[FICLET] The Way I Love You

jibi

natadecocoo presents…

| The Way I Love You |

Lee Hongbin & Park Jiyeon  |

| romance, idol life, fluff |

|  1275 words |

| Teen |


Ia terlalu takut untuk melihat sesuatu yang tidak ia inginkan. Namun hari ini ia sangat penasaran. Ia terlampau penasaran akan apa yang orang pikirkan tentang dirinya dan Jiyeon pada video itu.


A.N: You know me so well. My ficlets are always that short. Please bacanya pelan aja sambil dihayati, dibayangin sambil ngemut permen biar kerasa manis~Happy reading~

Hongbin terkekeh geli tatkala ekor matanya tertancap ke arah Jiyeon yang sedang mengambrukkan dirinya ke sebuah sofa berwarna merah maroon di ujung ruangan berukuran 4×4 m2. Setelah selesai melakukan job MC mereka di sebuah acara SBS MTV The Show, kini mereka berada di ruangan istirahat untuk beristirahat terlebih dahulu sebelum mereka kembali melakukan aktivitas mereka masing-masing. Karena urusan yang cukup mendadak, Zhoumi pergi terlebih dahulu, meninggalkan Hongbin dan Jiyeon berdua di dalam ruangan berisi sofa ,dua buah meja rias dan sebuah lemari gantung terbuka itu.

“Ah melelahkan sekali.” ujar Jiyeon seraya menggerak-gerakkan anggota geraknya seperti ikan yang berada di daratan tanpa air. Jangan lupakan nada bicara Jiyeon ketika mengatakannya. Bisa membuat siapa saja menjadi ingin mencubit kedua belah pipinya secepat mungkin setelah mendengar rengekannya. Begitu juga dengan Hongbin, ia tak bisa berhenti terkekeh geli sendiri ketika mendengar Jiyeon mengeluh dengan lucunya selama beberapa menit.

“Hongbin-a. Kau tak pernah tampak lelah. Padahal, bukannya dirimu juga sedang bermain peran untuk sebuah drama?” Jiyeon menegakkan tubuhnya dan melihat ke arah Hongbin yang sedang terduduk di sebuah kursi meja rias.

Kini dilihatnya Hongbin sedang berjalan ke arah sofa yang Jiyeon duduki.Ia duduk di sebelahnya.

“Tentu saja lelah. Memangnya aku tidak tampak seperti itu?” Ia mengangkat kedua bahunya lalu menurunkannya lagi.

Jiyeon mengedipkan matanya pelan dan terlihat memasang wajah berpikirnya.

Ani. Kau sama sekali tidak tampak lelah. Dirimu juga tidak pernah mengeluh sepertiku.Ah aku iri padamu.” Jiyeon merengek lagi, memasang wajah menggemaskannya itu.

Hongbin kembali terkekeh, membuat tiga buah lengkungan di wajahnya, sebuah lengkungan di bibirnya dan sepasang lengkungan kelopak matanya yang membuat matanya menjadi terlihat semakin tenggelam.

“Semua orang pasti merasa lelah,Jiyeon-ah. Namun aku menikmatinya. Bukankah itu baik jika kita lelah, setidaknya ada sesuatu yang membuat kita lelah. Itu berarti kita masih dibutuhkan oleh banyak orang.”

Hongbin berlogika.

Setelah itu Hongbin mengambil sebotol air mineral dan meneguknya pelan. Jiyeon sendiri tampak begitu memperhatikan apa yang Hongbin katakan, diam untuk beberapa menit dan mencerna kalimat yang Hongbin ucapkan, diakhiri dengan sebuah anggukan mengerti yang ia lakukan berulang kali.

“Ah sangat filosofis.” dengan pelan, Jiyeon menepuk lengan Hongbin. “Tapi aku senang mendengar hal-hal filosofis seperti itu darimu, Hongbin-a.”

Jiyeon menghadap ke arah Hongbin yang berada di samping kirinya dan tersenyum. Sebuah senyum yang begitu manis dan membuat Hongbin candu untuk selalu melihat senyum itu. Untuk sepersekian detik Hongbin melihatnya dan ia lalu mengalihkan pandangannya ke arah lain. Tak ingin merasakan jantungnya berdegup menjadi lebih kencang lagi.

Hongbin meneguk air mineralnya lagi yang membasahi kerongkongannya yang tiba-tiba terasa kering.

“Apakah itu sebuah pujian?” tanya Hongbin berusaha untuk tidak terlihat bodoh dengan berdiam diri saja atas kalimat yang Jiyeon ucapkan.

“Tentu saja. Bukankah menyenangkan memiliki seorang partner MC yang bisa memberikan kalimat motivasinya padamu.” Jiyeon terkekeh kecil dilanjutkan dengan mengucapkan sebuah kalimat terimakasih. “Gomapta.”

Setelah mendengarnya, Hongbin menengokkan lehernya ke arah Jiyeon dan menatap lurus ke arah sepasang netra cokelat jernih itu.

Pikirannya mengembara jauh, bertanya-tanya akan sesuatu yang jawabannya tak segera ia temukan, menelusup jauh ke batinnya yang bercampur dengan serbuk-serbuk keputus asaan.

Seandainya saja Hongbin bisa dengan mudah mengatakannya ke Jiyeon, bahwa ia tak sekedar tertarik dengan rekan MCnya itu, namun lebih dari kata tertarik, lebih dari kata suka, lebih dari perasaan apapun yang ia rasakan pada semua yeoja yang pernah ia temui selama hidupnya.

“Eeey kau memang gemar sekali melamun, eoh?”

suara halus Jiyeon itu menyadarkan semua lamunannya. Hongbin kembali memandang ke depan dan membersihkan kerongkongannya yang kembali kering.

“Entahlah, kurasa aku selalu teringat akan script drama yang baru saja kupelajari..” bohongnya dan Jiyeon percaya tentu saja.

“Aah.” Jiyeon ber-ah pelan lalu terlihat sedang mengangkat kedua tangannya ke udara “Semangat!”

Dan Hongbin lagi-lagi harus merasakan jantungnya akan meledak kapan saja.

Gomawo

Jiyeon kemudian terlihat mengambil ponselnya, menilik ke arah jam digital yang ada pada layar, disusul dengan sebuah hembusan nafas yang sedikit kasar.

“Aku harus pergi Hongbin-a.”

Sepeninggalan Jiyeon, Hongbin masih di sana duduk di sofa bekas Jiyeon duduk. Matanya masih ke arah punggung Jiyeon yang melangkah pergi. Dan batinnya masih berperang, sampai kapan ia harus bertingkah seperti ini, menyembunyikan semua perasaannya.

“Jangankan sebuah drama, di kehidupan nyata saja aku bisa beracting di depanmu Jiyeon-a. Bahkan kau tak pernah sadar bahwa aku selalu berbohong padamu dan menyembunyikan kenyataan bahwa aku selalu memikirkanmu.” Hongbin bergumam pada dirinya sendiri dilanjutkan dengan mengacak-acak rambutnya sendiri frustasi.

Awalnya Hongbin hanya bisa melihat Jiyeon melalui layar televisi. Awalnya ia sama sekali tidak tertarik, bahkan ketika beberapa seniornya berkata bahwa Jiyeon adalah tipe ideal mereka atau mungkin Eunji A-Pink dan Woohyun INFINITE berkata bahwa Jiyeon adalah seleb korea yang terlihat paling cantik di dunia nyata, awalnya Hongbin tak peduli akan hal itu. Namun setelah benar-benar bertemu dengannya, banyak bercakap bersama, berbagi waktu bersama sebagai MC, ia menyadari bahwa Jiyeon adalah seseorang yang berbeda.

Cantik. Jelas sebuah hal yang melekat pada seorang artis negeri gingseng yang ia tinggali saat ini namun ia merasa bukan hanya cantik yang memikatnya. Determinasi Jiyeon sebagai seorang idol, semangatnya, tingkah lucunya, perhatiannya yang ia berikan kepada setiap orang. Semua yang ia rasakan pada Jiyeon adalah sesuatu hal yang menarik.

Kembali, Hongbin mengambil sebuah headset dari tasnya dan menancapkannya ke ponsel apelnya itu.

Sebuah aplikasi youtube ia buka dan ia mengetikkan sebuah kata.

“Candy in My Ears”

Sebuah penampilan pertamanya dengan Jiyeon…dan Zhoumi.

Hongbin tidak bermaksud untuk jahat pada hyungnya Zhoumi akan tetapi ia merasa penampilannya yang beberapa silam ia lakukan adalah penampilannya dengan Jiyeon saja.

Sebuah lengkungan senyum terbentuk di bibirnya tatkala ia kembali melihat video itu.

Video yang sudah ia like dengan beberapa akun yang ia miliki.

Video yang sudah ia lihat berhari-hari.

Kini ia memutuskan untuk membuka kolom komentar dari video itu.

Sebenarnya Hongbin belum membukanya sejak kemarin video itu keluar. Ia takut jika kolom komentar berisi berbagai macam komentar pedas pada dirinya dan tentu saja pada Jiyeon. Ia terlalu takut untuk melihat sesuatu yang tidak ia inginkan. Namun hari ini ia sangat penasaran. Ia terlampau penasaran akan apa yang orang pikirkan tentang dirinya dan Jiyeon pada video itu. Ia sempat terhenti sebentar dalam mengscroll layarnya ke bawah namun kini ia yakin untuk melakukannya sehingga ia terus mengscroll layarnya itu hingga tampaklah ribuan komentar akan video tersebut.

Jujur saja, Hongbin tidak terlalu suka bahasa Inggris, tapi setidaknya ia mengerti beberapa kalimat yang tertulis di sana.

 ‘They look so hot together!’

Alis Hongbin tampak terjungkit. Ia membaca kalimatnya lagi. “Wah komentar positif” batinnya. Ia lalu lanjut ke komentar selanjutnya.

‘Hongbin is so damn handsome and Jiyeon is so beautiful’

Hongbin mengangguk-angguk setuju. Namja mana yang tidak suka dibilang tampan dan wanita pujaannya dipuji cantik…

‘Perfect!’

“Oh komentar bagus lagi” Hongbin terus berkomentar.

‘They look so good together’

Kali ini, Hongbin tak bisa berhenti untuk tersenyum. Untung saja di ruangan itu hanya ada dirinya saja. Manajernya masih berada di suatu tempat dan itu membuat Hongbin terlihat menjadi lebih gila.

Ia mengscroll layarnya lagi untuk melihat lebih banyak komentar. Semangatnya membaca komentar menjadi bertambah, beribu kali lipat.

‘I hope they end up to be a couple’

Hongbin mengedipkan matanya pelan dan berulang kali. Matanya berhenti di kalimat itu.

Baginya komentar ini berbeda dari komentar sebelumnya yang sebenarnya tak kalah mengagetkannya,

“Oh gosh..” latahnya.

Hongbin tidak tahu lagi apa yang ia lakukan selanjutnya. Ia tak peduli jika saja akun palsunya dihack oleh seseorang dan ia ketahuan memakainya–yang mana agak tidak mungkin. Yang ingin ia lakukan sekarang adalah mengetikkan sebuah komentar pada kolom komentar dan mengirimnya.

‘OMG I Ship them!’

Hongbin lalu menekan tombol ‘kirim’ tanpa berpikir dua kali.

“Banyak orang yang telah mendukungku, mengapa aku tak bisa mendukung diriku sendiri?” batinnya pada dirinya sendiri—yang memotivasinya untuk mengirim komentar itu. “Setidaknya aku mendukung couple ini melalui dunia maya.” lanjutnya lemah.

Hongbin tersenyum mengingatnya.

Di dalam hidupnya selama bertahun-tahun, Hongbin baru kali ini tersadar akan bagaimana rasanya mencintai seseorang secara diam-diam, meskipun orang itu berada tepat di depan matanya. Bernafas di udara yang sama dengannya ketika melakukan pekerjaannya.

Namun Hongbin menikmatinya, mencintai Jiyeon secara diam-diam.


So…Im busy with things recently. Sorry if I can only come up with this idea. Poster pun seadanya.

Myungyeon fics on the way brosist~ Tunggu ya~ Ntah kenapa di sela-sela nulis ff myungyeon, ada feels feels Jibin yang naik ke permukaan dan terlalu sayang jika tidak memanfaatkan feel itu dengan baik dengan menulisnya.

Kalo absurd ataupun jelek miyaanee yaa. Semoga suka~

(kasih feedback ya~ *author aegyo a la Jiyeon*)

41 responses to “[FICLET] The Way I Love You

  1. Suka suka… Cerita’y singkat tpi menarik, aku jga stuju klo jiyeon sma hongbin dri pda sma yg “…..” itu dech, hehehehe….😀

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s