[Final Ch.] You’re My

You're My2
You’re My
@Kethychan Present
Cast:
Kim Myungsoo||Park Jiyeon
Other cast:
Choi Minho||Jung Soojung
Genre:
Fantasy –Romance||Sadness –AU
Disclammer:
Hohoho… Kethy balik egen dengan membawa fanfic genre Fantasi yang main castnya Myungyeon egen. Mau gimana lagi kethy dah jatuh cinta dengan couple ini :V. Gk banyak cuap –cuap sihh, happy reading ajh dehh…
Plot is mine, Don’t plagiat
Mulai saat ini kita telah terhubung oleh takdir, jadi aku minta jangan pernah tinggalkan aku
“au nom du dieu du ciel, me permettre de satisfaire ses désirs, faire!”
Mantra telah terucap, muncullah sesosok gadis yang sangat ingin Myungsoo temui. Myungsoo menatap kosong bayangan gadis bersurai blonde itu. Dengan langkah pelannya, tangannya terulur untuk menyentuh wajah gadis itu pelan. Tatapan terluka terlihat jelas diraut wajah namja itu.
“Kau benar Jung Soojung’kan?” ucapnya mencoba memastikan. Gadis itu hanya mengangguk singkat mendengar pertanyaan dari Myungsoo.
“Soojung –ah, apa salahku? Kenapa kau lakukan ini?!” parau Myungsoo dengan tatapan yang tetap sama.
“Kenapa kau memanfaatkanku? Apakah begitu menyedihkan nya aku hingga kau lakukan semua ini padaku?! Tolong katakan Soojung~” teriak Myungsoo histeris. Jiyeon yang berada tak jauh dari keduanya hanya menatap sosok yang dicintanya dengan sendu.
“Rasanya sangat menyakitkan,” parau Jiyeon sambil sesekali memukul pelan dada kirinya. Disana terasa sangat sakit, tetapi bukan rasa sakit seperti saat ia berjauhan dengan Myungsoo. Rasanya seperti ada yang menghujamnya, seperti tertikam. Rasanya sangat menyakitkan melihat Myungsoo yang begitu hancur karena Soojung.
“Aku tak mencintaimu Myung! Kau hanya bidak pion ku untuk tetap bertahan dalam dunia entertaint ini. Bagiku kau bukan siapa –siapa, jadi berhentilah untuk mengharapkan hal lebih dariku! Bukankah waktu itu sudah kukatakan untuk melupakanku! (Inget scene di Ch. 3)” decak gadis itu tanpa senyuman sedikitpun. Mendengar penuturan gadis itu Myungsoo seketika jatuh terduduk, ia merasa ini adalah pernyataan yang sangat menyakitkan yang pernah ia dengar seumur hidupnya.
Jiyeon menunjukkan sosok Soojung pada Myungsoo saat ini, walaupun ini hanyalah bayangan gadis itu. Tetapi, Jiyeon memberikan bayangan ini perasaan dan pikiran yang berada dibenak sosok Soojung yang asli. Jiyeon menggunakan mantra terlarangnya agar ia bisa mencuri pikiran murni Soojung. Jiyeon lakukan ini demi Myungsoo, ia ingin namja itu sadar dengan keadaan yang ada. Agar membuat namja itu berhenti untuk mengharapkan sosok Soojung yang tak baik untuknya.
“Kau tahu aku muak melihat mu yang terus saja memujaku, bukankah kau tahu bahwa aku mencinta Kai. Tetapi kenapa kau terus saja masih berharap padaku?! Aku ini yeoja jahat, licik! Kenapa kau tetap saja mencintaiku?! Ini sangat menyiksa ku Myung!” decak gadis itu dengan dinginnya. Myungsoo hanya dapat tertunduk lemas mendengar semua penuturan gadis yang dicintanya. Semua perkataannya sangat menusuk, menghujam tepat dihatinya.
“Aku minta cukup! Hentikan, aku tak ingin menyiksamu lebih dari ini. Berhentilah mencintaiku dengan begitu semua ini akan berakhir juga!” pinta sosok bayangan Soojung dengan tegasnya. Myungso mengangkat kepalanya dan ditatapnya kosong kearah Jiyeon yang tengah menatapnya sendu.
“Sekarang aku sadar, isi kepalaku sudah terbuka. Jiyeon –ah kau bisa menghilangkan bayangan ini!” decak pria bersurai pekat itu lemah. Jiyeon yang sejak tadi melamun, tersentak setelah mendengar penuturan pria itu. Segera saja gadis bermata kucing itu melepaskan mantranya. Setelah itu, Jiyeon jatuh terduduk lemas. Myungsoo yang melihat hal itu segera saja membawa gadis tersebut ke sofa untuk merebahkannya.
“Aku terlalu banyak mengeluarkan kekuatanku ehehe… Bagiamana kau sudah lebih baik?” ucap Jiyeon dengan lemahnya. Myungsoo tak berucap sedikitpun, ia malah mempererat dekapannya pada Jiyeon.
“Jangan tinggalkan aku. Aku tak memiliki siapapun lagi, tinggallah disisiku” lirih Myungsoo begitu saja, seulas senyuman manis terukir diwajah Jiyeon setelah mendengar pernyataan Myungsoo.
“Rasanya sangat melegakan, rasa sakitnya seketika saja lenyap~” ucapnya dengan riang. Jiyeon melepaskan dirinya dari dekapan Myungsoo, di senderkannya kepalanya pada bahu pria bersurai pekat tersebut.
“Myung –ie~” panggil gadis itu lembut.
“Hn?”
“Bagaimana perasaanmu sekarang? Lebih lega, bukan. Tak ada rasa beban lagi ‘kan?” ucap Jiyeon dengan senyuman teduhnya. Myungsoo hanya berdehem singkat menanggapi pernyataan Jiyeon.
“Ternyata ini yang selalu ingin dikatakan oleh Minho. Cih! Pantas saja dia sangat kesal karena aku terus saja masih menyukai gadis itu. Besok aku akan meminta maaf dengan nya”monolog Myungsoo. Jiyeon tersenyum penuh arti mendengarnya. “Myung~ Bagaimana jika aku suatu saat nanti menghilang” ungkap Jiyeon tiba –tiba hal itu membuat pria bersurai pekat tersebut bingung
“Menghilang? Maksudmu?” decaknya penuh keheranan.
“Maksudku, mati. Kau tahu tubuhku ini tak akan kekal lagi karena aku telah meninggalkan Shanghyang, terlebih lagi aku sudah memberikan jantungku padamu.” Terang gadis bermata kucing itu berusaha mengembangkan senyuman tenangnya. Pria bersurai pekat itu mulai mengerti kearah mana pembicaraan mereka.
“Bukankah kau mencintaiku? Kau bilang dengan cukup berada disisiku kau bisa hidupkan?”
“Itu memang benar, tapi aku baru menyadari kekuatanku mulai melemah dan aku tak bisa selamanya menggunakan kekuatan ini untuk menahan rasa sakit jika aku berjauhan terlalu lama darimu. Bisa dibilang sekarang aku ini tengah berada pada fase perubahan secara perlahan menjadi setengah manusia dan jika aku benar –benar berubah menjadi manusia semua akan berakhir. Kau tahukan manusia tak bisa hidup tanpa jantung begitupun dengan aku nanti nya juga jika sudah benar –benar berubah menjadi manusia” jelas Jiyeon panjang lebar. Myungsoo sama sekali tak memikirkan kemungkinan yang dijelaskan oleh gadis bermata kucing disisinya. Tampak guratan gusar dari wajah tampannnya. Ia menatap sosok Jiyeon dengan sendu.
“Kenapa disaat aku baru ingin memulai segalanya? Kenapa saat aku baru tersadar dari segalanya?!” ucapnya dengan nada suara sedikit meninggi. Jiyeon hanya dapat menghela nafasnya pelan, sesekali ia menepuk –nepuk pelan punggung namja itu untuk sekedar menenangkan nya.
“Tenanglah, semua pasti ada jalannya” bisik gadis bermata kucing itu dengan lemah.
Wuussshh…
Angin yang terasa hangat menyapa tubuh Jiyeon. Gadis itu menyadari kehadiran tersebut. Ia menyadari si pemilik hawa hangat tersebut, Jiyeon tahu betul. Sesaat kemudian muncullah cahaya yang begitu terang tepat dijendela apartement Myungsoo. Cahaya tersebut kian menerang karena terkena pantulan cahaya bulan purnama. Gadis bermata kucing itu menyadari hal buruk akan datang padanya.
“Akhirnya aku menemukanmu juga~” decak pria paruh baya itu dengan suara beratnya. Terdengar sangat tenang tak ada emosi sedikitpun didalam perkataannya.
“De –dewa langit! Bagaimana bisa?!” pekik Jiyeon tertahan. Sedangkan Myungsoo hanya terdiam terpaku saat melihat apa yang baru muncul dihadapannya.
“Kau menggunakan mantra terlarang itu, maka dari itu aku bisa menyadari keberadaanmu. Dasar anak nakal, kau belajar dari mana mantra penghilang keberadaan seperti itu?!” sungut sang dewa langit dengan tatapan kesalnya. Jiyeon hanya menanggapi ucapan sang dewa langit dengan tatapan takut –takutnya.
“Waktu bermain –main mu sudah berakhir, kau harus kembali padaku karena kau adalah makhluk legendaku” ucapnya dengan tegas.
“Ta –tapi aku tak bisa. Aku ingin terus disini, aku mohon~” dengan tatapan penuh memohonnya Jiyeon tunjukkan pada sang dewa langit, namun sepertinya sang dewa langit sama sekali tak memperdulikan nya.
“Ka –kau dewa langit bukan? Bolehkah aku meminta agar kau membiarkan Jiyeon tetap bersamaku? Aku mencintainya, sungguh mencintainya. Bisakah kau kabulkan permohonanku?” ucap Myungsoo tegas dan tenang. Jiyeon tersentak atas ucapan Myungsoo. Ia sama sekali tak menduga pria bersurai pekat tersebut akan berucap demikian.
“Wahai anak muda, Apakah kau akan tetap menginginkan makhluk legendaku ini tetap disisimu jika kau tahu bahwa jika dia tetap berada disini dia tak akan bisa berenkarnasi lagi dan setelah dia melepaskan ikatannya denganku otomatis ia akan mati, kau masih menginginkannya?” sang Dewa langit tetap tenang mengucapkan kalimat per kalimat tersebut. Sedangkan, Myungsoo dan Jiyeon tersentak. Jiyeon tak sampai kepikiran dengan hal tersebut, hal itu membuatnya kian semakin pasrah dengan keadaan yang menerpanya.
“Tak bisa berenkarnasi?” ucap keduanya nyaris bersamaan.
“Iya, jika makhluk legenda memutuskan ikatannya dari sang Tuan nya. Maka dia akan dikutuk tak akan bisa berenkarnasi selamanya, selepas itu ia akan mati. Itulah hukum yang ada. Jadi apa kau masih bersikukuh mempertahankannya?” sang dewa langit menatap kearah Myungsoo seolah menunggu respon apa yang akan ditunjukkan kepadanya.
“Ke –kenapa?! Ini tak adil! Takdir macam apa ini?!” pekik Myungsoo penuh emosi, sang dewa langit hanya menghela nafas beratnya.
“De –dewa langit kumohon tak adakah cara lain yang dapat membuat kami bisa tetap bersama?” lirih Jiyeon dengan tatapan penuh keputusasaan.
“Ck! Kalian ini sangat merepotkan sekali. Ini hanya karena kau makhluk legenda pertamaku kulakukan semua ini. Baiklah aku lakukan ini untuk mu. Hei! Kau(menunjuk kearah Myungsoo) bisakah kau menunggu dia 100 tahun lagi?”
“Kenapa harus selama itu? Aku tak mungkin kekal! Jadi mana mungkin aku bisa menunggu selama itu!” sungut Myungsoo tak terima dengan ucapan sang dewa langit. Yang dianggapnya hanya mempermainkan nya saja.
“Ck! Kau akan kekal karena kau memiliki jantung makhluk legenda sang dewa langit. Jadi sekali lagi bisakah kau menunggu nya 100 tahun lagi?”sang dewa langit kembali mengulang pertanyaan awalnya, Myungsoo terdiam sejenak.
“Jika hal itu bisa membuatku bersama dengan Jiyeon, aku sanggup.” Ucap Myungsoo dengan mantapnya. Jiyeon menatap tak percaya kearah Myungsoo, akhirnya penatian nya selama ini tak berakhir dengan sia –sia. Pengorbanan yang dilakukannya selama ini pun tak sia- sia.
“Baiklah, jika begitu. Selamat menunggu anak muda~” sang dewa langit segera saja menarik sosok Jiyeon yang tadi berada disisi Myungsoo dengan mantra ajaibnya. Jiyeon tak bisa membrontak ataupun berbicara karena ia terkena mantra pengikat yang sama seperti 200 tahun yang lalu.
“Tunggu! Bagaimana nanti cara kami bertemu?! Dimana kami akan bertemu?!” teriak Myungsoo sebelum sang dewa langit akan menghilang dari jarak pandang nya.
“Jika kalian memang sudah terikat dalam satu benang merah yang sama, kau pasti akan bisa bertemu dengannya, anak muda~”
Wusshhh…
Angin berhawa hangat tersebut berhembus menerpa kulit tubuh Myungsoo. Dan seketika saja sosok Jiyeon dan dewa langit tersebut menghilang dari jarak pandangnya. Myungsoo jatuh lemas terduduk, ia menatap kosong kearah sang bulan purnama.
“Inikah karma yang kudapat? Saat aku akan memulai segalanya aku tak bisa melakukannya” parau Myungsoo.
“Cih! Gadis bodoh itu, aku sudah menyatakan perasaanku tapi dia belum membalasnya! Akan kubuat 100 tahun yang akan datang kau membalas perasaanku, aku akan menunggumu Tuan putri Jiyi~” ucapnya dengan senyuman setulus mungkin sambil menatap teduh kearah sang bulan purnama.
*
*
Prolog
100 tahun kemudian…
Tokyo, Spring…
Hembusan angin musim semi ini membuat helaian anak rambutku berterbangan bebas. Hawa hangatnya musim semi ini membuatku semakin merindukanmu. Sudah 100 tahun aku menunggumu, menunggu kedatanganmu. Ribuan kali pergantian musim ini aku lewati dengan kesendirian, aku selalu menantikan kehadiranmu. Dewa langit itu bilang jika kita memang terikat oleh satu benang merah yang sama kita pasti akan bertemu.
Tetapi aku tak yakin kita terikat oleh benang merah yang sama. Bagaimana jika pada dasar kita memang tak bertakdir untuk bersama. Jika itu benar, bukankah berarti penantian selama ini hanya menjadi sia –sia. Percuma aku hidup kekal jika kau tak berada disisiku.
Dengan rupaku yang tetap muda, tak pernah berubah sejak terakhir pertemuan kita, bisakah dengan kondisiku yang seperti ini menyadarkanmu akan sosokku?
Perlahan kulangkahkan kaki ini meninggalkan taman bunga sakura ini. Dengan langkah perlahan kuresapi damainya musim semi ini.
Bruk!
Sesuatu menabrak tubuhku, saat kuturunkan pandanganku kebawah, seorang anak kecil laki –laki tengah jatuh terduduk, sambil mengusap –usap pelan dahinya. Ku jongkokkan tubuh ini dan menatap wajahnya. Seketika tubuhku menegang saatu melihat rupa anak kecil didepanku.
Minho!
Kenapa sangat mirip sekali. Apakah ini renkarnasi dari Minho? Oh, dewa langit jalan takdir seperti apa yang telah kau susun.
“Mianhae ahjushi, aku tak sengaja~” dengan wajah penuh penyesalannya ia tunjukkan padaku. Aku tersenyum singkat melihatnya kuusap –usap pelan pucuk kepalanya.
“Kau sedirian?” | “Ti –“ kalimat anak kecil itu terhenti manakala ada suara lembut penuh kekhawatiran tengah memanggil namanya.
“Park Mino~ Eodiya? Mino –ya?” panggil sosok tersebut yang kian mendekat. Tubuhku terasa kaku saat melihat sosok tersebut. Helaian rambut yang yang terbang bebas tertiup oleh angin tersebut membuatku seketika terpana.
“Noona, nan yeogiyo –aku disini” sentak anak bernama Mino itu. Segera saja gadis itu memeluk Mino penuh rasa khawatir. Benarkah yang kulihat ini? Atau ini hanyalah Fatamorgana semata?
“Terima kasih sudah menemani dongsaengku” ucapnya sopan.
“Ji –Jiyeon? Park Ji –jiyeon?” aku terbata –bata menyuarakan namanya. Dengan wajah yang sedikit terkejut ia menyambutku dengan senyuman tipisnya.
“Bagaimana bisa kau tahu namaku?” sontak saja Jiyeon menatap Mino sedangkan namja kecil itu hanya menggeleng pelan kepalanya.
“Akhirnya kita bertemu lagi…”
Kita ternyata berada pada benang takdir yang sama. Akhirnya kau datang, datang tepat didepanku. Aku tahu, mungkin kau tak mengingatku.Namun, dengan sedikit sihir cinta yang ku punya akan kubuat kau jatuh cinta lagi padaku. Dan kubuat kau tak akan pernah melupakanku lagi. Ini adalah awal untuk ku, kau dan kita…
FIN
*Cuap2 Author*
Huuuwweee *nangisterharu
Akhirnya selesai jua epep ini? Sebenernya kaga iklas sihh tapi mw gimana lagi *Aku_mah_bisa_apa_atuh :3
Gimana menurut kalian end nya? maksa yehh? #Mianne *Bow
Tapi mw gmna lagi menurut ane nihh end yg terbaik dari pada ngbuat Jiyeon menghilang untuk selamanya ._.v
Yang penting akhirnya pan MyungYeon tetap bersatu, jadi kga buruk2 amat pan? #Eyespuppy
RCL juseoyo ndee, semoga kalia puas dengan endingnya. Dan untuk para reader’s yang udah ngikutin epep ini, big thank’s for you all #Bowed
Sampai bertemu dengan fanfic yang lainnya yahh
Jaa~

59 responses to “[Final Ch.] You’re My

  1. Yaaaaaaaaaa penantiannnya yg sangat mengharukan yaaaa, tpi pendek ama yakkk, msih kangen pdahal , tpi yaaaa sudahlah, yg penting happy end😀 jjjjjjaaaaannngggg buat segalanya yaaaa authorrrr .. Big thanks(y)

  2. Emmm….. part endingnya alurnya di percepat y ching.. bis myungsoo baru aja patah hati n di hari itu jg dy moveon ke jiyi….

  3. Huaa miris myung mnunggu 100 thn yg artix minho udh mati jf pdhl mrk tmn baik knp ga abadi jg hikzz.. wah minji brsdra trs myung mlh bs pke sihir kewkwkk.. ada2 aja.. tp syukurlah myungyeon akhrx brsatu.. yeah

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s