[FICLET] Boarding House Series : The Third Person

bhnew2

Quinniechip’s Present

The Third Person as part of Boarding House Series

A Life Ficlet for General

: Body Lotion . Ex’s Call


Tidak ada yang tahu apa sebabnya Suzy yang biasanya selalu riang tampak murung sejak kemarin.

Dibandingkan dengan berkumpul bersama penghuni rumah kost yang lain, Suzy lebih memilih untuk mengurung diri di dalam kamar. Mungkin Suzy tidak akan keluar jika Jiyeon tidak menggedor pintu kamarnya.

Setelah dua jam memaksa Suzy untuk bercerita, akhirnya Jiyeon mengetahui apa penyebab perubahan sikap Suzy.

Seseorang yang telah ia anggap sebagai sahabat merebut kekasihnya, dan bodohnya, kekasihnya itu lebih memilih si perusak hubungan orang itu dibandingkan Suzy yang telah dipacarinya selama lebih dari setahun.

Klise memang. Tapi hal seperti ini terkadang memang terjadi dalam kehidupan seseorang.

Memang tak ada sangkut pautnya sama sekali dengan Jiyeon. Tapi entah mengapa Jiyeon ikut marah. Dengan berbekal informasi yang tak sengaja diucapkan Suzy bahwa sahabatnya itu selalu melewati rumah kost ini setiap sore, Jiyeon rela menunggu si perusak hubungan Suzy itu di depan pagar rumah kost.

Suzy sudah berkali-kali memohon pada Jiyeon untuk tidak perlu menunggu sahabatnya, tapi apa daya, Jiyeon mengatakan bahwa perusak hubungan orang lain itu harus diberi pelajaran.

Hyejeong justru bingung, apa yang harus ia lakukan. Ia merasa kasihan pada Suzy, dan memang benar, si perusak hubungan orang lain itu harus diberi pelajaran, tapi di sisi lain, ia juga tidak mau jika orang-orang terdekatnya terlibat keributan. Apalagi ia mengenal sifat Jiyeon yang akan semakin meledak-ledak jika dipancing.

Sedangkan Jinwoo, ah bocah ini dengan semangat mendukung aksi Jiyeon. Bahkan ia berusaha mendapatkan foto si orang ketiga itu di sosial media. Tak sulit mendapatkannya, karena foto dirinya banyak tersebar di dunia maya.

“Jiyeon-ah, sudah, sebaiknya kau masuk ke dalam. Tidak perlu melakukan hal semacam ini.” Hyejeong berusaha membujuk Jiyeon atas nama Suzy yang sudah mulai menangis.

“Tidak, Hyejeong-ah. Setidaknya ia harus tahu bahwa apa yang ia lakukan adalah salah.”

“Mereka melakukannya pun dengan dasar suka sama suka. Lalu apa yang bisa kuperbuat. Dengan melabraknya seperti inipun tak ada gunanya.” Sahut Suzy sesenggukan.

Jiyeon tetap kukuh menggeleng, “Walaupun terkesan barbar, tapi apa yang kita lakukan ini benar.”

“Iya, benar sekali.” Jinwoo yang entah sudah sejak kapan muncul ikut menyahut, “Yang namanya perusak hubungan orang tetaplah salah apapun keadaannya.”

Setelah sepuluh menit dalam keadaan yang sama. Akhirnya orang yang ditunggu muncul.

“Jiyeon-ah, dia datang!”

Tanpa basa-basi Jiyeon langsung berdiri di tengah dan menghalangi jalannya, “Yya, kau!”

Awalnya ia tampak bingung dengan kehadiran Jiyeon yang tiba-tiba dan menghalangi jalannya, tapi setelah melihat Suzy yang berada tak jauh darinya, ia mengerti siapa gadis yang ada tepat di depannya saat ini.

“Apa? Kau mau marah dan membela gadis ini?” Tanyanya menunjuk Suzy.

Suzy yang sudah tak tahan dengan keadaannya semakin sesenggukan. Hyejeong berusaha menenangkannya. Dan Jinwoo malah ikut-ikutan maju dan berdiri di samping Jiyeon seperti asisten pribadinya.

“Sepertinya kau tahu apa yang kau lakukan adalah salah.” Tanya Jiyeon sarkasme.

Gadis itu hanya tersenyum ringan, “Jika kekasihnya yang mendekatiku lebih dulu, kau mau apa?”

“Jika kau bukan gadis murahan, seharusnya kau tidak menanggapinya, kan. Apalagi kau sudah tahu bahwa lelaki yang mendekatimu adalah kekasih sahabatmu sendiri.” Balas Jiyeon.

“Karena tamu tak akan masuk jika si tuan rumah tidak membukakan pintunya.”

Skak mat! Jiyeon terdiam. Apa yang bisa ia lakukan jika ternyata kekasih Suzy sendirilah yang mempersilahkan orang lain masuk dan merusak hubungan keduanya.

“Untuk apa kau berdiri di depan rumah orang lain? Minta makan? Mati saja kau!”

Suzy, Jiyeon, dan Jinwoo tak menyangka bahwa Hyejeong yang lemah lembut bisa berkata sekasar itu. Tapi, setidaknya aksi berani Hyejeong bisa membuat gadis perusak itu malu dan berlari kabur.

“Hei, ada apa ini ramai-ramai di luar rumah? Apa aku ketinggalan sesuatu?” Tanya Myungsoo yang baru saja pulang dari perginya bersama Minho.

Tidak ada mood untuk menjawab. Akhirnya mereka meninggalkan Myungsoo dengan rasa penasarannya.

“Apa sih? Kok jadi aneh begini..”

kkeut!

Hayyyaaaa all!

Uhuhu lama juga ya nggak muncul, lagi sibuk nih /hmsok/ nggak bohong kok, abis uas, langsung remidi u.u Terus aku barusan selesai bakti desa kemaren, dunia ff dan per-kpop-an terpaksa ditinggalkan karena keterbatasan sinyal dan harus bekerja sebagai petani gunung dan pemeras susu sapi, seru sih, tapi ya gitu capeknya kerasa banget /edisicurhat/ /abaikan/

Eh iya nggak tahu kenapa akhir akhir ini otak, hati, dan tangan lagi sinkron dan lancar banget kalo ngadep laptop ehehe jadi semoga ff chapter yang baru cepat rilis /ayokitaamini/

dah deh!

COMMENT PLEASE! SARANNYA JUGA BOLEH KOK~ LOVE YA ALL (づ。◕‿‿◕。)づ (♥͡З♥͡)

44 responses to “[FICLET] Boarding House Series : The Third Person

  1. keren tuh penghuni satu kos,, saling bantu membantu kalo ada yg kesusahan,, jiyeon hyejeong jjang
    next next haha

  2. Haha itu jiyeon udah skak mat banget😂 wkwkwk
    Yg sabar ya suzy masih ada minho kok wkwk
    Anyway kok gue suka sama jinwoo ya😕
    Amiiiiiiinnn ditunggu banget kak ff nya😁

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s