa hangat dan tidak akan mati karena kedinginan hingga besok pagi. Kuharap, ketika terbangun besok ia tidak menendang tubuhku jauh-jauh karena berani menyentuh tubuhnya.

To Be Continued

37 responses to “( CHAPTER – 1 OF ? )우리 사랑하지 말아요 / Let’s Not Fall in Love

  1. Jiyi belum ngenal member bigbang udah bilang gx suka aja,, sekarang jiyi jadi naksir GD.
    Emang dasarnya GD baik atau ada apa yah?
    Owh,, jadi gegara appa top nikah lagi, Top jadi benci ma yeoja.
    Trio kwek” gx tanggung” klo ngerjain jiyi/jiho
    Top bakal gimana tuh klo udah sadar hahaha

    Eonnie,,, aq kangen ma COT n AMOH…. masih ditunggu kelanjutannya

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s