[ONESHOOT] It’s Not Magic!!

Myungyeon_It's Not Magic.jpg

| Tittle : It’s Not Magic!!! |

| Main Cast : Kim Myungsoo [INFINITE] – Park Jiyeon [T-ARA] – Choi Minho [SHINEE] – Jung Eunji [A-PINK] |

| Support Cast : All member of EXO |

| Length : Oneshoot |

| Genre : Friendship & Fantasy |

| Author : VieLKim |

oOo~oOo~oOo

Happy Reading😀

.

.

.

.

Myungsoo melangkahkan kakinya menuju ruang kelas, ditangannya terdapat setumpuk buku teman-temannya. Ia ditugaskan oleh Mr.Han guru bahasa inggrisnya untuk mengembalikan buku-buku tugas milik kelasnya. Padahal siang ini ia berencana ke perpustakaan.

Jika kalian mengira Myungsoo anak yang rajin tentu itu salah besar! Ia berencana keperpustakaan bukan untuk membaca buku melainkan bersantai seperti biasa. Kalau kelepasan dia bisa sampai tertidur di rak paling pojok sampai bel pulang berbunyi, kebiasaan tidur dimana saja kapan saja-nya itu kerap kali membuat Minho teman sebangkunya heboh sendiri.

Pernah suatu ketika Myungsoo menghilang di jam pelajaran kedua, padahal waktu jam pelajaran pertama ia masuk dan masih duduk anteng disamping Minho. Jika tahu Myungsoo akan hilang lagi seperti biasa, mungkin Minho bisa saja mengikat anak itu dibangku agar tak kemana-mana. Minho sibuk kesana-kemari mencari keberadaan Myungsoo pasalnya jam pelajaran kedua adalah pelajaran guru Lee yang terkenal killer, Minho mulai mencari dari atap sekolah namun nihil, Myungsoo tak ada. Diperpustakaan, UKS, lapangan basket, ruang musik, ruang seni, teater, sampai ruang olahraga, tetap Minho tak menemukan batang hidung sahabat karibnya itu. Barulah ketika Minho hendak membasuh wajahnya diwastafel toilet ia mendengar dengkuran halus dari bilik toilet paling pojok, ketika ia membuka dan melihatnya betapa kagetnya ia saat itu mengetahui bahwa yang berada didalam adalah Myungsoo! Benar-benar Kim Myungsoo!

_________________________

VieLKim’s present

It’s Not Magic!!

________________________________________

Myungsoo melangkah memasuki kelas dengan setengah hati, sedari tadi pria itu hanya menggerutu tidak jelas sambil mengeluarkan umpatan-umpatan yang ditujukan pada guru setengah plontosnya yaitu Mr.Han. Ditangannya terdapat setumpuk buku yang tingginya hampir menutupi sebagian wajahnya, sesekali ia membenarkan posisi buku itu agar tidak jatuh.

‘Brakk’ dengan tangan yang hampir kebas Myungsoo mulai meletakkan setumpuk buku teman-temannya itu dimeja guru.

“Hey Kim, sekalian tolong kemarikan bukuku. Buku bersampul merah muda yang bergambar hello kitty, dan hello kitty-nya itu memakai baju berwarna biru. Jangan yang memakai warna kuning, karena hello kitty berbaju kuning itu milik Eunji” itu suara Jiyeon, primadona kelas dikelasnya Myungsoo, tak hanya cantik dia juga pintar makanya dia banyak dikagumi oleh kaum pria.

“Oh iya satu lagi Myung, gambar hello kitty punyaku itu yang sedang tersenyum. Jangan yang cemberut, kalau cemberut itu punya eung–“ Jiyeon terlihat berpikir

“ –Punya Eunhyuk kurasa” kemudian tersenyum polos

Sedangkan Myungsoo memutar bola matanya jengah, demi kepala plontosnya Mr.Han yang menyilaukan mata, Myungsoo tak mau berurusan dengan segala jenis hello kitty-nya Jiyeon. Entah kenapa dari berpuluh-puluh wanita dikelasnya yang menjadi primadona itu Jiyeon, setahu Myungsoo Jiyeon itu manja dan terlalu cerewet, secerewet ibunya Myungsoo jika sedang memarahinya karena lupa mematikan keran air di kamar mandi, mengakibatkan rumahnya mendadak kebanjiran.

Myungsoo tak menghiraukan Jiyeon, ia berjalan malas lalu duduk dikursinya sendiri tepat bersebelahan dengan meja Jiyeon, ia menelungkupkan wajah dikedua lipatan tangannya dimeja hendak tidur (lagi).

Disisi lain, sahabat bermata belonya Myungsoo yaitu– Choi Minho sedang menggoda gadis bermata sipit– Eunji, yang duduk tepat disebelah Jiyeon

“Hey cantik, lagi ngapain nih?” tanya Minho basa-basi, hari ini ia berniat mengajak gadis bermata segaris sahabat Jiyeon ini jalan-jalan.

“Kamu enggak liat apa, aku lagi ngapain? Punya mata gak sih?!”

pertanyaan itu salah! sebenarnya siapa yang punya mata dan gak punya mata disini? .__.

Eunji sewot, pasalnya acara memoles kuku-nya dengan kutek jadi terganggu.

“hmm ji, nanti pulang sekolah kamu ada acara gak?”

“Ada, latihan vocal bareng Taeyeon unni. Kenapa emang?” sayangnya eunji tidak peka terhadap niatan Minho

“hmm, kalau habis latihan vocal?”

“Habis latihan vocal, aku ke toko buku nemenin Bomi”

“Habis ke toko buku?”

Eunji menaikkan sebelah alisnya “Habis ke toko buku, ya pulang kerumah”

Benar juga– batin Minho, kalau sudah malam ya pulang kerumah. Tidak elit bukan kalau ia menculik anak orang malam-malam untuk diajak jalan-jalan, lagian eunji juga butuh istirahat.

Namun Minho tak pantang menyerah–

“Kalau besok?”

Eunji memutar bola matanya jengah “Astaga?! Besok ya berangkat sekolah”

Mendengar itu muka Minho mendadak nelangsa.

Sedangkan Jiyeon, anak itu masih kesal dengan Myungsoo. Ia merasa diabaikan oleh pangeran[?] tidur dikelasnya. Bibirnya mengatup rapat sambil sesekali terdengar sumpah serapah keluar dari mulutnya. Ia menatap tajam punggung Myungsoo dari jauh, seakan-akan ada sinar-x yang mampu melubangi punggung itu.

Myungsoo yang merasa ditatap tajam oleh Jiyeon sedari tadi, kini memposisikan dirinya bangun. Mengangkat wajahnya, menyandarkan punggungnya pada sandaran kursi sambil melipat kedua tangannya didada, menatap Jiyeon tak kalah tajam seolah berkata ‘APA?!’

Jiyeon mendengus, balik menatap Myungsoo dengan bengis sambil bergestur dengan tangannya ‘AKAN AKU CONGKEL MATAMU!’

Myungsoo yang melihat itu, hanya meremehkan dan mengendikan bahunya ‘COBA SAJA KALAU BERANI!’

Telapak tangan Jiyeon terkepal kuat, ia akan bangkit dari duduknya–

Namun. . . .

‘TAK TAK TAK’ itu suara ketokan tongkat dari Guru Lee, guru matematika yang super killer

Jadi Jiyeon mengurungkan niatnya untuk mencongkel mata Myungsoo, mungkin lain kali. Iya kalau berani?

Ia duduk kembali dikursinya, juga dengan Minho yang langsung menghambur duduk disamping Myungsoo.

.

.

.

Setelah jam pelajaran pertama berakhir, kedua gadis cantik itu kini sedang menikmati bekalnya di kantin. Eunji sibuk melahap roti isinya sedangkan Jiyeon, gadis itu sibuk dengan ponsel digenggaman tangannya sambil meminum milkshake strawberry favoritnya.

“Hai Jiyeon, hai Eunji” itu suara Minho yang tiba-tiba saja datang tak diundang bersama Myungsoo, seraya duduk tepat disamping Eunji. Menyisakan bangku kososng disamping Jiyeon, membuat Myungsoo mau tak mau duduk disebelah Jiyeon.

Hening beberapa saat menyelimuti mereka, sebelum akhirnya Minho membuka suara indah[?]nya terlebih dahulu.

“hmm, diantara kalian apakah ada yang pernah melakukan ekspedisi malam?” tanya namja bermata belo itu sok serius.

Namun bukannya menjawab, ketiga temannya itu hanya mengernyit bingung mendengar pertanyaan namja tampan nan belo dihadapannya ini.

“Astaga, aku merasa posisiku disini memang benar-benar tak dihargai oh~” ujar Minho sok merana, sambil menelungkupkan wajah di satu telapak tangannya.

“Hey man. Kau terlihat berlebihan” ujar Myungsoo turut menyemagati Minho sambil menepuk bahu lelaki bermata belo dihadapannya “Memang ada apa dengan ekspedisi malam itu?” tanyanya kemudian

Mendengar itu, Minho dengan cepat merubah mimik mukanya yang tadi muram seperti kertas bekas gorengan menjadi ceria, seceria wajah kartun spongebob dan patrick yang pernah Myungsoo tonton.

“Bagaimana kalau kita mencoba melakukan ekspedisi malam hmm?“ Minho menaik turunkan alisnya dengan senyum yang kelewat lebar. Sebenarnya ingin sekali Myungsoo menonjok wajah orang dihadapannya ini, namun posisinya yang sebagai sahabatnya, ia jadi tak tega melakukannya mengingat Minho adalah orang yang berjasa untuk membangunkan dirinya disaat-saat genting seperti mencari dirinya saat mata pelajaran guru Lee yang killer mungkin.

“Hahh maksudnya?” Jiyeon dan Eunji yang tadinya sibuk bergosip pun, kini teralih perhatiannya pada sosok pria bermata belo didekatnya. Sebenarnya sedari tadi pun gadis-gadis yang doyan bergosip ini mendengar perbincangan antara Myungsoo dan Minho disebelahnya. Namun karena malas jadi mereka berdua tak menanggapinya, kecuali Myungsoo yang memang merasa kasihan pada sahabat sepermainannya itu.

“Jadi kita akan melakukan ekspedisi malam digudang sekolah kita, kalian ingat dengan gudang disekolah kita yang ‘katanya’ bisa membawa kita kedimensi lain itu” ujar Minho menjelaskan

Myungsoo yang tadinya mendukung Minho, sekarang ia malah meragukan ide sahabat karibnya yang memang gila itu “ Hanya orang bodoh yang percaya pada hal-hal seperti itu”

Minho melotot, ingatkan dirinya bahwa ia baru saja dikatai ‘bodoh’ oleh sahabatnya sendiri. Whatttt?!

“APA?! Hey Kim. Kau mengataiku bodoh. Astaga!” Minho bangkit berdiri dari kursinya sambil menunjuk jari telunjuknya tepat kearah wajah tampan Myungsoo. Tanpa dijelaskan pun Minho sudah tahu kalau Myungsoo itu pintar. Inilah alasan kenapa Minho suka heran terhadap kepintaran anak itu yang padahal kerjaannya disekolah hanya tidur dan tidur tak ada yang lebih dari itu.

Dan– ia pun SUDAH CUKUP TAHU kalau dirinya memang sedikit bodoh, yah hanya sedikit bodoh. Ingat hanya sedikit! setidaknya Myungsoo tak usah mengungkit-ungkit hal itu dihadapan gadis-gadis primadona kelas lah. Minho kan jadi malu *iya malu-malu’in.

Sebenarnya tanpa Myungsoo beri tahu pun Jiyeon dan Eunji sudah mengetahui itu, mereka kan memang satu kelas. ya ampun.

Melihat tangan Minho yang masih bertengger dihadapan wajahnya– “Aisshh, Hey Choi. Singkirkan tangan kotor bekas upilmu itu dari tanganku” ujar Myungsoo sambil menepis tangan Minho dari wajahnya.

Mendengar itu tentu saja Minho tambah geram “Baiklah kalau begitu kita buktikan saja Kim, siapa yang bodoh dan tidak sebenarnya disini! Kita berempat lakukan ekspedisi malam itu, nanti malam! Bagaimana?” Minho menunjuk Jiyeon dan juga Eunji yang dibalas tatapan kaget oleh kedua gadis itu. Namun Minho tak memperdulikannya, ia malah berkacak pinggang dihadapan Myungsoo.

“Baiklah, kalau begitu. Kita lakukan ekspedisi itu nanti malam Choi!” ujar Myungsoo tak mau kalah. Ia bangkit dari kursinya, mengangkat dagu dihadapan Minho dengan tatapan sok tajamnya.

“Heyy kalian yang benar saja! “ Jiyeon ikut bangkit dari kursinya begitu juga Eunji. Mereka tak terima ikut terseret-seret kedalam masalah namja kurang kerjaan seperti Minho dan Myungsoo.

“Aisshh, sudah kau diam saja” Myungsoo membalas perkataan Jiyeon lalu melangkah meninggalkan kantin.

“Heyy Kim, kau membuat keputusan tanpa mempertanyakan pada kami berdua lebih dulu– hey kim!! KIM MYUNGSOO!! KAU GILA PABBO IDIOT!!!” Jiyeon berteriak semakin keras ketika Myungsoo mulai semakin jauh, lalu dengan segera ia berlari menyusulnya.

Menyisakan Eunji dan Minho berdua saja di meja kantin. Eunji menatap namja belo disampingnya dengan mata melotot yang dipaksakan mengingat matanya yang hanya segaris. Sedangkan namja bermata belo itu hanya membalas dengan cengiran lebarnya.

.

.

.

Pada pukul sebelas malam Myungsoo, Minho, Jiyeon dan juga Eunji sudah berkumpul di lapangan sekolah karena janjinya yang akan melakukan ekspedisi malam digudang sekolah yang katanya angker, seangker keteknya Minho *oke abaikan yang ini. Mereka berempat mengendap-endap bagai maling pencuri jemuran yang tidak ingin ketahuan oleh sang pemilik rumah dan berakhir digebuk massa.

Setelah mereka sampai didepan gudang tua, terlihat sekali gurat ketakutan yang terlihat diwajah ke-empat anak manusia itu. Namun mereka berusaha menutupinya satu sama lain. Agar tak dikatai pengecut mungkin.

“Cepat kau buka pintunya?! “ ujar Eunji terlihat tak sabaran pada Minho yang berdiri didepannya, Myungsoo dan Jiyeon hanya mengangguki dibelakang. Sedangkan orang yang dimaksud malah diam seribu bahasa dengan beribu kekhawatiran yang bergelayut dibenaknya.

“Hei!! kenapa diam saja ” tanya Myungsoo, namun itu terdengar seperti sindiran dan gertakan sang guru yang menyuruh anak muridnya untuk maju kedepan karena tidak mengerjakan PR.

Minho dengan perasaan dongkolnya, perlahan-lahan memegang gagang pintu itu dengan sedikit gemetar. Heii!! yang benar saja bukan sedikit lagi, tapi ia memang benar-benar sangat gemetar dan sepertinya ia akan segera pipis dicelana! .__.

Akhirnya dengan sekuat tenaga yang dikeluarkannya mereka berhasil membuka pintu itu, yah lebih tepatnya Minho-lah yang membuka pintu tersebut, sedangkan yang lain hanya mampu menutup mata dan membantu berdoa dari belakang.

Mereka berempat memasuki gudang dengan sedikit ragu, tempat itu begitu gelap tanpa adanya lampu penerangan sedikitpun, untung saja Myungsoo membawa senter yang didapatnya tadi dari pak satpam yang sedang tidur di depan pos sekolah, yap benar Myungsoo mencurinya!! Setidaknya itu sedikit membantu mereka berempat agar tetap bisa melihat didalam kegelapan. Myungsoo pintar bukan? atau memang jiwa malingnya yang tak pernah lekang oleh waktu. Entahlah. . .?

“Sepi sekali “ Jiyeon membuka pembicaraan dengan wajah polosnya, setelah memasuki gudang gelap itu.

Eunji memutar bola matanya malas “ Jelas saja sepi Jiyeon. . .kalau ramai itu mall namanya “

Kini mereka berempat duduk bersila dengan posisi memutar sambil berpegangan tangan masing-masing, sedari tadi Myungsoo hanya menutup matanya, entah karena takut atau ngantuk padahal– ritual mereka belum dimulai sama sekali.

“Oke sekarang kita mulai saja baca mantranya“ Minho membuka suara sambil mengatur posisi duduk dan mengambil ancang-ancang agar mantranya bisa diucapkan dengan khusuk[?]. Mereka berempat menutup mata dengan diiringinya komat-kamit yang keluar dari mulut Minho.

Tiba-tiba aura disekitar mereka mendadak berubah, hawa dingin kini terasa memasuki semua persendian tulang-tulang ke-empat anak manusia yang masih sibuk melakukan ritualnya. Angin berputar seolah menerbangkan mereka dengan membentuk kumparan topan “HYAAAAAAAAAAAAA~” sebuah teriakan lolos dari bibir ke-empat anak yang kini tubuhnya telah terombang-ambing seperti telah tersedot masuk kedalam lubang aneh yang begitu gelap. Mereka tertarik masuk semakin dalam seperti bulu yang diterbangkan oleh angin, entah lorong itu akan membawa mereka kemana yang mereka sadari kini ada secercah cahaya di ujung lorong, semakin tarikan itu kuat membawanya menuju cahaya. Secepat itu pula gravitasi seolah menariknya.

‘BRUKKKKK’

“Arrrrgggggggghh~” teriak ke-empatnya, setelah jatuh bebas ke tanah.

“Pendaratan yang buruk” Myungsoo bangkit dari posisi terjerembabnya, begitu juga dengan yang lainnya.

“Astaga!! Tempat apa ini?!“ tanya Jiyeon heboh setelah pandangan matanya ia arahkan ke sekelilingnya, ia hanya mendapati tumbuhan-tumbuhan liar dan pohon-pohon besar dan tinggi  berjejer disekitarnya. Ditambah suara burung gagak yang terdengar dari dalam hutan.

“WoW!! Daebak, ternyata kita berhasil!“ ujar Minho girang dengan mata bulatnya yang berbinar terang

“Ya, dan kau berhasil membawa kita terseret bersama ide gilamu Choi Minho!” Eunji terlihat geram menatap Minho, tentu saja dirinya tak ingin mati muda. Tersesat dalam hutan dan akhirnya berakhir dimakan binatang buas oh no! Eunji masih ingin hidup dan membelikan adiknya kerak telor khas betawi yang pernah ia janjikan namun tak pernah kesampaian itu.

.

.

Tempat itu penuh dengan pohon-pohon pinus berjejer disetiap pinggir jalan yang mereka tapaki dan sesekali terdengar kicauan burung hantu dan burung gagak yang mampu membuat bulu kuduk mereka merinding, tempat ini seperti hutan basah yang belum terjamah oleh manusia. Mereka terus berjalan memasuki hutan hingga pandangan mereka tertuju pada sosok pria jangkung yang sedang duduk diatas batu besar, entah apa yang sedang dilakukan pria jangkung itu tapi sepertinya pria itu sedang melakukan meditasi. Mereka berempat langsung saja mengampiri pria itu tanpa disadari sama sekali olehnya karena pria itu sepertinya sedang khusuk sekali bermeditasi.

“Jeoseonghamnida tuan, bolehkah kami bertanya sesuatu?“ Jiyeon bertanya pada pria jangkung yang ada didepannya, namun pertanyaannya itu sama sekali tidak digubris oleh pria jangkung yang masih saja pada posisi bermeditasinya. Jiyeon hanya mendengus kesal

“Heyy tuan, kita tersesat bisakah tuan membantu kami!!“ teriak Myungsoo tak sabaran tepat ditelinga pria jangkung itu yang membuat pria jangkung itu kaget dan sontak langsung mengeluarkan api dari tangannya tepat mengenai Myungsoo hingga lelaki tampan itu terhempas jatuh ke tanah yang membuat Minho, Jiyeon, dan juga Eunji kaget. Lantas mereka bertiga menghampiri Myungsoo

“Apa kau baik-baik saja Kim?” Tanya Jiyeon sambil membantu Myungsoo berdiri, sedangkan Minho mencoba menghampiri lelaki jangkung itu hendak menanyakan sesuatu, namun langkahnya lebih hati-hati takut-takut nasibnya nanti akan sama seperti Myungsoo.

“Mmm. .ngg. .a– anu tuan” Minho terlihat gelagapan ”Sebelumnya maafkan kami semua, bukan maksud kami mengganggu anda tapi kami hanya ingin. ng– ng bertanya sesutau padamu?” Minho sedikit gemetar takut-takut dirinya terkena jurus kungfu panda[?] dari pria jangkung yang kini berdiri tepat dihadapannya.

“To the point saja, kau ingin bertanya apa” ujar pria jangkung itu memasang ekspresi muka datarnya.

“Ngg. .sepertinya kami tersesat disini, bisakah kau membantu kami menunjukkan arah jalan pulang“ Minho sesekali melirik teman-temannya berharap pria jangkung itu mau membantu mereka semua karena hanya satu-satunya pria itu yang mereka temui disini.

“Baiklah ikuti aku“ Pria jangkung itu mulai melangkahkan kaki panjangnya, menapaki tanah menginjak daun kering yang berbunyi karena injakan sepatu.

Sementara Minho, Jiyeon, Myungsoo, dan juga Eunji sebenarnya sedikit ragu dengan pria itu, apakah pria itu memang benar-benar ingin membantu mereka berempat atau malah sebaliknya, mereka semua sibuk dengan pikiran masing-masing sambil melangkah mengikuti pria jangkung itu, sedangkan Myungsoo berjalan terseok-seok dibantu oleh Jiyeon dan Eunji akibat terkena hantaman tak terduga oleh pria jangkung tersebut.

Tibalah kini mereka disebuah gua dekat tebing dan air terjun yang curam, suara kicauan burung gagak pun tak henti-hentinya terdengar ditelinga mereka hawa dingin semakin terasa ditempat itu yang membuat bulu kuduk mereka semua meremang seketika.

“Ayo. . masuk“ ujar pria itu menyuruh Minho, Myungsoo, Jiyeon, dan Eunji masuk. Mereka sedari tadi hanya bengong melihat tempat sekeliling yang menurutnya aneh itu, sehingga tak menyadari bahwa mereka sudah berdiri tepat didepan mulut gua. Tempat itu mengingatkan Jiyeon akan drama-drama china kolosal yang pernah ia tonton bersama ibunya.

“Apa yang sedang kalian pikirkan, cepat masuk!!“ perintah pria itu (lagi) pada mereka berempat sontak membuyarkan lamunan mereka semua.

Hal pertama yang mereka rasakan saat memasuki gua tersebut adalah keanehan bercampur dengan kekaguman. Apalagi, ini menguatkan dugaan Jiyeon mengenai drama kolosal Yoko dan Bibi Lung[?] yang pernah ia tonton dulu.

Didalam gua itu terdapat kolam bening dengan germicik air terjun jatuh menghasilkan bunyi yang begitu indah ditambah sinar mentari pagi yang masuk melalui celah-celah atap gua yang langsung menyorot keindahan kolam dengan bunga-bunga liar yang tumbuh disekitarnya. Kicauan burung terdengar jelas menambah indah suasana pagi dengan gemericik air terjun yang langsung jatuh dari bukit gua.

Mereka terus memasuki gua hingga berhenti tepat didepan kerumunan orang yang sedang asik berbincang satu sama lain tanpa menyadari kedatangan ke-empat anak manusia itu.

“Chanyeol, siapa mereka berempat ini? Kenapa kau membawa mereka kesini?“ tanya salah satu dari mereka pada pria jangkung yang diketahui namanya chanyeol itu, ia yang pertama kali menyadari kedatangan tamu tak diundang itu.

“Aku tidak tahu, mungkin mereka datang dari dimensi lain entahlah aku juga tidak mengerti“ jawab Chanyeol pada Suho, yang sekarang sudah mendaratkan pantatnya pada salah satu bebatuan besar

Sedangkan Minho, Myungsoo, Jiyeon, dan Eunji masih terpaku dengan apa yang dikatakan Chanyeol. Dimensi lain? jadi apakah mereka benar-benar tersesat didimensi lain. Berarti ekspedisi mereka berempat berhasil untuk datang kedimensi lain? tapi apakah mereka harus senang karena keberhasilannya atau malah sebaliknya. Entahlah yang pasti di pikiran Myungsoo, Jiyeon dan Eunji sekarang adalah mereka harus mengeroyok Minho setelah ini. Ingat itu!

“Sepertinya salah satu dari mereka terluka? Kau apakan mereka?“ tanya salah satu dari mereka lagi yang langsung menghampiri Myungsoo

“Ng– a– anu tadi aku tidak sengaja mengeluarkan elemen apiku padanya“ Chanyeol memasang wajah tanpa dosanya sambil menggaruk belakang kepalanya.

“Kau ini, sudah kubilang jangan sembarangan mengeluarkan kekuatanmu itu“ ujar Suho mengingatkan dan langsung menyuruh Lay salah satu dari mereka yang memiliki kekuatan Life/Health, Unicorn-nya untuk menyembuhkan Myungsoo, dengan sekejap luka hantaman Chanyeol itu pun berhasil disembuhkan oleh kekuatan Lay. Lagi-lagi mereka shock melihat apa yang baru saja dilihatnya dengan mulut yang menganga lebar.

“Oh iya, sebenarnya kalian ini datang dari mana?“ tanya Chen salah satu dari mereka.

“Mmmhh– kita datang dari gudang“ jawab Eunji dengan tampang polos

“Gudang . . .apa itu gudang?“ tanya seorang lagi yang memiliki kulit paling putih diantara yang lainnya– Sehun

“Isshh, kau ini mana mengerti mereka tentang gudang“ Jiyeon berbisik sambil menyenggol lengan Eunji. “Maksud kami, kami datang dari Bumi, ya Bumi. Apa kalian mengetahuinya?“ ujar Jiyeon membenarkan

“Bumi. . .?? maksudmu Arda?” tanya namja bermata bulat bernama D.O memastikan.

“Arda?” kali ini Jiyeon yang terlihat bingung “Kami datang dari Bumi bukan Arda. Ya. . .Bumi, kau tahu tentang Bumi?“ tanya Jiyeon lagi

“Tentu saja, itu salah satu kekuatanku. Arda itu sama saja seperti Bumi. Kami menyebutnya disini sebagai Arda“ Jawab D.O “Tapi bagaimana bisa kalian sampai kesini, setahuku tidak ada manusia penghuni Bumi yang bisa memasuki wilayah ini“

Mereka –kecuali Myungsoo Jiyeon Minho Eunji– seketika terdiam, sebelum akhirnya menyadari sesuatu “Apa jangan-jangan???!!!“ mereka kompak memandang kearah Kai yang memiliki kekuatan Teleportasi.

“Heyy!! Kenapa kalian menatapku seperti itu?!“ ujar namja berkulit tan itu seolah tak tahu apa-apa.

“Jangan berpura-pura tidak tahu Kai. Apa yang kau lakukan dengan kekuatan Teleportasi-mu itu?“ Chen bertanya penuh selidik menatap Kai. Chen yang memiliki kekuatan Lightsaber mampu membuat Kai gelagapan takut-takut hyung satu itu menyerangnya dengan kekuatan petirnya, akhirnya Kai memilih menjelaskan yang sebenarnya.

“Mmhh– jadi begini hyung, tadi aku hanya iseng saja ingin melihat seperti apa Arda itu, jadi aku menggunakan kekuatanku untuk memasuki planet Arda, dan ternyata memang benar apa yang dikatakan D.O hyung tentang Arda itu sungguh menakjubkan dan sesampainya disini aku lupa untuk menutup pintu portal perbatasan yang menghubungkan Arda dengan planet kita. Mungkin itu yang menyebabkan mereka bisa memasuki Planet kita. maaf” ujar Kai merasa bersalah, akibatnya manusia dari Bumi itu mengetahui keberadaan wilayah mereka.

“Mau bagaimana lagi, ini semua sudah terjadi. Jadi apa rencanamu untuk mengembalikan mereka berempat kembali ke Arda. Ini semua tanggung jawabmu Kai, karena kau yang memiliki kekuatan teleportasi itu“ Xiumin yang memiliki kekuatan Ice mencoba membuka suaranya, memang hanya Xiuminlah yang mampu menengahi perdebatan antara mereka karena mungkin dengan kekuatan Ice-nya mampu mendinginkan emosi diantara mereka semua.

“Rencanaku. . .?? mmhh– “ Kai menimang-nimang seperti sedang memikirkan sebuah ide namun terlihat ragu.

“Jangan bilang kau tidak bisa mengembalikan mereka semua“ tanya Sehun yang sepertinya bisa menebak apa yang dipikirkan Kai.

“Hhhe“ hanya cengiran yang kelewat garing yang mampu dikeluarkan oleh Kai karena dia tak tahu harus menjawab apa

Baekhyun yang tadi diam saja akhirnya membuka suaranya“Jadi bagaimana?“

“Mmmh– mungkin itu memerlukan waktu yang lama, hyung tahu sendiri bahwa kekuatanku mulai melemah akibat memasuki Arda. Mungkin aku harus memulihkan kekuatanku terlebih dahulu “ jawab Kai menjelaskan

“Jadi???“ tanya mereka berempat akhirnya tak sabaran pada Kai

“Jadi– yaa, kalian harus tinggal disini sementara“ jawab Kai final.

“MWOO?!“ teriak mereka berempat bersamaan

.

.

.

…………………………………………….END…………………………………..

 

huwaaaaaaa berakhir dengan tidak elitnya. . . . . . enggak tahu itu gaje banget sumpah. aku gak pede banget ngepublish ff ini, apalagi dengan ending ngegantung kayak hubungan Jiyeon sama Myungsoo gitu *ehh yang terakhir itu apaan sih* .________.

18 responses to “[ONESHOOT] It’s Not Magic!!

  1. Gantung bnget thorrrr,,, hufff ngkak bnget deh, Nmjax yg sdikit pntar n sdikit bodoh dngan yeoja yg polos, mreka bner2 lucu

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s