[Chapter] My Star

my star

MY STAR

Author : Choi Rae Byung

Cast : Park Jiyeon, Kim Myungsoo

Genre : Romance

Rating : PG-13

N/A : Annyeong… aku kembali lagi dengan cerita MyungYeon. Hehe… aku tahu banyak yang suka sama couple ini. Aku juga suka sama couple mereka. Cucok banget😀 Kali ini aku memberikan fanfiction chapter. Semoga kalian suka dengan fanfictionnya ^^ Kunjungi juga bloggku JOHEUNIYAGI, JOHEUNIYAGIEBOOK, dan AIRYNCHOIART

 

-oOo-

 

Park Jiyeon adalah seorang gadis berumur 17 tahun yang masih duduk di bangku kelas 11 dan bersekolah di sekolah menengah atas ternama di Seoul. Dia adalah putri dari sebuah agensi. Ibunya menjadi presdir agensi khusus model yang cukup terkenal. Suatu hari, ibunya yang kecantikannya diturunkan ke anaknya itu menugaskan Jiyeon untuk mencari seorang model. Sungguh hal yang sulit untuk gadis SMA itu.

“Eomma sungguh kejam. Apakah dulu eomma tidak pernah muda? Kenapa memperkerjakan anaknya yang masih berumur 17 tahun ini? seharusnya cari saja orang, huh!” keluh Jiyeon sambil berjalan di sepanjang pertokoan dengan langkah yang kasar. Bahkan ia belum pulang ke rumah untuk mengganti seragamnya. Terlalu lama. Sudah lebih dari 7 hari ia mencari orang untuk menjadi model. Bertanya kesetiap orang yang ia temui dengan criteria yang cukup baik. Namun banyak yang menolaknya. Sebenarnya ia lelah. Tapi ia tidak bisa menolak keinginan ibunya. Toh, jika ia bisa berhasil mendapatkan model, ia bisa mendapatkan uang dan membeli beberapa keperluan yang ia inginkan sejak lama.

Tiba-tiba ada seorang lelaki dengan jaket hodie hitam melewatinya. Ia menghentikan langkahnya dan menoleh ke belakang, memperhatikan lelaki itu.

“Tingginya sekitar 180 cm. Cara jalannya keren. Dan aku belum melihat wajahnya,” ujar Jiyeon. Lantas ia pun mengikutinya. Hingga lelaki itu tiba-tiba berhenti ketika melihat seekor kucing sedang tidur di dekat pohon.

“Hei kucing, apa kau lapar?” lelaki itu berjongkok ke hadapan sang kucing. Ia mengeluarkan roti dari saku hodie-nya dan membuka plastiknya, lalu menyobek sedikit roti dan menaruhnya ke depan mulut kucing. Lantas kucing itu terbangun dan langsung memakan roti yang diberikan lelaki berhodie itu.

Jiyeon menegaskan pandangannya. Dari samping wajah lelaki itu tampak manis dan tampan. Bahkan di balik kacamatanya. Jantungnya berdebar, saking semangatnya. “Yeah! Aku menemukannya!”

Lelaki itu menoleh kaget ke arah Jiyeon. Ia mengernyit heran melihat gadis itu berjingkrak kesenangan di dekatnya. “Nuguseyo?”

“Ah, aku Park Jiyeon dari agensi model Male, kau punya waktu?” tanya Jiyeon sembari menunjukkan kartu identitasnya ke hadapan lelaki berbibir tipis itu sembari tersenyum sebaik-baiknya supaya lelaki itu mau menerima tawarannya.

 

-oOo-

 

“Aku menemukannya!”

Sang ibu yang bernama Park Ji Min yang ada diruangannya pun terkejut mendengar teriakan sang anak yang berjalan di depan ruangannya yang berdinding kaca sembari melambaikan tangan kearahnya. Ia mengernyit, ada seorang laki-laki yang digandeng oleh Jiyeon.

“Eomma, ini dia modelnya,” Jiyeon masuk ke ruangan ibunya si presdir agensi model Male dan membawa gandengannya ke hadapan sang ibu. “Namanya Kim Myungsoo. Bukankah dia tampan?”

Ji Min mengernyit sembari menatap masam lelaki bernama Myungsoo itu. “Kaca mata? Dan pakaian yang tidak stylis sama sekali ini kau bilang model?”

“Ne. Dia tinggi melebihi 180 cm dan wajahnya sangat tampan dan keren. Aku yakin dia bisa jadi model yang terkenal,” ujar Jiyeon menggebu-gebu.

Ji Min mendengus. “Baiklah kita pakai saja dia.”

Jiyeon tersenyum cerah karena sang ibu menerima pilihannya. Sementara Myungsoo hanya diam seperti boneka yang mau di bawa kemana saja.

Ji Min menekan tombol di telfon yang ada di mejanya dan terhubung dengan sekertarisnya. “Aku butuh perias dan penata busana untuk model terbaru kita.”

‘Baik nyonya,’ ujar dari sebrang.

“Bawa dia ke ruang tata rias,” suruh Ji Min. “Kita akan segera melakukan pemotretan untuk permulaan.”

Jiyeon cukup terkejut dengan ucapan ibunya barusan. Ia tak menyangka jika model pilihannya itu akan langsung bekerja. “Mwo?!”

 

-oOo-

 

“Sudah selesai,” ujar gadis yang menjadi penata rias untuk model.

Gadis berambut coklat gelap ikal panjang itu bangkit dari duduknya yang sedari tadi menanti modelnya di rias. Ia penasaran bagaimana hasilnya setelah di rias dan mengenakan pakaian yang stylish. Ketika Myungsoo bangkit dari bangku riasnya dan berbalik menghadap Jiyeon, ia terkejut sehingga mulutnya terbuka. Rupanya Myungsoo menjadi sangat tampan. Seperti malaikat yang turun dari surga.

 

-oOo-

 

Myungsoo melakukan debut pemotretannya. Temanya adalah malaikat yang turun ke bumi. Tidak hanya Jiyeon yang menonton. Namun sang presdir agensi pun ikut menyaksikan pemotretannya.

“Dia sangat tampan. Eomma beruntung memintamu untuk mencari model. Rupanya kau punya selera yang bagus,” puji Ji Min pada sang anak yang berdiri di sampingnya.

“Sudah ku bilang, dia akan jadi model terkenal,” ujar Jiyeon dengan pikiran positif.

“Pemotretan selesai!” seru photographer.

“Kamsahabnida,” Myungsoo membungkuk pada para staf. Jiyeon tersenyum lega. Rupanya tampang yang tak punya ekspresi itu bisa juga menunjukkan rasa hormat pada orang lain.

 

-oOo-

 

“Myungsoo-ya. Kau sangat hebat. Aku tidak percaya jika kau rupanya punya bakat terpendam!” ujar Jiyeon menggebu-gebu di ruang tat arias pada Myungsoo yang baru keluar dari kamar ganti.

“Benarkah?” tanya Myungsoo sembari merapihkan hodie-nya.

“Ne. Kau pasti lapar ‘kan? Akan ku trak__,”

CHU~

Kalimat Jiyeon terputus lantaran Myungsoo tiba-tiba memegang dagunya dan mencium bibirnya. Sukses membuatnya mendorong dada Myungsoo dan menjauh. “Yaa! Apa yang kau lakukan?!”

“Aku hanya ingin bersamamu saja,” ujarnya sembari mengemut bibir bawahnya.

DEG!

Jantung Jiyeon berdebar. Ia tak mengira jika Myungsoo rupanya lelaki berhidung belang!

BLAM!

Pintu terbuka dan menunjukkan sosok wanita berumur 30 tahunan yang sudah memiliki satu anak. Sukses Jiyeon dan Myungsoo yang ada diruangan itu menoleh kearahnya. Lalu ia segera menghampiri lelaki berwajah tampan itu, “Ah Kim Myungsoo, rupanya kau ada disini. Aku ingin mengatakan jika kau lolos dan bisa menjadi seorang model untuk agensi model Male. Apakah kau bersedia terikat kontrak dengan agensi ini?”

“Tentu saja aku bersedia. Model adalah impianku sejak dulu,” jawab Myungsoo dengan senyum yang lebar.

Jiyeon menatap Myungsoo tajam. Apa-apaan itu? Ia tersenyum bak malaikat? Tapi sebenarnya dia punya aura hidung belang! Meskipun begitu, ia akan aman dari terkamannya. Karena ia hanya menjadikannya model, mendapat uang dari ibunya, dan bebas dari pekerjaan.

“Benarkah? Aku sangat senang sekali kalau__,”

“Tapi nyonya, aku membutuhkan seorang pendamping,” ujar Myungsoo memotong kalimat sang presdir. Lalu ia memegang bahu Jiyeon dan sukses membuat sang gadis tersentak kaget. Dia punya firasat buruk sehingga wajahnya langsung memucat. “Bolehkah jika Jiyeon menjadi manager-ku?”

‘MWO?!’ teriak Jiyeon dalam hati. Lalu ia menatap ibunya yang terlihat senang karena mendapatkan model baru yang memberi syarat tidak terlalu sulit. Beda dengan model lain yang meminta gaji besar, tunjangan mobil, bahkan rumah.

“Ya, tentu saja. Jiyeon boleh menjadi manager-mu,”

JEDGER!

Serangan terbesar dalam hidup Jiyeon. Masa mudanya terkubur dalam agensi milik ibunya di samping model yang berhidung belang!

 

-oOo-

 

Acara pemotretan hari ini berada di atas kapal feri yang terapung di atas sungai Han. Angin musim gugur cukup dingin. Jiyeon berdiri dek kapal sembari memandangi pemandangan kota sambil memeluk dirinya sendiri. Ia cukup merasa kedinginan. “Aku begitu bodoh. Ku kira tidak akan sedingin ini berlayar di atas sungai. Aku seharusnya memakai mantel tebal bukannya jaket.”

GREP!

Tiba-tiba Myungsoo memeluknya dari belakang dengan berusaha memasukkan Jiyeon kedalam mantelnya. Tentu saja Jiyeon terkejut hingga mendongak menatap wajahnya. “Kau kedinginan ‘kan? Akan ku buat kau menjadi hangat.”

DEG! DEG!

Jiyeon terdiam. Jantungnya berdebar keras. Ini pasti karena ia berada di pelukan Myungsoo. “Jangan macam-macam ya denganku.”

“Tidak, aku hanya ingin menerkammu di atas ranjang nanti malam,”

DUAGH!

Jiyeon langsung meninju rahang bawah Myungsoo keatas. Sukses membuat model baru itu merasa nyeri dan pelukannya terlepas. Ia pun menatap tajam Myungsoo. “Dasar hidung belang!!”

 

-oOo-

 

Sudah lebih dari 4 bulan Myungsoo menjadi model. Dia menjadi sangat sibuk. Bahkan Jiyeon juga ikutan menjadi sibuk. Ia berlari dengan wajah pucat dan keringat yang bercucuran menuju agensi milik ibunya. Sesampai di sana ia langsung naik ke lantai 7, dimana studio pemotretannya ada disana.

BLAM!

“Maaf aku ter__,”

“Sudah selesai!” seru photographer. Myungsoo pun membungkuk pada para staf, lalu melihat Jiyeon yang ada di ambang pintu studio.

Jiyeon terdiam. Semua staf menoleh kearahnya. Mereka membicarakan hal jelek sembari menatap sinis padanya.

“Dia manager Myungsoo ‘kan?”

“Kenapa dia baru datang?”

“Mentang-mentang anak presdir, dia seenaknya saja.”

“Jika masih SMA, lebih baik belajar saja ‘kan.”

“Lebih baik tidak usah datang jika terlambat.”

Jiyeon hanya menunduk dan berusaha untuk tidak mendengar bisikan orang-orang disekitarnya. Kemudian Myungsoo tiba-tiba datang dan menempelkan jidat mereka. Sukses membuatnya cukup terkejut dengan tindakan Myungsoo. “Apa yang kau__,”

“Kau demam,” ujarnya dengan tatapan mata yang tajam. Lalu ia kembali berdiri tegak.

Denyutan itu datang lagi di dadanya. Sudah ia rasakan sejak pertama kali mendapatkan ciuman dari Myungsoo.

“Jiyeon-ah… kau demam ‘kan, seharusnya kau istirahat saja di rumah, jangan memaksakan dirimu,” ujar Myungsoo dengan suara sedikit keras bermaksud supaya orang-orang yang membicarakan Jiyeon mengetahui apa penyebab sehingga dia datang terlambat. Lalu ia langsung menggenggam tangan Jiyeon dan membawanya keluar studio. “Ayo, kau harus pulang dan istirahat.”

Myungsoo dan Jiyeon pun keluar dari studio. Mereka berjalan di lorong sembari Myungsoo terus menggenggam tangannya. “Kenapa kau menolongku?”

“Jiyeon-ah, kau berhutang padaku,” ujarnya dengan senyuman miring.

Sementara Jiyeon yang berjalan di belakangnya hanya terdiam dan terus mengikuti kemana Myungsoo menariknya.

 

-oOo-

 

Jiyeon tidak bisa tidur. ia menggulingkan badannya ke kiri dan kanan di kasurnya berkali-kali hingga jam menunjukkan pukul 2 dini hari. Ia terbayang-bayang bagaimana wajah Myungsoo, dan kelakuan Myungsoo padanya.

Di pegang dadanya yang berdebar, “Aku tidak boleh begini. Aku harus mencari model lainnya sehingga aku tidak akan terus terpaku pada Myungsoo. Pasti karena keseringan bersamanya, hatiku jadi merasakan ini.”

 

-oOo-

 

“Agensi model Male?” lelaki berseragam SMA yang di hampiri Jiyeon di halte bus itu melihat kartu nama yang diberikan gadis itu.

“Ne. Kau tampan, tinggi, dan kau pasti bisa jadi model popular,” ujar Jiyeon merayu. Ia sudah membesarkan tekadnya untuk mencari model baru lagi.

“Kalau begitu aku__,”

“Permisi,” tiba-tiba lelaki dengan hodie putih, topi hitam, dan kaca mata besar datang, lalu menarik kartu nama yang di pegang lelaki SMA itu. Tentu saja kedatangannya itu sukses membuat Jiyeon terkejut. “Agensi model Male tidak menerima model baru lagi.”

“Mwo?” lelaki itu terlihat heran.

“Yaa! Apa yang kau__ KYAA! Turunkan aku!” lelaki yang bertopi alias Myungsoo itu segera membopong Jiyeon dengan kedua tangannya.

“Maafkan atas keteledoran gadis ini,” ujarnya sembari menundukkan kepala, lalu berbalik dan melangkah pergi meninggalkan lelaki berseragam yang masih keheranan itu.

“Tunggu! Hei!” lelaki SMA itu berteriak memanggil keduanya. Namun sayang, Myungsoo sudah pergi sembari membopong Jiyeon dengan tangannya yang terus saja mengelak dan berteriak.

 

-oOo-

 

To be continued…

 

44 responses to “[Chapter] My Star

  1. Myung suka ma jiyi pan ne ya kya x?
    Hoho.
    Myung mah, main emblong aja, nyosor dy x. HAha.
    DSAr myung ne, ckckcckc

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s