[Chapter] My Star 2

my star 2

MY STAR 2

Author : Choi Rae Byung

Cast : Park Jiyeon, Kim Myungsoo

Genre : Romance

Rating : PG-13

N/A : Annyeong, MyungYeon couple kembali hadir… masih ingat ‘kan dengan MY STAR yang pertama? Myungsoo model yang dipungut Jiyeon di jalan dan menjadi terkenal. Kemudian Jiyeon yang menjadi managernya. Tapi apa daya, karena selalu bersama, Jiyeon pun menjadi memiliki perasaan suka pada Myusngoo. Maaf atas keterlambatannya karena aku beberapa hari yang lalu ngebolang keluar kota, hehe. Yuk langsung kita intip bagaimana kisah mereka ^^. Kunjungi juga blogkku JOHEUNIYAGI, JOHEUNIYAGIEBOOK, dan AIRYNCHOIART

 

-oOo-

“Turunkan aku!!” pekik gadis berambut coklat gelap ikal panjang bernama Park Jiyeon itu. Akhirnya lelaki yang memboponnya dengan kedua tangannya itu menurunkannya di sebuah perkomplekan rumah yang cukup sepi. Lalu ia menatapnya tajam. “Yaa! Aku sedang bicara dengannya, kenapa kau__,”

“Kau mau mencari model baru lagi dan melupakanku?!” pekik model baru bernama Kim Myungsoo itu memotong ucapan Jiyeon.

Jiyeon mendecak. “Ne, aku akan mencari model baru dan tidak terfokus lagi padamu.”

“Wae?” tanya Myungsoo dengan penasaran sembari menatapnya tajam.

Jantung Jiyeon lagi-lagi berdebar jika di tatap seperti itu oleh Myungsoo. Ia kebingungan mencari alasan. Hingga akhirnya Myungsoo mengunci tubuhnya dengan meletakkan kedua tangannya di sisi kiri dan kanan kepala Jiyeon.

“Aku tidak ingin kau berurusan dengan model baru. Aku hanya ingin kau terus berfokus padaku,” jelasnya.

“Tapi kau selalu jahat padaku!”

“Kau yang jahat!” seru Myungsoo kesal. Jiyeon terdiam, “Kenapa kau berusaha untuk menghindariku? Aku melakukan semuanya karena sungguh ingin memilikimu. Bukan karena aku lelaki berhidung belang. Aku tidak melakukan hal seperti itu pada gadis lain.”

Jiyeon tersentak kaget. Tatapan mata Myungsoo pun berubah teduh. Debaran jantungnya berpacu semakin cepat.

“Aku ingin kau menjadi milikku, Park Jiyeon,” Myungsoo menutup matanya dan mencium bibir Jiyeon dengan lembut.

Jiyeon awalnya terkejut dengan ciuman yang diberikan Myungsoo. Namun akhirnya ia menutup matanya dan menikmati ciuman itu. Ia tak akan lagi melarikan diri dari perasaan yang ia miliki. Karena Myungsoo bukan lelaki yang berhidung belang pada gadis lain. Myungsoo hanya bersikap seperti itu padanya.

 

-oOo-

 

BRAK!

Mata Jiyeon membulat kaget. Setelah seminggu ciuman di tengah jalan terjadi dengan Myungsoo, fotonya tercetak di majalah dengan artikel berjudul ‘Sang Model Tertangkap Berciuman Dengan Manager’

“Jiyeon-ah. Apa-apaan ini? Jelaskan pada eomma,” pinta sang ibu yang bernama Park Ji Min pada sang anak yang ada di hadapannya.

Jiyeon hanya diam, tak bisa menjelaskan apapun pada ibunya. Ia ssendiri tak mengira jika kedatangannya di ruangan ibunya yang menjabat sebagai presdir agensi model Male itu malah dimarahi. Ia pikir akan mendapatkan komisi karena ketenaran Myungsoo menjadi lebih tinggi dari sebelumnya.

 

-oOo-

 

Jiyeon berjalan menuju ruang tata rias. Ia akan menemui Myungsoo dan mengatakan padanya jika foto mereka berciuman di jalan masuk ke halaman majalah. Sesampai di depan ruang tata rias, ia hendak membuka pintu yang tidak tertutup rapat itu. Tapi ia mendengar percakapan dua orang yang ada di dalam ruangan ketika ia baru memegang knop pintu.

“Kerja bagus tuan Song, kau mengambil fotonya dengan angel yang bagus,”

Jiyeon terkejut dengan suara yang familiar di telinganya. Ia pun mengintip. Di dalam ruang tata rias ada Myungsoo dan photographer Song –salah satu photographer agensi model Male.

“Terima kasih. Ciumanmu itu sungguh hebat,” ujar pria berumur 30 tahun itu sembari mengacungkan jempolnya.

DEG!

Jiyeon tersentak. Tapi ia tidak mau buru-buru mengambil kesimpulan. Ia masih mendengarkan percakapan mereka selanjutnya.

“Berkat foto ciuman itu, kau jadi lebih terkenal dari sebelumnya Myungsoo,”

Mata Jiyeon membulat. Jadi yang memotret adegan ciumannya dengan Myungsoo di jalan adalah photographer Song. Di tambah lagi pemotretan itu hal yang disengaja. Jantungnya berdebar keras karena amarah. Ia merasa di tipu oleh Myungsoo. Seharusnya ia tahu, jika Myungsoo sejak awal memang lelaki hidung belang dan hanya membodohinya saja.

Air mata Jiyeon mengalir di pipinya. Ia pun melangkah meninggalkan ruang tata rias. Ia pergi menuju lift dan turun ke lantai 1. Sesampainya disana, ia pun berjalan di lobby hendak keluar gedung. Ia ingin pulang saja. Namun tiba-tiba beberapa wartawan mendatanginya dengan kamera dan alat perekam. Ia tentu saja terkejut. Matanya memandangi para wartawan satu persatu dengan kebingungan.

“Anda adalah manager-nya Kim Myungsoo ‘kan?”

“Apakah anda sungguh berpacaran dengan Kim Myungsoo?”

“Bagaimana kisah cinta anda?”

Jiyeon mundur beberapa langkah dengan wajah yang ketakutan. Namun tiba-tiba Myungsoo datang dan memeluknya dari belakang. Para wartawan terkejut dengan kedatangan model tampan itu. Begitupun dengan Jiyeon hingga ia mendongak kebelakang menatap Myungsoo. Tapi hal itu digunakan oleh  Myungsoo untuk kembali menciumnya sembari memegang kepalanya supaya Jiyeon tak mengelak.

Para wartawan terpukau melihat keberanian sang model baru yang mencium pacarnya secara terang-terangan.

“Kami memang berpacaran. Maka itu aku menunjukkan ciuman ini di hadapan kamera,” ujar Myungsoo menyudahi ciumannya. Ia tersenyum dengan para wartawan yang bengong. “Kalian pasti ingin tahu ‘kan kenapa aku berani melakukannya? Karena aku ingin secara terang-terangan menunjukkan pada kalian bahwa aku memang mencintainya.”

DEG!

Jiyeon terkejut. Dugaannya salah. Myungsoo memang benar mencintainya. Rupanya Myungsoo sengaja meminta photographer Song untuk memotret mereka saat berciuman supaya dia dapat berpacaran dengannya secara terang-terangan dan membuktikan bahwa dia sungguh mencintainya.

 

-oOo-

 

“Huh… rupanya scandal ini sengaja kau lakukan. Aku sempat khawatir jika scandalnya ini bisa merusak image-mu sebagai model baru,” ujar Ji Min sang presdir pada modelnya dan anak gadisnya yang berdiri di hadapannya di ruangannya itu.

“Aku berani bertanggung jawab dengan scandal yang aku ciptakan ini,” ujar Myungsoo sembari menggenggam tangan Jiyeon. Sang presdir agensi cukup kaget melihat mereka bergandengan tangan di hadapannya. “Walaupun aku berpacaran dengan Jiyeon, ketenaranku sebagai model masih tetap terjaga. Bahkan lebih tenar dari sebelumnya.”

Ji Min mendesah berat. “Yah, baiklah. Aku merestui kalian berdua. Sebagai gantinya, jangan pernah menciptakan keributan di hubungan kalian. OK?”

“Ne sajangnim,” Myungsoo tersenyum lebar. Lalu ia melirik Jiyeon yang tersenyum lega padanya.

 

-oOo-

 

Hubungan berpacaran antara manager dan model sudah berlalu 2 bulan. Myungsoo pun menjadi semakin tenar bukan karena scandalnya. Melainkan karena ia memang tampan dan berbakat.

“Wuah… kerennya,” mata Jiyeon berbinar-binar begitu melihat poster hasil pemotretan Myungsoo yang ada di lobby dekat lift. Dimana Myungsoo berada di pantai dengan kaos oblong putih, terlihat serasi dengan kulitnya yang pucat dan laut biru yang menawan. “Aku ingin minta ini pada photographer Song.”

TING!

Pintu lift terbuka. Jiyeon segera masuk ke dalam dan menekan tombol 5 yang berarti ia akan menuju ke lantai 5. Pintu lift tertutup dan box lift itu pun naik dengan perlahan. Begitu sampai di lantai 5, pintu lift kembali terbuka. Namun apa yang ia lihat? Sosok kekasihnya yang tersenyum lebar padanya dan segera masuk ke dalam lift sembari menekan tombol untuk menutup pintu lift. “Myungsoo-ya, kenapa kau__,”

“Myungsoo… kau harus segera ikut pemotretan…,”

“Kau mau kemana?!”

“Mianhae, aku ada kencan,” Myungsoo menoleh dan memberikan senyuman pada si penata rias dan penata busana yang mengejarnya karena akan ada pemotretan majalah.

Pintu lift pun tertutup. Jiyeon yang masih keheranan karena Myungsoo melarikan diri dari pemotretan pun segera dipeluknya. “Wae? Apa kau sakit?”

“Bogoshipo,” ujar Myungsoo lirih di telinga kanan Jiyeon. Lalu ia melonggarkan pelukannya supaya dapat menatap kekasihnya itu dari dekat. “Energiku habis karena hampir semingguan ini kita tidak bertemu.”

“Babo,” cibir Jiyeon.

Myungsoo tersenyum tipis, lalu mencium bibir Jiyeon di dalam lift sembari lift tersebut naik ke lantai paling atas, mencari lokasi sepi hingga mereka dapat berduaan saja.

 

-oOo-

 

Berpacaran dengan model popular, rupanya tidak semudah yang dibayangkan Jiyeon. Meskipun ia managernya, namun Jiyeon masih disibukkan dengan sekolahnya sehingga jarang sekali ia bisa bertemu dengan Myungsoo. Hingga akhirnya datang berita itu.

“Myungsoo-ya, chukka. Produser Kim memintamu untuk main film di film terbarunya,” ujar Ji Min pada sang model di ruangannya.

“Jeongmal? Wuah daebak. Myungsoo-ya, kau akan semakin popular. Ini film pertamamu ‘kan,” Jiyeon terlihat begitu bersemangat. Sementara Myungsoo tampak lesu.

“Aku tidak menyangka jika Myungsoo bisa terpilih,”

“Aku akan bekerja dengan giat sajangnim,” Myungsoo membungkuk dan keluar dari ruangan presdir. Lalu Jiyeon segera mengikutinya.

“Sekarang kau muncul bukan hanya di majalah, pamphlet, dan TV saja. Tapi juga di layar lebar. Aku akan sangat menantikan filmmu,” ujar Jiyeon dengan riang.

TAP.

Myungsoo menghentikan langkahnya. Ia membalikkan badannya ke belakang, menatap Jiyeon dengan lekat. “Apakah kau sesenang itu aku bermain film? Kesempatan kita untuk bertemu akan semakin kurang ‘kan.”

DEG!

Jiyeon membulatkan matanya kaget. Ia baru sadar. Bermain film artinya akan jadi semakin sibuk. Bertemu pun akan semakin sulit.

 

-oOo-

 

Siang ini Jiyeon bergegas datang ke agensi setelah pelajaran selesai. Sesampai di lantai 5, ia pun pergi ke ruang tata rias dimana Myungsoo selalu ada disana. Namun lelaki itu tidak ada. Melainkan model yang lain.

“Nana, kemana Myungsoo?” tanya Jiyeon pada si penata busana yang sedang merapihkan pakaian yang tergantung di rak.

“Oh, Myungsoo sudah pulang,” ujarnya santai. Namun sukses membuat Jiyeon merasa down. Hari ini tidak bisa bertemu Myungsoo.

 

-oOo-

 

Karena pulang sekolah ia tidak bisa bertemu, akhirnya Jiyeon datang ke gedung agensi pagi sekali sebelum ia datang ke sekolah. Namun jawabannya : Belum datang.

Saat hari libur ia datang di waktu makan siang, jawabannya : Sedang acara syuting.

Kesabaran Jiyeon pun ada batasnya. Hanya dia seorang manager yang tidak bisa mengikuti kemanapun artisnya pergi. Akhirnya ia nekat datang pukul 9 pagi, tidak terlalu pagi dan tidak terlalu kesiangan ke gedung agensi. Ia melihat banyak fans wanita yang mengerubungi pintu masuk agensi sembari berteriak histeris memanggil nama ‘Myungsoo’.

Firasat baik muncul di hati Jiyeon. Ia pun mendekat ke gerombolan itu dan berusaha bertahan dari dorongan dan desakan para fans. Ia lalu melihat sosok Myungsoo keluar dari lobby menuju mobil sembari di kawal oleh beberapa body guard. Jiyeon tersenyum lebar. “Myungsoo!! Kim Myungsoo!!”

Suara Jiyeon teredam oleh teriakan para fans yang begitu histeris. Akhirnya Myungsoo masuk ke mobil dan pergi. ia pun tak tinggal diam, ia langsung menghentikan taksi dan masuk ke dalam.

“Kejar mobil itu,” tunjuk Jiyeon pada mobil sedan hitam yang ditumpangi Myungsoo.

“Baik agashi,” ujar supir taxi itu dan mulai menginjak gas untuk mengejar mobil yang diminta Jiyeon.

Jiyeon sangat berharap bisa menemuinya hari ini. Sudah hampir 2 minggu tidak bertemu dengannya. Rasanya ia tidak sanggup.

 

-oOo-

 

To be continued…

27 responses to “[Chapter] My Star 2

  1. Masih dibikin bingung sama perasaan myungsoo dia sebenernya suka jiyeon apa gak haha jiyeon nya jg lucu mudah percayaan sama myungsoo mungkin ini ya yg dikatakan cinta rela ngelakuin apapun demi pasangannya lol, tapi ka ini alurnya agak kecepetan gak sih? Aku baca berasa lari maraton wkwk

  2. Aishh, myung. Dirimu bneran suka ma jiyi gk?
    Haduch haduch.
    Aq baca x serasa bentar bgtz, gk kerasa, saking fokus x. HAha
    TP ini lanjutan x mana? Hemmmm.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s