[Ficlet] Why Not?

why not

WHY NOT?

Author : Choi Rae Byung

Cast : Park Jiyeon, Kim Myungsoo

Genre : Romance, Slice-of-Life

Rating : PG-13

N/A : Kalian kalau membaca fanfiction dengan judul ini, kalian akan keheran-heran. Yah tentu saja, Kim Myungsoo disini jadi anak SMA kelas 2 dan Park Jiyeon adalah mahasiswi semester 4. WTF -___- nikmati aja fanfiction ficletku, hehe… kunjungi blogku JOHEUNIYAGI, JOHEUNIYAGIEBOOK, dan AIRYNCHOIART

 

-oOo-

“M-mwo?! Anak ini akan tinggal disini?!” seru gadis berambut pendek coklat terang pada ibunya sambil menunjuk lelaki berambut hitam yang sedang duduk tenang di sofa ruang tamu.

“Orangtuanya menitipkannya pada keluarga kita karena mereka akan pergi karena urusan bisnis. Jadi selama seminggu dia akan tinggal di rumah kita,” ujar ibu Park Jiyeon.

Jiyeon menatap sinis lelaki muda yang masih duduk di bangku kelas 2 SMA, Lelaki itu bernama Kim Myungsoo, Sedangkan Myungsoo justru tersenyum manis padanya.

 

-oOo-

 

Park Jiyeon adalah mahasiswi fakultas bahasa yang sedang berada di semester 4 itu masuk ke kamarnya dan menghantam pintunya keras. Lalu ia berjalan menuju ranjangnya dan melompat keatasnya. Ia merasa depresi karena tetangganya itu malah dititipkan ke rumahnya. Artinya selama satu minggu ini ia harus bisa beradaptasi dengan lelaki SMA itu.

Sebenarnya bukan karena benci. Ia sudah berteman dengannya sejak dulu, sejak Myungsoo pindah ke sebelah rumahnya 10 tahun yang lalu. Tapi seiring berjalannya waktu, muncul perasaan yang mekar di hatinya. Meskipun begitu ia tidak bisa menerimanya.

“Kami berbeda usia 4 tahun. Bagaimana bisa aku menyukainya?” keluh Jiyeon sembari memendam wajahnya di bantal warna pink kesukaannya itu.

 

-oOo-

 

Hari sudah sore. Jiyeon hendak menyegarkan tubuhnya dengan mandi dengan berendam di air hangat. Itu adalah kesukaannya jika sedang memasuki musim gugur seperti sekarang ini.

Karena dipikirannya hanya keluarganya yang ada di rumah itu, ia membuka pintu kamar mandi dengan sembarangan. Sukses membuat ia terkejut ketika melihat Myungsoo sedang telanjang dada di depan westavel sambil mengeringkan rambutnya yang basah. Keduanya saling bertatapan kaget.

“A-a-aku ti-tidak tahu ada orang. Mi-mian,” dengan kegugupannya Jiyeon hendak keluar dari kamar mandi. Tapi Myungsoo menghalanginya.

“Noona, kau punya hairdryer?” tanyanya.

“O-oh, ne,” Jiyeon kembali masuk ke kamar mandi. Ia membuka cabinet yang ada di sudut kamar mandi dan mengambil hairdryer, lalu menyerahkannya pada Myungsoo. “Ini. Kau bisa melakukannya sendiri ‘kan?”

Myungsoo menggeleng dan Jiyeon sedikit heran. Kenapa dia mencari hairdryer jika tidak bisa mengeringkan rambutnya sendiri.

Lantas Jiyeon segera mencolokkan hairdyer itu ke arus listrik dan menyalakannya. Ia pun berdiri di belakang Myungsoo. Tapi lelaki itu sangat tinggi. Sampai-sampai wajahnya hanya mencapai tengkuknya saja.

DEG DEG DEG!

Jantungnya berdebar mencium aroma sabun dan shampoo yang bercampur di tengkuk Myungsoo. Pikirannya melayang kemana-mana. Ia ingin mencium tengkuknya, mengendusnya, bahkan ingin sekali memeluk punggungnya yang lebar itu.

“Noona, apa aku ketinggian?” tanya Myungsoo mengejutkan Jiyeon.

“O-oh, ne… sebaiknya kau sedikit membungkuk,” pinta Jiyeon.

Lantas Myungsoo pun merendahkan tubuhnya dengan sedikit membungkuk. Sementara Jiyeon beralih ke sebelahnya untuk mengeringkan rambutnya.

Tangan Jiyeon terus menyentuh rambutnya sekaligus kepalanya. Membuat ia tidak bisa berpikir secara sehat. Ia ingin terus menyentuhnya. Ada getaran yang aneh sehingga membuat jantungnya berdebar bahagia. Meski begitu ia harus sadar, ia tidak mungkin bisa bersamanya. Umur mereka terlalu jauh.

 

-oOo-

 

Kuliah hari ini selesai lebih lama dari biasanya karena Jiyeon harus mengikuti kuis untuk mendapatkan nilai tambahan sebelum ujian tengah semesternya.

“Hah… badanku pegal sekali,” keluh Jiyeon sambil memijit bahunya sendiri. Ia tengah berjalan di perkomplekan menuju rumahnya yang sepi dan gelap. Hanya cahaya remang-remang dari lampu jalan yang membantu pengelihatannya.

TAP TAP TAP.

Jiyeon tersentak kaget karena mendengar ada langkah kaki yang mengikutinya. Ia melirik sedikit ke belakang. Detak jantungnya berdentam keras sekali karena melihat ada 3 orang pria yang tampaknya punya maksud jahat padanya. Lantas ia mempercepat langkahnya. Ia ingin segera pulang ke rumah. Tapi rupanya langkahnya tidak secepat langkah mereka. Seseorang di antara mereka langsung menarik lengan Jiyeon dan sukses membuatnya menjerit ketakutan. “KYAAA…! Lepaskan aku!”

“Nona yang manis… kami tidak akan menyakitimu, kami hanya meminta barang milikmu,” ujar pria berkumis itu sembari memojokkan tubuh Jiyeon ke dinding.

“A-aku tidak punya!” seru Jiyeon.

“Kalau begitu, aku ingin dirimu saja nona,” ucapnya sembari mengusap pipi Jiyeon yang mulus dan sukses membuatnya merinding ngeri.

“Kau punya tubuh yang bagus nona,” tambah pria bertopi.

“ANDWAE!!” pekik Jiyeon begitu mereka hendak menerkamnya.

Dan saat itu juga tiba seorang laki-laki yang langsung meninju salah satu dari mereka. Jiyeon tercengang, rupanya lelaki itu adalah Myungsoo. Lelaki itu berusaha untuk melindunginya. Memukuli mereka hingga ketiganya babak belur dan akhirnya pergi karena tak mau ada masalah dengan polisi. Setelah selesai dengan urusannya, Myungsoo menghampiri Jiyeon yang terpojok di tembok dan memegang bahunya yang bergetar. “Gwenchana?”

Jiyeon mengangguk cepat. Matanya berkaca-kaca saking ketakutannya dan hampir mau menangis.

Myungsoo pun menyentuh pipi Jiyeon dengan lembut dan menatapnya lekat. “Kau sangat ketakutan noona.”

Jiyeon tak dapat bergerak saat Myungsoo menatapnya seperti itu. Ia memegang tangan Myungsoo dan mencium punggung tangannya. Hal itu tentu membuat Myungsoo sedikit kaget. “Aku tidak apa-apa. Karena ada kau. Gomawo, Myungsoo.”

Myungsoo tersenyum tipis. Namun tiba-tiba Jiyeon melepaskan tangannya.

“A-aku harus segera pulang,” ujar Jiyeon tampak malu dengan apa yang sudah dilakukannya. Ia segera berjalan cepat meninggalkan Myungsoo.

Myungsoo memegang punggung tangannya yang tadi dicium oleh Jiyeon, kemudian memegang dadanya yang bergemuruh.

 

-oOo-

 

“Myungsoo-ya, aku tidak percaya jika kau suka pedas,” ujar gadis berambut ikal di sebelah kiri Myungsoo.

“Jangan ganggu dia, dia tidak suka banyak bicara,” jelas lelaki yang menjadi sahabat Myungsoo di sekolah.

Myungsoo hanya tersenyum saja sembari berjalan menuju rumah dengan sahabatnya dan dua gadis yang salah satunya adalah pacar dari sahabatnya itu.

Jiyeon yang baru pulang kuliah pun melihat mereka. Ia berpikir jika mereka sedang double date. Tapi apakah itu benar?

“Myungsoo, kapan-kapan ayo kita makan topoki hanya berdua saja,” pinta gadis berambut panjang hitam sambil bergelayut manja pada Myungsoo. Sukses membuat jantung Jiyeon seketika berhenti saat melihatnya. Jiyeon berpikir jika dugaannya itu benar.

“Kapan-kapan, ne,” ujar Myungsoo sembari melepaskan gelayutan gadis itu.

Jiyeon menarik nafas lega. Rupanya gadis itu hanya terlalu centil pada Myungsoo. Tapi rupanya gadis itu tak menyerah untuk menyentuh Myungsoo. Ia kembali bergelayut manja pada lengan Myungsoo. Jiyeon sudah habis kesabaran dan kehilangan akalnya. Ia langsung berjalan menghampiri mereka.

“Kapan-kapannya itu ka__,”

BETS!

Jiyeon langsung menarik lengan Myungsoo dan gelayutan gadis itu terlepas. Keempat anak SMA itu memandang Jiyeon heran karena tingkah lakunya yang mengejutkan itu. “Ka-kau siapa?”

“A-aku…,” Jiyeon kebingungan sendiri.

“Kenapa kau tiba-tiba begitu? Apakah kau pacarnya Myungsoo?” tanya gadis itu penasaran. Lalu ia menatap Myungsoo. “Apa kau sudah punya pacar?”

“Itu__,” Myungsoo pun tampak bingung untuk menjawab pertanyaannya.

Jiyeon merasa bodoh. Tindakannya sangat tidak wajar. Tentu saja ini sangat dicurigai. Lantas ia segera pergi meninggalkan mereka. Sedangkan Myungsoo malah mengejarnya dan meninggalkan teman-temannya.

“Noona… wae?”

“Jangan ikuti aku,” ujar Jiyeon menghindari Myungsoo dan terus mempercepat langkahnya.

Myungsoo berlari dan ia pun menghalangi langkah Jiyeon. “Kenapa aku tidak boleh mengikutimu, huh? Segitukah kau membenciku?”

“Aku tidak membencimu,” jawab Jiyeon sedikit kasar.

“Kalau begitu kenapa sejak kau masuk SMA hingga sekarang tidak pernah lagi dekat denganku? Bahkan kau tampaknya tidak suka saat aku tinggal di rumahmu. Bukankah itu karena kau membenciku?”

Jiyeon menggelengkan kepalanya. “Sudah ku bilang aku tidak membencimu!!”

Myungsoo tersentak atas pekikan Jiyeon.

“Aku ini aneh! Makanya aku menghindarimu! Umur kita jauh berbeda tapi aku malah merasakan ini padamu! Aku ingin menyentuhmu dan aku tidak ingin orang lain melakukannya padamu!” serunya. Ia pun menatap Myungsoo dengan dalam. “Aku aneh ‘kan, makanya jangan dekati aku!”

“Kau tidak aneh Jiyeon!” seru Myungsoo memanggil Jiyeon tanpa kata ‘noona’. Hal itu tentu membuat Jiyeon merasa kaget. “Aku juga merasakan hal yang sama padamu sudah sejak lama. Saat kau mengeringkan rambutmu, aku sangat bahagia. Aku sengaja bilang tidak bisa mengeringkan rambutku sendiri, karena ingin di sentuh olehmu.”

DEG!

Jiyeon terkejut dengan ucapan Myungsoo barusan.

“Bahkan waktu ada 3 orang jahat, aku senang kau mencium tanganku. Dan tadi, kau melepaskan tangannya dari lenganku. Itu sungguh membuat aku tak bisa menahan perasaan ini lebih lama lagi,” jelas Myungsoo. “Aku selalu ingin bersentuhan denganmu, Jiyeon. Tak masalah umur kita sejauh apa dan tingkat pendidikan kita yang tak sama.”

Myungsoo memegang pipi Jiyeon dan bahunya, kemudian mencium bibirnya di tengah perkomplekan sore yang sepi itu. Jiyeon menutup matanya, meresapi sentuhan bibir yang dilakukan oleh Myungsoo. Ia tak menyangka jika sebenarnya Myungsoo punya rasa yang sama sepertinya.

Kini cinta dengan umur yang tak sama bukan lagi halangan untuk bersama.

 

-oOo-

 

END

 

 

27 responses to “[Ficlet] Why Not?

  1. Why not
    Why not.
    Klo dch cinta.
    Walaupun umur beda, tak ape lach.
    Hahahhha.
    Sah sah aj.
    Ap lg myungyeon 😁

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s