[Oneshot] I Can’t Hear Your Voice

I Can't Hear Your Voice

I Can’t Hear Your Voice
@KethyChan Present

Cast:
Kim Myungsoo
Park Jiyeon

Genre:
Supranatural –Romance|| School life – Slice of life

Disclamer:
Plot is mine. Don’t plagiat and don’t be silent reader’s. Happy reading

“Hanya suara kebohongan yang dapat kudengar didunia ini, adakah yang bisa membantuku lepas dari suara kebohongan memuakkan ini?!”

Prolog

“Dasar sok cantik! Sok menjadi primadona sekolah! Menjijikan sekali sok imut seperti itu!”

 

“Ayolah hari ini sangat memuakkan sekali, ingin bolos saja. Tapi kenapa tua Bangka sialan ini menghalangi niatku”

 

“Melihatnya saja malas, apalagi berbicara dengan mereka semua, dasar para gadis maniak!”

 

“Bisakah kalian menyingkir dari hadapanku! Memangnya kalian tak ada kegiatan lain apa!”

Kalimat –kalimat penuh dusta itu tertangkap jelas oleh indra pendengaran ini. Setiap detik semua kalimat –kalimat penuh kebohongan dapat terdengar oleh ku. Rasanya sangat memuakkan sekali mengetahui secara langsung kebohongan –kebohongan mereka. Kenapa mesti berbohong? Kalian bisa’kan berbicara langsung apa yang kalian tidak suka dari mereka. Kenapa harus berpura –pura seperti itu. Apa gunanya memanipulatif diri sendiri?! Bisakah kalian semua berhenti berbohong, aku muak mendengarnya.

Memiliki indra pendengaran yang sangat peka itu adalah petaka. Aku dapat mendengar isi pikiran seseorang tanpa kukendaki. Suara –suara pikiran mereka dengan begitu saja dapat tertangkap oleh indra pendengaran ini. Segelintir orang akan berpikir bahwa itu sangat mengagumkan, itu bakat yang sangat berharga. Tapi tidak denganku, itu petaka. Bagaimana tidak, aku setiap hari, setiap menit dan setiap detik dapat mendengar isi pikiran orang lain. Mendengar sesuatu hal yang tak sepantasnya untuk kudengar. Aku merasa seperti seorang pencuri privasi seseorang saja.

Rasanya sangat mengerikan. Karena kelebihan ini pula membuatku membenci semua orang disekitarku. Aku benci mereka karena mereka semua manimulatif. Pembohong. Dengan kelebihan yang kumiliki membuatku tahu apa yang mereka pikirkan dan mereka berbicara berbanding terbalik dengan apa yang mereka pikirkan. Bagaimana mungkin aku bisa mempercayai mereka?! Tak ada seorangpun didunia ini yang bisa ku percayai, semuanya pembohong! Segelintir orang sering berkata “Lebih baik mendengar kejujuran walaupun menyakitkan dari pada selalu disuguhi oleh kebohongan tetapi tetap membuat dirimu bahagia”
Jika diminta untuk memilih, aku lebih memilih untuk tak merasakan dan mengetahui tentang apapun yang ada didunia ini.

“Mendengar kejujuran walau menyakitkan, disuguhi kebohongan setiap harinya tetapi tetap membuatmu bahagia” semua itu akan berujung dengan rasa sakit dan tak mendapatkan apapun. Yang tersisa hanyalah kehilangan rasa kepercayaan setelah kehilangan itu, apa yang terjadi? Kau pasti lebih baik tak tahu apapun ‘kan?!

“Seseorang tolong aku lepas dari suara kebohongan memuakkan ini!”

Story Begin~

Suara detuman music terdengar sangat keras dari luar headphone tersebut. Orang –orang yang melewati sosok tersebut pasti merasa tercengang karena volume music tersebut berada pada kapasitas maximal. Mungkin orang –orang akan berfikir “Itu akan membuatnya tuli” | “Kurasa dia gila” | “Dasar anak muda, tak sayang dengan dirinya sendiri”

“Berhentilah memperdulikanku! Urus saja urusan kalian!” decak sosok tersebut dengan dinginnya. Sosok tersebut kian mempercepat langkahnya, suara –suara memuakkan itu tertangkap lagi oleh indra pendengarannya walaupun ia sudah menutupnya dengan suara music yang full. Tak ada gunanya, tak ada hal yang bisa membuatnya untuk menghindari realita ini. Ia berlari sejauh apapun ia tetap akan selalu bertemu dengan realita memuakkan. Realita dimana ia memiliki indra pendengaran yang sangat peka.

“Hah! Kenapa harus bertemu dengannya lagi!”

“Astaga! Para pria memuakkan ini bisakah menyingkir dariku! Kalian memuakkan sekali”

 

“Kapan aku bisa berhenti menjadi kacung sekolah ini, ayolah~ aku juga ingin bebas!”

 

“Aku ingin pulang saja, sekolah ini memuakkan!”

Dan masih banyak lagi suara –suara memuakkan itu tertangkap oleh indra pendengarannnya. Ia hanya dapat mengehela nafasnya berat, terus berjalan menyusuri koridor kelas dan mencari sebuah tempat dimana ia mendapatkan ketenangan dan sejenak dapat terbebas dari neraka.

*

*

Desiran angin berhembus menerbangkan beberapa anak rambutnya, menerpa kulit putih pucat wajahnya. Ia tak memperdulikan hawa dingin yang cukup menusuk kulitnya. Ia tak begitu perduli. Walaupun ia telah berada jauh dari keramaian, ia tetap saja dapat menangkap suara –suara laknat tersebut. Pada dasarnya dimana pun ia berada ia tak akan bisa menemukan tempat dimana ia tak dapat mendengar suara –suara itu lagi. Kemanapun ia berlari, ia akan terus dikejar oleh kenyataan. Kenyataan yang tak dapat diganggu gugat.

“Bisakah kalian berhenti?! Kumohon, aku sangat lelah” paraunya menatap kosong hamparan luas langit kosong diatasnya.

“Wajah yang sangat tertekan. Wajah yang dipenuhi oleh ekspresi rasa sakit. Begitu banyak sekali beban yang kau tanggung sendirian. Tak lelah berusaha melakukan semua nya sendiri?” suara yang terdengar lembut tersebut sontak membuat sosok bersurai kelam tersebut mengalihkan pandangannya kearah seorang gadis bersurai coklat tersebut.

“Bukan urusanmu! Jangan perdulikan aku!” dengus pria bersurai kelam tersebut dengan datarnya. Tanpa peduli intruksi tersebut, sang gadis bersurai coklat itu malah menangkupkan jemarinya tepat dikedua pipi tirus tersebut. Yang sontak saja membuat sang pria tersentak kaget.

Deg! Siiinggg!

Myungsoo P.O.V

Deg! Siiinggg!

Satu sentuhan itu. Hanya dalam hitungan beberapa detik satu sentuhan itu mampu membuatku tak mendengar suara –suara itu lagi. Ini mimpikah? Atau hanya perasaanku saja. Setelah ia melepaskan jemarinya dari kedua pipiku, suara itu kembali terdengar. Bagaimana caranya? Sihir apa yang ia gunakan?

Tepat dimusim dingin, di atap sekolah. Aku bertemu dengan seorang gadis penyihir menyebalkan.

“Kim Myungsoo, siswa kelas 3 –A jurusan Astronomi. Pria penyendiri dengan wajah suram. Hobi selalu membolos sewaktu pelajaran sastra Jepang. Dan sangat menyukai mendengar lagu dengan volume lagu dengan kapasitas maximal.” Dengan lancar ia berucap demikian. Sebanyak apa lagi yang ia ketahui tentangku, jangan –jangan ia gadis saiko. Ck! Aku sangat benci berusan dengan orang merepotkan.

“Kau penguntit, eoh?”ucapku sekenanya dengan nada yang menusuk. Dengan respon begini ia pasti akan menjauhiku.

“Aku bukan penguntit! Perkataanmu sangat kejam sekali terhadap seorang wanita, jika kau tetap seperti ini terus kau tak akan pernah bisa mendapatkan pendamping!” sungutnya sebal. Apa peduliku, itu urusanku nona. Segeralah pergi dari hadapanku! Tinggalkan aku sendirian.

“Apa pedulimu?! Aku tak membutuhkan simpatimu nona!” ayolah~ jangan buat aku mengeluarkan perkataanku yang lebih kejam dari ini.

“Aku tak bisa membiarkan siswa Kier Mou High School ini ada yang merasa kesulitan. Perkenalkan aku, Park Jiyeon ketua Osis Kier Mou High School yang selalu siap menolong warga sekolah ini!” ucapnya dengan pernuh rasa bangga. Tapi sayangnya itu sama sekali tak membuatku terkesan sedikitpun. Apa tadi yang dia bilang ‘selalu siap menolong warga sekolah’ oh! Ayolah~ kita tak sedang bermain pahlawan super. Menggelikan sekali.

“Tapi aku sama sekali tak membutuhkan jasa mu itu K E T U A O S I S yang terhormat!” dengan tatapan malas aku beranjak meninggalkan gadis menyebalkan tersebut. Dia sudah kumasukkan kedalam daftar orang yang harus aku hindari. Berurusan lebih banyak dengan gadis itu akan menimbulkan masalah saja.

“Aku akan selalu mengawasimu, Myungsoo –shi!” ck! Dasar gadis keras kepala. Mau kau melakukan apapun terhadapku, aku tak akan perduli. Sulit berbicara dengan orang yang keras kepala sepertinya.

“Lakukan sesukamu~”

*

*

Walau taman ini tampak sunyi, nyata nya tak seperti yang terlihat. Di tempat ini semuanya tetap sama, berisik. Oh! Ayolah siapa saja biarkan aku berada dalam keheningan sekejap saja. Rasanya sangat melelahkan berada dalam keributan seperti ini. Gadis menyebalkan itu, sihir apa yang ia gunakan? Kenapa hanya dengan satu sentuhan itu saja bisa membuatku berada dalam keheningan. Dan 1 hal yang sangat menggangguku. Kenapa aku tak dapat mendengar isi pikirannya.

“Apakah ia sudah mengetahui tentang hal itu. Maka dari itu ia menggunakan sihir rahasia yang membuat pikirannya tak dapat ku dengar.” Tapi itu tak mungkin. Tak mungkin ada hal yang seperti itu.

“Hei! Sekolah sudah sepi, kenapa masih disini?” suara gadis menyebalkan itu lagi. Kenapa dia muncul lagi, memangnya tak ada hal lain yang dapat ia kerjakan selain mengusikku yah?!

“Sudah kubilang jangan perdulikan aku!”

“Apa begitu mengasikkan yah selalu sendirian? Apakah rasa kesepian itu tak menyakitkan? Aku yakin kau pasti merasakan hal itukan?” perkataannya seolah seperti menamparku sangat keras. Apa pedulinya jika aku merasakan semua itu, memang ia bisa membantu apa? Dimataku Park Jiyeon hanyalah seorang ketua osis yang ingin tahu kehidupan orang lain saja. Dasar tukang ikut campur.

“Kau mau apa jika aku merasakan semua itu?! Berhentilah mengikutiku. Masih banyak siswa lain yang membutuhkanmu! Tinggalkan aku sendirian!”

“Aku ingin membantumu terlepas dari rasa kesepian itu!” dengan tatapan yang sangat mantap tersebut ia lancarkan padaku. Namun, hal itu sama sekali tak membuatku tergerak sedikitpun. Walaupun aku tak mengetahui apa yang berada dalam benaknya, tapi bagiku ia hanyalah sosok yang penasaran dan ingin tahu saja tentang kehidupan orang lain.

“Kau tak akan mendapatkan apapun!”

Myungsoo P.O.V end

Setelah pembicaraan singkat sore itu. Jiyeon selalu saja mengikuti Kim Myungsoo dan selalu menemani pria tersebut yang terus berusaha lari dari kenyataannya. Walaupun selalu diabaikan tetapi Jiyeon sama sekali tak pernah patah semangat untuk dapat lebih masuk lagi dalam hati seorang Kim Myungsoo yang begitu keras.

“Kenapa kau begitu membenci sastra Jepang? Bukankah itu pelajaran yang sangat menarik?” tanya gadis bersurai coklat tersebut dengan keantusiasan nya.

“Berhentilah mengusikku, bukankah kau masih ada urusan yang lain. Ada hal yang lebih penting dari pada mengikutiku seperti ini!” dengus Myungsoo dengan tatapan malasnya. Sedangkan Jiyeon malah menyenderkan kepala dibahu pria tersebut tanpa memperdulikan sedikitpun ekspresi terkejut yang memenuhi wajah seorang Kim Myungsoo.

“Tapi bagiku, kau adalah hal yang begitu penting bagiku!” gumam Jiyeon dengan tatapan yang sangat berbinar –binar dan penuh dengan rasa percaya diri.

“Apakah itu pernyataan cinta? Menggelikan sekali” decak Myungsoo acuh dengan ucapan sang ketua osis. Menurutnya, gadis yang tengah bersandar dibahunya saat ini sangat senang sekali bermain –main dengan perkataannya. Ia sama sekali tak pernah memikirkan sebab dan akibat dari apa yang ia ucapkan.

“Pikirkanlah sesukamu~” liatlah respon yang ia berikan juga dengan asal. Bagaimana Myungsoo tak mencapnya sebagai gadis yang menyebalkan.

“Myungsoo kau membenciku?” pertanyaan yang begitu tiba –tiba itu sontak saja membuat Myungsoo mengalihkan pandangannya kearah sang ketua osis menyebalkan tersebut. Lihat bukan, gadis ini senang sekali mengucapkan hal yang aneh –aneh –pikir Myungsoo.

“Di bilang benci mungkin tidak, tapi mungkin aku tak begitu menyukai keberadaanmu! Kau mengusik hari –hariku. Bisakah kau tinggalkan aku sendirian? Kau tak akan pernah bisa berhasil menyelamatkanku dari rasa sakit akan kesepian ini!” decak Myungsoo dengan dinginnya. Ia hanya tak ingin orang lain terlibat lebih jauh akan masalahnya. Ia tak ingin orang lain mengasihaninya, hanya itu saja.

“Kau yang tak pernah memberiku kesempatan untuk membantumu, kau begitu menutup celah itu, kau tak membiarkankan ku masuk lebih dalam dan membiarkanku membantumu. Kau membuat dinding itu Kim Myungsoo!”

Myungsoo P.O.V

Cukup! Hentikan. Jangan buat aku merasa semakin bersalah dan terbebani. Kumohon, semua keinginanmu itu hanya berakhir dengan sia –sia. Biarkan aku tetap sendirian seperti ini, biarkan aku merasakan sakit ini sendirian. Aku tak ingin orang lain merasakan sakit ini. Jangan buat dirimu masuk lebih jauh kedalam diriku yang begitu gelap ini. Biar seperti ini saja. Tak usah terus mencari tahu tentang apa yang terjadi tentang diriku. Tak perlu saling mencari tahu, maka kita tak akan ada yang saling menyakiti.

“Karena aku tak ingin kau tahu, dan kau tak perlu tahu! Biarlah tetap berjalan seperti ini saja!” ujarku dengan dingin. Kumohon, biarkan aku sendirian! Biarlah aku mendengar suara –suara laknat itu dalam kesendirian. Semakin kau ingin mengetahui tentang apa yang terjadi padaku membuatku semakin tak sanggup untuk melihatmu.

“Kenapa?! Hal apa yang membuatmu tak menginginkanku untuk mengetahuinya? Aku hanya ingin membantumu!”

“Sudah kukatakan, tak perlu mencari tahu apapun Park Jiyeon!” kutinggikan nada suaraku. Bukan karena aku membencimu, hanya saja aku takut kehilanganmu jika kau mengetahui semuanya. Aku hanya takut. Itulah fakta yang baru saja kudapatkan. Maafkan aku…

Grep!

Pelukkan yang begitu menenangkan menyapa tubuhku begitu saja. Seketika saja suara –suara laknat itu tak terdengar. Kejadian ini sama seperti pertemuan pertama kami. Sihir apa yang lakukan padaku. Kenapa bisa aku tak mendengar suara –suara laknat itu, sebenarnya mantra apa yang kau ucapkan padaku?

“Sudah tak ada waktu lagi, bisakah kau tersenyum dengan tulus untuk sekali ini saja Myungsoo –ah?” permintaannya sungguh membuatku tak habis pikir, gadis ini bukan hanya menyebalkan ternyata juga begitu penuh dengan kejutan yang sangat tak terduga.

Sebuah senyuman tipis tanpa ada rasa beban sedikitpun kutunjukkan kearahnya. Hal ini terjadi begitu saja, tak ada rasa terpaksa sedikitpun. Untuk pertama kalinya karena seseorang aku mampu tersenyum lagi. Seorang Park Jiyeon sang Ketua Osis menyebalkan itu mampu membuatku tersenyum kembali. Aku dapat takluk begitu saja oleh gadis yang beberapa hari ini mengusik hari –hariku.

“Tersenyumlah seperti ini, sekarang dan sampai kapanpun juga. Aku merasa lebih baik setelah melihatnya. Sampai jumpa~” dan tanpa banyak kata gadis itu telah pergi begitu saja meninggalkanku yang masih terpaku melihat kepergiannya. Berapa kalipun aku selalu bersikap dingin dan mengacuhkan nya, akan tetapi ia selalu saja tetap bertahan dan selalu ingin mencari tahu sesuatu yang aku tak ingin ia mengetahuinya.

“Mungkin esok, aku akan menceritakan semuanya, sampai jumpa juga~”

*

*

Esok? Hari esok itu tak akan datang lagi. Ku nantikan kedatangannya hingga sekolah ini benar –benar sepi, tetapi sosoknya yang usil dan ingin tahu itu tak kunjung terlihat. Awalnya aku befikir bahwa ia sibuk dengan segala macam kehidupan kegiatan osisnya tapi fikiran itu sirna. Karena hari esok. Esok. Dan esok lagi. Tak akan pernah ada, sosoknya tak pernah datang lagi. Sosoknya menghilang entah kemana. Tak ada hari –hari yang menyebalkan dan berisik lagi. Hahaha… bukankah hal ini yang kuinginkan? Tapi kenapa aku merasa ada sesuatu yang menghilang, ada sebagian dari diriku yang tak terima akan sosoknya yang menghilang.

“Gadis menyebalkan itu seenaknya saja datang dan pergi,cih!”

“Kau kenapa waktu itu tak datang ke pemberkatan terakhir Ketua osis?”

“Aku ada di Busan waktu itu, rasanya tak percaya bahwa Ketua pergi begitu cepat. Walau sudah 2minggu kepergiannya, aku merasa sosoknya belum menghilang”

“Itu karena banyak hal yang telah dia lakukan untuk kita dan sekolah ini, pasti para fans nya sangat kehilangan Ketua.”

Ketua? Ketua osis? Pergi begitu cepat, maksudnya meninggal begitu?! 2minggu yang lalu?! HaHaHa… Hal konyol apa lagi ini?! Park Jiyeon sudah meninggal, 2 minggu yang lalu! Tak mungkin, ini gila! Lalu sosok yang selalu bersama ku selama ini, sosok yang selalu menemaniku dan mendengarkan semua ucapan dinginku, itu siapa?!

“Tersenyumlah seperti ini, sekarang dan sampai kapanpun juga. Aku merasa lebih baik setelah melihatnya. Sampai jumpa~”

Sampai jumpa, katamu? Perkataan itu sangat bohong sekali. Kita tak akan pernah bisa bertemu lagi. Gadis yang dengan seenaknya saja mengusik hidupku, gadis yang dengan seenaknya saja ingin mengetahui tentang hidupku. Ternyata sosok itu hanyalah ‘roh’ nya, mungkin. Kenapa disaat aku mulai mempercayai seseorang ternyata sosok itu tak akan pernah bisa berada disisiku?! Kenapa aku harus menghadapi kebohongan yang sangat menyakitkan ini, kenapa? Seharusnya kau memberikan perpisahan yang lebih baik, dasar gadis menyebalkan.

Inikah yang membuatku tak dapat membaca pikirannya. Inikah alasanya?! Sungguh tak adil, kenapa harus aku?

“Ternyata bukan sihir yang ia gunakan, ck! Bodohnya diriku~” gumamku dengan nada frustasi. Tawa hambar kini memenuhi keheningan tempat ini. Jujur saja ini adalah kebohongan termanis yang pernah kurasakan.

Beberapa hari bersama seseorang yang tak membohongimu itu rasanya sangat menyenangkan sekali. Walaupun hanya sebentar, terima kasih telah memberikanku beberapa hari yang sangat berharga ini Park Jiyeon, ketua osis menyebalkan…

Epilog

“MWORAGO???” suara teriakkan yang serempak tersebut memenuhi ruangan Osis Kier Mou High School. Sosok yang tengah duduk di kursi pemimpin tersebut hanya menatap malas para anggotanya.

“Hei~ ini hanyalah masalah biasa, kenapa kalian seheboh ini” gumam sosok tersebut dengan tatapan aegyo nya.

“Hal biasa katamu ketua? Kau sudah gila rupanya!” decak frustasi seorang gadis berkacamata tebal tersebut.

“Memang hal biasakan. Ingin membantu seorang siswa Kier Mou High School agar bisa berinteraksi dengan lingkungan sekitarnya dan tak menjadi penyendiri lagi itu hal yang biasa kita lakukan, bukan? Masalah seperti ini sudah biasa sering kita atasi. Lalu apa yang berbeda?”balas sosok tersebut dengan tenangnya, ia sama sekali tak memperdulikan beragam ekspresi yang ditunjukkan oleh para anggotanya.
“Tapi ini masalahnya tentang targetnya, KETUA! KIM MYUNGSOO, kenapa dia?” kini pria bersurai coklat tersebut maju selangkah dan melemparkan tatapan penuh protesnya.
“Memang ada apa dengan dia? Dia juga siswa dari Kier High School. Dia juga berhak mendapat perlakukan yang sama dari sekolah kita. Ck! Beginikah tingkah anggota osis sekolah kita, membeda –bedakan orang. Aku kecewa dengan kalian semua!”sosok tersebut menatap tajam kearah para anggotanya. Hal ini sontak saja membuat orang –orang yang berada didalam ruangan tersebut menunduk takut. Sangat jarang bisa melihat sang Ketua Osis semarah ini, sebegitu pentingkah seorang Kim Myungsoo itu –pikir mereka.

“Aku tak tahu apa masalah kalian dengan Myungsoo. Aku sendiri yang turun kelapangan!”

“Dia membenci semua orang yang ada didunia ini. Ia tak ingin diusik, ia hanya ingin sendirian. Seperti itulah yang ia katakan di depan semua orang saat smp. Aku 1 sekolah dengannya dulu Ketua,” mendengar hal tersebut terlontar dari salah satu anggotanya, bukan ekspresi keterkejutan yang tampak melainkan senyuman penuh arti.

“Itu artinya, ia ingin seseorang menyelamatkannya dari kegelapan yang ia buat sendiri, sekertaris Choi!”

“ Dan aku adalah orang yang akan menyelamatkannya, Jaa~”

*

*

Ckittt Brakkk!

suara tersebut terdengar sangat nyaring di pelantaran jalan Gwang –Ju. Tepat dibawah sinar senja yang begitu lembut. Tampak seorang gadis telah tergeletak lemah dengan darah yang berlumuran disekitar kepala dan bagian tubuh nya yang lain. Gadis itu menjadi korban tabrak lari, naas sekali nasibnya. Beberapa pejalan kaki dan orang yang berada disekitar gadis tersebut mengerubuninya dan berusaha menelpon ambulans agar segera membawanya kerumah sakit. Gadis itu sama sekali tak memperdulikan teriakan orang –orang yang berada disekitarnya yang memintanya bertahan untuk sebentar lagi. Gadis tersebut hanya dapat menatap hampa orang –orang yang berada disekitarnya, dan disaat ia merasakan matanya mulai terasa berat. 1 kalimat terluncur dengan pelan dari mulutnya dan tanpa seorang pun yang dapat mendengarnya.

“Aku ingin seseorang mendengar ini, Berikan aku 1 kesempatan untuk melihatnya tersenyum, hanya itu tolong”

FIN
*Cuap2 Author”
Kety balik lagi, lama sudah tak berjumpa wkwkkw :v. Ada yang kangen ane kga? #kedip2gaje kety membawakan shot story MyungYeon couple egen nihh😀 #joget2gaje
Gimana sama feelnya? Udah nyesek belon? Mian efef kali ini sad ending , soalnya kety lagi seneng2 nya sihh buat efef yang genre nya sad2 gitu, tapi gak tau dehh feelnya ngena ato kaga😀
RCL juseyo ndee sma efef kali ini😉
Jaa~

36 responses to “[Oneshot] I Can’t Hear Your Voice

  1. ceritanya bagus,cuma sayang kenapa harus sad ending.padahal lebih suka happy ending.
    di tunggu ff ff yang lainnya,fighting.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s