[CHAPTER – 2] SCANDAL

scandal

Tittle: SCANDAL | Author: farvidkar (Farah Vida Karina) | Genre: Romance, Entertaiment | Cast: L Kim/ Kim Myungsoo, Bae Suzy | Other cast: Jung Ji Hoon/ Rain Bi, Miss A, Infinite, JYP, etc | Rating: PG 17 | Poster by babyglam @ IFA

A/N: Asli buatan sendiri dengan imajinasi yang datang sendirinya. Tidak ada maksud lain dengan karakter yang dibuat. Fanfiction ini telah dipublish pada blog pribadiku.

The last part

“chogiyo.. bisa geser sedikit?” suara seorang pria menyadarkan Suzy

“Ah.. mianhamnida” ucap gadis itu sopan kemudian menggeser posisinya yang ternyata menghalangi pria itu yang sedang bersama kekasihnya.

“Chagi, bukankah dia mirip Bae Suzy?” terdengar bisikan dari seorang wanita sambil menunjuk-nunjuk kearah Suzy

“Hhmm kurasa bukan, tetapi sepertinya bentuk matanya memang mirip Bae Suzy” jawab pria itu juga berbisik, Suzy yang merasa sedang diperhatikan langsung saja berdiri dan beranjak pergi meninggalkan tempat itu. Buru-buru ia berjalan dengan cepat hingga tak sengaja menabrak seseorang.

“Mianhamnida” kata pria berbadan tinggi tegap itu. Suzy membungkuk sekedarnya kemudian pergi meninggalkan pria itu. Tanpa disadari, ada sepasang mata yang memperhatikan mereka, lebih tepatnya memperhatikan gadis itu. Seorang pria dengan jaket hitam ditambah sebuah topi yang menutupi wajahnya terus mengikuti langkah Bae Suzy sejak beberapa jam yang lalu.

Jihoon/ Rain pov

Pagi ini aku sudah janji akan menemui Hara, kekasihku yang baru saja kutembak dua minggu yang lalu. Aku mulai bosan dengan pacar-pacarku yang lain. Jam seperti ini adalah jam paling ideal bagi para selebriti untuk ke tempat umum. Dulu aku juga pernah mengajak pacarku Suzy ke tempat ini. Aku mengingat-ingat masa lalu, dimana aku baru saja jadian dengan gadis itu. Dia gadis yang manis, namun terlalu membosankan. Mungkin dia memang sangat terkenal, dan itu yang membuatku ingin berpacaran dengannya. Tiba-tiba tanpa sengaja aku menabrak seseorang, gadis dengan topi beserta masker.

“Mianhamnida” ucapku, kemudian dia membungkuk dan langsung melesat pergi. Aroma parfum yang ditinggalkannya membuatku sekali lagi menoleh ke arah gadis itu.

“Ternyata dia” gumamku saat sadar siapa gadis yang baru saja pergi, dia adalah Bae Suzy.

On The Road, Seoul

Suzy Pov

Aku duduk termenung di dalam taxi yang sedang menuju ke dorm Miss A. Melewati daerah Myeongdong dimana tempat yang sangat cocok untuk berbelanja. Toko-toko masih belum buka, pagi ini daerah Myeongdong belum ramai, saat mataku menjelajahi daerah ini dengan seksama tiba-tiba aku tersadar satu hal.

“Rupanya aku akan menghadapi hari-hari yang sulit” gumamku saat melihat beberapa fotoku yang menjadi ikon iklan dari brand ternama kini sudah terganti oleh artis lain. Tak jauh dari tempat itu, aku melihat pamphlet salah satu kosmetik yang aku iklan sudah dicoret-coret dengan spidol, terutama pada wajahku. Yang lebih menyedihkan lagi, ada sebuah tulisan yang memaki-makiku. Aku menatap pantulan wajahku di kaca. Kulepaskan masker serta topi yang ku kenakan, tanpa sadar aku menangis.

“Jadi seperti ini wajahku..” gumamku serak. Aku tidak peduli dengan karir yang akan kuhadapi, tetapi aku tidak ingin orang menganggapku rendah.

JYP Entertaiment, Seoul

Author pov

Siang ini Suzy akan menghadap pada Presdir Park. Mungkin gadis itu perlu menyiapkan payung untuk menghadapi amarah presdir Park. Suzy berjalan ditemani managernya.

“Dia sangat marah padamu, jadi berbaik hatilah dan pasang aegyo dihadapannya” kata manager oppa setengah berbisik di telingaku, kami terus berjalan menyisiri koridor yang panjang ini, dimana ujungnya adalah ruangan presdir Park.

“Aku juga sangat marah padanya, dan aku juga ‘sangat marah’ padamu oppa” ucapku sembari memberi penekanan pada kalimatnya. Hingga mereka sampai di depan pintu ruangan itu. Suzy masuk duluan disusul managernya. Terlihat jelas Park Jinyoung sudah menunggu kedatanganya.

“Selamat datang artisku” sapa pria yang biasa dipanggil JYP itu.

“Aku perlu mengkonfirmasi sesuatu” ujar Suzy to the point. Tanpa aba-aba gadis itu duduk di atas sofa.

“Harusnya aku yang perlu mengkonfirmasi duluan” Park Jinyoung berdiri dari balik meja kerjanya dan berjalan kearah Suzy, dia ikut duduk di sofa itu.

“Apa kau ingin menghancurkan karirmu Bae Suji?” gadis itu tersenyum licik.

“Jika iya, apa kau akan membantuku sajangnim?”

“Tentu saja tidak. Bahkan jika kau membuat kasus bunuh diripun, aku akan bantu mengembalikan karirmu”

“Ah.. tentu saja, karena aku adalah ladang uangmu bukan?”

“Ups, aku mengaku kalah. Jadi kau ingin mengkonfirmasi apa?”

“Mengapa kau membuat hoax seperti itu? terlalu berlebihan. Dia bukan kekasihku”

“Tetapi dengan cara itu kau dan juga dia akan terselamatkan dari skandal itu”

“Dan satu lagi, dari pernyataanmu.. para natizen akan berpikiran buruk tentang Fei eonni. Kau harusnya melindungi semua artismu” presdir Park menghela nafas panjang. Dia memijit-mjit keningnya yang terasa berat.

“Dengar baik-baik nak. Aku sebagai presdir tentu saja akan melindungi semua artisku, dengan cara apa? Mengorbankan sesuatu tentunya. Kali ini aku memilih mengorbankan Fei, tetapi kau jangan berpikir bahwa aku akan membiarkannya jatuh. Aku sudah memikirkan sebuah cara yang dapat menguntungkan semua pihak. Jadi lebih baik kau ikuti saja rencanaku, karena aku sudah terlanjur memulainya” Suzy mengerutkan kening, mencoba meninmbang-nimbang sesuatu.

“Apa rencanamu sajangnim?”

SMC&C Entertaiment, Seoul

“Mwo?! Jadi aku harus berpura-pura pacaran dengannya?!” L terperanjat mendengar penjelasan managernya.

“Ya, kami sudah mengatur semuanya dengan pihak JYP Entertaiment”

“Bukankah itu hal yang privasi? Apakah tidak ada cara yang lain?” sang manager hanya menggeleng, membuat L tambah frustasi.

Di ruang kesehatan terlihat seorang pria muda ditemani dengan seorang pria yang lebih tua darinya sedang mengecek kesehatannya. L bertelanjang dada memperlihatkan tubuhnya yang atletis. Seorang uisa yang bekerja di gedung ini sedang menggosokkan obat pada bahu pria itu.

“Bahumu semakin membaik. Tetapi sesuai perintah atasan, aku perlu memakaikan perban di bahumu” kata uisa itu, L hanya mengangguk. Seperti yang dijelaskan oleh managernya, pria bermarga Kim itu perlu berpura-pura baru saja keluar dari rumah sakit.

“Hyung, apa aku perlu ke kantor polisi? Bagaimana keadaan orang-orang itu?” L mengalihkan pandangannya ke arah manager Jung, ia baru hampir saja lupa tentang hal itu, ya aksi brutal yang dilakukannya.

“Tidak perlu, aku sudah menyelesaikan hal itu. Kau tahu siapa pria yang kau hajar waktu itu? dia putra bungsu presdir Hyundai Corporation dan lukanya lebih parah dari dirimu” jawab manager Jung. L hanya menyunggingkan senyum evilnya.

“Nah, selesai” ucap uisa. L memperhatikan penampilannya di kaca.

“Sepertinya aku terlihat sedikit menyedihkan”

Grillia Cafetaria, Seoul

Bangunan tua itu masih saja berdiri kokoh sejah puluhan tahun yang lalu. Gaya bangunannya memang sedikit tertinggal dari café-café yang lain namun tak membuat gadis bermarga Bae itu lebih memilih café-café modern seperti remaja lainnya. Bae Suzy sudah sering datang ke tempat ini sekedar meminum teh hangat. Menurutnya suasana tradisional masih lebih baik. Bangunan yang didominasi dengan lantai kayu serta dinding bambu itu bahkan hampir tak berpengunjung. Hanya beberapa pria dan wanita lanjut usia yang mengunjungi tempat ini.

“Suji-ssi, ini bonus untukmu” seorang wanita tua datang menghampiri gadis itu sembari menyodorkan sebuah piring berukuran sedang. Terlihat sebuah kue berbentuk ikan.

“Gamsamida halmoni” gadis itu tersenyum simpul setelah itu nyonya Song pergi meninggalkannya. Suzy memang sudah sering mengunjungi tempat ini sampai-sampai pemiliknya bisa mengenali Suzy. Tak berapa lama terlihat seorang gadis berambut panjang dengan rambut di cat pirang datang menghampirinya. Gadis yang diketahui bernama Fei itu duduk di hadapan Suzy.

“Kau datang eonni” ucap Suzy dengan tatapan yang sulit diartikan.

“Dari mana saja kau? Kau membuatku cemas..” terlihat jelas dari wajahnya bahwa ia benar-benar khawatir.

“Maafkan aku eonni. Park sajangnim menolongku, dan kau seolah-olah yang disalahkan. Aku tidak berani menemuimu.. ku mohon maafkan a,” kalimat Suzy terhenti ketika Fei tiba-tiba menggenggam tangannya.

“Sudahlah, aku tidak mempermasalahkannya. Lebih baik sekarang kita ikuti saja rencana Park sajangnim, aku tahu dia pasti sudah memikirkan hal ini matang-matang ne?”

“Ne, eonni” Suzy tahu jelas pasti Fei sakit hati. Namun dia hanya bisa terus-terusan meminta maaf atas rasa bersalahnya. Seperti inilah konsekuensi bekerja di dunia hiburan. Jangan pernah berharap jika hidupmu akan dipenuhi kebahagiaan. Dunia yang keras ini hanya bisa dihuni dengan hati yang keras.

“Jadi, bagaimana dengan Jihoon sunbae? Apa kau sudah menghubungi dia?” tanya Fei. Ya, semua member memang sudah tentang skandal yang dibuat ini.

“Aku sudah beberapakali mencoba menghubunginya, namun tidak diangkat. Aku yakin dia pasti akan berpikir yang tidak-tidak. Dia pasti sangat marah padaku” jelas Suzy, orang yang ada hidapannya hanya memberi tatapan ibah.

Dorm Infinite, Myeong-gu, Seoul

Ting tong ting tong.. bel berbunyi. Pria bermata sipit yang diketahui bernama Sunggyu itu membuka pintu dorm. Seketika ia terkejut melihat siapa yang ada di depan pintu.

“Myungsoo-ya!!” teriak Sunggyu disusul kedatangan member lainnya.

“Aish kau bersembunyi di mana bocah?!” kata Woohyun sembari memberi jitakan di kepala L.

“Hanya sekedar berjalan-jalan” jawabnya datar. Tanpa mempedulikan yang lain ia melangkah masuk. Member lainnya berjalan mengekori sang visual.

“Berjalan-jalan atau menculik anak orang?” kini Sungyeol angkat bicara, L menatap sahabatnya itu dengan deadglare.

“Hey, dia itu pahlawan” Hoya ikut-ikutan angkat bicara diikuti senyuman mesum orang-orang yang ada disitu.

“Aku ingin istirahat” kata L kemudian melesat pergi ke kamarnya.

Di kamarnya, pria itu tidak bisa tidur. Pandangannya kosong menatap layar handphonenya. Ia berkali-kali menulis suatu pesan singkat, kemudian menghapus kembali pesan yang dituliskannya tadi.

“Aish.. aku harus membuang egoku..” gumam L. kemudian jari-jarinya kembali bermain di atas layar sentuh. Ia menimbang-nimbang sesuatu, kemudian dengan percaya diri ia menekan tombol send.

To: 0814777xxx

Ini L, besok pagi jam setengah tiga aku akan menjemputmu di depan dorm, jangan terlambat.

Tak berapa lama gadis itu mengirim sebuah pesan balasan.

From: 0814777xxx

Ok. Bagaimana bahumu?

Tanpa disadari pria dingin itu tersenyum membaca pesan dari Suzy. Dengan cepat ia membalas pesan gadis itu.

To: 0814777xxx

Sudah tidak terlalu sakit. Cepat tidur!

Setelah itu tak ada balasan dari Suzy. Mata elang pria itu masih saja tak lepas dari layar handphonenya.

“Cih, apa dia langsung tertidur?” gumamnya sedikit kesal.

Miss A Dorm, Cheonan-gu, Seoul

Keesokan harinya, seorang pria dengan jaket kulit coklat tua yang dilapisi kaos tipis berwarna putih sedang duduk menunggu di dalam mobil sportnya. Beberapa kali dia mengecek layar ponselnya untuk memastikan sesuatu. Tak lama seorang gadis yang mengenakan kaos pink dengan lengan sesiku, beserta rok panjang bermotif bunga-bunga keluar dari bangunan itu. tak lupa gadis itu memakai topi serta maskernya. Tak berapa lama sebuah pesan masuk, L segera mengecek handphonenya.

From: 0814777xxx

aku sudah di depan pintu.

Setelah itu, mobil sport berwarna biru itu langsung mendekati bangunan yang diketahui milik sebuah agensi korea. Seorang gadis mendekati mobil itu kemudian masuk di dalamnya sambil menyunggingkan sebuah senyuman atau singgungan.

“Annyeong, kita bertemu lagi L-ssi” L menatap aneh wajah gadis itu, senyumannya itu bercampur sebuah sindiran.

“Ya, mungkin kita akan lebih sering bertemu” balas L tak kalah sengit, kini dia memamerkan evil smile milinya.

Selama diperjalanan tak ada percakapan lagi antara mereka berdua. Keduanya bungkam dengan dunianya masing-masing. L sibuk menyetir sedangkan Suzy hanya menatap jalanan dengan bosan.

“Yak L-ssi! Sebenarnya kita mau kemana? Dari tadi mobil ini hanya berputar-putar dengan rute yang sama” kata Suzy geram, sedangkan pria yang ada di sampingnya itu hanya mengangkat bahu dengan cuek.

“Kalau begitu kita pergi ke namsan tower!” perintah Suzy dengan kedua tangan yang dilipat di depan dada. L kini menatap gadis itu dengan alis berkerut.

“Kemarin kau pergi ke namsan tower, dan sekarang kau ingin pergi ke sana lagi?” tanya L, kini gentian Suzy yang menatap pria itu dengan alis berkerut.

“Dari mana kau tahu? Ahh, kau pasti mengikutiku?” L gelagapan, dia memang mengikuti gadis itu karena khawatir. Pasalnya dia tidak bisa tidur saat malam itu, hingga dia mendengar ada suara pintu terbuka, pria itu pura-pura memejamkan mata.

“Dan sebelum aku menjawab pertanyaanmu, aku ingin menanyakan sesuatu. Kemarin malam, apa yang kau lakukan hah? Ingin menciumku? Cih dasar gadis mesum” kini mata gadis itu membelalak sempurna, ia sendiri tidak sadar dengan apa yang ia lakukan.

“A.. aku.. hanya…. hanya..ingin.. melihat.. hhmm.. jerawatmu dari dekat!!” L hanya geleng-geleng kepala mendengar jawaban gadis itu.

“Hah! Gentian sekarang kau harus menjawab pertanyaanku!” L menatap sekilas gadis itu, kemudian dia memberhentikan mobilnya yang memang sudah sampai di pelataran parkir Namsan Tower.

“Kau ingin mendengar jawabanku?” tanya L, gadis dihadapannya itu hanya mengangguk.

“Karena aku mengkhwatirkanmu. Itu jawabanku,” tak ada respon dari gadis itu. matanya menatap lurus mata L dengan pandangan yang sulit diartikan.

“Terserah kau mau percaya atau tidak. Sebenarnya aku ingin berbohong, aku sedikit malu mengatakannya. Dan..” kalimat pria bermarga Kim itu terputus saat menyadari sesuatu. Mata elang pria itu menangkap sesuatu.

“tunggu sebentar” kata L kemudian perlahan mendekatkan wajahnya ke wajah gadis yang sedari tadi duduk di sampingnya. Kini tangan pria itu memegang tengkuk gadis itu agar lebih mendekat padanya. Suzy berusaha menjauh namun kekuatan L lebih besar.

“Jangan menghindariku” bisik L hampir tak terdengar. Kini hidung mereka berdua bersentuhan, sehingga pria itu dapat merasakan hembusan nafas gadis itu yang tak karuan. Perlahan L memiringkan kepalanya kemudian semakin mendekatkan bibirnya ke bibir gadis itu. Tangan Suzy yang sedari tadi meremas jaket pria itu kini melemas. L tidak menciumnya, ia hanya bertahan dengan posisinya itu.

“Apa yang kau lakukan?” tanya Suzy seperti berbisik walaupun dia tahu hanya ada mereka berdua di dalam mobil itu.

“Berpura-pura menciummu” Suzy tak dapat melihat apa-apa karena terhalang badan L. Dan dia tahu alasan pria itu melakukan hal ini.

“Apa ada..”

“Ya, sedari tadi reporter sialan itu mengikuti kita” potong L, gadis itu kini mengerti.

Kini mereka berdua berjalan-jalan di atas tower terkenal itu. L hanya mengikuti kemana langkah gadis itu pergi. Layaknya sepasang kekasih sungguhan, mereka terlihat benar-benar nyata. Gadis yang sangat atraktif dan pria yang sangat over protektif.

“L-ssi palli kesini! Fotokan aku..” pinta gadis itu merengek memperlihatkan aegyonya. L tidak bisa menolak hal satu ini. Lantas pria itu dengan malas mengambil ponsel genggam Suzy kemudian memotret gadis itu. bukan hal susah baginya melakukan hal itu, karena dia memang memiliki hobi photographi.

“Sini.. kau juga ikutan. Aku ingin punya kenang-kenangan bersamamu” kata gadis itu sambil menarik L berdiri di sampingnya. Lantas gadis itu melepas topi dan maskernya, kemudian ia juga melirik pria itu sekilas.

“Lepas juga topi dan maskermu” pintah gadis itu, L menggelengkan kepalanya.

“Aish..” tanpa menunggu kesabarannya pecah, Suzy langsung melepas paksa topi serta masker L walaupun dengan susah payah karena badan pria itu yang tinggi. Beberapa kali gadis itu berjinjit sambil melompat-lompat untuk menggapai topi L. Entah apa yang terjadi pada pria itu, raut wajahnya sulit diartikan. Pandangannya jauh menerobos bola mata gadis itu. Jantung pria itu berdetak berlebihan.

“Hey L-ssi lepas topimu!” kini gadis itu berdiri dengan cara menginjak sepatu L sehingga terlihat seperti permen karet yang saling tertempel. Pria itu semakin gelisah, seolah ada yang salah dengan dirinya. Apalagi saat ini jarak diantara mereka juga benar-benar tipis.

“Baiklah..” kata pria itu yang akhirnya berhasil mengumpulkan nyawanya. Ia meletakkan jari telunjuknya di dahi gadis itu kemudian mendorongya pelan. Setelah itu L melepaskan topi serta maskernya.

“Sini mendekat, pasang senyum terbaikmu kalau ingin berfoto denganku” kata L sok keren, kini Suzy mencibir tetapi tetap mendekat ke samping pria itu.

“Hana, dul, set.. cklik”

“Wah aku cantik di foto ini” gumam Suzy, L hanya tersenyum miring melihat layar handphone gadis itu.

“Kau ingin melihat matahari terbit?” tanya L yang dijawab dengan anggukan bersemangat oleh Suzy. Tanpa disadari L menarik tangan gadis itu, mengajaknya ke tepian untuk melihat matahari terbit lebih dekat. Mereka berdiri sambil bergenggaman tangan.

Suzy pov

Hal yang kulakukan saat ini adalah keinginan setiap wanita. Bersama kekasih melihat matahari terbit. Namun pria yang bersamaku saat ini bukanlah kekasihku. Dan aku tak tahu mengapa genggaman tangannya terasa hangat. Aku ingin kekasihku ‘Jihoon oppa’ yang melakukannya. Dan di lain hati aku senang karena pria itu yang melakukannya.

“Hhmm L, apa kau punya kekasih?” tanyaku membuka keheningan.

“Tidak” aku mengangguk mengerti. Dia cukup tampan, dan.. baik pula. Bukan tipikal pria yang akan macam-macam pada wanita. Walaupun sedikit dingin, dia sebenarnya sangat perhatian.

“Kau? Apa kau sudah punya kekasih?” pertanyaannya membuatku kembali ke alam sadar dari sebuah hayalan. Aku terdiam, apakah aku perlu memberitahu pria ini? Aku menimbang-nimbang sejenak kemudian dengan percaya diri aku menjawab.

“ya” kulihat dari ujung mataku raut wajah pria itu berubah, kemudian dengan cepat ekspresinya kembali dingin.

“Apa dia tahu kalau kita berdua hanya pu..”

“Aku belum memberitahu dia. Sejak beberapa hari yang lalu ponselnya tidak diangkat” potongku. Ya, aku tahu sepertinya akan semakin rumit jika lambat laun aku tak memberitahu Jihoon oppa. Aku harus menjelaskan hal ini padanya.

“ Apa aku perlu membantumu untuk menjelaskan padanya?” tawar pria itu, aku menimbang-nimbang sejenak.

“Tidak perlu. Aku tak ingin kau terlibat lebih dalam lagi karena masalahku. Aku tidak ingin kau dirugikan dan sebetulnya aku tidak enak karena kau selalu membantuku dan tertimpah mus..” perkataanku terhenti ketika melihat seorang pria berdiri tak jauh di belakang L. Pria itu berjalan mendekat dengan langkah panjangnya sembari menggenggam benda kecil dengan ujung panjang. Pria itu menatap punggung L dengan tatapan picik.

“L awas!!!” teriakku histeris saat pria gila itu berusaha menusukkan pisau itu ke punggung L. Kulihat L bergerak reflex menghindari pisau itu. Kakiku gemetar saat melihat aksi penusukan itu berlangsung, pria gila yang diperkirakan berumur 27 tahun itu masih saja terus menyerang L.

“Siapa kau?!” tanya L sedikit berdesis. Kulihat baju belakangnya sedikit sobek.

“Aku? Aku adalah pembencimu..aku akan membunuh semua orang yang mendekati Bae Suzy. Karena aku sangat mencintai Bae Suzy” ucap pria gila yang ku ketahui adalah seorang penggemar yang terlalu terobsesi padaku. Dia memainkan pisaunya itu di telapak tangannya kemudian menggoreskan pisau itu membentuk namaku.

“Sayang… lihatlah ini. Ini adalah bukti cintaku padamu” dia menunjukkan telapak tangannya yang mengeluarkan darah kental.

“Aku berterima kasih karena kau mencintaiku. Tetapi aku tidak bisa membalas cintamu. Karena aku sudah memiliki kekasih.. jadi letakkan pisaumu di tanah kemudian aku akan memberikan tanda tanganku padamu” aku berusaha berbicara baik-baik padanya. Berusaha untuk bernegosiasi agar tak ada yang terluka.

“Aku tidak menginginkan itu.. aku menginginkan kau Bae Suzy.. tubuhmu” aku jijik mendengar perkataannya. Kini dia mengeluarkan sebuah pistol dari saku celananya kemudian menodongkan pistol itu kearah L.

“Aku akan membunuhnya kemudian membakar tubuhnya untuk kita santap” aku semakin gemetar. Pria itu berbicara dengan tatapan tajamnya. Di sudut bibirnya bahkan keluar liur. Sungguh sakit jiwa.

“Turunkan pistolmu kemudian kita berbicara baik-baik” kata L, kulihat dia berjalan mendekati pria gila itu dengan perlahan.

“DIAM DI TEMPATMU!” teriak pria gila itu. Aku semakin geram dengan perbuatannya. Aku takut L akan terluka.

“Kumohon jangan sakiti dia.. kau boleh meminta apapun padaku, asalkan jangan sampai L terluka.. kumohon..” aku memohon pada pria gila itu hingga tanpa sadar air mataku mengalir. Kulihat pria gila itu menyeringai. Entah mengapa aku tak takut sama sekali saat melihat seringaiannya itu, yang ku takutkan saat ini adalah pistol yang diarahkannya ke kepala L.

“Kalau begitu mendekatlah sayang..” aku ragu dengan apa yang diperintahkan. Ku lihat L menatapku dalam dengan pandangan yang sulit diartikan.

“Jangan Suzy-ssi.. jangan perg… Akh!!” aku bahkan tak bisa bersuara saat melihat pria gila itu menusukkan pisaunya itu ke bahu L yang pernah terluka.

“Apa kau juga ingin aku menarik pelatuk ini dikepala brengsek itu?” dengan langkah ragu aku mendekati pria itu. saat jarak diantara kami tak terlalu jauh, dia langsung menarikku dengan kanannya yang memegang pisau sehingga tanganku yang ditariknya sedikit tergores sedangkan tangan kirinya masih setia menodongkan pistol ke arah L. Dengan sigap dia bergantian menodongkan pisau lipat ke leherku dengan badannya yang seolah-olah memelukku dari belakang.

“Sayang.. kau sangat penurut.. aku ingin sesegera mungkin membawamu ke mansionku..” pria itu berbisik di telingaku. Aku semakin terisak. Aku melihat darah segar mengalir kembali di bahu L. Kulihat dia seperti menahan sakit saat menatapku.

“Tetapi aku harus menyelesaikan masalahku dengannya dulu” kemudian pria gila itu kembali menatap L yang tak dapat berdiri.

“Aku akan membunuhnya, sekarang” dengan sigap aku memberontak di pelukkannya sehingga pistol yang dipegang pria gila itu jatuh ke tanah. Tak berapa lama kurasakan perih di sekitar leherku akibat goresan pisau gara-gara aku memberontak tadi.

“WANITA JALANG! MATI KAU!!!” kurasakan sebuah tangan menjegal lenganku. Pria gila itu seperti kerasukan setan menatapku dengan garang kemudian kulihat sebuah pisau diayunkannya ke arahku. Aku menutup mata, bersiap-siap dengan jutaan rasa perih yang tak lama lagi akan aku rasakan.

“DORR!”

Police Office Seoul, South Korea

“Tuan Kim tolong beri keterangan dengan sejujur-jujurnya, apa yang kau lakukan pada korban hingga dia tak sadarkan diri?”

To be continue

9 responses to “[CHAPTER – 2] SCANDAL

  1. Eeh omo itu yg ketembak siapa? Dan yg nembak jdinya siapaa? Astaga kepo
    Padahal lg asik bgt tuh L dan suzy kencan dadakan ehh malah ada org gila yg dtg
    Penasaraan gimana lanjutannya

  2. seru banget ceritanya
    moga myungsoo dan suzy baik2 aja
    yang di kantor polisi itu myungsoo kah? kok manggilnya tuan kim
    next chap ditunggu deh, moga cepet dipost hehehehe^^

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s