[CHAPTER – 3] SCANDAL

scandal

 

Tittle: SCANDAL | Author: farvidkar (Farah Vida Karina) | Genre: Romance, Entertaiment | Cast: L Kim/ Kim Myungsoo, Bae Suzy | Other cast: Jung Ji Hoon/ Rain Bi, Miss A, Infinite | Rating: PG 17 | Poster by babyglam @ IFA

A/N: Asli buatan sendiri dengan imajinasi yang datang sendirinya. Tidak ada maksud lain dengan karakter yang dibuat. Fanfiction ini telah dipublish pada blog pribadiku.

The last part

“Aku akan membunuhnya, sekarang” dengan sigap aku memberontak di pelukkannya sehingga pistol yang dipegang pria gila itu jatuh ke tanah. Tak berapa lama kurasakan perih di sekitar leherku akibat goresan pisau gara-gara aku memberontak tadi.

“WANITA JALANG! MATI KAU!!!” kurasakan sebuah tangan menjegal lenganku. Pria gila itu seperti kerasukan setan menatapku dengan garang kemudian kulihat sebuah pisau diayunkannya ke arahku. Aku menutup mata, bersiap-siap dengan jutaan rasa perih yang tak lama lagi akan aku rasakan.

“DORR!”

Police Office Seoul, South Korea

Author pov

“Tuan Kim tolong beri keterangan dengan sejujur-jujurnya, apa yang kau lakukan pada korban hingga dia tak sadarkan diri?” tanya seorang petugas untuk yang kesekian kalinya. Pria yang ditanyanya hanya menatap jengkel pada petugas itu.

“Sudah ku katakan, aku tidak ingat! Pandanganku buram! Dia berusaha mencelakai kekasihku! Dan pistol itu murni bukan milikku, kau bisa melakukan pemeriksaan sidik jari. Dan apa aku akan di borgol seperti ini? Sedangkan aku merasa sebagai korban disini” ujar Kim Myungsoo. Bahunya sudah diperban dan untung saja tusukan itu tak terlalu parah. Dan jangan tanya bagaimana dengan wajahnya? Tentu saja tetap tampan walaupun terdapat luka yang membengkak hingga berwarna biru.

“Untuk saat ini kau masih dinyatakan sebagai saksi dan belum resmi menjadi tersangka hingga nona Bae Suzy sadar dan memberi keterangan. Kami tau posisi anda saat ini sangat tidak menguntungkan. Tetapi kami juga belum bisa mengambil kepastian karena saudara Kim Taekwan belum sadarkan diri dari luka tembak itu. Jadi butuh waktu untuk kasus ini” jelas petugas yang kira-kira lebih tua 4 tahun dari L itu. L menghembuskan nafasnya kasar.

“Jadi? Apakah saya harus di tahan?” tanya L, dia terlihat lelah dan frustasi bahkan kantung matanya bertambah tebal.

“Ya, karena kasus penembakan itu”

Seungwol Hospital, Seoul

Di luar umah sakit swasta ini terlihat ramai bahkan sangat ramai. Para reporter tak lelah berburu informasi tentang Bae Suzy yang dilarikan ke rumah sakit ini. Bahkan namanya sedang menjadi trending topic yang hangat dibicarakan, bersama nama L tentunya. Jepretan kamera terdengar dimana-mana saat perwakilan dari JYP Entertaiment keluar dari gedung itu.

“Apa yang terjadi dengan Bae Suzy?”

“Apa sebenarnya yang terjadi?”

Beberapa reporter memulai aksinya mengejar perwakilan JYP itu, namun pria yang diketahui sebagai penanggung jawab itu hanya berjalan dan menyunggingkan senyumnya. Dan tak lama muncul seorang pria yang diketahui sebagai kuasa hokum Bae Suzy keluar dari pintu kaca itu diikuti beberapa orang.

“Pengacara Jang, tolong beri tanggapan anda?”

“Tuan Jang apa benar ini kasus pelecehan seksual?”

“Tuan Jang siapa pihak yang akan kalian tuntut?”

Tuan Jang yang diketahui sebagai kuasa hukum Bae Suzy itu berhenti dan berbisik sebentar dengan seseorang yang dari tadi berjalan di belakangnya. Kemudian dia menatap para reporter yang terus-terusan melontarkan pertanyaan.

“Saya, selaku kuasa hukum Nona Bae Suzy akan angkat bicara soal kejadian yang barusan menimpa klien saya. Nona Bae Suzy saat ini masih perlu beristirahat total, keadaannya kian membaik. Nona Bae mendapati syok akibat kejadian di Namsan Tower bersama kekasihnya Tuan Kim Myungsoo atau akrab dipanggil L. Saya tidak bisa menjelaskan kejadian lengkapnya disini, karena hal ini belum bisa dipublikasikan lebih lanjut. Dan setelah ini saya akan mengunjungi Tuan Kim Myungsoo di kantor polisi” ujar Pengacara Jang panjang lebar namun belum bisa memuaskan rasa penasaran dari para reporter itu.

“Apa benar Kim Myungsoo melakukan penembakan untuk melidungi Bae Suzy?” tanya seorang reporter.

“Ya, Tuan Kim Myungsoo memang melakukan penembakan untuk melindungi Nona Bae Suzy dari seorang psycho. Dan untuk lebih lanjutnya pihak kami juga akan memantau perkembangan Kim Taekwon, dia seorang penggemar berat Bae Suzy yang terlalu terobsesi sehingga selama dua tahun dirawat di rumah sakit jiwa dan berhasil kabur. Saat ini dia tidak sadarkan diri dan sedang dirawat karena luka tembak” setelah penjelasan panjang itu, pengacara Jang melangkah pergi dan menaiki sebuah mobil sedan.

Suasana gaduh terjadi di sebuah ruangan VVIP yang di depannya telah dijaga ketat. Seorang gadis yang diketahui bermarga Bae itu berkali-kali menggedor paksa pintu kayu itu frustasi. Sang manager menatap artisnya dengan memohon.

“Suji-ya.. ini semua sudah di atur. Aku tak bisa membantah atasanku.. ayolah untuk saat ini berbaringlah di kasurmu setelah semuanya selesai maka kau bisa keluar dari tempat ini” sang manajer berulang-ulang kali membujuk Suzy yang sudah berpakaian rapih. Gadis itu sudah meyakinkan kalau dirinya baik-baik saja.

“Oppa, aku tak bisa berdiam diri saja. Aku harus menjenguk Myungsoo di kantor polisi dan aku juga harus cepat-cepat memberi pernyataanku. Kasihan dia, aku tak bisa membuatnya terluka karena diriku” ujar gadis itu sambil menitihkan air matanya.

“Aku tahu Suji-ya, tetapi kau harus berpura-pura sakit untuk beberapa hari agar tuntutanmu bisa lebih berat. Dan dengan begitu bisa,..”

“Dengan begitu aku bisa membuat Myungsoo lebih lama dipenjara” potong Suzy. Sang manajer tersenyum simpul menatap artisnya dalam.

“Ada apa? Mengapa menatapku seperti itu?” Suzy terheran-heran dengan tatapan manajernya.

“Kau menyukai Kim Myungsoo?” damn, satu pertanyaan dapat membuat gadis itu mati kutu. Suzy terdiam, mulutnya kelu untuk menjawab ‘tidak’ sedangkan jantungnya kini berdetak kencang.

“Aku tak tahu.. aku tak tahu harus menjawab apa. Berada di dekatnya, mendapatkan perhatiannya, melihat setiap raut wajahnya yang berubah ubah.. aku suka semua itu. tetapi aku tidak ingin lebih, aku tidak ingin menjalin sesuatu yang lebih dari ini. Aku ingin membangun sebuah dinding tebal untuk menjadi pembatas antara aku dan dirinya” gadis itu terduduk di atas kasurnya sambil menatap lurus manik sang manajer yang sudah seperti kakak kandungnya itu.

“Mengapa kau ingin membangun sebuah pembatas? Apa karena Jeong Jihoon?” tanya sang manajer lagi. Kali ini gadis itu tersenyum kecut dan menggeleng mantap.

“Bukan karena Jihoon oppa. Tetapi ini semua karena aku tak ingin dia kembali sial, aku seperti pembawa sial untuknya”

Police Office Seoul, South Korea

“Kim Myungsoo kita bertemu lagi” seorang pria paru baya menyapa Myungsoo yang terlihat acak-acakan. Mereka berjabat tangan dan duduk disebuah sofa. Di sebuah ruang kunjungan yang privat ini tak hanya mereke berdua saja, ada beberapa orang yang juga ikut bergabung.

“Ya, senang bertemu denganmu lagi pengacara Jung” ucap Myungsoo tersenyum kecut. Dia tahu maksud kedatangan pria itu lagi. Ya, dia kuasa hukum yang mengurusi JYP Entertaiment, dan pasti ada sesuatu yang akan dia coba manfaatkan .

“Jadi, apa kau baik-baik saja?” tanya pria itu, Myungsoo mengangguk singkat kemudian melirik seorang perwakilan SM C&C, Lee Kyungsoo.

“Dimana pengacaraku?” bisik Myungsoo pada orang itu yang diketahui bermarga Moon. Dia adalah asisten manager dari infinite.

“Pengacara Han sedang menjenguk Kim Taekwon di rumah sakit” bisik pria itu balik. Myungsoo mengangguk mengerti kemudian menatap Pengacara Jung .

“Jadi apa yang membawa anda kesini? Pasti kau membutuhkan bantuanku?” tanya Myungsoo to the point. Pria paruh baya itu tersenyum.

“Aku memiliki rencana untuk membuat kondisi Suzy seolah-olah masih kurang sehat. Dan mengulur waktu untuk memberi pernyataan pada polisi sehingga para wartawan akan panas-panasnya membahas kasus ini. Namun, konsekuensinya kau juga kemungkinan akan terus ditahan disini. Tetapi, setelah kondisi Bae Suzy dinyatakan sehat dan dia akan membuat konfrensi pers dengan menyangkut pautkan bahwa kau ‘kekasihnya’ telah melindungi dirinya dari psycho itu” jelas pengacara Jung.

“Bukankah semua yang kau ceritakan itu adalah fakta?” tanya L.

“Ya, dan jangan lupa bahwa kami akan memanipulasi keterangan agar kau bebas. Ingat, bagaimanapun juga kau akan dipenjara karena menembak pria itu. Jadi kami akan turun tangan untuk membebaskanmu”

“Caranya?”

“Mencari saksi palsu dan memanipulasi cctv” jelas pria paru baya itu, kemudian Myungsoo melirik Lee Kyungsoo yang memberikan kode.

“Baiklah, kalian urus saja” ucap Myungsoo kemudian berdiri dari kursinya dan melangkah pergi meninggalkan ruangan itu.

Myeongdong, Seoul

“Apa-apaan ini?! Kenapa sceduleku di ubah lagi?!” keluh Jihoon atau yang akrab di panggil Rain. Kali ini dia melempar ipad mini yang diberikan manajernya.

“Jihoon-ssi, aku juga tidak bisa mengalihkan jadwal yang lain. Karena L kembali terkena scandal, makanya semua jadwal syutingmu juga berubah. Ada beberapa script yang juga diubah penulis Nam” jelas manajer Moon dengan wajah pucat, kini emosi Rain kembali panas. Ya, semenjak L terkena scandal bersama Suzy yang saat ini masih menyandang status sebagai kekasihnya hubungan kedua pria itu sedikit renggang. Selama di lokasi syuting mereka tak banyak berbicara, lebih tepatnya hanya Rain yang berubah. Ya, L tidak tahu apa-apa tentang hubungan antara Rain dan Suzy. Bahkan yang lebih parahnya lagi Rain dan Suzy sudah tidak pernah berhubungan lagi, walaupun sebenarnya sudah beberapa kali Suzy berusaha menghubungi Rain namun selalu ditolak oleh pria itu.

“Dia lagi.. kali ini apa?!” bentak Rain geram

“Ehmm L baru saja..” suara manajer Moon terputus ketika seorang crew menghampiri mereka.

“Rain-ssi bersiap-siap scene 12” ucap seorang wanita yang merupakan co-asisten sutradara.

“Ne”

Seungwol Hospital, Seoul

Gadis yang kini sedang berbaring di atas ranjang rumah sakit itu terus memejamkan matanya dengan sepasang earphone di telinganya sampai-sampai gadis itu tak sadar kalau ada seseorang yang datang mendekati ranjangnya.

“Suzy-ya!” teriak Fei tepat di telinga gadis bermarga Bae itu, tentu setelah ia melepas paksa earphone yang melekat di telinga dongsaengnya.

“eonni! Untung aku tak memiliki riwayat penyakit jantung!” gerutu Suzy sembari memanyunkan bibirnya.

“Jadi, apa kau baik-baik saja Suzy-ya? Aku mendapat kabar dari manajer oppa, setelah itu aku langsung bergegas ingin menemui tetapi di bawah sana terlalu banyak wartawan” jelas Fei dengan wajah khawatir. Suzy hanya tersenyum kecut.

“Eonni..” panggil Suzy dengan nada yang dibuat-buat, kemudian ia menatap mata eonninya itu dengan tatapan yang mudah di tebak. Fei mengerutkan keningnya.

“Apa yang ingin kau lakukan? Jangan bilang kau ingin aku membantumu kabur dari sini?” tanya Fei dan dijawab dengan cengiran lebar oleh Suzy.

“Hanya untuk 2 jam, jebbal.. setelah itu aku akan kembali ke rumah sakit dan akan bertapa di ruangan terkutuk ini lagi” bujuk Suzy. Fei menghembuskan nafasnya berat.

“Baiklah..”

Suzy sudah berganti baju dengan sebuah hoodie pink kebesaran, serta jeans panjang yang di pasangkan dengan sneaker putih berlogo Nike. Suzy mengendap-ngendap keluar rumah sakit dengan memakai masker serta kaca mata minus miliknya. Wajahnya tersamarkan dengan sebuah topi yang dipakainya. Beberapa kali ia berpapasan dengan perawat di rumah sakit ini namun tak satupun dari mereka yang menaruh curiga padanya. Kini gadis itu berdiri gelisah di balik tembok sambil menengok ke pintu kaca yang memperlihatkan segerombolan wartawan sedang menatap rakus ke arah pintu itu.

“Huft… bagaimana ini..” gumam Suzy sambil menggigit-gigit ibu jarinya. Tak lama handphone gadis itu bordering, tertera nama Fei di layarnya,

“Yak! Suzy-ya.. kau dimana? Aku sudah menunggu cukup lama di dalam mobil” gerutu Fei, saat ini gadis berdarah China itu sedang menunggu Suzy yang tak kunjung menampilkan batang hidungnya. Ia memang keluar lebih dahulu agar tak ada media yang curiga.

“Eonni, tunggu sebentar lagi ne?” bujuk Suzy, sesekali mata gadis itu mengarah pada seorang nenek yang sedang di dorong di atas kursi rodanya oleh seorang wanita paru baya. Ada beberapa anak kecil juga yang mengikuti mereka.

“Iya iya… buruan, aku bisa mati muda kalau menunggumu terus”

“Ne, aku tutup telfonnya” setelah sambungan telefon terputus, lantas gadis itu berlari terburu-buru kemudian berjalan membuntuti nenek yang duduk di kursi roda itu. Suzy berjalan seolah-olah ia adalah bagian dari keluarga itu. Hingga mereka berada di ambang pintu, berkali-kali gadis itu meremas pergelangan tangannya berusaha menghilangkan ketakutannya.

“Noona” sebuah suara yang seolah-olah sedang berbisik padanya membuat Suzy menolehkan kepalanya kea rah sumber suara itu. Seorang anak laki-laki berumur 4 tahun tersenyum ke arah Suzy. Anak laki-laki itu menggenggam tangan Suzy, gadis itu tersenyum sembari mengedipkan matanya agar anak kecil itu dapat menutup mulutnya. Suzy berjalan tepat di belakang wanita paru baya yang merupakan ibu dari anak laki-laki itu. Para wartawan tak ada yang menaruh curiga, sepertinya penyamarannya kali ini berhasil. Setelah jarak antara Suzy dan para wartawan itu cukup aman, gadis itu berhenti dan berjongkok di hadapan anak kecil itu.

“Siapa namamu?” tanya Suzy

“Cho Han Kyu” jawab anak kecil itu mantap. Kemudian tangan Suzy mengelus ramah kepala Hankyu.

“Hankyu-ya, ini permen untukmu sebagai tanda terima kasih noona” Suzy memberikan sebuah lolipop yang selalu disimpannya di dalam ransel.

“Gamsahamnida Suzy noona” ucap Hankyu. Suzy dengan gemas mencubit kedua pipi anak itu, dia sudah menduga kalau anak kecil itu pasti mengenalinya.

“Janji jangan memberi tahu siapa-siapa kalau bertemu Hankyu bertemu dengan noona, ne?” gadis itu mengulurkan jari kelingkingnya.

“Yaksok!” sambut Hankyu yang menautkan jari kelingkingnya pada Suzy. Setelah itu Hankyu berlari mengejar ibu dan neneknya yang tak jauh dari mereka berdiri. Setelah anak kecil itu kembali ke sisi ibunya, lantas Suzy pergi meninggalkan tempat itu dan mencari mobil Fei.

Cheonan Apartment, Seoul

Sebuah mobil sedan biru metalik berhenti di depan sebuah apartment megah yang diketahui bernilai miliaran untuk memiliki sepetak tempat di dalamnya.

“Suzy-ya sebaiknya kau hubungi dulu Rain sunbae” ujar Fei khawatir. Suzy mendesah sembari memainkan handphonenya.

“Percuma eonni, tak akan diangkat” kata Suzy, kemudian gadis itu membereskan tasnya dan bersiap-siap turun dari mobil.

“Suzy-ya..” panggil Fei, Suzy membalikkan kepalanya menghadap eonninya itu

“Hubungi aku kalau ada apa-apa” lanjut Fei dijawab anggukan sempurna oleh Suzy.

Jam sudah menunjukkan pukul 21.30 KST, bahkan ini sudah lewat dari 2 jam yang dijanjikan Suzy. Gadis itu memainkan remote tv sembari menatap bosan layar televisi yang sedang menampilkan gag yang sebenarnya dapat membuat siapa saja tertawa dengan leluconannya. Bahkan saat ini perut gadis itu sudah berbunyi minta diisi, tetapi apa daya di apartment milik Rain ini tak ada satu pun yang bisa mengganjal perutnya. Wajah gadis itu sudah pucat pasi, maklum saja dari tadi siang perutnya belum juga diisi apapun.

“Ah perutku…” gumam gadis itu saat perutnya mulai nyeri. Tak lama pintu utama apartment terbuka, Suzy segera bangkit dan berjalan mendekat.

“Suzy-ya.. mengapa kau bisa ada disini?” tanya Rain kaget. Dan Suzy juga tak kalah kaget saat melihat seorang gadis yang diketahui sebagai seorang model sedang bergeliat manja di pelukan Rain.

“mengapa aku bisa disini? Pertanyaan macam apa itu oppa? Bukankah kau selalu berkata ‘Suzy-ya kau kekasihku jadi apartmentku adalah apartmentmu juga, pintu apartment ini akan selalu terbuka untukmu’ apa kau lupa?” Suzy balik bertanya. Dia menatap kecewa ke arah Rain namun dengan cepat gadis itu mengubah raut wajahnya menjadi tatapan tak suka. Air muka pria itu berubah menjadi sulit diartikan.

“Dan, ternyata seperti ini kelakuanmu di belakangku.. sungguh surprise yang tak terduga” lanjut gadis itu dengan nada mengejek.

“Suzy-ya, maafkan aku. Ku akui aku memang tidak benar-benar mencintaimu, dan aku hanya tergoda oleh hasratku saja maka dari itu aku ingin berpacaran denganmu. Namun, bukankah terlalu egois kalau dalam hal ini hanya aku yang disalahkan karena berselingkuh?” Rain berseringai licik, dia menyuruh gadis yang dibawanya tadi untuk pulang tentunya setelah dia mencium rakus bibir gadis itu tepat di depan mata Suzy.

“Apa maksudmu?” tanya Suzy, sebenarnya gadis itu sudah tahu maksud dari pria dihadapannya itu.

“Kau juga berselingkuh bukan? Berselingkuh dengan L Kim” Rain tersenyum penuh kemenangan. Suzy hanya diam dan tersenyum kecut.

“Sepertinya aku tidak perlu menjelaskan hal itu padamu oppa. Karena tak ada gunanya juga untuk kau ketahui. Dan, maksud kedatanganku kesini untuk mengakhiri hubungan kita” Suzy menatap mantap mata pria itu. Jujur saja mata gadis itu terlihat berat dengan air mata yang sudah ditahannya dari tadi.

“Baguslah kalau kau memang berniat seperti itu. Aku tak akan berkata apa-apa pada media dan kuharap kau juga akan melakukan hal yang sama” ucap Rain, gadis itu mengangguk tanda setuju.

“Terima kasih untuk semuanya, oppa” kata Suzy kemudian ia meninggalkan tempat itu dengan menundukkan kepalanya. Semuanya tak sesuai rencana. Awalnya ia berniat untuk menjelaskan semua yang terjadi pada Rain, namun semuanya berubah setelah ia mengetahui bahwa pria itu ternyata berselingkuh. Ingin menangis dan mencurahkan semua kekesalannya tetapi ego gadis itu lebih besar dan ia benar-benar tak ingin memperlihatkan kekecewaannya.

Police Office Seoul, South Korea

L Pov

Sudah tengah malam dan aku sama sekali tidak bisa memejamkan mata, padahal saat ini kepalaku benar-benar berat dengan semua beban yang aku miliki. Dibalik jeruji besi ini memang sedikit membuatku tertekan, memikirkan kabar orangtuaku dan dia. Ya, aku sudah menyuruh manajerku untuk menghubungi Suzy, tetapi dia bilang untuk saat ini aku tidak boleh berhubungan dengan siapapun. Jujur saja aku sangat sangat mengkhawatirkan gadis itu, walaupun pengacara Jung sempat berkata kalau gadis itu baik-baik saja. Aku belum bisa lega jika belum melihat keadaannya dengan mata kepalaku sendiri. Kalian berpikir jika aku menyukainya? Ya, kuakui jika aku memang menyukai gadis bermarga Bae itu, namun aku tidak tahu dengan apa yang harus kulakukan. Apakah aku menyatakan perasaan ini padanya? Atau aku harus mengubur perasaan ini. Aku tidak tahu harus berbuat apa jika aku menyukai seseorang yang sudah memiliki kekasih.

Aku mengehemuskan nafas berat kemudian kupejamkan mata dan mencoba mengingat-ingat kejadian lampau, sesekali aku tersenyum mengingatnya.

Flashback

“Ah mianhamnida, aku tidak sengaja” ucap seorang gadis yang menabrak L. Gadis itu membungkukkan badannya kemudian melangkah pergi. Tak sadar dia meninggalkan handphonenya. L meraih benda tipis itu kemudian ada sebuah telefon masuk, tanpa pikir panjang ia mengangkat telefon itu

“Yak Suzy-ya! Cepat kembali! Tak ada waktu lagi, kita akan segera tampil 10 menit lagi!” ucap seseorang diseberang dengan nada penuh penekanan. L menatap id caller dan tertera nama ‘manajer’ di handphone itu.

“Yak bocah nakal kenapa diam saja! Aish!” lanjut orang itu. L hanya diam saja dan tertawa sendiri. Kemudian pria itu mematikan panggilan itu sepihak. Iseng-iseng dia membuka galeri dan melihat ratusan foto selca dari seorang gadis yang tak sengaja menabraknya itu. L tahu siapa gadis itu, dia adalah member Miss A yang baru saja debut setahun yang lalu. L juga tahu kalau gadis itu masih bersekolah. Lantas ia menyimpan handphone itu ke sakunya dan dengan langkah panjang ia kembali ke ruangan tunggu Infinite.

Sudah seminggu dia menyimpan handphone milik gadis itu dan tak ada niat untuk mengembalikannya. Hampir setiap hari gadis pemilik handphone itu terus-terusan menelfoni handphonenya dan berceloteh panjang lebar sambil memarahi L yang tak kunjung menjawab dan hanya setia menjadi pendengar yang baik.

“Kau… sampai kapan mau menyimpan handphoneku hah?! apa kau psycho? Yak!! Jangan diam saja pabo!! Dan jangan berani kau buka galleryku!! Jangan memposting fotoku! Ingat itu!!! aku hampir gila dan rambutku bisa keriting memikirkannya!!”L tak kuasa menahan tawanya yang hampir pecah

“Baiklah” jawab L, ini kali pertama dia membuka mulutnya.

“What?! Kau bilang apa tadi?! Hah suaramu terdengar seperti seorang pria” setelah itu L memutuskan sambungat telefonnya.

“Lucu sekali dia” gumam pria itu.

Flashback end

Aku termenung mengingat bagaimana aku bertemu dengan gadis itu untuk pertama kali, aku sangat mengingatnya. Setelah kejadian itu hampir setiap hari kami saling berhubungan lewat telefon dan tentu saja dia tidak tahu siapa aku. Bahkan sekarang tepat lima tahun setelah pertemuan kita dan handphone gadis itu juga masih kusimpan di apartment.

Aku menyukainya sejak lama, tak ada seorangpun yang tahu. Semuanya kusimpan rapat-rapat. Mungkin ini lebih baik karena aku sudah merasa nyaman dengan ini semua. Sejak saat itu jika bertemu di acara music aku selalu tersenyum dibelakangnya. Selalu mengikuti perkembangannya dan diam-diam aku selalu memotret gadis itu. Apakah cintaku yang seperti ini salah?

Seungwol Hospital, Seoul

Suzy Pov

Aku kembali ke rumah sakit menggunakan taxi. Untung saja malam ini tak ada wartawan yang berjaga lagi, maklum ini sudah lewat dari tengah malam. Aku melangkah gontai ke arah ranjang kemudian aku berbaring di atasnya. Mataku saat ini bengkak karena sehabis menangis. Ku rasa aku terlalu bodoh untuk menangisi hal seperti ini, namun bagaimanapun juga aku perlu menumpahkan semuanya. Tiba-tiba aku teringat sesuatu, ku ambil benda tipis di dalam tasku kemudian aku menekan id call yang biasanya selalu kuhubungi. Ya, aku menelfon seseorang yang bahkan tak kuketahui namanya. Yang kuketahui dia adalah seorang pria.

“nomor yang anda tuju sedang tidak aktif atau berada di luar jangkauan, silahkan tekan bintang untuk meninggalkan pesan” ucap seseorang di seberang, kemudian ku tekan tombol bintang.

“Kau pasti sedang sibuk. Kau tahu saat ini aku sangat ingin menangis tetapi air mataku sudah habis. Aku baru saja mengetahui kalau kekasihku berselingkuh. Aku tidak sedih melainkan sangat senang karena aku mengetahui kenyataannya. Dan aku ingin memberitahui mu sesuatu. Ada seorang pria yang datang ke kehidupanku tanpa kuundang. Kau tahu, berada di dekatnya bisa membuat jantungku berdetak sangat cepat. Ini berbeda saat aku berada di dekat kekasihku. Aku sangat menyukai senyumannya, perhatiannya, tatapannya, aroma tubuhnya dan aku baru kali ini menyukai seseorang seperti ini. Bahkan saat aku berpacaran dengan Jihoon oppa sepertinya aku biasa-biasa saja. Kurasa aku jatuh cinta pada pria itu. Ah, kau pasti penasaran siapa dia, kalau kau menonton berita pasti kau bakal mengenalinya. Ya, dia Kim Myungsoo atau lebih dikenal sebagai L Infinite. Aku menyukai pria itu, janji ya jangan memberitahu siapapun ini rahasia kita berdua. Telefon aku jika kau sudah mendapat pesan ini”

To be continue

**PS: Kyaaaaa! Jeongmal mianheo readers deull karena aku telat ngepostnyaaaa /bow 17x/ pengennya pas libur, tapi di hari liburpun tetap banyak tugas kuliah. Gimana seneng kaga? Walaupun gak ada scene berduanya -_- yang penting author udah buat mereka berdua sama-sama suka hahaha. Minta vote sama commentnya yah suapaya tambah semangat ngelanjutinnya. Klo jadi silent reader entar gak aku lanjutin blee /ngancem/ hehehe

15 responses to “[CHAPTER – 3] SCANDAL

  1. yeyeye myung-suzy ngaku juga kalo suka kekekeke~
    heh, moga Myung cepet keluar dari penjara deh
    ditunggu next part nya yang daebak banget

  2. Yeaaaayy akhirnya mereka berdua mengakui perasaan mereka sendiri
    tinggal jujur aja nih sm satu dengan yg lainnya…
    aku ucapkan selamat kepada suzy yg sdh bebas dr si pecundang itu hush jihoon jauh2 deh hush hush
    Iya nih di part ini ga ada scene mereka berduanya padhal aku suka klo myungzy lg sama2 lucu gituu hehehe
    Ditunggu bgt kelanjutannya ne

  3. Suzy secara tidak langsung mengungkapkan perasaannya pada Myungsoo, semoga mereka bisa bersama setelah ini…
    Ditunggu next partnya, gomawo author🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s